5 IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 1 KOTA PROBOLINGGO Ahmad Fuad Abdul Baqi * * STAI Muhammadiyah Probolinggo fua161915@gmail. Abstract Education is an anticipatory action, because what is done in education will now be applied in human life in the future. Therefore education today should be able to address issues and solve the problems faced especially at this time. Education is not a simple effort but rather an activity that is dynamic and full of challenges. Therefore SMP Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo in this case is one of many educational institutions are considered to be a reference and the choice of the people in the study because of religious education are much in demand by the public. Therefore, the author wishes to make SMP Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo as an object of research, especially in the field of Islamic religious education that includes learning methods, the professionalism of teachers and school facilities. To further the author presented in the form of a thesis with the Implementation of Islamic Education in Improving Student Achievement in SMP Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo. Keyword: Education. Implementation. Improving. Edukasi. Volume 03. Nomor 01. Desember 2015: 252-261 Pendahuluan Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasanan belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Tujuan umum pendidikan ialah suatu tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan,baik dengan pengajaran atau dengan cara Tujuan itu meliputi seluruhaspek kemanusiaan yang meliputi sikap,tingkah laku,penampilan,kebiasaan atau pandangan. Tujuan umum ini berbeda pada setiap tingkat umur,kecerdasan,situasi dan dengan kerangka yang sama. Bentuk insan kamil dengan pola takwa harus dapat tergambar pada pribadi seseorang yang sudah dididik, walaupun dalam ukuran kecil dan mutu yang rendah,sesuai dengan tingkat-tingkat tersebut. Pendidikan Islam berlangsung selama hidup, maka tujuan akhirnya terdapat pada waktu hidup didunia ini telah berkhir pula. Tujuan umum yang berbentuk insan kamil dengan pola takwa dapat mengalami perubahan naik turun, bertambah dan berkurang dalam perjalanan hidup seseorang. Perasaan, lingkungan dan pengalaman dapat mempengaruhinya. Karena itulah pendidikan Islam itu berlaku selama hidup untuk menumbuhkan, memupuk, mengembangkan, memelihara dan mempertahankan tujuan pendidikan yang telah Dalam dunia pendidikan yang terjadi saat ini banyak sekali kita lihat dari perserta didik yang mengalami keterbatasan dalam pemahaman agama islam bahkan Al-qurAoan yang menjadi pedoman hidup kita sebagai seorang muslim sudah tidak lagi menjadi penting bahkan jarang seorang muslim dalam sebuah keluarga yang memiliki Al-qurAoan yang ada terjemahnya, dalam dunia pendidikan yang ada diantara kita . gama Isla. bagi perserta didik sudah menjadi sampingan seolah-olah tidak penting lagi untuk kita pelajari sebagai bekal dalam perjalan hidup, sehingga banyak peserta didik yang hanya belajar, berkumpul, mengejar prestasi, sementara aqidah dan akhlaq tidak lagi melekat dalam diri seorang siswa baik di sekolah, masyarakat, dan khusnya dalam keluarga. Oleh karena itu penting bagi kita sebagai seorang guru bagaimana peserta didik mempunyai keseimbangan dalam dunia pendidikan sebagai bekal kehidupannya jika sudah memasuki usia UU RI No. 20 Tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional 2003, (Jakarta: Cemerlang 2. , hlm. Implementasi Pendidikan Agama Islam. Ae Ahmad Fuad 254 dewasa, baik terjun di masyarakat, juga yang utama dalam membina rumah tangganya, sehingga dunia dan akhiratnya bisa sama-sama Tentunya untuk mencapai keseimbangan itu kita harus memberikan bekal yang baik atau pemahaman agama yang baik kepada peserta didik yang ada di sekolah, baik aqidah, akhlaq, ibadah, dan muAoamalah duniawiyah yang sesuai dengan al-qurAoan dan assunna. Pada saat ini sistem pendidikan terus mengalami perubahan menuju lebih baik. Mutu pendidikan terus ditingkatkan, dan materi pelajaran terus disempurnakan seiring berkembangnya zaman dan majunya teknologi. Dalam pelaksanaannya, suatu lembaga pendidikan selalu ingin menghasilkan lulusan-lulusan atau out put yang baik, berkualitas, memiliki prestasi belajar yang bagus serta dapat