Jurnal CyberTech Vol. No. September 201x, pp. P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Pada Tanaman Solanum Betaceum (Terong Beland. Menggunakan Metode Certainty Factor (CF) Joff Machini Bangun *. Hendra Jaya**. Rini Kustini*** * Program Studi Informasi. STMIK Triguna Dharma ** Program Studi Teknik Komputer. STMIK Triguna Dharma *** Program Studi Informasi. STMIK Triguna Dharma Article Info Article history: Received Jun 12th, 201x Revised Aug 20th, 201x Accepted Aug 26th, 201x Keyword: Terong Belanda. Sistem Pakar. Metode Certainty Factor ABSTRACT Terong belanda (Solanum betaceaum Cav. ) merupakan salah satu tanaman perdu famili Solanaceae yang berasal dari New Zealand, dan dalam industri perdagangan disebut Tamarillo. Terong terkenal sebagai buah rendah kalori dan rendah lemak. Keunggulan yang terdapat pada terong belanda yaitu di dalam buah ini terdapat daging buah yang tebal berwarna kekuningan dibungkus oleh selaput tipis yang mudah dikelupas. Salah satu permasalahan yang terdapat pada saat penanaman Terong belanda adalah sulitnya menanggulangi penyakit dan hama yang ada pada Terong belanda, misalnya bercak daun, busuk buah, maupun ancaman kumbang daun. Hal tersebut tentu menyebabkan pengurangan hasil sebesar 50-98%. Disamping itu melihat pengurangan hasil tersebut maka banyak petani yang awalnya membudidayakan tanaman ini menjadi beralih ketanaman lain. Sehingga akan berdampak pada kelangkaan produksi buah terong belanda khususnya di desa gamber kecamatan simpang empat. Dari permasalahan tersebut tentunya dibutuhkan suatu sistem yang dapat dengan mudah digunakan untuk mendiagnosa penyakit pada Terong belanda di usia tanam yang masi muda. Sistem tersebut adalah sistem pakar. Hasil penelitian merupakan terciptanya sebuah aplikasi Sistem Pakar yang dapat digunakan dalam mendiagnosa gejala awal pada tanaman Terong Belanda sehingga dapat membantu dinas pertanian karo maupun para petani dalam mencari solusi permasalahan yang dialami terkait penyakit pada Tanaman Terong Belanda. Copyright A 2019 STMIK Triguna Dharma. All rights reserved. Corresponding Author: Nama : Joff Machini Bangun Program Studi : Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Email: joffmachini@gmail. PENDAHULUAN Terong belanda (Solanum betaceaum Cav. ) merupakan salah satu tanaman perdu famili Solanaceae yang berasal dari New Zealand, dan dalam industri perdagangan disebut Tamarillo. Terong terkenal sebagai buah rendah kalori dan rendah lemak. Keunggulan yang terdapat pada terong belanda yaitu di dalam buah ini terdapat daging buah yang tebal berwarna kekuningan dibungkus oleh selaput tipis yang mudah dikelupas. Journal homepage: https://ojs. P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Rasa buah ini seperti tomat dan teksturnya seperti plum dengan kandungan gizi yang tinggi karena banyak mengandung provitamin A dan vitamin C serta mineral penting seperti potasium, fosfor dan magnesium yang mampu menjaga dan memelihara kesehatan tubuh . Manfaat buah terong belanda sangat banyak namun banyak masyarakat yang mengetahui tentang buah ini. Terong belanda jarang diperoleh di daerah dataran rendah sebagian masyarakat juga mungkin tidak tertarik untuk mengkonsumsi buah ini. Hal ini dikarenakan buah terong belanda mempunyai bentuk yang kecil, rasa yang asam, kulit buah yang tipis serta memiliki biji yang cukup banyak, sehingga menyulitkan bagi masyarakat untuk mengkonsumsi buah ini secara langsung . Salah satu permasalahan yang terdapat pada saat penanaman Terong belanda adalah sulitnya menanggulangi penyakit dan hama yang ada pada Terong belanda, misalnya bercak daun, busuk buah, maupun ancaman kumbang daun. Hal tersebut tentu menyebabkan pengurangan hasil sebesar 50-98%. Disamping itu melihat pengurangan hasil tersebut maka banyak petani yang awalnya membudidayakan tanaman ini menjadi beralih ketanaman lain. Sehingga akan berdampak pada kelangkaan produksi buah terong belanda khususnya di desa gamber kecamatan simpang empat. Dari permasalahan tersebut tentunya dibutuhkan suatu sistem yang dapat dengan mudah digunakan untuk mendiagnosa penyakit pada Terong belanda di usia tanam yang masi muda. Sistem tersebut adalah sistem pakar. Sistem Pakar merupakan sebuah sistem yang mampu mengidentifikasi sebuah permasalahan dengan menggunakan keahlian seorang pakar