p-ISSN: 2987-7776 e-ISSN: 2987-7180 Vol. No. 2, 2025 HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary PEMANFAATAN FERMENTASI BATANG PISANG (GEDEBOG) SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF TERNAK SAPI Andi Muh Taufiq1. Emilia2. Nurfadillah3. Indah Permatasari4. Sufardi5. Hasmariyanti6. Reni Angriani7. Nur Halidya8. Yusri9. Idris10 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 Universitas Muhammadiyah Bone. Jl. Abu Dg. Pasolong No. Sulawesi Selaran. Indonesia Email: kkndesabiccoing@gmail. Article History Received: 14-08-2025 Revision: 05-10-2025 Accepted: 17-10-2025 Published: 28-10-2025 Abstract. Banana harvesting generates abundant waste, such as stems, which are generally left to decompose, even though they can be used as fermented livestock This applied research aims to utilize banana stem waste . through a fermentation process as a high-quality alternative feed for cattle, particularly in the Bone area. This activity uses an applied research approach combined with participatory action in the Bone region. The project partners are members of livestock farmer groups who are directly involved in the feed-making process. The main materials used are chopped banana stems mixed with fermentation ingredients such as bran, sugar, and microbial inoculants . EM. The fermentation process is carried out in a closed environment for 7Ae14 days. Data are obtained through direct observation, brief interviews, livestock palatability tests, and documentation, and then analyzed using qualitative descriptive analysis. The analysis results show that processing agricultural waste from banana stems into high-quality animal feed produces very high palatability for cattle, characterized by a distinctive aroma and a high consumption rate. Group members of farmers also experienced an increase in knowledge and experience in feed provision, especially during the dry season. Keywords: Banana Stem. Fermentation. Alternative Feed. Cattle. Palatability Abstrak. Pemanenan buah pisang menghasilkan limbah yang melimpah, seperti batang, yang umumnya hanya dibiarkan membusuk, padahal dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak terfermentasi. Penelitian terapan ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah batang pisang . melalui proses fermentasi sebagai pakan alternatif berkualitas tinggi bagi ternak sapi, khususnya di daerah Bone. Kegiatan ini menggunakan pendekatan applied research yang dipadukan dengan participatory action di wilayah Bone. Mitra kegiatan adalah anggota kelompok petani ternak yang terlibat langsung dalam proses pembuatan pakan. Bahan utama yang digunakan adalah batang pisang yang dicacah dan dicampur dengan bahan fermentasi seperti dedak, gula, dan inokulan mikrobial . isalnya EM. Proses fermentasi dilakukan secara tertutup selama 7Ae14 hari. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara singkat, uji palatabilitas ternak, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengolahan limbah pertanian batang pisang menjadi pakan ternak berkualitas menghasilkan palatabilitas . aya kesukaa. yang sangat tinggi bagi ternak sapi, ditandai dengan aroma khas dan tingginya jumlah Anggota kelompok peternak juga merasakan adanya tambahan pengetahuan dan pengalaman dalam penyediaan pakan, terutama saat musim Kata Kunci: Batang Pisang. Fermentasi. Pakan Alternatif. Sapi. Palatabilitas How to Cite: Taufiq. Emilia. Nurfadillah. Permatasari. Sufardi. Hasmariyanti. Angriani. Halidya, . Yusri. , & Idris. Pemanfaatan Fermentasi Batang Pisang (Gedebo. Sebagai Pakan Alternatif Ternak Sapi. HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary, 3 . , 82-87. http://doi. org/10. 