Efektor, Volume 12 Issue 1, 2025, page 147-157 Available online at: https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor-e DOI: https://doi.org/10.29407/e.v12i1.25230 Pengaruh Keterampilan Guru dalam Mengajar, Kecerdasan Sosial, dan Gaya Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa SD Negeri Sembung The Influence of Teacher's Teaching Skills, Social Intelligence, And Learning Style on The Learning Outcomes of Students of SD Negeri Sembung Erfan Afandi1*, Imam Sujono2, Ajar Dirgantoro3 erfanafandi@gmail.com1, imam.sujono@ymail.com2, ajardirgantoro@gmail.com3 Program Studi Pendidikan IPS, Program Pascasarjana, Universitas Bhinneka PGRI, Tulungagung, Indonesia1,2,3 Diunggah: 29/04/2025, Direvisi: 21/05/2025, Diterima: 22/05/2025, Terbit: 29/05/2025 Abstract The quality of education is determined by students' learning outcomes, which reflect changes in their knowledge, skills and attitudes. This study aims to analyse the effect of teachers' teaching skills, social intelligence, and learning styles on student learning outcomes, both partially and simultaneously. This study uses a non-experimental quantitative method (correlation). The study population included 136 people, consisting of 127 students and 9 teachers at SD Negeri Sembung, with a saturated sample technique. Data were collected through questionnaires and students' report card documents and then analysed using t test (partial) and f test (simultaneous). The results show that partially t count> ttable, meaning that there is a positive and significant influence on student learning outcomes between teacher skills in teaching (t count = 3.296), social intelligence (tcount = 2.346), and learning styles (tcount = 7.204) with (ttable = 1.6615). Simultaneously, the three variables contribute to improving learning outcomes. Thus, the better the teacher's skills, social intelligence, and students' learning styles, the higher the learning outcomes achieved. Keywords: learning outcomes, learning styles, social intelligence, teacher teaching skills Abstrak Kualitas pendidikan ditentukan oleh hasil belajar siswa, yang mencerminkan perubahan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterampilan guru dalam mengajar, kecerdasan sosial, dan gaya belajar terhadap hasil belajar siswa, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non-eksperimental (korelasional). Populasi penelitian mencakup 136 orang, terdiri dari 127 siswa dan 9 guru di SD Negeri Sembung, dengan teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui angket dan dokumen rapor siswa selanjutnya dianalisis menggunakan uji t (parsial) dan uji f (simultan). Hasilnya menunjukkan bahwa secara parsial thitung > ttabel, artinya ada pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa antara keterampilan guru dalam mengajar (t hitung = 3,296), kecerdasan sosial (thitung = 2,346), dan gaya belajar (thitung = 7,204) dengan (ttabel = 1,6615). Secara simultan, ketiga variabel tersebut berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar. Dengan demikian, semakin baik keterampilan guru, kecerdasan sosial, dan gaya belajar siswa, semakin tinggi hasil belajar yang dicapai. Kata Kunci: gaya belajar, hasil belajar, kecerdasan sosial, keterampilan guru mengajar *Penulis Korespondensi: Erfan Afandi PENDAHULUAN Pendidikan yang berkualitas tercermin dari hasil belajar siswa, yang mencerminkan perubahan perilaku dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik (Yandi et al., 2023; Susanto, 2013). Hasil survei Program for International Student Assessment (PISA) 2022, yang melibatkan 690.000 siswa dari 81 negara, diumumkan pada 5 Desember 2023 dan dipublikasikan oleh OECD pada 18 Juni 2024. Studi ini mengungkapkan penurunan hasil belajar global akibat pandemi (Handayani et al., 2020). Sejak 2009 hingga 2022, Indonesia belum menunjukkan perkembangan signifikan dalam tes PISA (Rais, 2024). Pada 2022, meskipun naik 5 peringkat, Indonesia tetap berada di kelompok bawah, peringkat 67 dari 81 negara, dengan skor matematika 379, sains 398, dan membaca 371 (Alam, 2023). Secara keseluruhan, terjadi learning loss 12-13 poin dibandingkan 2018 (OECD, 2024). Ketimpangan hasil belajar juga tampak dalam Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) 2019 menunjukkan kesenjangan signifikan dalam capaian belajar antar daerah, dengan banyak wilayah masih tertinggal. Persentase siswa yang mencapai batas kompetensi minimum bervariasi, seperti This is an open access article under the CC BY-SA License. Efektor, Volume 12 Issue 1, 2025, page 147-157 Erfan Afandi, Imam Sujono, Ajar Dirgantoro dalam Kemampuan Membaca: Sulawesi Barat (20,92%), Jawa Timur (38,76%), dan nasional (46,83%). Untuk Matematika: Maluku (12,19%), Jawa Timur (71,35%), dan nasional (77,13%). Sedangkan dalam Sains: Gorontalo (13,52%), Jawa Timur (68,83%), dan nasional (73,61%) (Kemendikbudristek, 2022; Rais, 2024). