Terbit Online pada laman web jurnal: http://ojs. id/index. php/Madiya/index Jurnal Ilmiah MADIYA Masyarakat Mandiri Berkarya Vol. 5 No. November 2025: 300-308 E-ISSN: 2775-779X Pelatihan Keterampilan Desain Slide Ibadah Melalui Pelatihan Microsoft PowerPoint bagi Tim Multimedia GPIB Efata Tanjung Sarah Rouli Tambunan1. Rismawati2. Desmon Gunadi Siagian3. Jhon Sihar Manurung4. Jamardua Haro5 Jurusan Administrasi Niaga. Politeknik Negeri Medan. Medan. Indonesia. City. Country Email : sarahroulitambunan@polmed. rismawati@polmed. dsiagian@polmed. jhonsihar@polmed. jamarduaharo@polmed. Abstrak Perkembangan teknologi digital mendorong gereja untuk beradaptasi dalam penyelenggaran kegiatan ibadah. Salah satu bentuk adapatasi tersebut melalaui pemanfaatan media visual untuk media visual untuk meningkatkan kualitas penyampaian khotbah dalam ibadah. Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Efata Tanjung Morawa merupakan salah satu gereja yang telah menggunakan media visual berbasis power point dalam kegaitan ibadahnya. Namun, kemampuan tim mulitimedia gereja yang Sebagian besar berasal dari kalangan remaja masih terbatas dalam mendesain dan menyusun slide yang sesuai dengan prinsip prinsip pembuatan slide. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan tim polmed bertujuan untuk meningkatkan keterampilan tim multimedia GPIB Efata dalam membuat slide menggunakan Microsoft Power Point. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan, yaitu : . Observasi dan identifikasi masalah, . persiapan teknis pelatihan, . pelaksanaan pelatihan. Pelaksanaan pelatihan dilaksanakan dengan pemaparan materi dari dua narasumber, tanya jawab, praktik pembuatan slide, presentasi hasil slide. Selain pelatihan, tim pengabdian juga memberikan dukungan fasilitas berupa satu unit televisi 43-inch untuk mendukung kegiatan multimedia pada pelayanan ibadah anak. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas slide sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan ibadah. Kata kunci: power point, multimedia, pelayanan gereja Abstract The development of digital technology has encouraged churches to adapt in conducting worship activities. One form of adaptation is the use of visual media to enhance the quality of sermon delivery during worship. The Indonesian Protestant Church of West Indonesia (GPIB) Efata Tanjung Morawa is one of the churches that has used PowerPointbased visual media in its worship activities. However, the multimedia team of the church, most of whom are teenagers, still has limited ability to design and compile slides in accordance with the principles of slide creation. The community service activity carried out by the Polmed team aimed to improve the skills of the GPIB Efata multimedia team in creating slides using Microsoft PowerPoint. The activity was carried out in stages, namely: . Observation and identification of problems, . technical preparation for training, . implementation of training. The training was conducted through material presentations from two speakers, question-and-answer sessions, slide creation practice, and a review of the resulting slide presentations. In addition to the training, the community service team also provided facility support in the form of a 43-inch television to support multimedia activities in children's worship services. Overall, this community service activity had a positive impact on improving slide quality while also encouraging improvements in the quality of worship services. Keywords: PowerPoint, multimedia, church service Corresponding author: E-mail address: sarahroulitambunan@polmed. A 2025 Author. All rights