Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 Ae 5617 ARTIKEL RISET EFEKTIFITAS PERAWATAN LUKA MODERN DRESSING DENGAN METODE MOIST WOUND HEALING BERBASIS HOME CARE TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PADA KLIEN ULKUS DIABETIK Normalia1*,Ismail2. Musaidah3,Asnaeni Palembai4. Irma Andrianys5 1,2,3,4,5 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari Corespondensi : normalia388@gmail. ABSTRAK Pendahuluan: Ulkus diabetik merupakan komplikasi serius diabetes melitus yang membutuhkan penatalaksanaan luka yang tepat untuk mencegah infeksi, amputasi, dan mempercepat penyembuhan. Modern dressing dengan prinsip Moist Wound Healing (MWH) dapat mempertahankan kelembapan luka sehingga mempercepat regenerasi jaringan dan mengurangi trauma saat pergantian balutan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas perawatan luka modern dressing dengan metode MWH berbasis home care terhadap penyembuhan ulkus diabetik. Metode: Penelitian quasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada 10 responden yang dipilih melalui purposive Kelompok intervensi mendapatkan perawatan modern dressing berbasis home care selama 14 hari, sedangkan kelompok kontrol diberikan perawatan konvensional menggunakan kasa steril dan NaCl 0,9%. Penilaian luka menggunakan PUSH Tool 3. 0 dan dianalisis dengan uji Wilcoxon dan MannAeWhitney U pada = 0,05. Hasil: Terdapat peningkatan penyembuhan luka yang signifikan pada kelompok intervensi dengan nilai p = 0,001 dan ratarata skor penyembuhan sebesar 22,647. Kesimpulan: Metode modern dressing dengan Moist Wound Healing berbasis home care efektif mempercepat penyembuhan ulkus diabetik dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan pada pelayanan komunitas dan home care. Kata kunci: Ulkus Diabetik. Modern Dressing. Home Care. Penyembuhan Luka. ABSTRACT Introduction: Diabetic ulcer is a serious complication of diabetes mellitus that requires appropriate wound management to prevent infection, amputation, and accelerate the healing process. Modern dressing using the Moist Wound Healing (MWH) principle can maintain optimal wound moisture, thereby promoting tissue regeneration and reducing trauma during dressing changes. Objective: This study aimed to analyze the effectiveness of modern dressing with the MWH method based on home care in accelerating the healing of diabetic ulcers. Methods: This quasi-experimental study employed a pre-test and post-test design involving 10 respondents selected through purposive sampling. The intervention group received modern dressing with a home care approach for 14 days, while the control group received conventional wound care using sterile gauze and 0. 9% NaCl. Wound healing was assessed using the PUSH Tool 3. 0 and analyzed using the Wilcoxon and MannAeWhitney U tests at a significance level of = Results: There was a significant improvement in wound healing among the intervention group, with a p-value Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 Ae 5617 001 and an average wound healing score increase of 22. Conclusion: Modern dressing with the Moist Wound Healing method based on home care is effective in accelerating the healing of diabetic ulcers and can be recommended as a nursing intervention within community and home care services. Keywords: Diabetic ulcer. Modern dressing. Home care. Wound healing. kesehatan di Indonesia umumnya dilakukan PENDAHULUAN Diabetes melitus (DM) merupakan dengan prinsip dry wound healing, yaitu membiarkan luka dalam kondisi kering. Namun, tantangan besar bagi pelayanan kesehatan, memperlambat proses penyembuhan karena terutama karena komplikasinya yang sulit menyebabkan dehidrasi jaringan, nekrosis. Salah satu komplikasi paling dan meningkatkan risiko infeksi (Lestari, serius adalah ulkus diabetik, yaitu luka kronis Sebaliknya, prinsip Moist Wound pada ekstremitas bawah yang berisiko tinggi Healing (MWH) yang menjaga luka tetap lembap dan tertutup telah terbukti secara bahkan kematian. Berdasarkan International ilmiah mampu mempercepat pembentukan Diabetes Federation (IDF), lebih dari 537 juta jaringan granula, meningkatkan migrasi sel orang di dunia hidup dengan DM pada tahun epitel, mengurangi nyeri, dan mempercepat 2023, dan angka ini diperkirakan akan re-epitelisasi (Sharman, 2. mencapai 643 juta pada tahun 2030 apabila Pendekatan melalui modern dressing, seperti hydrogel. Indonesia sendiri, prevalensi ulkus diabetik hydrocolloid, alginate, dan foam dressing, diperkirakan mencapai 15% dari seluruh penderita DM, dengan angka amputasi mencapai 30% dan mortalitas hingga 32% mencegah kontaminasi mikroba. Sebuah (Wahyuni, 2. meta-analysis terbaru menunjukkan bahwa Penanganan luka secara konvensional yang masih banyak diterapkan di fasilitas Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 Ae 5617 penyembuhan ulkus diabetik dibandingkan diperoleh oleh Resthiana et al. yang dressing konvensional (OR 4,09. 