Volume 3 Nomor 1 . Pages 60 Ae 78 EduBase : Journal of Basic Education Email Journal : edubase. bbc@gmail. Web Journal : http://journal. id/index. php/edubase Penggunaan Media Online Pada Pembelajaran Daring untuk Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah TrisaFebriyanti1A Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Email : trishafebriyanti@gmail. Received: 2021-12-19. Accepted: 2022-02-27. Published: 2022-02-28 Abstract This article is an article that discusses the use of online media in online learning, especially for elementary/MI students and the effectiveness of the learning process. The method that will be used in this article is the collection of material and theoretical studies or literature reviews taken and obtained from books and journals. The results show that the online learning done by SD/MI students is less effective and reduces the interest of SD/MI students in the learning process, especially when working on assignments given by their teachers. The purpose of the research applied in this study is to find out how the effectiveness of funds in the teaching and learning process in school institutions is smooth, which is based on online media and through an intermediary. This is referred to as online learning which is used in the learning process by teachers or lecturers to students or students in every educational institution in Indonesia. The data collection method used in this article uses data collection techniques and information studies regarding the use of online media in online learning for SD/MI in general. The results of the research obtained are that online education makes students more independent in exploring the material provided by teachers and lecturers, apart from that online learning is successful in minimizing crowds and manifesting social However, it is still lacking in the implementation process and results in inefficiency and other obstacles in the form of unequal economic abilities of each student. Limited internet quota usage and insufficient network. Where educators are needed in managing learning starting from planning, organizing, mobilizing and evaluating in order to increase the effectiveness of the teaching and learning process during the current COVID-19 pandemic, especially the implementation of distance learning in the school environment. Therefore, educators must be able to deal with this In addition to the different implementation processes, the delivery of materials and curriculum at schools was also affected by the outbreak. (Supiana Akhmad Arianto, 2. Various applications that are expected to support the teaching and learning process are also used optimally, for example the Google Classroom application. Google Meet. Zoom and many more. Although the use of applications can facilitate the teaching and learning process during the current pandemic, the various obstacles experienced by students are increasingly diverse. Both in terms of financial and in terms of network. In addition, the effectiveness of this learning process is still in doubt for some people, especially for elementary/MI students Keyword : online media, online, learning. SD/MI Abstrak Artikel ini merupakan artikel yang membahas penggunaan media online pada pembelajaran daring utamanya bagi siswa/siswi SD/MI dan keefektifan proses pembelajaran tersebut. Adapun metode yang akan digunakan pada artikel ini adalah pengumpulan materi dan kajian teori atau kajian pustaka yang diambil dan didapatkan pada buku dan Hasil menunjukkan pembelajaran yang lakukan secara daring oleh siswa/siswi SD/MI kurang efektif dan menurunkan minat siswa/siswi SD/MI pada proses pembelajaran terutama pada saat pengerjaan tugas yang diberikan oleh guru mereka. Tujuan penelitian yang di terapkan pada penelitian kali ini yaitu mengetahui bagaimana kelancaran dana efetifitas dalam proses belajar mengajar di lembaga lembaga sekolah, dimana pada dasarkan di haruskan menggunakan media onlie dan melalui sebuah perantara. Hal ini di sebut sebagai pembelajaran onine yang di gunakan dalm proses pembelajran oleh guru ataupun dosen kepada siswa atau mahasiswa di setiap lembaga pendidikan di Indonesia. Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan pada artikel ini menggunakan teknik pengumpulan data dan studi informasi mengenai penggunaan media online pada pembeajaran daring untuk SD/MI secara umum. Hasil riset yang di dapatkan ialah pendidikan daring yang dilakukan membuat pelajar lebih mandiri dalam mendalami sebuah materi yang di berikan oleh guru maupun dosen terlepas dari itu online learning berhasil Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 61 untuk meminimalisir adanya kerumunan dan memanifestasikan social distancing. Akan tetapi masih kurang dalam proses penerapannya dan mengakibatkan ketidakefesienan dan hambatan lain berupa, tidak samanya kemampuan ekonomi setiap peserta didik. Keterbatasan penggunaan kuota internet serta jaringan yang belum mencukupi. Dimana pera pendidik di perlukan dalam mengelola pembelajran mulai dari perencanaan, pengorganisasian, peggerakan dan evaluasi guna meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar di masa pandemic COVID-19 saat ini, terutama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di lingkungan sekolah. Oleh karena itu pendidik harus mampu menghadapi hal ini. Selain proses pelaksanaannya yang berbeda, penyampaian materi dan juga kurikulum pada sekolah pun tidak luput dari pengaruh wabah tersebut. (Supiana Akhmad Arianto ,2. Berbagai aplikasi yang diperkirakan menunjang proses belajar-mengajar juga dipergunakan secara maksimal contohnya aplikasi google classroom, google meet, zoom dan masih banyak lagi. Meskipun penggunaan aplikasi dapat mempermudah proses belajar-mengajar dimasa pandemic saat ini, berbagai kendala yang dialami oleh pelajar pun semakin beragam. Baik dari segi finansial maupun dari segi jaringan. Selain itu, keefektifan proses pembelajaran ini juga masih diragukan bagi sebagian orang utamanya untuk siswa dan siswi SD/MI. Kata Kunci: Media online, daring, pembelajaran. SD/MI Copyright A 2022. Author. This is an open-access article under the CC BY-NC-SA 4. DOI: https://doi. org/10. 47453/edubase. How to Cite : Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 62 | Penggunaan Media Online Pada Pembelajaran Daring untuk Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah PENDAHULUAN Covid-19 adalah virus yang telah menyerang dan menginfeksi pernafasan makhluk hidup yang pertama kali menyebar pada tahun 2020 di Indonesia. Penyebaran virus ini cukup meluas dan hampir merata keseluruh dunia. Tercatat bahwa 215 negara termasuk Indonesia yang telah tercatat sebagai negara yang terdampak oleh virus corona. Sejak tahun 2020 hingga saat ini, kini covid-19 kini masih mengancam dan mempengaruhi kondisi Indonesia saat ini. Baik itu dari segi ekonomi, sosial maupun Pendidikan yang ada di Indonesia. Salah satu tindakan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait kondisi tersebut pun mengeluarkan Surat Edaran no. 4 Tahun 2020 yang menyatakan bahwa pelaksanaan proses belajar-mengajar dilakukan dari rumah atau pembelajaran jarak jauh/daring guna memutus rantai penyebaran virus covid-19. Begitu pula pada proses pembelajaran pada perguruan tinggi baik negeri ataupun swasta dilakukan secara daring. Selain itu, pada bulan April 2020 pemerintah mulai mengelurkan kebijaran untuk memberlakuan PSSB (Pembatasan Sosial Skala Besa. untuk membatasi penyebaran virus covid-19 dan juga mempercepat proses penanganan pasien yang telah teridentifikasi positif virus corona. Kebijakan