Volume 25 Issue 4 . Pages 679-706 FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi ISSN: 1411-1713 (Prin. 2528-150X (Onlin. Pengaruh inflasi terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Mamuju Muh. Taufik1A. Abdul Halim2. Tri Frida Suryati3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah. Mamuju. Abstrak Inflasi adalah naiknya harga secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Pengangguran adalah orang yang sudah mencapai usia 15-64, aktif mencari pekerjaan tetapi tidak Tujuan pertama Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat inflasi terhadap tingkat pengangguran di kabupaten Mamuju, tujuan kedua adalah untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan antara tingkat inflasi dengan tingkat pengangguran di Kabupaten Mamuju. Lokasi penelitian di Kabupaten Mamuju. Adapun lokasi pengambilan data adalah di Badan Pusat Statistik Kabupaten Mamuju. Metode analisis yang digunakan dalam mengolah data yang diperoleh adalah menggunakan alat analisis Regresi Linear Sederhana dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS. Variabel bebas atau variabel x adalah tingkat inflasi dan terikat atau variabel Y adalah tingkat pengangguran. Adapun hasil analisnya bahwa Inflasi berbanding negatif terhadap Pengangguran dan tidak signifikan pengaruhnya, selanjutnya korelasi antara Inflasi dan Pengangguran cukup. Kata kunci: Inflasi: pengangguran The effect of inflation on the unemployment rate in Mamuju Regency Abstract Inflation is a general and continuous rise in prices over a period of time. Unemployment is a person who has reached the age of 15-64, actively looking for work but not getting it. The first objective of this study is to determine the effect of inflation rate on unemployment rate in Mamuju district, the second objective is to determine the level of relationship between inflation rate and unemployment rate in Mamuju district. The research location is in Mamuju Regency. The location of data collection is at the Central Bureau of Statistics of Mamuju Regency. The analysis method used in processing the data obtained is using Simple Linear Regression analysis tool using the help of SPSS application. The independent variable or variable x is the inflation rate and the dependent or variable Y is the unemployment rate. The result of the analysis is that Inflation is negatively proportional to Unemployment and the effect is not significant, then the correlation between Inflation and Unemployment is sufficient. Key words: Inflation: unemployment Copyright A 2023 Muh. Taufik. Abdul Halim. Tri Frida Suryati A Corresponding Author Email: t700486@gmail. FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 697 Pengaruh inflasi terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Mamuju Muh. Taufik. Abdul Halim. Tri Frida Suryati PENDAHULUAN Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu (Bank Indonesi. Inflasi bisa membersihkan gigi atau malah merontokkannya. Mantan presiden Amerika Serikat Ronald Reagen menggambarkan bahwa Auinflasi sama jahatnya dengan seorang penjambret, sama menakutkannya dengan seorang perampok bersenjata dan sama mematikannya dengan seorang pembunuh bayaranAy. Karl Otto Pohl, mantan presiden German Bundesbank, berkata AyInflasi layaknya pasta gigi. begitu keluar dari tube,tidak mungkin anda dapat memasukkannya KembaliAy (Conway, 2011:. Pada masyarakat umum dikatakan bahwa barang dan jasa yang sudah terlanjur naik akan sulit diturunkan Kembali. Kenaikan harga pada satu atau dua jenis barang saja, tidak bisa dikategorikan sebagai inflasi, kecuali memicu kenaikan harga barang dan jasa lainnya. Untuk mengukur tingkat inflasi pada suatu daerah atau negara diketahui melalui perhitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) selama periode tertentu, menurut Bank Indonesia, ada 11 kelompok barang dan jasa berdasarkan the Classification of Individual Consumption by Purpose (COICOP) 2018, yakni: . kelompok makanan, minuman dan tembakau, . kelompok pakaian dan alas kaki, . kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga, . kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga, . kelompok