Volume 14 Nomor 1 . ISSN (P): 2087-4820 ISSN (E): 2579-8995 DOI: https://doi. org/10. 54180/elbanat. OPTIMALISASI PARTISIPASI SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS DISKUSI: Studi Kasus di SMP Bilingual Terpadu Junwangi Krian Sidoarjo Iqbal Fikri Adi1. Nadia Wulidar Rohmah2. Farhan3 1,2,3,4 Universitas Sunan Giri Surabaya ABSTRAK Penelitian ini mengkaji implementasi Model Pembelajaran Berbasis Diskusi dalam meningkatkan partisipasi aktif siswa di SMP Bilingual Terpadu. Desa Junwangi. Krian Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan panduan bagi para pengajar dalam memilih model pembelajaran yang efektif, sehingga memudahkan siswa dalam memahami materi yang diajarkan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data terkait keaktifan siswa. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa berani mengemukakan pendapat, antusias menjawab pertanyaan atau kuis dari guru, serta aktif bertanya kepada guru atau sesama siswa ketika ada materi yang kurang dipahami. Selain itu, siswa juga terlibat dalam diskusi kelompok sesuai arahan Implementasi model ini menunjukkan bahwa metode diskusi efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa dan mempersiapkan guru dalam mengelola diskusi. Melalui model diskusi, minat siswa terhadap pembelajaran meningkat dan proses belajar menjadi lebih kreatif. Kata Kunci: Model Pembelajaran. Metode Diskusi. Aktivitas Siswa ABSTRACT This study examines the implementation of the Discussion-Based Learning Model in increasing the active participation of students at the Integrated Bilingual Junior High School. Junwangi Village. Krian Sidoarjo. This research aims to provide guidance for teachers in choosing an effective learning model, so that it makes it easier for students to understand the material being taught. The research method used is observation and interviews to collect data related to student activity. The observation results showed that students dared to express their opinions, enthusiastically answered questions or quizzes from teachers, and actively asked questions to teachers or fellow students when there was material that was poorly understood. In addition, students also participate in group discussions according to the teacher's direction. The implementation of this model shows that the discussion method is effective in increasing student participation and preparing teachers in managing discussions. Through the discussion model, students' interest in learning increases and the learning process becomes more creative. Keywords:Learning Model. Discussion,Student Activity. Pendahuluan Pada saat ini para generasi alpha sudah sangat akrab dengan teknologi, bahkan di kesehariannya sudah pasti berhubungan dengan teknologi terutama tentang Sehingga apabila pengajar tidak benar-benar memilih model pembelajaran yang tepat terhadap siswa di dalam pembelajaran akan menjadikan siswa tersebut menjadi monoton kemudian menimbulkan kebosanan dan kemalasan di dalam Di dalam sebuah instansi ada beberapa model pembelajaranHyang dipakai bagi seorang pendidikHguna memudahkan dalam menyampaikan materi ke miqbalfikriadi@gmail. Jl. Brigjen Katamso II. Bandilan. Kedungrejo. Kec. Waru. Kabupaten Sidoarjo. Jawa Timur Optimalisasi Partisipasi Siswa melalui Pembelajaran Berbasis Diskusi peserta didik. 1 Untuk memilih sebuah model pembelajaran seorang pengajar harus menyesuaikan materi dan juga memahami siswa agar pembelajaran mudah dipahami. Kebanyakan sebuah instansi menggunakan sebuah model pembelajaran yang menurut siswa membosankan dan kurangnya kreatifitas dari seorang pengajar biasanya sebuah instansi menggunakan model ceramah sehingga siswa lebih mudah bosan ketika Dalam pendidikan, salah satu aturannya adalah membuat siswa nyaman dan berpartisipasi aktif pada kegiatan belajar. GuruHmemiliki tugasHyang penting dalam menciptakan keaktifan pesertaHdidik di dalam kelas, karena guru memiliki tanggung jawab terhadap semua kegiatan dikelas sesuai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Diharapkan dapatHberpartisipasi secaraHaktif selamaDproses Dengan kata lain, guru hanyalah fasilitator yang mengarahkan 3 Partisipasi siswa dalamHpembelajaran aktif sangatlah penting. Sebab, partisipasi siswa dalam proses pembelajaran merupakan partisipasi sikap, gagasan atau tindakan siswa. Dengan partisipasi