EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 IMPLEMENTASI PROGRAM SABTU BUDAYA SEBAGAI PENGUATAN CIVIC CULTURE DEANA SAJIDA1. EDY HERIANTO2*. BASARIAH3. SAWALUDIN4 Universitas Mataram e-mail: edy. herianto@unram. ABSTRAK Budaya yang Program Sabtu adalah kegiatan co-curricular yang digunakan di sekolah untuk mempromosikan pembelajaran berbasis budaya. Tujuan dari studi ini adalah untuk menjelaskan implementasi program Saturday Culture sebagai penguatan budaya sipil, yang dapat bermanfaat dan sulit, serta pengaruhnya. Penelitian ini mengambil pendekatan kualitatif untuk penelitian studi kasus. Strategi pengumpulan data termasuk pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dapat diperoleh dari data, antara lain. bentuk implementasi program Budaya Sabtu sebagai penguatan Budaya Sipil di Sekolah Dasar Negara 1 Masbagik adalah Gimnastik Gatra Gatra. Aktivitas Teater atau Drama. Kegiatan Tarian Kreatif, dan Kelas Pembersihan dan Kegiatan Lingkungan. faktor-faktor pendukung, termasuk kompetensi guru untuk menerapkan program Kebudayaan Sabtu, dukungan dan kerjasama antara guru dan staf, ketersediaan lokasi Tantangan-tantangan tersebut meliputi bimbingan program Budaya Sabtu sekolah, partisipasi beberapa siswa dan guru dalam implementasi program Kebudayaan Sabtu, dan . dampak pada bidang akademik pada pembelajaran siswa dan siswa non-akademik pada disiplin, aktivitas, keterlibatan, atau kontroversi siswa dalam pengelolaan program budaya Sabtu. Kata Kunci: Program Sabtu Budaya. Civic Culture. Satuan Pendidikan ABSTRACT The Culture Saturday program is a co-curricular activity used in schools to promote culturebased learning. The purpose of this study is to explain the Saturday Culture programme's implementation as a reinforcement of Civic Culture, which may be both helpful and difficult, as well as the influence it has. This research takes a qualitative approach to case study research. Data collecting strategies include observation, interviews, and documenting. Results can be obtained from the data, among other things. the form of implementation of the Saturday Culture program as a strengthening of Civic Culture in the State Primary School 1 Masbagik is Gatra Gatra Gymnastics. Theatre or Drama Activities. Creation Dance Activities, and Classroom Cleaning and Environmental Activities. the supporting factors, including the competence of teachers to implement the Saturday Cultural program, the support and cooperation between teachers and staff, the availability of the venue of The challenges include the guidance of the school's Saturday Culture program, the participation of some students and teachers in the implementation of the Saturday Culture programme, and . the impact on the academic field on the learning of pupils and non-academic pupils on the discipline, activity, participation, or controversy of the pupils in the conduct of the cultural Saturday program. Keywords: Civic Culture. The Cultural Saturday Program. Education Units PENDAHULUAN Program Culture Saturday adalah program pendidikan berbasis budaya yang bertujuan untuk membangun rasa nasionalisme, menanamkan cinta pada tanah air, dan memupuk semangat solidaritas. (Kurniawansyah and Rodiatun, 2. (Kurniawansyah and Rodiatun. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Barat menggelar Program Budaya Sabtu di Nusa tenggara Barat dengan tujuan memberikan ruang bagi sekolah. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 pemerintah daerah, distrik/kota, dan provinsi untuk menciptakan layanan pendidikan dan pembelajaran dengan memaksimalkan potensi dan peluang wilayah dalam mempromosikan budaya di Nus Tenggara barat. Undang-Undang Promosi Budaya juga menyebutkan kewajiban pemerintah pusat dan regional dalam memanfaatkan kesempatan lokal. Pasal 7 Undang-Undang Promosi Budaya No. 5 Tahun 2017 menyatakan bahwa AuPemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah harus menetapkan prioritas budaya melalui pendidikan untuk mencapai tujuan promosi budayaAy. Artikel ini menunjukkan bagaimana Pemerintah Daerah memainkan peran dalam mengembangkan prinsip-prinsip mulia budaya bangsa, menerangi kehidupan bangsa, dan meningkatkan kualitas pendidikan. Prioritas pemerintah dalam pendidikan budaya adalah untuk melestarikan dan mempromosikan warisan kaya Nusa Tenggara Barat. Pendidikan memungkinkan generasi berikutnya untuk belajar tentang akar dan kebiasaan budaya mereka, mempromosikan kebanggaan dan identitas. Pemerintah pusat dan regional dapat bekerja sama untuk memastikan program promosi budaya berkelanjutan dan efektif, mempromosikan perasaan yang lebih dalam dari komunitas dan solidaritas di antara orang-orang Nusa Tenggara Barat. Program Saturday Culture diimplementasikan dengan menggunakan teknik belajar yang menyenangkan atau belajar yang menyeronokkan dengan indikasi 3M, yang melambangkan kesenangan, kegembiraan, dan produktivitas. Hal ini bertujuan bahwa dengan memasukkan pembelajaran yang menyenangkan ke dalam Budaya Sabtu, proses pembelajaran budaya akan menjadi lebih kreatif dan asli, sehingga berkontribusi pada pembangunan budaya sipil. (Budaya Kewaraganegaraa. Memperkuat budaya sipil dalam program Culture Saturday memainkan peran penting dalam membentuk karakter, sikap, dan kebiasaan warga negara yang baik yang menghargai agama, toleransi, kejujuran, keadilan, demokrasi, penghargaan terhadap perbedaan, menghormati hukum, penghormatan terhadap hak-hak orang lain, semangat nasional yang kuat, dan rasa loyalitas sosial. Budaya sipil adalah perasaan, sikap, dan perilaku yang mengarah pada koneksi dengan komunitas atau masyarakat yang mendukung cita-cita kohesi moral dan etika untuk memupuk kesadaran untuk membangun peradaban kolektif (Panjaitan and Sundawa, 2. Menanamkan budaya sipil pada usia muda untuk menyaring unsur-unsur berbahaya yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia, beradaptasi dan bersaing dalam konteks masyarakat global, dan mengubah Indonesia menjadi negara yang lebih baik sesuai dengan prinsip Pancasila. Inisiatif Hari Sabtu Budaya telah dilaksanakan di 266 sekolah di Nusa Tenggara Barat, namun tidak semua sekolah secara konsisten menerapkannya. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan . Sekolah ini secara aktif menerapkan program Budaya Sabtu, dan salah satunya adalah Sekolah Tinggi Negara Masbagik pertama. Program Budaya Sabtu dilaksanakan dua kali sebulan, pada hari Sabtu pertama dan ketiga. Program Culture Saturday dimulai pada Juli 2022 di SMPN 1 Masbagik, termasuk kegiatan seperti gimnastik, teater atau drama, tarian kreatif, dan kebersihan di kelas dan lingkungan sekitar. Dalam era globalisasi ini, keterlibatan semua pihak, dari lembaga pemerintah hingga sekolah, sangat penting dalam mempromosikan budaya sipil. Siswa, sebagai anggota generasi penerus banyak negara, lebih tertarik untuk belajar tentang budaya negara lain dan lebih cenderung bangga dengan budaya asing daripada mereka sendiri. Ini telah merusak kasih sayang mereka untuk kebijaksanaan lokal yang mereka miliki dan menyebabkan mereka kehilangan identitas mereka. (Yuliatin et al. Dengan demikian, mempromosikan budaya sipil dalam program Culture Saturday memainkan peran penting dalam membentuk karakter disiplin siswa, aktivitas, keterlibatan, atau kontribusi terhadap operasi program Cultural Saturday. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Dengan demikian. Program Budaya Sabtu yang dilaksanakan di SMPN 1 Masbagik dapat membantu siswa mengembangkan budaya sipil yang kuat. Budaya sipil yang didukung dalam implementasi program Budaya Sabtu di Sekolah Tinggi Negeri 1 Masbagik adalah karakter tanggung jawab, partisipasi, dan toleransi terhadap keragaman yang tercermin dalam program Kebudayaan Sabtu di sekolah tinggi Negeri 2 Masbagiki, bahwa semua siswa bertanggung jawab terhadap diri mereka sendiri dan memiliki rasa toleran terhadap berbagai macam kegiatan yang ditampilkan yang menekankan rasa Partisipasi dalam program Budaya Sabtu di 1st Masbagik State High School diharapkan untuk mengembangkan budaya sipil dan menciptakan ide-ide baru dalam pembelajaran berbasis budaya di sekolah. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Masbagik Road Mas Bagik. Teknik penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan jenis studi ditentukan oleh tahap kasus. Peserta dalam penelitian ini termasuk administrator sekolah, instruktur, dan siswa. Dalam penelitian ini, informant adalah kepala sekolah, wakil kepala . , wakil sekolah . elurahan sisw. , dan anggota OSIS. Para peneliti memilih topik studi karena mereka ingin mempelajari lebih lanjut tentang dampak dari program Budaya Sabtu pada budaya sipil, faktor-faktor yang mempengaruhi program Kebudayaan Sabtu pada kebudayaan sipil dan dampak implementasi program Kebijakan Budaya Minggu pada kebebasan sipil di Sekolah Dasar Negara Masbagik Pertama. Metode pengumpulan data termasuk pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara semi-struktur digunakan untuk mengumpulkan data sehingga informant dapat memberikan informasi sebanyak mungkin sambil mengamati dan mendokumentasikan tindakan sesuai kebutuhan. Dokumen ini adalah foto atau dokumen lain yang telah berlalu. Dokumen ini bekerja sebagai pendukung dalam penelitian kualitatif, membuktikan keaslian dan validitas data yang dikumpulkan. Para peneliti mendasarkan analisis mereka pada data dari dokumen 1st Masbagik State High School. Data yang dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Para peneliti menggunakan prosedur tahap kasus, yang mencakup pemrosesan data, penyimpanan catatan, pattern-building, deskripsi, dan strategi Pendekatan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini untuk menyederhanakan data termasuk memproses dan mempersiapkan data, membuat catatan atau titik, meringkas kesulitan, dan melakukan kegiatan kategorisasi seperti klasifikasi, interpretasi, dan representasi. (Ridlo 2. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni dan Juli 2024. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Temuan penelitian akan disajikan dalam bentuk teks naratif yang sesuai dengan teknik pengumpulan data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan di SMPN Negara 1 Masbagik tentang implementasi program hari Sabtu budaya untuk memperkuat budaya sipil. Teks naratif akan memberikan pemeriksaan menyeluruh tentang bagaimana program mempengaruhi kesadaran siswa tentang tanggung jawab sipil dan partisipasi dalam acara budaya. Pengamatan akan menyoroti setiap perubahan dalam perilaku dan sikap siswa terhadap warisan budaya dan partisipasi masyarakat. Wawancara dengan siswa dan instruktur akan memberikan wawasan yang signifikan tentang efektivitas program dan kemungkinan untuk pertumbuhan lebih lanjut. Secara keseluruhan, penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan kebutuhan untuk memasukkan pendidikan budaya ke dalam kurikulum untuk perkembangan keseluruhan