Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. XII. Issu 1. Januari-April 2024 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401/E-ISSN: 2477-0221 Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. XII. Issu 1. Januari-April 2024 Prodi Pendidikan Sosiologi Sosiologi http://journal. id/index. php/equilibrium Strategi Pengembangan Pendidikan Kewirausahaan di Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga Kepulauan Riau Romi Aqmal1. Yahya Komarudin2. Martanto3. Rajabbul Amin4 Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam. STAIN Sultan Abdurrahman Kepri. E-mail: romi_aqmal@stainkepri. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. STAIN Sultan Abdurrahman Kepri. E-mail: yahya_komarudin@stainkepri. Program Studi Manajemen Bisnis Syariah. STAIN Sultan Abdurrahman Kepri. E-mail: tanto_m@yahoo. Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam. STAIN Sultan Abdurrahman Kepri. E-mail: rajabbulamin28@gmail. Abstract. Islamic boarding school is an educational institution that has a strategic role and function to create quality human resources not only in the religious field but also in the field of entrepreneurship. The strategy for developing entrepreneurship education in Islamic boarding schools really needs to be implemented. Based on the research objectives, the strategy used was a qualitative descriptive approach. Data collection methods include observation, interviews, and documentation studies. In this research, the manager of the Hidayatullah Daik Lingga Islamic Boarding School acted as an informant. The results of implementing good management strategies starting from preparation, training, processing and supervision have provided positive results in improving and developing the entrepreneurial sector at the Hidayatullah Daik Lingga Islamic Boarding School. These include, firstly, through strategies such as Human Resources, secondly, land processing in the agricultural and livestock sectors, and thirdly, optimizing training in the fields of sewing, packaging and marketing. However, the implementation of this strategy still faces many obstacles, such as a shortage of experts, limited land and equipment, and inadequate time management. Keywords : Strategy. Education. Entrepreneurship. Islamic boarding school Abstrak. Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki peran dan fungsi strategis untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas tidak hanya dibidang keagamaan melainkan juga bidang Strategi pegembangan pendidikan kewirausahaan di Pondok Pesantren sangat perlu untuk Berdasarkan tujuan penelitian strategi yang digunakanlah dengan pendekatan diskriptif kualitatif Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Pada penelitian ini pengelola Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga berperan sebagai informan. Hasilnya dari penerapan Manajemen strategis yang baik dimulai dari persiapan, pembinaan, pengolahan, dan pengawasan telah memberikan hasil yang positif terhadap peningkatan dan pengembangan sektor kewirausahaan di Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga. Diantaranya pertama melalui strategi pengoptimalan Sumber Daya Manusia. Kedua Pengolahan lahan sektor pertanian dan peternakan. Ketiga mengoptimalkan pelatihan dibidang menjahit, pengemasan, dan pemasaran. Namun penerapan strategi tersebut masih banyak mengalami kendala, seperti, kekurangan tenaga ahli, keterbatasan lahan dan peralatan, serta manajemen waktu yang tidak maksimal. Kata Kunci : Strategy. Pendidikan. Kewirausahaan. Pondok Pesantren Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. XII. Issu 1. Januari-April 2024 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401/E-ISSN: 2477-0221 PENDAHULUAN Pondok pensantern merupakan sebuah lembaga pendidikan dengan corak keislaman yang memiliki beragam fungsi dan kebermanfaatanya untuk santri dan masyaarakat, disebabkan hampir seluruh aktivitas santri dilakukan di dalam kawasan pondok pesantren, jadi sistem pembelajaran yang dilakukan menjadi lebih efektif dan efisien serta terkontrol dengan baik. mengelompokkan ada tiga dari fungsi pondok pesantren ini, yaitu pertama fungsi pengembangan keilmuan keisalaman, ke dua fungsi pemeliharaan tradisi keIslam, ketiga fungsi reprodukasi atau mencetak kaderisasi ulama (Nata, 2. Era modernisasi saat ini pesantren banyak mengalami perubahan dan peningkatan yang signifikan baik itu kearah pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan serta bidang kewirausahaan . , sehingga tidak lagi hanya berfokus pada bidang ilmu keagamaan saja. Berkaca dari latar belakang sejarah ketika berbicara tentang dunia pekerjaan atau urusan duniawi apalagi sampai membahas tentang dunia kewirausahaan di pesantren masih dianggap hal yang sangat tabu, namun di era modernisasi dan digitalisasi saat ini bukanlah hal yang tabu lagi, dan bahkan menjadi sebuah kepentingan dan keharusan bagi para santri dalam mengembangkan kreatiftiasnya terutama di pondok-pondok modern. Maka dalam kondisi seperti ini perlu adanya manajement strategis yang terarah dan terukur agar strategi ini bisa mendorong para santri yang kreatif dan inovatif serta memiliki daya saing yang tinggi bisa mewujudkan cita-citanya dalam mengembangkan keilmuannya di Pondok Pesantren tersebut baik itu dibidang keagamaan maupun Manajemen Strategi didefinisikan sebagai kerangka atau rencana yang mengintegrasikan tujuan-tujuan, kebijakan-kebijakan dan tindakan atau program organisasi (Triyawan dkk. , 2. Disamping itu, strategi juga diartikan sebagai rencana tentang apa yang ingin dicapai suatu organisasi di masa depan dan bagaimana cara mencapai keadaan yang ingin dicapai Sejalan dengan pendapat diatas Imron Rosyadi strategi adalah cara untuk mencapai tujuantujuan dan menentukan keunggulan kompetitif jangka panjang (Rosyadi, 2. Maka strategi optimalisasi untuk meningkatkan pengembangan usaha bisnis sangat terbuka lebar terutama dikalangan melenial yang kreatif dan produktif. salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah dengan mngembangan konsep kewirausahaan di lingkungan pesantren karena sangat diperlukan dan menjadi kebutuhan, senada jika dihubungkan dengan nilai-nilai keislaman yang ditanamkan pada para santri yaitu dengan mengedepankan kemandirian, kejujuran, kerja keras, disiplin dan bertanggungjawab. Hal senada dengan apa yang disampaikan oleh Sulton Masyhud (Burhanuddin, 2. bahwa pendidikan yang dikembangan didalam dunia pesantren merupakan bagian penting dari nilai-nilai dalam kewirausahaan. Nilai-nilai kewirausahaan akan mudah untuk dipahami kepada para santri jika telah memahami beberapa unsur berikut ini diantaranya pendapatan, lingkungan keluarga dan status sosial. pendapatan merupakan hal yang pokok dalam kehidupan baik untuk keberlangsungan usahanya maupun untuk memenuhi segala kebutuhan rumah tangganya. Menurut (Mulyadi 2. Berwiraswasta dapat memberikan pendapatan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan Penelitian ini menggambar bahwa pesantren merupakan bagian dari agen perubahan sosial dalam melakukan pengembangan kewirausahaan santri yang difokuskan pada ranah ekonomi terkhusus pada bidang pengembangan agrobisnis baik itu diwilayah perkotaan mupun wilayah Santri diberikan pembinaan untuk mengelola unit-unit usaha di Pondok Pesantren agar tercermin nilai-nilai ibadah dalam berwirausaha, seperti, kejujuran, kesucian dan kebersihan serta life skill ketika nantinya mereka keluar dari Pondok Pesantren. Ini merupakan hasil temuan dari penelitian-penelitian sebelumnya seperti penelitian (Chotimah, 2. dan (Adawiyah, 2. tentang pendidikan kewirausahaan di Pondok Pesantren. Sedangkan untuk penelitian ini nantinya akan fokus pada strategi pengembangannya yaitu dengan melakukan pengembangan dibidang kewirausahaan untuk mengasah skill dan kemampuan dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan santri agar tidak terfokus pada konstrasi pengembangan ilmu pengetahuan keIslaman semata, namun memiliki andil serta kepedulian terhadap perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Menurut (Indriyani, 2. Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. XII. Issu 1. Januari-April 2024 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401/E-ISSN: 2477-0221 kewirausahan merupakan bagian dari solusi dalam uapaya mengurangi angka kemiskinan, migrasi serta membangun lapangan pekerjaan di daerah pedesaan. Pondok Pesantren Hidayatullah memang merupakan bekas dari lahan pertanian yang dihibahkan untuk pembangunan dan pengembangan ilmu pengetahuan yang bercorak keisalman dan kemelayuan sebagai bentuk darikepedulian pemerintah daerah untuk kemajuan pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas. Tujuan lainnya adalah agar bagi masyarakat yang kurang mampu, tidak melanjutkan pendidikan, namun memiliki semangat tinggi untuk menuntut ilmu terutama dibidangan