reserved. MADIYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Berkarya Sarah Rouli et. al | Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya, 2025, 5 . : 300-308 Introduction* Gereja Protestan Indonesia di bagian Barat (GPIB) Efata Jemaat Tanjung Morawa telah berdiri sejak tahun 2012 dan beralamat di Gg. Madirsan No. 22 Dusun Bangun Sari. Kecamatan Tanjung Morawa Ae Deli Serdang. Gereja ini menyelenggarakan berbagai bentuk ibadah seperti ibadah minggu, ibadah kategorial pemuda, kaum ibu, kaum bapak, pelayanan anak, serta ibadah teruna. Jumlah jemaat terdaftar mencapai 190 keluarga. Sejak tahun 2020. GPIB Efata mulai menerapkan teknologi multimedia untuk mendukung kegiatan Transformasi digital di gerejaAegereja modern merupakan bentuk adaptasi terhadap perubahan perilaku masyarakat yang semakin akrab dengan teknologi (Wibowo & Hasanah, 2022. Siahaan, 2. Dalam konteks gereja protestan, integrasi teknologi dipahami sebagai bagian dari proses inkulturasi gereja dalam masyarakat modern, di mana umat membutuhkan bentuk penyampaian pesan yang sesuai dengan konteks keseharian mereka (Astuti & Prabowo, 2. Gereja berkewajiban menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan pola komunikasi yang relevan dan mudah dipahami oleh jemaat masa kini (Batubara, 2. Salah satu inovasi yang semakin lazim digunakan adalah pemanfaatan media visual melalui slide presentasi untuk menampilkan lirik lagu pujian, ayat Alkitab, pokok khotbah, hingga informasi Media visual terbukti mampu meningkatkan fokus, retensi informasi, dan partisipasi audiens dalam kegiatan keagamaan (Fauzi & Hidayat, 2022. Yusuf, 2. Visualisasi yang baik mendorong keterlibatan jemaat, memperjelas pesan rohani, serta menciptakan suasana ibadah yang lebih hidup (Putra & Sihombing, 2. Gambar 1. Tampilan Media Visual Ibadah di GPIB Efata Tanjung Morawa Untuk mendukung penggunaan media visual tersebut. GPIB Efata membentuk tim multimedia yang bertugas mengelola seluruh aspek teknis ibadah. Keberadaan tim multimedia menjadi unsur penting karena kualitas penyampaian pesan ibadah sangat dipengaruhi oleh kemampuan mereka dalam menyusun presentasi yang informatif dan estetis (Simanjuntak, 2023. Kurniawan & Lestari, 2. Hal ini ditegaskan oleh Ketua I GPIB Efata. Bapak Bonar ButarAeButar, yang menyampaikan bahwa tim multimedia bukan hanya pelengkap teknis, tetapi bagian penting dari pelayanan. Sarah Rouli et. al | Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya, 2025, 5 . : 300-308 Tim multimedia GPIB Efata berjumlah 10 orang, berusia 15Ae19 tahun dengan pendidikan mayoritas SMA. Keterlibatan mereka didorong oleh semangat pelayanan, namun kemampuan teknis dalam desain slide masih pada tahap dasar. Kondisi ini berdampak pada kualitas slide ibadah yang sering kali monoton, tidak konsisten, dan kurang komunikatif (Wibowo & Hasanah, 2022. Zega. Minimnya pelatihan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan ketidakmerataan kompetensi antaranggota tim (Tarigan, 2. Seluruh keterampilan yang dimiliki tim multimedia selama ini diperoleh secara informal, tanpa panduan baku atau pelatihan sistematis. Penelitian menunjukkan bahwa komunitas berbasis relawan, termasuk gereja, sering mengalami kendala serupa karena keterbatasan sumber daya dan kurangnya struktur pelatihan (Rahmawati, 2022. Sitompul, 2. Tanpa pelatihan, kualitas desain visual cenderung tidak seragam dan kurang efektif dalam mendukung ibadah (Nugroho, 2. Pelatihan teknis erupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pelayanan multimedia. Microsoft PowerPoint dipilih karena merupakan aplikasi presentasi yang mudah digunakan dan telah terbukti efektif meningkatkan kemampuan desain visual bagi pemula (Andriani & Setiawan. Pelatihan praktis berbasis praktik langsung juga dianggap lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan digital generasi muda (Rahmawati, 2022. Tarigan, 2. Menjawab kebutuhan tersebut, tim pengabdian Politeknik Negeri Medan menginisiasi pelatihan desain slide ibadah menggunakan Microsoft PowerPoint bagi tim multimedia GPIB Efata. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas ibadah dari sisi estetika visual, mendukung penyampaian pesan rohani secara optimal, serta mengembangkan kompetensi generasi muda gereja dalam pelayanan multimedia (Putra & Sihombing, 2023. Simanjuntak, 2. Pelatihan ini sekaligus menjadi bentuk pemberdayaan rohani dan profesional bagi remaja yang terlibat. Metode Pelaksanaan Adapun tahapan dalam pelaksanaan kegiatan Adalah: Tahap Pertama : Observasi dan Identifikasi Masalah Pada tahap ini, tim pengabdian melakukan melakukan observasi awal dan diskusi dengan pihak mitra, dalam hal ini Majelis Jemaat dan tim multimedia GPIB Efata Tanjung Morawa. Tim pengabdian mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan tim multimedia dan melakukan pengumpulan data awal mengenai struktur tim multimedia, perangkat yang tersedia, dan bentuk ibadah yang rutin dilakukan. Tahap Kedua : Persiapan Teknis Pelatihan Pada tahap ini, tim pengabdian Polmed melakukan persiapan teknis berupa menyusun materi pelatihan Microsoft Power Point, menyiapkan perangkat yang dibutuhkan . aptop, proyektor, microphone, soundsyste. Tim pengabdian juga mengatur waktu, tempat kegiatan pelatihan kepada peserta pelatihan. Tahap Ketiga : Kegiatan Pelatihan Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada hari Minggu, 12 Oktober 2025, pukul 14. 00Ae18. 00 WIB di GPIB Efata Tanjung Morawa. Kegiatan dimulai dengan sambutan resmi dari pihak gereja dan ketua Kegiatan dimulai dengan sesi pembukaan dan kata kata sambutan yang dihadiri oleh perwakilan gereja Bapak B. Butar Butar, selaku Ketua I GPIB Efata Tanjung Morawa, tim dosen pelaksana dan tim multimedia sebagai peserta pelatihan. Berikut foto saat ketua pelaksana Ibu Sarah Rouli Tambunan dan perwakilan gereja memaparkan kata sambutannya. Tahap ini menjadi bagian penting untuk membangun komunikasi, memantapkan tujuan pelatihan, serta menjelaskan urgensi peningkatan keterampilan tim multimedia dalam mendukung ibadah gereja (Siahaan, 2020. Putra & Sihombing, 2. Sarah Rouli et. al | Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya, 2025, 5 . : 300-308 Gambar 2. Kata Sambutan dari Ketua Pelaksana dan Ketua I GPIB Efata Tanjung Morawa Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber yaitu Sarah Rouli Tambunan,S. Sos,M. Si yang memaparkan tentang fitur power point dan prinsip dasar pembuatan Kemudian dilanjutkan pembicara internal yaitu Ferdinand Brury yang memaparkan tentang panduan Power Point bagi Pelayanan Gereja. Masing masing narasumber memaparkan materinya dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Setelah pemaparan teori, peserta mengikuti sesi praktik langsung, di mana setiap peserta diminta membuat slide ibadah menggunakan Microsoft PowerPoint sesuai panduan yang diberikan. Peserta diajak mencoba berbagai fitur, seperti animasi, transisi, serta penataan teks dan gambar agar tampil harmonis dengan tema ibadah. Selama proses praktik, tim pelaksana memberikan pendampingan secara individual untuk membantu peserta yang mengalami kendala teknis. Suasana pelatihan berjalan interaktif dan penuh antusiasme. Di akhir sesi pelatihan, peserta diminta untuk mempresentasikan hasil desainnya, kemudian narasumber akan memberikan masukan Ae masukan untuk perbaikan kedepannya. Berikut gambar