Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 2. Novenber 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Pelatihan Perilaku Respek Dan Empati Melalui Metode Role Play Untuk Mencegah Bullying Di SMKN 3 Banjarmasin 1,2,3,4,5 Ani Wardah1*. Nurul Auliah2. Aminah3. Riya Andriana4. Novi Pebrianti5 Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin Banjarmasin. Indonesia *Korespondensi: ani. wardah@uniska-bjm. Abstrak Abstrak Perilaku bullying merupakan perilaku yang dilakukan berulang-ulang sekelompok siswa yang memiliki kekuasaan terhadap siswa yang lemah dengan tujuan menyebabkan ketidaksenangan atau menyakitkan oleh orang lain, baik satu atau beberapa orang secara langsung terhadap seseorang yang tidak mampu melawannya. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mencegah bullying di SMKN 3 Banjarmasin. Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 36 orang siswa kelas XI b TJKT. Metode yang digunakan adalah pelatihan perilaku respek dan empati melalui metode role play untuk mencegah bullying, adapun kegiatan: Pertemuan I yaitu 1. Orientasi dan Pre test, selanjutnya penyampaian tata tertib pelatihan roleplay, dan pembagian kelompok dan peran, 2. Siswa memerankan adegan bullying dalam bentuk verbal, fisik, maupun cyberbullying. Siswa memerankan posisi korban, pelaku, dan saksi Pertemuan II yaitu . Siswa memerankan adegan pencegahan bullying dengan bersikap respek, berempati, dan menolong korban. Siswa memerankan adegan reconciliation antara korban dan pelaku bullying, . Diskusi setelah role play untuk merangkum pembelajaran dan perasaan yang dialami. Selanjut mengevaluasi kemajuan hasil pelatihan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai pretes dan postes pada siswa SMKN 3 Banjarmasin, dengan peningkatan skor sebesar 45 poin setelah mengikuti pelatihan role play. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa metode pelatihan yang berbasis role play efektif dalam meningkatkan perilaku respek dan empati siswa. Kata kunci: perilaku respek. Abstract Bullying behavior is behavior that is carried out repeatedly by a group of students who have power over weak students to cause displeasure or pain by other people, either one or several people directly against someone unable to fight back. This community service aims to prevent bullying at SMKN 3 Banjarmasin. The participants in this activity were 36 students from class XI b TJKT. The method used is training in respectful and empathetic behavior through the role-play method to prevent bullying. As for the activities: Meeting I, namely 1. Orientation and Pre-test, then delivery of role-play training rules, and division into groups and roles, 2. Students act out bullying scenes in form of verbal, physical, and cyberbullying. Students act in the positions of victims, perpetrators, and witnesses of bullying. Meeting II, namely . Students act out a bullying prevention scene by being respectful, empathetic, and helping the victim. Students act out a reconciliation scene between the victim and the perpetrator of bullying, . Discussion after the role play to summarize the learning and feelings experienced. Next, the progress of training results will be evaluated. The training results showed a significant difference between the pretest and posttest scores for SMKN 3 Banjarmasin students, with an increase in scores of 45 points after participating in the role-play training. This increase indicates that role play-based training methods effectively increase students' respectful and empathetic behavior. Keywords: respectful behavior. Submit: Oktober 2024 Diterima: November 2024 Publis: November 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Menurut WHO, bullying adalah tindakan agresif yang memanfaatkan kekuatan atau kekuasaan oleh seseorang atau kelompok terhadap orang lain. Tindakan ini menimbulkan kerusakan fisik, psikologis, dan sosial yang berulang. Bullying sering terjadi di sekolah dan tempat anak-anak berkumpul lainnya, termasuk di media sosial (Kanda & Suci Rosulliya, 2. Perilaku bullying merupakan perilaku yang dilakukan berulang-ulang sekelompok siswa yang memiliki kekuasaan terhadap siswa yang lemah dengan tujuan menyebabkan ketidaksenangan atau menyakitkan oleh orang lain, baik satu atau beberapa orang secara langsung terhadap seseorang yang tidak mampu melawannya. Faktor yang mempengaruhi pelaku bullying adalah kepopuleran (Wardah & Auliah, 2. Praktik diberbagai tingkat sekolah baik SD. SMP. SMA bahkan Perguruan Tinggi (Kanda & Suci Rosulliya, 2. Remaja yang menjadi korban bullying cenderung tertutup (Wardah, 2. , dan berisiko menghadapi berbagai masalah kesehatan, baik fisik maupun mental (Ahiruddin. Rasyid, & Prasetyo 2. Korban bullying sering mengalami gangguan mental seperti depresi, kecemasan berlebih, dan masalah tidur yang berlanjut hingga dewasa. Selain itu, korban bullying juga rentan mengeluhkan sakit kepala, sakit perut, dan ketegangan otot. Rasa tidak aman saat berada di sekolah juga kerap dirasakan korban bullying. Akibatnya, semangat belajar dan prestasi akademik anak yang menjadi korban bullying cenderung menurun (Lestari & Pasilaputra, 2. Asri et al. menyatakan bullying di sekolah umumnya berupa perlakuan verbal seperti mempermalukan, julukan, mengganggu, dan berkata kasar kepada teman. Perilaku bullying yang dialami korban dapat berdampak negatif, yaitu: Pertama, secara mental, korban menjadi lebih suka menyendiri dan tidak Kedua, secara emosional, korban menjadi pendiam, sensitif, takut bergaul. Vol. 8 No. November 2024 dan kepercayaan dirinya menurun. Ketiga, secara fisik, korban mengalami bekas luka dan kelelahan yang menyebabkan stres berat, hilang nafsu makan, dan sering sakit. SMK Negeri Banjarmasin Jl. Pramuka No. RT. 20/RW. Sungai Lulut. Kec. Banjarmasin Timur. Kota Banjarmasin. Kalimantan Selatan 70238. Dalam rangkaian HUT yang ke-58. Bapak Mohamad Ali Muksin. Kepala SMKN 3 Banjarmasin me-Launching Stop Bullying dan Perundungan. Dalam kesempatan tersebut. Beliau mengatakan bahwa hal ini merupakan salah satu ikhtiar dan komitmen pihaknya, agar tidak terjadi bullying dan perundungan terhadap peserta didik. Launching kegiatan sekaligus Tablig akbar yang menghadirkan penceramah Habib Abdul Wahab bin JaAofar Balghoits itu ditandai pelepasan burung merpati yang disaksikan ribuan pelajar yang sedang mengikuti tablig akrab, saprah amal yang Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriyah. Kegiatan tersebut tentu saja bukan tanpa alasan, tapi wujud kekhawatiran akan terjadi bullying di sekolah yang Beliau Pimpin. Untuk mencegah terjadinya tindak bullying, kami tim pengabdian mengambil inisiatif menanamkan bahaya bullying kepada para siswa SMK Negeri 3 dengan mengadakan pelatihan perilaku respek dan Kegiatan menggunakan metode roleplay agar para siswa dapat mengikutinya dengan suasana rileks dan menyenangkan. METODE PELAKSANAAN Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini meliputi tiga tahapan, yaitu, pertama tahap persiapan. Dalam tahap ini, tim pelaksana melakukan observasi, pemetaan masalah merumuskan metode intervensi berupa pelatihan menerapkan role play, dan penyusunan materi perilaku respek dan empati guna mencegah bullying di SMK Negeri 3 Banjarmasin. Kedua, tahap pelaksanaan. Tahap pelaksanaan dilakukan sebanyak dua kali pertemuan yaitu, pertemuan I: . Orientasi yaitu perkenalan pelatih dengan peserta, dan menjelaskan tujuan pertemuan bahwa Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) penting perilaku respek dan empati untuk mencegah perilaku bullying. Kemudian melakukan pre-test untuk mengetahui tingkat perilaku respek dan empati siswa. penyampaian tata tertib pelatihan roleplay, dan pembagian peran, . siswa diminta memerankan adegan bullying dalam bentuk verbal, dan fisik. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang berbagai bentuk bullying, . siswa diminta memerankan posisi korban, pelaku, dan saksi bullying. Hal ini dilakukan agar siswa dapat berempati terhadap korban dan memahami sudut pandang orang lain. Pertemuan II: . Siswa diminta memerankan adegan pencegahan bullying dengan bersikap respek, berempati, dan menolong korban. Hal ini melatih respon positif terhadap situasi bullying. Meminta siswa memerankan adegan reconciliation antara korban dan pelaku bullying, ini penting untuk mengajarkan penyelesaian konflik dengan cara positif. Diskusi setelah role play untuk merangkum pembelajaran dan perasaan yang dialami. Ketiga, tahap evaluasi. Untuk mengevaluasi perubahan perilaku respek dan empati setelah pelatihan dengan membagikan kuessioner (Post tes. Vol. 8 No. November 2024 Gambar 1. Pre test Kegiatan selanjutnya penyampaian tata tertib pelatihan roleplay, dan pembagian kelompok dan peran, berikut lihat gambar 2 Gambar 2 Penyampaian tata tertib pelatihan roleplay Selanjut siswa . elompok I) memerankan adegan bullying dalam bentuk verbal, dan fisik. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang berbagai bentuk bullying, kemudian siswa . elompk II) memerankan posisi korban, pelaku, dan saksi bullying. Hal ini dilakukan agar siswa dapat berempati terhadap korban dan memahami sudut pandang orang lain, sedangkan siswa yang lain menyimak dari role play tersebut, lihat gambar 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 19 Ae 21 Mei 2024. di SMKN 3 Banjarmasin berlokasi Jl. Pramuka No. RT. 20/RW. Sungai Lulut. Kec. Banjarmasin Timur. Kota Banjarmasin. Kalimantan Selatan 70238. Subjek yang terlibat dalam pengabdian masyarakat ini merupakan siswa kelas XI b TJKT SMKN 3 Banjarmasin sebanyak 36 orang. Pertemuan Orientasi perkenalan pelatih dengan peserta, dan menjelaskan tujuan pertemuan bahwa pentingnya perilaku respek dan empati untuk mencegah perilaku bullying. Kemudian melakukan pre-test untuk mengetahui tingkat perilaku respek dan empati siswa, berikut lihat gambar 1. Gambar 3 Siswa memerankan bullying verbal & fisik Pertemuan II: Siswa . memerankan posisi korban, pelaku, dan saksi bullying. Hal ini dilakukan agar siswa dapat berempati terhadap korban dan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) memahami sudut pandang orang lain. Sedang siswa yang lain menyimak role play tersebut, lihat gambar 4 Vol. 8 No. November 2024 analisis pretest skor 755, dan hasil analisis postes skor 800. Hasil pelatihan menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai pretes dan postes pada siswa SMKN 3 Banjarmasin, dengan peningkatan skor sebesar 45 poin setelah mengikuti pelatihan role play. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa metode pelatihan yang berbasis role play efektif dalam meningkatkan perilaku respek dan empati Role pembelajaran memungkinkan siswa untuk berperan langsung dan mengalami situasi yang menggambarkan interaksi sosial, sehingga siswa dapat merasakan perspektif orang lain (Suyitno. , 2. Pengalaman langsung ini membantu mereka memahami dampak emosional dari tindakan mereka terhadap orang lain. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya perilaku respek dan kemampuan mereka untuk menerapkannya dalam interaksi sehari-hari. Hasil pelatihan ini sesuai dengan hasil pelatihan Zen. , et. Al. , . yaitu Bullying meningkatkan respek yang dimiliki seluruh pihak yang ada disekolah. Perilaku respek mengandung tiga komponen utama yaitu menerima perbedaan, berupaya memahami orang lain, dan mampu bekerja efektif dengan orang atau kelompok lain. (Riansyah. Selanjutnya menurut Fatimah. , et al. , . peningkatan keterampilan membina hubungan yang sehat secara sosial-emosional bagi siswa, dalam menghadapi bullying. Empati didefinisikan sebagai rasa simpati dan kepedulian terhadap orang lain, yang ditunjukkan melalui proses berbagi pengalaman, baik secara langsung maupun tidak langsung, terkait perasaan dan kondisi yang dialami oleh orang tersebut. Empati adalah sikap yang dikembangkan sebagai langkah pencegahan terhadap perilaku Dengan menunjukkan kepedulian dan kemampuan merasakan apa yang dialami orang lain, empati dapat menekan tindakan bullying. Terdapat korelasi negatif antara empati dan bullying, yang