keagamaan bisa mendapatkan pendidikan pengajaran di pondok ini yaitu Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga. Selain itu juga pendirian pondok pesantren hidayatullah ini juga bertujuan untuk mengembangan bakat dan kreatifitas santri untuk menjadi lebih mandiri serta berwirausaha dimana yang didukung dengan beberapa fasislitas yang disiapkan seperti di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan. Selanjutnya upaya untuk membangun semangat para santri khususnya santri putri dibidang penjahitan maka pondok mendapat bantuan dari Dinas Ketenagakerajaan untuk membangun sebuah Balai latihan kerja yang berlokasi dilahan pondok pesantren tersebut dengan tujuan untuk praktek dan pelaithan-pelatihan. Namun sangat disayangkan pemanfaat dan penggunaan fasilitas yang ada masih sangat jarang sekali, karena keterbatasan tenaga ahli dan modal. Unit usaha sebagai sumber penambahan pendapatan bagi pondok Pesantren Hidayatullah, dan sekaligus tempat atau media belajar bagi para pengurus untuk melatih diri dalam berbisnis dari level yang terendah atau mikro. Ditemukan ada beberapa permasalahan yang terjadi dilapangan, misalnya terkait permasalahan yang dihadapi oleh pengurus unit usaha, sepert keterbatasan tenaga kerja dibidang produksi, keterbatasan sarana dan prasarana untuk aktivitas produksi, dan beberapa permasalahan baru terkait dengan sumber daya manusianya terhadap unit usaha yang baru berkembang, minimya pengetahuan akan hal pengelolaan unit usaha masih menjadi masalah tersendiri. Maka hal ini perlu ditangai secara serius mengingat kebutuhan sosial ekonomi dan kemandirian santri dalam meningkatkan skill dan kretifitasnya dibidang entrepreneurship perlu diakomodir secara terarah dan Sehingga diperlukan sebuah strategi yang menarik agar mampu memberikan solusi dan kebermanfaatan kepada seluruh santri terutama dibidang pengembangan pendidikan kewirausahaan di Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini digunakan Metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mengkaji dan mendiskripsikan Strategi Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga. Kepulauan Riau dalam mengembangan pola pendidikan kewirausahaan kepada seluruh santrinya. Moleong (Moleong, 2. tujuan dari penelitian kualitatif adalah untuk memahami fenomena yang ditemui partisipan penelitian secara holistik dan melalui penjelasan verbal dan tertulis tentang fenomena tersebut dalam situasi tertentu, seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan fenomena lainnya. Menurut Creswell J. , penelitian kualitatif meneliti masalah sosial dan manusi di mana peneliti menyebarluaskan hasil kajian berdasarkan analisis data lapangan dan laporan, yang selanjutnya didokumentasikan secara mendalam dalam sebuah laporan penelitian. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga. Kepulauan Riau. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini di dapatkan melalui proses observasi dan wawancara dengan pengelola Pondok Pesantren dan para santri. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini didapatkan melalui dokumentasi tertulis berupa buku-buku literatur maupun tulisan yang berkaitan dengan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini di lakukan dengan beberapa tahapan mulai dari reduksi data . ata yang direduksi adalah hasil wawancara yang dilakukan oleh penelit. , penyajian data dijelaskan secara deskriptif sehingga mempermudah gambaran aspek yang diteliti dan tahapan terakhir adalah verifikasi data . enarik kesimpulan dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpula. Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. XII. Issu 1. Januari-April 2024 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401/E-ISSN: 2477-0221 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Tahapan strategi pengembangan pendidikan kewirausahaan di Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga Kepulauan Riau Perumusan strategi dengan memusatkan perhatian terhadap tujuan utama suatu lembaga atau organisasi (Pondok Pesantre. akan dapat mencapai tujuannya dan memecahkan setiap permasalahan yang dihadapi dengan baik jika sebuah perencanaan yang matang telah di atur secara optimal didalam setiap tahapan pelaksanaannya dilapangan. Perencanaan ini diperlukan sebuah manajemen Strategi yang baik yaitu dengan memiliki beberapa tahapan, dimulai dari mengidentifikasi visi dan misi serta tujuan yang akan dicapai, ini merupakan tahap