JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 166 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Jurnal Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Makassar Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Fisika terhadap Sikap Ilmiah Peserta Didik Kelas XI IPA 3 SMA Negeri 14 Makassar Annisa Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar Jln. Sultan Alauddin No. 259 Makassar. Makassar 90221 E-mai: annisanisa094@gmail. Abstrak Ae Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana sikap ilmiah peserta didik setelah diterapkan pendekatan saintifik. Jenis penilitian yang digunakan adalah penelitian pra eksperimen dengan desain one-shot case study. Populasi penelitian ini adalh seluruh kelas XI IPA SMA Negeri 14 Makassar. Pengambilan sampel penelitian ini diambil secara random sehingga diperoleh XI IPA 3. Instrument yang digunakan adalah angket sikap ilmiah dengan 3 indikator yaitu kritis, rasa ingin tahu dan terbuka/kerja sama, dimana instrumen telah di validasi oleh pakar. Angket terdiri dari 22 pernyataan yang mencakup 3 indikator, dengan pernyataan positif sebanyak 12 dan negativ 10 Penelitian menggunakan analisis deskriptif. Dalam penelitian ini, dianalisis kemampuan sikap ilmiah dengan mengelompokkan peserta didik dalam 4 kriteria yaitu sangat tinggi, tinggi, rendah dan sangat rendah, dengan persentase sangat tinggi sebesar 21,2%, tinggi 36,4%, rendah 27,3% dan sangat rendah 15,1% selanjutnya dianalisis berdasarkan indikator ketercapaian sikap ilmiah, sikap kritis sebesar 57,47%, terbuka dan kerja sama sebesar 69,16% dan yang tertinggi sikap rasa ingin tahu sebesar 74,85%. Dari hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa sikap ilmiah peserta didik kelas XI IPA 3 SMA Negeri 14 Makassar yang diajar menggunakan pendekatan saintifik tergolong tinggi. Kata kunci: Sikap Ilmiah. Penelitian pra eksperimen. Pendekatan Saintifik. Abstract Ae This study aims to describe how the scientific attitude of learners after applied scientific Type of research used is pre experimental research with one-shot case study design. The population of this study is all the class XI IPA SMA 14 Makassar. Sampling of this research is taken randomly so that obtained XI IPA 3. Instrument used is questionnaire of scientific attitude with 3 indicator that is critical, curiosity and open / cooperation, where instrument has been validated by expert. Questionnaire consists of 22 statements covering 3 indicators, with positive statements of 12 and negativ 10 statements. The study used descriptive analysis. In this study, we analyzed the ability of scientific attitude by classifying the students in 4 criteria that is very high, high, low and very low, with very high percentage of 21. 2%, high 36. 4%, low 27. 3% and very low 15,1% then analyzed based on indicators of scientific attitudes, critical attitude of 57. 47%, open and cooperation equal to 69,16% and the highest curiosity attitude equal to 74,85%. From the results of this study it can be concluded that the scientific attitudes of students class XI IPA 3 SMA Negeri 14 Makassar who taught using a scientific approach is quite high. Keywords: Scientific Attitudes. Pre experimental Research. Scientific Approach selalu diupayakan seirama dengan tantangan PENDAHULUAN zaman yang sering tidak dapat diramalkan. Pendidikan menyiapkan sumber daya manusia untuk Derap langkah pembangunan oleh karena itu pendidikan selalu dihadapkan pada masalah-masalah baru. Masalah yang JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 167 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 dihadapi dunia pendidikan itu demikian yang bukan hanya memiliki kompetensi Oleh sebab itu, perlu ada rumusan- pengetahuan dan keterampilan saja tapi rumusan terhadap masalah pendidikan yang ditekankan juga pada kompetensi sikap. dapat dijadikan pegangan oleh pendidik Sikap yang dimaksud yaitu tanggung jawab, dalam mengembangkan tugasnya. Masalah- rasa ingin tahu, kejujuran, sifat terbuka, masalah pendidikan tersebut terdiri dari, obyektif, kreativitas, toleransi, kecermatan pertama: permasalahan secara umum dalam bekerja, rasa percaya diri, konsep diri positif, mengenal hubungan antara masyarakat dan pendidikan, jenis-jenis permasalahan pokok sains, dan menginterpretasikan gejala alam dari sudut prinsip-prinsip ilmiah. faktor-faktor mempengaruhi masalah pendidikan. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum Kedua, berbasis kompetensi yang memperkuat proses pembelajaaran dan penilaian autentik untuk masalah-masalah mencapai, pengetahuan, keterampilan, dan actual pendidikan di Indonesia. kompetensi sikap. salah satu pendekatan pada Ceramah adalah salah satu metode yang kurikulum 2013 yang dapat membangun paling banyak digunakaan pada proses sikap ilmia peserta didik yaitu pendekatan belajar mengajar pada saat ini, dimana saintifik (Mulyasa. Pembelajaran melibatkan siswa secara aktif menyebabkan pembelajaran yang mengadopsi langkah- kurang seimbangnya kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik siswa. Sebagian besar dari peserta didik juga tidak mampu Menurut. Alfred De Vito model pembelajaran menghubungkan antara apa yang dipelajari yang diperlukan adalah yang memungkinkan dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan terbudayakannya kecakapan berpikir sains, dimanfaatkan atau dipergunakan. Tentu saja terkembangkannya sese of inquiry, dan hal tersebut cenderung membuat siswa kemampuan berpikir kreatif siswa ( Majid,. terbiasa menggunakan sebagian kecil saja dari potensi atau kemampuan pikirnya dan Berdasarkan penelitian yang dialkukan menjadikan siswa malas untuk berpikir serta oleh Suaidin, dkk . , yang berjudul terbiasa malas berpikir mandiri. AuUpaya Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Salah satu tuntutan dan tantangan yang melalui Pendekatan Scientific pada Peserta dihadapi dunia pendidikan pada saat ini dan Didik Kelas VII/F SMP ke depan adalah pendidikan hendaknya SungguminasaAy mampu menghasilkan sumber daya manusia pendekatan saintifik dapat meningkatkan Negeri JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 168 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 keaktifan dan hasil belajar peserta didik hal merumuskan hipotesis, mengumpulkan data ini ditandai oleh adanya perubahan tingkah dengan berbagai teknik, menganalisis data, laku dalam diri peserta didik, perubahan menarik kesimpulan dan mengomunikasikan tingkah laku tersebut menyangkut perubahan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan. Pembelajaran berbasis pendekatan saintifik memberikan hasil pembelajaran yang lebih ketenangan, dan kesadaran, serta perubahan efektif dibandingkan dengan pembelajaran dalam bentuk-bentuk tindakan motorik. Hasil penelitian membuktikan Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti bahwa pada pembelajaran tradisional, retensi informasi dari guru sebesar 10% setelah lima AuPenerapan Pendekatan Saintifik Dalam belas menit dan perolehan pemahaman Pembelajaran Fisika Terhadap Sikap Ilmiah kontekstual sebesar 25%. Sedangkan pada Peserta Didik Kelas XI IPA 3 SMA Negeri pembelajaran berbasis pendekatan saintifik, 14 MakssarAy retensi informasi dari guru sebesar lebih dari II. LANDASAN TEORI adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data. Pendekatan Menurut,Alfred De Vito model pembelajaran yang diperlukan adalah yang memungkinkan terbudayakannya kecakapan berpikir sains, terkembangkannya sese of inquiry, dan kemampuan berpikir kreatif siswa. Menurut Joice Weil, pembelajaran yang dibutuhkan adalah yang prinsip yang ditemukan. Pendekatan saintifik dalam pembelajaran dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif membangun konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati, pembelajaran yang mengadopsi langkah- mengkomunikasikan konsep, hukum atau Pembelajaran Pembelajaran pembelajaran dengan pendekatan saintifik Saintifik Implementasi Kurikulum 2013 dalam pemahaman kontekstual sebesar 50-70%. Pendekatan Saintifik mampu menghasilkan kemampuan untuk belajar. Bukan saja diperolehnya sejumlah pengetahuan, keterampilan, dan sikap, tetapi JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 169 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 pengetahuan, keterampilan, dan sikap itu di belajar itu merupakan suatu proses adaptasi peroleh peserta didik. perilaku yang bersifat progresif . Pembelajaran Belajar adalah suatu terminology yang memandang hasil belajar sebagai muara menggambarkan suatu proses perubahan akhir, namun proses pembelajaran dipandang melalui pengalaman. Menurut Thomas L. sangat penting. Oleh karena itu, pembelajaran Good and Jere E. Brophy,Proses tersebut saintifik menekankan pada keterampilan Menurut Bayer. Model pembelajaran berbasis peningkatan keterampilan proses informasi, kemampuan, dan keterampilan sains adalah model pembelajaran yang melalui pengalaman. mengintegrasikan keterampilan proses sains ke dalam system penyajian materi secara Sikap Ilmiah Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Astuti, yang