KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 63-69 https://bestjournal. id/index. php/kovalen Produksi Konsentrat Protein dari Ampas Kelapa (Cocos nucifera L. Menggunakan NaOH dan (NH. 2SO4 [Production of Protein Concentrate from Coconut Pulp (Cocos nucifera L. using NaOH and (NH. 2SO. HasdindaA. Pasjan Satrimafitrah. Syaiful Bahri. Abd. Rahman Razak. Dwi Juli Puspitasari. Indriani. Aini Auliana Amar Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Tadulako Jl. Soekarno Hatta. Kampus Bumi Tadulako Tondo. Palu. Indonesia Abstract. Coconut pulp wasted from processed coconut oil has a protein content of up to 18. The potential coconut pulp protein can be processed in protein concentrate which has many benefits. This research was conducted to determine the effect of NaOH and (NH. 2SO4 concentrations in isolating protein and producing protein concentrates that have the highest yield and protein content. Isolation of coconut pulp protein was carried out using NaOH at several concentrations, namely 0, 0. 2, 0. 4, 0. 6, 0. 8, and 1 M, while the protein concentrate was prepared using the salting out method with a saturation level of the ammonium sulfate salt of 55%, 60%, and 65%. Analysis of protein content was carried out using the Kjeldahl method. The use of NaOH 0. 2 M and (NH. 2SO4 with a saturation level of 60% was the chosen treatment with crude protein content and yield of 75. 63% and 33. Keywords: Protein concentrate, coconut pulp, ammonium sulphate. NaOH Abstrak. Ampas kelapa yang terbuang dari olahan minyak kelapa dalam memiliki kandungan protein hingga 18,20%. Potensi dari protein ampas kelap dapat diolah dalam bentuk konsentrat protein yang memiliki banyak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari konsentrasi NaOH dan (NH. 2SO4 dalam mengisolasi protein dan memproduksi konsentrat protein yang memiliki rendemen dan kadar protein tertinggi. Isolasi protein ampas kelapa dilakukan dengan menggunakan NaOH pada beberapa konsentrasi, yaitu 0. 0,2. 0,4. 0,6. 0,8 dan 1 M, sedangkan pembuatan konsentrat protein menggunkan metode salting out dengan tingkat kejenuhan garam ammonium sulfat 55%, 60% dan 65%. Analisis kadar protein dilakukan dengan menggunakan metode Kjeldahl. Penggunaan NaOH 0,2 M dan (NH. 2SO4 dengan tingkat kejenuhan 60% adalah perlakuan terpilih dengan kadar protein kasar dan rendemen masing-masing 75,63% dan 33,83%. Kata Kunci: Konsentrat protein, ampas Kelapa, amonium sulfat. NaOH Diterima: 14 Februari 2023. Disetujui: 26 Maret 2023 Sitasi: Hasdinda. Satrimafitrah. Bahri. Razak. Puspitasari. Indriani. , dan Amar. Produksi Konsentrat Protein dari Ampas Kelapa (Cocos nucifera L. ) Menggunakan NaOH dan (NH. 2SO4. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. : 63-69. LATAR BELAKANG dari luas areal maupun dari produksi kelapa. Keberadaan tanaman kelapa di Sulawesi Berdasarkan laporan BPS . , bahwa luas Tengah meningkat dari tahun ke tahun, baik areal pengembangan usaha tani kelapa pada A Corresponding author E-mail: hasdinda1@gmail. sedangkan untuk produksi kelapa pada tahun yang sama yaitu 189. 661 ton, sehingga potensi https://doi. org/10. 22487/kovalen. 2477-5398/ A 2023 Hasdinda et al. This is an open-access article under the CC BY-SA license. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 63-69 Hasdinda et al. kelapa dapat memberikan kontribusi besar bahwa hasil ekstraksi menggunakan NaOH 0,5 dalam perekonomian di Sulawesi Tengah. N pada pH 9 menghasilkan protein kasar cukup Potensi kelapa yang begitu besar tentunya tinggi, yaitu 54,82%. Kasio dkk . telah apabila diolah menjadi minyak kelapa akan membuat konsentrat protein dari ampas kelapa menghasilkan limbah ampas yang banyak berasal dari dagingnya. terbaik, yaitu 0,5 M dengan kadar protein Ampas kelapa merupakan hasil samping 71,30% 14,42%. NaOH Namun dari proses pengolahan minyak dan dapat demikian, hasil tersebut belum optimal dan berjumlah 19,5 kg dari 100 kg daging kelapa belum dilakukan pemekatan menggunakan (Putri, 2. Fadhilah dkk. , . melaporkan bahwa ampas kelapa mengandung kadar air 5,05%. kadar abu 7,57%, kadar protein kasar mendapatkan kondisi optimal. Nurhayati dkk. 12,87%. kadar lemak kasar 28,29%. dan kadar . mendapatkan konsentrat protein dari biji serat kasar 22,34%. Kandungan protein yang kelor dengan menggunakan amonium sulfat tinggi pada ampas kelapa dapat dimanfaatkan kejenuhan 65% dengan kadar protein 72,19% untuk produksi konsentrat protein. dan rendemen 46,56%. Konsentrat protein dapat dibuat dengan Isolasi protein dari ampas kelapa dengan beberapa metode (Tiwari & Signh, 2. NaOH yang dikombinasikan dengan koagulasi Terdapat tiga metode yang dapat dilakukan protein dengan ammonium sulfat menjadi untuk mendapatkan konsentrat protein dari kajian yang baru pada penelitian ini karena bahan baku hewan atau tumbuhan, yaitu kondisi optimum pembuatan konsentrat protein menggunakan pelarut alkohol, asam dan setiap tumbuhan berbeda-beda. Tujuan dari garam secara pengendapan . alting ou. Metode salting out merupakan metode yang mendapatkan konsentrat protein ampas kelapa paling banyak digunakan pada pembuatan dengan kadar protein dan rendemen yang NaOH ammonium sulfat akan menarik air dari koloid sebagai pengekstrak dan (NH. 2SO4 untuk protein sehingga kelarutan protein menurun fraksinasi protein. dan terkoagulasi (Karso dkk. , 2. Protein diperoleh melalui proses isolasi terlebih dahulu METODE PENELITIAN Bahan dan Peralatan dengan pelarut tertentu. Isolasi protein dapat Penelitian ini menggunakan beberapa dilakukan dengan pelarut NaOH. Kelarutan bahan utama berupa ampas kelapa dalam. NaOH (Merc. , ammonium sulfat (Merc. NaOH dipengaruhi oleh konsentrasi NaOH itu sendiri (Kasio dkk. , 2. Tablet kjeldahl, dan akuades. Alat yang digunakan terdiri dari blender. Jannah . melaporkan bahwa NaOH shaker Hangzhou Boyn, ayakan 60 mesh, 0,2 M optimal digunakan dalam mengisolasi lemari pendingin, penyaring buchner, oven protein dari bekantul dengan kadar protein Memmert, neraca analitik Ohaus Corp, dan 82%, sedangkan Yatno dkk . menyatakan tabung kjeldahl Pyrex. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 63-69 Hasdinda et al. Prosedur Penelitian Kadar Protein (%)= (V1-V. xNx14x6,25xfp . mg sampel Preparasi sampel Ampas kelapa yang telah dikumpulkan kemudian dijemur di bawah sinar matahari sampai kering, lalu digiling dan diayak ukuran 60 mesh untuk mendapatkan tepung ampas Kadar air dari tepung ampas kelapa Keterangan: = Volume titrasi sampel . L HC. = Volume titrasi blanko . L HCL Blank. = Normalitas larutan HCl 0,01 N = Faktor pengenceran = Bobot Atom Nitrogen 6,25 = Faktor Konversi Protein dianalisis secara gravimetri. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembuatan konsentrat protein Kadar Air Tepung Ampas Kelapa Ampas kelapa sebanyak 20 gram dalam Kadar air merupakan banyaknya jumlah pelarut NaOH dengan konsentrasi 0,2. 0,4. 0,6. air yang terkandung dalam suatu bahan. Kadar 0,8 dan 1,0 M . erbandingan 1:10 . ) air tepung ampas kelapa yang diperoleh, yaitu dishaker selama 2 jam pada suhu ruang. Filtrat 5,5%. Rousmaliana dan Septiani . juga disaring, selanjutnya ditambahkan (NH. 2SO4 mendapatkan kadar air tepung ampas kelapa kejenuhan 55%, 60% dan 65%, kemudian 5,7% didiamkan selama 24 jam pada suhu 4-5 AC. pengeringan oven. Penelitian yang dilakukan Endapan yang diperoleh dipisahkan dengan Yulvianti dkk. , medapatkan bahwa cara disaring. Endapan dikeringkan dengan ampas kelapa yang diolah dengan metode oven selam 12 jam pada