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tulungagung pada 2024 mencapai 76, termasuk kategori tinggi. Namun, stagnansi indeks pendidikan masih terjadi, dengan 6.279 anak tidak bersekolah per 23 Oktober 2024. Dari jumlah tersebut, 64% merupakan anak yang belum pernah bersekolah, mayoritas pada jenjang SMP sederajat, mencerminkan ketimpangan hasil belajar yang signifikan (RGR FM, n.d.). Penelitian ini juga berangkat dari ketimpangan hasil belajar yang ditemukan melalui observasi awal di SD Negeri Sembung, khususnya pada siswa kelas VI. Analisis dokumen rapor siswa sejak kelas I s/d. VI menunjukkan disparitas nilai antar siswa yang signifikan, dengan fluktuasi hasil belajar di berbagai mata pelajaran. Matematika mengalami kesulitan terbesar dengan rata-rata terendah (77,49), sementara IPAS mengalami peningkatan, dan SBDP relatif stabil. Dari hasil wawancara dengan guru di SD Negeri sembung dan kajian ilmiah dari beberapa penelitian terdahulu, ketimpangan ini dipengaruhi oleh keterampilan mengajar guru terhadap hasil belajar siswa (Munro, 2020; Rabiatun, 2021; Mas’ud, 2018; Hendriana, 2018; Arends, 2015; Dirgantoro et al., 2024; Dayanti, 2021; Indriastuti et al., 2017; Theodora, 2016; Riska, 2017; Hasanah, 2018; Mas’ud, 2018; dan Khairat, 2023). Kecerdasan sosial siswa juga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa (A, 2014; Prawira, 2013; Goleman, 2005; Manullang, 2019; Sari, 2015; Atmuji, 2015; dan Setiawan, 2019), serta gaya belajar yang tidak sepenuhnya terfasilitasi (Gardner, 2000; Irawati et al., 2021; Arylien, 2019; Prasetya, 2012; Nurmalasary, 201); dan Nia, 2020). Berdasarkan data Uji Kompetensi Guru (UKG) 2015 dan 2019, kualitas pengajaran di Indonesia masih perlu ditingkatkan karena mayoritas guru belum mencapai standar kompetensi minimum. Faktor lain, seperti kurangnya interaksi kolaboratif, turut memengaruhi kecerdasan sosial siswa, yang menurut Goleman (1995, 1998) berkontribusi besar terhadap kesuksesan akademik. Selain itu, gaya belajar yang beragam menuntut metode pengajaran yang lebih adaptif untuk mengurangi learning loss pascapandemi, sebagaimana dicerminkan dalam laporan PISA 2022. Penelitian ini menghadirkan keterbaharuan dengan mengintegrasikan keterampilan mengajar guru, kecerdasan sosial siswa, dan gaya belajar dalam satu kerangka analisis yang komprehensif, yang belum banyak dikaji secara bersamaan dalam konteks pendidikan dasar. Studi terdahulu cenderung meneliti variabel-variabel tersebut secara terpisah, tanpa mempertimbangkan interaksi antara keterampilan mengajar dan kecerdasan sosial dalam menentukan hasil belajar. Selain itu, penelitian ini memperkaya kajian dengan mengadopsi nilai rapor sebagai indikator hasil belajar, yang meliputi dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik sesuai dengan prinsip penilaian autentik (Zebua & Zebua, 2024). Dengan pendekatan yang lebih luas dan mendalam, penelitian ini tidak hanya mengisi kesenjangan dalam kajian akademik, tetapi juga memberikan kontribusi praktis bagi peningkatan kualitas pendidikan dasar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh keterampilan mengajar guru, kecerdasan sosial, dan gaya belajar terhadap hasil belajar siswa, serta menawarkan pendekatan inovatif untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Hipotesis dalam penelitian ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara keterampilan guru dalam mengajar, kecerdasan sosial, dan gaya belajar terhadap hasil belajar siswa, baik secara parsial maupun simultan. Secara spesifik, penelitian ini menguji apakah keterampilan mengajar guru, kecerdasan sosial, dan gaya belajar masing-masing berkontribusi secara signifikan terhadap hasil belajar siswa, serta apakah ketiga variabel tersebut secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap capaian akademik siswa. Dengan menggunakan metode kuantitatif berbasis analisis korelasional, penelitian ini menawarkan kontribusi baru dalam memahami faktor determinan hasil belajar siswa di tingkat sekolah dasar. Hasil penelitian ini diharapkan berkontribusi dalam pengembangan strategi peningkatan kualitas pembelajaran, yang selaras dengan arah kebijakan peningkatan mutu pendidikan nasional. https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor-e 148 Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor, Volume 12 Issue 1, 2025, page 147-157 Erfan Afandi, Imam Sujono, Ajar Dirgantoro METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dan metode korelasional. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data numerik. Metode noneksperimental diterapkan karena peneliti tidak memanipulasi variabel, melainkan mengamati hubungan dalam kondisi alami. Sedangkan pendekatan korelasional dipilih karena disesuaikan dengan tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya pengaruh ataupun juga hubungan antar variablenya. Pengaruh antara variabel independen (Keterampilan Guru dalam Mengajar, Kecerdasan Sosial, dan Gaya Belajar) dan variabel dependen (Hasil Belajar Siswa). Dalam penelitian ini, keterampilan mengajar merujuk pada kemampuan guru mengelola proses pembelajaran dari awal hingga akhir secara efektif sesuai kebutuhan siswa. Mengacu pada Arends (2015), keterampilan ini mencakup delapan aspek dasar sebagai indikator seperti membuka/menutup pembelajaran, menjelaskan materi, bertanya, variasi metode, penguatan, manajemen kelas, pembelajaran kelompok kecil, dan diskusi. Pengukurannya melalui angket terhadap pelaksanaan keterampilan tersebut di kelas. Kecerdasan sosial merujuk pada kemampuan siswa membangun relasi dan bekerja sama secara harmonis dalam berbagai situasi sosial (Indragiri, 2014). Pengukuran kecerdasan sosial dilakukan melalui angket yang menilai aspek mengorganisasi kelompok, merundingkan pemecahan masalah, menjalin hubungan, dan analisis sosial. Gaya belajar mengacu pada preferensi siswa dalam menyerap informasi, baik secara visual, auditorial, maupun kinestetik (Gardner, 2000). Data gaya belajar diperoleh melalui angket yang mengidentifikasi dominasi gaya belajar masing-masing siswa. Hasil belajar adalah perubahan perilaku siswa setelah pembelajaran, mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotor (Anni, 2014). Dalam penelitian ini, hasil belajar diukur melalui nilai rapor siswa sebagai indikator pencapaian tujuan pembelajaran. Populasi data sejumlah 136 orang, terdiri dari 127 siswa kelas I-VI dan 9 guru di SD Negeri Sembung. Teknik sampel yang digunakan yaitu teknik sampel jenuh, di mana seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel, sehingga tidak ada yang diabaikan atau dikesampingkan, sehingga semua anggota dapat dijadikan subjek penelitian untuk mendapatkan data yang komprehensif dan representatif. Sampel jenuh juga digunakan untuk menghindari bias yang mungkin muncul jika hanya sebagian dari populasi yang dipilih (Sugiyono, 2022). Teknik pengumpulan data berupa angket langsung tertutup untuk variabel Keterampilan Guru dalam Mengajar (X1), Kecerdasan Sosial (X2), dan Gaya Belajar (X3) yang terdiri atas butir-butir pernyataan yang akan diberikan kepada siswa dan guru SD Negeri Sembung tahun pelajaran 20242025. Sedangkan untuk Hasil Belajar Siswa (Y) melalui dokumentasi, dokumen dalam penelitian ini adalah rapor siswa kelas I s/d. VI SD Negeri Sembung Tahun Pelajaran 2024-2025. Teknik anlisis data menggunakan uji t dan uji f dengan bantuan perangkat lunak (software) Statistical Package for Social Sciences (SPSS) Version 26 for Windows. Uji t digunakan untuk menguji pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial, sedangkan uji f digunakan untuk menguji pengaruh variabel-variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemaparan hasil angket yang diberikan kepada 127 Siswa dan 9 guru SD Negeri Sembung tahun pelajaran 2024/2025 (jumlah responden sebanyak 136). Jumlah item pernyataan sebanyak 30 dengan rincian 10 item berkaitan dengan Keterampilan Guru, 10 item berkaitan dengan Kecerdasan Sosial, dan 10 item berkaitan dengan Gaya Belajar. Rentang nilai untuk angket yang diberikan menggunakan skala likert dengan skala yang berisi lima tingkat prefensi jawaban yaitu: 1=Tidak Pernah (TP), 2=Jarang (JR), 3=Kadang kadang (KD), 4=Sering (SR), dan 5=Selalu (SL). Kategori penilaian mencakup: Sangat Rendah (10-18), Rendah (19-26), Cukup (27-34), Tinggi (35-42), dan Sangat Tinggi (43-50). Berikut pemaparan hasil dari setiap angket responden. https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor-e 149 Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor, Volume 12 Issue 1, 2025, page 147-157 Erfan Afandi, Imam Sujono, Ajar Dirgantoro Deskripsi Hasil Angket Keterampilan Guru Mengajar (X1) Berdasarkan hasil penelitian melalui angket yang diisi oleh siswa dan guru SD Negeri Sembung yang terdiri dari 10 pernyataan dari 8 Indikator keterampilan guru mengajar yang digunakan peneliti dan 5 alternatif jawaban, maka diperoleh data sebagai berikut: Tabel 1. Prosentase Keterampilan Guru Mengajar No 1 2 3 4 5 Nilai (Skor Angket) 43-50 35-42 27-34 19-26 10-18 Jumlah Frerkurernsi 73 48 14 1 0 136 Persen 54% 35% 10% 1% 0% 100% Kategori Sangat Tinggi Tinggi Serdang Rerndah Sangat Rerndah Berdasarkan tabel 1 di atas, dapat diketahui bahwa jawaban dari masing-masing responden sangat bervariasi. Jumlah responden yang menjawab dengan kategori selalu sebanyak 73 responden (54%). Sedangkan kategori sering sebanyak 48 responden (35%), kategori kadang-kadang sebanyak 14 responden (10%), serta kategori jarang sebanyak 1 responden (1%.), dan untuk kategori tidak pernah sebanyak 0 responden (0%). Sesuai pernyataan di atas, persentase terbesar mencapai 54%, dapat disimpulkan bahwa keterampilan guru mengajar di SD Negeri Sembung berada dalam kategori sangat tinggi, yang berarti penerapan tersebut selama ini telah dilaksanakan dengan sangat baik. Deskripsi Hasil Angket Kecerdasan Sosial (X2) Berdasarkan hasil angket dari 4 Indikator kecerdasan sosial (mengorganisasi kelompok, merundingkan pemecahan