tersebut bermaksud untuk membatasi adanya aktifitas diluar rumah baik itu dalam kegiatan keagamaan, di sekolah, di tempat kerja, di tempat ataupun fasilitas umum, kegiatan sosial dan budaya, serta kegiatan lainnya yang berkaitan dengan aktifitas diluar rumah. (Yuliani,2. Pembelajaran adalah suatu proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan melibatkan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Dengan kata lain, pembelajaran adalah suatu proses untuk menunjang peserta didik agar memperoleh ilmu dengan baik serta memenuhi tujuan pendidikan nasional. Proses pembelajaran biasanya dilakukan secara tatap muka atau konverensi namun semenjak wabah corona menyebar di Indonesia, proses belajarmengajar tersebut tidak lagi dilakukan secara tatap muka namun dilakukan secara daring. Metode ini biasa disebut pembelajaran daring atau e-learning. Berdasarkan uraian di atas, artikel ini dibuat oleh penulis dengan tujuan untuk memberikan sebuah gambaran mengenai pembelajaran daring . alam jaringa. yang menerapkan media online selama pandemi Covid-19 pada siswa SD dan juga media online yang mendukung pembelajaan daring pada siswa SD. Sejak Indonesia diidentifikasi sebagai salah satu negara yang memiliki warganya yang terpapar virus covid-19, pemerintah mulai memberlakukan dan menerangkan bahwa kegiatan proses belajar mengajar itu harus dilakukan di rumah dengan metode jarak jauh. Seluruh pelajar yang ada di Indonesia dipaksa untuk belajar secara daring tanpa terkecuali termasuk siswa SD sebagai cara atau upaya pemerintah agar pendidikan yang diterima oleh pelajar terus berjalan sehingga setiap pelajar memiliki peluang untuk menggapai cita-citanya. Pandemic ini memberikan perubahan besar pada suatu sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Dampak yang telah diberikan yaitu pada materi pembelajaran dan proses Materi pembelajaran yang awalnya dapat disampaikan secara lengkap dan mudah untuk dipahami menjadi materi singkat yang dirangkum sedemikian rupa sehingga dapat tersapaikan dalam batas tertentu. Selain itu, metode penyampaiannya yang biasanya secara langsung diruang kelas menjadi penyampaian secara virtual bahkan tidak jarang terdapat guru yang menggunakan video sebagai media penyampaian materinya. Selain itu, pembelajaran daring ini memberikan efek jenuh kepada pelajar sehingga mengurangi motivasi pelajar untuk belajar ataupun mengerjakan tugas yang telah diberikan Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 63 oleh guru mereka. Bahkan tidak jarang terdapat siswa yang menunda bahkan tidak ingin mengerjakan tugas mereka. Berbagai macam hambatan juga dapat mempengaruhi proses pembelajaran daring. Salah satunya yaitu kendala jaringan. Hal ini disebabkan oleh jangkauan internet disetiap daerah pasti berbeda sehingga membuat adanya keterbatasan pada pelajar untuk mengikuti proses pembelajaran daring. Selain itu, proses belajar mengajar pada sekolah dilevel rendah yang biasanya memiliki hambatan pada saat tatap muka juga menjadi kendala yang sangat besar pada saat proses belajar-mengajar secara daring. Apalagi memngingat usia pelajar di sekolah level rendah lebih mengedepankan bermain dari pada belajar menjadi hambatan yang sangat (Andiani,2. Pada saat inilah peran orang tua dan keluarga disekitarnya sangat dibutuhkan. Pengawasan dan perhatian orang tua terhadap perkembangan pendidikan anaknya saat ini sebagian besar berada ditangan orang tua masing-masing anak. Mengingat adanya keterbatasan guru untuk memberikan pembelajaran dan nasehat secara langsung, orang tua menjadi jembatan antara guru dan pelajar agar setiap materi atau pelajaran yang diterima oleh siswa dapat diterima dan dimengerti. Selain itu, penggunaan media-media online yang belum seharusnya digunakan oleh siswa SD terpaksa untuk diaplikasikan untuk mempermudah proses pembelajaran. Bahkan tidak jarang terdapat siswa yang menyalah gunakan kebebasan untuk mengakses internet untuk membuka atau menginstal aplikasi yang tidak diperlukan dalam prose pembelajaran. Saat inilah peran orang tua dan kelurga disekitarnya sangat diperlukan. Pembatasan penggunaan telepon genggam dan pengawasan dalam pembelajaran harus menjadi prioritas orang tua saat ini. (Lalu Gede ,2. METODOLOGI PENELITIAN Metode yang diaplikasikan pada artikel ini adalah metode studi kepustakaan dan Metode Pustaka yaitu metode yang dilakukan dengan menelaah, menganalisis serta mengumpulkan data dari pustaka yang berhubungan dengan sumber referensi, baik berupa buku maupun informasi di internet. Sedangkan studi literatur adalah serangkaian kegiatan yang terkait dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan menulis, serta mengelolah bahan terkait penelitian. Kedua metode tersebut saya gunakan karena informasi yang terdapat di buku, jurnal maupun internet mampu memenuhi kebutuhan informasi yang dibutuhkan pada artikel ini. Selain itu, metode ini lebih efektif untuk digunakan saat ini mengingat virus covid19 masih belum dapat teratasi sampai keakarnya sehingga memberikan batasan untuk melakukan riset secara langsung dilapangan sehingga penggunaan metode ini merupakan metode yang paling aman untuk digunakan. Selain itu, buku dan juga jurnal yang membahas tentang masalah ini cukup banyak dan lengkap. Data yang berhasil diperoleh kemudian digabung dan disatukan sehingga menjadi data yang benar dan valid. HASIL DAN PEMBAHASAN Kekurangan Pembelajaran Daring Tujuan dari artikel ini yaitu untuk mengamati dampak yang disebabkan adanya covid-19 pada proses pembelajaran terhadap peserta didik . , manfaat dan akibat penggunaan media online pada siswa SD/MI guna mengikuti proses pembelajaran. Berdasarkan hasil riset Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 64 | Penggunaan Media Online Pada Pembelajaran Daring untuk Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah dari buku dan jurnal yang sudah tervalidasi kebenarannya terdapat beberapa permasalahan dan manfaat pada masa pandemic covid-19 ini dalam melakukan proses belajar-mengajar. Pertama, adanya keterbatasan fisik yang dirasakan oleh tim tenaga pengajar . dalam memberikan dan mengkomunikasikan materi pelajaran kepada siswanya. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan psikologi kognitif masing-masing siswa itu berbeda. Meskipun dengan adanya media zoom yang dapat membantu guru untuk mengawasi dan berinteraksi secara tatap muka kepada siswanya namun tetap memberikan perbedaan yang cukup besar terhadap pemahaman siswa ketika belajar secara langsung atau tatap muka. (Risalah,2. Meskipun begitu, dampak positif dari keadaan ini juga cukup banyak. Salah satunya yaitu guru dituntut agar berkreasi dalam proses penyampaian materi sehingga membuat seluruh tenaga pengajar harus berpikir secara kreatif agar pembelajaran yang akan mereka sampaikan tidak memberikan kesan jenuh atau bosan kepada siswanya. Selain itu, guru juga semakin kreatif dalam penggunaan media online yang dapat mendukung proses belajar-mengajar mengingat pada era saat ini teknologi sangat dijunjung tinggi. Selain itu, siswa dapat mendalami dan mepelajari teknologi sejak usia dini sehingga pembelajaran yang dilakukan oleh pihak yang bersangkutan lebih fleksibel sehingga dapat diterapkan dimana saja dengan menggunakan sistem daring. Kemudian juga dapat menghemat pengeluaran seperti transportasi, materi dapatkan tersebut dapat disimpan dan diputar atau dibaca kembali apabila kurang paham akan materi yang disampaikan sebelumnya. Peserta didik juga dapat menggali lebih lanjut terkait pengetahuan dan sumber informasi secara mandiri untuk menghasilkan informasi yang lebih