kesehatan, . kelompok transfortasi, . kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan, . kelompok rekreasi, olah raga dan budaya, . kelompok Pendidikan, . kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restaurant, dan . kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Ketika terjadi kenaikan tingkat inflasi, maka yang paling merasakan adalah mereka yang berpenghasilan tetap dan masyarakat miskin yang sudah merasakan hidup susah sebelum terjadinya Bagi para pedagang mereka bisa menyesuaikan dengan tingkat kenaikan harga barang dengan tingkat harga pembelian dan penjualan. Kondisi harga barang dan jasa di Kabupaten Mamuju cukup mahal jika dibandingkan dengan harga barang dan jasa di kabupaten lain dalam wilayah Propinsi Sulawesi Barat. Buat masyarakat yang berpenghasilan di atas Upah Minimum Provinsi (UMP) tidak terlalu dirasakan, tetapi bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah, sangat merasakan kondisi harga yang cukup tinggi. Terjadinya inflasi tidak berdampak signfikan pada masyarakat yang berpenghasilan tinggi dan para pedagang yang menjual barang-barang elastis atau barang yang tahan lama dan tidak cepat rusak. Para pedagang bisa menyesuaikan kenaikan harga barang lainnya dengan harga barang yang dijual. Tingkat inflasi biasanya dihitung setiap bulan, sehingga capaian inflasi setiap tahun merupakan akumulasi dari inflasi setiap bulan. Sebagai gambaran inflasi setiap bulan pada tahun 2021 di Kabupaten Mamuju, (Badan Pusat Statistik Kabupaten Mamuju, 2. sebagai berikut: Tabel 1. Tingkat Inflasi Kabupaten Mamuju Bulan Januari Ae Desember tahun 2021 Bulan Tingkat Inflasi (%) Januari 1,43 Februari 1,12 Maret 0,36 April -0,21 Mei 1,36 Juni 0,35 Juli -0,46 Agustus -0,10 September -0,77 Oktober -0,07 November 0,33 Desember 1,00 Jumlah 4,39 Berdasarkan tabel 1, laju Inflasi tahun 2021 adalah 4,39% yang merupakan akumulasi dari laju inflasi dari bulan Januari sampai bulan Desember. Laju inflasi tertinggi pada bulan Januari, yakni 1,43%, kemudian tertinggi kedua pada bulan mei, yakni 1,36% dan tertinggi ketiga bulan Februari, yakni 1,12%. FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 698 Pengaruh inflasi terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Mamuju Muh. Taufik. Abdul Halim. Tri Frida Suryati Inflasi terendah selama tahun 2021, yakni pada bulan September sebesar -0,77%, terendah kedua yakni pada bulan Juli yakni sebesar -0,46% dan terendah ketiga pada bulan April sebesar -0,21% Salah satu Variabel yang dipengaruhi oleh laju inflasi yang terjadi adalah tingkat pengangguran. Pengangguran adalah orang yang sudah berusia 15-64 yang aktif mencari pekerjaan, tetapi belum mendapatkan pekerjaan. Tingkat Pengangguran adalah persentase Angkatan kerja yang belum mendapatkan pekerjaan (Raharja dan Manurung, 2008:. Tabel 2. Jumlah penduduk Usia 15 Tahun Keatas Kabupaten mamuju tahun 2021 berdasarkan Tingkat Pendidikan dan tingkat Pengangguran Tingkat Bekerja Pengang-guran Angkatan Tingkat Partisipasi Tingkat Pendidikan (Jiw. (Jiw. (Jiw. Kerja (Jiw. Angkatan Kerja (%) Pengangguran (%) SD>0 98,44 1,56 SMP 98,06 1,94 SMA 91,18 8,82 Sarjana 95,20 4,80 Jumlah 96,21 3,79 Tabel 2. Menunjukkan bahwa jumlah angkatan kerja di kabupaten Mamuju pada tahun 2021 Sebesar 150. 881 Jiwa terdiri dari 145. 158 jiwa yang bekerja atau tingkat partisipasi Angkatan kerja sebesar 96,21 % dan 5. 723 jiwa pengangguran atau 3,79%. Angkatan kerja terbesar pada tingkat Sekolah Dasar ke bawah sebesar 77. 521 Jiwa dengan tingkat pengangguran terendah, yakni hanya 1,56 %. Tingkat pengannguran terbesar adalah pada tingkat Pendidikan tamatan SMA dengan Angkatan kerja 37,271 jiwa dan yang menganggur sebesar 3. 