ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal STIE MUHAMMADIYAH TANJUNG REDEB ANALISIS PENGARUH INVESTASI DAN PENGELUARAN PEMERINTAH TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN BERAU Abdul Hakim Rosita Kumalasari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Tanjung Redeb ABSTRACT This study aims to determine the effects of Investment and Government Expenditure toward Gross Regional Domestic Product of Berau Regency. The data used in this research are secondary data period 2010-2018 that obtained from BPKAD and the Central Statistics Agency (BPS) of Berau Regency also DPMPTSP East Kalimantan Province. The method used to analyze data is multiple linear regression using the SPSS program. The results showed that simultaneously Investment and Government Expenditure has a positive and significant effect on Gross Regional Domestic Product. Partially. Domestic Investment has a positive and significant effect on Gross Regional Domestic Product, but Foreign Investment and Government Expenditure have positive and insignificant effects on Gross Regional Domestic Product. Keyword: Foreign Investment. Domestic Investment. Expenditure. Gross Regional Domestic Product. Government ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah antara lain untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Investasi dan Pengeluaran Pemerintah terhadap PDRB Kabupaten Berau. Data yang digunakan adalah data sekunder periode tahun 2010-2018 berupa data PMA, dan PMDN yang diperoleh dari DPMPTSP Propinsi Kalimantan Timur, dan Pengeluaran Pemerintah yang diperoleh dari BPKAD Kabupaten Berau serta data PDRB ADHB yang diperoleh dari BPS Kabupaten Berau. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda menggunakan program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan investasi yang terdiri dari PMA, dan PMDN, serta Pengeluaran Pemerintah berpengaruh secara Volume 4. No. Oktober 2020. Hal. ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal STIE MUHAMMADIYAH TANJUNG REDEB signifikan terhadap PDRB. Sedangkan secara parsial PMA dan Pengeluaran Pemerintah berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap PDRB. PMDN berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB. Kata Kunci: Penanaman Modal Asing. Penanaman Modal Dalam Negeri. Belanja Pemerintah. Produk Domestik Regional Bruto. PENDAHULUAN Pembangunan sumberdaya nasional yang memberikan kesempatan bagi peningkatan kinerja daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju masyarakat madani yang bebas kolusi, korupsi dan nepotisme. Selama kurun waktu 2010-2018 Kabupaten Berau pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di atas pertumbuhan ekonomi nasional hingga tahun 2015 namun berada pada titik terendah pada tahun 2016 dengan pertumbuhan negatif. Pertumbuhan yang tinggi pada tahun 2010-2014 tidak terlepas dari peningkatan produksi batubara PT Berau Coal, sedangkan pertumbuhan yang turun sampai titik negatif terjadi karena adanya penurunan mempengaruhi produksi batubara di Kabupaten Berau. Penanaman Modal Asing (PMA) di Kabupaten Berau mengalami siklus yang fluktuatif. Nilai PMA dari tahun 2010 sampai dengan 2013 mengalami naik turun. PMA pada tahun 2013 meningkat menjadi 31. 931,5 ribu US dolar dari 19. 779,6 ribu US dolar pada tahun 2012. Berbanding terbalik dengan nilai PMDN, nilai PMA Kabupaten Berau tahun 2014 justru mengalami kenaikan menjadi 87. 050 ribu US dolar atau meningkat sebesar 172,60 persen dibanding tahun 2013. Realisasi belanja pemerintah Rp. 1,652,726,885,618 meningkat pada tahun 2013 sebesar Rp 1,755,880,788,306 dan mengalami kenaikan pada tahun 2015 sebesar Rp 2,838,999,185,137 belanja Pemerintah Kabupaten Berau mengalami penurunan pada tahun 2016 sebesar Rp 2,061,913,210,397 yang disebabkan adanya defisit anggaran. Investasi dan perekonomian Kabupaten Berau pada periode studi yang mengalami fluktuasi merupakan masalah yang menarik untuk dikaji mengingat sumber daya alam yang berlimpah dinilai memiliki arti strategis tersendiri. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan, maka rumusan masalah Apakah PMA berpengaruh signifikan terhadap PDRB? 2. Apakah PMDN PDRB? Apakah Pengeluaran Pemerintah berpengaruh signifikan terhadap PDRB? 4. Apakah PMA. PMDN dan Pengeluaran Volume 4. No. Oktober 2020. Hal. ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Pemerintah PDRB? Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal STIE MUHAMMADIYAH TANJUNG REDEB METODOLOGI PENELITIAN Unit Analisis penelitian ini adalah Penanaman Modal Asing . Penanaman Modal Dalam Negeri . Pengeluaran Pemerintah( Belanja Daera. , dan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Berau Tahun 2010-2018. Metode pengumpulan Data dengan Runtut Waktu ( Time Series ) di instansi terkait periode tahun 20102018. b2 =Koefisien regresi variabel b3 =Koefisien regresi variabel A =Error Term Koefisien Determinasi Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji . Uji F (Uji Simulta. Investasi Teori mendefinisikan investasi sebagai pengeluaran dengan tujuan untuk mengganti dan terutama menambah barang-barang modal yang akan Alat Analisis digunakan pemerintah untuk membeli Analisis data atau perhitungan barang-barang modal dan peralatanstatistik ini peralatan produksi yang akan didasarkan atas kerangka konsep, digunakan untuk memproduksi barang rumusan masalah serta hipotesis. dan jasa di masa yang akan datang. Adapun perhitungan statistik yang Investasi adalah suatu komponen dari dipergunakan adalah: PDB = C I G (X-M). Investasi adalah penanaman modal untuk satu Uji Asumsi Klasik atau lebih aktiva yang dimiliki dan Multikolinearitas biasanya berjangka waktu lama Autokorelasi Uji Normalitas keuntungan di masa-masa yang akan Uji Heterokedastisitas datang (Sunariyah, 2003:. Berikut beberapa teori tentang Analisis Regresi Linier investasi : a. Teori Neo Klasik Berganda menekankan pentingnya tabungan ln Y = a b1ln X 1 b2ln X 2 b3ln X 3 Au sebagai sumber investasi. Investasi Dimana: dipandang sebagai salah satu Y =PDRB ADHB a = konstanta ekonomi dan pembangunan. Makin X1 =Penanaman Modal Asing =PenanamanModalDalamNeg penduduk, makin cepat perkembangan volume stok kapital rata-rata per X3 =Pengeluaran Pemerintah tenaga kerja. Makin tinggi rasio b1 =Koefisien regresi variabel kapital per tenaga kerja cendrung Volume 4. No. Oktober 2020. Hal. ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal STIE MUHAMMADIYAH TANJUNG REDEB makin tinggi kapasitas produksi per tenaga kerja. Tokoh Neo Klasik. Sollow dan Swan memusatkan pertumbuhan penduduk, akumulasi capital, kemajuan teknologi dan output saling berinteraksi dalam (Arsyad, 2010: 88-. Teori Harrod-Domar merupakan gabungan dari pendapat kaum klasik dan Keynes, dimana beliau menekankan peranan pertumbuhan modal dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi. Teori Harrod-Domar memandang bahwa pembentukan modal dianggap sebagai pengeluaran yang akan perekonomian untuk menghasilkan barang dan atau jasa, maupun sebagai pengeluaran yang akan menambah Dimana apabila pada suatu masa tertentu dilakukan sejumlah pembentukan modal, maka pada masa berikutnya perekonomian tersebut mempunyai kemampuan untuk menghasilkan barang-barang dan/atau jasa yang lebih besar (Sukirno, 2007: 256-. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebagai badan yang bertanggung jawab dalam kegiatan penanaman modal terus mengembangkan perannya dalam menumbuhkan investasi. Masuknya PMA di Indonesia diatur oleh pemerintah dalam UU No 1 Tahun 1967 tentang penanaman modal asing dan dilengkapi serta disempurnakan oleh UU No 11 Tahun 1970 juga tentang penanaman modal asing. kemudahan yang dilengkapi dengan berbagai kebijakan dalam paketpaket Hal ini dimaksudkan untuk lebih menarik investasi didalam memenuhi kebutuhan sumber-sumber Sementara itu, rencana PMA yang disetujui pemerintah adalah nilai investasi proyek baru, perluasan, dan alih status, yang terdiri atas saham peserta Indonesia. Menurut Sukirno . bahwa dalam perhitungan pendapatan meliputi: . seluruh nilai pembelian para pengusaha atas barang-barang dan modal dalam pembelanjaan untuk mendirikan industri-industri. mendirikan rumah tempat tinggal dan . pertumbuhan dalam nilai stok barang perusahaan berupa bahan mentah, barang yang belum selesai diproses dan barang jadi. Menurut Mankiw . bahwa investasi mampu mendorong pertumbuhan tidak hanya berasal dari domestik Investasi dari luar negeri juga dapat mempengaruhi Gross Domestic Product (GDP) dan Gross National Product (GNP) dengan cara yang berbeda. Investasi asing merupakan salah satu cara yang bisa dimanfaatkan oleh negara untuk tumbuh dan sekaligus mempelajari dikembangkan dan digunakan di negara-negara Walaupun investasi ini kembali pada investor Namun investasi ini menaikkan Volume 4. No. Oktober 2020. Hal. ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal STIE MUHAMMADIYAH TANJUNG REDEB persediaan modal, yang kemudian menaikkan produktifitas dan gaji. Pengeluaran Pemerintah Pengeluaran mencerminkan kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah. Apabila pemerintah telah menetapkan suatu kebijakan untuk membeli barang dan mencerminkan biaya yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan kebijakan tersebut (Mangkoesoebroto, 2003:. Kesimpulan diambil dari teori pengeluaran keseimbangan pendapatan nasional Y=C I G (X Ae M) dimana Y mengambarkan pendapatan nasional permintaan agregat digambarkan pada persamaan C I G (X-M) dimana G merupakan pengeluaran pemerintah yang merupakan bentuk dari campur Kenaikan penurunan pengeluaran pemerintah akan menaikkan atau menurunkan pendapatan nasional. Artinya adanya penurunan ataupun kenaikan akan mengurangi ataupun meningkatkan pendapatan suatu negara. Pendapatan daerah yang diperoleh baik dari pendapatan asli perimbangan tentunya digunakan oleh pemerintah daerah untuk membiayai belanja daerah. Menurut UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, belanja daerah adalah semua kewajiban daerah yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan. Belanja pengeluaran pemerintah daerah pada suatu periode anggaran. Belanja daerah menurut kelompok belanja berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 terdiri atas belanja tidak langsung dan belanja langsung. Kelompok belanja tidak langsung merupakan belanja yang dianggarkan tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Kelompok merupakan belanja yang dianggarkan terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Belanja langsung adalah bagian belanja yang dianggarkan terkait langsung dengan pelaksanaan program seperti belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja modal untuk melaksanakan program dan kegiatan pemerintah daerah dan telah dianggarkan oleh Belanja Langsung terdiri dari belanja: Belanja Pegawai. Belanja Barang dan Jasa. Belanja Modal Belanja tak langsung adalah bagian belanja yang dianggarkan tidak terkait langsung dengan pelaksanaan program seperti belanja pegawai berupa gaji dan tunjangan yang telah ditetapkan undang-undang, belanja bunga, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bagi hasil kepada provinsi/kabupaten/kota Volume 4. No. Oktober 2020. Hal. ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal STIE MUHAMMADIYAH TANJUNG REDEB pemerintah desa, belanja bantuan keuangan dan belanja tak Kelompok belanja tidak langsung dibagi menurut jenis belanja yang terdiri dari: Belanja Pegawai. Belanja bunga. Belanja subsidi. Belanja hibah. Belanja bantuan sosial, . Belanja bagi hasil kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintahan desa. Menurut Undang-Undang No. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. AuBelanja daerah adalah kewajiban pemerintah daerah yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersihAy. Sedangkan menurut Erlina dan Rasdianto . Belanja Modal adalah pengeluaran anggaran untuk aset tetap berwujud yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Besaran nilai pembelian/pengadaan pembangunan aset tetap berwujud dianggarkan dalam belanja modal hanya sebesar harga beli/bangun asset. Produk Domestik Regional Bruto Tarigan . 5:18-. PDRB adalah jumlah nilai tambah bruto . ross value adde. yang timbul dari seluruh sektor perekonomian di wilayah itu. Nilai tambah bruto adalah nilai produksi . dikurangi biaya antara . ntermediate cos. , mencakup . pah/gaji, bunga, sewa, tanah dan keuntunga. , penyusutan dan pajak tidak langsung neto. Todaro & Smith . Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Produc. adalah total output akhir barang dan jasa yang dihasilkan perekonomian dalam wilayah negara, oleh penduduk dan bukan penduduk terlepas dari pengakuan domestik dan asing. PDRB dinyatakan dengan dua cara PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) merupakan penilaian yang dilakukan terhadap produk barang dan jasa yang dihasilkan ataupun yang dikonsumsi pada harga tahun sedang berjalan. PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) adalah penilaian yang dilakukan terhadap produk barang dan jasa yang dihasilkan ataupun yang dikonsumsi pada harga tetap di satu tahun dasar. Kenaikan produksi, karena harga dianggap Pertumbuhan ekonomi perlulah dihitung dari data PDB/PNB riil & dinyatakan dalam PDRB ADHK dipakai untuk ekonomi dari tahun ke tahun atau dengan kata lain yaitu pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya. Sedangkan PDRB ADHB menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung dengan harga pada satu tahun tertentu sebagai dasarnya. PDRB ADHB dapat diperuntukkan sebagai gambaran untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi, sedangkan PDRB ADHK Volume 4. No. Oktober 2020. Hal. ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal STIE MUHAMMADIYAH TANJUNG REDEB pertumbuhan ekonomi dari tahun ke Hubungan antara Investasi dengan PDRB Jhingan memberikan peranan kunci kepada investasi terhadap peranannya dalam kegiatan perekonomian suatu daerah khususnya mengenai peran ganda yang dimiliki investasi. Pertama, investasi memiliki peran ganda pendapatan dan kedua, investasi memperbesar kapasitas produksi perekonomian dengan meningkatkan memperbaiki kondisi perekonomian. Selain itu, menurut Pratiwi . bahwa investasi yang mempunyai multiplier effect berdampak pada masyarakat yang diukur melalui Hubungan antara Pengeluaran Pemerintah dengan PDRB Berdasarkan menjelaskan bahwa pembelanjaan pembangunan akan meningkatkan ekonomi negara (Sukirno, 2007:. pembelanjaan pemerintah daerah yang tercermin dalam realisasi belanja APBD, semakin besar belanja pemerintah daerah maka semakin besar juga dampaknya terhadap perekonomian daerah. HASIL PENELITIAN Analisis Deskripsi Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Berau. Deskripsi Data Penelitian dalam penelitian ini digunakan untuk melihat gambaran umum dari data yang digunakan. Tabel 7. Deskripsi Data Penelitian Std. RataVariabel Min Maks Devias Rata PMA (X. (Miliar 125, 5,23 Rupia. PMDN (X. (Miliar 270, 3,99 Rupia. Pengeluara Pemerintah (Y. (Miliar 2,30 8,99 Rupia. PDRB (Y. (Miliar 58,9 38,3 Rupia. Sumber: Data diolah 9,65 8,44 5,53 3,27 Estimasi Data Untuk menghasilkan estimasi yang bersifat BLUE (Best Linier Unbiased Estimatio. pada suatu model maka semua asumsi klasik harus terpenuhi. Pengujian asumsi Volume 4. No. Oktober 2020. Hal. ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal STIE MUHAMMADIYAH TANJUNG REDEB heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Berikut adalah hasil pengujian asumsi klasik untuk model yang telah dibangun berdasarkan teori dan penelitian sebelumnya. Asumsi Multikolinieritas Pengujian multikolinieritas dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antar variabel Pada analisis regresi tidak diperbolehkan adanya hubungan antar variabel independen. Pengujian multikolinieritas dilakukan dengan melihat nilai VIF sebagaimana terlihat pada tabel berikut: Tabel 8. Uji Multikolinieritas Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constan. PMA 0,884 1,131 PMDN 0,864 1,158 0,860 1,163 Sumber: hasil SPSS Dapat dilihat bahwa seluruh variabel pada model memiliki nilai VIF lebih kecil dari 10 sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi ini Asumsi Autokorelasi Pengujian asumsi autokorelasi Pengujian autokorelasi diharapkan observasi residual tidak saling berkorelasi. Hasil pengujian autokorelasi ditunjukkan pada tabel sebagai berikut: Tabel 9. Uji Autokorelasi Std. Error Adjusted of Squar R Square the Estimat Durbi nWatso 0,774 0,638 0,176 1,392 Sumber: hasil SPSS Langkah selanjutnya adalah menetapkan nilai dL dan dU pada tabel Durbin-Watson menggunakan derajat kepercayaan 5%, sampel . yang kita miliki sebanyak 9 observasi, dan variabel penjelas sebanyak 3. Nilai dL sebesar 0,4548 dan dU sebesar 2,1282. Setelah dimasukkan kedalam skala pengujian, maka diperoleh kesimpulan bahwa model berada pada posisi dL < d < dU atau 0,4548 < 1,392 < 2,1282. sehingga tidak dapat disimpulkan ada autokorelasi atau tidak. Asumsi Normalitas Pengujian asumsi normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel residual berdistribusi normal atau tidak. Untuk menguji apakah residual berdistribusi normal atau tidak, dapat dilihat melalui normality test dengan Kolmogorov-Smirnov. Dari hasil uji normalitas menggunakan metode KolmogorovSmirnov didapatkan hasil sebesar 0,936 dimana hasil tersebut lebih besar dari taraf signifikansi 0,10. Sehingga dapat disimpulkan bahwa uji normalitas pada model ini adalah terdistribusi normal. Volume 4. No. Oktober 2020. Hal. ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal STIE MUHAMMADIYAH TANJUNG REDEB Asumsi Heteroskedastisitas Pengujian heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah residual memiliki ragam yang homogen atau tidak. Pada analisis regresi linier diharapkan residual memiliki ragam yang Pengujian melalui uji korelasi SpearmanAos rho. Kriteria menyatakan apabila signifikansi yang dihasilkan dari pengujian korelasi SpearmanAos rho > level of significant (=10%) maka residual dinyatakan memiliki ragam yang homogen. Berikut ini adalah hasil pengujian asumsi heteroskedastisitas melalui uji korelasi SpearmanAos rho. Dari output di atas dapat diketahui bahwa nilai korelasi ketiga Unstandardized Residual memiliki nilai signifikansi lebih dari 0,10. Karena signifikansi lebih besar dari 0,10 maka dapat disimpulkan bahwa Analisis Data Regresi Linear Berganda Analisis mengetahui pengaruh PMA. PMDN, dan Pengeluaran Pemerintah terhadap PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Berau Periode 2010-2018. Hasil analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 12. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Berdasarkan Tabel di atas, maka dapat dibuat dalam bentuk persamaan regresi berikut ini: lnPDRB = 12,570 0,031 lnPMA 0,231 lnPMDN 0,391 lnPP Dari persamaan regresi linier berganda di atas maka dapat diinterpretasikan sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 12,570 menunjukkan bahwa dalam keadaan variabel PMA. PMDN, dan Pengeluaran Pemerintah bernilai nol, maka ln PDRB akan bernilai 12,570 Koefisien regresi PMA bertanda positif dengan koefisien sebesar 0,031 menunjukkan bahwa variabel PMA berpengaruh positif dan searah terhadap PDRB. Apabila PMA berubah 1 persen, maka PDRB akan berubah sebesar 0,031 sesuai dengan tanda. Koefisien PMDN 0,231 menunjukkan bahwa variabel PMDN berpengaruh positif dan searah terhadap PDRB. Apabila PMDN berubah 1 persen, maka PDRB akan berubah sebesar 0,231 sesuai dengan tanda. Koefisien regresi Pengeluaran Pemerintah bertanda positif dengan koefisien sebesar 0,391 menunjukkan bahwa variabel Pengeluaran Pemerintah berpengaruh positif dan searah PDRB. Apabila Pengeluaran Pemerintah berubah 1 persen, maka PDRB akan berubah sebesar 0,391 Volume 4. No. Oktober 2020. Hal. ECO-BUILD JOURNAL Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal STIE MUHAMMADIYAH TANJUNG REDEB PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 sesuai dengan tanda. Koefisien Determinasi Besarnya kontribusi pengaruh PMA. PMDN, dan Pengeluaran Pemerintah secara simultan terhadap PDRB dapat diketahui melalui koefisien determinasinya (R. Berikut adalah hasil kontribusi pengaruh melalui koefisien determinasinya (R. Tabel 13. Koefisien Determinasi Squar Square Adjuste 0,87 0,773 0,637 Std. Error of Estimat 0,176 Sumber: Hasil SPSS Berdasarkan diketahui bahwa hasil koefisien determinasi sebesar 0,773 yang menunjukkan bahwa variabel PDRB dipengaruhi oleh variabel PMA. PMDN, dan Pengeluaran Pemerintah sebesar 77,3% sedangkan 22,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini, yaitu: konsumsi serta ekspor dan Uji Hipotesis Uji t / Uji Parsial Uji t statistik merupakan variabel bebas terhadap variabel terikat, untuk membuktikan bahwa koefisien regresi ini secara statistik berpengaruh signifikan. Hasil analisis Uji t dengan menggunakan program SPSS dapat dilihat di tabel berikut. PMA Terhadap PDRB Berdasarkan tabel 12 diperoleh hasil estimasi pengaruh PMA terhadap PDRB memiliki nilai 0,031 signifikansi sebesar 0,621 serta nilai t-hitung sebesar 0,526 yang berarti lebih kecil dari nilai t-tabel . Hal ini menunjukkan bahwa variabel PMA berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap PDRB. PMDN Terhadap PDRB Berdasarkan tabel 12 diperoleh hasil estimasi pengaruh PMDN terhadap PDRB memiliki nilai 0,231 signifikansi sebesar 0,022 serta nilai t-hitung sebesar 3,267 yang berarti lebih besar dari nilai t-tabel . Hal ini menunjukkan PMDN berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB. Pengeluaran Pemerintah Terhadap PDRB Berdasarkan tabel 12 diperoleh Pengeluaran Pemerintah terhadap PDRB memiliki nilai koefisien 0,391 dengan signifikansi sebesar 0,231 serta nilai t-hitung sebesar 1,362 yang berarti lebih kecil dari nilai t-tabel . Hal ini menunjukkan bahwa variabel Pengeluaran Pemerintah berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap PDRB. Uji F / Uji Simultan Uji F statistik berguna untuk Volume 4. No. Oktober 2020. Hal. ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal STIE MUHAMMADIYAH TANJUNG REDEB keseluruhan koefisien menentukan nilai variabel terikat . ependen variabe. Hasil analisis Uji F statistik dengan menggunakan program SPSS. diperoleh hasil estimasi nilai F-hitung sebesar 5,686 yang berarti lebih besar dari nilai Ftabel . Hal ini menunjukkan bahwa variabel PMA. PMDN, dan Pengeluaran Pemerintah secara PDRB. Berdasarkan hipotesis yang diajukan maka keputusannya adalah positif dan signifikan terhadap menerima H4 yang artinya secara statistik PMA. PMDN, dan Pengeluaran Pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB. melalui sektor perkebunan dinilai kurang mampu memberikan kontribusi terhadap PDRB. Pada kenyataannya potensi perkebunan yang besar tidak dimanfaatkan oleh investor asing untuk meningkatkan produksinya sehingga memberikan pengaruh yang tidak signifikan. Pengaruh PMDN PDRB Berdasarkan pada analisis yang disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel PMDN terhadap PDRB. Pengaruh positif dan signifikan tersebut menunjukkan PMDN mempengaruhi peningkatan PDRB yang berlangsung dengan baik. PMDN terutama melalui sektor pertambangan dinilai sangat baik memberikan kontribusi terhadap Model Sum df Mea F Sig. PEMBAHASAN Setelah dilakukan analisis dan Squa Squa pengujian hipotesis pada model berikut ini disajikan interpretasi Regress 5,68 ,04 terhadap hasil analisis yang telah 0,531 0,177 diperoleh sebelumnya. Residu Pengaruh PMA terhadap PDRB 0,156 0,031 Berdasarkan pada analisis yang Total 0,686 PDRB. Potensi pertambangan yang disimpulkan bahwa ada pengaruh besar sudah dimanfaatkan oleh positif dan tidak signifikan dari investor dalam negeri untuk variabel PMA terhadap PDRB. Pengaruh signifikan pada struktur model yang signifikan terhadap PDRB. Pengeluaran pertumbuhan PMA yang positif 3. Pengaruh Pemerintah PDRB dalam peningkatan produksi serta Berdasarkan pada analisis yang ukuran pasar domestik berlangsung dengan kurang baik. PMA terutama Volume 4. No. Oktober 2020. Hal. ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal STIE MUHAMMADIYAH TANJUNG REDEB disimpulkan bahwa ada pengaruh positif dan tidak signifikan dari variabel Pengeluaran Pemerintah terhadap PDRB. Pengaruh positif dan tidak signifikan menunjukkan bahwa pertumbuhan Pengeluaran Pemerintah yang positif dalam peningkatan produksi serta ukuran pasar domestik berlangsung dengan Pengeluaran Pemerintah belanja modalnya dinilai kurang tepat sasaran sehingga tidak mampu memberikan sumbangan yang PDRB. Pengaruh yang positif tersebut pada kenyataannya tidak dimanfaatkan oleh pemerintah secara maksimal karena masih tingginya sisa anggaran dalam APBD pada setiap akhir tahun anggaran sehingga KESIMPULAN Setelah interpretasi terhadap nilai-nilai yang diperoleh dari hasil perhitungan dan analisis data, maka diperoleh beberapa hal yang bisa menggambarkan fenomena yang terjadi di Kabupaten Berau terkait variabel-variabel yang Hal tersebut merupakan interpretasi dari nilai-nilai yang diperoleh sebagaimana model yang telah diajukan. Sesuai model yang diajukan, mempengaruhi PDRB ADHK secara positif dan signifikan. Tetapi jika dilihat pembentuknya, maka hanya PMDN yang memiliki pengaruh yang signifikan sedangkan PMA dan Pengeluaran Pemerintah memberikan pengaruh yang tidak signifikan. PMDN sumbangan yang sangat besar untuk variabel investasi dengan nilai yang relatif stabil dan dipergunakan pada sektor yang paling besar kontribusinya terhadap pembentukan PDRB yaitu sektor pertambangan, sedangkan PMA memberikan kontribusi yang kecil karena sektor yang menggunakannya adalah sektor perkebunan yang memberikan kontribusi yang jauh lebih Dengan lahan yang luas tetapi investasi yang ditanamkan jauh lebih kecil maka pengaruh yang diberikannya terhadap PDRB akan menjadi lebih kecil. Sedangkan Pengeluaran Pemerintah sangat kurang alokasinya terhadap sektor-sektor yang sehingga tidak mampu menaikkan nilai PDRB secara signifikan terlebih lagi dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur pada variabel Pengeluaran Pemerintah masih kurang. SARAN