Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Vol. No. May 2024 pp. E-ISSN: 2541-4224. P-ISSN: 2541-4216 DOI: http://dx. org/10. 28926/briliant. Analisis Kelayakan Aspek Pasar dan Aspek Finansial Pada Proyek Optimalisasi Desa Wisata Watulimo. Kabupaten Trenggalek Lucky Prabawati. Apif Miptahul Hajji. Aisyah Larasati. Universitas Negeri Malang Jl. Semarang No. 5 Malang. Indonesia Email: 1luckyprabawati546@gmail. com, 2apif. ft@um. ft@um. Tersedia Online di http://w. php/briliant Sejarah Artikel Diterima 7 Desember 2023 Direvisi 15 Desember 2023 Disetujui 17 Desember 2023 Dipublikasikan 30 Mei 2024 Keywords: Feasibility study. Financial Aspect. Market Aspect Abstract: A feasibility study is a business project analysis of whether or not a project is feasible to carry out continuously profitably. The feasibility study has 7 aspects for investors to consider when investing in the project. The planning for the Watulimo tourist village has gone through master plan planning so it requires a feasibility study to attract investors to invest their This research focuses on market aspects and quantitative financial In the market aspect, researchers use a questionnaire to determine the characteristics of tourists regarding their decision to visit. Respondents were 30 people with an age range of 13 - 18 years. Apart from that, they also predicted the number of visitors in the future. In the financial aspect, researchers use the NPV. PP and IRR methods as indicators of project From the results of data processing, it was obtained that the market aspect of the decision to visit was influenced by psychological factors by 3% > other factors. The forecasting method uses the time series trend method with a double moving average model. From this model, the results show that the number of visitors will continue to increase every year. In the financial aspect, the NPV results in stages 1 and 2 were positive, the PP calculation in stage 1 was the economic age of the building. Meanwhile, the IRR calculation method for both stages 1 and 2 exceeds the specified interest rate . %). Kata Kunci: Aspek Finansial. Aspek Pasar. Study kelayakan Abstrak: Study kelayakan merupakan analisis proyek bisnis tentang layak atau tidaknya suatu proyek dilaksanakan dengan menguntungkan secara kontinu. Study kelayakan memiliki 7 aspek sebagai pertimbangan investor berinvestasi ke proyek tersebut. Corresponding Author: Perencanaan desa wisata Watulimo telah melewati perencanaan Name: masterplan sehingga membutuhkan study kelayakan untuk menarik Lucky Prabawati investor guna menginvestasikan dananya. Penelitian ini berfokus pada Email: aspek pasar dan aspek finansial yang bersifat kuantitatif. Pada aspek luckyprabawati546@gmail. pasar peneliti menggunakan kuisioner untuk mengetahui karakteristik wisatawan terhadap keputusan berkunjung. Responden sebanyak 30 orang dengan rentang usia 13 - 18 tahun, selain itu juga meramalkan jumlah pengunjung di masa Pada aspek finansial peneliti menggunakan metode NPV. PP, dan IRR sebagai indikator kelayakan proyek. Dari hasil olah data diperoleh pada aspek pasar keputusan berkunjung dipengaruhi oleh faktor psikologis sebesar 89,3% > faktor yang lain. Metode peramalan menggunakan metode time series trend dengan model double moving average, dari model tersebut didapatkan hasil bahwa jumlah pengunjung akan tetap mengalami kenaikan tiap tahunya. Pada aspek finansial didapatkan hasil NPV pada tahap 1 dan 2 bernilai positif, perhitungan PP di tahap 1 < umur ekonomis bangunan, tetapi pada tahap 2 PP diprediksi > umur ekonomis bangunan. Sedangkan dari metode perhitungan IRR baik tahap 1 dan 2 melampaui suku bunga yang ditentukan . %). BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 9 Nomor 2. Mei 2024 PENDAHULUAN Pariwisata secara umum dikelompokan menjadi dua kategori yaitu pariwisata massal dan pariwisata alternatif. Pariwisata massal adalah pariwisata konvensional dengan kegiatan wisata cukup besar baik jumlah kunjungan, sarana prasarana dan daya tampung tenaga kerja yang besar. Sedangkan pariwisata konvensional merupakan alternatif dari pariwisata konvensional untuk menunjang kelestarian lingkungan. Timbulnya pariwisata alternatif karena adanya asumsi bahwa pariwisata memerlukan lingkungan yang baik serta kesadaran bahwa instrumen pariwisata dapat menunjang pelestarian lingkungan (Dwijendra, 2. Sejalan dengan asumsi dan trend kepariwisataan tersebut, pemerintah mengembangkan desa wisata yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan rakyat, menghapus kemiskinan, mengatasi pengangguran, melestarikan alam, lingkungan dan sumber daya serta memajukan kebudayaan (Kepala Biro Komunikasi. Layanan Informasi & Perekonomian, 2. Melihat peluang pada sektor pariwisata khususnya desa wisata yang cukup besar dalam hal perekonomian, maka sektor ini penting dikembangkan. Salah satu desa yang berpotensi menjadi desa wisata adalah Desa Watulimo Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur. Pengembangan kepariwisataan Kabupaten Trenggalek diarahkan untuk mengembangkan dan melestarikan alam, peninggalan budaya, tradisi, kesenian, mendorong ekonomi dalam membentuk karakteristik masyarakat (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Trenggalek Tahun 20052025 . , 2. Sebagai rintisan desa wisata, pada lokasi site rumah budaya terdapat aktifitas seni budaya, kegiatan usaha mikro, kerajinan limbah plastik dan lain-lain (Napitulu dkk. Berdasar kepentingan diatas, maka diperlukan kegiatan analisa kelayakan pada proyek pengembangan pembangunan Desa Wisata Watulimo. Study kelayakan merupakan penelitian tentang layak atau tidaknya suatu bisnis/proyek dilaksanakan dengan menguntungkan secara kontinu (Saebani, 2. Adapun study kelayakan meliputi aspek hukum, aspek pasar, aspek keuangan, aspek teknis, aspek manajemen, aspek ekonomi, dan aspek dampak lingkungan (Adnyana, 2. Pada penelitian ini hanya meneliti pada aspek pasar dan teknis. Tujuan dianalisis aspek pasar untuk menilai apakah investasi ditinjau dari segi pasar memiliki peluang pasar yang diinginkan atau tidak. Sedangkan tujuan study pada aspek teknis untuk mengetahui perkiraan pendanaan dan aliran kas proyek bisnis, sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya rencana bisnis yang dimaksud (Adnyana, 2. Desa wisata Watulimo ini berbasis wisata budaya untuk memperluas konsep budaya tradisional dengan menggabungkan unsur-unsur kegiatan tambahan seperti atraksi dan penginapan, pendekatan ini diharapkan dapat memeberikan dimensi baru pada daya tarik desa wisata, meningkatkan peluang pendapatan dan mendukung partisipasi masyarakat lokal. Selain itu pada aspek finanasial menerapkan keberlanjutan dengan investasi berkelanjutan yang mengeksplorasi pendanaan antara profitabilitas dan dampak social, diharapkan dapat meminamilisir kerugian investasi dan dapat memberikan keuntungan jangka panjang pada semua pihak yang terlibat. Studi kelayakan bisnis juga sering disebut studi kelayakan proyek, yaitu penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek dilaksanakan dengan berhasil (Saebani, 2. Kegiatan Studi Kelayakan (Feasibility Study/FS) merupakan bagian akhir dari tahapan evaluasi kelayakan proyek, untuk menindaklanjuti hasil proses seleksi proyek dengan indikasi kelayakan yang tinggi, yang telah dihasilkan dalam pra-studi kelayakan. Fungsi kegiatan studi kelayakan adalah untuk menilai tingkat kelayakan suatu alinyemen pada koridor yang terpilih pada pra studi kelayakan, dan untuk menajamkan analisis kelayakan bagi satu atau lebih alternatif solusi yang unggul (PUSDIKLAT SDA & Konstruksi, 2. Karena dalam penelitian ini hanya membahas aspek finansial dan pasar, maka hanya aspek tersebut yang akan dijelaskan dibawah ini: . Aspek Pasar, untuk menilai apakah perusahaan yang akan melakukan investasi ditinjau dari segi pasar dan pemasaran memiliki peluang pasar yang diinginkan atau tidak. Atau dengan kata lain seberapa 428 BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 9 Nomor 2. Mei 2024 besar potensi pasar yang ada untuk produk yang ditawarkan dan seberapa besar market share yang dikuasai oleh para pesaing dewasa ini. Kemudian bagaimana strategi pemasaran yang akan dijalankan, untuk menangkap peluang pasar yang ada (Adnyana, 2. , . Aspek Teknis, aspek teknis dibahas setelah usaha/proyek tersebut dinilai layak dari aspek pasar pemasaran. Faktor-faktor yang perlu diuraikan adalah menyangkut lokasi usaha/proyek yang direncanakan, sumber bahan atau material, teknologi yang digunakan, kapasitas, jenis dan jumlah investasi yang diperlukan di samping membuat rencana produksi selama umur ekonomis proyek (Ichsan, dkk. , 2. Metode Pengukuaran Aspek Pasar dan Pemasaran yaitu . Metode peramalan, dalam penelitian ini peneliti meramalkan jumlah pengunjung yang akan datang menggunakan metode Time Series Trend dengan model Double Moving Average Hal ini dilakukan untuk melihat peluang pemasaran yang tersedia dan menentukan sebagian daripadanya yang akan menjadi peluang pemasaran untuk