diandalkan. Seorang siswa yang berhasil dalam menuntut ilmu tidak cukup dinilai hanya berhasil dalam bidang akademisnya saja, menduduki peringkat atas di kelasnya atau prestasi yang pernah diraihnya di sekolah, akan tetapi harus dilihat pula dari sisi kualitas kepribadiannya, kedalaman ilmu yang dikuasainya, penghayatan dan pengalaman etos belajarnya, keluhuran akhlak dan tingkah laku kesehariannya. Tantangan pendidikan agama Islam juga terkait dengan tantangan dunia pendidikan di Indonesia pada umumnya, terutama dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia. Berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan pada umumnya juga harus dihadapi oleh pendidikan agama sebagai bagian dari proses pendidikan bangsa. Kalau dunia pendidikan di Indonesia menentukan berbagai inovasi agar tetap berfungsi optimal di tengah arus perubahan, maka pendidikan agama juga menentukan berbagai upaya inovasi agar eksistensinya tetap bermakna bagi kehidupan bangsa. Dari uraian di atas, dapat dipahami bahwa pendidikan agama ternyata tidak hanya menyangkut masalah transformasi ajaran dan nilainya kepada pihak lain, tetapi lebih merupakan masalah yang kompleks, misalnya: pendekatan masih cenderung normatif dalam arti pendidikan agama menyajikan norma-norma yang sering kali tanpa ilustrasi konteks sosial budaya sehingga peserta didik kurang menghayati nilai-nilai agama, kurikulum pendidikan agama Islam yang dirancang sekolah minim informasi sehingga semangat untuk memperkaya kurikulum dengan pengalaman belajar kurang tumbuh, profesionalitas guru kurang berupaya menggali metode yang Saifuddin Aman, 8 Pesan Lukman Al-Hakim (Jakarata Selatan: AlMawardi, 2. , t. Edukasi. Volume 03. Nomor 01. Desember 2015: 252-261 mungkin bisa dipakai untuk pendidikan agama, keterbatasan sarana/prasarana yang ada di sekolah. Melihat begitu pentingnya pendidikan sebagai modal utama terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas, maka pemahaman dalam segala aspek di bidang pendidikan patut untuk segera dilaksanakan, terutama pendidikan agama. Kenapa demikian? Karena pendidikan agama merupakan salah satu kekuatan utama dalam mewujudkan generasi yang berkualitas. Pendidikan agama merupakan pendidikan yang wajib dimiliki oleh setiap peserta didik, karena pendidikan agama akan menjadi pengarah bagi pendidikanpendidikan yang lainnya. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa dibarengi dengan penguasaan ilmu pengetahuan agama tentu akan banyak menimbulkan ketidakharmonisan dalam Pendidikan merupakan tindakan antisipatoris, karena apa yang dilaksanakan dalam pendidikan sekarang akan diterapkan dalam kehidupan manusia di masa yang akan datang. Maka dari itu pendidikan saat ini harus mampu menjawab persoalan-persoalan dan dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi terutama pada saat ini. Pendidikan bukan suatu upaya yang sederhana melainkan suatu kegiatan yang dinamis dan penuh dengan tantangan. Oleh karena itu SMP Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo dalam hal ini merupakan salah satu lembaga pendidikan yang dianggap banyak menjadi rujukan dan pilihan masyarakat dalam menuntut ilmu karena pendidikan agamanya yang banyak diminati oleh masyarakat. Maka dari itu, penulis berkeinginan untuk menjadikan SMP Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo sebagai objek penelitian, terutama dalam bidang pendidikan agama Islam yang meliputi metode pembelajaran, profesionalitas guru, dan fasilitas sekolah. Untuk selanjutnya penulis sajikan dalam bentuk tesis dengan judul . Implementasi Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di SMP Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Studi kasus merupakan suatu pengungkapan secara rinci tentang suatu keadaan atau tempat penyimpanan dokumen maupun fakta-fakta dan suatu peristiwa tertentu. 3 Dalam studi kasus ini, peneliti menitikberatkan serta berusaha mengungkapkan secara rinci terkait pelaksanaan Suharsini Arikunto. Manajemen Penelitian (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1. , hlm. Implementasi Pendidikan Agama Islam. Ae Ahmad Fuad 256 pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SMP Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo. Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu dari wawancara, pengamatan yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan dan dokumen lain. Setelah dibaca, dipelajari dan diteliti, maka langkah berikutnya adalah mengadakan reduksi data yang dilakukan dengan membuat abstraksi. Abstraksi merupakan usaha membuat rangkuman inti, proses dan pernyataan-pernyataan yang perlu dibaca sehingga tetap berada di dalamnya. Langkah selanjudnya adalah menyusun dalam satuan-satuan yang kemudian dikategorikan pada langkah Kategori-kategori itu dilakukan sambil membuat koding. Tahap akhir dari analisa data ini adalah mengadakan pemeriksaan keabsahan data. Hasil penelitian Deskripsi implementasi PAI dalam meningkatkan prestasi siswa dapat dilihat dari beberapa indikator yang telah diperoleh dari hasil observasi dan wawancara dengan beberapa pihak yang mempunyai keterkaitan, terutama siswa dan guru PAI SMP Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo. Penelitian yang telah dilaksanakan selama kurang lebih selama 1 bulan mengantarkan peneliti untuk memahami dan menangkap fakta dan fenomena mengenai minat belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa SMP Muahammadiayah 1 Kota Probolinggo. Prestasi Belajar Siswa Berdasarkan fakta yang telah peneliti dapatkan di lapangan menunjukkan bahwa pada dasarnya siswa telah mempunyai minat berprestasi dalam belajarnya. Hal ini terbukti dari beberapa indikator atau gejala tingkah laku yang ditunjukkan oleh siswa. Adapun indikator-indikator tersebut meliputi perhatian pada materi, catatan pelajaran keaktifan di kelas, ketekunan mengerjakan tugas. Walaupun siswa sudah cukup mempunyai minat berprestasi dalam belajarnya, namun untuk keaktifan dikelas terlihat masih kurang. Berikut disajikan temuan penelitian mengenai minat siswa dalam berprestasi melalui materi pembelajaran pendidikan agama Islam. Ibid, hlm. Edukasi. Volume 03. Nomor 01. Desember 2015: 252-261 Perhatian Pada Pelajaran Meskipun ada beberapa siswa yang kurang memperhatikan guru saat proses belajar berlangsung seperti melamun, pandangan mata keluar kelas, bicara dengan teman sebangku, namun sebagian besar siswa mempunyai perhatian yang cukup baik pada saat guru menjelaskan pelajaran. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas siswa dalam belajar, seperti konsentrasi pada pelajaran, mendengarkan dan mencatat hal-hal penting dari penjelasan yang disampaikan guru pendidikan agama Islam serta masih ada beberapa siswa yang menyempatkan diri untuk bertanya. Catatan Pelajaran Hasil observasi dan wawancara di atas menggambarkan bahwa siswa cukup rajin dan memperhatikan catatan pada Meskipun terkadang ada siswa yang masih malas untuk mencatat, namun masih terlihat keinginan dan usaha mereka untuk mempunyai catatan pelajaran yang tidak jauh beda dengan teman-temannya yang lain, walaupun dengan cara meminjam catatan teman atau foto copy untuk lebih memudahkan dan melengkapi catatan pelajarannya. Hal ini menunjukkan akan perhatian siswa yang cukup baik dalm catatan pelajaran. Keaktifan di kelas Siswa-siswi SMP Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo ada sedikit kecenderung mempunyai keaktifan yang kurang dalam proses pembelajaran dikelas. Mereka hanya aktif mendengarkan, mencatat dan menjawab pertanyaan kalau di tunjuk atau hanya semata untuk mendapatkan nilai dan perhatian dari guru. Mereka kurang aktif untuk mengetahui lebih lanjut dan menanyakan halhal yang sekiranya penting pada saat guru menerangkan pelajaran. Kalaupun ada yang bertanya hanya beberapa siswa saja dari setiap sebenarnya mereka cukup mempunyai kemampuan dan minat dalam belajarnya untuk saling berprestasi, tapi mereka masih merasa malu dan kurang percaya diri untuk menunjukkannya kalau dirinya mampu, apalagi tidak adanya kesinambungan dari orang tua setelah sampai di rumah . Keaktifan dalam mengerjakan tugas Minat belajar siswa juga tampak pada keaktifan mereka dalam mengerjakan tugas dari guru. Siswa merasa senang mendapat tugas dari guru karena selain dapat digunakan untuk mengasah otak, bisa mendapatkan nilai yang diinginkan, mereka juga dapat memperoleh kepuasan dengan mengetahui sendiri halhal baru yang belum diketahuinya, bahkan merasa bangga diberi Implementasi Pendidikan Agama Islam. Ae Ahmad Fuad 258 suatu keprcayaan. Mereka mengerjakan tugas dengan berusaha agar bisa lebih baik, mencari buku-buku sumber lain baik di