RISDA : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Volume. Number. April 2022 p-ISSN : 2540-8097, e-ISSN : 2776-1517 Hlm : 87-107 Journal Home Page : https://ejournal. id/index. php/risda/index PERSIAPAN DAKWAH DAN SEGENAP SARANANYA DALAM KITAB AL-QUDWAH H{ASANAH FI> MANHA>JI AL-DAAoWAH ILA>LLA>H. KAJIAN DAKWAH BERBASIS PERENCANAAN PERSPEKTIF KONTEKS KEKINIAN Mohammad Rofiq Institut Keislaman Abdullah Faqih (INKAFA). Gresik. Indonesia berhasilrofiq1@gmail. Abstract Preparation and development of facilities is a very important factor for the success of a da'wah agenda. Al-Quran is very important for Muslims to prepare a plan in every activity of life, especially in the field of da'wah. History of the Prophet Muhammad SAW very crowded with various locations in the Prophet Muhammad SAW and the accuracy of his planning in carrying out his agenda. Planning activities are an organized approach to dealing with daAowah problems in the This research uses library research method. The results of this study indicate that da'wah planning can bridge the gap between preachers and the goals they want to achieve. Planning can answer who, what, when, where, and how da'wah actions can be carried out properly. Keywords: Preparation of DaAwah. Exemplary DaAwah of the Prophet. Contemporary Context. Abstrak Persiapan dakwah dan segenap sarananya merupakan faktor sangat penting dalam keberhasilan sebuah agenda dakwah. Al-Quran sangat menganjurkan umat Islam untuk mempersiapkan sebuah perencanaan dalam setiap aktivitas kehidupannya, terlebih di bidang dakwah. Sejarah Nabi Muhammad saw. sangat padat dengan berbagai teladan ketajaman visi Nabi Muhammad saw. dan ketepatan perencanaan beliau dalam menjalankan agenda dakwah yang diembannya. Kegiatan perencanaan merupakan suatu pendekatan yang terorganisir untuk menghadapi problema-problema dakwah di tengah-tengah masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode library research. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan dakwah dapat menjembatani antara jurang pemisah bagi pendakwah dengan tujuan yang hendak dicapai. Perencanaan dapat menjawab tentang siapa, apa, kapan, di mana, dan bagaimana tindakan-tindakan dakwah dapat dilaksanakan dengan baik. Kata Kunci: Persiapan Dakwah. Teladan Dakwah Nabi SAW. Konteks Kekinian. RISDA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Mohammad Rofiq Volume. Number. April 2022 Persiapan Dakwah dan Segenap Sarananya dalam Kitab Al-Qudwah H. Pendahuluan Perencanaan atau persiapan merupakan suatu kegiatan yang sangat penting sebab merupakan tolok ukur dari keberhasilan tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi, sehingga perencanaan sangat diperlukan oleh seseorang atau organisasi untuk menyiapkan suatu prosedur dalam rangka mencapai tujuan organisasi tersebut. Keberhasilan suatu proses kegiatan agar bisa mencapai tujuannya secara efektif dan efisien ditentukan oleh perencanaan yang baik. Perencanaan diumpamakan sebagai lokomotif yang menggerakkan kereta pengorganisasian, kepemimpinan, pengendalian kegiatan, atau sebagai akar tunjang dari pohon yang kuat tempat tumbuhnya cabangcabang pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian. Kegiatan perencanaan merupakan suatu pendekatan yang terorganisir untuk menghadapi masalah-masalah di masa mendatang. Perencanaan menjembatani jurang pemisah antara posisinya saat ini dengan tujuan yang hendak dicapai. Perencanaan diharapkan bisa menjawab tentang siapa, apa, kapan, di mana, dan bagaimana tindakan-tindakan tersebut dapat dilakukan. Berkaitan dengan perencanaan atau persiapan dakwah, bahwa dakwah merupakan suatu aktivitas yang dilakukan oleh seorang pendakwah dalam menyampaikan ajaranajaran Islam kepada seluruh manusia. Tujuannya yaitu agar mengajak seluruh manusia menuju ke jalan yang diridhai oleh Allah SWT dan menghindarkan manusia dari jalan yang salah untuk kebahagian mereka di dunia dan di akhirat. Dalam proses dakwah ini pastinya tidak segampang yang diharapkan melainkan terdapat bermacam hambatan, yaitu salah satunya penolakan oleh golongan lain. Banyak sekali hambatan dan cobaan-cobaan yang dihadapi oleh seorang pendakwah dalam menjalankan misi dakwah ini. Untuk itu, seorang pendakwah sebelum melakukan dakwah hendaknya melakukan persiapan atau strategi dakwah terlebih dahulu supaya dakwahnya berjalan lancar sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Salah satunya yaitu menguasai materi apa yang akan di sampaikannya pada masyarakat, hal tersebut sangat penting sebab seorang pendakwah di mata masyarakat adalah seorang panutan, dan apabila pendakwah kurang melakukan persiapan dan belum menguasai materi, maka masyarakat bisa salah Lihat James AF. Manajemen. Jilid I, (Jakarta: Inter Media, 1. , 282. Lihat George R Terry. Prinsip-prinsip Manajemen, (Jakarta: Bumi Aksara, 1. , 46. RISDA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Mohammad Rofiq dalam memahaminya. Seorang pendakwah sangat butuh kepada akhlak yang baik dan sifat yang mulia, yaitu akhlak Islami yang telah dijelaskan oleh Allah SWT, dalam kitab-Nya dan dijelaskan oleh Rasulullah Saw. dalam sunnahnya. Akhlak yang paling penting dan harus dimiliki oleh seorang pendakwah yaitu: Jujur, ikhlas, berdakwah kepada Allah SWT dengan bashirah, penyantun, lemah-lembut, lunak, sabar, kasih sayang, pemaaf, lapang