287 Jiwa atau 8,82 %. Pengangguran intelektual atau jumlah sarjana yang menganggur cukup besar yakni sebanyak 885 jiwa atau 4,80%. Sebagaimana pada tabel 1 dan 2 belum menggambarkan pengaruh Inflasi terhadap tingkat pengangguran karena hanya menampilkan satu tahun. Untuk mengetahui tingkat pengaruhnya maka dapat dilihat pada empat tahun terakhir besaran tingkat inflasi dan tingkat pengangguran di Kabupaten Mamuju, sebagaimana dapat dilihat pada tabel 3 beriikut ini: Tabel 3. Tingkat Inflasi dan Tingkat Pengangguran tahun 2019-2022 di Kabupaten Mamuju Tahun Tingkat Inflasi (%) Tingkat Pengangguran (%) 1,43 4,01 1,78 2,61 4,39 3,80 4,85 3,06 Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui bahwa tren tingkat inflasi dan tingkat pengangguran di Kabupaten Mamuju berfluktuasi. Terjadi kenaikan dan penurunan pada setiap tahun. Jika dibandingkan year on year (Y on Y), pada tahun 2019 tingkat inflasi cukup rendah, yakni pada level terendah pada empat tahun terakhir sebesar 1,43 % tetapi tingkat pengangguran mencapai angka tertinggi pada empat tahun terakhir yakni 4,01 %. Pada tahun 2022 tingkat inflasi yang mencapai angka tertinggi pada empat tahun terakhir yakni 4,85 %. Angka terendah tingkat pengangguran pada empat tahun terakhir terjadi pada tahun 2020 yakni 2,61 %. Pada teori Supply dan Demand jika permintaan suatu barang dan jasa meningkat, maka produsen cenderung menaikkan harga sehingga produsen akan membutuhkan tenaga kerja untuk menambah kapasitas produksinya. Banyaknya permintaan barangpun akan memicu semangat kerja untuk meningkat produktivitas dan Kualitas barang yang dipasarkan. Pembangunan Ekonomi Pembangunan ekonomi merupakan salah satu proses yang dilakukan oleh pemerintah dengan tujuan untuk dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas masyarakat Indonesia. Pembangunan ekonomi suatu Negara dapat dapat dilihat dari beberapa indikator perekonomian. Salah satu diantaranya adalah tingkat pengangguran. Berdasarkan tingkat pengangguran dapat diliat kondisi suatu Negara, apakah perekonomianya berkembang atau lambat dan bahkan mengalami kemunduran. FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 699 Pengaruh inflasi terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Mamuju Muh. Taufik. Abdul Halim. Tri Frida Suryati Menurut (Todaro,2011:. bahwa pembangunan ekonomi adalah suatu proses yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan dan kemampuan ummat manusia dengan cara menaikkan standar kehidupan,harga diri dan kebebasan individu. Berikut ada tiga nilai dari pembangunan yaitu kecukupan . Kecukupan adalah barang dan layanan dasar seperti makanan,minuman,pakaian, dan tempat tinggal yang diperlukan untuk mendukung kehidupan manusia pada tingkat paling minimum. Harga diri . elf estee. Harga diri adalah peresaan berharga yang dinikmati suatu masyarakat jika sistem dan lembaga sosial, politik dan ekonominya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan seperti kehormatan, martabat, integritas dan kemandirian. Kebebasan (Freedo. Kebebasan adalah situasi yang menunjukkan bahwa suatu masyarakat memiliki alternatif utuk memuaskan keinginannya dan setiap orang dapat mengambil pilihan riil sesuai keinginan. Pembangunan ekonomi pada hakekatnya merupakan serangkaian usaha yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperluas kesempatan kerja dan mengarahkan pembangian pendapatan secara merata. pembangunan secara lebih luas dapat diartikan sebagai usaha untuk meningkatkan produktivitas sumber daya potensial yang dimiliki oleh suatu Negara. Baik sumber daya alam, sumber daya manusia, capital ataupun modal maupun sumber daya lainnya yang berupa teknologi, dengan tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan taraf hidup kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan (Todaro,2011:. Menurut Astuti dkk . pembangunan ekonomi selain menstabilkan kegiatan ekonomi juga menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tangguh serta menghindari masalah infalsi. Dalam pembangunan ekonomi Indonesia kesempatan kerja masih menjadi masalah utama. Hal ini timbul karena adanya kesenjangan atau ketimpangan dalam mendapatkanya. Pokok dari permasalahan ini bermula dari kesenjangan antara pertumbuhan jumlah angkatan kerja di satu pihak dan kemajuan berbagai sektor perekonomian dalam menyerap tenaga kerja dipihak lain. Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses perubahan kondisi perekonomian suatu Negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Perekonomian dikatakan mengalami suatu perubahan akan perkembangannya apabila tingkat kegaiatan ekonomi lebih tinggi dari pada yang dicapai pada masa sebelumnya (Nairizi, 2023:. Menurut Putong . dalam bukunya menyatakan yang dimaksut dengan pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan pendapatan nasional secara yang berarti . engan meningkatnya pendapatan perkapita. dalam suatu perioede perhitungan tertentu, adapun pertumbuhan ekonomi adalah pertambahan output . endapatan nasiona. yang disebabkan oleh pertambahan alami dari tingkat pertambahan penduduk dan tingkat tabungan. sedangkan menurut beberapa pakar ekonomi pembangunan, pertumbuhan ekonomi adalah merupakan istilah bagi Negara yang telah maju untuk menyebut keberhasilan pembangunannya, sementara itu untuk Negara yang sedang berkembang digunakan istilah pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah ekonomi dalam jangka panjang, pada kegiatan perekonomian yang sebenarnya pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan fisikal produksi barang dan jasa yang berlaku di suatu Negara, seperti pertambahan dan jumlah produksi barang industri, perkembangan infrastruktur, pertambahan jumlah sekolah, pertambahan produk jasa dan pertambahan produksi barang modal. Sejauh mana pertumbuhan ekonomi menunjukkan aktivitas perekonomian yang akan menghasilkan tambahan pendapatan masyarakat pada suatu periode tertentu. Pada dasarnya aktivitas perekonomian ialah suatu proses penggunaan faktor-faktor produksi untuk manghasilkan output, maka proses ini pada gilirannya akan menghasilkan suatu aliran balas jasa terhadap faktor produksi yang di miliki oleh masyarakat. Untuk mengetahui pengelolaan pertumbuhan ekonomi dibutuhkan pengetahuan tentang analisis perkembangan beberapa indikator makro ekonomi seperti pengangguran, tingkat inflasi, dan pertumbuhan penduduk (Azulaidin,2. Desrini & Andiny . Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu masalah jangka panjang yang harus dilakukan oleh setiap Negara. Dimana sangat diharapkan terjadinya pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. Setiap Negara mempunyai tujuan yang sama yaitu bagaimana cara untuk mempercepat pertumbuhan ekonominya. Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses kenaikan output perkapital yang harus menerus dalam jangka panjang. Pertumbuhan eonomi menjadi penyebab sehat tidaknya perekonomian suatu Negara, dan pertumbuhan ekonomi menjadi syarat mutlak untuk memajukan dan mensejahterahkan bangsa, apabila suatu Negara tidak dapat meningkatkan pertumbuhan FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 700 Pengaruh inflasi terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Mamuju Muh. Taufik. Abdul Halim. Tri Frida Suryati ekonominya maka akan menimbulkan masalah ekonomi dan sosial yang baru seperti tingginya tingkat kemiskinan yang terjadi. Menurut Asnidar . Suatu negara yang sedang berkembang seperti Indonesia sangat menginginkan pertumbuhan ekonomi yang stabil. Hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi yang stabil dapat mengatasi permasalahan dalam perekonomian seperti kemiskinan, inflasi, pengangguran, dan juga dapat meningkatkan kesejahteraan. Maka dari itu, dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi di suatu Negara akan dapat memberikan efek yang baik terhadap sektor-sektor lainya. Suatu Negara dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, maka masyarakat akan terbantu perekonomiannya, dengan begitu masyarakat akan menjadi lebih tertib dalam memenuhi kewajiban untuk melakukan pembayaran public. Dengan meningkatnya pembayaran publik, maka dapat dialokasikan untuk pembiayaan pembangunan Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi merupakan kebutuhan pokok suatu negara untuk mensejahterakan penduduknya. Menurut Nairizi . di Negara berkembang seperti Indonesia pertumbuhan ekonomi memiliki dua komponen penghambat yaitu SDM dan pengumpulan modal. SDM yang dimaksut adalah pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan angkatan kerja, sedangkan pengumpulan modal yang dimaksud adalah gaji local. selain itu, indinesia memiliki jumlah penduduk terbesar