masalah, menjalin hubungan, dan analisis sosial) dengan 10 pernyataan dan 5 alternatif jawaban, maka diperoleh data sebagai tabel 2. Tabel 2. Prosentase Kecerdasan Sosial No 1 2 3 4 5 Nilai (Skor Angket) 43-50 35-42 27-34 19-26 10-18 Jumlah Frerkurernsi 91 35 8 2 0 136 Persen 67% 26% 6% 1% 0% 100% Kategori Sangat Tinggi Tinggi Serdang Rerndah Sangat Rerndah Ber dasarkan taberl 2, dapat dikertahuri bahwa jawaban dari masing-masing rerspondern sangat ber variasi. Pada taberl frerkurernsi per serpsi ter serburt, jurmlah rerspondern yang mernjawab per tanyaan derngan katergori serlalur serbanyak 91 rerspondern (67%). Serdangkan urnturk katergori ser ing serbanyak 35 rerspondern (26%), yang diikurti derngan katergori kadang-kadang serbanyak 8 rerspondern (6%), ser ta katergori jarang serbanyak 2 rerspondern (1%). Dan urnturk katergori tidak per nah serbanyak 0 rerspondern (0%). Sesuai pernyataan di atas, persentase terbesar mencapai 67%, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan sosial siswa di SDN Sembung berada dalam kategori sangat tinggi, yang berarti penerapan tersebut selama ini telah membudaya dengan sangat baik. Diskripsi Hasil Angket Gaya Belajar Siswa (X3) Berdasarkan hasil angket dari 3 Indikator gaya belajar (visual, auditorial, dan kinestetik) dengan 10 pernyataan dan 5 alternatif jawaban, maka diperoleh data sebagai tabel 3. https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor-e 150 Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor, Volume 12 Issue 1, 2025, page 147-157 Erfan Afandi, Imam Sujono, Ajar Dirgantoro Tabel 3. Skor Gaya Belajar No 1 2 3 4 5 Nilai (Skor Angket) 43-50 35-42 27-34 19-26 10-18 Jumlah Frerkurernsi 79 46 9 2 0 136 Persen 58% 34% 6% 1% 0% 100% Kategori Sangat Tinggi Tinggi Serdang Rerndah Sangat Rerndah Ber dasarkan taberl 3, dapat dikertahuri bahwa jawaban dari masing-masing rerspondern sangat ber variasi. Jurmlah rerspondern yang mernjawab per tanyaan derngan katergori serlalur serbanyak 79 rerspondern (58%). Serdangkan urnturk katergori ser ing serbanyak 46 rerspondern (34%), yang diikurti derngan katergori kadang-kadang serbanyak 9 rerspondern (6%), ser ta katergori jarang serbanyak 2 rerspondern (1%). Dan urnturk katergori tidak per nah serbanyak 0 rerspondern (0%). Sesuai pernyataan di atas, persentase terbesar mencapai 58%, dapat disimpulkan bahwa gaya belajar siswa di SD Negeri Sembung berada dalam kategori sangat tinggi, yang berarti pemenuhan kebutuhan gaya belajar siswa dalam pembelajaran selama ini telah terpenuhi dengan sangat baik. Diskrisi Hasil Uji Hipotesis Uji t dan Uji f Pengujian hipotesis untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan antara variabel independen kepada variabel dependen. Pengujian hipotesis ini, peneliti menggunakan uji signifikan dengan penetapan hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (Ha). Analisis data yang digunakan uji Independent Sampel-test (uji t) dan uji F atau yang biasa disebut dengan Analysis of varian (ANOVA). Hasil Uji t (Parsial) Uji statistik t disebut juga uji signifikan individual. Uji ini menunjukkan seberapa jauh pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Apabila nilai thitung > ttabel, maka Ha1, Ha2 dan Ha3 diterima. Artinya jika nilai thitung > ttabel, maka dapat disimpulkan bahwa variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS 26.0 for Windows adalah sebagai tabel 4. Tabel 4. Ourtpurt Urji t Coerfficierntsa Moderl 1 (Constant) Urnstandardizerd Coerfficiernts B 1.634 Keterampilan Guru .414 Kecerdasan Sosial .291 Gaya Belajar .238 a. Derperndernt Variabler: Hasil Belajar Std. Er ror 1.688 .066 .064 .059 Standardizerd Coerfficiernts Berta .442 .312 .232 T Sig. .968 .335 6.289 4.510 4.018 .000 .000 .000 Ber dasarkan taberl 4 ourtpurt, dikertahuri bahwa nilai perngolahan data pada taberl 4 ter serburt dapat diur aikan serbagai ber ikurt: Perngarurh Keterampilan Guru (X1) ter hadap Hasil Belajar (Y) adalah 0,000 < 0,05 dan nilai thiturng 6,289 > ttaberl 1,6615. Dari hasil ter serburt bahwa Ha diter ima dan H0 ditolak. Serhingga dapat disimpurlkan variaberl Keterampilan Guru (X1) ber perngarurh positif dan signifikan ter hadap Hasil Belajar (Y). Perngarurh Kecerdasan Sosial (X2) ter hadap Hasil Belajar (Y) adalah 0,000 < 0,05 dan nilai thiturng 4,510 > ttaberl 1,6615. Dari hasil ter serburt bahwa H0 ditolak dan Ha diter ima. Serhingga dapat disimpurlkan variaberl Kecerdasan Sosial (X2). Ber perngarurh positif dan signifikan ter hadap Hasil Belajar (Y). Perngarurh Gaya Belajar (X3) ter hadap Hasil Belajar (Y) dikertahuri bahwa nilai sig. nya adalah serbersar 0,000 < 0,05 dan nilai thiturng 4,018 > ttaberl 1,6615. Dari hasil ter serburt bahwa Ha diter ima dan H0 https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor-e 151 Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor, Volume 12 Issue 1, 2025, page 147-157 Erfan Afandi, Imam Sujono, Ajar Dirgantoro ditolak. Serhingga dapat disimpurlkan