dada, tawadhuAo, menepati janji, itsar . ebih mementingkan orang lai. , takwa, memiliki keinginan yang kuat yang mencakup tekad . yang kuat, bercita-cita yang tinggi, optimisme, teratur, lihai . , menjaga waktu, bangga dengan Islam, mengamalkan sesuatu yang didakwahkannya agar menjadi qudwah . yang baik, zuhud, waraAo, istiqamah, tanggap terhadap lingkungan, adil dan seimbang, selalu merasa akan adanya muAoiyatullah, tsiqah terhadap Allah SWT, bertahap dalam berdakwah, dan memulai dari yang terpenting kemudian yang penting, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. , dan diperhatikan olehnya kepada Muadz bin Jabal ketika diutus ke negeri Yaman sebagai muallim . Kredibilitas seorang pendakwah tidak tumbuh dengan sendirinya, ia harus dibina dan dipupuk. Memang kredibilitas erat kaitannya dengan karisma walau yang kredibilitas tinggi adalah seorang yang memiliki kompetensi di bidang yang ingin ia sebarkan, mempunyai jiwa yang tulus dan beraktivitas, senang terhadap pesan-pesan yang ia miliki, berbudi luhur, serta punya status yang cukup walau tidak harus tinggi. Dari sana berarti seorang pendakwah yang ingin memiliki kredibilitas tinggi harus berupaya membentuk dirinya dengan sungguh-sungguh. Selain itu, agar seorang pendakwah dengan mudah mengkomunikasikan pesanpesan kepada komunikan, diperlukan pribadi yang cerdas, peka terhadap masyarakat, percaya terhadap dirinya, stabil emosinya, berani, bersemangat tinggi, penuh inisiatif, tegas namun juga hati-hati, kreatif serta berbudi luhur. 4 Oleh karena itu, dalam tulisan ini akan dikupas tentang bagaimana persiapan dakwah dan segenap sarananya menurut Sayid Muhammad Bin Alwi Al-Malikiy Al-Hasaniy dalam Kitab Al-Qudwatul H. sanah Fi> Lihat Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, 9 Pilar Keberhasilan daAoi dalam Berdakwah, (Solo: Pustaka Arafah, 2. , 95 Lihat Samsul Munir Amin. Ilmu Dakwah, (Jakarta: amzah, 2. , 76. Volume. Number. April 2022 Persiapan Dakwah dan Segenap Sarananya dalam Kitab Al-Qudwah H. Manhaji al-DaAowah Ila> Alla>h, dan bagaimana dakwah berbasis perencanaan perspektif konteks kekinian? Sebagaimana sesuai dengan judul atau topik di atas. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk memperoleh data-data dengan tujuan dari kegunaan yang diperlukan. Istilah cara ilmiah berindikasi pada kegiatan penelitian didasarkan atas ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional dalam penelitian merupakan penelitian yang dilakukan dengan logis, bukan hasil mediasi. Empiris merupakan kegiatan penelitian dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang Sedangkan sistematis merupakan proses yang dilakukan dalam penelitian menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis. Adapun penelitian ini termasuk jenis library research . enelitian kepustakaa. , yakni penelitian yang pengumpulan data-datanya dilaksanakan melalui menghimpun data dari berbagai referensi. Referensi yang diteliti bukan hanya terbatas pada buku-buku Akan tetapi bisa berupa bahan-bahan buku-buku, jurnal, artikel, catatan kisahkisah sejarah dan sebagainya. Penekanannya adalah ingin mendapatkan berbagai teori, hukum, dalil, prinsip, pendapat, ide ataupun gagasan, dan sebagainya yang dapat digunakan sebagai analisis dalam memecahkan masalah-masalah yang ditelitinya dalam hal ini masalah poersiapan dakwah dan segenap sarananya dalam Kitab Al-Qudwah H. sanah Fi> Manha>ji Al-DaAowah Ila> Alla>h yang berorientasi pada dakwah berbasis perencanaan perspektif konteks kekinian. Hasil dan Pembahasan Persiapan Dakwah dan Segenap Sarananya Menurut Sayid Muhammad Bin Alwi Al-Malikiy Al-Hasaniy dalam Kitab Al-Qudwatul H. sanah Fi> Manhaji al- DaAowah Ila> Alla>h Persiapan dakwah dan segenap sarananya sebelum berdakwah, semua sarana dakwah, usaha untuk menggalang kekuatan dakwah dan perhatian pada semua hal yang diperlukan, maka harus di persiapkan dengan sebaik mungkin. Dengan persiapan yang baik, maka tujuan dakwah akan terlaksana dengan baik pula. RISDA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Mohammad Rofiq Sejak Nabi Muhammad saw. diutus hingga beliau kembali kepada Allah,dakwah telah melewati beberapa tahapan. Tiga tahun pertama, dakwah dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. Kemudian dakwah dilakukan secara terang-terangan dengan lisan, tanpa peperangan. Tahapan ini berlangsung hingga beliau hijrah. Setelah hijrah, dakwah dilakukan dengan peperangan melawan orang-orang yang menentang, orang-orang yang memulai peperangan dan orang-orang yang berbuat Keadaan ini berlangsung sampai dilaksanakanya perdamaian hudaibiyah. Setelah itu, dakwa dilakukan dengan memerangi semua orang yang menghalangi kegiatan dakwah. Salah satu persiapan sarana dakwah adalah usaha pengiriman buku atau surat kepada raja dan kepala pemerintahan di seluruh dunia untuk mengajak mereka memeluk Islam dan menjelaskan keuntungan memeluk Islam serta menjelaskan tentang kebatilan dari agama mereka kaum kafirin. Juga memilih orang-orang yang akan ditulis untuk melaksanakan tugas ini dengan syarat mereka menguasai bahasa kaum di tempat mereka ditugaskan. Semua ini menunjukkan bahwa setiap muslim harus mempersiapkan dakwah dan segenap sarananya agar tidak terjadi kebersihan sesaat kemudian mengalami kemunduran. Di antara persiapan dakwah adalah kaderisasi, yaitu mencetak manusia-manusia