Vol 1 No 2 (2020): Paulus Journal of Accounting (PJA) PENGARUH PANDEMI COVID-19 TERHADAP HARGA PASAR SEKUNDER PERUSAHAAN IPO DI BURSA EFEK INDONESIA Grace Sriati Mengga 1 Universitas Kristen Indonesia Toraja gea_gsm@yahoo.com e-ISSN 2715-7474 p-ISSN 2715-9892 Informasi Artikel Tanggal masuk 08 Desember 2020 Tanggal revisi 12 Desember 2020 Tanggal diterima 31 Desember 2020 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap Harga Pasar Sekunder (hari pertama tercatat) Perusahaan IPO di Bursa Efek Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian secara kualitatif dan deskriptif, yaitu dengan teknik pengumpulan data. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan besar yang memiliki pengalaman operasional yang cukup lama atau sudah beroperasi lebih atau sama dengan 3 tahun dan yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia tahun 2020. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa harga penawaran perdana dari perusahaan IPO dan harga saham dipasar sekunder hari pertama tercatat di Bursa Efek Indonesia.Uji yang dilakukan adalah melakukan perbandingan antara harga perdana dan harga saham dipasar sekunder hari pertama tercatat di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pada masa pandemi covid-19 terjadi kenaikan harga saham dipasar sekunder hari pertama pada perusahaan yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia. Kata Kunci: Pandemi Covid-19 1 Pasar Sekunder 2 IPO3 BEI 4 PENDAHULUAN Wabah virus Corona atau Covid-19 adalah virus yang sangat berbahaya dan telah merengut banyak nyawa. Virus ini telah tersebar keberbagai negara dan juga telah masuk ke Negara Indonesia. Virus ini pertama kali ditemukan di Negara Cina pada tanggal 31 Desember 2019 dan Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo telah mengumumkan kasus pertama pasien Corona di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020. Dengan adanya virus corona yang mulai menyebar, pemerintah Indonesia mengambil langkah untuk menghimbau masyarakat agar tetap berdiam dirumah, mengisolasi diri dan mengurangi kegiatan berkukumpul atau atur jarak. Dengan himbauan tersebut, maka beberapa perusahaan baik itu perusahaan kecil maupun perusahaan besar terpaksa menutup usahanya untuk sementara, tempat beribadah tutup dan sekolah tutup. Tindakan pencegahan ini membuat perekonomian Indonesia dan bahkan ekonomi dunia menjadi melambat. Hal itu terjadi karena daya beli masyarakat yang 11 Vol 1 No 2 (2020): Paulus Journal of Accounting (PJA) melemah membuat pendapatan perusahaan menurun sehingga perusahaan mengurangi jumlah tenaga kerja untuk menyeimbangkan aktivitas yang menurun. Pandemi covid-19 membuat kurs rupiah melemah terhadap dolar dan juga pandemi covid-19 ini berdampak terhadap pasar modal dimana hal itu nampak pada kinerja indeks global yang mengalami penurunan. Di Indonesia sendiri, ada beberapa perusahaan yang berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), terpaksa menunda pencatatan saham perusahaannya karena fluktuasi pasar saham dimasa Pandemi covid-19 . Mereka khawatir apabila perusahaan mereka akan melantai di BEI, sahamnya akan mengalami penurunan tajam. Namun ada juga beberapa perusahaan yang beranggapan bahwa pandemi ini bukan menjadi halangan bagi perusahaan yang ingin melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di BEI. BEI adalah salah satu tempat perusahaan mendapatkan tambahan pendanaan modal yaitu lewat penjualan saham perusahaan ke masyarakat. Sepanjang tahun 2018, hampir semua saham baru atau perusahaan yang melakukan IPO mencatatkan auto rejection atas (ARA) pada hari pertama perdagangan di pasar