seempat di dunia. Jumlah penduduk Indonesia terus bertambah setiap tahunnya. Saat ini jumlah penduduk Indonesia 889 jiwa. Tingkat Inflasi Inflasi merupakan peristiwa ekonomi yang sering terjadi, yang tidak kita inginkan. Milton Friedman menyatakan bahwa inflasi ada di mana-mana, sebuah fenomena keuangan yang selalu mencerminkan pertumbuhan keuangan, berlebihan dan tidak stabil (Dornbusch. Fischer. Kenaikan Inflasi yang terjadi secara umum berdampak negatif terhadap kegiatan biaya sedangkan dengan meningkatnya investasi akan mendorong kegiatan perekonomian, produk dalam negeri, investasi produktif dan aktivitas ekonomi. Putong . inflasi adalah naiknya harga-harga komoditi secara umum yang disebabkan oleh tidak sinkronnya antara program pengadaan komoditi . roduksi, penentuan harga, pencetakan uang, dan sebagainy. dengan tingkat pendapatan yang dimiliki oleh masyarakat. Menurut putong . Inflasi adalah proses kenaikan harga-harga umum secara terus-menerut. Sedangkan kebalikan dari inflasi adalah deflasi, yaitu penurunan harga secara terus-menerus, akibatnya daya beli masyarakat bertambah besar, sehingga pada tahap awal barang-barang menjadi langka, akan tetapi pada tahap berikutnya jumlah barang akan semakin banyak karena semakin berkurangnya daya beli masyarakat, sedangkan lawan kata dari inflasi adalah deflasi, yaitu manakala harga-harga secara umum turun pada periode sebelumnya . ilai inflasi minu. Akibat dari inflasi secara umum adalah menurunya daya beli masyarakat karena secara riel tingkat pendapatanya juga menurun. Jadi misalkan besarnya inflasi pada tahun yan bersangkutan naik sebesar 5%, sementara pendapatan tetap, maka itu berarti secara riel pendapatan mengalami penurunan sebesar 5% yang akibatnya secara relatif akan menurun daya beli sebesar 5%. Menurut Putong . inflasi umumnya memberikan dampak yang kurang menguntungkan dalam perekonomian, akan tetapi sebagaimana dalam salah satu prinsip ekonomi bahwa dalam jangka pendek atau trade off antara inflasi dan pengangguran menunjukkan bahwa inflasi dapat menurunkan tingkat pengangguran, atau inflasi dapat dijadikan salah satu cara untuk menyeimbangkan perekonomian Negara, ada beberapa dampak inflasi terhadap perekonomian diantaranya adalah: Bila harga barang secara umum naik terus menerus maka masyarakat akan panik sehingga masyarakat akan terlalu banyak mengeluarkan uang untuk membeli barang. Masyarakat cenderung menarik uang mereka di bank untuk membeli barang sehingga bank akan kekurangan dana yang dapat menyebabkan bangkrutnya bank atau rendahnya dana investasi yang Produsen cenderung memanfaatkan kesempatan dengan menaikkan harga untuk memperbesar keuntungan dengan cara mempermainkan harga di pasaran, sehingga harga akan terus naik. Distribusi barang relatif tidak adil karena adanya penumpukan dan konsentrasi produk pada daerah yang masyarakatnya dekat dengan sumber produksi dan dekat dengan masyarakat yang memiliki uang banyak. Bila inflasi berkelanjutan maka produsen banyak yang akan bangkrut karena produknya relatif akan semakin mahal sehingga tidak ada yang mampu untuk membeli. FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 701 Pengaruh inflasi terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Mamuju Muh. Taufik. Abdul Halim. Tri Frida Suryati Jurang antara kemiskinan dan kekayaan masyarakat semakin nyata yang mengarah pada sentiment dan kecemburuan ekonomi yang dapat berakhir pada penjarahan dan perampasan. Dampak positif dari inflasi adalah bagi pengusaha barang-barang mewah . igt en. yang mana barangnya lebih laku pada saat harganya semakin tinggi . asalah prestis. Masyarakat akan semakin selektif dalam mengkonsumsi produksi akan diusahakan seefisien mungkin dan konsumtifisme dapat ditekan. Inflasi yang berkelanjunya dapat menumbuhkan industri kecil dalam negeri menjadi semakin dipercaya dan tangguh. Tingkat pengangguran cenderung akan menurun karena masyarakat akan bergerak untuk melakukan kegiatan produksi cara mendirikan atau membuka usaha. Pengangguran Pengangguran adalah suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja . abor forc. tidak memiliki