siswa dalamGpembelajaran aktif, maka aktivitasnya akan tampak lebih dinamis dalam pendekatan pembelajarannya. Salah satu metode peningkatan belajar siswa adalah dengan memanfaatkan pendekatan berbasis diskusi. Dengan melakukan pendekatan diskusi maka proses pembelajaranHakan lebih menghibur danHmenyenangkan, proses pembelajaran akan lebih bervariatif, tidak terlalu formal dan lebih santai, pendekatan ini bermanfaat dalam proses belajar mengajar karena menunjukkan prestasi siswa dan dapat menginspirasi siswa untuk berpartisipasi dalam pembelajaran yang lebih aktif, meningkatkan semangat siswa dan menikmati prosesnya. Fenomena yang terjadi di SMP Bilingual Terpadu adalah siswa merasa bosan ketika guruHmenggunakan metodeHceramah dalamHpembelajaran. Siswa lebih senang dan tertarik ketika belajar, guru memakai Metode diskusi sehingga bisa menumbuhkan keaktifan siswa serta bisa saling bertukar pikiran sehingga lebih bisa memahami Contoh ciri keaktifan siswa di sekolah SMP Bilingual Terpadu ialah siswa aktif dalam pembelajaran yaitu: Berani mengemukakan pendapat. Antusias dalam 1 Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi et al. AuPenerapan Bahan Ajar PAI Berbasis Model Cooperative Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Di SMA Al-Azhar Menganti Gresik,Ay Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswan 3, no. : 130Ae142. 2 Suarni. AuMelalui Pendekatan Pembelajaran Pakem Untuk Kelas Iv Sd Negeri 064988 Medan Johor,Ay Journal of Physics and Science Learning 01, no. : 129Ae140. Ira Nurmasari. AuPenerapan Model Problem-Based Learning Berbantu Media Video Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV Sekolah Dasar,Ay Satya Widya 39, no. : 21Ae30. 4 Suarni. AuMelalui Pendekatan Pembelajaran Pakem Untuk Kelas Iv Sd Negeri 064988 Medan Johor. Ay El Banat Vol. 14 No. Iqbal Fikri Adi. Nadia Wulidar Rohmah. Farhan menjawab pertanyaan guru. Bertanya kepada guru jika kurang memahami materi. Melaksanakan Strategi menghasilkan pembelajaran adalah dengan cara yang menyenangkan: pengalaman pengembanganHketerampilan keterlibatanHdalam pemecahanHmasalah. Dengan demikian, siswa menjadi aktif dan terlibat sepenuhnya dalam proses sehingga menerapkan model ini5. Model pembelajaran yaitu rangka konseptual yang menggambarkan langkah sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar berguna menggapai tujuan tertentu, serta bertindak sebagai pedoman yang baik untuk perancang pembelajaran maupun guru dalam suatu perencanaan serta pelaksanaan kegiatan. Hal ini memudahkan pengorganisasian kegiatan pembelajaran sebagaimana dimaksud pada kegiatan yang sistematis dalam pengorganisasiannya 6. Modelpembelajaran juga dapat sebagaiHpedoman dalam perencanaan kelas, desain perangkat pembelajaran, dan penentuan buku, film, komputer, kurikulum, dan hal-hal lain yang sesuai7. Metode diskusi adalah jenis pengajaran di mana guru mengajukan pertanyaan atau persoalan kepada siswa, kemudian memberi kesempatan pada siswa agar memecahkan masalah tersebut bersama dengan teman-teman mereka. Dengan menghadapkan siswa pada suatu masalah untuk diselesaikan, pendekatan diskusi juga dapat membantu siswa berpikir secara sistematis. Siswa juga aktif mengambil bagian dalam proses pembelajaran. Dengan berbicara, siswa dapat berbagi informasi, memperoleh informasi, dan mempertahankan pendapat mereka dalam memecahkan 8 Sependapat dengan hal tersebut. Sholahuddin dkk juga menjelaskan bahwa metode diskusi merupakan suatu kegiatan kelompok yang membuat keputusan sambil memecahkan masalah. Diharapkan terjadinya inisiatif, kebijaksanaan dan kemampuan bertanya siswa, memberikan komentar, saran dan tanggapan di bawah koordinasi dan pengawasan pendidikan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan. Menurut latar belakang tersebut, rumusan masalah penelitian ini yakni Bagaimana keaktifan peserta didik di SMP Bilingual Terpadu Desa Junwangi. Krian Randi Saputra Randi. AuPenggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (Tg. Terhadap Hasil Belajar Ppkn Peserta Didik Kelas X Ipa 1 Sma Negeri 3 Pontianak,Ay Satya Widya 39, no. : 87Ae96. 6 Departemen Pendidikan Nasional et al. AuMODEL-MODEL PEMBELAJARANAy . 