proyek yang diusulkan (Husnan, 2. Model DMA merupakan model terbaik dari metode Trend Series Time yang menjelaskan data dan peramalan jumlah kunjungan wisatawan (Sadewo, 2. Dijelaskan dalam Makridakis, . bahwa dasar dari metode ini adalah menghitung rata-rata bergerak Rata-rata bergerak AugandaAy ini merupakan rata-rata bergerak dari rata-rata bergerak, dan menurut simbol dituliskan sebagai MA (M x N) dimana artinya adalah MA M periode dari MA N periode. Jadi prosedur peramalan rata-rata bergerak linier meliputi tiga aspek. Penggunaan rata-rata bergerak tunggal pada waktu t . itulis SAo. Penyesuaian, yang merupakan perbedaan antara rata-rata bergerak tunggal dan ganda pada waktu t . itulis SAot - SAotA. , dan. Penyesuaian untuk kecenderungan dari periode t ke periode t 1 . tau ke periode t m jika kita ingin meramalkan m periode ke muk. Perilaku konsumen, selain menggunakan metode peramalan pasar, peneliti juga perlu mengetahui indikator karakteristik yang mempengaruhi perilaku konsumen. Perilaku konsumen dalam penelitian ini diambil melalui kuisioner yang diberikan kepada pengunjung desa wisata Watulimo. Menurut (Kotler & Amstrong, 2. pembelian konsumen sangat dipengaruhi oleh karakteristik budaya, sosial, pribadi dan psikologi. Metode Pengukuran Aspek Teknis, aspek teknis diperlukan untuk menentukan kelayakan dari segi teknis bangunan. Pengambilan data pada analisis aspek teknis bangunan dilakukan secara observasi dan wawancara. Selanjutnya hasil observasi dan wawancara akan dihitung menggunakan rumus sesuai peraturan pemerintah maupun mengacu pada study literatur. Adapun data yang akan dianalisis melalui observasi dan wawancara antara analisis kelayakan tersebut antara lain: perencanaan teknis. pelaksanaan proyek. pengkajian aspek teknis. Penelitian terdahulu terkait aspek pemasaran antara lain Perbandingan beberapa metode time series pada peramalan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara: studi kasus di kabupaten karimun, provinsi kepulauan Riau. Menggunakan empat metode sederhana dan satu metode kompleks pada 120 data insample dan 15 data outsample didapatkan bahwa metode yang paling baik untuk menggambarkan pola data dan meramalkan jumlah kunjungan wisatwan di Kabupaten Karimun adalah Double Moving Average (Sadewo, 2. Penelitian lain yaitu Analisis Aspek Teknik. Pasar, dan Finansial Terhadap Kelayakan Investasi Proyek Pembangunan Town House (Studi Kasus: Semarapura Town House Klungkun. Menghitung Aspek Finansial menggunakan NPV,BCR. IRR. PP. Aspek Pemasaran menggunakan Time series Trend. Dari segi teknis, perencanaan proyek ini berada pada lokasi yang tepat sehingga mendukung aspek pemasaran town house ini. Dari segi aspek pasar, didapatkan hasil tingkat pendapatan town house pada tahun 2017 sebesar Rp 2. 253 dan pada tahun 2026 menjadi sebesar Rp 4. Kelayakan dari aspek finansial selama 180 bulan dengan tingkat suku bunga 13,5% per tahun BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 9 Nomor 2. Mei 2024 dapat diterima. Hasil analisis sensitivitas menyatakan proyek masih layak dilaksanakan jika terjadi penurunan tingkat hunian hingga 15% dan biaya operasional serta pemeliharaan naik 5%. (Kristiawan, dkk. , 2. METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk metode kuantitatif dengan menggunakan data primer dan data sekunder untuk mencari tahu tentang kelayakan pengembangan Desa Wisata Watulimo berdasarkan aspek pasar dan teknis. Teknik pengumpulan data primer dengan melakukan teknik observasi . engamatan langsun. , wawancara kepada informan yang telah ditetapkan, kuisioner wisatawan yang dibagikan kepada 30 responden dengan minimal usia 13 tahun, dari 100 responden yang berusia mulai dari 6 tahun, serta survey lokasi area penelitian dan site lokasi. Sedangkan data sekunder didapat dari studi Pustaka yang didapat dari lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat. Objek penelitian terletak di Rumah Budaya Desa Watulimo Kecamatan Watulimo Kabupaten trenggalek. Lokasi Desa Watulimo dapat diakses melalui Jalan Raya Bandung Prigi yang merupakan jalur nasional. Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari subyek penelitian dengan alat pengukuran atas alat pengembalian data langsung pada subyek sebagai informasi yang dicari. Dalam hal ini data primer didapat melalui observasi langsung pada site lokasi dan sekitar site lokasi Adapun instrument desa wisata tersebut dijelaskan pada tabel dibawah ini: Tabel 1. Instrument Desa Wisata Variabel Kebudayaan Sosial Sub Variabel Budaya Sub-Budaya Kelas Sosial Kelompok acuan Keluarga Status sosial Pribadi Usia Pekerjaan Gaya hidup Kepribadian Psikologis Motivasi Persepsi Pembelajaran Keyakinan Indikator Melakukan kunjungan wisata sebagai budaya rutinitas Melakukan kunjungan wisata berdasarkan kebutuhan Terdapat hotel yang dekat dengan Kawasan wisata Terdapat tempat penginapan lain dengan keunggulan yang berbeda Terdapat pandangan dan pendapat orang lain dalam mempengaruhi keputusan kunjungan wisata Terdapat pendapat/kemauan melakukan kunjungan wisata Terdapat hubungan antara tujuan kunjungan berwisata dengan pekerjaan Memilih tempat wisata berbasis budaya dan alam sebagai pilihan berwisata Terdapat pola dan gaya hidup untuk berwisata Menyukai suasana yang terdapat pada desa wisata Terdapat motivasi dengan obyek dan daya tarik wisata yang ditawarkan Terdapat minat untuk melakukan kunjungan kembali ke desa wisata Watulimo Terdapat keindahan alam dan budaya di Desa Wisata Watulimo Terdapat panorama yang menarik bagi wisatawan Terdapat pengetahuan yang didapat dari pengalaman perjalanan sebelumnya Terdapat keyakinan terhadap obyek wisata yang Instrument Penelitian Kuisioner Kuisioner Kuisioner Kuisioner Kuisioner Kuisioner Kuisioner Essay Essay Kuisioner Kuisioner Kuisioner Kuisioner Kuisioner Kuisioner Kuisioner Kuisioner Kuisioner Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari pihak lain atau tidak diperoleh langsung dari subyek penelitian. Dalam penelitian ini, data sekunder yang berkaitan dengan aspek pasar dan aspek teknis antara lain. Data potensi pendukung dalam kaitanya dengan peluang dari 430 BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 9 Nomor 2. Mei 2024 pangsa pasar. Data produk yang ditawarkan dari desa wisata. Data mengenai strategi pemasaran yang dijalankan oleh pengelola Desa Wisata. Data pengunjung tahun 2016 hingga 2023. Sedangkan untuk aspek teknis, data sekunder yang diperlukan adalah. perencanaan teknis . eliputi: topografi. pelaksanaan proyek. pengkajian aspek teknis. Penelitian metode kuantitatif, pada aspek pemasaran menggunakan kuisioner yang meliputi instrument karakteristik wisatawan yang mempengaruhi keputusan berkunjung. Adapun pengukuran respon pengunjung menggunakan skala likert 1-5 poin. Uji validitas dilakukan dua tahap, yang pertama validasi kepada validator Bahasa dan validator ahli dalam bidangnya, yang kedua validitas menggunakan korelasi bivariate pearson, dan uji reliabilitas. Lebih lanjut kuisioner dianalisa menggunakan analisa deskriptif untuk mengetahui tingkat persetujuan secara prosentae dan gambaran kontinum. Hasil terakhir pada teknik kuisioner ini menghasilkan prosentase besarnya pengaruh intrumen karakteristik wisatawan terhadap keputusan berkunjung melalui uji rank separman dan koefisien derminasi (R . Selain menggunakan kuisioner pada aspek pemasaran peneliti menggunakan metode time series trend dengan model double moving average . etode pemulusan kedu. untuk memprediksi jumlah pengunjung yang berpotensi akan datang berdasarkan data jumlah pengunjung tahun 2016-2023. Aspek finansial dalam penelitian ini direncanakan menjadi 2 tahap Pembangunan dan investasinya pertama-tama akan menghitung cashflow sebagai simulasi perencanaan keuangan berdasarkan wawancara dan observasi kepada pemilik dan calon investor desa wisata watulimo. Setelah men-simulasi cashflow peneliti akan menghitung net preset value untuk menetukan factor nilai waktu dari uang, internal rate of return untuk mengetahui besaran suku bunga yang layak, dan payback periode untuk merencanakan dana investasi akan kembali. HASIL DAN PEMBAHASAN Aspek Pasar Karakteristik wisatawan terhadap keputusan berkunjung Dalam proses validasi ahli Bahasa terdapat beberapa revisi seperti penggunaan kata sapaan responden, kata hubung, dan kejelasan antara pertanyaan dan pernyataan. Sedangkan pada ahli materi revisi berupa beberapa item yang tidak diperlukan, fokus penelitian yang terlalu melebar, dan penggunaan kata yang tidak awam didengar oleh responden. Revisi tersebut telah dikerjakan hingga mendapat penilaian kuisioner layak untuk di ujicobakan. Selanjutnya pada uji coba kuisioner, peneliti mengambil sampel responden pada wisatawan di Wader Bank dan Kebun Kopi Karanganyar kabupaten Blitar. Berikut adalah hasil uji validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS 25: Tabel 2 Hasil Uji Validitas Item Faktor pribadi Faktor budaya Faktor sosial Faktor Psikologis Keputusan berkunjung Rerata hasil Validitas 0,750 0,716 