luas. (Sukran Makmum, 2. Kedua, penerapan pembelajaran daring disetiap sekolah berbeda-beda. Beedasarkan hasil pengumpulan informasi dari buku dan jurnal, pembelakaran daring terbagi menjadi tiga jenis fungsi pembelajaran yaitu : Pembelajaran daring sebagai suplemen . Pembelajaran daring dapat berfungsi sebagai suplemen atau tambahan apabila guru maupun siswa memiliki kebebasan dalam memilih materi yang telah disediakan. Apakah mereka memilih untuk menggunakan media e-learning atau tidak sehingga tidak terdapat kewajiban bagi guru maupun siswa untuk mengakses pembelajaran tersebut. Namun, tentu saja terdapat keuntungan yang cukup besar bagi siswa yang menggunakan dan mempelajari pembelajaran elektronik tersebut. Meskipun begitu, bagi sekolah-sekolah yang menerapkan sistem tersebut memberikan perbedaan yang cukup besar diantara siswanya. Karena tidak semua siswa ingin dengan sungguh-sungguh belajar apalagi secara suka rela untuk menggunakan pembelajaran elektronik tersebut. Hal ini akan membuat siswa terbagi menjadi dua bagian yaitu siswa yang ingin belajar, secara suka rela mempelajai materi tersebut serta siswa yang tidak memiliki dorongan . untuk belajar karena mereka biasanya lebih suka bermain. Pembelajaran daring sebagai komplemen . Pada pembelajaran daring sebagai komplemen bahwa materi berbasis elektronik dapat didesain untuk menyempurnakan materi pembelajaran yang telah diperoleh siswa di kelas. Dalam hal ini, materi pembelajaran berbasis elektronik didesain untuk menjadi materi reinforcement . Selain itu, materi pembelajaran berbasis elektronik tersebut dapat berfungsi sebagai rujukan untuk remedial bagi siswa yang kurang mampu memahami materi pada saat mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka. Apabila siswa tersebut mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran terkait pembahasan yang disajikan guru secara Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 65 tatap muka di kelas . low learner. , maka mereka dapat diberikan kesempatan untuk memanfaatkan materi pembelajaran berbasis elektronik tersebut yang memang secara khusus dirancang untuk mereka. Tujuannya agar siswa dapat lebih mudah dalam memahami materi pelajaran yang disajikan guru di kelas. Pembelajarn daring sebagai subsitusi . Dibeberapa negara maju, pembelajaran daring secara subsitusi menjadi salah satu alternative yang diberlakukan. Dalam hal ini, bertujuan agar siswa dapat mengolah kegiatan pembelajaran secara fleksibel selama masa pandemi covid-19 sesuai dengan ketersediaan waktu dan aktivitas yang akan dilakukan Mengingat saat ini pandemic covid-19 masih blm dapat ditangani sampai bersih, beberapa sekolah pun ikut menggunakan pembelajaran daring secara subtitusi ini mengingat keefektifan dan keaman siswa dan pengajarnya dapat lebih terjamin. Mulai dari proses belajar-mengajar, konseling, ujian harian dan lain sebagainya menggunakan pembelajaran daring sehingga mengurangi kemungkinan siswa maupun tim tenaga pengajar untuk beraktivitas diluar rumah. Penggunaan aplikasi online merupakan media yang dapat digunakan oleh tim tenaga pengajar untuk menyampaikan materi yang harus diterim oleh para siswa. Adapun aplikasi yang biasanya digunakan yaitu google classroom, google meet, zoom dan masih banyak lagi tergantung kebutuhan dan kebijakan dari tim (Ihwanah,2. Ketiga, kurangnya dorongan atau motivasi siswa dalam mengukiti proses belajar-mengajar dan penyampaian yang materi yang terkesan membosankan sehingga memberikan kesan jenuh bagi siswa utamanya bagi siswa dijenjang SD/MI. Menurut Syamsu Yusuf dalam skripsi Rima Rahmawati . menyatakan bahwa motivasi belajar dapat timbul disebabkan beberapa faktor, yaitu: Factor internal. Faktor internal yang dimaksud disini adalah factor fisik. Factor fisik yaitu faktor yang mempengaruhi siswa karena kondisi tubuh siswa baik itu karena nutrisi . , kesehatan serta beberapa fungsi fisik terutama panca indera sehingga setiap siswa memiliki kendala yang berbeda beda. Factor psiologis. Faktor psikologis merupakan faktor intrinsik yang berhubungan dengan segala aspek yang mendorong maupun menghambat aktivitas belajar pada siswa sehingga dapat dikatakan sebagai faktor kesadaran dan kesehatan mental dari siswa itu sendiri. Faktor ini menyangkut kondisi rohani siswa dan kondisi keluarga siswa. Factor eksternal. Faktor eksternal yang dimaksud yaitu factor sosial. Faktor sosial merupakan faktor yang berasal dari sekitar siswa baik itu lingkungan maupun keluarga siswa seperti orang tua, guru, teman sebaya saudara dan lain sebagainya. Factor sosial merupakan factor yang cukup menentukan motivasi siswa untuk tetap mengikuti pembelajaran meskipun dilakukan secara daring dan tentunya dukungan dari orang tua berperan besar dalam hal tersebut. Factor non-sosial. Factor non-sosial yang dimaksud adalah kondisi lingkungan disekitar siswa belajar misalnya seperti kondisi udara, kecerahan ruangan, kenyamanan dalam ruang dan masih banyak lagi. Selain itu, waktu pembelajaran juga menjadi penentu motivasi belajar siswa apakah dilakukan pada pagi hari, siang hari, atau pada malam hari. Penentuan waktu pembelajaran juga menjadi penentu kefektifan dan tingkat pemahaman siswa ketika proses belajar-mengajar. (Ihwanah,2. Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 66 | Penggunaan Media Online Pada Pembelajaran Daring untuk Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah Selain itu, yang menjadi penentu motivasi belajar siswa juga dipengaruhi oleh kompetensi guru, lingkungan belajar, sarana dan prasarana pembelajaran, jaringan, serta alat pendukung pembelajaran daring. Namun tidak jarang pula terdapat siswa yang kurang antusias dengan pembelajaran daring utamanya pada sesi tanya jawab, diskusi dan lain sebagainya membuat guru sebagai tim tenaga pengajar harus memberikan tenaga ekstra untuk membuat sistem pembelajaran yang kreatif sehingga membuat siswa menjadi lebih antusias dalam proses (Marlin Kristina, 2. Kemudian adanya berbagai macam bentuk penugasan yang diberikan oleh guru mebuat siswa kesusahan dan kesulitan dalam pengerjaannya. Selain itu, keterbatasan kepemilikan telepon genggam atau laptop menjadi salah satu kurangnya motivasi belajar pagi siswa. Apalagi bila tidak didukung oleh keadaan finansial keluarganya sehingga memberikan batasan pada siswa untuk mengikuti proses belajar mengajar. (Maulidyanawati, 2. Keempat, ketidaktahuan orang tua dalam mengakses aplikasi online yang mendukung proses belajar-mengajar. Pada saat ini, tidak jarang orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang aplikasi online seperti zoom ataupun whatsapp (WA) yang saat ini sering digunakan oleh guru-guru selaku tim tenaga pengajar untuk menyampaikan dan mengumpulkan penugasan yang dilakukan oleh siswanya. Namun tidak jarang pula terdapat seseorang yang masih kesulitan untuk mengakses aplikasi online tersebut utamanya orang tua yang bedomisili Hal tersebut merupakan salah satu hambatan yang sering terjadi dikalangan orang tua para siswa SD/MI yang tinggal dikampung. Hal tersebut membuat siswa yang memiliki motivasi dan antusias dalam belajar terhambat untuk mengikuti proses belajar mengajar. Bahkan tidak jarang pula terdapat siswa yang tidak mengumpulkan tugas yang telah diberikan oleh gurunya akibat ketidaktahuan orang tua dalam mengakses aplikasi yang menjadi pendukung proses belajar mengajar. (Ihwanah,2. Selain itu, terdapat pula orang tua yang terlalu sibuk akan pekerjaannya sehingga tidak memperhatikan dan memberikan pengawasan kepada anaknya dalam proses pembelajaran ataupun pengumpulan tugas. Hal tersebut sering terjadi dikalangan