7 Aminah Rehalat. AuModel Pembelajaran Pemrosesan Informasi,Ay Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial 23, no. Ika Supriyati. AuPembelajaran Keterampilan Berbicara Pada Siswa Kelas Vi Mtsn 4 PaluAy 5, no. 9 Syafrimen Siti Nurhasanah. Agus Jayadi. Rika SaAodiyah. AuStrategi Pembelajaran,Ay Cv. Reka Karya Amerta. El Banat Vol. 14 No. Optimalisasi Partisipasi Siswa melalui Pembelajaran Berbasis Diskusi Sidoarjo dan Implementasi model pembelajaran diskusi. Adapun tujuan penelitian ini yakni guna menumbuhkan keaktifan peserta didik melalui penggunaan model pembelajaran diskusi. Itulah mengapa kami tertarik untuk meneliti model pebelajaran diskusi ini. Metode Penelitian Penelitian ini memakai metode penelitian kualitatif, guna mendapati atau mendefinisikan fakta dari peristiwa yang diteliti, sehingga lebih mudah memperoleh data yang faktual. Sugiono menyebutkan bahwasanya metode penelitian kualitatif yakni Au penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll. , secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiahAy. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat diketahui bahwasanya penelitian khualitatif yaitu penelitian yang memiliki sifat alamiah serta data yang dihasilkan berupa Pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, beserta wawancara dalam mengumpulkan data-data yang dibutuhkan bagi penetitian yang sedang diteliti. Pada teknik observasi, peneliti melakukan observasi langsung ke SMP Bilingual Terpadu Desa Junwangi. Krian Sidoarjo dan mengamati langsung tentang perilaku, interaksi, ataupun situasi tertentu tanpa intervensi yang signifikan. Serta menggunakan teknik wawancara terstruktur dimana peneliti akan mengutarakan beberapa pertanyaan khusus yang sebelumnya telah dirancang lebih dulu oleh peneliti kepeda salah satu guru di instansi tersebut. Pembahasan Keaktifan Siswa SMP Bilingual Terpadu Desa Junwangi. Krian Sidoarjo Keaktifan merupakan tindakan aktivitas fisik dan mental, termasuk tindakan berpikir serta melakukan sesuatu13. Keaktifan siswa dalam pembelajaran bisa dilihat dari bagaimana mereka terlibat didalam proses pembelajaran. Misalnya, mereka dapat berdiskusi, mendengarkan penjelasan, memecahkan masalah, mengerjakan 10 Sugiyono. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Kualitatif Dan R & D, 2014. 11 Syifaul Adhimah. AuPeran Orang Tua Dalam Menghilangkan Rasa Canggung Anak Usia Dini (Studi Kasus Di Desa Karangbong Rt. 06 Rw. 02 Gedangan-Sidoarj. ,Ay Jurnal Pendidikan Anak 9, no. : 57Ae62. 12 Ade Maula Zakiya Rahmah and Onny Fitriana Sitorus. AuEfek Penerapan Online Food Delivery Pada UMKM,Ay FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 24, no. : 657Ae663. Nugroho Wibowo. AuUpaya Peningkatan Keaktifan Siswa Melalui Pembelajaran Berdasarkan Gaya Belajar Di Smk Negeri 1 Saptosari,Ay Elinvo (Electronics. Informatics, and Vocational Educatio. 1, no. : 128Ae139. El Banat Vol. 14 No. Iqbal Fikri Adi. Nadia Wulidar Rohmah. Farhan tugas aktif, membuat laporan, serta menyampaikan hasil laporan mereka. Menurut Nana Sudjana, ada lima komponen yang mempengaruhi keaktifan belajar : stimulus belajar, perhatian serta motivasi, respon yang dipelajari, penguatan, penerapan, serta pemindahan14. Kemudian Gagne dan Briggs menyampaikan beberapa komponen keaktifan belajar sebagai berikut: memberikan penjelasan tentang tujuan intruksional . emampuan dasar yang dibutuhkan sisw. , mengingatkan siswa pada kompetensi belajar mereka, memberikan stimulus . asalah, topik, serta konsep yang akan dipelajar. , menarik perhatian atau menarik minat siswa, membangun aktivitas, melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran, memberi umpan balik . eed bac. , serta memberikan evaluasi singkat. Mampu memecahkan masalah, bekerja sama, mengemukakan pendapat, dan mengalihkan perhatian adalah beberapa indikator keaktifan belajar. Siswa yang dimaksudkan dalam penelitian ini yaitu siswa yang ada di kelas yang menjadi subjek belajar. Keaktifan yang dimaksud yaitu ketika siswa secara langsung terlibat dalam kegiatan proses pembelajaran di kelas. Siswa yakni satusatunya komponen manusia yang sangat penting di dalam proses pembelajaran. Aktivitas fisik yaitu gerakan yang dilakukan oleh siswa di dalam kelas, seperti gerakan dengan anggota badan, membuat sesuatu, bermain, atau bekerja. Jika kekuatan jiwa siswa dapat berfungsi secara efektif dalam proses pembelajaran, siswa akan melakukan aktivitas. Siswa sedang melangsungkan Jika kekuatan jiwa berperan besar atau kecil dalam pembelajaran, maka disebut aktivitas mental. 