0,818 0,731 0,775 Item Faktor pribadi Faktor budaya Faktor sosial Faktor Psikologis Keputusan berkunjung Rerata hasil Validitas 0,577 0,659 0,755 0,769 0,843 R tabel 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid R tabel 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Tabel 3. Hasil Uji Reliablitas Pada analysis rank spearman hasil kuisioner terhadap 30 responden yang merupakan pengunjung desa wisata Watulimo dijelaskan pada tabel dibawah ini: BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 9 Nomor 2. Mei 2024 Tabel 4. Hasil frekuensi jawaban dalam skor tingkat persetujuan Item Faktor pribadi Faktor budaya Faktor sosial Faktor Psikologis Keputusan berkunjung Hasil Skor Skor Max Rata-rata Prosentase 82,5% 81,9% 82,72% Keterangan Sangat setuju Sangat setuju Sangat setuju Sangat setuju Sangat setuju Sangat setuju Sedangkan jika digambarkan pada skala kontinum, tingkat persetujuan berada dalam ambang sangat setuju. Gambar 1. Skala kontinum tingkat persetujuan Selanjutnya, untuk kefisien determinasi di hitung sebagai berikut: yaycE = yc 2 ycu 100% yaycE = 0,6822 ycu 100% yaycE = 46. Prediksi pengunjung Pengunjung diprediksi menggunakan analisis time series trend dengan model double moving average. Perhitungan peramalan ini menggunakan nilai = 0,1 karena memiliki nilai MAPE terkecil dari nilai yang lain setelah dilakukan trial-eror perhitungan mulai 0,1 - 0,9. Adapun nilai MAPE pada = 0,1 adalah 16,194. Dibawah ini merupakan tabel prediksi jumlah pengunjung yang dihitung menggunakan Ms. Excel Tabel 5 Prediksi Pengunjung Berdasarkan Hasil Analisis Time Series Tahun Bulan Jumlah 432 BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 9 Nomor 2. Mei 2024 Diagram 1. Jumlah Pengunjung dan Prediksi Jumlah Pengunjung Desa Wisata Watulimo Aspek Finansial Pengembangan desa wisata Watulimo ini direncanakan akan dibangun dalam 2 tahap. Berdasarkan hal tersebut, peneliti menghitung aspek finansial menjadi dua tahap investasi Pembangunan tahap 1 Total Biaya Konstruksi : Rp 58. Biaya Operasional : Rp 5. Biaya Perijinan dan Legal : Rp 4. Estimasi Masa Pembangunan : 2 Tahun Estimasi Tahun Mulai Beroperasi : 2025 Estimasi Biaya Operasional : Rp. 000 (Tahun Pertam. dan diestimasikan mengalami peningkatan 10% per tahun Investasi : Rp 63. Modal Kerja : 5. Perkiraan Laba setelah pajak / EAT Tabel 6 Perkiraan Laba Setelah Pajak/ EAT Tahap I Tahun Pendapatan . Biaya Operasional . Laba . = . Pajak . EAT . -(. ) = . BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 9 Nomor 2. Mei 2024 Jumlah Rp 191. 303,42 Penyusutan Perhitungan Penyusutan sesuai klasifikasi bangunan Permanen yaycuycyceycycycaycycn Oe ycAycuyccycayco yayceycycyca = ycEyceycuycycycycycycaycu ycOycoycyc yaycoycuycuycuycoycnyc ycIycy 34. 000 Oe ycIycy 3. = ycIycy 3. 10 ycNycaEaycycu Perhitungan penyustan sesuai klasifikasi bangunan non permanen yaycuycyceycycycaycycn Oe ycAycuyccycayco yayceycycyca = ycEyceycuycycycycycycaycu ycOycoycyc yaycoycuycuycuycoycnyc ycIycy 23. 000 Oe ycIycy 2. = ycIycy 4. 5 ycNycaEaycycu Penyusutan selama 20 tahun Penyusutan bangunan permanen penyusutan bangunan tidak permanen = Penyusutan Rp. 00 Rp. = Rp. Cashflow Tabel 7. Cash Flow Tahap I Tahun EAT . Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Penyusutan . Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Kas Bersih Discount Factor = . Rp 10. Rp 11. Rp 11. Rp 11. Rp 12. Rp 12. Rp 13. Rp 13. Rp 14. Rp 15. Rp 16. Rp 16. Rp 17. Rp 18. Rp 20. Rp 21. Rp 22. Rp 24. Rp 26. Rp 27. Jumlah Present Value Kas Bersih Payback period Tabel 8. Penghitungan PP Tahap I Tahun Ke Investasi - Kas Bersih . = . Rp. Rp. Rp. Rp. Sisa . Rp. Rp. Rp. Rp. 434 BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 9 Nomor 2. Mei 2024 PV Kas Bersih . = . Rp 9. Rp 9. Rp 8. Rp 8. Rp 8. Rp 7. Rp 7. Rp 7. Rp 6. Rp 6. Rp 6. Rp 6. Rp 5. Rp 5. Rp 5. Rp 5. Rp 5. Rp 5. Rp 5. Rp 4. Rp 134. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Karena sisa pada tahun ke-8 tidak bisa dikurangi proceed tahun ke 9, maka siswa proceed tahun ke 8 dibagi proceed tahun ke 9, yaitu: ycIycnycyca ycEycycuycayceyceycc ycycaEaycycu ycoyce Oe 8 ycu 10 ycycaEaycycu ycyycycuycayceyceycc ycycaEaycycu ycoyce Oe 9 ycEycE = ycu 10 ycycaEaycycu = 5,75 bulan (Jadi Payback Period (PP) adalah 8 tahun 6 bula. Internal rate of return ycEycE = Tabel 9. Tabel Penghitungan IRR Tahap I Tahun Kas Bersih . Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Total PV Kas Bersih NPV yaycIycI NPV Asumsi 9% . 2= . Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. NPV Asumsi 10% . 2= . Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. = 9% (Rp. 164 : Rp. x 1% = 41. Pembangunan tahap 2 Total Biaya Konstruksi : Rp 144. Biaya Operasional : Rp 13. Biaya Perijinan dan Legal : Rp 12. Estimasi Masa Pembangunan : 2 Tahun Estimasi Tahun Mulai Beroperasi : 2030 Estimasi Biaya Operasional : Rp 936. 000 (Tahun Pertam. dan diestimasikan mengalami peningkatan 10% per tahun Estimasi Pendapatan : Rp 6. 000 (Tahun Pertam. dan diestimasikan mengalami peningkatan 10% per tahun. Umur Ekonomis : 20 Tahun Investasi : Rp 156484125000. Modal Kerja : Rp 13701375000 BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 9 Nomor 2. Mei 2024 Perkiraan Laba setelah Pajak/EAT Tabel 10 Perkiraan Laba Setelah Pajak/ EAT Tahap II Tahun Pendapatan Biaya Operasional Jumlah Laba Pajak EAT Rp 261. 124,96 Penyusutan Perhitungan Penyusutan sesuai klasifikasi bangunan Permanen yaycuycyceycycycaycycn Oe ycAycuyccycayco yayceycycyca = ycEyceycuycycycycycycaycu ycOycoycyc yaycoycuycuycuycoycnyc ycIycy 66. 000 Oe ycIycy 6. = ycIycy 6. 10 ycNycaEaycycu Perhitungan penyustan sesuai klasifikasi bangunan non permanen yaycuycyceycycycaycycn Oe ycAycuyccycayco yayceycycyca = ycEyceycuycycycycycycaycu ycOycoycyc yaycoycuycuycuycoycnyc ycIycy 14. 000 Oe ycIycy 1. = ycIycy 2. 5 ycNycaEaycycu Penyusutan selama 20 tahun Penyusutan bangunan permanen penyusutan bangunan tidak permanen = Penyusutan Rp. Rp. = Rp. Cashflow Tabel 11. Cashflow tahap 2 Tahun EAT Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Penyusutan Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Kas Bersih Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 436 BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 9 Nomor 2. Mei 2024 Discou Factor PV Kas Bersih Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Jumlah Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 124,97 Jumlah Present Value Kas Bersih Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp 170. Payback period Tabel 12. Penghitungan Payback Period (PP) Kas Bersih Tahun Ke Investasi - Kas Bersih Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Sisa Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Internal rate of return Tabel 13. Tabel Penghitungan IRR Tahap II Tahun Kas Bersih Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Total PV Kas Bersih NPV NPV Asumsi 9% . 2= . Rp 11. Rp 11. Rp 11. Rp 12. Rp 12. Rp 13. Rp 14. Rp 14. Rp 15. Rp 16. Rp 17. Rp 18. Rp 19. Rp 20. Rp 21. Rp 23. Rp 24. Rp 26. Rp 28. Rp 31. Rp. Rp. NPV Asumsi 10% . 2= . Rp 10. Rp 11. Rp 11. Rp 12. Rp 12. Rp 13. Rp 13. Rp 14. Rp 15. Rp 16. Rp 16. Rp 17. Rp 18. Rp 20. Rp 21. Rp 22. Rp 24. Rp 26. Rp 28. Rp 30. Rp. Rp. BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 9 Nomor 2. Mei 2024 yaycIycI = 9% (Rp. 294 : Rp. x 1% = 63,25% Pembahasan Dengan memperhatikan hasil olah data diatas dapat terlihat bahwa payback periode dalam 2 tahap pembangunan membutuhkan waktu 26 tahun. Sedangkan pada aspek pemasaran baik secara kuisoner maupun secara peramalan jumlah pengunjung tidak terjadi penurunan minat wisata berkunjung ke desa wisata Watulimo. Aspek Pemasaran Kriteria pengunjung wisatawan . Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa secara keseluruhan hasil rata-rata tanggapan responden mengenai indikator karakteristik wisatawan terhadap keputusan berkunjung memiliki rata-rata tanggapan responden sebesar 83,76%, dimana rata-rata tersebut berada pada interval . %-100%) sehingga dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap desa wisata Watulimo ini sangat setuju, hal ini dapat ditunjukan dengan banyaknya tanggapan setuju dari responden mengenai pernyataan yang ada pada factor psikologis yang memperoleh prosentase terbesar dan factor lain mempunyai prosentase yang hampir sama, yang di presepsikan pada desa wisata Watulimo. Berdasarkan hasil keeratan hubungan angka koefisien korelasi sebesar rata-rata 0,68**. Artinya tingkat kekuatan hubungan antara variabel karakteristik wisatawan dengan keputusan berkunjung sebesar 0,68 atau kuat. Sedangkan melihat semua angka koefisien bernilai positif, sehingga hubungan variabel tersebut bersifat searah. Pada nilai sginifikasi aatau Sig. -taile. pada perhitungan SPSS sebesar 0,001, diketahui nilai Sig. -taile. 