yang berilmu dan memiliki ghirah akan statis, tidak mempunyai jiwa . reget/spiri. Dan orang yang memiliki ghirah tanpa ilmu tidak pantas menjadi pemimpin atau pemberi petunjuk. Jangan sampai kita menjadi seorang yang memiliki ghirah dan semangat, tapi tidak memiliki ilmu sehinga menyesatkan kaum muslimin. Setelah melakukan semua persiapan dan membekali diri dengan ilmu, maka ikhlas dan penyerahan diri kepada Allah menjadi ujung tombak dakwah. Sedangkan sikap Shidg dan pengosongan ukuran dari keinginan-keinginan diniawi merupakan Nabi saw. telah mencontohkan sikap demikian dalam ucapan dan perbiatan beliau. Turmudzi meriwayatkan bahwa Sayyidina Umar ra mandapati Nabi saw. tidur di atas sebuah tikar yang meninggalkan bekas di tubuh beliau AuYa Rasulullah mengapa engkau tidak memakai kasur yang lebih empuk,Ay kata Sayyidina Umar ra. Nabi saw. menjawab: AuApa urusanku dengan dunia. Dunia ini aku ibarat musafir yang melakukan perjalanan di siang hari yang sangat panas, kemudian berteduh Volume. Number. April 2022 Persiapan Dakwah dan Segenap Sarananya dalam Kitab Al-Qudwah H. sesaat di bawah sebuah pohon setelah itu, ia harus melanjutkan perjalanan, meninggalkan pohon ituAy (HR Turmudzi dan dinyatakan Shahih oleh Ibnu Majah Juz II, . Dalam h. di>th lain Nabi saw. bersabda: AuSesungguhnya Allah tidak memerintahku untuk menimbun harta dunia dan tidak pula memerintahkanku untuk memperturutkan keinginan-keinginan nafsu. Barang siapa yang menimbun harta dunia agar dapat mengeluarkannya untuk kepentingan akhirat, mak ketahuilah bahwa umur manusia berada dalam genggaman Alla>h Azza wa jalla. Ketahuila, aku tidak menimbun dinar dan dirham, dan aku juga tidak akan menyisihkan rejeki untuk esok. Ay HR Abu Syeikh dalam Kitab Al-Targhi>b Jus II hal . Jangan mengira kesederhanaan yang digambarkan dalam h. di>th-h. di>th di atas bertentangan dengan usaha seseorang untuk memperoleh rezeki yang baik dengan cara berdagang atau dengan usaha-usaha lainnya. Ketahuilah, usaha untuk mencari rezeki sangat dianjurkan dalam Islam, bahkan Islam menjajikan pahala dan kemulian bagi orang yang berkerja dengan jujur. Sebab, kegiatan dagang bukanlah rintangan Kadang . engumpulkan hart. , tetapi ia hidup sederhana, menyedekahkan hartanya, berbuat baik, murah hati dan berjiwa mulia. Ia bermanfaat bagi anak cucunya, karena meninggalkan meraka dalam keadaan berkecukupan. Kesederhanaan dapat mengalahkan semua cita-cita dan angan-angannya. Nabi saw. mengetengahkan pemikiran Islami ini, pemikiran yang menjadi atas Beliau bersabda di atas mimbarnya: AuSesungguhnya aku akan mendahului Aku akan menjadi saksi kalian. Dan kelak aku akan bertemu kalian di telaga . Sesungguhnya aku melihat telaga itu dari tempatku berdiri ini. Sesungguhnya aku tidak khawatir kalian akan menyekutukan Allah, akan tetapi aku khawatir kalian akan berlomba-lomba untuk mendapatkan dunia. Ay(HR Bukhar. Kaum muslihun terdahulu, yakni para sahabat dan salaf yang saleh, telah berjalan di atas manhaj yang lurus ini meraka takut dan menangis ketika melihat dunia dihamparkan di hadapan mereka. Sebab, meraka mengkhawatirkan rasa iri, dengki. permusuhan, pertikaian, dan fitnah yang akan ditumbulkannya. RISDA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Mohammad Rofiq Umar bin Khattab ra. menangis ketika melihat rampasan perang Al-Qadisiah. Abdurrahman bin Auf berkata kepada beliau. AuWahai amirul mukminin, bukankah hari ini adalah hari kebahagian dan kesenangan?Ay AuBenar, tetapi tidak ada satu kaum pun yang memperoleh kenikmatan ini, kecuali mereka akan saling bermusuhan,Ay jawaban beliau (HR. Baihaq. Maksudnya, dunia dapat menimbulkan permusuhan dan perselisihan dalam masyarakat, yakni ketika orang-orang yang berjiwa lemah melihat orang lain memperoleh harta yang banyak. Setelah menaklukkan Persia dalam perang Al-Qadisiah, umat Islam mendapatkan rampasan perang yang sangat banyak dan tak ternilai harganya. Karena dakwah dan usaha para sahabat dan salaf hanya ditunjukan untuk mencari keridloan Allah Tala dan kebaikan akhirat, maka akal, pemikiran dan amal mereka bebas dari tujuan keduniaan, cinta kedudukan atau usaha untuk memperkuat kekuasaan. Dan karena mereka benar-benar mencari keridhoan Allah dan bersikap shidq dalam mentaatinya, maka Allah pun meridhoi mereka dengan menjadikan dunia tunduk dan patut kepada mereka, menjadikan kekuasaan berada di tengah mereka. Semua ini merupakan hasil yang pasti dipetik oleh mereka yang berusaha dengan sungguhsungguh . , beramal dan beriman. Allah tala berfirman: a e aa a a a aa a a a a e a a a a a AIAacIA aa Ua A aIa aO a I a ca aA aE aaOA a a a aEA ANA a AA a AIA AOA AaOA ANA AaUEA AOA AaOO aOUaA a AcEE aacEA a AO a aA a a a a aa aa c a aa a a a aa a a c a a aa a a ca a aEaN aOaEaaEaNaOO aA a AaOO aOaOaCI a aaN aOaEOEaaI aEaN aaOUaN aacEaO aA a AA aacEA a AIA a a ca a a a a a a e a a ca a a a a a a a a a a a a a a a aIA a AEaI aOai oaoaEaE a aAOOeN a aaNaIAaCA a a a aaNaOU oaOU aaIaaEaOA a aauu AuDan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar . mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang . kafir sesudah . itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. Ay 5 Al-Qura>n, 44 (Al-Nu>. : 55. Volume. Number. April 2022 Persiapan Dakwah dan Segenap Sarananya dalam Kitab Al-Qudwah H. Ayat ini merupakan jaminan dari Allah SWT dan janji itu pasti