pekerjaan dan secara aktif sedang mencari pekerjaan. Seseorang yang tidak bekerja, tetapi tidak secara aktif mencari pekerjaan tidak dapat digolongkan sebagai pengangguran (Nanga,2005:. Menurut Sri dkk . Pengangguran merupakan suatu masalah yang sering oleh suatu daerah, khususnya di Negara Indonesia sendiri. tingkat pengangguran merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur kemajuan sebuah daerah, arti tingkat pengangguran yang semakin tinggi dapat menunjukkan kondisi perekonomian yang semakin buruk. Pengangguran yang tinggi juga dapat menghambat pembangunan jangka panjang pagi daerah tersebut, dan hal yang paling memprihatinkan akan menjadi beban masalah keluarga karena berakibat kemiskinan sehingga mendorong tingkat kriminalitas yang tinggi dalam inflasi. Menurut Sukirno . Pengangguran adalah ketidak mampuan angkatan kerja untuk memperoleh pekerjaan sesuai dengan yang mereka butuhkan atau mereka inginkan. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengangguran dalah suatu keadaan dimana seseorang yang sudah tergolong abgkatan kerja yang belum mendapatkan pekerjaan dan sedang berusaha mencari pekerjaan. Putong . yang dimaksut dengan pengangguran atau orang yang menganggur adalah mereka yang tidak mempunyai pekerjaan dan sedang aktif mencari pekerjaan. Adapun kategori orang menganggur biasanya adalah mereka yang tidak memiliki pekerjaan pada usia kerja dan masanya kerja. Usia kerja biasanya adalah usia yang tidak dalam masa sekolah tapi diatas usia anak-anak . elative di atas 6-8 tahun, yaitu masa pendidikan dari sekolah dasar-tamat sekolah menengah ata. sedangkan di atas usia 18 tahun namun masih sekolah dapatlah dikategorikan pengangguran, meski untuk hal ini masih banyak yang Hasliani dkk . Pengangguran adalah penduduk yang telah masuk dalam angkatan kerja tetapi tidak memiliki pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, serta sudah memiliki pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. Meningkatnya pengangguran dapat membuat pertumbuhan ekonomi menurun karena daya beli masyarakat turun, sehingga mengakibatkan kelesuan bagi pengusaha untuk dapat ber-investasi agar kedepanya lebih mempermudah dalam melakukan usaha. METODE Jenis dan Sumber Data Jenis Data Adapun jenis data dan sumber data yang digunakan yakni sebagai berikut: Data Kuantitatif, yakni metode penelitian dengan menggunakan bahan pengujian kuantitatif atau bentuk informasi lainnya dapat di kuantitatif dan diolah dengan menggunakan teknik statistik. Data kuantitatif adalah berupa angka seperti data tingkat inflasi dan data tingkat pengangguran. Data Kualitatif adalah data dalam bentuk uraian seperti profil obyek penelitian atau beberapa data dalam bentuk penjelasan. Sumber Data Sumber data adalah menggunakan data yang sudah tersedia pada instansi yang terkait dengan penelitian yang dikenal dengan nama data sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara . ihasilkan oleh pihak lai. atau digunakan oleh lembaga lainnya yang bukan merupakan pengelolanya tetapi dapat dimanfaatkan oleh penelitian tertentu (Sugiyono, 2014:. Peneliti akan mengambil data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik. Data yang FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 702 Pengaruh inflasi terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Mamuju Muh. Taufik. Abdul Halim. Tri Frida Suryati digunakan dalam penelitian ini yaitu data time series dari tahun 2013-2022 di Kabupaten Mamuju, data yang diperlukan data Tingkat Pengangguran yang ada di Kabupaten Mamuju dari tahun 2013-2022. Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan data yang bersumber dari data skunder, data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), dan instansi yang terkait dengan Tingkat Inflasi terhadap Tingkat Pengangguran yang ada di Kabupaten Mamuju. Analisis Data Berdasarkan masalah dan tujuan dari penelitian ini maka metode yang akan digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: Uji Regresi Linear Sederhana Penelitian ini menggunakan metode Uji Regresi Linear Berganda Untuk menguji kebenaran hipotesis penelitian, peneliti menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan bantuan program komputerisasi SPSS (Statistical Product and Service Solutio. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menghitung besarnya pengaruh secara kuantitatif dari suatu perubahan kejadian . ariabel X) terhadap kejadian lainnya . ariabel Y). menurut Sugiyono . persamaan regrasi linier berganda yang ditetapkan adalah sebagai berikut : Y = a bx e Dimana: = Tingkat Inflasi = Konstanta = Koefesien Regresi = Tingkat Pengangguran = error Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Uji t (Uji Parsia. Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel bebasnya secara sendiri-sendiri berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikatnya. Dengan ketentuan : jika thitung> ttabel, maka dapat dikatakan signifikan yaitu terdapat pengaruh antara variabel bebas yang diteliti dengan variabel terikatnya. Sebaliknya jika thitung< ttabel, maka dapat dikatakan tidak Uji Korelasi dan Bentuknya Uji korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan di antara dua variabel, dan jika ada hubungan,bagaimana arah hubungan tersebut. Keeratan hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain biasa disebut dengan Koefisien Korelasi,Menurut Suparto . yang ditandai dengan AurAu. Adapun rumus AurAy adalah : yaya = Oc yeoyeo . cA Oc yeoya yeoA) Dimana: rxy = Korelasi antara variabel x dan y i x = (Xi-ycU) i y = (Yi-ycU) Keterangan: : Pasangan data X atau Y Ocx : Jumlah dari bnetuk variabel X Ocy : Jumlah denan variabel Y Ocx2 : kuadrat dengan jumlah pada variabel X Ocy2 : kuadrat dengan jumlah pada variabel Y Ocxy : Hasil dari perkalaian dan jumlah Bentuk-Bentuk Hubungan Korelasi Korelasi Linear Positif ( . FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 703 Pengaruh inflasi terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Mamuju Muh. Taufik. Abdul Halim. Tri Frida Suryati Perubahan nilai variabel diikuti perubahan nilai variabel yang lainnya secara teratur dengan arah yang sama. Jika nilai variabel X mengalami kenaikan, maka variabel Y juga ikut naik. Jika nilai variabel X mengalami penurunan, maka variabel Y pun itut turun. Jika nilai koefisien mendekati 1 . ositif sat. berarti paasangan data variabel X dan Y mempunyai korelasi linear positif yang kuat. Korelasi Linear Negatif (-. Perubahan nilai variabel diikuti perubahan nilai variabel yang lainnya secara teratur tetapi dengan arah yang berlawanan. Jika nilai variabel X mengalami kenaikan, maka variabel Y akan turun. Jika nilai variabel X turun, maka nilai variabel Y mengalami kenaikan. Apabila nilai koefisien korelasi mendekati -1 maka ini menunjukkan pasangan data variabel X dan Variabel Y mempunyai korelasi linear negatif yang kuat/erat. Tidak Berkorelasi . Kenaikan nilai variabel yang satunya terkadang diikuti dengan penurunan variabel yang lainya atau terkadang iikuti dengan kenaikan variabel yang lainya. Arah hubunganya tidak teratur, searah dan terkadang berlawanan. Apabila nilai koefisien mendekati 0 . berarti pasangan data variabel X dan Y mempunyai korelasi yang sangat lemah atau berkemungkinan tidak berkorelasi. Menurut Sujarweni . Aukeeratan hubungan atau koefisien korelasi antar variabel, dapat dikelompokkan berdasarkan tabel berikut: Tabel 4. Kriteria Koefisien Korelasi Nilai R Korelasi 29 Sangat Lemah 49 Lemah 69 Cukup 79 Kuat 00 Sangat Kuat HASIL DAN PEMBAHASAN Uji t/Uji Parsial Untuk menjawab hipotesis pertama bahwa Inflasi berpengaruh negatif dan signifikan adalah dengan menggunakan uji t. tinggal dibandingkan antara hasil t hitung dengan t tabel. T hitung sudah diketahui hasilnya yakni -1,640, maka t tabel perlu dicari berdasarkan daftar t tabel yang ada. Untuk menghitung nilai t tabel dapat menggunakan rumus: t tabel = e/2 . n-k-1 = 0,05/2. 