anak SD/MI yang masih kurang akan pengetahuan tentang aplikasi online dan juga diperburuk dengan ketidak pedulian orang tua akan pendidikan anaknya. (Kutarto, 2. Kelima, kendala jaringan yang biasanya diperuruk oleh kondisi cuaca didaerah tersebut. Ketidak merataan jaringan internet yang ada di Indonesia menjadi kendala yang sangat meresahkan bagi setiap kalanganpelajar baik itu siswa SD maupun mahasiswa. Ketidak merataan jaringan pada daerah-daerah pelosok memberikan batasan yang sangat besar bagi pelajar mengingat seluruh kegiatan disekolah dialihkan kedalam kondisi daring yang sangat bergantung dengan adanya jaringan dan koneksi yang kuat. Bahkan tidak sedikit dari pelajar yang tinggal didaerah pelosok harus menempuh perjalanan ke kota demi mencari jaringan internet agar dapat mengakses pembelajaran atau bahkan hanya untuk mengirimkan tugas saja. Kondisi ini bahkan akan diperparah apabila tidak adanya keinginan siswa untuk belajar dan mengerjakan tuga sehingga mereka memiliki alasan agar tidak mengikuti proses belajar mengajar apalagi untuk mengumpulkan tugas. Selain itu, kondisi finansial keluarga terkadang juga membatasi siswa untuk dapat membeli kartu dengan jaringan internet sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Terlebih lagi bila dipantau dari kondisi saat ini beberapa penugasan atau penyampaian materi hanya dapat diakses apabila memiliki jaringan internet. Misalnya penugasan yang awalnya bersifat tertulis di buku menjadi penugasan yang berbasis internet dengan menggunakan google form atau menonton video yang telah guru mereka Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 67 siapkan di youtube. Kedua aplikasi tersebut tentunya hanya dapat diakses apabila memiliki koneksi internet yang stabil. (Anugraha ,2. Keenam, kepemilikan barang elektronik seperti handphone ataupun laptop yang tidak memenuhi standar untuk menginstal aplikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran Bahkan tidak jarang siswa yang tidak memiliki elektonik untuk mengikuti proses pembelajarnya seperti gadget atau handphone sehingga mereka harus meminjam dari kerabat ataupun tetangga. Hal tersebut membatasi siswa dalam pembelajaran ataupun mencari informasi terkait materi yang telah disampaikan oleh guru mengingat handphone atau laptop yang mereka gunakan bukan merupakan milik mereka dan sang pemilik memiliki hak untuk mengambil fasilitas tersebut sewaktu-waktu. (Ihwanah,2. Selain itu, orang tua yang biasanya memiliki handphone melakukan pekerjaan diluar rumah pad pagi sampai sore hari membuat anak yang tidak tau dan tidak memiliki handphone terlambat dalam proses pembelajaran. Bahkan terkadang terdapat siswa SD yang menggunakan handphone atau mengakses situs yang tidak diperlukan. Biasanya anak yang orang tuanya sibuk dan hanya dapat mengawasi anaknya pada malam hari tidak tahu apakah proses pembelajaran anak mereka sudah sesuai dengan yang diinginkan dan bahkan tidak jarang terdapat orang tua yang tidak memperhatikan tugas yang telah diberikan kepada anak mereka apakah telah dikerjakan ataukah belum dikerjakan. Terkadang HP yang dipakai untuk mengumpul tugas adalah HP milik orang tuanya, maka siswa baru dapat mengumpulkan tugasnya setelah orang tuanya pulang bekerja. Bahkan ada beberapa anak yang tidak bisa mengumpulkan tugasnya. Foto tugas yang dikirim ke WA juga terkadang tidak jelas, sehingga menyulitkan guru untuk (Ria Puspita Sari, 2. Ketujuh, kesulitan dalam memantu kejujuran siswa saat melaksanakan evaluasi karena tidak berhadapan langsung dengan tutor maupun teman. Pada proses pembelajaran daring saat ini, siswa terkadang lebih mengedepankan mencontek atau menyalin pekerjaan temannya sehingga tingkat kejujuran siswa pada masa pandemic covid-19 dapat dikatakan cukup tragis. Bahkan terdapat siswa yang mengerjakan ujian yang telah mereka terima menggunakan google ataupun membuka buku agar mendapatkan jawaban yang valid sehingga siswa yang pada awalnya dikelas tatap muka memiliki kesan lambat dalam menerima pembelajaran menjadi memiliki nilai sempurna pada saat pembelajaran daring. Hal tersebut terjadi karena siswa mengerjakan tugas mereka tidak mengandalkan pemahaman mereka namun mengandalkan google atau buku sebagai tempat untuk mencari jawaban. (Ihwanah,2. Kedelapan, materi yang telah disampaikan oleh guru tersebut sulit untuk dipahami bagi siswa dan juga kadang hanya memiliki sedikit keterangan yang menjelaskan materi tersebut. Sejak diberlakukannya pembelajaran secara daring para guru mulai memperbaiki dan menyusun ulang materi yang mereka miliki sesingkat mungkin untuk mempersingkat waktu. Hal tersebut terjadi karena yang awalnya satu mata pelajaran biasanya terdiri dari dua jam mata pelajaran harus di rangkum dan dipersingkat menjadi satu jam mata pelajaran dengan jumlah pertemuan yang tetap sama. Sehingga para guru biasanya menyampaikan materi yang seharusnya dijelaskan secara detail dan Panjang menjadi dipersingkat dan hanya membahas secara garis besarnya saja. Hal tersebut membuat pemahaman siswa menjadi kurang terkait materi yang disampaikan oleh guru sehingga hasil yang dikumpulkan tidak maksimal dan memiliki banyak kekurangan. Terkadang pula pertemuan yang dilakukan di zoom tidak efektif karena kurangnya perhatian siswa pada pembelajaran sehingga membuat proses belajar mengajar sering Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 68 | Penggunaan Media Online Pada Pembelajaran Daring untuk Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah terhambat dan mengalami keterlambatan dari terget yang seharusnya. Apalagi bila siswa telah merasa bosan dengan sistem pembelajaran yang awalnya telah ditentukan oleh guru membuat guru harus merencanakan ulang proses pembelajaran yang tidak berkesan membosankan dan tetap memenuhi kerangka pembelajaran yang awalnya telah disusun. Hal tersebut lebih sering berlaku kepada siswa SD yang masih memiliki pemahaman materi yang kurang dan menginginkan adanya permainan dalam proses pembelajaran. Bahkan tidak jarang pula terdapat guru yang sulit untuk menjelaskan materi yang seharusnya dibawakan sehingga membuat siswa kesulitan untuk memahami materi. Apalagi bila ditambah dengan pemahaman guru akan materi tersebut belum matang menjadi kendala yang sangat meresahkan bagi siswa. (Sri Yunni,2. Kesembilan, terkadang orang tua mengeluhkan karena mereka tidak dapat menjelaskan materi secara detail yang disampaikan oleh guru disekolah dan terkadang juga siswa tidak dapat menangkap materi yang dijelaskan oleh orang tua. Kebanyakan siswa lebih mengerti apabila guru yang menjelaskan kepada mereka materi tersebut meskipun tidak jarang pula guru kesulitan dalam penyampaian materinya untuk dapat lebih mudah dipahami oleh siswa. Selain itu, kebanyakan orang tua tidak sabaran dalam menjelaskan pelajaran kepada anak mereka sehingga anak hanya akan merasa tertekan dan lebih sulit untuk memahami materi tersebut. Berbeda halnya bila guru yang menjelaskan, guru biasanya lebih sabar dan hati-hati ketika menjelaskan suatu materi utamanya bagi guru yang mengajar di SD/MI yang harus mempunyai keahlian dibeberapa mata pelajaran sekaligus. (Latifah, 2. Kesepuluh, ketika proses diskusi yang biasanya dilakukan di zoom atau google classroom, orang tua lebih aktif sedangkan siswa yang harusnya memikirkan jawaban pada diskusi tersebut hanya memantau dan tidak mengerti akan pembahasan yang dibahas didiskusi Kegiatan diskusi secara online pada awalnya dipikirkan oleh guru agar tetap dapat mengolah pola pikir siswa sehingga dapat ters berkembang. Namun, peran orang tua pada saat diskusi lebih aktif berfikir bila