anak-anak. Berikut adalah hasil dari data studi yang diperoleh, dengan antarmuka tambahan: Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Implementasi Program Sabtu Budaya Sebagai Penguatan Civic Culture di SMP Negeri 1 Masbagik Adapun indikator yang diteliti dalam program Sabtu Budaya sebagai penguatan Civic Culture, meliputi: . Perencanaan, . Pelaksanaan, . Hasil Kegiatan, . Evaluasi, dan . Tindak Lanjut. Perencanaan Program Sabtu Budaya Pada tahap perencanaan ini, kementerian pendidikan dan kebudayaan . Nusa Tengara Barat, menghimbaukan kepada semua kepala sekolah untuk melaksanakan Program Sabtu Budaya sebagai upaya peningkatan indeks pembangunan kebudayaan (IPK) dan kualitas mutu pendidikan yang ada di Nusa Tenggara Barat. Terkait dengan Perencanaan Pelaksanaan Program Sabtu Budaya. Kepala sekolah bersama wakil kepala sekolah sebagai kurikulum mengadakan rapat untuk memerintahkan kepada semua guru atau wali kelas untuk menyampaikan kegiatan program sabtu budaya kepada peserta didik. Dalam tahap perencanaan ini sebelum pelaksanaan program sabtu budaya semua guru atau wali kelas mempersiapkan peserta didik untuk melihat kesiapan peserta didik melaksanakan program sabtu budaya dan salah satu guru yang merupakan koordinator bersama mentor program sabtu budaya melakukan kunjungan kepada masing-masing kelas untuk memberikan arahan atau intruksi kepada peserta didik yang sesuai dengan himbauan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DIKBUD) Nusa Tengara Barat. Pelaksanaan Program Sabtu Budaya Dalam tahap proses pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya di SMP Negeri 1 Masbagik sudah dilakukan sejak tahun 2022, yang dilaksanakan satu bulan dua kali pada minggu pertama dan minggu ketiga. Pada pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya di SMP Negeri 1 Masbagik terdapat mentor kegiatan yang membimbing berjalannya proses kegiatan. Adapun kegiatan pelaksanaan program sabtu budaya di SMP Negeri 1 Masbagik yaitu: kegiatan senam gemar gatra,. kegiatan teater atau drama, . kegiatan tarian kreasi, dan . kegiatan kebersihan kelas dan lingkungan sekitar. Kegiatan program sabtu budaya diatas dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya sebagai penguatan civic culture dapat merubah berbagai sikap peserta didik menjadi sikap yang berbudaya kewarnegaraan sehingga bertujuan untuk pelestarian kearifan lokal sebagai bagian dari proses pemajuan kebudayaan di Nusa Tenggara Barat. Hasil Program Sabtu Budaya Pada tahap hasil pelaksanakan kegiatan program sabtu budaya di SMP Negeri 1 Masbagik ini membuahkan hasil dari perubahan sikap, tanggung jawab, dan partisipasi peserta didik pada setiap kegiatan yang dilaksanakan. Dengan dibuatnya program sabtu budaya ini oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbu. Nusa Tenggara Barat. Peserta didik bisa mempromosikan dan melestarikan lokal melalui berbagai kegiatan seperti senam gemar gatra, pertunjukkan seni tari, teater atau drama, dan kebersihan kelas maupun kebersihan lingkungan sekitar. Evaluasi Program Sabtu budaya Pada tahap evaluasi dalam pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya di SMP Negeri 1 Masbagik selalu mengevaluasi hasil dari kegiatan yang dilaksanakan atau yang ditampilkan dalam kegiatan program sabtu budaya. Terkait dengan evaluasi yang dilaksanakan bertujuan untuk melihat sejauh mana kegiatan program sabtu budaya telah dicapai. Pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya tidak lepas dari pengevaluasian pada setiap Sebagaimana yang dinyatakan oleh informan dengan inisial M menyatakan bahwa dari hasil capaian pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya tetap dilaksanakannya evaluasi dengan mengkoreksi masing-masing kelas. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Tindak Lanjut Program Sabtu Budaya Pada tahap tindak lanjut dalam pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya di SMP Negeri 1 Masbagik sudah berjalan beberapa tahun ini dengan menjalankan kegiatan-kegiatan yang sederhana namun memiliki nilai-nilai atau makna yang bersar terhadap sikap peserta didik yang dimulai dari merencanakan, melaksanakan, hasil hingga mengevaluasi setiap pelaksanaan program sabtu budaya. Namun tidak sampai disitu saja SMP Negeri 1 Masbagik memiliki tindak lanjut untuk peserta didik pada pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya yang bertujuan untuk memperbaiki atau mengoptimalkan serta melanjutkan program atau kegiatan pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya. SMP Negeri 1 Masbagik akan menindak lanjuti pelaksanaan program sabtu budaya dengan mengadakan pentas seni dan membuka ruang untuk berlatih dan memberi ganjaran hadiah untuk peserta didik yang memiliki penampilan yang bisa mengagumkan. Pada kegiatan program sabtu budaya di SMP Negeri 1 Masbagik tetap melanjutkannya dengan cara mengevaluasi hasil-hasil yang sudah ditampilkan. Faktor Yang Mempengaruhi Implementasi Program Sabtu Budaya Sebagai Penguatan Civic Culture di SMP Negeri 1 Masbagik Berdasarkan pengamatan, wawancara, dan dokumentasi peneliti, jelas bahwa pelaksanaan program Sabtu Budaya di SMP Negeri 1 Masbagik. Kecamatan Masbagik. Kabupaten Lombok Timur. Nusa Tenggara Barat dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Selain itu, program Sabtu budaya, yang bertujuan untuk memupuk budaya kewarganegaraan, menghadapi hambatan dalam pelaksanaannya. Salah satu aspek yang mempengaruhi pelaksanaan program adalah