Jurnal Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 2. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 29-43 Kombinasi Tepung Daun Kelor dalam Pakan terhadap Kecernaan Pakan. Ketahanan Stress. Pertumbuhan dan Sintasan Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticu. Rasdi1*. Istyqamah Muslimin1. Nurfadilah2. Ummi Kalsum3 Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Fakultas Teknologi dan Bisnis. Institut Teknologi & Bisnis Nobel Indonesia. Makassar. Sulawesi Selatan. Indonesia 90221 Program Studi Akuakultur. Fakultas Perikanan. Universitas Cokrominoto. Makassar. Sulawei Selatan. Indonesia 90245 Program Studi Manajemen. Fakultas Teknologi dan Bisnis. Institut Teknologi & Bisnis Nobel Indonesia. Makassar. Sulawesi Selatan. Indonesia 90221 INFO NASKAH Kata Kunci: Larva ikan nila, ekstrak daun kelor, probiotik, kecernaan pakan, pertumbuhan dan sintasan. Ketahanan stress Diterima : 19 September 2023 Disetujui : 24 November 2023 ABSTRAK Penyediaan benih ikan nila yang berkualitas di sulawesi selatan banyak mengalami masalah khususnya masalah sintasan pada fase larva yang rendah. Penyediaan benih ikan nila yang berkualitas di sulawesi selatan banyak mengalami masalah khususnya masalah sintasan pada fase larva yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penambahan daun kelor dan probiotik terhadap kecernaan pakan, pertumbuhan dan sintasan larva ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan di pada bulan juli sampai agustus 2023 di UMK. Widya Aquatic. Kota Makassar. Larva ikan nila berumur 3 hari di tebar kedalam wadah penelitian berkapasitas 40L dengan kepadatan 100 ekor/wadah dan dipelihara selama 40 hari. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu dosis ekstrak daun kelor 0%. 2%, 4%, 6% dan 8% ditambah 6 mL probiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun kelor 6% berpengaruh nyata (P<0,. terhadap kecernaan pakan, pertumbuhan, sintasan dan ketahanan stres larva ikan Oleh karena itu peneltiian ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun kelor dengan dosis 6% merupakan yang terbaik dalam meningkatkan produksi benih ikan nila. Jl. Sultan Alauddin No. Makassar. Sulawesi Selatan, 90245. Telepon: 62411 448-485 Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia. Makassar. *Email: rasdinobel77@gmail. Combination of Moringa Leaf Flour and Probiotics in Feed On Food Digestibility. Stress Resistance. Growth and Survival of Tila Fish Larva (Oreochromis niloticu. Rasdi1*. Istyqamah Muslimin2. Nurfadilah3. Ummi Kalsum4 Fishery Products Technology Study Program. Faculty of Technology and Business. Indonesian Nobel Institute of Technology & Business. Makassar. South Sulawesi. Indonesia 90221 Fishery Products Technology Study Program. Faculty of Technology and Business. Indonesian Nobel Institute of Technology & Business. Makassar. South Sulawesi. Indonesia 90221 Aquaculture Study Program. Faculty of Fisheries. Cokrominoto University. Makassar. South Sulawi. Indonesia 90245 Management Study Program. Faculty of Technology and Business. Nobel Indonesian Institute of Technology & Business. Makassar. South Sulawesi. Indonesia 90221 ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords The provision of quality tilapia fry in South Sulawesi has experienced many problems, especially the low survival rate at the larval stage. The provision of quality tilapia seeds in South Sulawesi has experienced many problems, especially the low survival rate at the larval This study aims to evaluate the addition of Moringa leaves and probiotics on feed digestibility, growth and survival of tilapia larvae. This research was conducted from July to August 