0,001 < 0,05 maka artinya ada hubungan yang signifikasi antara variabel karakteristik wisatawan dengan keputusan berkunjung. Penilitian lain menghasilkan bahwa faktor psikologis berpengaruh paling besar adalah Analisis Perilaku Konsumen yang Mempengaruhi Pemilihan Tempat Wisata Pantai Dendang Melayu Betawi yang mengahsilkan koefisien pada faktor psikologi . , faktor social . , faktor pribadi . dan faktor budaya . (Lubis & Kartikasari, 2. Prediksi jumlah pengunjung . Perhitungan menggunakan Time series trend dengan model DMA menghasilkan prediksi selama 20 tahun kedepan dengan rata-rata per bulannya mencapai 1538 pengunjung. Prediksi dimulai pada bulan April 2023 memprediksi sebanyak 435 pengunjung dan akan terus Menggunakan metode yang sama (Double Moving Averag. pada penelitian yang sama (Kristiawan, dkk. , 2. menggunakan metode trend linier karena mendapatkan nilai MAPE dan MAD terkecil diantara metode Trend Parabola dan Trend Logaritma untuk mengkaji study kelayakan proyek Pembangunan Town House Kulungkung. Penelitian tersebut memprediksi pendapatan yang akan dihasilkan oleh kedatangan pengunjung di Town House Klungkung selama 5 tahun kedepan . sebesar Rp. Aspek Finansial Biaya Operasioanal Tahapan Pembangunan pada desa wisata Watulimo ini pada Tahap 1 diprediksi menelan biaya sebesar Rp. 000 termasuk biaya operasional dan biaya legal/perizinan. Biaya operasional diprediksi mencapai Rp. 000 per tahun dan diestimasikan mengalami kenaikan 10% per tahunnya. Tahapan ke-2 pembangunan desa wisata Watulimo direncanakan membutuhkan investasi sebesar Rp. 000 lebih besar daripada tahap 1. Penelitian lain menghitung detail meliputi pembiayaan listrik, pegawai, telvon, pemasaran, perawatan dan biaya 438 BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 9 Nomor 2. Mei 2024 operasional, biaya operasional tersebut dihitung perbulan dan tidak ada prediksi kenaikan per tahunnya (Wulandari, dkk. , 2. Berbeda dengan prediksi operasional di desa Watulimo, biaya operasional . istrik, air, telvon, dan media sosia. belum direncanakan. Perkiraan Laba Setelah Pajak/EAT Dalam perkiraan laba setelah pajak perencanaan desa Watulimo ini, pajak diasumsikan dengan tarif 10%. Penelitian lain memperkirakan tarif pajak sebesar 25% % karena menyesuaikan dengan Peraturan Pajak No 46 Tahun 2013. Pada penelitian tersebut perkiraan laba setalah panjak juga diprediksi hingga 20 tahun kedepan (Sutika, dkk. , 2. Penyusutan Penyusutan pada perencanaan desa wisata Watulimo dibedakan menjadi 2 yaitu untuk bangunan permanen dan non permanen. Cara menghitung penyusutan menggunakan metode garis lurus dengan umur ekonomis 10 tahun untuk bangunan permanen dan 5 tahun untuk bangunan non permanen. Pada tahap 1 hasil penyusutan sejumlah Rp. 032 per tahunya. Sedangkan pada tahap 2 penyusutan bangunan permanen dan non permanen sebesar Rp. Masih dalam penelitian Pembangunan pusat perbelanjaan Cokroaminoto perhitungan penyusutan di asumsikan bahwa bangunan mempunyai umur ekonomis 20 tahun dan mempunyai nilai sisi 40% mendapatkan hasil penyusutan Rp. 000/tahun dengan modal investasi Rp. 000 (Sutika, dkk. , 2. Payback period Pada perhitungan diatas didapat bahwa pengembalian dana investasi diprediksi sampai tahun ke 8 atau 8 tahun 6 bulan, pengembalian dana lebih cepat 1. 5 tahun daripada umur ekonomis bangunan yaitu 10 tahun, sedangkan payback period pada tahap 2 diprediksi akan mencapai tahun ke 18 setelah pembangunan tahap 2 selesai dan dibuka untuk wisatawan. Penelitian lain juga menggunakan umur ekonomis sebagai acuan maksimal pengembalian dana investasi, yang memperoleh hasil pengembalian dana pada tahun ke 4 bulan ke 6, pada penelitian tersebut didapati umur ekonomis bangunan yang diinvestasikan 20 tahun, jadi payback period selama 4 tahun 6 bulan masih lebih rendah daripada umur maksimal bangunan atau bisa dikatakan sangat (Sutika, dkk. , 2. Net Present Value Pada penelitian ini menggunakan suku bunga 9%. pada tahap 1 dikatakan layak karena menghasilkan NPV sebesar Rp. 740 dengan total investasi Rp. NPV pada tahap 2 bisa dikatakan layak diterima oleh investor. Karena pada perhitungannya didapatkan NPV sebesar Rp. 070 > 0 yang berarti proyek ini layak dilanjutkan. Jika melihat pada penelitian Analisis Kelayakan Finanasial Pengembangan Dermaga Kusamba di Desa Pesinggahan Klungkung, peneliti menggunakan suku bunga 12% hingga menghasilkan nilai NPV sebesar Rp. 027 > 0 dengan total investasi 45. 