awal yang harus dilakukan. Tahap kedua adalah mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal suatu lembaga (Pondok Pesantren hidayatulla. dalam mencapai tujuan jangka panjang melalui perumusan strategi yang tepat dan evaluasi strategi sebagai tahap terakhir. Berdasarkan hasil temuan lapangan adapun langkah strategis yang dilakukan untuk pengembangan pendidikan kewirausahaan di Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga yaitu dengan empat tahapan diantaranya adalah sebagai berikut: Gambar 1 : Manajemen Strategi Persiapan dan Pengarahan Tripomo dan Udan berpendapat bahwa manfaat yang diperoleh dari serangkaian proses yang dilakukan dalam rangka merumuskan suatu strategi ini adalah salah satunya dengan mengalokasi sumberdaya yang terbatas, strategi ini dirumuskan untuk menggunakan berbagai sumber daya organisasi yang tersedia dengan menggunakan prinsip azaz efisiensi untuk mencapai tujuan sebuah perusahaan. Selain itu juga agar mendorong pemahaman terhadap situasi, secara tidak langsung akan mengidentifikasi lingkungan yang ada . nternal dan eksterna. sehingga dapat lebih memahami situasi yang ada dan mungkin akan terjadi di masa depan. Sehingga dengan langkah-langkah yang diatas diharapkan nantinya mampu memecahka setiap persoalan dan mencapai target yang dibutuhkan sesuai dengan tujuannya yaitu meningkatkan sosial ekonomi di Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga yang notabanenya dari para santri yang kurang mampu. Faktor sosial ekonomi yang mampu mendorong meningkatnya kesejahteraan usaha dalam suatu organisasi seperti pondok pesantren dapat ditinjau dari tingkat pendapatan, lingkungan serta status sosial. Tingkat pendapatan dibidang petanian seperti penjualan hasil buah naga per/kg Rp. 000, pisang Rp. 000 Per/sisir dengan rata-rata perbulan > 7 juta dalam kondisi normal, sedangkan untuk peternakan lele bisa mencapai Rp. 000 per/kg di jualan di pasaran dengan perbulannya 5 juta. Dengan pendapatan yang diperoleh tersebut. Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. XII. Issu 1. Januari-April 2024 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401/E-ISSN: 2477-0221 mereka yakin bahwa peluang wirausaha ini cukup menjanjikan masa depan yang lebih baik, serta memotivasi mereka para santri untuk lebih giat berwirausaha tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan serta pembudidayaan ikan lele guna memperoleh tingkat pendapatan yang lebih baik lagi. Tingkat pendapatan yang mengalami peningkatan dapat dilihat dari pertambahan luas lahan petani, produksi yang dihasilkan. pertambahan variasi produk, serta jenis usahsa yang semakin variatif. Perlu diketahui bahwa pendapatan merupakan hal yang utama dalam berkehidupan baik untuk keberlangsungan dan ketahanan usahanya maupun untuk memenuhi segala kebutuhan rumah tangganya. Menurut Suhartini . dalam (Mulyadi, 2. Berwiraswasta dapat memberikan pendapatan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sehingga menjadi sangat peting untuk diketahui dan diperhitungkan setiap pendapatan dari hasil usaha yang dialankan. Pemetaan dan Pengolahan Lahan Optimalisasi penggunaan lahan pertanian dan perikanan akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas dan kualitas dari hasil yang didapat baik itu dibidang pertanian maupun perikanan, selain itu upaya optimalisasi lahan menjadi salah satu langkah yang paling efektif untuk menunjang kesuburan dan kebersihan lahan pertanian sehingga terbebas dari hama penyakit. Dengan adanya kegaitan optimalisasi lahan ini akan lebih mudah untuk mengidentfikasi setiap kebutuhan dan permasalahan yang terjadi dilapangan. Upaya optimalisasi pengembangan kewirausahaan di bidang pertanian dan perikanan. Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga sedang berfokus pada pengoptimalan lahan pertanian dan perikanan yang ada walaupun dalam kondisi yang masih keterbatasan. Karena langkah ini menjadi salah satu tindakan yang penting untuk pengembangan kewirausahaan kedepannya bagi Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga dalam upaya meningkatkan status sosial ekonomi dan kemandirian para santri. Hal ini sesuai dengan prinsif dari ilmu ekonomi itu sendiri yaitu merupakan ilmu yang sistematis dengan mempelajari tingkah laku manusia dalam usahanya untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk mencapai tujuan tertentu (Silvia, 2. Upaya optimalisasi lahan merupakan bagian terpenting untuk