suhu 50oC (Jannah, freeze drying menghasilkan kadar air 0,33%. Kasio dkk. , 2. Endapan ditimbang Sementara itu, pengeringan ampas kelapa dengan oven menghasilkan kadar air tepung menggunakan Persamaan 1. Rendemen (%)= Massa konsentrat protein . Massa tepung ampas kelapa . ampas kelapa 6,997% (Putri, 2. Metode . kadar airnya juga berbeda. Kandungan air Penentuan kadar protein Sampel konsentrat protein sebanyak 0,5 g dalam bahan pangan akan berkurang saat dicampurkan dengan 1,2 g tablet kjeldahl dan Hasil yang diperoleh < 13% atau 10 mL H2SO4 pekat. Campuran didestruksi memenuhi syarat mutu tepung beras SNI hingga terbentuk cairan jernih. 5 mL hasil 3549:2009 (BSN, 2. Kadar bahan ampas destruksi dimasukkan ke dalam labu destilasi yang berisi akuades 100 mL dan ditambahkan 5 mL NaOH 30%, kemudian dimasukkan ke jamur, menjadi asam, dan mudah menggumpal dalam alat destilasi. Larutan H3BO3 20% 10 mL (Putri, 2. dan 4 tetes indikator fenoftalin dimasukkan ke Rendemen Konsentrat Protein Variasi Konsentrasi NaOH dalam Erlenmeyer, selanjutnya dimasukkan ke dalam alat destilasi. Hasil destilasi selanjutnya yang melebih angka 13% Hasil dititrasi dengan HCl 0,01 N hingga larutan konsentrat protein ampas kelapa dengan berubah warna menjadi kemerahan. Kadar berbagai konsentrasi NaOH dapat dilihat pada protein dihitung menggunakan Persamaan 2. Gambar Rendemen KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 63-69 Hasdinda et al. 55,08% diperoleh pada penggunaan NaOH pada konsentrasi 2 M dengan rendemen 67,88%. (Gambar Meningkatnya konsentrasi NaOH diiukuti oleh Hasil analisis statistik didapatkan variasi Pada konsentrasi NaOH berpengaruh nyata terhadap umumnya titik isoeletrik protein berada pada pH rendemen konsentrat protein . ignifikan 0,002 asam, sedangkan pada pH basa protein C 0,. Konsentrasi NaOH 0,6 M. 0,8 M dan tersebut menjadi lebih mudah larut. Selain itu, 1 M berbeda tidak nyata satu sama lain, tetapi pada grafik diatas terlihat bahwa protein dapat berbeda nyata dengan konsentrasi 0,2 dan mengendap tanpa penambahan NaOH hal ini 0,4M. dikarenakan protein globuler larut dalam air dan mengendap jika ditambahkan larutan garam . alting Kadar Protein dari Konsentrat Protein dengan Variasi Kosentrasi NaOH Konsentrat protein dari ampas kelapa contohnya (NH. 2SO4. dengan variasi konsentrasi NaOH 0. 0,2. 0,4. Rendemen (%) 0,6. 0,8. dan 1 M memiliki kadar protein secara berurutan 41,43%, 74,64%. 73,77%. 71,10%. 66,21% dan 60,99%. Kadar protein dari konsentrat ampas kelapa cenderung menurun (Gambar . Namun secara statistik, variabel ini NaOH berpengaruh tidak nyata terhadap kadar protein . 0,196 pada tingkat kepercayaan 95%) Konsentrasi NaOH (M) Penelitian yang dilakukan oleh Jannah . menyatakan bahwa konsentrasi NaOH terbaik dalam ekstrak protein pada bekantul Kadar Protein (%) Gambar 1. Pengaruh konsentrasi NaOH terhadap rendemen konsentrat adalah 0,2 M dengan kadar protein yang didapatkan sebesar 82%. Penelitian Kurniaty . mengenai isolasi protein biji kelor menggunakan proses hidrolisis melaporkan bahwa penggunaan NaOH 1% menghasilkan 15,45% NaOH mengakibatkan rendemen isolat protein biji kelor berkurang. Kasio dkk. melaporkan bahwa konsentrasi terbaik dari NaOH untuk mengekstrak protein dari ampas kelapa adalah Konsentrasi NaOH (M) Gambar 2. Hubungan konsentrasi terhadap kadar protein NaOH Pada Gambar 2 terlihat bahwa kadar protein tertinggi diperoleh pada konsentrasi 0,2 M sebesar 74,64%, sedangkan kadar protein terendah terdapat pada blanko . anpa NaOH) sebesar 41,43%. Penambahan NaOH yang berlebih dapat mengakibatkan pH meningkat KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 63-69 Hasdinda et al. penurunan kadar protein yang terekstrak. konsentrat protein ampas kelapa tertinggi