perpustakaan mapun di internet dan bertanya pada guru atau orang-orang yang berkaitan dengan tugas jika mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas. Penggunaan sumber belajar Keaktifan siswa dalam menggunakan sumber belajar terlihat pada keaktifan siswa untuk memanfaatkan buku-buku yang ada di pada jam isirahat, banyak siswa yang mengunjungi perpustakaan untuk meminjam buku atau sekedar membacanya, bahkan ada beberapa siswa yang senantiasa berkomunikasi dengan gurunya. keaktifan ini juga dapat dilihat pada jam-jam kosong yang di manfaatkan siswa untuk belajar membaca buku atau mengerjakan tugas di kelas. Faktor-Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Pembawaan Sebagian besar siswa SMP Muhammadiyah memiliki bakat terhadap materi agama, namun ada juga yang kurang menyukai materi, hal ini terjadi karena tidak mampu membaca Al-QurAoan. Pengaruh dari luar Pengaruh dari luar ini terjadi karena adanya dorongan maupun tuntutan dari luar. Diantaranya adalah . Adanya Cita-cita . Keinginan mendapat nilai yang baik . Karena adanya keinginan tahu terhadap materi agama. Dalam hal ini berarti selain pembawaan pengaruh dari luar juga mampu menumbuhkan minat berprestasi belajar siswa. Lingkungan Berdasarkan hasil penelitian Metode mengajar juga merupakan salah satu yang mempengaruhi tumbuhnya minat siswa berprestasi dalam belajar, karena metode yang tidak cocok ataupun monoton akan menimbulkan kejenuhan siswa untuk belajar. Suasana belajar juga merupakan salah satu faktor tumbuhnya minat siswa untuk berprestasi dalam belajar. Karena menurut informasi yang kami peroleh suasana yang tidak kondusif akan mempengaruhi minat belajar siswa itu Begitu sebaliknya suasana yang kondusif akan dapat menimbuhkan minat belajar siswa untuk bisa berprestasi. Edukasi. Volume 03. Nomor 01. Desember 2015: 252-261 Kesimpulan Setelah melaksanakan penelitian di SMP Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo mengenai pengaruh pendidikan agama Islam dalam meningkatkan prestasi belajar siswa terhadap aktifitas yang lain dan juga menggali informasi tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi minat belajar siswa, maka peneliti memberikan beberapa saran diantaranya bagi para siswa sebaiknya dapat memahami, mengukur sejauh mana minat atau keinginan yang lebih mulia didalam menuntut ilmu, sehingga mampu meningkatkan prestasi dalam belajar secara tekun dan mandiri. Guru sebagai pembimbing utama dalam proses pembelajaran dikelas hendaknya mampu menumbuhkan serta meningkatkan minat belajar siswa dengan menggunakan metode dan media pembelajaran yang bervariasi sesuai materi atau bahan pelajaran. semua guru seharusnya dapat menciptakan pembelajaran yang menarik perhatian dan minat belajar siswa serta merangsang dan memperbaiki keaktifan jasmani dan rohani siswa dalam proses pembelajaran sehingga mampu mewujudkan siswa yang berprestasi di segala bidang. Mengingat begitu pentingnya semangat belajar siswa serta meraih prestasi dalam belajar siswa, kepala sekolah sebagai pengambil keputusan hendaknya juga berupaya untuk menumbuhkan serta meningkatkan minat belajar siswa dengan menciptakan lingkungan dan suasana yang kondusif bagi penyelenggara pembelajaran disekolah serta penyediaan dan pengolahan sarana dan prasarana yang tepat untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan menyenangkan bagi siswa. Perlunya pihak sekolah membangun dan meningkatkan semangat kerja sama dan kekompakan yang tinggi dari berbagai pihak dan wali murid serta berkomunikasi yang baik dan terbuka antara Kepala Sekolah dan Guru khususnya antara wali kelas dan wali murid. Keikhlasan Guru dalam mengajar dan pemanfaatan dalam menggunakan metode belajar yang bervariasa sehingga menimbulkan rasa kesenangan pada diri siswa. Dengan adanya rasa senang ini peserta didik akan berminat untuk meraih prestasi dalam belajar dan diharapkan mampu mempengaruhi aktivitas pribadi siswa atau pada pelajaran yang lain. Sehingga pada akhirnya siswa dapat bersemangat untuk belajar lebih giat. Diharapkan ke depannya nanti SMP Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, kepribadian dan akhlaqul karimah yang lebih baik pada diri siswa melalui pendidikan agama Islam yang maksimal dalam pelaksanaannya. Implementasi Pendidikan Agama Islam. Ae Ahmad Fuad 260 Daftar Pustaka