pengembangan kewirausahaan terutama dibidang pertanian dan periakan. Dengan adanya lahan yang baik dan memadai tetunya akan sangat membantu menunjang hasil produksi serta bisa di lakukan upaya optimalisasi seperti membangun infrastruktur jalan usaha tani, pembangunan dan meningkatkan sarana irigasi, melakukan kegiatan optimalisasi lahan terlantar untuk ditanami komoditi unggulan seperti jagung, kacang-kacangan, buah-buahan dan lainnya. Pembinaan dan Pengembangan Bakat Langkah strategis yang diambil oleh Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga dalam upaya untuk pengembangan sektor kewirausahaan adalah dengan membuat beberapa program kegiatan, diantaranya pertama program penguatan sumber daya manusia melalui pelatihan-pelatihan, pemanfaatan fasiltias praktek kerja dan pembinaan manajem . Penguatan Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia adalah kemampuan daya fikir dan daya fisik yang terpadu yang dimiliki oleh setiap individu. Menurut Malayu S. P Hasibuan . dalam (Darim, 2. Pelaku dan sifatnya dilakukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya di motivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya. Sumber daya manusia ini berkaitan dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pengembangan pendidikan kewirausahaan di Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga, mulai dari pemerintah daerah, pengelola, dan masyarakat. Begitu pula dengan SDM yang merupakan penunjang dukungan yang diberikan oleh organisasi pemerintah daerah, kelompok, atau pengelola lokasi wisata untuk menyelingi atau merelokasi operasional Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. XII. Issu 1. Januari-April 2024 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401/E-ISSN: 2477-0221 pariwisata, sebagaimana diungkapkan Cooper dalam Chaerunnissa . 0: . dalam (Aminah dkk. , 2. Melalui wawancara dan observasi langsung kepada para informan di dapatkan bahwa memiliki aspek kualitas sumber daya manusianya yang cukup memupuni untuk produksi menjahit dan peternakan lele serta lahan pertanian, karena dalam kegiatan produksi ini tidak begitu memerlukan keahlian khusus. Selanjutnya terkait dengan kegiatan menjahit yang diberikan kepada para santri putir, berdasarkan hasil pengalaman dari salah satu santri yaitu Nur Aisyah mengatakan bahwa pelatihan yang ia pernah dapatkan sangat berguna bukan hanya untuk dirinya tapi juga teman-temannya dan pengembangan dunia usaha di penjahitan di Pondok. Beliau juga mengakui bahwa teman-teman nya sangat antusias mengikuti setiap kegiatan menjahit dan mudah menangkap setiap materi yang di berkan, hal ini karena sudah memiliki pengalaman dari keluarganya masing-masingAy. Sumber daya manusia yang tekun, trampil dan memiliki keahlian khusus dalam pemberdayaan lahan peternakan dan bidang penjahitan menjadi salah satu pendukung yang dimilki oleh para santri dan pengasuh Pondok pesantren Hidayatullah Daik Lingga, di tambah dengan kejujuran, keiklasan dan berkpribadian baik pun sangat diperlukan, sehingga sampai detik inipun dalam kegiatan pengembangan unit usaha di Pondok Pesantren Hidayatullah hampir setiap kegitannya masih mengandalkan para santri untuk misalnya mengoptimalkan lahan perkebunan, penjahitan dan peternakan lele untuk sementara ini. Pembinaan dan Pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) adalah sebuah gedung yang dimanfaatkan sebagai tempat pelatihan dan pembinaan skill atau keterampilan seseorang agar bisa mempersiapkan diri dalam menghadapi dunia kerja. Pelatihan-pelatihan ini sangat bermanfaat sekali untuk membekali keterampilan kepada setiap peserta sesuai dengan kemampuan masing-masing dan memberikan motivasi agar bisa hidup mandiri. Adapun sasaran kegiatanya adalah terciptanya tenaga kerja yang disiplin, trampil, kreatif dan memiliki etos kerja produktif pada setiap kesempatan yang dimiliki, serta mampu kedepannya menciptakan lapangan kerja sendiri melalui usaha mandirinya (Hidayat & Ismelani, 2. Upaya untuk mengoptimalkan pengembangan kewirausahaan di pondok pesantren hidayatullah Daik Lingga maka, langkah selanjutkan yang diambil oleh pengasuh pondok pengasuh pesantren adalah dengan memanfaat Balai Latihan Kerja (BLK) yang di bangun di atas lahan pondok pesantren untuk memberikan pengetahuan, pengalaman dan keterampilan para santri dalam mengembangkan diri di dunia kerja secara mandiri selain mendapatkan ilmu agama dari pondok itu sendiri. Adapun