yakni Penggunaan pH lebih dari 10 akan mudah kejenuhan 60% dengan rendemen 33,83%, mengekstrak protein, tetapi disisi lain dapat sementara rendemen terendah 25,43% pada terjadi hidrolisis protein sehingga protein yang tingkat kejenuhan 55%. Hal ini menunjukkan bahwa rendemen konsentrat protein ampas kembali yang disertai dengan denaturasi (Pratiwi dkk. , 2018. Reliantari dkk. , 2017. Isnan bertambahnya tingkat kejenuhan ammonium & Nurhaedah, 2. Hasil yang sama juga didapatkan oleh ammonium sulfat 60%. Namun, pada tingkat Kasio dkk. , yaitu kadar optimum protein kejenuhan 65% rendemen menurun. Pada 71,30% tingkat kejenuhan 60% merupakan tingkat NaOH kejenuhan optimum untuk koagulasi protein sedangkan pada konsentrasi larutan yang lebih tepung ampas kelapa, sedangkan pada tingkat tinggi, yaitu NaOH 2,5 M kadar protein juga menurun hingga rendemen hanya 62,01%. Kurniaty dkk, . juga mendapatkan kadar diperoleh karena adanya proses pemisahan komponen protein dan non protein melalui penggunaan NaOH dengan konsentrasi yang pengendapan garam yang tidak terjadi secara lebih tinggi. Namun demikian, secara statistik. Rendemen Konsentrat Protein dengan Variasi Kejenuhan Amonium Sulfat Hasil konsentrat protein ampas kelapa dengan Rendemen (%) berpengaruh tidak nyata terhadap rendemen konsentrat protein . ilai signifikan 0,630 E 0,. Penelitian Alviyulita (NH. 2SO4 terhadap perolehan crude papain bertambahnya konsentrasi ammonium sulfat Konsentrasi (NH. 2SO4 Gambar 3. Pengaruh konsentrasi ammonium konsentrat protein Pada Gambar 3 terlihat bahwa tingkat variasi kejenuhan garam ammonium sulfat berbagai konsentrasi (NH. 2SO4 dapat dilihat pada Gambar 3. endemen 18,81%). Pada penelitian lainnya, penggunaan ammonium sulfat kejenuhan 65% mampu mengesktrak protein dari biji kelor hingga 46,56% (Nurhayati dkk. , 2. Kadar Protein Konsentrat Protein dengan Variasi Kejenuhan Amonium Sulfat Penentuan konsentrat protein dapat dilihat pada Gambar 4. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 9. , 2023: 63-69 Hasdinda et al. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan Kadar Protein (%) bahwa variasi tingkat kejenuhan ammonium sulfat berpengaruh nyata terhadap kadar protein . ignifikan 0,007 C 0,. Berdasarkan hasil uji lanjut Duncan, didapatkan bahwa pada ammonium sulfat kejenuhan 55% dan 60% berbeda tidak nyata tetapi berbeda nyata dengan kejenuhan 65%, sehingga kondisi terbaik adalah kejenuhan 60%. Konsentrasi (NH. 2SO4 Gambar 4. Hubungan konsentrasi amonium sufat terhadap kadar protein tepung ampas kelapa KESIMPULAN Konsentrat protein dari ampas kelapa menghasilkan rendemen 33,83% dan kadar Pada Gambar 4 terlihat bahwa tingkat protein 75,63% pada penggunaan NaOH 0,2 M kejenuhan ammonium sulfat terbaik yang sebagai pengesktrak dan (NH. 2SO4 dengan menghasilkan kadar protein tertinggi yakni tingkat kejenuhan 60% pada proses fraksinasi. kejenuhan 60% dengan kadar protein 75,63%. Kadar protein dari konsentrat protein ampas sedangkan kadar protein terendah pada tingkat kejenuhan 65% sebesar 63,44%. Hasil ini penggunaan konsentrasi NaOH yang terlalu sesuai dengan rendemen yang dijelaskan Tingkat kejenuhan yang terlalu tinggi akan menyebabkan kestabilan hidrofobik turunnya jumlah protein yang terkoagulasi (Nurhaeni dkk. , 2. Penelitian yang dilakukan Syahrir dkk. protein dari tepung ikan lele dumbo . larias gariepinu. dan analisis profil asam amino ammonium sulfat terbaik diperoleh pada tingkat kejenuhan 65% dengan rendemen sebesar 57,97% dan kadar protein sebesar 3,86 mg/ml. Nurhaeni dkk. melaporkan bahwa tingkat kejenuhan ammonium sulfat pada pembuatan konsentrat protein dari ampas tahu mencapai optimum pada kejenuhan 70% dengan rendemen 41,6% dan kadar protein yaitu 84,58%. DAFTAR PUSTAKA