akan diberikan kepada orang yang teguh imannya dan banyak amalnya. Jika seorang muslim berusaha untuk melaksanakan kewajiban dan mewujudkan apa yang dituntut Allah darinya, ia akan memperoleh janji itu, yakni menjadi kholifah Allah di bumi. Namun, seseorang yang ingin sukses tanpa usaha, ia seperti orang yang ingin menjadi juara tanpa belajr dan usaha keras. Rasulullah SAW bisa saja menyatuhkan bangsa arab kaum Quraisy dan semua kabilah Arab di bawah satu bendera. Beliau bisa saja membentuk pemerintahan arab yang kuat, kemudian tampil sebagai pimpinan mereka untuk membela bangsanya dan menghancurkan bangsa Persi dan dan Romawi. Bendera arab akan berkibar megah di seluruh penjuru dunia. Barat maupun Timur, dan bangsa Arab akan memperoleh kemulian abadi. Jika hal ini Beliau lakukan, tentu semua orang yang menentanag, memusuhi dan menghalangi dakwah beliau akan segera mengakui pemerintahan beliau, bersatu mendukung beliau dan tunduk di bawah kepemimpinan Beliau. Bagaimana tidak. Sebab Beliau adalah Al-Amin . ang dipercay. Al-Shiddiq . ang juju. Al-Wafiy . ang menepati janj. , yang pernah mereka angkat sebagai pemimpin dalam menyelesaikan permasalahan terbesar orang-orang Makkah, yaitu ketika meletakkan kembali Hajar Aswad di KaAbah. Namun. Beliau sama sekali tidak pernah berpikiran demikian. Bahkan ketika menawarkan kepadanya kedudukan yang menjadi dambaan setiap orang berakal, yaitu ketika mereka berkata. AuJika tujuanmu berdakwah adalah untuk memperoleh harta, kami akan mengumpulkan harta-harta kami untukmu sehingga kamu menjadi orang yang paling kaya di antara kami. Jika engkau menginginkan kemuliaan, maka kami akan mengangkatmu sebagai pemimpin kami, dan kami tidak akan melakukan sesuatu kecuali dengan perintahmu. Sebagai raja kami. Ay Mereka mengulang-ulang tawaran itu. Namun Beliau menjawab dengan tegas: AuAku datang kepada kalian membawa apa yang kubawa . gama Isla. , bukan untuk meminta harta, mengharapkan kemuliaan, dan juga tidak ingin menjadi raja. Akan tetapi Allah Rasul. Kitab, memerintahkanku untuk menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Aku telah menyampaikan perintah Tuhanku dan telah menasihati kalian. Jika kalian mau menerimanya, maka itu bagian kalian di dunia dan akhirat. Namun, jika kalian RISDA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Mohammad Rofiq menolaknya, maka aku akan bersabar karena perintah Allah hingga Allah menghakimi aku dan kalian. Ay Nabi Muhammad saw. telah menyatakan hakikat dakwahnya dan telah membersikan dakwahnya dari semua tujuan yang kadang tersembunyi dalam nafs para dai pemula dan semua penyuruh perbaikan. Inilah salah satu rahasia keberhasilan dakwah. Setiap mushlih{ . atau mujaddid yang menyimpang dari manhaj ini, tidak akan berhasil dan sulit diterima masyarakat. Dakwah Nabi Muhammad saw. berkembang pesat. Cahaya dan ruhaniyah beliau selalu menyucikan dan menyelimuti dakwahnya, sehingga dakwah itu menjadi benar, sempurna, maju, dan mulia. Allah akhirnya menundukkan musuh-musuh dan penentang terbesarnya dan menjadikan mereka sebagai sahabat. Dakwah Berbasis Perencanaan Perspektif Konteks Kekinian Dalam dunia ilmu manajemen modern, istilah perencanaan sudah sangat tidak asing lagi dan dianggap sebagai salah satu pilar penting manajemen yang lima yaitu . , . , pelaksanaan . , koordinasi . dan pengawasan . Dalam ilmu manajemen modern, istilah perencanaan . sudah tidak asing dan dianggap sebagai salah satu pilar yang memiliki fungsi vital. Melalui perencanaan sebuah program memiliki landasan yang efektif bagi tercapainya tujuan serta efektivitas pendayagunaan sumber-sumber daya yang ada. Perencanaan juga menjadi garis-garis batas untuk mengontrol terjadinya deviasi atau penyimpangan. Perencanaan . oleh Mondy dan Premeaux dalam bukunya Management: Concepts. Practices and Skills dimaknai sebagai Auproses menentukan apa yang seharusnya dicapai dan bagaimana mewujudkannya dalam kenyataan. Ay6 Dari pengertian tersebut, maka perencanaan dalam dakwah dapat dimaknai sebagai upaya-upaya yang dilakukan dalam menentukan tujuan dan target sebuah aktifitas dakwah melalui pengumpulan data-data dan menganalisisnya untuk kemudian Lihat Mondy. W & Premeaux. Management: Concepts. Practices and Skills, (New Jersey: Prentice Hall Inc, 1. , 138, sebagaimana dikutip oleh Syafaruddin. Manajemen Lembaga Pendidikan Islam, (Ciputat: Ciputat Press, 2. , 61. Volume. Number. April 2022 Persiapan Dakwah dan Segenap Sarananya dalam Kitab Al-Qudwah H. merumuskan metode dan tata cara untuk mempraktikkannya dengan seoptimal Dalam kaitan ini sebuah perencanaan dakwah hendaknya memenuhi tiga unsur utama sebuah perencanaan yaitu: pengumpulan data, analisis fakta dan penyusunan rencana yang konkret. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang betapa pentingnya perencanaan, maka diulas pelajaran perencanaan dakwah dalam sirah Nabi SAW. , bahwa sekilas melihat bagaimana Al-Quran memberikan konsep tentang perencanaan. Hal ini dirasa penting karena bagi sebagian kalangan perencanaan dianggap Atidak IslamiA karena bertentangan dengan konsep tawakal atau iman kepada takdir. Jika dicermati secara seksama ada beberapa ayat Al-Quran yang secara implisit sebenarnya mengandung anjuran bagi umat Islam untuk memperhatikan Dalam QS. Al-NisA: 71 misalnya Allah berfirman: a aa e a a a e a a e a a a a a a ca a a a a e a a aOaOA a AaOaaUa a aUa a AaOOaOUaaOaaENA a AOacEA s AOaA AuWahai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah . e medan pertempura. berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!Ay Ayat ini sejatinya mengandung perintah untuk melihat hukum sebab akibat . yang dalam konteks ini adalah segala aspek yang mendukung pertahanan kaum muslimin dari serangan kaum kafir. 