2023 at UMK. Widya Aquatic. Makassar City. Three day old tilapia larvae were stocked into research containers with a capacity of 40L at a density of 100 fish/container and kept for 40 days. This study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments, namely doses of Moringa leaf extract of 0%. , 2%, 4%, 6% and 8% plus 6 mL of The results showed that the combination of 6% Moringa leaf extract 6 mL probiotics had a significant effect (P<0. on feed digestibility, growth, survival and stress resistance of tilapia larvae. Therefore, this research shows that a combined dose of Moringa leaf extract and 6% probiotics is the best in increasing tilapia seed production. Tilapia larvae. Moringa leaf survival, stress resistance Jl. Sultan Alauddin No. Makassar. Sulawesi Selatan, 90245. Telepon: 62411 448-485 Hak Cipta milik Jurnal Intek Akuakultur Attribution-NonCommercial 4. 0 International Jurnal Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 2. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 29-43 Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia. Makassar. *Email: rasdinobel77@gmail. PENDAHULUAN Salah satu komoditi budidaya yang populer di Indonesia yaitu Ikan nila (O. (Saleh et al. Ikan nila merupakan salah satu komoditi budidaya air tawar yang bernilai ekonomis tinggi serta memiliki prospek komersial menjanjikan dan banyak dikembangkan oleh masyarakat di Sulawesi Selatan (Saleh et al. 2019 : Oktari et al. Permintaan ikan nila dari tahun ke tahun semakin meningkat namun terkendala pada ketersediaan benih karena rendahnya sintasan benih, khususnya pada fase larva (Suyanto et al. Fase larva dan benih merupakan masa paling kritis dalam siklus hidup ikan. Masa kritis ditandai dengan tingginya angka kematian . dan tingginya serangan penyakit (Suyanto et al. Upaya yang sering dilakukan untuk mengendalikan penyakit yaitu pemberian antibiotik. Penggunaan antibiotik sintetik dengan jumlah besar kurang efisien karena akan menimbulkan resistensi terhadap mikroorganisme lainnya dan meningkatnya jenis mikroorganisme yang resisten terhadap antibiotik dan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan (Kaleo et al. Fitofarmaka merupakan salah satu alternatif untuk pengobatan ikan yang terinfestasi mikroorganisme (Abdushamad et al. Daun kelor merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai fitofarmaka dan memiliki khasiat obat alami dengan senyawa metabolit sekunder (Abdushamad et al. Kandungan bioaktif daun kelor adalah flavonoid, fenolat, tanin, alkaloid, vitamin C dan saponin (Helmiati et al. 2020 : Herlina & Tania, 2. Dengan kandungan daun kelor tersebut maka dapat digunakan sebagai antioksidan dan antibakteri dalam pemeliharaan ikan (Yunita et al. Flavonoid memiliki peran sebagai antioksidan dan mampu menghentikan reaksi berantai radikal bebas, sedangkan saponin berfungsi sebagai agen imunostimulan (Subryana at al. Dengan kandungan senyawa-senyawa tersebut menjadikan daun kelor memiliki potensi sebagai antibiotik alami (Shourbela et al. Dalam penelitian sebelumnya menunjukan bahwa penambahan ekstrak daun kelor dapan meningkatkan imunitas udang galah (Macrobranchium rosenbergi. (Kaleo et al. udang vaname (Penaeus vanname. (Akbary et al. , ikan nila (Oreochromis niloticu. (Gawad et al. Ikan rainbow trout (Oncorhyncus mykis. (Labh, 2. , ikan mas (Ctenopharyngodon idell. (Faheem et al. Selain itu daun kelor dapat dijadikan sebagai sumber protein nabati yang dapat digunakan dalam komposisi pakan ikan (Muliani et al. 2019 : Ajo et al. , daun kering mengandung protein kasar sebesar 32,22% , lemak 5,2%, kalsium 21,85 (Garcya-Beltryn et al. Akan tetapi memiliki kandungan serat