sekunder. Kemudian harga berlanjut naik pada beberapa hari setelahnya sehingga menyebabkan saham-saham tersebut terkena status Unusual Market Activity (UMA) dan suspensi . Dimasa pandemi covid-19, banyak perusahaan yang tercatat di BEI harga sahamnya mengalami penurunan. Hal itu ditandai dengan adanya penurunan grafik perbandingan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) di Indonesia dan menunjukkan penurunan harga saham perekonomian di Indonesia . Pandemi covid-19 juga mempengaruhi perubahan waktu perdagangan di Bursa Efek Indonesia yang menyebabkan investor menjual sahamnya . Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, maka peneliti ingin melakukan kajian mengenai Pengaruh Pademi Covid-19 terhadap harga pasar sekunder perusahaan IPO di Bursa Efek Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terjadi kenaikan atau penurunan harga saham di pasar sekunder hari pertama pada saat perusahaan IPO tersebut melantai atau dicatatkan di Bursa Efek Indonesia di masa pandemi covid-19. Manfaat penelitian ini adalah sebagai bahan referensi untuk penelitian sejenisnya dan sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan yang akan melakukan IPO. KAJIAN PUSTAKA Pandemi Covid-19 Covid-19 adalah virus corona yang pertama kali muncul ke permukaan pada tanggal 31 Desember 2019 di negara China. Virus ini sangat berbahaya dan telah merenggut banyak nyawa. Wabah virus corona ini sangat cepat menular dan telah menyebar ke berbagai negara sehingga sudah mengglobal dan bahkan juga sudah masuk ke Negara Indonesia. World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia menerima laporan bahwa ada wabah yang menyerang kota Pelabuhan Wuhan. Wabah tersebut sangat cepat meluas ke berbagai Negara. WHO memberi nama resmi virus itu dengan nama Covid-19 dan telah diumumkan. Covid-19 adalah nama 12 Vol 1 No 2 (2020): Paulus Journal of Accounting (PJA) singkatan dan kepanjangannya “Co” yaitu Corona, “Vi” yaitu Virus, “D” yaitu Disease yang artinya penyakit dan “19” yaitu tahun dimana awal munculnya wabah tersebut yaitu pada akhir tahun 2019. Kasus pertama pasien Corona di Indonesia telah diumumkan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 2 Maret 2020 dimana ada dua orang Indonesia positif terjangkit virus Corona. Kasus pertama tersebut diduga berawal dari pertemuan dengan warga Negara Jepang yang masuk ke wilayah Indonesia. Pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 14 Maret 2020 sebagai bencana nasional dan Indonesia memasuki masa darurat bencana non alam. Untuk menghindari agar virus corona tidak menyebar, maka pemerintah menghimbau agar masyarakat bekerja dari rumah, berdoa dirumah dan belajar dari rumah.Pemerintah juga telah membuat peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 21 tahun 2020 tentang pembatasan social berskala besar dalam rangka percepatan penanganan corona virus disease 2019 (Covid-19) . Penentuan Harga Saham Saham adalah surat berharga yang merupakan bukti kepemilikan bahwa pemilik surat tersebut adalah pemilik dari sebuah perusahaan. Saham bisa diperjual belikan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga saham terbentuk dari permintaan dan penawaran. Semakin banyak saham dibeli maka harga semakin naik, begitupun sebaliknya semakin banyak saham yang akan dijual, maka harganya akan turun. Semakin tinggi permintaan yang dilakukan pembeli dengan terus membeli saham dikarenakan kualitas perusahaan yang baik dan memiliki potensi untuk terus semakin baik ke depannya maka harga cenderung akan naik. Sebaliknya, jika kualitas perusahaan tersebut buruk dan memiliki bisnis yang berisiko besar maka harganya cenderung