yang telah ditanamkan kedalam sebuah sistem. Sistem pakar adalah sebuah sistem yang dibangun dengan berbasis komputer yang menggunakan beberapa pengetahuan, fakta dan teknik penelusuran atau bisa juga disebut dengan penalaran dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang biasanya dapat diselesaikan oleh seorang pakar dalam bidangnya. Implementasi dari sistem pakar ini digunakan pada kepentingan komersial karena sistem pakar dapat dipandang sebagai cara penyaluran dan penyimpanan pengetahuan seorang pakar dalam bidang tertentu kedalam program . Tanpa sebuah algoritma atau metode, sebuah sistem pakar tidak dapat dibangun, oleh sebab itu untuk membantu dalam mengetahui penyakit yang terjadi pada tanaman Terong belanda, maka dari itu dipilihlah metode Certainty Factor. Certainty Factor (CF) dikemukakan oleh Shortliffe dan Buchanan pada 1975 untuk mengakomodasikan ketidakpastian pemikiran (Inexact reasonin. seorang pakar. Seorang pakar,. isalnya dokter sering kali meganalisis informasi yang ada dengan ungkapan seperti AumungkinAy. Aykemungkinan besarAy. Ayhampir pastiAy. Untuk megakomodasi hal ini kita menggunakan Certainty Factor(CF) guna menggambarkan tingkat keyakinan pakar terhadap masalah yang dihadapi . MetodeAoNet BeliefAu yang diusulkan oleh E. Shortliffe dan B. G Buchanan CF. =MB(H,E)-MD(H,E) CFCombine =CF1 CF2. -CF. Dimana : CF (Rul. = factor kepastian MB (H,E) = measure of belief . kuran kepercayaa. terhadap hipotesis H, jika diberikan evidence E . ntara 0 dan . MD(H,E) = measure of disbelief, . kuran ketidakpercayaa. terhadap evidence H, jika diberikan evidence E . ntara 0 dan . P(H) = probabilitas kebenaran hipotesis H P(H|E) = probabilitas bahwa H benar karena fakta E Dengan mewawancarai seorang pakar Nilai CF (Rul. didapat dari interpretasi AutermAy dari pakar yang diubah menjadi nilai CF tertentu Format teks utama terdiri dari 1 kolom pada kertas A4 (Seperti template in. Teks margin dari kiri dan atas adalah 2,5 cm, kanan dan bawah adalah 2 cm. Naskah ditulis dalam Microsoft Word, single space . 0 Line Spac. Time New Roman 10 pt dan maksimal 12 halaman. Judul artikel harus menjadi kata-kata paling sedikit yang bisa menggambarkan isi dari penelitian yang telah dilakukan. Hilangkan semua kata-kata limbah seperti "Studi tentang . ", "Investigasi dari . "Implementasi . ", "Pengamatan tentang . ", "Pengaruh . ", " Analisis . "," Desain . "dll. Layanan Jurnal Cyber Tech Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 pengindeksan dan abstrak bergantung pada keakuratan judul, yang diambil darinya kata kunci yang berguna dalam pencarian silang dan penelusuran komputer. Artikel yang berjudul tidak benar mungkin tidak akan sampai ke audiens yang dimaksudkan jadi spesifik. Pendahuluan harus memberikan latar belakang yang jelas, pernyataan masalah yang jelas, literatur yang relevan tentang masalah ini, pendekatan atau solusi yang diajukan, dan nilai baru penelitian yang menjadi Harus bisa dimengerti rekan kerja dari berbagai disiplin ilmu. Organisasi dan kutipan bibliografi dibuat dalam gaya Vancouver dalam tanda . , . dan seterusnya. Istilah dalam bahasa asing ditulis miring . Teks harus dibagi menjadi beberapa bagian, masing-masing dengan judul terpisah dan diberi nomor secara berurutan. Judul bagian / sub judul harus diketik pada baris terpisah, misalnya, 1. Pendahuluan . Penulis disarankan untuk mempresentasikan artikel mereka dalam struktur bagian: Pendahuluan - dasar teoritis yang komprehensif dan / atau Metode / Algoritma yang Diusulkan - Metode Penelitian - Hasil dan Pembahasan - Kesimpulan. Tinjauan literatur yang telah dilakukan penulis digunakan dalam bab "Pendahuluan" untuk menjelaskan selisih manuskrip dengan makalah lainnya, bahwa hal itu inovatif, digunakan dalam bab "Metode Penelitian" untuk menggambarkan langkah penelitian dan digunakan dalam bab "Hasil dan Pembahasan" untuk mendukung analisis hasil . Jika manuskrip itu ditulis benar-benar memiliki keaslian tinggi, yang mengusulkan metode atau algoritma baru, bab tambahan setelah bab "Pendahuluan" dan sebelum bab "Metode Penelitian" dapat ditambahkan untuk menjelaskan secara singkat teori dan / atau metode / algoritma . METODE PENELITIAN Secara umum, metode penelitian . esearch metho. adalah suatu metode atau cara tertentu yang dipilih secara spesifik untuk memecahkan masalah yang diajukan dalam sebuah penelitian, namun untuk memenuhi syarat parsimony . ara yang paling efisien dalam sebuah penelitia. untuk mengatasi kendalakendala yang dilakukan penelitian namun masih tetap dijaga ciri khas penelitian yaitu adanya karakter keilmiahan, serta validitas dan reliabilitas, maka metode penelitian tertentu harus dipilih dan diterapkan secara spesifik. Adapun metode dalam penelitian ini mencakup. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data berupa suatu pernyataan tentang sifat, keadaan, kegiatan tertentu dan Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan di Dinas Pertanian Kabupaten Karo menggunakan 2 cara berikut merupakan uraian yang digunakan 1 Observasi Metode pengumpulan data ini digunakan untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan peninjauan langsung ke Dinas Pertanian Kabupaten Karo Tabel 1. Penyakit dan Gejala pada Terong Belanda Kode P01 P02 P03 Penyakit Bercak Daun Busuk Buah Antraknosa Kode Gejala Gejala G01 adanya bercak cokelat kehitaman G02 permukaan daun layu G03 permukaan daun kering G04 muncul bercak bulat kecil G05 bercak membesar dan dikelilingi garis kuning G06 daun menjadi keriting G01 adanya bercak cokelat kehitaman G07 buah membusuk G08 buah rontok G01 adanya bercak cokelat kehitaman G06 daun keriting G09 daun menggulung G10 terdapat bintik pada buah Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P04 P05 P-ISSN : 9800-3456 Rebah Semai Layu Bakteri E-ISSN : 2675-9802 G11 tanaman menguning G12 tanaman layu G13 bibit tanaman mati G12 tanaman layu G14 akar membusuk ketika dipotong batang tanaman mengeluarkan sekresi putih hingga kekuningan seperti susu G15 ANALISA DAN HASIL Setelah implemetasi dilakukan maka langkah selanjutnya yaitu melakukan pengujian sistem terhadap proses perhitungan metode Certainty Factor. Pengujian sistem ini ditujukan untuk mengetahui seberapa akurat dan tepat aplikasi yang telah dirancang dan untuk mengetahui bug- bug yang ditemukan. Berikut ini adalah contoh kasus untuk menguji aplikasi. Berikut ini adalah contoh perhitungan Certainty Factor. Diketahui seorang petani Terong Belanda mendapati tanamannya memiliki ciri Ae ciri sebagai berikut. Tabel 5. 1 gejala yang dialami Tanaman Terong Belanda Kode Gejala G01 G02 G03 G04 Gejala daun terong belanda berlubang-lubang lubang daun akan nampak jelas setelah daun terong belanda membesar tanaman terong belanda tampak layu terdapat beberapa daun yang menggulung Selanjutnya user akan membuka aplikasi sistem pakar dan memilih diagnosa, selanjutnya mengisi data lalu memilih gejala-gejala sesuai dengan yang terjadi. Gambar 1 Pemilihan gejala Setelah gejala yang dipilih sesuai dengan yang dialami pada tanaman Terong Belanda, maka dilanjutkan dengan meng-klik tombol diagnosa. Kemudian sistem akan menampilkan hasil seperti gambar Gambar 2 Hasil Certainty Factor KESIMPULAN Jurnal Cyber Tech Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Berdasarkan analisa pada permasalahan yang terjadi dalam kasus yang diangkat tentang menentukan prioritas bantuan desa Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Dalam menentukan desa yang dapat menerima bantuan pangan di Deli Serdang dapat dilakukan dengan menerapkan metode WASPAS yang dijalankan berdasarkan data alternatif dan kriteria yang ditentukan pihak Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang. Dalam menerapkan metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment (WASPAS) ke dalam Sistem Pendukung Keputusan untuk menentukan prioritas bantuan pangan desa pada Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang perlu dilakukannya pembelajaran terhadap admin pada Dinas Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang dalam menginputkan semua alternatif desa dan penilaiannya sehingga sistem akan menyelesaikan data yang diinputkan sesuai dengan perhitungan pada algoritma WASPAS. Untuk merancang dan membangun aplikasi dengan metode WASPAS. Dapat dilakukan dengan perancangan menggunakan uml yaitu use case diagram, activity diagram dan class diagram serta perancangan interface, dilanjutkan dengan pengkodean menggunakan Visual Studio UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada dosen pembimbing Bapak Doping 1,. Kom dan juga Doping 2 dan pihakpihak yang mendukung penyelesaian jurnal skripsi ini. REFERENSI