17 Jika sebagian besar siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran secara fisik, mental, serta sosial, pembelajaran dianggap berhasil dan berkualitas. Dari hasil observasi kami di SMP Bilingual Terpadu Desa Junwangi. Krian Sidoarjo. Salah satu guru di sekolah tersebut menjelaskan bahwasanya keaktifan siswa bisa dilihat dalam hal : Berani Mengemukakan Pendapat 14 Maria SIMANJUNTAK. AuMeningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran Daring Melalui Media Game Edukasi Quiziz Pada Masa Pencegahan Penyebaran Covid-19,Ay Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP) 2, no. 103Ae112. 15 Ibid. Wibowo. AuUpaya Peningkatan Keaktifan Siswa Melalui Pembelajaran Berdasarkan Gaya Belajar Di Smk Negeri 1 Saptosari. Ay 17 Ibid. El Banat Vol. 14 No. Optimalisasi Partisipasi Siswa melalui Pembelajaran Berbasis Diskusi Siswa yang aktif yakni siswa yang cenderung memiliki keberanian dalam mengemukakan pendapatnya. Hasil dari wawancara kami dengan salah satu guru di SMP Bilingual Terpadu Desa Junwangi. Krian Sidoarjo, beliau mengatakan bahwa siswa si sekolah tersebut yang cenderung aktif dapat dilihat saat pembelajaran ia berani mengemukakan pendapat nya. Dan hasil observasi kami, siswa di sekolah tersebut sebagian besar sudah berani mengemukakan pendapatnya, sekalipun masih terdapat beberapa siswa yang masih pasif ketika pembelajaran atau kurang berani dalam mengemukakan pendapat. Temuan kami dari wawancara dan observasi kami, sependapat dengan Hendrika Dewi Anindawati yang mengatakanHbahwa berpendapat berarti mempunyai kemampuan mengungkapkan gagasanHatau pikiranHsecara lisan dengan cara yang logis tanpa memaksakan kehendak, dan memakai bahasa yang Penguasaan pendapat siswa diharapkan bisa menumbuhkan tercapainya hasul belajar yang optimal. Ada beberapa indikator keaktifan belajar siswa untuk mengetahui realisasi keaktifan siswa dalam proses pendidikan dan pembelajaran. Anda dapat menggunakan indikator belajar aktif siswa untuk mengidentifikasi perilaku apa yang terjadi dalam proses belajar mengajar. Indikator tersebut adalah: Keberanian, minat, kebutuhan, keinginan untuk menunjukkan masalah, . Kegiatan persiapan, keinginan dan keberanian untuk berpartisipasi dalam proses dan melanjutkan pembelajaran, serta kesempatan. Berbagai upaya pendidikan dan pembelajaran/munculnya kreativitas untuk mencapai keberhasilan. Kebebasan untuk melakukannya tanpa tekanan dari guru/pihak lain. Jika dikhawatirkanGsiswa akan menemui kesulitan danGhambatan dalamHmencapai keberhasilan hasil belajar. Hal ini dianggap menjadi kendala bagi siswa yang menyampaikan pendapat akan menunjukkan kemampuan berpikirnya. 19 Oleh karena itu, sangat pentingHuntuk membekaliHsiswa dengan kemampuan Neli Fitra Murni. AuUpaya Meningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Proses Pembelajaran,Ay Science. Engineering. Education, and Development Studies (SEEDS): Conference Series 5, no. : 7Ae11. 19 Tia Fatimah. AuPeningkatan Kemampuan Mengemukakan Pendapat Melalui Teknik Debat Aktif Pada Siswa Kelas Vi Smp Negeri 2 Jatitujuh Kabupaten Majalengka Jawa Barat Mproving the Ability To Express Opinions Using the Technique of Active Debates of the Eighth-Grade Students,Ay Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling 5, no. : 32Ae41. El Banat Vol. 14 No. Iqbal Fikri Adi. Nadia Wulidar Rohmah. Farhan berpikirHkritis untuk memfasilitasi kesuksesan mereka sendiri dan kemajuan Berdasarkan bahasan tersebut bisa disimpulkan bahwasanya Siswa yang berani mengemukakan pendapatnya cenderung lebihHaktif dalamGmengikuti Keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat merupakan poin penting terhadap keaktifan siswa di kelas, karena jika siswa kurang aktif dalam mengemukakanGpendapat dikhawatirkan akan menjadi penghambat dalam mencapai hasil belajar siswa. Antusias dalam menjawab kuis ataupun pertanyaan dari guru. Murid yang aktif dapat dilihat dari antusiasnya mengikuti pembelajaran dan menanggapi persoalan dari guru, yang menunjukkan bahwasanya siswa tersebut menangkap materi yang di sampaikan saat itu. Salah satu guru di SMP Bilingual Terpadu Desa Junwangi. Krian Sidoarjo menjelaskan bahwa keaktifan siswa di sekolah tersebut dapat dilihat dengan salah satu sacara yakni aktusias menanggapi persoalan yang disampaikan