kasar yang cukup tinggi yaitu 11,60% (Helmiati et al. sehingga dapat menurunkan kecernaan dari pakan tersebut. Pemanfaatan probiotik dalam meningkatkan kecernaan pakan buatan pada ikan telah dibuktikan oleh beberapa peneliti sebelumnya (Maas et al. 2021 : Das et al. Pemberian probiotik pada penelitian ini berfungsi sebagai bahan predigest pakan sehingga kandungan serat kasar dan senyawa kompleks lainnya dapat disederhanakan sehingga kecernaannya meningkat dan lebih mudah diserap oleh larva yang memiliki organ pencernaan belum sempurna. Fase larva merupakan fase kritis dalam pembeihan ikan nila sehingga memerlukan perlakuan-perlakuan khusus dalam peyediaan pakannya. Penambahan ekstrak daun kelor dalam pakan larva ikan nila belum pernah di lakukan sehingga penelitian efektivitas dari daun kelor terhadap pertumbuhan dan sintasan larva ikan nila dianggapm perlu untuk dilakukan. Hak Cipta milik Jurnal Intek Akuakultur Attribution-NonCommercial 4. 0 International Jurnal Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 2. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 29-43 BAHAN DAN METODE Alat. Bahan dan Hewan Uji Alat yang dgunakan pada penelitian ini yaitu baskom plastic berukuran 40L, akan diisi air media sebanyak 30L. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu daun kelor yang dikeringkan terlebih dahulu dibawah sinar matahari selama 1-2 hari lalu ditepungkan menggunakan blender kemudian disaring dengan ayakan tepung (Prayitno & Riyadi, 2. probiotik komersil Probio-7 yang mengandung kultur campuran dari mikroorganisme fermentasi dan sintetik, terdiri dari bakteri asam laktat dan bakteri fotosintetik dan pakan komersial larva yang di produksi oleh PT. Matahari Sakti dengan merk Prima Feed yang terdiri dari beberapa ukuran yaitu PF 100 pada umur 3-7 hari. PF 200 pada umur 7-14 hari. PF 500 pada umur 15-21 hari dan PF 800 pada umur 22-30 hari. Penggunaan pakan terdiri dari beberapa ukuran karena disesuaikan dengan ukuran bukaan mulut larva (Prayitno & Riyadi, 2. Kemudian Hewan uji yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu larva ikan nila berumur 3 hari yang akan dipelihara selama 30 hari. Larva tersebut diperoleh dari UMK. Widya Aquatic. Prosedur Penelitian Persiapan wadah pemeliharaan Wadah pemeliharaan yang digunakan dalam dalam penelitian ini yaitu baskom plastik dengan kapasitas 45 Liter. Sebelum digunakan terlebih dahulu di strerilisasi dengan menggunakan detergen dan didiamkan selama 24 jam sampai kering dan bau detergen Selanjutnya diisi air dengan volume 30 liter sebagai media pemeliharaan dan dilengkapi dengan aerasi setiap baskom serta di beri label berdasarkan hasil acakan. Persiapan hewan Uji Ikan yang digunakan sebagai hewan uji dalam penelitian ini yaitu larva ikan nila yang berukuran 0,6 cm. Benih yang digunakan sebanyak 300 ekor/baskom. sebelum ditebar ikan terlebih dahulu di aklimatisasi selama 15 menit. Pengukuran panjang dan bobot Pengukuran panjang hewan uji dilakukan secara satu-persatu dengan menggunakan mistar dan dicatat hasilnya. Benih yang telah diukur dimasukkan kembali kedalam baskom. Selanjutnya pengukuran biomassa ikan dilakukan dengan menimbang bobot larva. Pengukuran panjang dan bobot ikan dilakukan setiap 7 hari. Persiapan pakan uji Pakan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pakan komersil dengan merk Prima Feed yang disesuaikan dengan bukaan mulut larva ikan nila. Ekstrak daun kelor yang digunkaan yaitu ekstrak daun kelor yang sudah di komersialkan. Kemudian probiotik yang digunakan yaitu jenis probiotik yang cukup populer di gunakan yaitu probiotik dengan merk Probio-7 yang mengandung mikroorganisme fermentasi dan sintetik terdiri dari bakteri asam laktak dan bakteri fotosintetik. Formulasi pencampuran pakan dan ekstrak daun kelor sebagai berikut: Perlakuan A = Tepung daun kelor 0 % 6 mL probiotik Cr2O3 0,70% tepung tapioka 2% air sebagai pengencer 10-20% . Perlakuan B = Tepung daun kelor 2 % 6 mL probiotik Cr2O3 0,70% tepung tapioka 2% air sebagai pengencer 10-20% Hak Cipta milik Jurnal Intek Akuakultur Attribution-NonCommercial 4. 