akan turun karena sedikitnya pembeli yang berminat membeli saham tersebut. Bursa Efek Indonesia melakukan penghapusan ketentuan batasan auto rejection atau terkena batasan penolakan harga secara otomatis oleh sistem perdagangan BEI pada pergerakan harga saham pada hari pertama perusahaan baru di pasar modal. Perubahan itu merupakan isiniatif bursa untuk merevisi Peraturan nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia tersebut diatur dalam Peraturan Nomor Kep-00023/BEI/03-2020 . Sistem auto rejection pada pergerakan harga saham di bursa diatur dengan batasan maksimal dan turun dalam sehari sebesar 35% bagi saham yang memiliki rentang harga Rp 50 – Rp 200, 25% untuk saham Rp 200 – Rp 5.000, dan 20% untuk saham diatas Rp 5000. Untuk perdagangan perdana saham yang baru dicatatkan, berlaku dua kali lipat yakni masingmasing 70% bagi saham yang memiliki rentang harga Rp 50 – Rp 200, 50% untuk saham Rp 200 – Rp 5.000, dan 40% untuk saham diatas Rp 5.000. Kenaikan harga saham pada perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) sering kali disebabkan oleh adanya potongan harga yang cukup besar pada harga penawaran di pasar perdana dibandingkan dengan nilai intrinsic perusahaan yang akan menyebabkan harga saham cenderung untuk diapresiasi tinggi di hari pertama. Pasar Sekunder 13 Vol 1 No 2 (2020): Paulus Journal of Accounting (PJA) Pasar Modal terdiri atas dua (2) macam pasar yaitu pasar primer dan pasar sekunder. Pasar primer adalah tempat menawarkan saham perdana atau saham baru. Pada pasar perdana, harga saham sifatnya tetap. Sedangkan pasar sekunder adalah tempat terjadinya jual dan beli saham dan harganya berfluktuasi, tergantung pada permintaan dan penawaran. Pasar sekunder merupakan lanjutan dari pasar primer pasca proses IPO. Setelah saham dicatatkan di Bursa maka saham perusahaan tersebut bebas dijual belikan oleh masyarakat . Initial Public Offering (IPO) Initial Public offering adalah penawaran perdana suatu saham perusahaan untuk dibeli publik pertama kalinya . Perusahaan yang akan IPO dan akan melantai di BEI, akan tercatat di beberapa papan perdagangan (trading board). Papan perdagangan tersebut terdiri atas 3 klasifikasi yaitu Papan Utama, Papan Akselerasi, dan Papan Pengembangan. Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX) adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan system juga sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli Efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek di antara mereka . Bursa Efek sudah ada sejak tahun 1912 di Batavia pada jaman colonial Belanda. Bursa efek didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah colonial atau VOC. Tetapi perkembangan dan pertumbuhan bursa efek tidak berkembang dengan baik karena terjadi beberapa faktor seperti perang dunia I dan II, juga perpindahan kekuasaan dari pemerintahan kolonial kepada pemerintahan Republik. Pada tahun 1977, pemerintahan Republik Indonesia kemudian mengaktifkannya dan mengalami pertumbuhan sampai saat ini. Dulunya bursa efek yang terbentuk adalah Bursa Efek di Jakarta, Bursa Efek di Semarang dan Surabaya. Tetapi karena isu politik (perang dunia II) maka Bursa Efek di Surabaya dan Semarang ditutup. Kemudian pada tahun 1989 Bursa Efek Surabaya mulai beroperasi kembali dan pada tahun 2007, bursa efek Surabaya dan bursa efek Jakarta digabung menjadi satu dengan nama Bursa Efek Indonesia (BEI) . Pengembangan Hipotesis Berdasarkan kajian pustaka dan landasan teori yang telah diuraikan, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah: H0 = Tidak terdapat pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap harga Pasar Sekunder Perusahaan IPO di Bursa Efek Indonesia H1 = Terdapat pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap harga Pasar Sekunder Perusahaan IPO di Bursa Efek Indonesia 14 Vol 1 No 2 (2020): Paulus Journal of Accounting (PJA) METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian secara kualitatif dan deskriptif, yaitu dengan teknik pengumpulan data. Pengamatan dilakukan terhadap harga saham perdana perusahaan yang melakukan IPO selama tahun 2020. Data sekunder diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) berupa data perusahaan yang melakukan IPO selama tahun 2020 dan data pergerakan harga saham pada saat pertama melantai di BEI. Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Metode pemilihan atau pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik pemilihan atau pengambilan sampel dengan pertimbanganpertimbangan dan kriteria tertentu. Adapun kriteria pengambilan sampel dari perusahaan ini adalah sebagai berikut: 1. Perusahaan yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia tahun 2020 2. Perusahaan besar dan memiliki pengalaman operasional yang cukup lama atau sudah beroperasi lebih atau sama dengan 3 tahun. 3. Harga saham dihari pertama masuk pada pasar sekunder di Bursa Efek Indonesia HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Dari hasil penelitian, perusahaan yang melakukan IPO di BEI selama tahun 2020 adalah sejumlah 53 perusahaan dan bergerak pada berbagai sektor. Dimana ada 7 perusahaan yang tercatat pada papan utama, 4 perusahaan yang tercatat pada papan akselerasi, dan 39 perusahaan yang tercatat pada papan pengembangan. Pada penelitian ini, yang dipilih peneliti adalah perusahaan IPO yang tercatat pada papan utama karena perusahaan tersebut adalah perusahaan besar dan memiliki pengalaman operasional yang cukup lama atau sudah beroperasi lebih atau sama dengan 3 tahun. Tujuh perusahaan yang telah IPO di BEI pada tahun 2020 dan tercatat pada papan utama adalah: 1. PT Diamond Food Indonesia Tbk. PT Diamond Food Indonesia Tbk dengan kode saham DMND tercatat di BEI pada 22 Januari 2020. Perusahaan ini bergerak pada sektor Consumer Goods Industry dengan subsektor Food and Beverages. Jumlah saham yang ditawarkan yaitu sebanyak 100 juta saham biasa atas nama atau sebanyak 1,06% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh. Rencana dana hasil IPO tersebut akan digunakan sebesar 80% untuk modal kerja pembelian persediaan PT Sukanda Djaya dan 20% digunakan untuk modal kerja guna mendukung kegiatan operasional. Nilai nominal dari saham ini adalah Rp25 setiap saham dan harga penawarannya adalah Rp 915 . 2. PT Makmur Berkah Amanda Tbk. PT Makmur Berkah Amanda Tbk dengan kode saham AMAN tercatat di BEI pada 13 Maret 2020. Perusahaan ini bergerak pada sektor property dan real estat. Perusahaan ini akan melepas sebanyak 585 juta saham atau setara 15,10% dari modal 15 Vol 1 No 2 (2020): Paulus Journal of Accounting (PJA) ditempatkan dan disetor. Harga yang ditawarkan ke public sekitar Rp 100- Rp 110 per saham. Tujuan dari pada IPO ini adalah untuk mendapatkan dana yang nantinya akan digunakan utuk 60% mengakuisisi landbank kawasan industry di Sidoarjo dan melunasi pembayaran dua bidang tanah, sekitar 30% untuk modal kerja pengembangan kawasan industri makmur berkah Amanda dan sisanya 10% digunakan untuk penyertaan saham ke entitas anak makmur berkah Amanda Hotel . 3. PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk. PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk dengan kode saham SAMF tercatat di BEI pada 31 Maret. Perusahaan ini bergerak pada sector barang baku. Perusahaan ini akan melepas sahamnya sejumlah 775 juta lembar saham baru. Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari IPO adalah sekitar 49,78% dipakai untuk modal belanja (capital expenditure) entitas anak, dan sisanya sekitar 50,22% untuk keperluan modal kerja (working capital) dalam rangka pembelian pupuk NPK baik pada perseroan maupun entitas anak . 4. PT Pradiksi Gunatama Tbk PT Pradiksi Gunatama Tbk dengan kode saham PGUN tercatat di BEI pada 7 Juli 2020. Perusahaan ini bergerak pada sektorbarang konsumen primer. Jumlah saham yang ditawarkan perusahaan ini adalah sejumlah 900 juta saham dengan nilai nominal Rp 100 dan harga penawaran Rp 115. Dana yang diperoleh dari hasil IPO adalah sekitar 40% digunakan untuk belanja modal pembangunan infrastruktur dan sekitar 60% digunakan untuk modal kerja yaitu pembelian pupuk TBS dan operasional lainnya . 5. PT Soho Global Health Tbk PT Soho Global Health Tbk dengan kode saham SOHO tercatat di BEI pada 8 September 2020. Perusahaan ini bergerak pada sektor Kesehatan. Jumlah saham yang ditawarkan ke public adalah sejumlah 114.380.700 (seratus empat belas juta tiga ratus delapan puluh ribu tujuh ratus) saham biasa atau sebesar 13,78% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah pelaksanaan Penawaran Umum Perdana Saham. Dana yang diperoleh dari hasil IPO akan digunakan untuk modal usaha perusahaan. Nilai nominal dari saham SOHO adalah Rp 500 dan harga yang ditawarkan Rp 1820 . 6. PT Victoria Care Indonesia Tbk PT Victoria Care Indonesia Tbk dengan kode saham VICI tercatat di BEI pada 17 Desember 2020. Perusahaan ini bergerak pada sektor barang konsumen primer, sub sektor produk rumah tangga. Jumlah saham yang ditawarkan adalah sejumlah 1,08 miliar saham atau setara 15,03% dari modal yang disetorkan . Rencana hasil IPOnya digunakan untuk menunjang fasilitas pergudangan sebesar 26% dan untuk menambah modal kerja sebesar 74%. Nilai nominal dari saham VICI adalah Rp 50 dan harga penawarannya sebesar Rp 100. 7. PT Panca Mitra Multiperdana Tbk. PT Panca Mitra Multiperdana Tbk dengan kode saham PMMP tercatat di BEI pada 18 Desember 2020. Perusahaan ini bergerak pada sektor barang konsumen primer, sub sektor makanan dan minuman, Jumlah saham yang ditawarkan ke public adalah sejumlah 353 juta saham dan rencana penggunaan hasil IPOnya adalah sekitar 25% akan digunakan untuk belanja modal perseroan berupa pembangunan konstruksi pabrik baru (pabrik ke-8), serta pembelian mesin beserta fasilitas penunjangnya untuk meningkatkan produksi pre-fried breaded product. Kemudian sekitar 60% digunakan untuk belanja modal berupa pembangunan konstruksi pabrik baru (pabrik ke-9), serta 16 Vol 1 No 2 (2020): Paulus Journal of Accounting (PJA) pembelian mesin beserta fasilitas penunjangnya untuk meningkatkan produksi cooked shrimp ring, breaded, dan produk tempura. Sisanya sekitar 5% akan digunakan untuk modal kerja yang akan digunakan dalam pembelian bahan baku udang dan bahan baku pelengkap untuk produksi . Tabel 1. Daftar Harga saham Perdana dan harga saham pada pasar sekunder di BEI No Nama Perusahaan Kode Saham Tanggal Pencatatan di BEI 1 PT Diamond DMND Food Indonesia Tbk. 22 Januari 2020 2 PT Makmur AMAN Berkah Amanda Tbk. 13 Maret 2020 110 148 148 148 148 38 3 PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk. PT Pradiksi Gunatama Tbk PT Soho Global Health Tbk PT Victoria Care Indonesia Tbk PT Panca Mitra Multiperdana Tbk. SAMF 31 Maret 2020 120 162 162 162 162 42 PGUN 07 Juli 2020 115 155 155 155 155 40 SOHO 08 September 2020 17 Desember 2020 18 Desember 2020 1820 2270 2270 2270 2270 450 100 135 135 135 135 35 336 386 386 386 386 