guru. Siswa yang sering menanggapi persoalan dari guru merupakan siswa yang cenderung aktif di kelas dikarenakan mereka telah memperhatikan pembelajaran dan merasa senang ketika belajar. Menurut pandangan Samuel,21 antusiasme adalah perasaan yang kita pilih untuk dimiliki. Ia berasal, dipilih, dilanjutkan, dan diperkuat. antusiasme dapat dihasilkan baik secara internal maupun eksternal, maka bentuk antusiasme yang paling kuat adalah internal. Hal ini karena ketika kita secara sadar mengambil keputusan untuk menjadi antusias, program pikiran kita akan dimulai dan membangkitkan energi secara langsung dari dalam diri kita Afdhal juga berpendapat bahwa dengan menumbuhkan semangat pembelajaran dengan penuh minat. 22 Penjelasan tersebut juga sesuai dengan penjelasan Ferdiana Ika dkk bahwa siswa yang berpartisipasi dalam proses pembelajaran tanpa berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang lain atau Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi and Novita Sari. AuProblem Based Learning Dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar,Ay Moderasi: Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial 4, no. : 113Ae132. 21 Donald Samuel. AuAntusiasme Guru Dalam Program Pengembangan Kompetensi Pedagogik Dan Determinannya *),Ay Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan 2, no. : 221. Muhammad Afdhal. AuMenumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Dan Antusiasme Belajar Melalui Pendekatan Reciprocal Teaching,Ay Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika UNY . 193Ae200. El Banat Vol. 14 No. Optimalisasi Partisipasi Siswa melalui Pembelajaran Berbasis Diskusi meningkatkan pembelajarannya. Dapat disimpulkan bahwa siswa yang kerap menanggapi pertanyaan dari guru condong lebih aktif, karena itu menunjukan bahwasanya siswa itu mengikuti proses belajar dengan baik. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran sangat penting agar siswa merasa senang telah turut terlibat dalam pembelajaran. Guna menjadikan siswa merasa bahagia serta nyaman ketika belajar tentu tidak lepas dari peran guru yang mampu mencitakan suasana seru di kelas dengan metode yang tidak membuat siswa bosan. Bertanya pada guru atau siswa lain jika kurang memahami materi. Siswa yang berani bertanya kepada guru ataupun temannya menunjukkan bahwa aktif dan senang mengikuti pembelajaran sehingga siswa tersebut tidak takut dalam bertanya apa yang belum ia fahami. Hasil observasi di SMP Bilingual Terpadu Desa Junwangi. Krian Sidoarjo bahwa, siswa yang sering bertanya apabila tidak faham materi merupakan siswa yang cenderung aktif, karena itu menunjukkan bahwa siswa tersebut telah menyimak dengan baik apa yang sudah di jelaskan oleh guru sehingga timbullah pertanyaan ketika ada yang tidak ia Astuti berpendapat bahwa bertanya identik dengan berpikir, keberpihakan individu terhadap bertanya secara aktif dapat menumbuhkan kemampuan kognitif siswa. 23 Dalam ranah pembelajaran, keaktifan siswa dalam bertanya mempunyai peranan penting karena memungkinkan siswa untuk segera mengidentifikasi informasi yang tidak dipahaminya. Dengan bertanya, siswa meningkatkan pemahamannya sehingga memungkinkan mereka lebih memahami materi yang diberikan guru. 24 Penjelasan tersebut juga sesuai dengan pendapat Sobry Sutikno yang menyebutkan bahwaGmetode tanyaGjawab merupakan langkah penyampaian pembelajaran berupa pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi juga dari siswa kepada guru 25. Pendekatan ini dirancang untuk merangsang pemikiran dan membimbing siswa pada realisasi kebenaran. Pada hakikatnya, metodeGtanya jawab berupaya Meiria Sylvi Astuti. AuPeningkatan Keterampilan Bertanya Dan Hasil Belajar Siswa Kelas 2 Sdn Slungkep 03 Menggunakan Model Discovery Learning,Ay Scholaria : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 5, no. : 10. 24 Kezia Rikawati and Debora Sitinjak. AuPeningkatan Keaktifan Belajar Siswa Dengan Penggunaan Metode Ceramah Interaktif,Ay Journal of Educational Chemistry (JEC) 2, no. : 40. 