0 International Jurnal Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 2. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 29-43 Perlakuan C = Tepung daun kelor 4 % 6 mL probiotik Cr2O3 0,70% tepung tapioka 2% air sebagai pengencer 10-20% Perlakuan D = Tepung daun kelor 6 % 6 mL probiotik Cr2O3 0,70% tepung tapioka 2% air sebagai pengencer 10-20% Perlakuan E = Tepung daun kelor 8 % 6 mL probiotik Cr2O3 0,70% tepung tapioka 2% air sebagai pengencer 10-20% Penambahan tepung tapioka 2% berfungsi sebagai perekat antara pakan dan ekstrak daun kelor (Danaparamita et al. , 2. Setelah itu pakan dikeringkan 2-4 jam dibawah sinar matahari hingga lapisan tepung mengering. Pemberian Pakan Pemberian pakan selama penelitian dilakukan 3 kali dalam sehari yaitu pada pukul 00, 13. 00 dan 17. 00 WITA. Pakan diberikan 5% dari bobot ikan. Rancangan Penelitian Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Aspek yang diteliti adalah pengaruh penambahan daun kelor dan probiotik 6 mL/kg pakan kedalam pakan larva ikan nila dengan 5 perlakuan 3 ulangan, sehingga dalam penelitian ini terdapat 15 satuan percobaan. Perlakuan A = Tepung daun kelor 0 % 6 mL probiotik/kg pakan. Perlakuan B = Tepung daun kelor 2 % 6 mL probiotik/kg pakan. Perlakuan C = Tepung daun kelor 4 % 6 mL probiotik/kg pakan. Perlakuan D = Tepung daun kelor 6 % 6 mL probiotik/kg pakan. Perlakuan E = Tepung daun kelor 8 % 6 mL probiotik/kg pakan. Pengukuran Peubah Beberapa parameter peubah yang akan diamati dalam penalitian ini yaitu kecernaan pakan, ketahanan stress, pertumbuhan dan sintasan larva ikan nila. Sebagai data penunjang akan dilakukan pengukuran parameter kualitas air meliputi suhu, pH, amoniak dan DO. Kecernaan Pakan Pakan uji ditambahkan kromium oksida (Cr2O. sebagai indikator sebanyak 0,70% (Takeuchi, 1. Koefisien kecernaan (AD) total pakan . ahan kerin. (DM), protein kasar (CP), dan lemak (L) dihitung berdasarkan rumus (Takeuchi, 1988. Hardy, 1. AD (%) = 100 x . Oe ( ycAyccycu yayce ycAyceycu yaycc ADC Bahan Kering (%) = 100 x [( Dimana: ADC Md dan Mf Ad dan Af ycAycc ycAyce : Koefisien Kecernaan (%) : Koefisien Kecernaan bahan kering (%) : Konsentrasi indikator Cr2O3 (% bobot kerin. dalam pakan dan feses : Konsentrasi nutrient (% bobot kerin. dalam pakan dan feses Tingkat Konsumsi Pakan Tingkat konsumsi pakan harian dihitung dengan menggunakan rumus (Pereira et al. sebagai berikut: TKP=F1 Ae F2 Hak Cipta milik Jurnal Intek Akuakultur Attribution-NonCommercial 4. 0 International Jurnal Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 2. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 29-43 Keterangan: TKP : Konsumsi pakan . :Jumlah pakan awal . :Jumlah pakan akhir . Rasio Konversi Pakan (FCR) Rasio konversi pakan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Ardina et al. , 2. ya Rasio Konversi Pakan (FCR) = . aA yaA )OeyaA yc yco Keterangan: FCR : Rasio Konversi Pakan : Jumlah pakan yang diberikan selama pemeliharaan . : Biomassa ikan pada akhir pemeliharaan . : Biomassa ikan yang mati saat pemeliharaan . : Biomassa ikan saat awal pemeliharaan . Pertumbuhan Berat Mutlak Pertumbuhan berat mutlak dihitung menggunakan rumus berikut: W = Wt Ae Wo Keterangan: W = pertumbuhan berat mutlak rata-rata . Wt = berat rata-rata benih Ikan Nila di akhir pemeliharaan . Wo = berat rata-rata benih Ikan Nila di awal pemeliharaan . Pertumbuhan Panjang Mutlak Pertumbuhan panjang mutlak dihitung menggunakan rumus berikut: L = Lt Ae Lo Keterangan: L = pertumbuhan panjang mutlak rata-rata . Lt = panjang rata-rata benih Ikan Nila di akhir pemeliharaan . Lo = panjang rata-rata benih Ikan Nila di awal pemeliharaan . Tingkat Kelangsungan Hidup (SR) Survival rate dinyatakan sebagai persentasi dari semua benih ikan nila yang hidup selama pemeliharaan. Survival rate dihitung berdasarkan rumus (Suminto dan Diana . , adalah sebagai berikut : SR = ycAyc ycA0 ycU 100 Keterangan: Hak Cipta milik Jurnal Intek Akuakultur Attribution-NonCommercial 4. 0 International Jurnal Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 2. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 29-43 SR = tingkat kelangsungan hidup benih Ikan Nila (%) Nt = jumlah akhir benih Ikan Nila yang hidup . N0 = jumlah awal penebaran benih Ikan Nila . Ketahanan Stres Uji ketahanan stress salinitas pada larva ikan dapat diukur dengan rumus indeks stress komulatif menurut Ress et al, 1994: CSI = D5 D10 D15 A Dt Keterangan : CSI = Indeks Stres . Kumulatif D5,10,15,20,A = Jumlah larva ikan nila yang stress/mati waktu t menit Analisis Data Data yang diperoleh akan dianalisis dengan Analisis Ragam (ANOVA). Data yang berpengaruh nyata (P<0,. akan dilanjutkan dengan uji lanjut W-Tuckey. Sedangkan data kualitas air akan dianalisis secara deskriptif berdasarkan kelayakan hidup larva ikan nila. HASIL Analisis Proksimat Hasil analisis proksimat pakan perlakuan dapat dilihat pada Tabel 1 berikut: Tabel 1. Analisis proksimat pakan uji dengan penambahan tepung daun kelor pada pakan Perlakuan Protein Lemak Kasar BETN Abu 12A0,56b 5,360,21a 4,35A0,34a 39,02A0,23a 11,71A0,32a 40,32A0,96b 5,33A0,25a 4,2A0,21a 38,9A0,25a 11,25A0,84a 40,77A0,49ab 4,87A0,15ab 4,21A0,39a 38,62A0,14ab 11,53A0,33a 41,7A0,06ab 4,54A0,32b 4,44A0,28a 37,64A0,36bc 11,67A0,22a 41,74A0,06a 4,58A0,07b 4,15A0,04a 38,190,15c 11,33A0,01a Keterangan : Huruf superscript yang berbeda mengindikasikan perbedaan yang nyata antara kombinasi perlakuan pada taraf kepercayaan 95% (P<0,. Berdasarkan tabel 1, menunjukkan bahwa kandungan nutrisi pakan uji terdapat perbedaan berdasarkan perlakuan. Kandungan protein pada perlakuan E merupakan yang tertinggi namun tidak berbeda nyata dengan C dan D, sedangkan protein terendah diperoleh pada perlakuan A dan B namun berbeda nyata dengan perlakuan C. D dan E. Kandungan lemak tertinggi diperoleh pada perlakuan A. B dan C namun berbeda nyata dengan perlakuan D dan E, sedangkan lemak terendah diperoleh pada perlakuan D dan berbeda nyata dengan perlakuan A dan B. Penambahan ektrak daun kelor berpotensi untuk meningkatkan kandungan protein pakan krena daun kelor Daun kelor merupakan salah satu sumber protein nabati yang mengandung protein sebesar 30,3% dan mempunyai 19 macam asam amino, vitamin B. K, beta karoten (Helmiati S. et al. , 2. Hak Cipta milik Jurnal Intek Akuakultur Attribution-NonCommercial 4. 0 International Jurnal Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 2. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 29-43 Kecernaan Pakan Kecernaan Total Kecernaan total pakan rata-rata larva ikan nila (Oreochromis niloticu. yang diberi pakan perlakuan dapat dilihat pada Tabel 2 berikut. Tabel 2. Rata-rata kecernaan total pakan larva ikan nila dengan penambahan tepung daun kelor pada pakan Perlakuan Kecernaan Total Pakan Rata-Rata (%) A SD 62,97A0,89c 64,69A0,96c 65,49A1,48c 73,53A1,03a 68,47A0,63b Keterangan : Huruf superscript yang berbeda mengindikasikan perbedaan yang nyata antara kombinasi perlakuan pada taraf kepercayaan 95% (P<0,. Hasil analisis kecernaan total pakan larva ikan nila berkisar antara 64,69-73,53%. Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pemberian pakan perlakuan terhadap larva ikan nila berpengaruh nyata (P<0,. terhadap kecernaan total pakan larva ikan nila (Oreocromis niloticu. Hasil uji lanjut W-Tuckey menunjukkan bahwa kecernaan total paling tinggi diperoleh pada perlakuan D yaitu 73,53% dan berbeda nyata (P<0,. dengan pelakuan A. C dan E. Kecernaan pakan merupakan banyaknya bahan pakan yang dapat diserap oleh saluran pencernaan ikan (Nurhalisa et al. Kecernaan total pakan larva ikan nila yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian kombinasi ekstrak daun kelor pada pakan larva dengan dosis yang tepat memberikan pengaruh yang nyata terhadap kecernaan pakan. Penambahan kombinasi ekstrak daun kelor dan probiotik harus memperhatikan dosis yang digunakan karena pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa semakin tinggi dosis yang di gunakan kecernaan total pakan larva justru semakin menurun. Penyebab menurunnya kecernaan pakan pada perlakuan E yaitu penambahan kombinasi ekstrak daun kelor dan probiotik pada dosis ini sudah berlebih dari kemampuan bakteri untuk menyederhanakan kandungan nutrisi pakan (Haryasakti et al. Nilai kecernaan pakan yang diperoleh pada penelitian ini terbilang cukup tinggi pada perlakuan D yaitu 73,53%. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh (Wolayan et al. bahwa nilai kecernaan pada kisaran 50-60% merupakan kualitas rendah, 60-70% adalah kualitas sedang, dan kecernaan diatas 70% termasuk kualitas tinggi. Tingginya hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor dapat menjadi salah satu tambahan dalam pembuatan pakan ikan nila. Hal ini didukung oleh riset sebelumnya yang mengungkapkan bahwa daun kelor berpotensi digunakan dalam pembuatan pakan (Lestari et al. 2023 : Nurdiani 2. Tingkat Konsumsi Pakan (TKP) Tingkat konsumsi pakan larva ikan nila yang diperoleh pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 3 sebagai berikut: Hak Cipta milik Jurnal Intek Akuakultur Attribution-NonCommercial 4. 0 International Jurnal Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 2. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 29-43 Tabel 3. Rata-rata tingkat konsumsi pakan larva ikan nila dengan penambahan tepung daun kelor pada pakan Tingkat Konsumsi Pakan. Rata-Rata (%) A SD Perlakuan 115,58A2,65b 115,63A3,42b 118,78A4,96ab 126,44A2,61a 125,48A0,84a Keterangan : Huruf superscript yang berbeda mengindikasikan perbedaan yang nyata antara kombinasi perlakuan pada taraf kepercayaan 95% (P<0,. Berdasarkan tabel 3 diketahui bahwa nilai tingkat konsumsi pakan berkisar antara 115,63g - 126,44g. Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan dosis kombinasi ekstrak daun kelor dan probiotik berpengaruh nyata (P<0,. terhadap tingkat konsumsi pakan larva ikan nila. Selanjutnya analisis lanjut dengan W-Tuckey menunjukkan bahwa tingkat konsumsi pakan tertinggi didapatkan pada perlakuan D, namun tidak berbeda dengan perlakuan E dan Perlakuan D dan E berbeda nayta dengan perlakuan A. B dan C. Sedangakan nilai konsumsi pakan terendah didapatkan pada perlakuan A namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan B dan C namun berbeda nyata dengan perlakuan D dan E. Tingkat konsumsi pakan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan selain faktor genetik dan faktor lingkungan (Sulasi et al. , 2. Nilai tingkat konsumsi pakan yang rendah menunjukan bahwa tingkat efesiensinya lebih tinggi dalam memanfaatkan pakan untuk pertumbuhan ikan. Sedangkan