dibandingkan dengan siswa sehingga pemahaman dan pola pikir siswa hanya berjalan ditempat atau tidak ada perkembangan ataupun bahkan dari awal siswa tidak paham akan pembahasan tersebut. Meskipun begitu, orang tua berpikir demi keuntungan nilai dari siswa tersebut orang tua tidak mempermasalahkan hal tersebut padahal bila ditinjau lebih lanjut pemahaman siswa pada saat diskusi sangat penting untuk mereka miliki untuk membantu pempelajaran dilevel selanjutnya. (Weni Andiani, 2. Kelebihan Pembelajaran Daring Selain memiliki kekurangan, pembelajaran daring juga memiliki berbagai macam kelebihan apalagi dengan kondisi Indonesia saat ini yang masih dalam proses pemutusan mata rantai wabah covid-19. Adapun kelebihan dari pembelajaran daring antara lain sebagai berikut Pertama, lebih praktis dan efisien. Dalam pemberian tugas dan pengumpulannya dianggap lebih praktis karena dapat dikumpulkan memalui aplikasi yang berbasis online tanpa harus mencari guru keseluruh sekolah agar dapat dikumpulkan. Selain itu, pemberian tugas juga lebih praktis karena dapat disampaikan kapan saja dan dimana saja tanpa harus berada diruang kelas dan pada jam mata pelajaran terkait sehingga lebih efisien untuk guru maupun untuk siswa. (Tusyantari,2. Kedua, penyampaian materi oleh wali kelas ataupun guru yang bersangkutan lebih praktis karena dapat diterapkan dimana saja dan kapan saja tanpa perlu melihat kondisi ataupun cuaca. Pembelajaran daring dianggap lebih fleksibel karena dapat dilakukan dirumah tanpa harus Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 69 berangkat kesekolah terlebih dahulu. Selain itu, waktu pembelajaran juga dapat diatur sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dari guru tanpa harus menyesuaikan dengan jadwal yang disusun oleh pihak sekolah. Namun banyak pula guru yang tetap menggunakan jadwal dari sekolah sebagai patokan untuk memulai proses belajar mengajar. Ketiga, menghemat waktu dan dapat diakses kapan saja. Proses pembelajaran daring juga mempermudah siswa yang memilki keperluan atau berada diluar kota sehingga mereka dapat mengakses proses belajar-mengajar kapan saja meskipun berda diperjalanan sekalipun. Penyampaian informasi terkait pembelajaran dapat diakses oleh seluruh siswa dan seluruh siswa dapat mendapatkan informasi yang sama pada saat informasi tersebut dibagikan di grup whatsapp . Sehingga seluruh siswa memiliki informasi yang sama tampa harus disampaikan secara terpisah atau secara sendiri-sendiri. Selain itu, siswa juga lebih mudah untuk berdiskusi dalah grup wa tersebut tanpa perlu mengumpulakan seluruh siswa tersebut terlebih dahulu karena seluruh siswa dapat mengakses dan berpendapat pada diskusi tersebut. (Tusyantari,2. Keempat, lebih praktis dan lebih mudah dalam pengambilan nilai pengetahuan apalagi dengan menggunakan aplikasi google form. Bila menggunakan google form nilai yang didapatkan oleh siswa langsung tertampil tanpa harus diperiksa kembali. Selain itu, siswa juga dapat melihat nilai yang mereka dapatkan setelah selesai mengisi goog form tersebut. Siswa juga lebih mudah dalam pengerjaannya karena tidak perlu ditulis ulang dibuku sehingga membuat siswa lebih tertarik untuk mengerjakannya. Selain itu, google form juga dapat diakses kapan saja dan dimana saja sehingga lebih mempermudah siswa dalam sistem pengerjaannya. Kelima, pada proses pengerjaannya, orang tua juga lebih mudah dalam memantau anaknya mengerjakan tugas. Hal ini dapat terjadi bila orang tua berada tepat didekat anaknya ketika mengerjakan tugas. Selain itu, hal tersebut juga membererat hubungan antara orang tua dan Kemudian orang tua juga dapat mengawasi anaknya dalam penggunaan internet apakah sudah benar atau melenceng dari apa yang mereka harapkan. (Tusyantari,2. Keenam, siswa dan guru memiliki pengalaman baru dan belajar hal baru yang berkaitan dengan teknologi. Pada proses pencarian cara atau metode belajar yang baru guru pastinya memerlukan adanya riset atau melakukan uji coba terlebih dahulu sebelum menggunakannya kepada siswanya sehingga pola berpikir guru dan metode metode yang digunakannya dalam mengajar semakin berkembang. Selain itu, siswa juga mendapatkan ilmu baru terkait aplikasi atau teknologi baru yang dapat mereka gunakan dalam proses belajar sehingga memberikan kesan fresh dan memberikan pengalaman baru kepada siswa terkait teknologi yang terdapat saat Selain itu, orang tua juga dapat memiliki waktu yang lebih banyak dengan anaknya ketika mengawasi dan memberikan pelajaran kepada anaknya ketika berada dirumah. Orang tua juga akan memperluas wawasannya terkait aplikasi ataupun teknologi yang berkembang saat ini yang dapat mendukung proses belajar anaknya sehingga pengetahuan orang tua tentang aplikasi dan teknologi juga ikut berkembang. (Nurul Qisty Ihfa, 2. Ketujuh, mengurangi adanya aktivitas diluar rumah agar dapat mengurangi jumlah pasien positif covid-19. Dengan adanya pembelajaran daring ini, seluruh aktivitas sekolah yang biasanya dilakukan oleh siswa di luar ruangan menjadi lebih berkurang. Mulai dari proses pembelajaran yang di pindahkan kerumah masing-masing hingga beberapa pertemuan guru dan orang tua siswa kebanyakan dilakukan secara online. Hal ini sangat penting agar meminimalisir adanya anak dibawah umur yang meninggal akibat wabah ini. Selain itu, pemerintah juga Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 70 | Penggunaan Media Online Pada Pembelajaran Daring untuk Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah berharap dengan adanya pembelajaran daring ini masa depan pemuda dan pemudi di Indonesia tetap terjaga dan tetap dapat mencapai cita-cita yang mereka inginkan. (Tusyantari,2. Media Online yang Digunakan pada Pembelajaran Daring Menurut Thome, pembelajaran daring adalah suatu kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi baik itu diterapkan dengan multimedia, video, pesan suara, kelas virtual, telepon konferensi, teks online animasi, email, dan video steraming online. Pembelajaran daring merupakan proses belaja mengajar yang berbentuk kelas masif yang dapat diakses dengan jaringan internet dan tidak dibatasi oleh waktu, tempat dan lain sebagainya. Berbagai macam jenis media yang digunakan guru agar dapat memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi siswa meskipun dilakukan secara daring. (Latifah,2. Adapun program yang disediakan oleh pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan internet sebagai model pembelajaran daring adalah melalui portal Rumah Belajar. Rumah Belajar merupakan program yang mulai diterapkan sejak tanggal 15 Juli tahun 20211 oleh Kemendikbud Indonesia sebagai portal pendidikan berbasis teknologi. Saat ini Portal Rumah Belajar dapat diikuti melalui sebuah aplikasi yang dapat diunduh melalui google playstore ataupun melalui web langsung dengan link https://belajar. id/Dasboard/ secara Portal Rumah Belajar merupakan platform yang memiliki sistem tata kelola pembelajaran di dalamnya sehingga dapat dengan mudah digunakan guru maupun untuk mengelola maupun melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas secara virtual. Dalam portal tersebut, terdapat banyak konten yang telah disediakan sesuai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD. SD. SMP dan SMA sesuai dengan kurikulum nasional yang berlaku dan dirancang khusus oleh pengajar berpengalaman. Pemanfaatan portal rumah belajar ini memiliki respon yang cukup baik dan sebagian besar guru menggunakan portal rumah belajar ini dengan cara yang bereda-beda baik sebagai bahan referensi pembelajaran, mengembangkan bahan ajar ataupun sebagai media pembelajaran di kelas. Di