25 Sobry Sutikno. Metode & Model-Model Pembelajaran AuMenjadikan Proses Pembelajaran Lebih Variatif. Aktif. Inovatif. Efektif Dan Menyenangakan,Ay ed. Prosmala Hadisaputra (Lombok: Holistica, 2. El Banat Vol. 14 No. Iqbal Fikri Adi. Nadia Wulidar Rohmah. Farhan menanyakan kepada siswa apakah mereka mengetahuiGfakta-fakta tertentu yang diberikan oleh guru. Dalam hal lain, guru juga ingin memahami tingkat proses berpikir siswa. Melalui metode tanya jawab, guru berharap dapat menemukan jawaban yang tepat serta autentik. Dapat disimpulkan bahwa siswa yang bertanya pada guru atau temannya apabila ada yang tidak dipahami adalah siswa yang cemderung aktif di dalam kelas, itu menandakan bahwa siswa tersebut telah menyimak dengan baik pembelajaran tersebut. Dengan bertanya ketika tidak paham, dapat merangsang cara berfikir siswa dan keberaniannya. Melakukandiskusi kelompoksesuai dengan arahan guru. Siswa yang aktif dapat dilihat dari keterlibatannya dalam mengikuti kegiatan diskusi kelompok yang di lakukan sesuai dengan arahan guru. Di smp bilingual terpadu, sudah menerapkan model diskusi di dalam kelas supaya siswa dapat aktif dalam mengutarakan pendapat dengan sesama teman dan saling bertukar Penjelasan Sobry Sutikno bahwa metodeHdiskusi kelompok adalah cara untuk membahas sebuah topik dengan cara bertukar pikiranHantara dua ataupun lebih orang dalam kelompok kecil guna menggapai tujuan tertentu. Metode ini dapat menciptakan suasana di mana orang menghargai perbedaan pendapat satu sama lain. Ini juga dapat meningkatkan partisipasi orang-prang yang belum banyak bicara dalam diskusi yang lebih luas. Tujuan penerapan metode ini yaitu mengembangkan kesamaan pendapa/ kesepakan ataupun memecahkan suatu rumusan terbaik mengenai suatu masalah. Setelah diskusi kelompok, proses dilanjutkan dengan diskusi pleno. Pelno adalah semacam diskusi kelas atau diskusi umum yang dimulai dengan presentasi hasil dari diskusi BerdasarkanHhasil danGobservasi kesimpulan bahwasanya aktivitas siswa selama pembelajaran mengacu pada seluruh keterlibatan fisik dan non fisik siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Tujuan utamanya adalah untuk menumbuhkan lingkungan untuk partisipasi aktif dalam kegiatan kelas. Keterlibatan siswa bisa dilihat dari berbagai dimensi seperti perhatian . ktivitas cisua. , mendengar, berdiskusi, kesiapan siswa, 26 Ibid. El Banat Vol. 14 No. Optimalisasi Partisipasi Siswa melalui Pembelajaran Berbasis Diskusi bertanya, keberanian siswa -antara lain- yang merupakan indikator keterlibatan Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Diskusi di SMP Bilingual Terpadu Desa Junwangi. Krian Sidoarjo Implementasi model pembelajaran diskusi ialah suatu penerapan suatu model pembelajaran yaitu diskusi yang diterapkan di sebuah instansi untuk dipakai dalam mengutarakan sebuah materi sehingga bisa memudahkan seorang pengajar Menurut Erwin Harianto efektivitas penggunaan metode diskusi berpengaruh terhadap keteraturan belajar dan kedisiplinan siswa. Diskusi dianggap hanya efektif bila siswa sudah memiliki pengetahuan tentang apa yang dibicarakan. dalam menguasai materi akan mengakibatkan tidak efektifnya proses belajar mengajar, terlebih lagi dalam penggunaan diskusi. Langkah-langkah untuk meningkatkan aktivitas siswa yang perlu dilakukan guru untuk mempersiapkan penerapan metode diskusi adalah sebagai berikut: Siswa di bawah bimbingan guru menyiapkan alat atau fasilitas untuk melakukan diskusi kelas. Salah satu teknik diskusi merupakan proses bertukar pikiran di depan anak lain . Untuk Sebelum tampil, siswa yang memilih pertanyaan dalam kontak yang sama diundang untuk mengobrol dengan teman-temannya. Namun, tampil di depan adalah tanggung jawab masing-masing individu. Di akhir pertemuan, guru dibantu siswa membuat simulasi jawaban dari berbagai pertanyaan. Pada dasarnya kesimpulan juga memperhitungkan jawaban siswa yang dianggap benar. Di SMP Bilingual Terpadu Desa Junwangi. Krian Sidoarjo. Implementasi metode diskusi di sekolah tersebut yakni sebagai berikut: Guru mengutarakan persoalan yang hendak didiskusikan serta memberi petunjuk seperlunya tentang cara-cara pemecahannya. Erwin Harianto. AuEfektivitas Penerapan Metode Diskusi Bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Semester V STAI Al-Gazali Soppeng,Ay Jurnal Pendidikan dan Keguruan 2, no. http://repo. iain-tulungagung. id/5510/5/BAB 2. 