50 4 5 6 7 VICI PMMP Harga Penawaran (Rp) Harga pada Pasar Sekunder pada hari pertama melantai di BEI Open High Low Close (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) 915 1370 1370 1370 1370 Sumber: www.idx.co.id (data diolah kembali oleh Penulis) Pembahasan Dari hasil penelitian tersebut, ditemukan bahwa Pandemi Covid-19 tidak berpengaruh terhadap harga pasar sekunder pada perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dimana ditemukan bahwa 7 (tujuh) perusahaan yang telah IPO di BEI pada tahun 2020 saat melantai atau melakukan pencatatan di BEI, harga saham di pasar sekunder mengalami kenaikan dibandingkan dengan harga perdana atau harga penawarannya. Dimana ketujuh perusahaan itu adalah: 1. PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND). Pada saat melantai di BEI tanggal 22 Januari 2020 harga saham dipasar sekunder hari pertama mencapai Rp 17 Selisih harga (Rp) 455 Vol 1 No 2 (2020): Paulus Journal of Accounting (PJA) 2. 3. 4. 5. 6. 7. 1.370/lembar saham atau mengalami kenaikan sebesar Rp 455/lembar saham (50%) dari harga penawarannya yaitu Rp 915/lembar saham. PT Makmur Berkah Amanda Tbk (AMAN). Pada saat melantai di BEI tanggal 13 Maret 2020 harga saham dipasar sekunder hari pertama mencapai Rp 148/lembar saham atau mengalami kenaikan sebesar Rp 38/lembar saham (35%) dari harga penawarannya yaitu Rp 110/lembar saham. PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF). Pada saat melantai di BEI tanggal 31 Maret 2020 harga saham dipasar sekunder hari pertama mencapai Rp 162/lembar saham atau mengalami kenaikan sebesar Rp 42/lembar saham (35%) dari harga penawarannya yaitu Rp 120/lembar saham. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN). Pada saat melantai di BEI tanggal 07 Juli 2020 harga saham dipasar sekunder hari pertama mencapai Rp 155/lembar saham atau mengalami kenaikan sebesar Rp 40/lembar saham (35%) dari harga penawarannya yaitu Rp 115/lembar saham. PT Soho Global Health Tbk (SOHO). Pada saat melantai di BEI tanggal 08 September 2020 harga saham dipasar sekunder hari pertama mencapai Rp 2.270/lembar saham atau mengalami kenaikan sebesar Rp 450/lembar saham (25%) dari harga penawarannya yaitu Rp 1.820/lembar saham. PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI). Pada saat melantai di BEI tanggal 17 Desember 2020 harga saham dipasar sekunder hari pertama mencapai Rp 135/lembar saham atau mengalami kenaikan sebesar Rp 35/lembar saham (35%) dari harga penawarannya yaitu Rp 100/lembar saham. PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP). Pada saat melantai di BEI tanggal 18 Desember 2020 harga saham dipasar sekunder hari pertama mencapai Rp 386/lembar saham atau mengalami kenaikan sebesar Rp 50/lembar saham (15%) dari harga penawarannya yaitu Rp 336/lembar saham. SIMPULAN Dari penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dimana dari 53 perusahaan yang melakukan penawaran perdana atau initial public Offering (IPO) pada tahun 2020, terdapat tujuh perusahaan besar dan beroperasi selama 3 tahun atau lebih. Dari ke-tujuh perusahaan itu ditemukan bahwa pandemi covid-19 tidak berpengaruh terhadap harga pasar sekunder pada perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada penelitian ini, peneliti hanya meneliti 1 (satu) hari saja yaitu menggunakan perbandingan antara harga penawaran dengan harga penutupan saham pada pasar sekunder di hari pertama Bursa Efek Indonesia mencatatkan saham perusahaan yang melakukan penawaran perdana atau Initial Public Offering (IPO) sehingga untuk penelitian selanjutnya diharapkan menambah waktu penelitiannya seperti 3 hari atau 1 minggu. Penelitian ini juga hanya mengambil sampel yang terbatas, yaitu hanya menggunakan perusahaan yang masuk dalam kriteria papan utama, sehingga untuk penelitian selanjutnya diharapkan untuk memperbanyak dan memperluas sampel. 