portal rumah belajar ini guru bebas untuk berkreasi dan memunculkan kreatifitasnya untuk keperluan pembelajaran siswa. Dengan menggunakan portal rumah belajar tersebut sebagai media pembelajaran secara daring sehingga diperlukan untuk menguasai teknologi untuk dapat melaksanakan kompetensi literasi digital dan menggunakan teknologi dalam memberikan pelajaran kepada siswa. (Rahmawati, 2. Selain itu, penggunaan aplikasi yang dapat digunakan dan diinstal di smartphone yaitu aplikasi WhatsApp Messenger. WhatsApp adalah aplikasi pesan instan yang banyak digunakan saat ini, jika dilihat dari fungsinya. WhatsApp hampir serupa dengan aplikasi SMS yang biasa Pada pembelajaran daring WhatsApp digunakan sebagai media untuk membagikan informasi terkait mata pelajaran dan juga untuk membagikan materi pembelajaran. Selain itu, banyak guru yang menggunakan aplikasi WhatsApp sebagai media untuk mengumpulkan tugas dari siswanya. Namun, penggunaan aplikasi ini harus berada dibawah pengawasan orang tua dan memastikan aplikasi tersebut digunakan dengan baik. (Latifah,2. Kemudian, aplikasi kedua yaitu Zoom Cloud Meeting. Zoom Clouds merupakan sebuah program aplikasi meeting online berbasis telekonferensi video dengan konsep screen sharing. Aplikasi ini dapat dihadiri sebanyak 100 orang partisipan dalam sebuah room dari aplikasi Zoom tersebut menjadi media komunikasi jarak jauh baik dalam bentuk video conference, terdapat fitur untuk chat serta dapat merancang pembelajaran secara online. Aplikasi ini sering digunakan oleh guru untuk dapat memantau dan mengawasi siswanya pada Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 71 saat proses belajar mengajar. Aplikasi ini mempermudah guru untuk menjelaskan secara langsung kepada siswanya terkait materi yang ingin disampaikan. Selain itu, penggunaan aplikasi zoom juga dianggap lebih efisien karena dapat bertatap muka langsung dan dapat mengajukan pertanyaan bila mengalami kebingungan ditengah penjelasan. Sistem zoom ini hampir sama dengan pertemuan tatap muka langsung karena dapat bertanya langsung bila ada yang ingin di tanyakan dan guru dapat memantau aktivitas yang dilakukan siswanya ketika proses menjelaskan. Hal yang membedakannya hanya pada lokasi dan media belajarnya. Biasanya proses belajar mengajar dilakukan di sekolah namun karena kondisi prose belajar mengajar dipindahkan ke rumah dan dilakukan dengan aplikasi online. (Yusuf Bilfaqih , 2. Biasanya guru akan membagikan link zoom di grup Whatsapp atau memberikan himbauan terlebih dahulu sebelum kelas akan dimulai. Sehingga memastikan seluruh siswanya mendapatkan informasi dan ingat akan kelas yang apakah yang akan melakukan pertemuan secara virtual. Meskipun begitu, penggunaan aplikasi zoom membuat siswa kurang antusias dan terkadang terkesan membosankan. Selain itu, keaktifan siswa dalam bertanya ketika menggunakan aplikasi zoom sangat kurang dan memberikan kesan jenuh. Siswa juga berkemungkinan untuk mematikan kamera pada layer sehingga guru tidak dapat memantau pergerakan dan aktivitas siswanya. Bahkan terkadang terdapat siswa yang meninggalkan laptopnya atau handphonenya dan tidak memperhatikan penjelasan dari guru. Hal inilah yang harus menjadi tanggung jawab orang tua untuk memastikan anaknya mengikuti dan memperhatikan pembelajaran yang tengah di sampaikan utamanya bagi siswa yang berada di level rendah seperti SD/MI. (Albert Effendi Pohan, 2. Kemudian, aplikasi ketiga yaitu Youtube. YouTube merupakan situs video sharing yang viral dan banyak digunakan untuk mengkreasi sebuah konten video untuk dipublikasikan. Situs YouTube didirikan oleh ketiga mantan pekerja PayPal yaitu Steve Chen. Chad Hurley dan Jawed Karim pada Februari 2005. Aplikasi ini biasanya digunakan oleh guru untuk mengurangi efek jenuh dan bosan siswanya dengan cara membuat video penjelasan materi yang disajikan semenarik mungkin sehingga menambah antusias siswanya untuk belajar. Selain itu, dapat diakses dengan mudah dan tidak dibatasi oleh waktu dan ruang, siswa juga dapat dengan mudah memperoleh berbagai bahan belajar yang tersedia di youtube serta bentuk tampilannya yang menarik oleh kreator video. Video penjelasan yang biasanya dibuat oleh guru merupakan video penjelasan materi secara singkat yang dilengkapi dengan materi, narasi, suara penjelasan dan bahkan terdapat music sehingga tidak monoton dan membosankan. Bahkan tidak jarang pula guru memberikan tugas kepada siswanya untuk membuat video dan kemudian di unggah di youtube masing-masing siswa. (Latifah,2. Namun salah satu hambatan dalam penggunaan aplikasi youtube yaitu diperlukannya jaringan yang stabil agar video tersebut dapat terputar. Selain itu, konsumsi data yang diambil pada saat pemutaran video di youtube cukup banyak sehingga siswa yang menggunakan data seluler akan mempertimbangkan kembali untuk memutar video penjelasan tersebut. Penjelasan melalui video juga sering kali sulit untuk dipahami terlebih lagi video tidak dapat menanyakan secara langsung apabila terdapat materi yang kurang jelas sehingga tetap memerlukan aplikasi seperti Whatsapp untuk menunjang siswa untuk berkomunikasi atau bertanya kepada gurunya. Kemudian aplikasi keempat yaitu Google Classroom. Google classroom merupakan salah satu produk yang diwujudkan oleh perusahaan teknologi yang banyak dikenal saat ini yaitu Google. Platform ini digunakan untuk melaksanakan proses pembelajaran dalam jaringan Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 72 | Penggunaan Media Online Pada Pembelajaran Daring untuk Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah atau secara daring. Aplikasi Google Classroom memiliki fitur berbagai forum pembelajaran untuk pendidikan yang membuat guru efisien, berbagi, serta mengkategorikan tiap tugas hanya melalui aplikasi. Pada aplikasi ini siswa dipermudah untuk mengunggah atau mengumpulkan tugas yang telah diberikan oleh guru. Aplikasi ini merupakan aplikasi yang berbasis ruang kelas yang mempermudah guru untuk membagikan materi ataupun untuk penugasan. Selain itu, siswa juga dipermudah dalam pengumpulan tugas dan juga pencarian materi yang telah diberikan oleh Hal tersebut terjadi karena google classroom merupakan aplikasi yang dapat menyimpan materi dan dapat diakses kapan saja apabila telah diunggah sehingga dapat mempermudah siswa untuk melihat materi secara berkali-kali. (Latifah,2. Selain Google Classroom, guru juga dapat menggunakan Google Form yaitu sebuah layanan dari Google Docs. Google Form dapat digunakan oleh guru untuk memberikan soal evaluasi baik itu evaluasi pembelajaran maupun evaluasi setiap semester. Penggunaan google form selain mempermudah guru pada saat pengambilan nilai, siswa juga lebih tertarik karena pada saat selesai mengerjakannya siswa dapat melihat nilai yang mereka peroleh pada tugas (Latifah,2. Kemudian, aplikasi keenam yaitu Google Meet. Google Meet adalah aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan konferensi percakapan baik secara video dan audio secara online. Aplikasi meeting virtual ini dapat menghadirkan partisipan hingga 250 peserta dalam satu room telekonferensi. Kebudian siaran langsung dari telekonferensi tersebut dapat ditonton banyak orang hingga 100. 