suasana pelatihan. Sesi penyampaian materi dibawakan oleh dua narasumber. Narasumber pertama memaparkan fitur dasar dan lanjutan Microsoft PowerPoint, termasuk pengaturan tata letak, penggunaan template, pemilihan font, warna, hingga pengaturan transisi dan animasi. Paparan ini relevan dengan penelitian Andriani & Setiawan . yang menunjukkan bahwa pelatihan berbasis aplikasi presentasi efektif meningkatkan kompetensi visual peserta. Narasumber kedua memberikan panduan teknis penyusunan slide khusus ibadah, seperti standar tampilan ayat Alkitab, format lirik lagu, penempatan tema liturgi, hingga standar estetika gerejawi. Penelitian sebelumnya menegaskan bahwa keberhasilan komunikasi visual dalam ibadah sangat dipengaruhi oleh konsistensi penataan elemen visual (Fauzi & Hidayat, 2022. Yusuf, 2. Sarah Rouli et. al | Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya, 2025, 5 . : 300-308 Gambar 4. Suasana Kegiatan Pelatihan Guna mengungkur pemahaman peserta, maka Pada sesi praktik, seluruh peserta membuat slide ibadah secara mandiri berdasarkan contoh yang diberikan. Peserta terlihat antusias dan aktif bertanya, terutama terkait penggunaan animasi, pilihan font, serta pengaturan slide agar tidak terlalu Pendekatan praktik langsung seperti ini sejalan dengan model pelatihan efektif bagi pemula yang menekankan learning-by-doing (Rahmawati, 2022. Tarigan, 2. Hasil observasi menunjukkan bahwa: Peserta mampu membuat slide lirik lagu dengan template yang seragam. Peserta mulai memahami prinsip kontras warna dan keterbacaan. Peserta menguasai fitur dasar dan fitur penting seperti insert image, alignment, dan slide master. Peserta mampu menyusun flow ibadah dari awal hingga akhir menggunakan slide berurutan. Temuan ini sejalan dengan penelitian Nugroho . yang menunjukkan bahwa pelatihan desain presentasi bagi remaja gereja dapat meningkatkan kualitas konten visual secara signifikan. Selama pelatihan, beberapa kendala muncul: Perbedaan kemampuan teknis antaranggota, karena latar belakang pembelajaran yang Kondisi ini lazim terjadi di komunitas berbasis relawan (Kurniawan & Lestari. Sitompul, 2. Solusi: Pendampingan personal dilakukan oleh tim pengabdian. Keterbatasan perangkat, seperti jumlah laptop yang tidak merata. Solusi: Peserta bekerja berkelompok sambil bergantian menggunakan perangkat. Minimnya pemahaman desain estetis sebelum pelatihan dimulai. Solusi: Narasumber memberikan ringkasan prinsip desain dasar . ontras, keseimbangan. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan penyerahan bantuan 1 unit TV Xiaomi 43 Inch, yang sangat dibutuhkan untuk ruang ibadah anak. Media audiovisual terbukti dapat meningkatkan Sarah Rouli et. al | Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya, 2025, 5 . : 300-308 retensi informasi visual pada anak-anak dan mempermudah penyampaian materi keagamaan (Fauzi & Hidayat, 2022. Simanjuntak, 2. Pada kesempatann ini, tim pengabdian polmed juga menyerahkan bantuan teknologi berupa 1 unit TV Xiaomi 43 Inch. Bantuan ini diberikan guna mendukung kegiatan pelayanan yang berorientasi digital khususnya pada ibadah anak -anak. Di ruangan ibadah anak-anak, jumlah peserta cenderung lebih sedikit dan ukuran ruangan lebih sempit, sehingga membutuhkan media tampilan berskala lebih kecil. Namun, sampai saat ini, ruangan ibadah untuk anak-anak tersebut belum dilengkapi dengan media visual seperti layar atau Dengan memperhatikan kebutuhan ini, tim pengabdian dari Politeknik Negeri Medan memberikan bantuan berupa satu unit TV . kepada gereja. Dengan batuan ini diharapkan kualitas penyampaian materi ibadah secara visual, menarik, dan mudah dipahami. Berikut gambar penyerahan 1 