nilai tingkat konsumsi pakan yang tinggi menunjukan bahwa tingkat efesiensinya lebih rendah dalam memanfaatkan pakan untuk pertumbuhan ikan (Saputra et al. , 2. Rasio Konversi Pakan (FCR) Rasio konfersi pakan (FCR) pakan perlakuan yang diujikan pada larva ikan nila dapat dilihat pada Tabel 4 sebagai berikut: Tabel 4. Rata-rata rasio konversi pakan larva ikan nila dengan penambahan tepung daun kelor pada pakan Rasio Konversi Pakan (FCR) Rata-rata A SD Perlakuan 1,76A0,08a 1,79A0,07a 1,72A0,13a 1,19A0,05b 1,24A0,13b Keterangan : Huruf superscript yang berbeda mengindikasikan perbedaan yang nyata antara kombinasi perlakuan pada taraf kepercayaan 95% (P<0,. Rata-rata rasio konversi pakan (FCR) larva ikan nila yang di beri pakan perlakuan berkisar antara 1,19-1,79. Hasil analsisi ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan penambahan ekstrak daun kelor dan probiotik berpengaruh nyata (P<0,. terhadap rasio konversi pakan larva ikan nila. Selajutnya hasil analisis uji lanjut W-Tuckey menunjukkan Hak Cipta milik Jurnal Intek Akuakultur Attribution-NonCommercial 4. 0 International Jurnal Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 2. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 29-43 bahwa rasio konversi pakan perlakuan D dan E berbeda nyata (P<0,. dengan perlakuan A. B dan C. Rasio konversi pakan . eed convertion rati. adalah satuan ukuran yang menyatakan ratio jumlah pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kg berat ikan (Rozi et al. Semakin rendah nilai konversi pakan mengacu pada tingkat efisiensi pemanfaatan pakan lebih baik, sebaliknya apabila rasio konversi pakan besar maka tingkat efisiensi pemanfaatan pakan kurang baik (Apriliani et al. Nilai rasio konversi pakan (FCR) pakan pada penelitian masih dalam kadar optimal dimana didapatkan FCR terendah yaitu 1,19% pada perlakuan D. Hal ini sesuai dengan hasil peneltian (Anggani et al. yang menyatakan bahwa kisaran optimal FCR pakan yaitu 0,8%-1,6%. Rendahnya FCR yang diperoleh membuktikan bahwa penambahan ekstrak daun kelor kedalam pakan dapat meningkatkan kecernaan pakan ikan nila. Nilai konversi pakan berhubungan erat dengan kualitas pakan, semakin rendah nilai konversi pakan maka makin ikan lebih efisien dalam memanfaatkan pakan yang dikonsumsinya untuk pertumbuhan, sehingga bobot tubuh ikan akan meningkat dikarenakan pakan dapat dicerna secara optimal (Shofura et al. Pertumbuhan Mutlak Pertummbuhan bobot mutlak larva ikan nila yang di ujikan dengan pakan yang dicampurkan ektrak daun kelor dapat dilihat pada Tabel 5 berikut: Tabel 5. Rata-rata pertumbuhan mutlak larva ikan nila dengan penambahan tepung daun kelor pada pakan Perlakuan Bobot Panjang 2,15A0,23b 1,84A0,05d 2,29A0,22b 1,97A0,07d 2,93A0,54b 2,5A0,13c 4,59A0,05a 4,03A0,07a 3,84A0,11a 3,57A0,07b Keterangan : Huruf superscript yang berbeda mengindikasikan perbedaan yang nyata antara kombinasi perlakuan pada taraf kepercayaan 95% (P<0,. Rata-rata pertumbuhan mutlak bobot dan panjang larva ikan nila pada tabel 5 berkisar antara bobot 2,29g - 4,59g dan panjang 1,97cm - 4,03cm. Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun kelor dan probiotik berpengaruh nyata (P<0,. terhadap pertumbuhan larva ikan nila. Hasil uji lanjut W-Tuckey menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak larva ikan nila berbeda nyata dengan antar perlakuan D dan E dengan perlakuan A. B dan C. Sintasan Tabel 6. Rata-rata sintasan ikan nila dengan penambahan tepung daun kelor pada pakan Perlakuan Sintasan 87A5,6a 49,09A7,31a Hak Cipta milik Jurnal Intek Akuakultur Attribution-NonCommercial 4. 0 International Jurnal Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 2. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 29-43 49,32A10,18a 67,22A4,91a 58,77A4,28a Keterangan : Huruf superscript yang berbeda mengindikasikan perbedaan yang nyata antara kombinasi perlakuan pada taraf kepercayaan 95% (P<0,. Sumber: Data primer diolah . Rata-rata sintasan larva ikan nila pada tabel 6 yang diberi pakan perlakuan berkisar antara 49,09%-67,22% dengan nilai terendah pada perlakuan A dan tertinggi pada perlakuan Hasil analsis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan penambahan ekstrak daun kelor dan probiotik kedalam pakan larva ikan nila tidak berpengaruh nyata (P<0,. Ketahanan Stress Hasil uji ketahanan stres . tress salinita. dilakukan pada akhir pemeliharan larva pada masing-masing perlakuan dengan menggunakan air asin yang bersalinitas 30 ppt dapat dilihat pada Gambar 1 sebagai berikut. Uji Ke tahanan Str e ss Sal i ni ta s ( 30 ppt ) Jumlah ikan yang hidup . Waktu . enit ke-) Gamabar 1. Uji Ketahanan Setres Salinitas Hasil uji ketahanan stress larva ikan nila terhadap salinitas tinggi . , dengan mengukur jumlah ikan yang mati (Gambar . menunjukkan bahwa larva ikan nila yang paling lama bisa bertahan hidup setelah ditransfer secara mendadak dari media air tawar . langsung ke salinitas tinggi . adalah larva ikan nila dosis ekstrak daun kelor 6 % (D) yang mati pada menit ke 91Ae100, sedangkan larva ikan nilai yang diberi pakan kontrol . % ektrak daun kelo. dan 2% (B) semuanya mengalami kematian lebih awal yaitu pada menit ke 51Ae60 dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Kualitas Air Selama penelitian berlangsung dilakukan pengukuran parameter kualitas air sebagai Hak Cipta milik Jurnal Intek Akuakultur Attribution-NonCommercial 4. 0 International Jurnal Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 2. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 29-43 data penunjang yang meliputi suhu dan pH. Hasil pengukuran kualitas air yang diamati selama pemeliharaan dapat dilihat pada Tabel 7 berikut. Tabel 7. Hasil pengukuran kualitas air Parameter Kualitas Air Nilai Suhu (AC) 7,4-8,6 DO . g/L) 4,4-5,7 Amonia . g/L) 0,013-0,032 Berdasarkan Tabel 7 terlihat bahwa suhu selama penelitian berkisar 27-30 AC. Suhu tersebut masih dalam batas toleransi pemeiharaan larva ikan nila. Berdasarkan teori, ikan nila dapat hidup pada kisaran 26-31 AC, namun pada umumnya ikan nila dapat tumbuh optimal pada suhu 27-32 AC (Tiani & Narayana 2. Tingkat keasaman . H) yang diperoleh selama penelitian berkisar 7,4-8,6. Kisaran ini tergolong sangat layak untuk pertumbuhan larva ikan nila. Hal ini didukung oleh pendapat (Salsabila & Suprapto, 2. yang menyatakan bahwa larva ikan nila dapat tumbuh optimal pada 6,5-8,6. Selama penelitian berlangsung didapatkan hasil pengukuran disolved oksigen (DO) yaitu dengan kisaran 4,4-5,7 mg/L. Menurut (Pramleonita et al. bahwa larva ikan nila membutuhkan oksigen terlarut yang optimal untuk bertahan hidup dan bertumbuh yaitu minimal 4 mg/L. Amonia yang diperoleh selama penelitian berkisar 0,013-0,032 mg/L. Kisaran ini tergolong sangat layak untuk pertumbuhan larva ikan nila. Hal ini didukung oleh pendapat (Amidra et al. yang menyatakan bahwa larva ikan nila dapat tumbuh optimal dengan kandungan amonia kurang dari 1 mg/L. KESIMPULAN Pemambahan ekstrak daun kelor 6% lebih baik dibandingkan perlakuan dengan penambahan teepung daun kelor dengan dosis 0%, 2%, 4% dan 8% dalam kecernaan pakan, pertumbuhan dan kelangsungan hidup serta ketahanan stres larva ikan nila. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Teknologi sebagai sponsor terlaksananya penelitian ini dan LP3M ITB Nobel Indonesia atas suportnya. DAFTAR PUSTAKA