langkah - langkah yang untuk digunkan dalam upaya mengoptimalkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga adalah, langkah pertama, memberikan edukasi dengan memberikan pelatihan dan praktek menjahit di BLK tersebut. Meliputi Memelihara Alat Jahit. Mengukur Tubuh Pelanggan Sesuai Desain. Membuat Pola Busana Dengan Teknik Kontruksi. Memotong Bahan. Menjahit Dengan Mesin. Menyelesaikan Busana Dengan Jahitan Tangan, dan Melakukan Pengepresan. Melalui pelatihan ini diharapkan para santri memiliki wawasan luas yang variatif dan inovatif dalam melakukan strategi pengembangan usaha, terutama di bidang penjahitan. Hasil analisis manajemen strategi yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga dalam mengoptimalisasikan Pengembangan Kewirausahaan dalam upaya meningkatan sosial ekonomi Pondok yakni dari hasil wawancara bahwa para santri diikutsertakan dalam pelatihan yang diselenggarankan oleh Balai Latihan Kerja untuk mendapatka edukasi dan pelatihan dalam dunia usaha atau wirausaha. Upaya ini menjadi salah satu langkah yang diambil oleh pondok pesantren hidayatullah dalam Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. XII. Issu 1. Januari-April 2024 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401/E-ISSN: 2477-0221 membangun semangat kewirausahaan dan kreatifitas para santri agar terdidik mandiri dan memiliki belak ilmu selain dari pada ilmu keagamaan yang didapati. Berikut ini klasifikasi data hasil dari wawancara di lapangan terkait dengan faktor pendukung dan penghambat pada kegiatan optimalisasi pengembangan kewirausahaan dalam meningkatkan sosial ekonomi Pondok Pesantren Hidayatullah. Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga saat ini, yaitu mencoba untuk mengoptimalkan kembali lahar pertanian dan lokai perikanan budidaya ikan lele serta melatih kemampuan menjahit mereka untuk bekal uahan mandiri dikemudain harinya. Pemanfaatan Fasilitas Balai Latihan Kerja Selain dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Balai Latihan Kerja juga tempat yang telah berdedikasi mencetak tenaga kerja yang siap terjun ke dalam dunia Maka dengan tersedianya fasilitas di Balai Latihan Kerja diharapkan para santri dapat menjadi langkah efektif dalam mengatasi permasalahan dilapangan serta meningkatkan kompetensi tenaga kerja mereka. Dengan demikian, alumni-alumni santri yang telah mengikuti pelatihan dapat memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan kerja untuk mengembangkan diri dalam dunia industri maupun usaha wiraswasta secara mandiri dan berbagi kepada rekan-rekan santri lainya. Berikut fungsi dan manfaat yang didapatkan dengan adanya lembaga BLK ini terutama bagi para santri di Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga yaitu diataranya (Sukiman, 2. Sebagai sarana pelatihan bagi santri yang tidak memiliki keahlian khusus. A Mewadahi interaksi antarsesama peserta pelatihan dan pengajar yang turut menghasilkan tenaga-tenaga kerja yang siap pakai. A Mengembangkan kembali Lembaga Balai Latihan Kerja yang perannya selama ini tidak terlalu diperhatikan dan terbengkalai. A Mengembangkan sumber daya manusia yang ada di Pondok Pesantren hidayatullah Daik Lingga, dan daerah sekitarnya, untuk meningkatkan kemampuan di bidang ketenagakerjaan sehingga menghasilkan tenaga kerja yang profesional dan berdedikasi dan loyalitasa. Manfaat Balai Latihan Kerja Bagi Santri A Memperoleh tenaga kerja yang terampil dan berdedikasi terhadap pekerjaannya. A Meningkatkan kepuasan terhadap hasil kerja dan pekerjaannya dan mengurangi tingkat ketidakpercayaan atasan terhadap hasil kerja bawahan. A Mengurangi tindak kekerasan yang dilakukan atasan akibat hasil kerja yang buruk karena kemampuan yang dimiliki tenaga kerja tidak maksimal. A Meningkatkan kualitas dan daya saing di duni kerja bagi peserta. A Memberikan pelatihan-pelatihan yang sangat bermanfaat di lingkungan kerja. A Mampu menciptakan peluang usaha sendiri tanpa harus menunggu kesempatan kerja karena keterampilan yang diberikan merupakan keterampilan yang siap pakai. Strategi Pemasaran dan Pengawasan Hasil wawancara menggambarkan bahwa terkati dengna permodalan, pesantren hidayatullah masih mengandal sumbangan donatur dan pemerintah dalam upaya optimalisasi pengembangan kewirausahaan di sektor pertanian dan pembibitan dan pengembangan Dalam prosesnya sempat ada tawaran dari pihak Bank untuk meminjamkan modal namun pihak pondok lebih memilih untuk mandiri