8 Demikian pula dengan ayat QS. Al-AnfAl: a c a a a a a a e ca a a a a a a a a a aAcEEa a aO a aOE NA a AE a a aI a a asa aO aA aa A aEOA a AaOA AOA AaOA a AOaA a a n AO aEaN aO aN aOaO aCA a a a a a aa a AaOaan a a a Aa aa aN aA a AcEE a a Ia aO aa NA a AA a AaO aOaaUAa aCa eaOA aAcEEaaOa a a AOE aA a AOA AIA a aEA ANA AOA AaOaA AOA AOOA a AOA a a a a a a a a a aU NaaEaI aOaIA AE aNaOA a AuaaEA AuDan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang . ang dengan persiapan it. kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak sedang Allah mengetahuinya. Ay Ketika mengomentari ayat ini. Muhamad Rashid RidlA menyatakan bahwa yang disebut dengan al-iAodAd adalah mempersiapkan sesuatu untuk masa yang akan Lihat: Syafaruddin. Manajemen Lembaga Pendidikan Islam, hal. Lihat misalnya: Al-SaAdy. AAbd Al-RahmAn ibn NAshir. Taysr al-Karm al-RahmAn f Tafsr KalAm al-MannAn. Tahqiq: Abd al-RahmAn ibn MuAallA al-Luwayhq, (Beirut: Muassasah Al-RisAlah. Cet. I, 2000M/1420H), RISDA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Mohammad Rofiq datang . ahyiAoah al-shayAo li al-mustaqba. 9 Selain dua contoh ayat di atas dan yang sejenisnya, al-Quran secara eksplisit mencatat contoh pelaksanaan konsep perencanaan yang gemilang dalam kisah Nabi Yusuf AS dan kisah Dzulqarnain. Dalam QS. Yusuf: 47-49. Allah mengisahkan bagaimana Nabi Yusuf menyampaikan ide perencanaan manajemen pangan jangka panjang atau sekitar 15 tahun dalam mengantisipasi datangnya masa paceklik. a a a a a c a a e a a a a a a ca a a a a a a a a a a a a a aa aACA a aII a asa aauaaEaCI aOEaIaOaOEIaIA a AEaaIaa aIaIOaOaANaAONA a a a a a a c a a a a a a a a a a a a a a a ca a a a a aaNaOO a aOOaE a aOOEIOaOaCO aNaEaOauaaEaCI aOEaIaOaa aAUaIA a a a aa a a a a ca a a aOIA a A aaNaOO a aOOaE a aaIaOsaEA a AaOAaOsa AuYusuf berkata: AuSupaya kamu bertanam tujuh tahun . sebagaimana biasa. apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan . Yusuf berkata: AuSupaya kamu bertanam tujuh tahun . sebagaimana biasa. maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan . Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya . ahun suli. , kecuali sedikit dari . ibit gandu. yang kamu simpan . Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan . engan cuku. dan dimasa itu mereka memeras anggur. Dalam QS. Al-Kahfi: 94-97. Allah juga menceritakan bagaimana Dzulqarnain ketika mengetahui adanya realitas ancaman YaAjj dan MaAjj terhadap sebuah masyarakat yang dia temui dalam perjalanannya kemudian merencanakan persiapan menghadang mereka dengan membangun sebuah benteng kokoh. Ay Dari uraian singkat di atas jelas sudah indikasi-indikasi yang diberikan Al-Quran terhadap pentingnya sebuah perencanaan dalam segala aktivitas kehidupan Nabi SAW. sendiri sebagai penerima wahyu dan pemberi penjelasan terhadap Al-Quran benar-benar memahami hal itu dan mengimplementasikannya dalam perjalanan sejarah dakwah beliau. Dan nyatanya. Nabi SAW. dibimbing oleh wahyu dalam setiap gerak dan langkahnya, namun juga melakukan berbagai perencanaan yang matang demi tercapainya keberhasilan agenda-agenda yang ditargetkan. Lihat Muhamad Rashid RidlA. Tafsir al-ManAr, (Kairo: Al-HayAah al-Miriyah al-AAmmah li al-KitAb, 1990, vol. X), 53. Volume. Number. April 2022 Persiapan Dakwah dan Segenap Sarananya dalam Kitab Al-Qudwah H. Ketika Rasulullah SAW. menentukan tempat hijrah pertama untuk para sahabatnya ke Ethiopia (Habasha. , tampak sekali bahwa hal itu tidak lahir dari sebuah gagasan yang datang tiba-tiba tanpa perencanaan dan pertimbangan yang matang terhadap situasi dan kondisi geopolitik dan keagamaan di wilayah 10 Pemilihan Ethiopia yang secara geografis tidak masuk bagian Jazirah Arab dan cukup jauh dari Mekah bahkan dibatasi oleh laut memungkinkan para sahabat Nabi yang berhijrah tidak terkejar oleh kaum Quraish yang saat itu memiliki pengaruh dan kekuatan cukup besar. Nabi SAW. juga tidak meminta para sahabat untuk pergi ke tempat yang lebih jauh lagi sehingga justru mempersulit para muhajirun dan menyebabkan terputusnya kabar dari mereka. Ethiopia saat itu berada di bawah kekuasaan seorang pemimpin yang dikenal cukup bijak dan adil sehingga menjamin keamanan para muhajirun. Situasi keagamaan di wilayah itu juga cukup kondusif, karena raja dan penduduknya memeluk agama Nasrani yang secara psikologis relatif lebih memiliki kedekatan dibanding dengan kaum pagan. Demikian pula dengan proses perjalanan hijrah Nabi SAW. ke Madinah mengungkapkan ketelitian dan kecermatan perencanaan yang dilakukan oleh Nabi SAW dalam proses hijrah Nabi ke Madinah Munir Muhamad GhadlbAn mencatat sejumlah point penting perencanaan Nabi seperti pemilihan waktu keluar Makkah di siang bolong di bawah terik mentari dengan menutup muka di saat kebanyakan orang sedang malas ke luar rumah, pembelian dua binatang kendaraan perjalanan empat bulan sebelumnya, penyiapan bekal AsmAA binti Abu Bakar, keluar rumah Abu Bakar tidak melalui pintu yang