berarti semakin tinggi tingkat empati seseorang. Gambar 4 siswa memeran posisi korban, pelaku, & saksi bullying Selanjutnya siswa . elompok IV) memerankan adegan pencegahan bullying dengan bersikap respek, berempati, dan menolong korban. Hal ini melatih respon positif terhadap situasi bullying, sedangkan siswa yang lain menyimak role play tersebut lihat gambar 5 Gambar 5 siswa memeran adegan bersikap respek, berempati Kemudian siswa . elompok V) memerankan adegan reconciliation antara korban dan pelaku bullying. Ini penting untuk mengajarkan penyelesaian konflik dengan cara positif, sedangkan siswa yang lain menyimak role play tersebut. Selanjutnya diskusi setelah role play untuk merangkum pembelajaran dan perasaan yang dialami, diskusi diikuti oleh semua peserta pelatihan. Selanjut mengevaluasi kemajuan hasil pelatihan. Evaluasi . ini diukur melalui membagi angket kepada semua siswa peserta pelatihan. Angket sebanyak 25 item pertanyaan. Berdasarkan hasil Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) semakin rendah kemungkinan terjadinya bullying (Arofa, dkk, 2. Selanjutnya hasil penelitian Dewi. bahwa siswa yang melakukan bullying dan diberikan pemahaman serta pengalaman tentang empati akan semakin menyadari bahwa tindakan bullying yang mereka lakukan adalah salah. Vol. 8 No. November 2024 Negeri 1 Bogor. Journal on Education, 5. , 5095-5101. Arofa,I. , dkk. Pengaruh Perilaku Bullying terhadap Empati ditinjau dari tipe Sekolah. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 6 . Dewi. Pelatihan Empati Untuk Menurunkan Perilaku Bullying Pada Pelaku Bullying Siswa Smp. JIP (Jurnal Intervensi Psikolog. , 15. Fatimah. Burhamzah. Asri. , & Azizah. Pelatihan Menciptakan Lingkungan Belajar Yang Empati dan Mendukung Perkembangan Sosial- Emosional Siswa. Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat, 1. , 14691479. Husna Asri. Rahman. , & Ummah, . Dampak Bullying. Kekerasan Dan Hate Speech Pada Anak: Studi Kasus Di Smk Swasta Caringin Bogor. Indonesia. Jurnal Anifa: Studi Gender Dan Anak, 3. , 108Ae119. https://doi. org/10. 32505/anifa. Kanda. , & Suci Rosulliya. Dampak Bullying Terhadap Perubahan Perilaku Pada Korban Bullying di SMK PGRI 2 Kota Cimahi. Jurnal Ilmiah Research Student, 1. , 507Ae512. Pasilaputra. & D. Studi Kasus tentang akibat dari Bullying yang dilakukan oleh Konseli di SMK Negeri 1 Ampek Angkek. Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP), 2. , 257265. Riansyah. Perilaku Komunikasi Keluarga Dalam Membentuk Karakter Anak Remaja (Doctoral dissertation. Fisip Unpa. Suyitno. Pengaruh Metode Role Play dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 10 Makassar. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran, 6. Wardah. Keterbukaan Diri dan Regulasi Emosi Peserta didik SMP Korban Bullying. Indonesian Journal KESIMPULAN Hasil pelatihan ini menegaskan bahwa role play merupakan metode yang efektif dalam membentuk perilaku respek dan empati pada siswa, yang pada gilirannya berperan pencegahan bullying di lingkungan sekolah. Pelatihan ini dapat dijadikan model intervensi yang lebih luas untuk diterapkan di sekolah lain, guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan inklusif bagi semua siswa. Kegiatan masyarakat di SMKN 3 Banjarmasin dapat diselenggarakan dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun. Materi pelatihan dapat disampaikan dengan baik meskipun dalam keterbatasan waktu. Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat baik terbukti dengan keaktifan peserta mengikuti kegiatan pelatihan dengan tidak meninggalkan tempat sebelum waktu pelatihan berakhir. UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih kepada Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (LPPM) yang telah mendanai kegiatan PkM Terimakasih juga disampaikan kepada SMKN 3 Banjarmasin yang telah mengizinkan dan menyediakan tempat pelaksanaan kegiatan ini. Terimakasih juga kepada Siswa SMKN 3 Banjarmasin yang telah berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. REFERENSI