18 Vol 1 No 2 (2020): Paulus Journal of Accounting (PJA) DAFTAR PUSTAKA Andreinna, Shaula, Maulidya Ayu, Umniyyatul Ula, Silva Rizqi, Farhatun Nissa, dan Hendro Cahyo. “Pengaruh Covid-19 Terhadap Harga Saham Di Indonesia Tahun 2019-2020,” t.t. Bisnis.com. “BEI Kaji Perubahan Sistem Auto Rejection Saham IPO | Market,” 8 Maret 2019. https://market.bisnis.com/read/20190308/7/897470/bei-kaji-perubahansistem-auto-rejection-saham-ipo. “Bursa Efek Indonesia.” Dalam Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, 11 Februari 2021. https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bursa_Efek_Indonesia&oldid=17962 487. Bursa Efek Indonesia, PT. “Sejarah Dan Milestone.” PT Bursa Efek Indonesia. Diakses 21 Maret 2021. http://www.idx.co.id. “Dampak Pandemi Corona ke Bursa Saham, Tiga Perusahaan Tunda IPO - Bursa Katadata.co.id.” Diakses 19 Maret 2021. https://katadata.co.id/happyfajrian/finansial/5ea2e90645195/dampak-pandemicorona-ke-bursa-saham-tiga-perusahaan-tunda-ipo. “dmnd_prospektus-ipo-2020.pdf.” Diakses 19 Maret 2021. https://idx.co.id/media/7935/dmnd_prospektus-ipo-2020.pdf. Efek Indonesia, Bursa. “Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep00025/BEI/03-2020 Tahun 2020 tentang Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas,” t.t. www.hukumonline.com/pusatdata. Indopremier. “Saham dan Mekanisme Terbentuknya Harga,” 16 April 2018. https://www.indopremier.com/article.php?page=185_Saham-dan-MekanismeTerbentuknya-Harga. Km, Jl HM Arsyad. “Penawaran Umum Perdana Saham,” t.t., 301. Kusnandar, Deasy Lestary, dan Vivi Indah Bintari. “Perbandingan Abnormal Return Saham Sebelum dan Sesudah Perubahan Waktu Perdagangan Selama Pandemi Covid-19.” The Indonesia Capital Market Institute, t.t. http://jurnal.ticmi.co.id/index.php/JPMP. Mediatama, Grahanusa. “IPO, Victoria Care Indonesia pasang harga penawaran Rp 100 per saham.” kontan.co.id, 8 Desember 2020. http://investasi.kontan.co.id/news/ipo-victoria-care-indonesia-pasang-hargapenawaran-rp-100-per-saham. ———. “Makmur Berkah Amanda membidik dana IPO hingga Rp 64 miliar.” kontan.co.id, 18 Februari 2020. http://investasi.kontan.co.id/news/makmurberkah-amanda-membidik-dana-ipo-hingga-rp-64-miliar. Bisnis.com. “Panca Mitra (PMMP) Tetapkan Harga IPO Rp336, Siap Raih Dana Rp118,6 M | Market,” 11 Desember 2020. https://market.bisnis.com/read/20201211/192/1329537/panca-mitra-pmmptetapkan-harga-ipo-rp336-siap-raih-dana-rp1186-m. “Pasar Primer dan Pasar Sekunder di Pasar Modal.” Diakses 19 Maret 2021. https://bem.univthamrinaka.com/2015-05-05-02-05-11/2015-05-05-02-0551/284-pasar-primer-dan-pasar-sekunder-di-pasar-modal. “Penawaran Umum Perdana (IPO) Saham PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) 2020 | Britama.com.” Diakses 19 Maret 2021. 19 Vol 1 No 2 (2020): Paulus Journal of Accounting (PJA) http://britama.com/index.php/2020/03/penawaran-umum-perdana-ipo-saham-ptsaraswanti-anugerah-makmur-tbk-samf-2020/. Ramadhani, Niko. “Sudah Tahu Arti IPO? Berikut Pengertiannya.” Akseleran Blog (blog), 22 September 2020. https://www.akseleran.co.id/blog/ipo/. Republik Indonesia, Pemerintah. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB. Jakarta, 2020. “soho_prospektus-ipo-2020.pdf.” Diakses 19 Maret 2021. https://www.idx.co.id/media/9045/soho_prospektus-ipo-2020.pdf. “vici_prospektus-ipo-2020.pdf.” Diakses 19 Maret 2021. https://www.idx.co.id/media/9437/vici_prospektus-ipo-2020.pdf. 20