biasanya, menugaskan Abdullah ibn Abu Bakar sebagai pengumpul informasi, menugaskan AAmir ibn Fuhayrah untuk menghapus jejak pengirim bekal, penunjukan Ibn Urayqi yang non-muslim sebagai pemandu terpercaya, menggunakan jalur perjalanan yang tidak biasa dilalui manusia, menjadikan gua Tsr sebagai tempat transit dan lain-lain. Pada masa-masa awal dakwah Nabi SAW. , tepatnya pada tahun kelima kenabian Rasulullah menjadikan sebuah rumah milik Al-Arqam ibn Al-Arqam al-Makhzumi sebagai tempat pertemuan beliau dengan para sahabatnya yang saat iti merupakan Lihat Yususf Qardhawi. Al-Rasl wa al-AoIlm, (Kairo: Dar al-ahwah, t. , 45-46. Untuk lebih lanjut baca: Munir Muhamad GhadlbAn. Fiqh al-Sirah al-Nabawiyah, (Makkah: Umm al-Qura University, 1419 H), 324-341. RISDA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Mohammad Rofiq minoritas yang senantiasa dijadikan objek tekanan dan penindasan kaum mushrik Quraish. Jika diamati secara mendalam pilihan Nabi tersebut nyantanya tidak terjadi secara kebetulan melainkan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang bervisi Menurut analisis Munir GhadlbAn setidaknya ada tiga alasan penting pemilihan rumah Al-Arqam. Pertama. Al-Arqam bernaung di bawah klan Bani Makhzum yang merupakan musuh tradisional Bani Hashim. Dengan alasan ini, akan sangat sulit bagi kaum mushrik membayangkan bahwa Nabi SAW. yang datang dari klan Bani Hashim justru menggunakan rumah anggota klan Bani Makhzum. Kedua, saat itu usia Al-Arqam ibn Al-Arqam masih sangat belia, yakni baru berusia 16 tahun, sehingga anggapan kaum mushrik akan sulit mengerti bagaimana sebuah rumah milik seorang anak muda belia akan dijadikan pusat dakwah oleh Nabi SAW. Alasan ketiga, bahwa keislaman Al-Arqam masih belum diketahui siapapun kecuali oleh kalangan umat Islam saat itu saja. Dari beberapa contoh fragmen sirah di atas menunjukkan betapa Rasulullah SAW. sangat memperhatikan perencanaan dalam menjalankan aktivitas dakwahnya. Menarik sekali bahwa perencanaan belaiu sangat memenuhi unsur-unsur perencanaan ilmu managemen modern, yakni ketersediaan data yang lengkap dan pengenalan yang akurat terhadap data maupun kondisi riil medan yang dihadapi, kemampuan melakukan analisis secara tepat dan dapat menyusun aksi-aksi brilian dan membawa hasil. Lebih lanjut penulis jelaskan bahwa agar suatu tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan tujuan tercapai dengan efektif dan efisien, maka pendakwah harus mempunyai kemampuan di bidang yang berkaitan dengan tugasnya. Karena semakin memiliki kemampuan yang profesional, maka semakin meningkat pula keberhasilan tugas Pendakwah akan berhasil dalam tugas melaksanakan dakwah jika dibekali kemampuan-kemampuan yang berkaitan dengannya. Kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki pendakwah antara lain: . Kemampuan berkomunikasi, . Kemampuan penguasaan diri, . Kemampuan pengetahuan psikologi, . Kemampuan pengetahuan Lihat Munir Muhamad GhadlbAn. Al-Manhaj al-Haraki li al-Srah al-Nabawiyah, (Jordania: Maktabah alManar. Cet. 5, 1. , 47-48. Volume. Number. April 2022 Persiapan Dakwah dan Segenap Sarananya dalam Kitab Al-Qudwah H. kependidikan, . Kemampuan pengetahuan di bidang pengetehuan umum, . Kemampuan di bidang al-QurAan. Tidak cukup sampai di sini, para pendakwah juga harus mengetahui situasi negara atau daerah yang dituju, agar pembicaraan dan perbuatannya berhasil dan bermanfaat. Pendakwah harus menguasai sejarah dan sistem pemerintahan negeri tersebut, kepercayaan tradisi dan sistem ekonomi. Karena situasi berubah dari waktu ke waktu dan dari satu daerah ke daerah lain. Allah SWT mengajak untuk persiapan pendakwah dalam firman-Nya QS. Al-Taubah . e a a aa c a e a a c a ca aa a aa a a e a a a aOOA aa a a cEA AaI a aaEaUAa aO aEeA oaAI aaE aA a aOA a Uaa AO aOaaEI aE aOOA a AaOaE aA aCn aOaUaN aIa a aEaACa a a a a a a ee a a a a a a a e a a a a aE aa NaI aI aa NaaO aOIA a AO aaEUaOaCaIaNauauA AuTidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya . e medan peran. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. Ay Pendakwah yang hebat pastinya sebelum melakukan dakwah terdapat persiapanpersiapan khusus, dan materi dakwah yang akan di sampaikan masyarkat mestinya Aqidah, keimanan/kepercayaan terhadap Allah SWT, berikutnya Syariat, rangkaian ajaran yang menyangkut aktivitas manusia muslim di dalam semua aspek kehidupan, kemudian yang ketiga Akhlaq, yaitu tata cara berhubungan baik secara vertikal dengan Allah SWT. Sebelum berdakwah hendaknya para pendakwah itu senantiasa mengingat Allah SWT dengan jalan berdzikir yang tertera dalam firmannya: Artinya: AuHai orang-orang yang beriman, berzdikirlah . engan menyebut nam. Allah, zikir yang sebanyakbanyaknya. (Qs. Al-Ahza>b: . Ayat di atas menyebutkan keutamaan dzikir dan pahala orang-orang yang berdzikir. Allah SWT menguatkan perintah untuk senantiasa berdzikir dalam riwayat Mursal Baihaqi dari Makhul. Aumengingat Allah adalah obat dan mengingat manusia adalah penyakitAy. Diriwayatkan dari Qatadah AuUcapan subhannAllah . aha suci Alla. Alhamdulillah . egala puji bagi Alla. La> illa>ha illalla>h . idak ada Tuhan yang berhak di Lihat Slamet Muhaimin Abda. Prinsip-prinsip Metode Dakwah, (Surabaya: Al Ikhlas, 1. , 69-77. Al-Qur-a>n, 9 . l-Tauba. : 122. RISDA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Mohammad Rofiq sembah selain