10-1-1 = 0,025. = 2,30600 Berdasarkan hasil perhitungan t tabel diperoleh 2,30600. Sebagai mana asumsi yang dibangun bahwa jika t hitung > t tabel maka dapat dinyatakan bahwa pengaruh Inflasi terhadap Pengangguran signifikan, dan sebaliknya jika t hitung < t tabel dinyatakan pengaruhnya tidak signifikan. Jadi hasil yang diperoleh setelah dibandingkan antara t hitung dan t tabel adalah -1,640 < 2,306 antinya bahwa pengaruh tingkat inflasi terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Mamuju tidak signifikan. Berarti hipotesis Uji Korelasi dan Determinasi Untuk menjawab hipotesis kedua, maka dengan menggunakan aplikasi SPSS dapat diketahui sebagai berikut: Tabel 6. Hasil Korelasi dan Determinasi Model Summaryb R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi 704 Pengaruh inflasi terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Mamuju Muh. Taufik. Abdul Halim. Tri Frida Suryati Berdasarkan tabel 6 dapat diuraikan bahwa Korelasi (R) atau tingkat hubungan antara Inflasi dan tingkat Pengangguran. Nilai 0,502 dapat dijelaskan bahwa korelasinya cukup berdasarkan standar ukuran korelasi pada tabel 5. Sedangkan tingkat pengangaruh Inflasi terhadap tingkat pengangguran adalah 0,158. Artinya bahwa pengaruh inflasi terhadap pengangguran hanya 15,8%. Artinya banyak variabel yang mempengaruhi pengangguran. Dapat disimpulkan bahwa kontribusi inflasi terhadap pengangguran sebesar 15,8%, dan pengaruh variabel lain 84,2%. Berarti hipotesis kedua ditolak karena korelasinya cukup, tidak kuat. Hasil penelitian tentang pengaruh Inflasi terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Mamuju sesuai dengan apa yang di kemukakan oleh Philips . tentang hubungan terbalik antara kedua variabel tersebut yakni jika inflasi tinggi maka tingkat pengangguran akan rendah, begitu pula sebaliknya jika inflasi rendah, maka pengangguran akan tinggi. Data yang dianalisis dalam jangka waktu 10 tahun menunjukkan bahwa tingkat inflasi di Kabupaten Mamuju berbanding terbalik dengan tingkat Pengangguran. Walaupun harga barang di Kota Mamuju cukup mahal jika dibandingkan dengan daerah lain, tetapi penyerapan tenaga kerja juga tinggi sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran. Hanya saja hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh inflasi tidak signifikan walaupun sudah sesuai teori yang ada. Berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Suharto dkk . di Kalimantan Timur bahwa hasil penelitian mereka tidak sesuai teori karena tingkat inflasi berbanding lurus dengan tingkat pengangguran berpengaruh positif, sedangkan hasil penelitian saya sudah sesuai teori yakni berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan. Hal baru yang saya temukan pada penelitian ini bahwa ternyata harga barang dan jasa yang tinggi tidak selamanya negatif. Ternyata harga yang mahal akan memicu semangat kewirausahaan yang akan memunculkan ide kreatif yang berdampak pada penyerapan tenaga kerja sehingga pengangguran bisa Hal lain yang ditemukan pada penelitian ini bahwa kebijakan pemerintah pusat sampai kepada pemerintah daerah mampu mengontrol tingkat inflasi dan tingkat pengangguran, terbukti bahwa angka inflasi dan pengangguran bisa ditekan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa selama kepemimpinan presiden Joko Widodo tingkat inflasi cukup rendah tetapi tingkat pengangguran cukup tinggi yakni sekitar 2-3%. Menurut peneliti tidak ada masalah harga barang dan jasa mahal tetapi masyarakat memiliki kemampuan untuk membeli barang ketimbang harga murah tetapi tidak ada uang untuk membeli barang. Kebijakan pemerintah yang berusaha menekan laju inflasi bisa dimaklumi karena tingkat pengangguran cukup tinggi akibat pandemic covid 19. Tentu penduduk yang menganggur akan merasa sulit jika harga tinggi, tetapi perlu juga dipahami bahwa para pengusaha juga akan mengalami kerugian jika harga barang dan jasa mereka jual murah. SIMPULAN Hasil penelitian tentang pengaruh Inflasi terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Mamuju dapat ditarik kesimpulan: Terbukti bahwa inflasi berpengaruh negatif terhadap tingkat pengangguran, hanya saja pengaruhnya tidak signifikan. Ini menandakan bahwa ada variabel lain yang signifikan pengaruhnya terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Mamuju. Tingkat keeratan hubungan antara inflasi dan pengangguran cukup kuat. Hasil isi sinkron dengan kesimpulan pertama bahwa ada pengaruh tetapi tidak signifikan. DAFTAR PUSTAKA