kurangnya keterlibatan siswa dan instruktur. Kurangnya minat ini mungkin disebabkan oleh prioritas yang bertentangan atau salah paham tentang nilai budaya sipil. Selain itu, masalah praktis seperti sumber daya yang tidak mencukupi dan masalah jadwal telah menghambat pelaksanaan program Sabtu budaya dengan baik. Meskipun ada masalah ini, upaya sedang dilakukan untuk menyelesaikannya dan meningkatkan program yang mempromosikan budaya kewarganegaraan di komunitas sekolah. Elemen pendukung dan hambatan yang dihadapi meliputi, antara lain: Faktor pendukung implementasi program Sabtu Budaya sebagai penguatan Civic Culture di SMP Negeri 1 Masbagik Faktor pendukung yang mempengaruhi implementasi progaram sabtu budaya sebagai penguatan civic culture di SMP Negeri 1 Masbagik meliputi: Dukungan Siswa Kompetensi siswa sebagai pelaksana program Sabtu Budaya sebagai pelaksana sangat penting menentukan kualitas program yang dilaksanakan sekolah, peserta didik SMP Negeri 1 Masbagik memiliki siswa yang terampil pada bidangnya sehingga peserta didik lain belajar secara langusung dari ahlinya di setiap bidang kegiatan yang dilaksanakan. Dukungan Guru Guru dan staf memainkan peran penting dalam pelaksanaan program sekolah yang efektif, sehingga keterlibatan mereka dalam kegiatan sangat krusial untuk meningkatkan pelaksanaan program Sabtu Budaya. Program Budaya Sabtu, sebuah upaya unggulan dari pemerintah Nusa Tenggara Barat untuk memajukan budaya, diwajibkan untuk dilaksanakan di sekolah-sekolah. Sebagai hasilnya, keterlibatan guru dan staf sekolah dalam acara Program Budaya Sabtu sangat penting untuk keberhasilan program tersebut. Dukungan Sekolah Dukungan sekolah dan ketersediaan tempat pelaksanaan program Sabtu Budaya, dalam pelaksanaan program Sabtu Budaya sekolah sebagai tempat pelaksanaan menjadi fasilitas penunjang, karena mengingat sebagian dari program Sabtu Budaya membutuhkan lokasi yang luas serta dilaksanakan diluar ruangan. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Faktor tantangan implementasi program Sabtu Budaya sebagai penguatan Civic Culture di SMP Negeri 1 Masbagik Faktor-faktor tantangan yang mempengaruhi implementasi program sabtu budaya sebagai penguatan civic culture di SMP Negeri 1 Masbagik meliputi: Tidak adanya panduan program Sabtu Budaya dari Sekolah Tidak adanya panduan program Sabtu Budaya yang di buat sekolah karena panduan atau petunjuk dalam melaksanaan program sekolah adalah salah satu hal yng penting yang harus dimiliki sekolah, untuk mengatur pelaksanaan jalanya beragai rangkaian kegiatan, landasan yuridis pelaksanaa, dan tata cara pelaksanaan. Oleh karena itu keberadaan panduan dijadikan sebagai acuan pelaksanaan. Program Sabtu Budaya di SMP Negeri 1 Masbagik tidak memiliki panduan pelaksanaan sehingga hal tersebut menjadi pengahmbat pelaksanaan kegiatan, mengingat keberadaan buku panduan dalam pelaksanaan program sangat pentin mengorganisir serta sebagai acuan dalam melaksanakan berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam program sabtu budaya. Kurangnya partisipasi sebagian Siswa Dalam pelaksanaan program sekolah berakibat pada menurunya minat siswa yang lain dalam mengikuti kegiatan sekolah, beberapa siswa memilih untuk tidak mengikui kegiatan dan memilih izin ke kelas berhubungan dengan kurangnya partisipasi siswa dalam program hal ini bisa terjadi karena program yang dilaksanakan di sekolah memberatkan siswa. Kurangnya partisipasi Guru Kurangnya partisipasi guru juga menjadi faktor penghambat pelaksanaan program Sabtu Budaya, pasrtisipasi siswa maupun guru menjadi bagian penting dalam mensukseskan program di sekolah. Kurangnya partisipasi serta dukungan beberapa guru mengakibatkan kurangnya kedisiplinan pada program yang dilaksankan di sekolah sehingga beberapa guru tidak dilibatkan secara langsung dalam pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya. Dampak Perubahan dari Implementasi Program Sabtu Budaya sebagai Penguatan Civic Culture di SMP Negeri 1 Masbagik Pada pelaksanan kegiatan program sabtu budaya di SMP Negeri 1 Masbagik. Kecamatan Masbagik. Kabupaten Lombok Timur. Nusa Tenggara Barat memiliki beberapa dampak perubahan yang terjadi dari pelaksanaan program sabtu budaya sebagai penguatan civic culture baik dari segi akademik maupun non akademik. Adapun dampak-dampak perubahan yang dialami peserta didik dari pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya, antara lain: Dampak Akademik Dari pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya di SMP Negeri 1 Masbagik ini memberikan dampak perubahan akademik pada pembelajaran peserta didik yang lebih serius terhadap kreasinya dan rasa ingin tahu terkait dengan kreasi budaya yang akan ditampilkan. Dampak Non Akademik Dari pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya di SMP Negeri 1 Masbagik ini memberikan dampak perubahan non akademik pada kedisiplinan, keaktifan, partisipasi atau kontrobusi peserta didik dalam menjalankan kegiatan program sabtu budaya. Dapat disimpulkan bahwa dammpak akademik peserta didik dalam menjalankan kegiatan program sabtu budaya dilihat dari proses pembelajaran peserta didik yang lebih serius terhadap kreasinya dan meningkatnya rasa ingin tahu terhadap kebudayaan. Sedangkan dampak non akademiknya peserta didik dilihat dari meningkatnya kedisiplinan. keaktifan, partisipasi atau kontribusi peseta didik dalam menjalankan kegiatan program sabtu budaya. Pembahasan Implementasi Program Sabtu