Alla. Allahu Akbar (Allah maha besa. La> h. ula wa la> quwwata illa> billa>h . iada daya kekuatan selain karena pertolongan Alla. Ay. Dzikir dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan Allah menuntun mereka menuju kebenaran yang tidak di ketahui orang lain, mengetahui jalan yang di tempuh orang lain yang mengantarkan menuju kekafiran, bidAah, dan kesesatan. akhirat Allah SWT mengamankan mereka dari ketakutan terbesar, memberi mereka naungan rahmat, malaikat memberi berita gembira mendapatkan surga dan selamat dari neraka sebagai wujud sayang dan cinta pada mereka. Berkaitan dengan perencanaan dakwah konteks kekinian ini bahwa dalam perkembangan dakwah kekinian perencanaan tampaknya masih belum mendapat perhatian yang cukup dari para pendakwah, sehingga menyebabkan tujuan-tujuan dakwah tidak dapat dicapai dengan baik. Akibatnya muncul Apenyakit-penyakitA dakwah yang tidak diharapkan seperti pendakwah yang asal-asalan . , spontan . rtijAl. , parsial . uzAo. , tidak inovatif . dan bersifat tambal sulam . arqiAo. 17 Untuk itu pendakwah harus mendapat perhatian serius dan tidak dikerjakan secara sambil lalu . aiknya Apekerjaan sambilanA) salah satunya melalui perencanaan yang baik sebagai bentuk profesionalisme . Sebuah perencanaan yang matang akan menjadi peta jalan . oad ma. kegiatan dakwah, sehingga pelaksanaan agenda dakwah akan lebih fokus dan terkontrol, efektif, efisien dan komprehensif-integratif. Selain itu, aktivitas dakwah yang dijalankan melalui perencanaan yang disusun matang . y desig. akan dapat memberikan kepercayaan diri pada para pendakwah karena mereka merasa menjalankan sebuah pekerjaan yang telah teruji secara konseptual. 18 Melihat manfaat besar yang dapat dicapai oleh dakwah melalui sebuah perencanaan, maka Muhammad Abu al-Fath alBayAnni cukup tepat ketika meletakkan perencanaan sebagai salah satu dari Wahbah Az Zuhaili. Tafsir Al-Wasith: Al-Qashas-An-Na>s,(Jakarta: Gema Insani,2. , 141. Ibid. Istilah-istilah penyakit dakwah ini penulis terilhami oleh salah satu bahan ajar mentoring . iqA) sebuah kelompok dakwah di Indonesia. Lihat misalnya: Irwan Prayitno. Kepribadian DaAoi. Jakarta: Pustaka Tarbiyatuna, 2005, 161-164. Lihat Abdul MawlA al-Ahir al-Makki. Al-Takh li al-DaAowah al-IslAmiyah DirAsah TaAoliyyah, tesis magister di Fakultas Dakwah dan Informasi, (Universitas Islam Imam Muhamad Ibn SaAd. Riyadh, 1. , 22-23. Volume. Number. April 2022 Persiapan Dakwah dan Segenap Sarananya dalam Kitab Al-Qudwah H. instrumen penting non-materil . l-wasAAoil al-maAonawiya. dalam mencapai tujuan Jika dicermati secara seksama ada beberapa ayat Al-Quran yang secara implisit sebenarnya mengandung anjuran bagi umat Islam untuk memperhatikan perencanaan. Dalam QS. Al-NisA: 71 misalnya Allah berfirman: Artinya: AuHai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah . e medan pertempura. berkelompokkelompok, atau majulah bersama-sama!Ay Ayat ini sejatinya mengandung perintah untuk melihat hukum sebab-akibat yang dalam konteks ini adalah segala aspek yang mendukung pertahanan kaum muslimin dari serangan kaum kafir. 20 Demikian pula dengan ayat QS. Al-AnfAl: 60. Artinya: Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang . ang dengan persiapan it. kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya. sedang Allah mengetahuinya. Ketika mengomentari ayat ini. Muhammad Rashid RidlA menyatakan bahwa yang disebut dengan al-iAodAd adalah mempersiapkan sesuatu untuk masa yang akan datang . ahyiAoah al-shayAo li al-mustaqba. Selain dua misal ayat di atas dan yang sejenisnya, al-Quran secara eksplisit mencatat bahwa pelaksanaan konsep perencanaan yang gemilang dalam kisah Nabi Yusuf AS dan kisah Dzulqarnain. Dalam QS. Yusuf: 47-49. Allah mengisahkan bagaimana Nabi Yusuf menyampaikan ide perencanaan manajemen pangan jangka panjang atau sekitar 15 tahun dalam mengantisipasi datangnya masa paceklik. Dalam QS. Al-Kahfi: 94-97. Allah juga menceritakan bagaimana Dzulqarnain ketika mengetahui adanya realitas ancaman YaAjj dan MaAjj terhadap sebuah masyarakat yang dia temui dalam perjalanannya kemudian merencanakan persiapan menghadang mereka dengan membangun sebuah benteng kokoh. Lihat Muhamad Abu al-Fath al-BayAnni. Al-Madkhal ila AoIlm al-DaAowah, (Beirut: Muassasah al-Risalah, 3, 1. , 301 & 306. Lihat misalnya: Al-SaAdy. AAbd Al-RahmAn ibn NAshir. Taysr al-Karm al-RahmAn f Tafsr KalAm alMannAn. Tahqiq: Abd al-RahmAn ibn MuAallA al-Luwayhq. Beirut: Muassasah Al-RisAlah. Cet. 2000M/1420H, 186 Lihat Muhamad Rashid RidlA. Tafsir al-ManAr. Kairo: Al-HayAah al-Miriyah al-AAmmah li al-KitAb, 1990. X, 53. RISDA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Mohammad Rofiq Dari uraian singkat di atas jelas sudah indikasi-indikasi yang diberikan Al-Quran terhadap pentingnya sebuah perencanaan dalam segala aktivitas kehidupan manusia. Nabi SAW. sendiri sebagai penerima wahyu dan pemberi penjelasan terhadap AlQuran benar-benar memahami hal itu dan mengimplementasikannya dalam perjalanan sejarah dakwah beliau. Dan nyatanya. Nabi SAW. meskipun dibimbing oleh wahyu dalam setiap gerak dan langkahnya, namun juga melakukan berbagai perencanaan yang matang demi tercapainya keberhasilan agenda-agenda yang ditargetkan. Ketika Rasulullah SAW. menentukan tempat hijrah pertama untuk para sahabatnya ke Ethiopia (Habasha. , tampak sekali bahwa hal