variaberl Gaya Belajar (X3) ber perngarurh positif dan signifikan ter hadap Hasil Belajar (Y). Serbagaimana dasar perngambilan kerpurtursan dalam urji t dapat disimpurlkan bahwa H0 ditolak dan Ha diter ima. Derngan dermikian dapat disimpurlkan bahwa ada perngarurh yang positif dan signifikan antara Perngarurh Keterampilan Guru, Kecerdasan Sosial, dan Gaya Belajar ter hadap Hasil Belajar sercara parsial. Hasil Uji F (Simultan) Uji statistik yang digunakan pada pengujian simultan adalah adalah Uji F atau yang biasa disebut dengan analysis of varian (ANOVA). Ketentuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah apabila nilai signifikansi < 0,05 atau Fhitung > Ftabel, maka dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh antara variabel independen (Keterampilan Guru, Kecerdasan Sosial, dan Gaya Belajar) terhada variabel dependen (Hasil Belajar). Hasil dari Uji F dengan bantuan aplikasi SPSS 26.0 for Windows adalah sebagai tabel 5. Tabel 5. Ourtpurt Urji F Model 1 Sum of Squares ANOVAa df Mean Square Rergrerssion 3945.069 3 1315.023 Rersidural 736.868 124 5.991 Total 4681.937 127 F 219.507 Sig. .000b a. Derperndernt Variabler: Hasil Belajar Siswa b. Prerdictors: (Constant), Gaya Belajar, Keterampilan Guru, Kecerdasan Sosial Ber dasarkan taberl 5 ourtpurt ter serburt, dikertahuri nilai Fhiturng serbersar 219,507 yang akan dibandingkan derngan Ftaberl. Ftaberl dicari pada distribursi nilai ftaberl statistik pada signfikansi 5% ataur 0,05 derngan mernggurnakan rurmurs F taberl= (k; n-k), dimana “k” adalah jurmlah variaberl inderperndernt (Variaberl berbas ataur X), sermerntara “n” adalah jurmlah rerspondern ataur samperl pernerlitian. Dalam pernerlitian ini, jurmlah “k” adalah 3 yakni Keterampilan Guru Dalam Mengajar, Kecerdasan Sosial, dan Gaya Belajar dengan jurmlah “n” adalah 127 Siswa SD Negeri Sembung (rerspondern). Serlanjurtnya nilai ini kita masurkkan ker dalam rurmurs dan mernghasilkan angka (3; 127- 3) = (3;124). Angka ini kermurdian dijadikan acuran urnturk merncari ataur merlihat nilai Ftaberl pada distribursi nilai Ftaberl statistik. Dari hasil perncarian, ditermurkan nilai Ftaberl adalah serbersar 2,70. Karerna nilai Fhiturng 219,507>Ftaberl 2,70, maka serbagaimana dasar perngambilan kerpurtursan dalam Urji F dapat disimpurlkan bahwa hipotersis diter ima ataur ter dapat perngarurh yang positif dan signifikan sercara ber sama-sama antara Keterampilan Guru dalam Mengajar, Kecerdasan Sosial, dan Gaya Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa SD Negeri Sembung. Hasil Koefisien Determinasi (R2) Urji R2 digurnakan urnturk merngurkur kermampuran moderl dalam merner angkan variasi variaberl derperndern. Nilai R2 adalah antara 0 dan 1. Nilai R2 yang kercil ber arti kermampuran variaberl-variaberl berbas dalam mernjerlaskan variasi variaberl ter ikat sangat ter batas. Adapurn hasil hiturng koerfisiern derter minasi (R2) mernggurnakan aplikasi SPSS 26.0 for Windows adalah serbagai tabel 6. Tabel 6. Ourtpurt Nilai Koerfisiern Derter minasi (R2) Model Summaryb Moderl R R Squrarer Adjursterd R Squrarer Std. Er ror of ther Erstimater 1 .918a .843 .839 2.448 a. Prerdictors: (Constant), Gaya Belajar, Keterampilan Guru, Kecerdasan Sosial b. Derperndernt Variabler: Hasil Belajar Siswa https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor-e 152 Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor, Volume 12 Issue 1, 2025, page 147-157 Erfan Afandi, Imam Sujono, Ajar Dirgantoro Ber dasarkan taberl 6 hasil urji R2 diper olerh nilai R Squrarer serbersar 0,843 ataur 84,3% dan apabila diburlatkan mernjadi 84%. Hal ini mernurnjurkkan bahwa variaberl derperndern (Hasil Belajar Siswa) dapat dijerlaskan serbersar 84% olerh variaberl inderperndern (Keterampilan Guru, Kecerdasan Sosial dan Gaya Belajar). Serdangkan sisanya 16% Hasil Belajar Siswa diper ngarurhi olerh variaberl-variaberl lain serlain variaberl inderperndern pada pernerlitian ini. Hasil Penentuan Variabel yang paling Dominan Untuk menentukan variabel independen yang paling berpengaruh terhadap variabel Y, dapat dilakukan dengan membandingkan koefisien regresi (Beta) antara variabel yang satu dengan yang lain. Variabel independen yang paling dominan pengaruhnya terhadap variabel Y adalah variabel yang memiliki koefisien regresi yang paling besar. Untuk membandingkan koefisien regresi masing-masing variabel independen, disajikan tabel peringkat sebagai tabel 7. Tabel 7. Variabel yang paling Dominan Peringkat 1 2 3 Variabel X1 X2 X3 Koefisien Beta 0,442 0,312 0,232 Pengaruh Signifikan Signifikan Signifikan Berdasarkan tabel 7 terlihat bahwa variabel X1 adalah variabel yang memiliki koefisien beta yang paling besar. Artinya, variabel lebih banyak dipengaruhi oleh variabel X1 (Keterampilan Guru Dalam Mengajar) dibandingkan dengan variabel lain. Koefisien yang dimiliki oleh variabel X 1 bertanda positif, hal ini yang berarti bahwa semakin baik Keterampilan Guru dalam Mengajar yang