000 (Mahapatni, dkk. , 2. Internal Rate of return Perhitungan IRR atas investasi pada perencanaan pengembangan desa Watulimo ini menggunakan tingkat keuntungan 9%. Dimana tingkat bunga bank yang digunakan sebagai acuan berdasarkan tingkat bunga Bank Indonesia pada bulan Maret 2023, tingkat bunga bank yang digunakan sebesar 9%. Adapun tingkat bunga ke 2 peneliti menggunakan suku bunga 10%. Pada perhitungan tersebut dihasilkan IRR sebesar 41,50% yang artinya lebih besar dari arus pengembalian yang diinginkan yaitu 9%. Sedangkan pada tahap 2 mencapai 63,25% lebih besar dari suku bunga 9% dan masih jauh lebih besar daripada tahap 1. Penelitian lain menggunakan tingkat keuntungan . 15% berdasarkan suku bunga terakhir di bulan Desember 2020. Adapun tingkat keuntungan kedua menggunakan . Pada perhitungan tersebut mendapatkan hasil BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 9 Nomor 2. Mei 2024 IRR sebesar 38% lebih besar daripada suku bunga yang diharapkan yaitu 15% yang menjadi alasan objek wisata Air terjun Kanto Lampo layak dilaksanakan (Karya, dkk. , 2. SIMPULAN Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada aspek pemasaran kriteria pengunjung wisatawan mendapatkan hasil dalam ambang sangat memuaskan. Sedangkan saat melihat arah hubungan antar variabel diartikan bahwa kriteria wisatawan maka keputusan berkunjung juga akan meningkat, selain itu dilihat dari hasil siginifikasi mendapat kesimpulan bahwa variabel kriteria wisatwan signifikan dengan keputusan berkunjung. pada aspek pemasaran tentang peramalan pengunjung berdasarkan analisa time series, didaptkan hasil bahwa pengunjung akan terus meningkat hingga 20 tahun kedepan. Pada aspek finansial, metode pengukuran kelayakan finansial NPV. Payback periode, dan IRR adalah layak. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka. pada aspek pemasaran diperlukan pemasaran bersifat online melalui media sosial yang diliput secara berkala agar prediksi pengunjung yang diramalkan dapat direalisasikan. pada aspek finansial butuh dikaji ulang penyusunan RAB dan penurunan harga konstruksi, agar payback period tercapai sebelum umur ekonomis bangunan habis. untuk penelitian selanjutnya perlu dilanjutkan aspek lainya . spek hukum, ekonomi, manajemen, teknologi, dan amda. DAFTAR RUJUKAN Adnyana. Study Kelayakan Bisnis (Melati . )). Lembaga Penerbitan Universitas Nasional. Dwijendra. Eco Tourism Opsi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Wilayah Bali Tengah. Senada, 1. , 393Ae402. https://eprosiding. id/index. php/senada/article/view/81 Ichsan. Nasution. , & Sinaga. Studi kelayakan bisnis = Business feasibility CV. Manji Medan, https://books. id/books?id=KAACEaQBAJ&pg=PR2&lpg=PR2&dq=Studi kelayakan bisnis = Business feasibility study By Reza Nurul Ichsan. Lukman Nasution. Dr. Sarman Sinaga. M&source=bl &ots=-4VDYY7Iww&sig=ACfU3U21_hZAf Kepala Biro Komunikasi. Layanan Informasi, dan P. , & Perekonomian. Pembangunan Kepariwisataan Melalui Pengembangan Desa Wisata Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi. https://w. id/publikasi/detail/3520/pembangunankepariwisataan-melalui-pengembangan-desa-wisata-untuk-meningkatkan-pertumbuhanekonomi#::text=Sejalan dengan tujuan pembangunan kepariwisataan,sumber daya, serta memajukan kebudayaan. Kotler. , & Amstrong. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Erlangga. Kristiawan. Warsika. , & Wiranata. ANALISIS ASPEK TEKNIS, PASAR DAN FINANSIAL TERHADAP KELAYAKAN INVESTASI PROYEK PEMBANGUNAN TOWN HOUSE (STUDI KASUS: SEMARAPURA TOWN HOUSE KLUNGKUNG). Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, https://doi. org/10. 24843/JITS. Lubis. , & Kartikasari. Analisis Perilaku Konsumen Yang Mempengaruhi Pemilihan Tempat Wisata Pantai Dendang Melayu Batam. Journal of Applied Business Administration, 3. , 22Ae28. https://doi. org/10. 30871/jaba. Napitulu. Setiadi. , & Rahayu. MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN STRATEGI PEMASARAN PADA PENGEMBANGAN DESA WISATA RUMAH BUDAYA WATULIMO YANG BERBASIS INDUSTRI KREATIF 440 BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 9 Nomor 2. Mei 2024 DI KABUPATEN TRENGGALEK. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 11, 59Ae67. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Trenggalek Tahun 2005-2025 . , 105 . https://bappedalitbang. id/rpjpd-kabupatentrenggalek-2005-2025/ PUSDIKLAT SDA & Konstruksi. Modul Perencanaan Konstruksi. PUSDIKLAT SDA & KONSTRUKSI. Sadewo. Perbandingan Beberapa Metode Time Series Pada Peramalan Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara : Studi Kasus Di Kabupaten Karimun. Provinsi Kepulauan Riau. ResearchGate. Desember. https://doi. org/10. 13140/RG. Saebani. Studi Kelayakan Bisnis . CV Pustaka Setia. BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 9 Nomor 2. Mei 2024