28 Murni. AuUpaya Meningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Proses Pembelajaran. Ay El Banat Vol. 14 No. Iqbal Fikri Adi. Nadia Wulidar Rohmah. Farhan Di awal pembelajaran, umumnya seorang guru akan menjelaskan materi terlebih dahulu sebelum membuat siswa dapat berdiskusi untuk menyelesaikan sebuah pertanyaan. Berdasarkan hasilHwawancara denganGsalah satu guru di SMP Bilingual Terpadu Desa Junwangi. Krian Sidoarjo, beliau mengatakan bahwa sebelum siswa memulai diskusinya maka guru akan mengemukakan masalah nya terlebih dahulu kemudian memberikan sedikit pengarahan tentang cara pemecahan masalahnya. Sebelum siswa mulai berdiskusi maka guru mengemukakan masalah kemudian memberikan sedikit pengarahan untuk di diskusikan sesuai dengan pendapat Suryosubroto bahwa seorang guru dapat mengimplementasikan Guided Discovery Learning di awal, guru mengutarakan persoalan, memberikan petunjuk seperlunya tentang penyelesaian masalah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa di awal pembelajaran guru akan mengemukakan sedikit materi dan masalah yang hendak didiskusikan serta memerikan sedikit bimbingan terhadap siswa bagaimana cara memecahkan masalah tersebut. SiswaHmembentuk kelompokGdiskusi, kemudian para siswaGberdiskusi dengan kelompokFmasing-masing. Dalam metode diskusi, siswa akan membentuk kelompok-kelompok diskusi sesuai arahan dari guru. Hasil observasi kami di SMP Bilingual Terpadu Desa Junwangi. Krian Sidoarjo bahwa di sekolah tersebut menerapkan model berbasis diskusi, guru yang mengajar akan memberikan arahan kepada siswa guna membuat kelompok diskusi yang dapat terdiri dari 3-4 siswa atau tergantung dari jumlah siswa di kelas tersebut. Hasil observasi kami yang menunjukkan bahwa di skeolah tersebut menerapkan pembetukan kelompok diskusi sesuai pendapat Moh. Uzer Usman yang menyatakanGbahwa diskusi kelompok adalah proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang di wajah informal untuk menghadapi interaksi dengan berbagai pengalaman atau informasi kesimpulan atau solusi untuk 30 Dalam metode pembelajaran berbasis diskusi, guru tetap menjadi Fuad Haris. Yudi Rinanto, and Umi Fatmawati. AuPengaruh Model Guided Discovery Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMA Negeri Karangpandan Tahun Pelajaran 2013/2014. JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI Vol. 9 Halaman: 114-122. ,Ay Jurnal pendidikan Biologi 7, no. : 114Ae122. Rahmat Permana. AuPENGUASAAN RANGKAIAN TES KEBUGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI) MELALUI DISKUSI DAN SIMULASI (Kajian Pustaka Pemahaman Teori Dan Praktek TKJI Terhadap Mahasiswa PGSD UMTAS),Ay Refleksi Edukatika 6, no. : 119Ae129. El Banat Vol. 14 No. Optimalisasi Partisipasi Siswa melalui Pembelajaran Berbasis Diskusi pemimpin utama, namun siswa lebih mengemban tanggung jawab. Lebih tanjut Moh. Surya juga mendefinisikan diskusi kelompok adalah proses di mana siswa akan mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi pengalaman mereka sendiri dalam memecahkan masalah umum. Pada diskusi iniHtertanam pula rasa tanggung jawab serta harga diri. Bisa ditari kesimpulan bahwa dalam metode diskusi, siswa akan membentuk seuah kelompok kecil guna menyelesaikan persoalan yang telah disampaikan oleh guru menggunakan cara saling bertukar pikiran bersama teman yang lain. Setiap kelompok membuat rangkuman jawaban dari materi yang di berikan pada masing-masing kelompok. Ketika siswa berdiskusi dengan kelompok maka siswa tidak hanya sekedar berdiskusi saja, melainkan juga membuat rangkuman. Hasil wawancara kepada salah satu Guru di SMP Bilingual Terpadu Desa Jumwangi. Krian Sidoarjo, beliau mengatakan bahwa siswa di sekolah tersebut bukan hanya diajak untuk berdiskusi dengan kelompoknya, melainkan juga membuat rangkuman dari hasil diskusi tersebut untuk kemudian dapat di presentasikan. Penjelasan dari hasil wawancara tersebut sependapat dengan penjelasan32 bahwa diskusi kelompokHkecil merupakan metode yang mempunyai kelebihan: mampu berpikir aktif dan mengungkapkan pemikirannya melalui menjawab pertanyaan guru seingga membuat situasiGkelas lebih hidup, dan siswa dapat terlatih dalamGmengemukakan pendapat secara lisan dan tertulis. Merupakan kelompok kecil yang menarik karena setiap siswa mempunyai pendapat berbeda yang dapat membawa kelas ke dalam situasi diskusi. Dapat disimpulkan bahwa dalam diskusi siswa tidak hanya sekedar diskusi saja dengan kelompok masing-masing, melainkan juga membuat rangkuman dari hasil diskusi agar siswa dapat mengemukakan pendapat dengan lisan secara Setiap kelompok bergantian untuk mempresentasikan