Budaya sebagai Penguatan Civic Culture di SMP Negeri 1 Masbagik Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Berdasarkan deskripsi data hasil penelitian pada yang diperoleh implementasi program sabtu budaya sebagai penguatan civic culture di SMP Negeri 1 Masbagik. Adapun tahap-tahap implementasi program sabtu budaya sebagai penguatan civic culture yaitu, sebagai berikut. Perencanaan Program Sabtu Budaya Sebagai Penguatan Civic Culture. Dalam tahap perencanaan proses pelaksanaan program Sabtu Budaya sebagai penguatan budaya kewarganegaraan, kepala SMP Negeri 1 Masbagik, bersama dengan wakil kepala sekolah yang bertanggung jawab atas kurikulum, mengadakan rapat untuk menginstruksikan semua guru atau pembimbing kelas agar menyampaikan kegiatan program Sabtu Budaya kepada siswa, yang akan dilaksanakan dua kali sebulan pada minggu pertama dan ketiga. Budaya kewarganegaraan yang ditekankan dalam tahap persiapan ini adalah sikap disiplin, karena sebelum pelaksanaan program Sabtu budaya, semua instruktur atau guru kelas mendidik anak-anak untuk menilai kesiapan mereka untuk berpartisipasi. Prosedur ini selalu dilakukan sebelum pelaksanaan program Sabtu budaya untuk membantu siswa memahami nilai Ini konsisten dengan pernyataan Edy Herianto . bahwa sifat disiplin tidak dapat dicapai tanpa pembiasaan yang terus-menerus. Sementara itu. Cahyani et al. mendefinisikan disiplin sebagai usaha untuk membuat seseorang mengadopsi sikap dan perilaku yang telah ditetapkan, yang dapat ditunjukkan melalui kebiasaan seperti ketepatan waktu dan konsistensi. Menurut Novendra (Firmansyah, 2. , nilai-nilai budaya kewarganegaraan adalah: . epercayaan kepada satu Tuhan, kesalehan, iman, kebersihan, dapat dipercaya, dan kehati-hatia. , . omunitas, loyalitas, gotong royong, empati, disiplin, ketertiban, harmoni, kebersamaan, kesesuaian, keterbukaa. , dan . khtiar, kerja keras, efisien, competitif, hema. khtiar, kerja keras, efisien, competitif, hema. Pelaksanaan Program Sabtu Budaya Sebagai Penguatan Civic Culture Kegiatan untuk program Sabtu budaya di SMP Negeri 1 Masbagik telah dilaksanakan dua kali sebulan pada minggu pertama dan ketiga sejak tahun 2022. Program Sabtu budaya di SMP Negeri 1 Masbagik dilaksanakan dengan mentor kegiatan yang membimbing prosesnya. Para mentor ini terdidik tentang berbagai aspek budaya, seperti tarian tradisional, musik, dan kerajinan, sehingga para siswa mendapatkan pendidikan budaya yang komprehensif. Siswa juga didorong untuk secara aktif terlibat dalam perayaan, menanamkan rasa bangga dan hormat terhadap sejarah budaya mereka sendiri. Baik anak-anak maupun orang tua telah memuji program ini, dengan banyak yang bersyukur atas kesempatan untuk belajar tentang dan mempertahankan budaya tradisional mereka. Kegiatan untuk melaksanakan program Sabtu budaya di SMP Negeri 1 Masbagik adalah sebagai berikut. Kegiatan Senam Gemar Gatra Dalam kegiatan ini, para siswa akan melakukan latihan bersama di pagi hari sebelum pelajaran pertama dimulai. Pelaksanaan kegiatan senam Gatra telah menjadi acara penting yang harus dilaksanakan sebagai bentuk pelestarian beberapa elemen gerak dalam permainan tradisional yang unik di Nusa Tenggara Barat. Terkait dengan pelaksanaan program Sabtu budaya dalam kegiatan olahraga Gatra yang kita cintai ini, budaya kewarganegaraan yang diperkuat adalah pengenalan dan nilai-nilai permainan tradisional yang diintegrasikan ke dalam olahraga Gatra yang kita cintai, bertujuan untuk melestarikan kearifan lokal sebagai bagian dari proses memajukan budaya di Nusa Tenggara Barat. Ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang pengembangan kebudayaan, yang menyatakan bahwa Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah mengarusutamakan kebudayaan melalui pendidikan untuk mencapai tujuan pengembangan kebudayaan. Dengan menggabungkan permainan tradisional ke dalam latihan Gatra, program Sabtu budaya di Nusa Tenggara Barat tidak hanya mempromosikan aktivitas fisik tetapi juga melestarikan dan mempromosikan tradisi lokal. Inisiatif ini membantu menanamkan rasa bangga dan penghargaan terhadap warisan budaya yang kaya di daerah Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 tersebut, sekaligus sejalan dengan undang-undang nasional yang bertujuan untuk memajukan dan melestarikan praktik budaya. Melalui pendidikan dan keterlibatan komunitas, program ini berkontribusi pada pengembangan budaya dan identitas secara keseluruhan di Nusa Tenggara Barat. Seperti yang dinyatakan dalam Pasal 4 tentang pengembangan budaya, hal ini mencakup . mengembangkan nilai-nilai luhur budaya bangsa, . memperkaya keragaman budaya, . memperkuat identitas nasional, . memperkuat persatuan nasional, . mendidik kehidupan bangsa, dan . meningkatkan citra bangsa. Kegiatan Teater atau Drama Pada kegiatan ini pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya dilaksanakan secara bergilir, mentor dan koordinator kegiatan program sabtu budaya membagi kegiatan teater atau drama menjadi beberapa kelas dalam tiga atau empat kelas yang akan menampilkan ceritacerita legenda, sebagaimana disampaikan oleh informan menyatakan bahwa kegiatan teater atau drama pada pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya akan membagi kelas menjadi beberapa bagian, supaya setiap kelas mendapat gilirannya. Terkait dengan pelaksanaan program sabtu budaya pada kegiatan teater atau drama ini, civic culture yang dikuatkan adalah kerjasama, sikap, tauladan yang positif