54373/hijm. Taufiq et al. Pemanfaatan Fermentasi Batang Pisang (Gedebo. A 83 PENDAHULUAN Di daerah tropis seperti Indonesia pohon pisang mudah sekali untuk ditemuai salah Bone. Memanenan pohonnyamengakibatkan jumlah limbah seperti daun, batang, bonggol dan kulit pisang lebih besardibandingkan jumlah produk utamanya yaitudaging buah pisang. Pada umunya para pembudidaya tanaman pisang hanya membiarkan limbah-limbah tersebut begitu saja hingga busuk setelah buahnya dipanen, padahal limbah-limbah dengan jumlah besartersebut dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak terfermentasi (Mery, 2. Pemanfaatan dan kandungan nutrisi yang terkandung dalam limbah budidaya pisang sebagai pakan ternak terfermentasi ini belum banyak diketahui oleh manyarakat peternak, dengan pemanfaatan limbah budi daya tanaman pisang ini pemenuhan nutrisi pada ternak tidak lagi menjadi kendala karena begitu mudahnya menemukan tanaman pisang yang dapat dimanfaatkan (Loliwu, 2. Tanaman berdaun lebar ini menghasilkan buah konsumsi dengan bentuk buah berkelompok yang tersusun dalam tandan dengan kelompok- kelompok yang tersusun menjari yang disebut sisir dengan bentuk batang yang lurus tanpa cabang, batang tanaman ini banayak mengandung air sehingga memiliki tekstur yang lunak. Pemanenenan tanaman ini dilakukan dengan menebang pohonhingga tuntas sampai ke batang bawah sehingga diharapkan tunas baru tumbuh dengan mudah tanpa terganggu oleh batang pohon yang telah dipanen (Asma & Dona, 2. Hingga kini masyarakat Bone terutama masyarakat tani ternak belum banyak yang mengetahui limbah tanamanpisang ini dapat dijadikan sebagai pakan ternak sehingga banyak ditemukan batang pisang yang seharusnya dapat dimanfaatkan tetapi dibiarkan begitu saja hingga mati dan menjadi limbah yang tidak berguna. Tanaman pisang memiliki kandungan yang sangat baik untuk di manfatkan. Tujuan penelitian ini yaitu mampu memanfaatkan batang pisang yang di biarkan membusuk menjadi olahan makananyang bermanfaat bagi hewan ternak khususnya di daerah Bone, menjaga kelestarian lingkungan dengan pemanfaatan limbah batang pisang ini di harapkan dapat berdampak positif khususnya di daerahLamongan ini, mengurangi polusi dan menjadikan lingkungan lebih bersih dan sehat. METODE Kegiatan ini menggunakan pendekatan penelitian terapan . pplied researc. yang dipadukan dengan metode participatory action, di mana peneliti dan masyarakat peternak terlibat langsung dalam proses pembuatan pakan fermentasi berbahan dasar batang pisang. Pendekatan ini dipilih agar transfer teknologi tepat guna dapat dilakukan secara efektif melalui Taufiq et al. Pemanfaatan Fermentasi Batang Pisang (Gedebo. A 84 praktik langsung, penyuluhan, dan pendampingan. Program dilaksanakan di wilayah Bone, yang merupakan daerah dengan ketersediaan limbah batang pisang cukup melimpah dan memiliki kelompok petani ternak sebagai mitra kegiatan. Subjek kegiatan meliputi anggota kelompok ternak yang terlibat dalam pelatihan, praktik pembuatan pakan, hingga tahap pemberian pakan pada sapi. Bahan utama yang digunakan adalah batang pisang . yang telah dibersihkan dan dicacah, kemudian dicampur dengan bahan fermentasi seperti dedak, gula, dan inokulan mikrobial . isalnya EM. Peralatan yang digunakan mencakup pisau pencacah, timbangan, wadah fermentasi . rum atau plastik kedap udar. , dan alat pengaduk. Pembuatan pakan fermentasi dilakukan melalui beberapa tahap yaitu . Pencacahan batang pisang menjadi potongan kecil agar mudah difermentasi, . Pencampuran bahan fermentasi, yaitu batang pisang yang telah dicacah dicampur dengan dedak dan larutan fermentasi, . Pengadukan merata untuk memastikan distribusi mikroorganisme fermentatif, . Fermentasi tertutup dalam wadah kedap udara selama 7Ae14 hari, dan . Pengujian aroma dan tekstur setelah fermentasi untuk memastikan proses berjalan sempurna, ditandai dengan aroma khas dan tingkat keasaman yang tidak berlebihan. Prosedur ini mengacu pada rekomendasi sebelumnya dari penelitian terkait fermentasi gedebog pisang (Labatar et al. , 2021. Mery, 2020. Manehat et al. , 2. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan diberikan dalam bentuk penyampaian materi mengenai manfaat nutrisi batang pisang, teknik fermentasi, dan manajemen pakan ternak. Setelah itu, dilaksanakan demonstrasi langsung pembuatan pakan fermentasi yang diikuti oleh seluruh anggota kelompok. Pendampingan dilakukan pada setiap tahap untuk memastikan keterampilan mitra meningkat dan dapat diterapkan secara mandiri. Data diperoleh melalui beberapa teknik yaitu . Observasi langsung, untuk melihat proses pengolahan, keterlibatan peserta, dan respons ternak terhadap pakan fermentasi, . Wawancara singkat, untuk mengetahui pemahaman, pengalaman, dan tanggapan peternak mengenai teknologi pembuatan pakan, . Uji palatabilitas ternak, menggunakan indikator jumlah konsumsi, aroma, dan tekstur pakan yang diberikan (Labatar et al. , 2021. Manehat et al. , 2. , dan . Dokumentasi, berupa foto proses pembuatan dan pemberian pakan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil observasi dan wawancara dianalisis untuk menilai efektivitas pelatihan, tingkat pemahaman peserta, serta respons ternak terhadap pakan Sementara itu, hasil uji palatabilitas dianalisis melalui pengamatan pola konsumsi dan reaksi ternak terhadap pakan. Taufiq et al. Pemanfaatan Fermentasi Batang Pisang (Gedebo. A 85 HASIL DAN DISKUSI Gambar 1. Proses Pembuatan Pekan Ternak Dalam hal pemanfaatan limbah batang pisang sebagai bahan baku pakan ternak, tim pelaksana pengabdian memberikan panduan aplikasi yang dapat diterapkan dalam praktek pengolahan limbah batang pisang. Praktek yang dilaksanakan oleh anggota kelompok menunjukkan adanya keseriusan dalam menerima materi, proses pengolahannya bahkan sampai pada proses pemberian pada ternak. Praktek pengolahan limbah batang pisang sebagai bahan pakan ternak berkualitas yang dilaksanakan oleh anggota kelompok mitra menunjukkan hasil yang sangat memuaskan karena terolahdengan baik sehingga hasil akhir daripengolahan tersebut menunjukkan adanya palatabilitas . aya kesukaa. ternak yangsangat tinggi terhadap olahan batang pisang (Labatar et al. , 2. Hal ini menandakan pula adanya perhatian dari seluruh anggota dalam menerima materi. Indikator penilaian palatabilitas ternak terhadap pakan tersebut adalah aroma khas, meskipun dari segi cita rasa sedikit terasa asam yang mana hal ini disebabkan oleh proses fermentasi mikrobia dalam bahan pakan, namun setelah bahan pakan hasil olahan limbah batang pisang tersebut dianginkan maka rasa asam tersebut menjadi berkurang hampir tidak terasa yangmenandakan bahwa proses fermentasi mendekati sempurna (Manehat et al. Indikator lain terhadappalatabilitas ternak adalah tingginya jumlahkonsumsi pakan ternak hasil olahan limbah batangpisang yang diindikasikan denganhabisnya pakan yang disediakan dandiberikan untuk setiap ternak sapi. Taufiq et al. Pemanfaatan Fermentasi Batang Pisang (Gedebo. A 86 Hasil yang dicapai dari aspek ilmu pengetahun dan teknologi . menunjukkan bahwa anggota kelompok merasakan adanya tambahan pengetahuan dan pengalaman yang dapat membantumereka dalam penyediaan pakan ternak terutama pada musim kemarau karena sulitnya mendapatkan rumput hijau secara kontiniu. Meskipun dalam pelaksanaan program kegiatan ini berjalan lancar dan menunjukkan hasil yang baik namun ada beberapa hal yang menjadi kendala dalam pengembangan usaha penggemukkan ternak sapi dengan menggunakan batang pisang fermentasi sebagai pakan alternatif (Rizkiyah et al. , 2. Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini diantaranya adalah jumlahternak dan biaya yang terbatas serta waktu yang sangat singkat untuk mengamati perkembangan tubuh ternak ditinjau dari aspek produksi dalam bentuk berat hidup ternak sapi diakhir kegiatan. Kendala lain yang bisa terjadi adalah dampak kesehatan ternak sapi yang dapat ditimbulkan jika olahan batang pisang fermentasi diberikan secara monoton/tunggal selama periode Secara sosial, kendala yang dapat terjadi adalah penyebaran informasi teknologi yang tidak masif karena keterbatasan kemampuan mentransfer iptek diantara sesama anggota selain itu dimungkinkan oleh kesibukan petani dalam melaksanakan pekerjaan pokok bertani atau berkebun. KESIMPULAN Adapun kesimpulan setelahmelakukan kegiatan ini yaitu, penggunaan teknologi tepat guna sederhana pengolahan limbah pertanian batang pisang menjadi pakan ternak berkualitas menghasilkan palatabilitas yang tinggi bagi ternak sapi dengan aroma dan cita rasa yang khas, serta peternak dapat memahami dan mengadopsi serta menerapkan secara mandiri dan berkesinambungan teknologi pengolahan pakan ternak berbahan baku limbah pertanian menjadi pakan ternak berkualitas REFERENSI