hasil diskusi nya. Diakhir kegiatan umumnya guru akan menyampaikan hasil diskusi kelompok nya. Di SMP Bilingual Terpadu Desa Junwangi. Krian Sidoarjo juga meerapkan hal demikian, salah satu guru menjelaskan bahwa di akhir kegiatan diskusi maka siswa akan diminta guna Ibid. 32 Fransiska P N Elwin. AuEducare : Jurnal Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran Penerapan Metode Diskusi Dalam Pembelajaran Kewarganegaraan UntukAy 3, no. : 22Ae29. El Banat Vol. 14 No. Iqbal Fikri Adi. Nadia Wulidar Rohmah. Farhan mengutarakan hasil diskusi nya di depan para siswa yang lain agar mereka dapat saling bertukar pikiran dan guru memberi komentar atau pemaparan tentang hasil itu. Hasil observasi tersebut sesuai dengan pembahasan bahwa model diskusi dapatHdiartikan sebagai metode pengajaran yang melibatkanHguru dan siswa dalam mencari solusi suatu masalah. Sebaliknya, metode diskusi dianggap sebagai bentuk pendidikan yang berupaya mengatasi permasalahan, baik dua orang atau kebih berpartisipasi dalam diskusi untuk menambah pendapat33. Jika kontribusi pemikiran siswa rendah, diskusi tidak akan berlangsung. Anggota kelompok mesti terdorong untuk berpartisipasi aktif karenanya. Pendidik dapat mengajukan pertanyaan krisis untuk menantang siswa agar berpikir kritis, pertanyaan terbuka untuk meningkatkan perbedaan pendapat, memberikan waktu yang cukup untuk berpikir kritis, dan lain sebagainya. Kesimpulan dari pembehasan di atas adalah siswa tidak hanya sekedar bertukan pikiran dengan kelompok masing-masing, tetapi juga bertukan pikiran dengan kelompok yang lain sehingga dapat melatih keberanian, berupaya memecahkan masalah yang di hadapi serta sikap saling menghormati pendapat orang lain. Kesimpulan Dari hasil observasi yang sudah dilakukan bisa diambil kesimpulan bahwasanya dengan menerapkan metode diskusi bisa menumbhkan hasil belajar mulai dari sikap, keberanian dan keaktifan siswa di Smp Bilingual Terpadu Desa Junwangi Krian Sidoarjo. Melalui metode diskusi, gairah siswa terhadap ilmu pengetahuan akan meningkat dan proses pembelajaran menjadi lebih kreatif. Semua siswa diperbolehkan untuk menyampaikan pemikirannya, hal ini akan meningkatkan aktivitas dan akibatnya tidak akan merasa bosan. Melalui metode diskusi, pembelajaran siswa dapat Model diskusi dalam pembelajaran memang sangat efektif bila diterapkan oleh seorang pengajar dalam menyampaikan materi tidak itu juga model diskusi dalam pembelajaran sangat efektif untuk melihat perkembangan siswa yang pasif dalam pembelajaran. Kita sebagai pengajar harus pandai dalam memilih model pembelajaran sehingga mataeri yang kita sampikan bias mudah dipahami oleh peserta Dijelaskan juga bagaimana cara mengimplementasi Model Pembelajaran Berbasis Sutikno. Metode & Model-Model Pembelajaran AuMenjadikan Proses Pembelajaran Lebih Variatif. Aktif. Inovatif. Efektif Dan Menyenangakan. Ay El Banat Vol. 14 No. Optimalisasi Partisipasi Siswa melalui Pembelajaran Berbasis Diskusi Diskusi di Smp Bilingual Terpadu Desa Junwangi Krian ada beberapa tahap yang pertama yaitu Guru mengutarakan persoalan yang hendak didiskusikan serta memberi petunjuk seperlunya mengenai ragam cara penyelesaiannya, kedua Siswa membuat kelompok-kelompok diskusi, kemudian para siswa berdiskusi di dalam kelompok masing-masing, ketiga Setiap kelompok membuat rangkuman jawaban dari materi yang di berikan pada masing-masing kelompok, ke empat Setiap kelompok bergantian guna mempresentasikan hasil diskusi nya. Berdasarkan temuan di atas, penulis menyarankan beberapa inisiatif yang hendaknya dilakukan oleh guru, siswa dan sekolah guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan mencapai hasil yang signifikan, yang pertama adalah pemanfaatan metode diskusi yang tepat oleh guru untuk mencapai tujuan, meningkatkan hasil belajar siswa. Kedua, metode diskusi bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan guru dalam memilih metode pembelajaran yang tepat. Ketiga, siswa harus mempunyai semangat belajar. Keempat, siswa harus berpartisipasi dalam pembelajaran dengan mempertanyakan hal-hal yang mereka pahami dan permasalahkan. Dengan adanya strategi pembelajran yang efektif akan memudahkan proses pembelajaran yang lebih baik sehingga serujung pada peningkatan kualitas pembelajaran dan terciptanya peserta didik yang cerdas dan berperestasi. Referensi