dan suasembada dari masyarakat serta orang tua murid. Namun tidak menutup kemungkinaan jika pihak Bank memberikan sumbangan pembangaunan gedung-gedung sekolah akan diterima dengan senang hati oleh pihak Pondok. Pondok Pesantren Hidayatullah juga masih keterbatasan dengan peralatanperalatan untuk kegiatan pengoptimalan lahan dan pembibitan, modal menjadi kendala utama untuk membelikan barang-barang tersebut. Berikut hasil wawancara dengan H. Betrianto. Pd. I : Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. XII. Issu 1. Januari-April 2024 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401/E-ISSN: 2477-0221 AuDiharapkan adanya simpati dari stakeholder atau sumbangan dari masyarakat untuk penambahan lahan bagi pondok pesantren Hidayatullah agar kedepannya bisa lebih optimal dalam bidang produksi hasil pertanian maupun perikanan. serta pemanfaatan lahan yang tersedia dengan maksimal agar kebutuhan pangan para santri terpenuhi dalam kondisi apapun, termasuk di masa Pandemi Covid-19 ini. Ay Dengan adanya tindakan ini tentu diharapkan dapat meningkatkan sosial ekonomi di Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga. lahan terlantar kembali menjadi lahan produktif dari upaya optimalisasi. Selanjutnya, pengembangan sektor pertanian dan perkebunan perlu sinergi antara pondok pesantren dengan pemerintah kabupaten maupun dengan masyarakat. Pembahasan Berikut tahapan-tahapan dan tantangan yang di hadapi Pondok Pesantren Hidayatullah dalam pelaksanaan strategi pengembangan pendidikan kewirausahaan: Persiapan dan Pengarahan Agar setiap santri dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan efektif dan efisien, maka Pondok menerapkan langkah-langkah sebagai berikut: Menempatkan masing-masing penanggungjawab atau tugas yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Melakukan musyawarah kepada seluruh pengurus dalam setiap penetapan tugas sehingga dapat menemukan hasil sesuai dengan harapan bersama. Membangun situasi kerja yang kondisif, aman dan menarik serta menyediakan fasilitas/lahan agar kelompok santri yang bertugas dapat menyelesaikan proyek mereka masing-masing dengan baik. Membiasakan kepada para santri untuk bisa memanfaatkan waktu dan tenaga secara efisien disaat tugas dan kewajiban seorang santri yang padat. Menciptakan tugas kepada seluruh santri yang dimiliki agar program kewirausahaan tercapai sesuai target. Memberikan sebuah penghargaan kepada kelompok santri yang berhasil menyelesaikan programnya, seperti memberi puijian dan hadiah dalam pertemuan atau FGD. Pemetaan dan Pengolahan Lahan Berhubung sumberdaya tanah diperlukan oleh berbagai kepentingan, maka diperlukan perencanaan tataguna lahan yang mempertimbangkan berbagai aspek yang mencakup aspek sumberdaya tanah, sumberdaya genetik, dan sumberdaya iklim dan air. Semua aspek tersebut harus diintegrasikan dengan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan hidup sehingga dapat memfasilitasi berbagai konflik penggunaan lahan yang pada akhirnya dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya tanah (Soeparno & Heriawan, 2. Perencanaan penatagunaan lahan perlu didasarkan pada kemampuan atau kesesuaian lahannya. Kemampuan/ kesesuaian lahan tersebut harus didasarkan pada data sumberdaya tanah yang rasional dan handal . , yaitu data yang baru dan akurat. Salah satu bentuk data dan informasi sumberdaya tanah adalah peta Peta ini dihasilkan melalui inventarisasi sumber sumberdaya tanah yang dikenal sebagai survei dan pemetaan tanah. Cambule et al. mengatakan bahwa pengelolaan tanah yang efektif memerlukan pengetahuan tentang data dan informasi tanah serta pola penyebarannya secara spasial dalam suatu landskap, sehingga keputusan penatagunaan lahan dapat dipilih secara tepat, cepat dan efisien. Pembinaan dan Pengembangan Bakat Agar santri-santri yang memiliki kemampuan dan berbakat tidak menurun, maka perhatian terhadap anak berbakat ini sangat diperlukan dalam mengembangkan dan meningkatkan potensinya sesuai dengan porsinya masing-masing (Oktavianti, 2. Dalam hal ini. Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga Kepulauan Riau memiliki kewajiban dalam mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki peserta didiknya agar mampu bersaing dan menghadapi tantangan masa depannya kelak ketika keluar dari Pondok. Selain itu kondisi seperti ini harus di kontrol dan Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. XII. Issu 1. Januari-April 2024 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401/E-ISSN: 2477-0221 diupayakan secara maksimal agar potensi-potensi tersebut dapat menghasilkan karya dan berprestasi yang membanggakan, tidak hanya dibidang agama akan tetapi juga dibidang kewirausahaan yang merupakan bagian dari pengembangan pendidikan di Pondok Pesantren Maka upaya ini tidak boleh hanya dilakukan oleh pihak Pondok saja, namun merupakan kewajiban bersama baik dari keluarga, masyarakat, serta pemerintah . , untuk ikut ambil andil dalam membangun sumber daya manusia yang lebih baik. Strategi Pemasaran dan Pengawasan Dalam tahap ini. Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga Kepulauan Riau berfokus pada pengembangan dan penguatan unit-unit usaha yang ada, seperti halnya sebagai berikut: Penguatan Kelompok Usaha Mandri AuYaa BunayyaAy Kelompok usaha mandiri (KUM) Yaa Bunayya merupakan sebuah gagasan ide yang dikembangkan oleh pondon pesantren Hidayatullah Daik Lingga dalam upaya memberikan pemberdayaan di lingkungan Ponpes dan orang tua murid guna meningkatkan kualitas hidup para anggota yang terlibat untuk pengembangan usaha. Proses pelaksanaan program kelompok usaha dalam hal ini mitra dari pondok pesantren hidayatullah itu sendiri rencana kedepannya yaitu dengan salah satu pengusaha atau pemilik modal dengan sistem syariah. Rancangan pembangunan kelompok usaha mandiri (KUM) masih dalam proses pendiskusian dengan para pengasuh pondok karena melihat potensi dari anak-anak santri yang semangat untuk berwirausaha sebagai sumber modal dan suatu terobosan dalam upaya pemberdayaan dan peningkatan satus sosial ekonomi khususnya di Pondok Pesantren Hidayatullah dengan harapan para santri dapat di bantu modal bagi yang akan melaukan kegiatan kewirausahaannya secara mandiri tanpa terkendala dengan modal seperti saat ini yang dialami dan dirasakan oleh pondok pesantren hidayatullah dalam upaya pengembangan sektor . Penguatan Modal Usaha Modal adalah kekayaan yang didapatkan oleh manusia melalui tenaganya sendiri dan kemudian menggunakannya untuk menghasilkan kekayaan lebih lanjut (Rafsanjani, 2. Sejauh ini pondok masih menggunakan tabungan sendiri dalam mengembangkan lahan pertanian dan peternakan, seperti untuk pembelian bibit, peralatan pertanian dan lain sebagainya, meskipun beberapa kali ada pihak bank yang coba untuk menawarkan pinjaman tetapi pondok lebih memilih menggunakan tabungan sendiri atau lebih kepada sumbangan dari stakeholder atau masyarakat dan orang tua murid. Meskipun begitu terkait denga sumbangan bantun pembangunan dari pihak Bank seperti pembangunan gedung-gedung sekolah tetap di terima. Penguatan Modal Sosial Penguatan modal sosial menjadi hal yang cukup mendasar, karena usaha untuk saling percaya, tolong menolong, bekerjasama, dan memberi kontrol yang kuat melalui ikatan solidaritas serta rasa kepedulian menjadi sangat penting (Sisway, 2. Dalam upaya pengembangan pendidikan disektor kewirausahan di Pondok Pesantren akan dikatakan berhasil dalam mengembangkan usaha kecil dan mikro jika mampu memberikan keuntungan bagi pelaku usaha kecil dan mikro dalam mempertahankan usahanya secara berkelanjutan. KESIMPULAN Strategi pengembangan pendidikan kewirausahaan di Pondok Pesantren Hidayatullah Daik Lingga telah menerapkan manajemen strategi secara optimal yaitu sebuah langkah penting dalam Proses memaksimalkan suatu kegiatan yang dijalankan, sehingga langkah ini diharapkan mampu mewujudkan keuntungan yang diinginkan atau dikehendaki. Manajement strategis yang dilakukan oleh di Pondok Pesantren Hidyatullah Daik Lingga untuk mengoptimalisasikan pengembangan Pendidikan kewirausahaan berfokus pada beberapa tahapan yaitu pertama dengan melakukan persiapan dan pengarahan, kedua pemetaan dan pengolahan lahan, ketiga pembinaan dan pengembangan bakat potensial yang dimiliki oleh para santri melalui pelatihan dan pembinaan dan Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. XII. Issu 1. Januari-April 2024 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401/E-ISSN: 2477-0221 ke empat strategi pemasaran dan pengawasan untuk mengontrol laju pertumbuhan dan pengeluaran yang dibutuhkan. Langakah-langkah strategis ini menjadi penting untuk peningkatan produktivitas dan kualitas dari hasil yang didapat baik itu dibidang pertanian maupun perikanan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan sosial ekonomi di Pondok Pesantren tersebut. DAFTAR PUSTAKA