95% CI menegaskan bahwa moist wound healing 2,83-5,. mampu menurunkan risiko infeksi sekunder penyembuhan rata-rata hingga 11 hari (Yuliyanto & Imamah, 2. serta meningkatkan regenerasi jaringan. Dengan demikian, kombinasi antara Selain efektivitas metode modern metode modern dressing berbasis moist dressing, model perawatan berbasis home wound healing dan pendekatan home care care kini menjadi fokus penting dalam dipandang sebagai inovasi keperawatan yang manajemen ulkus diabetik. Sebuah studi oleh efektif, efisien, dan berkelanjutan dalam Zhao et al. , . menunjukkan bahwa mempercepat penyembuhan ulkus diabetik. continuous home wound care tidak hanya Namun, bukti empiris mengenai efektivitas sebanding dengan perawatan rumah sakit pendekatan ini di konteks Indonesia masih dalam hal tingkat penyembuhan luka, tetapi Oleh karena itu, penelitian ini juga meningkatkan kepatuhan, menurunkan bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya langsung, dan memperkuat peran perawatan luka modern dressing dengan keluarga dalam proses penyembuhan. metode moist wound healing berbasis home Indonesia, penerapan pendekatan ini masih care terhadap penyembuhan luka pada klien terbatas, padahal home care memberikan ulkus diabetik, sebagai dasar pengembangan kesempatan untuk kontinuitas perawatan, praktik keperawatan pengawasan langsung oleh keluarga, dan layanan komunitas dan home care. edukasi mandiri pasien. METODE Beberapa Jenis Penelitian menegaskan potensi besar intervensi ini. merupakan quasi-eksperimen dengan desain Susanti et al. , . melaporkan bahwa pre-test dan post-test yang bertujuan menilai penggunaan modern dressing berbasis moist efektivitas perawatan luka modern dressing wound healing pada pasien ulkus diabetik dengan metode Moist Wound Healing mempercepat penyembuhan dibandingkan berbasis home care terhadap penyembuhan Temuan Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 Ae 5617 Sampel HASIL responden dipilih secara purposive sampling. Kelompok Jumlah pasien dengan ulkus diabetik di klinik NCI paser pada penelitian berdasarkan perawatan luka dengan modern dressing dan pendampingan keluarga berbasis home care terdapat pada rentang usia 46 - 55 tahun selama 14 hari, sedangkan kelompok kontrol dengan jumlah 6 pasien atau 55,9%. Dan mendapat perawatan konvensional dengan pada usia 35-55 tahun dengan jumlah 4 kasa steril dan NaCl 0,9%. Evaluasi pasien atau 45,1% dengan jenis kelamin laki- penyembuhan dilakukan setiap tiga hari laki memiliki jumlah yang paling banyak Data dengan jumlah 7 pasien atau 70,6%. dianalisis secara univariat dan bivariat Kemudian dengan jenis kelamin perempuan dengan uji Wilcoxon dan MannAeWhitney U sebanyak 3 pasien atau 29,4% Kemudian, pada tingkat signifikansi p < 0,05. Penelitian pada karakteristik pendidikan dapat diketahui ini telah mendapat persetujuan etik dan bahwa pasien dengan pendidikan SMA seluruh responden menandatangani informed memiliki jumlah terbanyak dengan jumlah 5 pasien atau 49,8% sedangkan pekerjaan PUSH Tool Usia rata-rata pegawai memiliki jumlah yaitu sebanyak 1 pasien atau 5,2% Tabel 1. Perbedaan Penyembuhan Luka Ulkus Diabetik Sebelum Dan Setelah Dilakukan Perlakuan Pada Kelompok Intervensi Di Klnik NCI Paser Penyembuhan luka Ulkus Diabetik Sebelum dan Perbedaan Mean 22,647 T value P value 25,962 0,001 5,086 Hasil penelitian ini menunjjukan menunjukkan perbedaan penyembuhan luka ulkus diabetik sebelum dan sesudah dilakukan perlakuan pada kelompok intervensi di Klinik NCI Paser. asil analisis Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 Ae 5617 menunjukkan bahwa nilai rata-rata . peningkatan penyembuhan luka sebesar 22,647 dengan standar deviasi (SD) sebesar 5,086. Nilai t hitung = 25,962 dengan df = 10 dan p-value = 0,001 . < 0,. Hasil ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi luka sebelum dan sesudah dilakukan perawatan menggunakan metode modern dressing dengan prinsip Moist Wound Healing berbasis home Dengan demikian, metode tersebut terbukti efektif dalam mempercepat proses penyembuhan luka ulkus diabetik pada klien yang mendapat intervensi. PEMBAHASAN perawatan berbasis home care tidak hanya aman Dalam studi AuModern Wound Treatment dan setara dalam hal hasil penyembuhan dengan with Moist Wound Healing Effective for Healing perawatan rawat jalan, tetapi juga meningkatkan Diabetic UlcusAy ditemukan bahwa intervensi perilaku swamanajemen pasien dan menghemat MWH Temuan ini mendukung aspek home care menghasilkan perbaikan signifikan pada skor dalam intervensi yakni bahwa selain penggunaan modern dressing, pengaturan perawatan di rumah dimodifikasi, menunjukkan bahwa kondisi luka . ome car. meningkatkan kontinuitas perawatan menjadi lebih baik setelah tindakan dilakukan. Penjelasan mendasari keberhasilan ini mencakup bahwa memperkuat efek positif terhadap penyembuhan (Making et al. , 2. lingkungan luka yang lembap memfasilitasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa migrasi sel epitel, proliferasi jaringan granula, penerapan modern dressing dengan prinsip Moist dan pembentukan kolagen secara lebih efisien Wound Healing berbasis home care memberikan dibandingkan luka yang dikeringkan yang cenderung memperlambat proses-proses ini (Tan penyembuhan luka pada klien dengan ulkus & Dosan, 2. diabetik dibandingkan perawatan konvensional Lebih lanjut, literatur AuEffectiveness of (Masruroh et al. , 2. Kelompok intervensi continuous home wound care on patients with menunjukkan penurunan skor PUSH Tool 3. diabetic foot ulcersAy menunjukkan bahwa model yang lebih cepat, menandakan terjadinya proses Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 Ae 5617 regenerasi jaringan dan penutupan luka yang lebih optimal (Zhang et al. , 2. peningkatan dukungan emosional dan perilaku Keberhasilan metode ini tidak terlepas perawatan mandiri pasien. dari konsep lingkungan luka lembap . oist Sebaliknya, kelompok kontrol yang environmen. yang dipertahankan oleh modern mendapat perawatan konvensional dengan kasa Kondisi lembap terbukti mempercepat dan NaCl 0,9% menunjukkan penyembuhan yang migrasi sel epitel, mendukung proliferasi jaringan lebih lambat. Hal ini disebabkan karena balutan granulasi, serta meningkatkan aktivitas faktor kering sering menempel pada dasar luka sehingga pertumbuhan dan angiogenesis di area luka. Menurut Yusnidaryani et al. , . luka yang memperlambat epitelisasi, dan meningkatkan dirawat dalam lingkungan lembap sembuh 40% lebih cepat dibandingkan luka dengan perawatan mendukung hasil penelitian Mekonnen et al. konvensional yang bersifat kering. Balutan . yang menegaskan bahwa perawatan luka modern seperti hydrogel, foam, dan hydrocolloid kering menghambat proses penyembuhan akibat gangguan keseimbangan kelembapan jaringan kelembapan sekaligus meminimalkan trauma saat (Ritonga et al. , 2. Secara keseluruhan, pergantian balutan (Yuliyanto & Imamah, 2. temuan ini memperkuat bukti bahwa modern Selain faktor fisiologis, pendekatan dressing dengan prinsip Moist Wound Healing home care dengan pendampingan keluarga turut yang diterapkan secara home care bukan hanya berperan penting. Edukasi dan keterlibatan mempercepat penyembuhan luka, tetapi juga keluarga dalam proses perawatan meningkatkan meningkatkan peran keluarga dan efisiensi kepatuhan klien dalam mengganti balutan, menjaga kebersihan luka, serta memantau tanda Pendekatan ini relevan diterapkan di layanan Hal ini sejalan dengan penelitian primer karena bersifat praktis, ekonomis, dan Wantonoro et al. , . yang menyatakan bahwa berorientasi pada pemberdayaan pasien serta perawatan luka berbasis keluarga meningkatkan Kondisi Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 Ae 5617 SIMPULAN ini menegaskan bahwa penerapan modern Penelitian dressing dengan Moist Wound Healing berbasis perawatan luka modern dressing dengan metode home care dapat menjadi alternatif intervensi Moist Wound Healing berbasis home care efektif keperawatan yang efisien, aman, dan aplikatif pada layanan komunitas serta home care untuk dibandingkan perawatan konvensional. Temuan klien ulkus diabetic. Pengaruh Pemberian Moist Wound DAFTAR PUSTAKA