000 penonton dalam satu room. Google Meet juga dapat dijadikan sebagai solusi untuk konferensi video tingkat perusahaan bagi semua orang. Jadi bagi pengguna yang telah memiliki Akun Google, mereka dapat membuat sebuah room untuk meeting online dengan menampung peserta hingga 100 orang dan kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan durasi hingga 60 menit. Selain rapat, guru juga biasanya menggunakan google meet sebagai media untuk menyampaikan materi pembelajaran secara virtual. Selain karena mudah untuk digunakan, google meet juga dapat diakses melalui website pada laptop sehingga tidak memerlukan adanya penginstalan aplikasi pada laptop. ( Rida Fironika Kusumadewi, 2. Kegunaan google meet hampir sama dengan aplikasi zoom, perbedaannya hanya daya tamping pesertanya pada aplikasi zoom dibatasi hanya sampai 100 peserta bila menggunakan akun gratis namun untuk yang memiliki jumlah peserta lebih dari serratus harus membeli akun zoom. Sedangkan google meet memiliki daya tamping peserta yang cukup banyak yaitu sekitar 250 Selain itu, fitur-fitur yang dimiliki oleh google meet tidak kalah bagus dengan fiturfitur pada aplikasi zoom. (Gusty S , 2. Selain itu, penggunaan aplikasi Instagram juga terkadang menjadi media yang digunakan oleh guru untuk mengumpulkan tugas. Biasanya tugas yang berbentuk video baik itu video penjelasan secara individu ataupun presentasi kelompok biasanya di unggah di Instagram. Hal ini dianggap untuk meningkatkan kepercayaan diri dari siswa untuk tampil dan mengunggah hasil kerja mereka kepada pengguna Instagram yang lain. Selain itu, mengumpulkan tugas menggunakan aplikasi Instagram dianggap dapat menambah pengaruh positif dan memberikan peran dalam pendidikan saat ini. Meskipun masih jarang guru yang menggunakan aplikasi Instagram sebagai media pembelajaran juga, namun untuk beberapa guru mereka telah menggunakan aplikasi tersebut. (K,R. Gilang, 2. Namun, dengan berbagai media yang dapat digunakan oleh guru selaku tim tenaga pengajar tidak dapat memenuhi kebutuhan belajar utamanya bagi siswa SD/MI secara Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 73 Hal ini disebabkan oleh adanya kendala jaringan, kejenuhan yang dialami siswa bahkan sampai mempersulit orang tua siswa juga. Sehingga salah satu sekolah dasar memberlakukan pembelajaran dengan strategi visit home. Strategi ini memungkinkan guru untuk mengajarkan siswanya secara langsung namun tidak dilakukan di sekolah namun dengan cara mengunjungi rumah siswanya. Pembelajaran tersebut tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan meskipun tetap berada dirumah Hal ini dianggap lebih efektif bagi siswa yang sering mangalami kendala baik itu jaringan ataupun karena kurangnya pemahaman siswa akan materi. Pembelajaran ini dilakukan dengan membentuk satu kelompok yang beranggotakan 8-10 orang dan tetap memauhi protokol Jadwal pelaksanaan pembelajaran disetiap kelompok akan berbeda beda. Dalam satu hari, pelaksanaan pembelajaran hanya kan dilakukan selama 25-30 menit bagi seluruh guru baik itu guru agama, penjaskes, dan mulok. Adapun jika dilakukan perhitungan dalam proses pembelajaran perkelompok, dapat dikatakan bahwa dalam 1 minggu 1 kelompok dapat belajar 1 kali tatap muka. Strategi ini dianggap mampi meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi dan dapat berkomunikasi secara langsung dengan teman sebayanya. (Hadion Wijaya . Dampak Penggunaan Media Online pada Pembelajaran Daring untuk SD/MI Sebagai ruang pembelajaran daring Aplikasi whatsapp memang paling banyak digunakan oleh pelajar sebagai media karena dianggap paling praktis dan tidak mengkonsumsi paket data yang cukup besar. Penggunaan grup whatsapp menjadi pilihan guru untuk menyamaikan informasi untuk mempermudah penyebaran informasi yang hanya dengan satu kali share dapat dilihat dan diakses oleh seluruh Selain itu grup whatsapp juga dapat dijadikan sebagai media diskusi bagi siswa bila memiliki keraguan pada pemahaman materi yang disampaikan sebelumnya. Sehingga ruang belajarang daring dengan aplikasi WhatsAppGroup bertujuan untuk mengimplementasikan ruang belajar daring dalam membantu murid ketika mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran dan menjelaskan kembali materi pelajaran ataupun tugas yang di berikan oleh guru. (A. MaAoruufah,2. Membantu orang tua mengajari anaknya Meringankan beban orang tua dirumah dalam proses pengerjaan tugas anaknya secara Kebanyakan dari orang tua yang memiliki anak di sekolah dasar kesulitan dalam mengajarkan anaknya apalagi ketika membantu anaknya dalam mengerjakan tugas dari guru. Sifat orang tua yang tidak sabaran juga terkadang membuat anak tertekan dan sulit untuk memahami materi yang dijelaskan oleh orang tuanya. (A. MaAoruufah,2. Membantu siswa dalam pengerjaan tugas Sebagian besar siswa lebih senang mengerjakan tugas secara bersama-sama sehingga mereka memiliki peluang untuk melihat pandangan satu sama lain dan menarik kesimpulan dari keseluruhan pendapat tersebut. Biasanya mereka membuat grup tersendiri sebagai media yang mereka gunakan untuk berdiskusi ataupun bertukar pikiran terkait tugas yang mereka kerjakan. Selain itu, mereka juga dapat saling mengingatkan pengerjaan dan pengumpulan tugas. (A. MaAoruufah,2. Dorongan motivasi Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 74 | Penggunaan Media Online Pada Pembelajaran Daring untuk Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah Tidak hanya melengkapi pemahaman yang sebelumnya kurang jelas pada saat guru menjelaskan, grup whatsapp tersebut jug dapat menjadi dorongan motivasi dan semangat bagi pelajar untuk menuntaskan tugas yang telah diberikan oleh guru. Meskipun semangat terkadang dianggap remeh bagi sebagian kalangan, namun dorongan semangat dan motivasi sangat diperlukan oleh pelajar mengingat proses pembelajaran yang dilakukan secara online ini memiliki berbagai macam hambatan dan juga terkadang penjelasan dari guru tidak dapat membuat siswa paham betul dengan materi tersebut. Sehingga dorongan semangat dapat meningkatkan motivasi pelajar untuk terus belajar dan mengerjakan tugas. (Tian M , 2. Menumbuhkan kemandirian pada diri siswa Penggunaan media online diharapkan dapat membangun karakter siswa yang bersifat mandiri dan berusaha untuk mengumpulkan informasi dan materi yang lebih banyak secara Selain itu, juga membentuk manusia yang berprinsip dan berkarakter sejak dini. Manusia yang berkepribadian . adalah manusia yang dalam perilaku dan segala hal yang berkaitan dengan aktivitas hidupnya sarat dengan nilai-nilai kebaikan. Terdapat 18 jenis karakter yang berusaha dikembangkan dan diasah didunia persekolahan. Salah satu karakter yang dapat diasah pada masa pandemic covid-19 ini adalah sifat mandiri. Menurut Sharon et al dalam Masriah dkk menyatakan bahwa Aukemandirian belajar adalah proses yang membantu siswa dalam mengatur pikiran, tingkah laku, dan perasaan mereka agar membuat mereka berhasil dalam melayari pengalaman belajar merekaAy. (Ainur Risalah , 2. Penggunaan aplikasi Whatsapp diharapkan dapat mengasah sifat mandiri siswa dan akan terus digunakan untuk keperluan dijenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Untuk melatih sifat mandiri siswa dapat dilakukan denga cara-cara sederhana yang dapat mereka lakukan dirumah dan tentu saja dalam pengawasan orang tua. Peran orang tua untuk membangun sifat mandiri siswa sangat penting mengingat proses pembelajaran dialihkan kerumah. Maka, orang tualah yang menjadi penentu apakah sifat mandiri anaknya dapat terbangun atau akan tetap bergantung dengan orang tua. Kegiatan-kegiatan yang dapat membangun sifat mandiri anak dapat berupa melatih anak untuk mebiasakan diri merapihkan tempat tidurnya sendiri, melatihnya untuk menyapu halaman ataupun didalam rumah, dan masih banyak lagi contoh dasar untuk melatih kemandirian anak selama masa pandemic covid-19. (Gusty. S , 2. Peran orang tua dan guru dalam pembelajaran Guru dan orang tua mempunyai perana yang sangat penting merupakan hal yang sangat