dalam cerita-cerita legenda tersebut. Hal ini sejalan dengan pendapat Sriwilujeng, . bahwa kerjasama merupakan kegiatan oleh dua orang atau lebih yang bersifat asosiatif untuk mencapai tujuan Menurut Syamsuri . , bahwa sikap adalah salah satu istilah dalam bidang psikologi yang berhubungan dengan persepsi dan tingkah laku istilah sikap dalam bahasa inggris biasa juga disebut attitude. Dalam kegiatan teater atau drama ini diperlukan kerjasama antar kelas untuk ditampilkan dalam pelaksanaan program sabtu budaya sehingga terbentuk sikap kebiasaan dalam diri peserta didik untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam program sabtu budaya. Kegiatan Tarian Kreasi Pada kegiatan program sabtu budaya pada tarian kreasi ini peserta didik akan menampilkan jenis-jenis tarian pada kegiatan program sabtu budaya secara gabungan baik tarian lokal maupun tarian-tarian tradisional di dalam setiap kelas. Pelaksanaan kegiatan tarian massal menjadi kegiatan yang penting untuk dilaksanakan sebagai bentuk pelestarian tarian daerah yang di rangkai dalam pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya. Sebagaimana hal ini sejalan dengan yang disampaikannya oleh informan berinisial R yang menyatakan bahwa setiap kelas akan menampilkan tarian-tarian yang berbeda, dari tarian lokal sampai tarian Terkait dengan pelaksanaan program sabtu budaya pada kegiatan tarian kreasi ini, civic culture yang dikuatkan adalah kerjasama antar kelas dan sebagai pembelajaran berbasis budaya di sekolah untuk mengenal tarian-tarian lokal maupun tradisional. Hal ini sejalan dengan pendapat Andarias & Lutfi, . bahwa kerjasama adalah kelompok yang relatif kecil yang bekerja pada pekerjaan yang jelas, tugas yang menantang yang paling efisien diselesaikan oleh kelompok kerja bersama-sama dibandingkan individu yang bekerja sendiri atau secara kelompok yang memiliki kepastian, bersama-sama, menantang, tujuan tim berasal dari tugas, yang harus bekerjasama dan saling tergantung untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam kegiatan tarian massal ini diperlukan kerjasama antar kelas untuk menampilkan kreasinya dalam pelaksanaan program sabtu budaya sehingga dapat menampilkan kreasi-kreasi yang menarik dalam pelaksansaan program sabtu budaya. Kegiatan Kebersihan Kelas dan Lingkungan Sekitar Pada kegiatan ini peserta didik melakukan gerakan sosial atau kegiatan kebersihan kelas dan lingkungan sekitar, pelaksanaan kegiatan ini peserta didik terlebih dahulu membersihkan kelasnya masing-masing dan dilanjutkan unt uk membersihkan lingkungan sekitar. Pelaksanaan Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan semangat serta kepedulian dan partisipan peserta didik akan pentingnya menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekitar. Terkait dengan pelaksanaan program sabtu budaya pada kegiatan kebersihan kelas dan lingkungan sekitar ini, civic cultur yang dikuatkan adalah sikap tanggung jawab, gotong royong dan membiasakan diri akan menjaga kebersihan. Hal ini sesuai dengan pendapat Rolitia et al. bahwa gotong royong dalam kehidupan sehari-hari seperti adanya nilai kebersamaan, tidak ada paksaan, atau muncul karena adanya kesadaran dan tanggung jawab yang tinggi melalui rasa memiliki. Kegiatan kebersihan kelas dan lingkungan sekitar ini dilakukan setiap harinya tidak hanya pada kegiatan sabtu budaya saja. Hasil Program Sabtu Budaya sebagai Penguatan Civic Culture Pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya di SMP Negeri 1 Masbagik ini membuahkan hasil dari perubahan sikap, tanggung jawab, partisipasi dan kebiasaan peserta didik, karena hasil merupakan perolehan suatu kegiatan atau tujuan yang dilakukan baik secara individu maupun kelompok. Hal ini sejalan dengan pendapat Herianto, . bahwa pada hakikatnya, hasil belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai bukti hasil belajar. Dalam tahap hasil ini civic culture yang dikuatkan adalah sikap bertanggung jawab serta berpartisipasi dan semangat belajar, karena dengan pengenalan budaya nilai-nilai kebudayaan itu bisa mengubah tingkah dan kebiasan peserta didik dari yang buruk menjadi baik dan memberikan yang terbaik untuk sekolahnya. Evaluasi Program Sabtu Budaya sebagai Penguatan Civic Culture Pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya di SMP Negeri 1 Masbagik berjalan dengan baik dan lancar di setiap pelaksanaannya. Pada setiap pelaksanaannya mentor beserta koordinator selalu mengevaluasi hasil dari kegiatan yang dilaksanakan atau yang ditampilkan dalam kegiatan program sabtu budaya. Hal ini bertujuan untuk melihat sejauh mana kegiatan program sabtu budaya telah dicapai, bagaimana hasil pencapaian itu dengan standar tertentu dan melihat apa manfaat yang telah dikerjakan itu dibandingkan dengan harapan dari terlaksananya kegiatan program sabtu budaya. Hal ini sejalan dengan pendapat Hadiwinarto, . bahwa mengevaluasi kegiatan merupakan kegiatan yang penting dalam mengetahui dan mengindentifikasi keberhasilan pelaksanaan program yang telah dilakukan. Dalam tahap evaluasi ini civic culture yang dikuatkan adalah sikap kemauan peserta didik untuk berubah dan memperbaiki diri, karena dari itu bisa terlihat sudah sejauh mana pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya ini berjalan dan manfaat apa yang terkandung pada pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya untuk peserta didik. Tindak Lanjut Program Sabtu Budaya sebagai Penguatan Civic Culture Pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya di SMP Negeri 1 Masbagik sudah berjalan beberapa tahun ini dengan menjalankan kegiatan-kegiatan yang sederhana namun memiliki nilai-nilai atau makna yang bersar terhadap sikap peserta didik yang dimulai dari merencanakan, melaksanakan, hasil hingga mengevaluasi setiap pelaksanaan program sabtu Namun tidak sampai disitu saja SMP Negeri 1 Masbagik memiliki tindak lanjut untuk peserta didik pada pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya yang bertujuan untuk memperbaiki atau mengoptimalkan serta melanjutkan program atau kegiatan pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya. Sejalan dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bahwa tindak lanjut merupakan langkah lanjutan atau mengambil tindakan untuk langkah-langkah Dalam tahap tindak lanjut ini civic culture yang dikuatkan adalah suri tauladan peserta didik karena harapannya peserta didik yang akan masuk sekolah ke SMP Negeri 1 Masbagik ini nantinya dapat melihat dan ikut serta pada pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya. Faktor Yang Mempengaruhi Implementasi Program Sabtu Budaya sebagai Penguatan Civic Culture di SMP Negeri 1 Masbagik Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Adapun faktor pendukung serta tantangan yang dihadapi, antara lain: Faktor pendukung implementasi program Sabtu Budaya sebagai penguatan Civic Culture di SMP Negeri 1 Masbagik Dalam studi ini, frasa faktor pendukung merujuk pada aspek-aspek yang dipengaruhi oleh sikap dan dukungan individu, serta ketersediaan tempat pelaksanaan. Menurut Notoatmodjo . , variabel pendukung mencakup hal-hal yang menguntungkan setiap individu atau kelompok, seperti bakat. Variabel pendukung mencakup akses orang terhadap sumber daya dan jaringan, yang dapat memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan mereka untuk menjalankan dan mempertahankan kebiasaan tertentu. Selain itu. Notoatmodjo menekankan pentingnya mendukung lingkungan dan hubungan dalam mempromosikan hasil yang bermanfaat. Secara umum, mengetahui dan menangani elemen-elemen pendukung ini sangat penting untuk mendorong perubahan perilaku dan kesejahteraan secara keseluruhan. Elemen-elemen berikut mempengaruhi pelaksanaan program Sabtu budaya sebagai penguatan budaya kewarganegaraan di SMP Negeri 1 Masbagik: Siswa Mahasiswa berperan sebagai pelaksana program. Sabtu Budaya memiliki peran penting dalam menentukan kualitas program di sekolah. Para siswa SMP Negeri 1 Masbagik adalah ahli di bidangnya, memungkinkan siswa lain untuk belajar langsung dari mereka selama setiap Ini sejalan dengan pandangan Dessler . bahwa kompetensi adalah suatu sifat yang dapat dibuktikan melalui pengetahuan, keterampilan, dan tindakan pribadi seperti Dengan memungkinkan siswa untuk mengambil peran sebagai pelaksana, mereka tidak hanya meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka sendiri, tetapi juga mengembangkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap program yang mereka ikuti. Pengalaman langsung ini mengajarkan siswa kemampuan kepemimpinan dan kolaborasi, yang keduanya penting untuk pengembangan pribadi dan profesional mereka. Sebagai konsekuensinya, program Sabtu Budaya di SMP Negeri 1 Masbagik berfungsi sebagai wadah bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka sekaligus berkontribusi pada keberhasilan keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Guru Dukungan Guru maupun staff sebagai garda paling dengan mensukseskan program sekolah sehingga keikutsertaan Guru atau Staff dalam kegiatan menjadi bagian penting sebagai proses mengoptimalkan pelaksanaan program Sabtu Budaya. Program sabtu budaya sebagai program unggulan pemerintah Nusa Tenggara Barat dalam pemajuan kebudayaan menjadi proram yang wajib dilaksanakan sekolah. Sekolah Dukungan sekolah dan ketersediaan tempat pelaksanaan program Sabtu Budaya, dalam pelaksanaan program Sabtu Budaya sekolah sebagai tempat pelaksanaan menjadi fasilitas penunjang, karena mengingat sebagian dari program Sabtu Budaya membutuhkan lokasi yang luas serta dilaksanakan diluar ruangan. Sejalan dengan yang disampaikannya informan berinisial WP selaku koordinator dan kurikulum pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya bahwa pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya di SMP Negeri 1 Masbagik kita arahkan ke aula dan ada juga lapangan untuk kegiatan yang mengharuskan di luar ruangan. Faktor tantangan implementasi program Sabtu Budaya sebagai penguatan Civic Culture di SMP Negeri 1 Masbagik Pada penelitian ini yang dimaksud dengan faktor tantangan adalah faktor yang berasal dari luar diri seseorang yang dapat mempengaruhi jalannya kegiatan program sabtu budaya. Sejalan dengan pendapat Ernest, . bahwa faktor tantanga mengacu pada kompetensi dan hambatan yang dihadapi dalam aktivitasnya. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Faktor-faktor tantangan yang mempengaruhi implementasi program sabtu budaya sebagai penguatan civic culture di SMP Negeri 1 Masbagik meliputi: Tidak adanya buku panduan program sabtu budaya yang dibuat sekolah Panduan atau petunjuk dalam melaksanaan program sekolah adalah salah satu hal yng penting yang harus dimiliki sekolah, untuk mengatur pelaksanaan jalanya beragai rangkaian kegiatan, landasan yuridis pelaksanaa, dan tata cara pelaksanaan. Oleh karena itu keberadaan panduan dijadikan sebagai acuan pelaksanaan. Program Sabtu Budaya di SMP Negeri 1 Masbagik tidak memiliki panduan pelaksanaan sehingga hal tersebut menjadi pengahmbat pelaksanaan kegiatan, mengingat keberadaan buku panduan dalam pelaksanaan program sangat pentin mengorganisir serta sebagai acuan dalam melaksanakan berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam program sabtu budaya. Kurangnya partisipasi sebagian siswa Dalam pelaksanaan program sekolah berakibat pada menurunya minat siswa yang lain dalam mengikuti kegiatan sekolah, beberapa siswa memilih untuk tidak mengikui kegiatan dan memilih izin ke kelas berhubungan dengan kurangnya partisipasi siswa dalam program hal ini bisa terjadi karena program yang dilaksanakan di sekolah memberatkan siswa. Hal ini sejalan dengan yang disampaikannya oleh informan yang berinisial WP menyatakan bahwa secara teori secara program harus semua siswa mengikutinya, namun ada beberapa siswa yang belum minat atau tertarik kepada program. Kurangnya partisipasi guru Partisipasi guru juga menjadi faktor penghambat pelaksanaan program Sabtu Budaya, pasrtisipasi siswa maupun guru menjadi bagian penting dalam mensukseskan program di Kurangnya partisipasi serta dukungan beberapa guru mengakibatkan kurangnya kedisiplinan pada program yang dilaksankan di sekolah sehingga beberapa guru tidak dilibatkan secara langsung dalam pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya. Hal ini sejalan dengan yang disampaikannya informan AT selaku ketua osis menyatakan bahwa ada beberapa guru yang kurang berpartisipasi dalam pelaksanaan program sabtu budaya, sehingga sementara waktu anggota osis yang menggantikannya. Dampak Perubahan dari Implementasi Program Sabtu Budaya sebagai Penguatan Civic Culture Pada pelaksanan kegiatan program sabtu budaya di SMP Negeri 1 Masbagik. Kecamatan Masbagik. Kabupaten Lombok Timur. Nusa Tenggara Barat memiliki beberapa dampak perubahan yang terjadi dari pelaksanaan program sabtu budaya sebagai penguatan civic culture baik dari segi akademik maupun non akademik. Adapun dampak-dampak perubahan yang dialami peserta didik dari pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya, antara lain: Dampak Akademik Dari pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya di SMP Negeri 1 Masbagik ini memberikan dampak perubahan akademik pada pembelajaran peserta didik yang lebih serius terhadap kreasinya dan rasa ingin tahu terkait dengan kreasi budaya yang akan ditampilkan. Hal ini sejalan dengan yang disampaikannya informan berinisial M menyatakan bahwa kegiatan program sabtu budaya ini menjadikan peserta didi belajar lebih serius dan fokus pada kreasikreasinya. Dampak Non Akademik Dari pelaksanaan kegiatan program sabtu budaya di SMP Negeri 1 Masbagik ini memberikan dampak perubahan non akademik pada kedisiplinan, keaktifan, partisipasi atau kontrobusi peserta didik dalam menjalankan kegiatan program sabtu budaya. Sejalan dengan yang disampaikannya informan dengan inisial WP yang menyatakan bahwa dampak dari segi non akademiknya speserta didik mereka sangat berpartisipasi dan kontribusi dan lebih disiplin dari sebelumnya. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Berdasarkan yang telah dipaparkan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa dammpak akademik peserta didik dalam menjalankan kegiatan program sabtu budaya dilihat dari proses pembelajaran peserta didik yang lebih serius terhadap kreasinya dan meningkatnya rasa ingin tahu terhadap kebudayaan. Sedangkan dampak non akademiknya peserta didik dilihat dari meningkatnya kedisiplinan. keaktifan, partisipasi atau kontribusi peseta didik dalam menjalankan kegiatan program sabtu budaya. KESIMPULAN Implementasi program Sabtu Budaya sebagai penguatan civic culture Adapun indikator dari implementasi program sabtu budaya sebagai penguatan civic culture yakni . Perencanaan, . Pelaksanaan, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam program Sabtu Budaya di SMP Negeri 1 Masbagik dalam penguatan civic culture . udaya kewarganegaraan, yaitu . kegiatan senam gemar gatra . atak partisipasi dalam pelestarian kearifan loka. , . kegiatan teater atau drama . atak kolaborasi dalam pelestarian budaya loka. , . kegiatan tarian kreasi, . atak kecintaan terhadap budaya dan pelestarian buday. , dan . kegiatan kebersihan kelas dan lingkungan sekitar . atak kepedulian, gotong royong dan tanggung jawa. Faktor yang mendukung dalam pelaksanaan program Sabtu Budaya sebagai penguatan Civic Culture di SMP Negeri 1 Masbagik, yaitu . siswa, kompetensi siswa sebagai pelaksana program Sabtu Budaya sebagai pelaksana sangat penting menentukan kualitas program yang dilaksanakan sekolah, . Guru, guru maupun staf guru sebagai gara paling depan untuk mensukseskan program Sabtu Budaya, dan . Sekolah, dukungan sekolah dan ketersediaan tempat pelaksanaan program Sabtu Budaya menjadi fasilitas penunjang dalam pelaksanaan kegiatan. Sedangkan faktor tantangan dalam pelaksanaan program Sabtu Budaya sebagai penguatan Civic Culture di SMP Negeri 1 Masbagik, yaitu . Tidak adanya buka panduan program Sabtu Budaya yang dibuat sekolah, . Kurangnya partisipasi siswa, dan . Kurangnya partisipasi guru. Dampak akademik peserta didik dalam pelaksanaan program sabtu budaya di SMP Negeri 1 Masbagik meningkat dengan hasik signifikan karena pembelajaran peserta didik lebih serius dan meningkatnya rasa ingin tahu terhadap budaya, dan . Dampak non akademik peserta didik meningkat karena perubahan sikap yang lebih disiplin, aktif dan berpartisipasi. DAFTAR PUSTAKA