diterapkan atau diberikan maka semakin meningkatkan Hasil Belajar. Pembahasan Hasil analisis yang telah dilakukan terhadap data angket, menunjukkan adanya pengaruh antara Pengaruh Keterampilan Guru Dalam Mengajar, Kecerdasan Sosial, dan Gaya Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa SD Negeri Sembung. Perngarurh Keterampilan Guru (X1) Ter hadap Hasil Belajar (Y) Hasil uji t dalam penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan guru memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa di SD Negeri Sembung. Berdasarkan analisis menggunakan SPSS 26.0 for Windows, nilai thitung sebesar 6,289 lebih besar dari ttabel 1,6615 dengan signifikansi 0,000<0,05, sehingga hipotesis pertama diterima. Temuan ini sejalan dengan penelitian Riska (2017), Dayanti (2021), dan Mas’ud (2018), yang menyatakan bahwa keterampilan mengajar guru, seperti membuka dan menutup pelajaran, menjelaskan, mengelola kelas, memberikan penguatan, dan memimpin diskusi, berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Semakin tinggi keterampilan guru dalam mengajar, semakin baik pula capaian akademik siswa. Keterampilan dasar mengajar, menurut Rusman (2020), merupakan karakteristik yang mencerminkan kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran secara profesional. Wahyulestari (2018) menambahkan bahwa keterampilan ini mencakup kemampuan membimbing, mengarahkan, dan memotivasi siswa agar mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Sudjana (2020) juga menegaskan bahwa keterampilan mengajar meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterampilan guru yang mencakup aspek teknis dan pedagogis berperan dalam meningkatkan motivasi serta pemahaman siswa terhadap materi. Dengan penguasaan materi yang baik dan metode pembelajaran yang tepat, guru dapat menciptakan pembelajaran yang efektif dan berkontribusi positif terhadap hasil belajar siswa. https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor-e 153 Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor, Volume 12 Issue 1, 2025, page 147-157 Erfan Afandi, Imam Sujono, Ajar Dirgantoro Pengaruh Kecerdasan Sosial (X2) Terhadap Hasil Belajar (Y) Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa SD Negeri Sembung. Uji parsial menggunakan SPSS 26.0 for Windows menunjukkan nilai thitung lebih besar dari ttable (4,510 > 1,6615) dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis diterima. Artinya, semakin tinggi kecerdasan sosial siswa, semakin baik hasil belajarnya. Temuan ini sejalan dengan penelitian Setiawan (2019) dan Helmiati (2013), yang menunjukkan bahwa kecerdasan sosial, yang mencakup kesadaran dan fasilitas sosial, berkontribusi terhadap pencapaian akademik. Siswa yang memiliki empati, pengertian sosial, dan kemampuan menyesuaikan diri lebih mudah memahami materi dan berinteraksi dalam pembelajaran. Kecerdasan sosial, sebagaimana dijelaskan oleh Prawira (2013) dan Gardner (2000), mencakup kemampuan individu dalam menyelesaikan masalah sosial, beradaptasi, dan membangun hubungan yang efektif. Siswa dengan kecerdasan sosial tinggi lebih komunikatif dengan guru dan teman sebaya, aktif dalam diskusi kelompok, serta memiliki rasa percaya diri dan motivasi belajar yang lebih baik. Mereka juga lebih mampu mengelola tekanan akademik, memiliki keterampilan kepemimpinan, serta mampu berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah akademik. Dengan demikian, kecerdasan sosial tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga mendukung pengembangan karakter dan keterampilan interpersonal siswa. Pengaruh Gaya Belajar (X3) Terhadap Hasil Belajar (Y) Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa SD Negeri Sembung. Uji parsial menggunakan SPSS 26.0 for Windows menunjukkan nilai thitung lebih besar dari ttabel (4,018 > 1,6615) dengan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis alternatif diterima. Semakin sesuai gaya belajar dengan karakter siswa, semakin baik pula hasil belajar yang dicapai. Hal ini sejalan dengan penelitian Almunawaroh et al., (2023) menegaskan bahwa gaya belajar-baik visual, auditori, maupun kinestetik-memegang peran penting dalam efektivitas pembelajaran. Pemahaman terhadap gaya belajar individu memungkinkan pendekatan pembelajaran yang lebih optimal, sehingga siswa dapat menyerap dan mengolah informasi dengan lebih baik. Secara teoritis, gaya belajar didefinisikan sebagai cara individu menyerap, memproses, dan menyimpan informasi, yang dapat dipengaruhi oleh metode mengajar guru. Menurut Marpaung (2016) dan Pangesti (2018), gaya belajar merupakan kombinasi dari cara memperoleh, mengorganisasi, dan mengingat informasi. Jika gaya belajar siswa selaras dengan strategi pengajaran guru, pemahaman terhadap materi akan lebih maksimal, dan siswa cenderung menunjukkan sikap positif terhadap pembelajaran. Hal ini didukung oleh penelitian Zakiatul (2021), yang menyatakan bahwa kesesuaian antara metode pengajaran guru dan gaya belajar siswa