penting terhadap proses berlangsungg pendidkan peserta didk utamanya bagi siswa SD/MI. Kombinasi antara peran orang tua dan guru disekolah dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus belajar dan mengerjakan tugas. Komunikasi dan kerja sama yang baik antara guru dan orang tua dari peserta didik itu sendiri. harus tercapai untuk menciptakan kesinergian diantara Komunikasi yang terjalin antara orang tua dan guru terbagi menjadi dua yaitu komunikasi satu arah yang mana guru memberikan informasi tentang pembelajaran dan penugasan kepada orang tua siswa sehingga orang tua siswa dapat mengawasi siswa pada saat pembelajaran dan pada saat mengerjakan tugas. Selain itu, guru juga dapat memberikan informasi kepada orang tua siswa terkait kejadian, peristiwa ataupun kemajuan yang dialami oleh anak mereka. Terdapat juga sebuah kondisi dimana terjadinya komunikasi 2 arah yang dapa terjadi di karenakan terdapat dialog interagtif antara guru dan orang tua siswa. Komunikasi yang lancer dan baik akan memberikan kepercayaan diri kepada orang tua dan guru dalam Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 75 membimbing siswa tersebut sehingga mencapai keberhasilan belajar dan kreatifitas yang baik. (Chusna,2. Peran Guru Peran berarti sesuatu yang dimainkan atau dijalankan. Autugas atau kewajiban seseorang dalam suatu usaha atau pekerjaanAy. Peran diartikan sebagai perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan dalam masyarakat. Seorang guru merupakan factor penentu Pendidikan bagi siswanya karena proses pembelajaran sangat berpengaruh terhadap pengendalian seorang pendidik atau guru itu sendiri dalam mengatur dan berperan sebagai motivator dalam sebuah proses pembeljaran peserta didik. (Chusna,2. Dapat dilihat diatas bahwa betapa pengtingnya peran guru dalam Pendidikan seorang anak yang nantinya akan menjadi penerus bangsa. Guru menjadi salah satu fasilitator yang dapat memberikan perubahan pada seorang anak dan memberikan pengetahuan baru kepada Meskipun guru selalu mejadi profesi yang dipandang rendah oleh sebagian orang namun tidak menutup kemungkinan ketidaktahuan dan kebodohan seseorang akan terus dimilikinya apabila tidak ada guru. Apalagi peran guru pada masa pandemic ini akan semakin penting mengingat gurulah yang mengatur dan mengkomunikasikan sebuah pelajaran mejadi lebih menyenangkan. (Chusna,2. Peranan Orang Tua Salah satu orang yang paling dekat dan akrab untuk peserta didik baginya ialah orang tuadan dapat mengawasi segala aktivitas anak selama berada dirumah. Dari segala macam factor pendukung motivasi belajar anak, orang tualah yang berperan sangat besar didalam perkembangan pendidikan anak. Berdasarkan kalimat pepatah yang mengatakan bahwa Auorang tua merupakan guru pertama bagi seorang anakAy sehingga segala perkembangan Pendidikan anak, orang tualah yang menjadi penentu utamanya. Meskipun seorang anak dititipkan di sekolah dan menghabiskan sebagian besar waktunya disekolah namun tetap orang tua yang dapat membuat anaknya menjadi seseorang yang berprestasi. (Chusna,2. berperan sebagai pedidik, peranan orang tua dalam hal ini dapat memberikan pengembangan moral dan didikan yang baik yan dapt di mulainya sejak dini agar peserta didik dapat erbiasa dengan didikan moral yang baik. berperan sebagai guru, orang tua juga memainkan peranan guru dimana orang tua dapat mengajarkan anaknya daasar dasar dari membaca menulis dan sebaginya aktivitas belajar dari rumah ini akan membiasakan peserta didik uuntuk lebih mudah beraptasi terhadap lingkungan sekolah pendidikan. berperan sebagai motivator, peserta didik akan melihat dan belajar dari apa yang menjadi kebiasaan yang terjadi di sekitarnya, peranan orang tua baiknya memberikan edukasi langsung maupun tidak langsung kepada anaknya, sehingga anak mudah menyukai kegiatan belajar. berperan sebagai supporter, di kala peserta didik merasa suntuk atau bosan dengan kegiatan belajar dan mereka mempunyai keluh kesah yang ingin di ceritakan peran orang tua memberikan dukungan dan arahan yang baik kepada peserta didik agar dalam keadaan tersebut peserta didik tidak melakukan keadaan menyimpang. berperan sebagai fasilitator, artinya orang tua di tengah kesbukannya di dunia kerja untuk menghidupi keluarganya baikan menyisihkan sedikit waktunya untuk keluarganya Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 76 | Penggunaan Media Online Pada Pembelajaran Daring untuk Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah utamanya bagi anaknya yang masi di usia yang terbiang masih membutuhkan kasih saying orang tuanya agar segalla kegiatan dan pengembangannya dip roses pertumbungannya ada media yang memfasilitasi untuk mudah lebih aktif dalam tumbuh kembangnya. berperan sebagai model artinya anak atau peserta didk dapat menjadikan orang tuanya sebagai conth atau teladan bagi mereka baggaimana carabersikap cara berbicara maupun cara bertindak, peerta didkk akan mencontoh segala hal yang di lihanya tanpa mengetahui dampak baik atau buruk. Oleh karena itu peranan orang tua sebagai model baiknya memberikan contoh yang baik kepada anaknya agar kelak anaknya memiliki karakter dan budi pekerti dan dapt menghargai orang yang ada di sekitarnya. (Chusna,2. KESIMPULAN Virus Corona yang pada saat ini masih hangat hangatnya untuk menjadi topic sebuah pembahasan merupakan sebuah virus yang dapat menghambat dan menyerang system pernafasan yang ada di dalam tubuh kita sehingga tidak banyak dari orang orang yang terserang virus ini meninggal dunia. Segala aspek yang berjalan di Indonesia telah terpengaruh oleh adanya covid-19 ini. Mulai dari aspek sosial yang mana seluruh masyarakat Indonesia dipaksa untuk berdiam diri dirumah dan melakukan hal hanya dirumah, aspek ekonomi yang mana sempat mebuat mata uang Indonesia turun dan meningkatnya harga kebutuhan pokok di pasaran hingga aspek Pendidikan yang mana seluruh sekolah baik itu SD. SMP. SMA maupun perguruan tinggi harus melakukan proses pembelajaran secara daring. Hal ini dilakukan untuk mengurangi begitu banyaknya jumlah pasien dan juga dapat di kataan hal ini memtus mata rantai penyebaran virus covid-19. Berbagai cara telah diupayakan oleh pihak pemerintah agar Pendidikan di Indonesia terus berjalan dan tidak memiliki hambatan. Meskipun begitu hingga saat ini proses pembelajaran belum dapat kembali seperti semua namun beberapa sekolah telah membuat sebuah strategi untuk mengatasi keluhan dan hambatan dari siswa ataupun orang tua Penggunaan media online untuk memberikan atau menyampaikan pembelajaran untuk anak SD/MI memang sangat memerluka pengawasan dari kedua orang tuanya. Hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan siswa dalam mengoperasikan smartphone ataupun aplikasi yang menjunjang pembelajaran. Adapun aplikasi yang sering digunakan oleh guru sebagai media untuk memberikan pelajaran yaitu aplikasi WhatsApp, biasanya penggunaan fitur WhatsApp Group menjadi pilihan guru untuk membagikan informasi dan materi kepada siswanya. Kemudian aplikasi Zoom Cloud Meeting, meskipun jarang digunakan aplikasi ini dapat membuat guru lebih mudah memantau aktivitas siswanya ketikan jam pelajaran. Kemudian aplikasi Google Classroom, aplikasi ini biasa guru gunakan sebagai media untuk mengumpulkan tugas dan membagikan materi yang akan dibawakan. Selanjutnya yang terakhir yaitu ke tiga tersebut sebuah hal yang sering di gunakan di aplikasi ini ialah pada pembelajaran daring untuk siswa SD/MI. Namun, selain ketiga aplikasi tersebut, masih banyak lagi aplikasi online yang dapat menunjang proses belajar mengajar di masa pandemic Covid-19 ini. DAFTAR PUSTAKA