unit TV Xiaomi 43 Inch dari tim pengabdian Polmed Gambar 6. Foto Bersama Peserta Kegiatan Pelatihan Setelah rangkaian sesi pelatihan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penanda tanganan berita acara kegiatan pengabdian oleh ketua 1 Gpib Efata Bapak B. Butar-Butar. Kemudian pihak gereja menunjuk Bapak Toni Sibarani untuk menutup kegiatan dengan doa bersama. Kegiatan pun diakhiri dengan poto bersama beberapa peserta pelatihan di depan gereja. Hasil Pelaksanaan Pelaksanaan telah selesai dilaksanakan. Kegiatan pelatihan mencakup pemberian materi yang Sarah Rouli et. al | Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya, 2025, 5 . : 300-308 meliputi . pemanfaataan fitur fitur Microsoft power point, . prinsip dasar desain slide yang baik . pemilihan tipografi, warna, tata letak gambar yang sesuai dengan konteks ibadah. Penyampain materi dilakukan melalui metode ceramah, demontrasi, praktik langsung agar peserta dapat memahami sekaligus menerapkan pengetahuan secara menyeluruh. Hasil umpan balik menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman. Sebelum pelatihan, peserta masih menggunakan desain standar dan memiliki keterbatasan dalam pengaturan layout serta belum memahami prinsip keterbacaan dan estetika visual. Setelah pelatihan, berdasarkan evaluasi hasil praktik dimana slide ibadah yang ditampilkan pada mingu berikutnya terlihat peningkatatan kemampuan dalam mendesain slide yang tampak lebih variatif, estetis dengan tingkat keterbacaan yang lebih baik. Pihak gereja GPIB Efata Tanjung Morawa menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih atas penyelenggaran kegiatan. Fasilitas televisi yang tersedia, kini telah dimanfaatkan secara optimal khususnya dalam ibadah pelayanan anak sehingga mendukung penyampaian materi ibadah secara lebih interaktif. Berikut gambaran suasana ibadah pelayanan anak pasca kegiatan pengabdian Masyarakat Gambar 7. Suasana ibadah pelayanan anak GPIB Efata Tanjung Morawa pasca kegiatan pengabdian Masyarakat Setelah pelatihan, terjadi beberapa perubahan positif: Slide ibadah menjadi lebih konsisten secara desain. Tim multimedia mulai menggunakan template dan standar tampilan yang seragam. Kepercayaan diri anggota meningkat, terutama saat bertugas dalam ibadah. Penggunaan media visual ibadah menjadi lebih profesional dan menarik. Perubahan ini sejalan dengan penelitian Zega . yang menyatakan bahwa peningkatan kompetensi visual secara langsung berdampak pada kualitas pengalaman ibadah jemaat. Simpulan Kegiatan pelatihan desain slide ibadah menggunakan Microsoft PowerPoint di GPIB Efata Tanjung Morawa memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kapasitas tim Sebelum pelatihan, tim menghadapi berbagai keterbatasan, seperti minimnya kompetensi teknis, ketidakkonsistenan desain visual, serta kurangnya panduan baku dalam penyusunan slide ibadah. Melalui pendekatan pelatihan teoritis dan praktik langsung, peserta berhasil memahami dan menerapkan prinsip desain visual yang baik, konsistensi tampilan, serta pemanfaatan fitur penting PowerPoint untuk mendukung jalannya ibadah. Selain meningkatkan Sarah Rouli et. al | Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya, 2025, 5 . : 300-308 keterampilan teknis, kegiatan ini juga memperkuat profesionalitas pelayanan multimedia sebagai bagian integral dari ibadah modern. Penyerahan bantuan alat berupa TV 43 Inch turut memperkuat dukungan terhadap pelayanan ibadah anak. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya memberikan peningkatan kompetensi, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap kualitas penyelenggaraan ibadah di GPIB Efata Tanjung Morawa. Daftar Pustaka