berjudul AuPembelajaran . Menurut Dyer dkk. , seorang inovator IPA dengan Pendekatan Keterampilan Proses adalah pengamat yang baik dan selalu Sains Menggunakan Metode Eksperimen mempertanyakan suatu kondisi yang ada Bebas dengan mengajukan ide baru. Berdasarkan Terbimbing Ditinjau dari Sikap Ilmiah dan Motivasi Belajar SiswaAy menyatakan bahwa pendekatan saintifik dalam pembelajaran sikap ilmiah siswa adalah sikap tertentu yang diambil dan dikembangkan oleh ilmuan pembelajaran antara lain: . untuk mencapai hasil yang diharapkan. mencoba/mengumpulkan Indikator sikap ilmiah yang akan digunakan . menalar/asosiasi, membentuk dalam penelitian ini yaitu: 1. Rasa ingin tahu, jejaring . elakukan komunikas. Termodifikasi Kritis. Hakikat Belajar dan Pembelajaran Penilaian Sains (Fisik. Belajar Eksperimen Terbuka observasi. interaksi dengan lingkungan eksternal, dan Sikap ilmiah merupakan hasil belajar diduga belajar itu terjadi bila adanya suatu dari ranah dari aspek afektif. Hasil belajar perubahan atau modifikasi perilaku terjadi, afektif merupakan bagian penting yang perlu dan perubahan itu tetap dalam masa yang di rencanakan, difasilitasi, dan dievaluasi relatif lama dalam masa kehidupan individu. dalam proses pembelajaran. Ranah efektif Menurut SkinnerAu leraning is a process of berkenan dengan upaya untuk membangun progressive behavior adaption. Yaitu bahwa pola pikir dan pola bertindak seseorang berkaitan dengan hubungan vertical dengan JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 170 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Tuhan Yang Maha Esa dan hubungan kurang berkembang dan pasif dalam kegiatan horizontal dengan sesame manusia dan Dengan penerapan pendekatan terfokus pada sikap dan nilai . eperti Saintifik kejujuran, ketaatan, demokras. , perasaan, melalui pengamatan, bertanya, percobaan, dan emosi, kepribadian, falsafah hidup, rasa kemudian mengolah data atau informasi, percaya diri, dan kesehatan mental secara dilanjutkan dengan menganalisis, menalar, kemudian menyimpulkan. Ranah afektif berkaitan dengan sikap dan nilai-nilai, perasaan dan emosi, karakter, i. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang dilakukan adalah penerimaan atau penolakan terhadap sesuatu, penelitian pra-eksperimen (Pre experimental dan kesehatan mental yang melekat dan desig. dengan desain penelitian The One membentuk kepribadian seseorang. Menurut Shot Case Study yang dinyatakan dengan Lang & Evans. Peserta didik perlu mendapat pola sebagai berikut: bantuan untuk memaknai dirinya dalam konteks memahami makna kemanusiannya. Keterangan: memahami tugas dan tanggung jawabnya X= Strategi pembelajaran saintifik O= Nilai post-test sesudah diajar dengan pendekatan saintifik. terhadap sesama manusia, dan hubungan antar sesame. Kerangka Pikir Fisika merupakan salah satu pelajaran yang kurang disukai siswa karena dianggap Penelitian ini bertempat di SMA Negeri 14 Makassar tahun ajaran 2017/2018 pada semester ganjil. memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, selain Populasi pada penelitian ini adalah itu kurangnya rasa ingin tahu peserta didik seluruh peserta didik kelas XI IPA SMA dan sikap kritis terhadap pelajaran fisika Negeri 14 Makassar yang terdiri dari lima menjadi faktor lain yang menyebabkan peserta didik enggan belajar fisika secara terpilihlah kelas XI IPA 3 SMA Negeri 14 mandiri dan hanya menunggu perintah dari Makassar sebanyak 33 orang yang terdiri guru untuk belajar. Dengan kata lain, sikap dari dengan asumsi seluruh kelas adalah ilmiah peserta didik masih tergolong rendah terhadap pelajaran fisika. Kurangnya sikap Untuk Berdasarkan ilmiah peserta didik yang positif terhadap keterampilan peserta didik, disusun suatu fisika dapat disebabkan oleh cara guru mengajar di kelas yang kurang melibatka ilmiah peserta didik yang berupa angket yang interaksi peserta didik, sehingga pesera didik terdiri dari 22 pernyataan responden dengan JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 171 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 alternatif jawaban adalah sangat setuju (SS), tiap butir adalah 5 dan yang terendah adalah Tabel 1. Kategori Sikap Ilmiah Peserta Didik Skor Siswa Kategori Sangat positif / XOuI X 1. SBx sangat tinggi X 1. SBx > X Ou X Positif / tinggi I> X Ou X I Ae 1. SBx Negatif/rendah Skor yang diberikan pada setiap jawaban setuju (S),tidak dapat menjawab,ragu-ragu (TM), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (ST) Untuk skala Likert, skor tertinggi IAe 1. SBx X