itu tidak lahir dari sebuah gagasan yang datang tiba-tiba tanpa perencanaan dan pertimbangan yang matang terhadap situasi dan kondisi geopolitik dan keagamaan di wilayah tersebut22. Pemilihan Ethiopia yang secara geografis tidak masuk bagian Jazirah Arab dan cukup jauh dari Mekah bahkan dibatasi oleh laut memungkinkan para sahabat Nabi yang berhijrah tidak terkejar oleh kaum Quraish yang saat itu memiliki pengaruh dan kekuatan cukup besar. Nabi SAW. juga tidak meminta para sahabat untuk pergi ke tempat yang lebih jauh lagi sehingga justru mempersulit para muhajirun dan menyebabkan terputusnya kabar dari Ethiopia saat itu berada di bawah kekuasaan seorang pemimpin yang dikenal cukup bijak dan adil sehingga menjamin keamanan para muhajirun. Situasi keagamaan di wilayah itu juga cukup kondusif, karena raja dan penduduknya memeluk agama Nasrani yang secara psikologis relatif lebih memiliki kedekatan dibanding dengan kaum pagan. Demikian pula dengan proses perjalanan hijrah Nabi SAW. ke Madinah mengungkapkan ketelitian dan kecermatan perencanaan yang dilakukan oleh Nabi SAW dalam proses hijrah Nabi ke Madinah Munir Muhamad GhadlbAn mencatat sejumlah point penting perencanaan Nabi seperti pemilihan waktu keluar Makkah di siang bolong di bawah terik mentari dengan menutup muka di saat kebanyakan orang sedang malas ke luar rumah, pembelian dua binatang kendaraan perjalanan empat bulan sebelumnya, penyiapan bekal AsmAA binti Abu Bakar, keluar rumah Abu Bakar tidak melalui pintu yang biasanya, menugaskan Abdullah ibn Abu Bakar sebagai pengumpul informasi, menugaskan Amir ibn Fuhayrah untuk menghapus jejak Lihat Ysuf al-QaradlAwi. Al-Rasl wa al-AoIlm. Kairo: Dar al-ahwah, t. th, 45-46. Volume. Number. April 2022 Persiapan Dakwah dan Segenap Sarananya dalam Kitab Al-Qudwah H. pengirim bekal, penunjukan Ibn Urayqit yang non-muslim sebagai pemandu terpercaya, menggunakan jalur perjalanan yang tidak biasa dilalui manusia, menjadikan gua Tsr sebagai tempat transit dan lain-lain. Pada masa-masa awal dakwah Nabi SAW tepatnya pada tahun kelima kenabian Rasulullah menjadikan sebuah rumah milik Al-Arqam ibn Al-Arqam al-Makhzumi sebagai tempat pertemuan beliau dengan para sahabatnya yang saat iti merupakan minoritas yang senantiasa dijadikan objek tekanan dan penindasan kaum mushrik Quraish. Jika diamati secara mendalam pilihan Nabi tersebut nyantanya tidak terjadi secara kebetulan melainkan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang bervisi Menurut analisis Munir GhadlbAn setidaknya ada tiga alasan penting pemilihan rumah Al-Arqam. 24 Pertama. Al-Arqam bernaung di bawah klan Bani Makhzum yang merupakan musuh tradisional Bani Hashim. Dengan alasan ini, akan sangat sulit bagi kaum mushrik membayangkan bahwa Nabi SAW. yang datang dari klan Bani Hashim justru menggunakan rumah anggota klan Bani Makhzum. Kedua, saat itu usia Al-Arqam ibn Al-Arqam masih sangat belia, yakni baru berusia 16 tahun, sehingga anggapan kaum mushrik akan sulit mengerti bagaimana sebuah rumah milik seorang anak muda belia akan dijadikan pusat dakwah oleh Nabi SAW. Alasan ketiga, bahwa keislaman Al-Arqam masih belum diketahui siapapun kecuali oleh kalangan umat Islam saat itu saja. Dari contoh fragmen sejarah di atas menunjukkan betapa Rasulullah SAW. sangat memperhatikan perencanaan dalam menjalankan aktivitas Menarik sekali bahwa perencanaan belaiu sangat memenuhi unsur-unsur perencanaan ilmu managemen modern, yakni ketersediaan data yang lengkap dan pengenalan yang akurat terhadap data maupun kondisi riil medan yang dihadapi, kemampuan melakukan analisis secara tepat dan dapat menyusun aksi-aksi brilian dan membawa hasil yang gemilang. Lihat Munir Muhamad GhadlbAn. Fiqh al-Sirah al-Nabawiyah, (Makkah: Umm al-Qura University, 1419 H), 324-341. Lihat Munir Muhamad GhadlbAn, (Al-Manhaj al-Haraki li al-Srah al-Nabawiyah. Jordania: Maktabah alManar. Cet. 5, 1. , 47-48. RISDA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Mohammad Rofiq Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang diuraikan dalam makalah di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Nabi SAW telah menyatakan hakikat dakwahnya dan telah membersikan dakwahnya dari semua tujuan yang kadang tersembunyi dalam nafs para dai pemula dan semua penyuruh perbaikan. Inilah salah satu rahasia keberhasilan Setiap mushlih . atau mujaddid yang menyimpang dari manhaj ini, maka ia tidak akan berhasil dan sulit diterima oleh masyarakat. Dakwah Nabi saw. berkembang dengan pesat. Cahaya dan ruhaniah beliau selalu menyucikan dan menyelimuti dakwahnya, sehingga dakwah itu menjadi benar, sempurna, maju dan Allah swt. akhirnya menundukkan musuh-musuh dan penentang terbesarnya dan menjadikan mereka sebagai sahabat. Adapun Kesimpulan yang kedua adalah bahwa perencanaan merupakan faktor sangat penting dalam keberhasilan sebuah agenda dakwah. Al-Quran sangat menganjurkan umat Islam untuk mempersiapkan sebuah perencanaan dalam setiap aktivitas kehidupannya, terlebih di bidang dakwah. Sirah Nabi SAW. sangat padat dengan berbagai teladan ketajaman visi Nabi dan ketepatan perencanaan beliau dalam menjalankan agenda dakwah yang diembannya. Selayaknya, hal tersebut dapat diteladani secara baik oleh umat Islam saat ini. Volume. Number. April 2022 Persiapan Dakwah dan Segenap Sarananya dalam Kitab Al-Qudwah H. Daftar Pustaka