berdampak pada efektivitas pembelajaran serta peningkatan hasil akademik. Dengan menyesuaikan metode pembelajaran berdasarkan gaya belajar siswa, efektivitas pembelajaran dapat meningkat, motivasi belajar bertambah, dan prestasi akademik pun lebih optimal. Pengaruh Keterampilan Guru Dalam Mengajar (X1), Kecerdasan Sosial (X2) dan Gaya Belajar (X3) terhadap Hasil Belajar Siswa (Y) Hasil uji hipotesis dengan uji-F menunjukkan bahwa keterampilan guru dalam mengajar, kecerdasan sosial, dan gaya belajar secara simultan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa di SD Negeri Sembung Tahun Pelajaran 2024-2025. Temuan ini selaras dengan penelitian sebelumnya (Erlina, 2016) yang menegaskan bahwa keterampilan pengajaran, kecerdasan sosial, dan gaya belajar berperan penting dalam meningkatkan hasil belajar. Keterampilan mengajar guru mencakup metode pembelajaran, komunikasi, penggunaan media, dan pengelolaan kelas yang efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang interaktif. Kecerdasan sosial membantu siswa dalam beradaptasi dan berinteraksi secara positif di lingkungan sekolah, sementara gaya belajar yang sesuai https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor-e 154 Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor, Volume 12 Issue 1, 2025, page 147-157 Erfan Afandi, Imam Sujono, Ajar Dirgantoro dengan metode pengajaran berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik. Dengan demikian, ketiga faktor tersebut memiliki hubungan yang signifikan dalam mendukung peningkatan hasil belajar siswa. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh keterampilan guru dalam mengajar, kecerdasan sosial, dan gaya belajar terhadap hasil belajar siswa di SD Negeri Sembung, disimpulkan bahwa secara parsial masing-masing variabel independen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa. Semakin tinggi keterampilan mengajar guru, semakin baik hasil belajar siswa. Demikian pula, semakin tinggi kecerdasan sosial siswa, semakin baik capaian akademiknya. Selain itu, kesesuaian gaya belajar dengan metode pembelajaran yang digunakan juga berkontribusi positif terhadap hasil belajar. Secara simultan, ketiga variabel tersebut secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar, yang menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan guru, kecerdasan sosial, dan kesesuaian gaya belajar akan mendorong hasil belajar siswa yang lebih optimal. DAFTAR RUJUKAN A, I. (2014). Kecerdasan Optimal: Cara Ampuh memaksimalkan Kecerdasan Anak. Starbooks. Alam, S. (2023). Hasil PISA 2022, Refleksi Mutu Pendidikan Nasional 2023. Media Indonesia. https://mediaindonesia.com/opini/638003/hasil-pisa-2022-refleksi-mutu-pendidikan-nasional-2023 Almunawaroh, T., Nurfauzi, Y., & Welani, P. T. (2023). Pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS MAN 2 Cilacap. Anni, C. T. (2014). Psikologi Belajar. Unnes Press. Arends, R. I. (2015). Learning to Teach. McGraw-Hill. Arylien, L. B. U. G. J. B. (2019). Pengaruh Gaya Belajar Visual, Auditorial, Dan Kinestetik Terhadap Prestasi Belajar Siswa Sma Dian Andalas Padang. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 2(2), 291–296. https://doi.org/10.31004/jrpp.v2i2.486 Atmuji, S. dan A. S. (2015). Pengaruh Kecerdasan Sosial, Kompetensi Profesional dan Perilaku Guru Dalam Mengajar terhadap Efektivitas Pembelajaran pada SMA Negeri di Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai. Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo, 1–12. Dayanti, S. S. F. A. (2021). Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI Program Keahlian Akuntansi Di SMK Negeri 6 Makassar. Universitas Negeri Makassar, 8(1), 37–45. http://eprints.unm.ac.id/21018/%0Ahttp://eprints.unm.ac.id/21018/1/ARTIKEL-ABDUL WAHAB-1692042004-PENDIDIKAN AKUNTANSI.pdf Dirgantoro, A., Eva, N., Hanurrawan, F., & Hitipeuw, I. (2024). Boosting Teacher Work Engagement: The Role of Self-Efficacy, Resilience, and Personality Traits. Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling, 9(2), 100–114. https://doi.org/10.17977/um001v9i22024p100-114 Gardner, H. (2000). Frames of Mind: The Theory of Multiple Intellegences (Terjemahan). Gramedia. Goleman, D. (2005). Kecerdasan Emosi untuk Mencapai Puncak Prestasi. PT Gramedia Pustaka Utama. Handayani, M., Yufridawati, & Perdana, N. S. (2020). Ujian Yang Ideal Di masa Mendatang. In Ujian Yang Ideal Di masa Mendatang. https://pskp.kemdikbud.go.id/assets_front/images/produk/1gtk/buku/1629813314_Puslitjak_10_Ujian_yang_Ideal_di_Masa_Mendatang.pdf Hasanah, T. N. (2018). Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X AK SMK Swasta BM AL-Fattah Medan T.P 2017/2018. Helmiati. (2013). Micro Teaching Melatih Keterampilan Dasar Mengajar. In Sustainability (Switzerland) (Vol. 11, Issue 1). Aswaja Pressindo. Hendriana, E. C. (2018). Pengaruh Keterampilan Guru dalam Mengelola Kelas terhadap Hasil Belajar Peserta Didik di Sekolah Dasar. JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), 3(2), 46. https://doi.org/10.26737/jpdi.v3i2.780 Indriastuti, A., Sutaryadi, & Susantiningrum. (2017). Pengaruh Kesiapan Belajar Siswa dan Keterampilan Mengajar Guru Terhadap Hasil Belajar. Jurnal Informasi Dan Komunikasi https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor-e 155 Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor, Volume 12 Issue 1, 2025, page 147-157 Erfan Afandi, Imam Sujono, Ajar Dirgantoro Administrasi Perkantoran, 1(1), 37–52. Irawati, I., Ilhamdi, M. L., & Nasruddin, N. (2021). Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar IPA. Jurnal Pijar Mipa, 16(1), 44–48. https://doi.org/10.29303/jpm.v16i1.2202 Kemendikbudristek. (2022). Kurikulum Untuk Pemulihan Pembelajaran. Pusat Kurikulum Dan Pembelajaran, 130. Khairat, S. F. & A. (2023). The Impact of Teacher Skills’ on Students’ Interest And Learning Outcomes. 1(1), 1–10. Manullang, R. A. (2019). Pengaruh Kecerdasan Sosial terhadap Prestasi Belajar Siswa di SMK Negeri 2 Kota Jambi. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 15(3), 19–22. http://ji.unbari.ac.id/index.php/ilmiah/article/view/146/141 Marpaung, J. (2016). Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa. KOPASTA: Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling, 2(2), 13–17. https://doi.org/10.33373/kop.v2i2.302 Mas’ud, M. (2018). Hubungan Keterampilan Mengajar Guru terhadap Hasil Belajar Murid Di SD Negeri Model 24 Taraweang Kabupaten Pangkep. Nucleic Acids Research, 6(1), 1–7. http://dx.doi.org/10.1016/j.gde.2016.09.008%0Ahttp://dx.doi.org/10.1007/s00412-015-05438%0Ahttp://dx.doi.org/10.1038/nature08473%0A Munro, C. (2020). A continuum of professional learning conversations: coaching, mentoring and everything in between. CollectivED [11] Pp, July 2020, 37–42. Nia, R. (2020). Pengaruh Gaya Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas IV SD Negeri 5 Metro Timur. 2507(February), 1–9. Nurmalasary. (2018). Pengaruh Gaya Belajar dan Kemandirian Belajar terhadap Prestasi Belajar Matematika. JKPM (Jurnal Kajian Pendidikan Matematika), 3(2), 189. https://doi.org/10.30998/jkpm.v3i2.2767 OECD. (2024). PISA 2022 Results (Volume III): Creative Minds, Creative Schools, PISA. Factsheets, I, 1–9. https://www.oecd-ilibrary.org/education/pisa-2022-results-volume-i_53f23881en%0Ahttps://www.oecd.org/publication/pisa-2022-results/country-notes/germany-1a2cf137/ Pangesti, W. (2018). Pentingnya Memahami Gaya Belajar, Seri Manual Gls Pentingnya Memahami Gaya Belajar. Prasetya, F. D. (2012). Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mata Diklat Listrik Otomotif Siswa Kelas XI Teknik Perbaikan Bodi Otomotif SMKN 2 Depok Sleman. Prawira, P. A. (2013). Psikologi Pendidikan dalam Perspektif Baru. Ar-Ruzz Media. Rabiatun, N. (2021). Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ppkn Di Kelas V Sd Negeri 72 Kota Bengkulu. Institut Agama Islam Negeri Bengkulu, 150. Rais, S. & M. A. R. (2024). Engagement Guru untuk Peningkatan Kreativitas Di MTS Kota Madiun dengan Analisis SITOREM. 2, 90–104. RGR FM. (n.d.). Sebanyak 6.279 Anak Putus Sekolah di Tulungagung, Terbanyak Putus SMP. Portal Tulungagung. https://rgrfm.tulungagung.go.id/sebanyak-6-279-anak-putus-sekolah-ditulungagung-terbanyak-putus-smp/ Riska. (2017). Pengaruh keterampilan mengajar guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi. 1–6. Sari, A. I. (2015). Pengaruh Kecerdasan Sosial dan Minat Belajar terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Kubus dan Balok Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Gondang Tulungagung. 18. Setiawan, G. A. (2019). Analisis Pengaruh Kecerdasan Sosial terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V Di Gugus 2 Kecamatan Panji. 97–108. Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R dan D. Alfabeta. Susanto, A. (2013). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Prenada Media Group. Theodora, B. D. (2016). Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru Terhadap Hasil Belajar Siswa Sma SeKota Malang Yang Di Kontrol Dengan Variasi Sumber Belajar. Journal of Accounting and Business Education, 2(4). https://doi.org/10.26675/jabe.v2i4.6079 https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor-e 156 Vol 12 No 1 Tahun 2025 Efektor, Volume 12 Issue 1, 2025, page 147-157 Erfan Afandi, Imam Sujono, Ajar Dirgantoro Yandi, A., Nathania Kani Putri, A., & Syaza Kani Putri, Y. (2023). Faktor-Faktor Yang Mempengarui Hasil Belajar Peserta Didik (Literature Review). Jurnal Pendidikan Siber Nusantara, 1(1), 13–24. https://doi.org/10.38035/jpsn.v1i1.14 Zakiatul, H. R. (2021). Gaya Belajar (Learning Style). Literasi Nusantara. Zebua, E. N. K., & Zebua, N. (2024). Analisis prinsip dan peran asesmen autentik pada proses dan hasil belajar peserta didik. Edukasi Elita: Jurnal Inovasi Pendidikan, 1(2), 128–136. https://doi.org/10.62383/edukasi.v1i2.133 https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor-e 157 Vol 12 No 1 Tahun 2025