Jurnal Kajian Ilmiah e-ISSN: 2597-792X. ISSN: 1410-9794 Vol. 23 No. 2 (Mei 2. Halaman: 115 Ae 124 Terakreditasi Peringkat 4 (SINTA . sesuai SK RISTEKDIKTI Nomor. 158/E/KPT/2021 Menanamkan Pendidikan Menabung Sejak Dini Dengan Teori Aspek Kognitif Taksonomi Bloome A Khaerul MuAomin 1,*. Dany Ramdany 1 Fakultas Akuntansi Syariah. STEI Bina Cipta Madani Karawang. e-mail: khaerulmumin94@gmail. com, dany. onyas@gmail. * Korespondensi: e-mail: khaerulmumin94@gmail. Submitted: 04/03/2023. Revised: 02/05/2023. Accepted: 09/05/2023. Published: 27/05/2023 Abstract Wasteful nature is experienced by many children today. Whereas Islam provides lessons so that humans avoid wasteful nature. Parents who are busy working make their children's education less focused. parents will be more likely to provide facilities to children so that parents are calmer at work. In fact, in this way, children do not feel empathy for their parents who have worked hard to find money for their children. It is this trait that fosters extravagant behavior so that there are many phenomena of children spending their parents' money. Frugality and saving are characters that are contrary to wasteful nature, with saving being a means of changing the economic system that exists in the family, even the economy in society in general. In this study using a descriptive method with a qualitative approach so that researchers can be more comprehensive in examining the object of research. The conclusion of this study shows that instilling saving education from an early age can be applied by parents and educators at school. This study shows the stages of instilling saving behavior in children who have psychological problems, the result is that children can still be given education with stages that can be used from the theory of cognitive aspects of Bloom's taxonomy. The novelty of this research is that parents or educators can educate their children to save for their future. Saving will change the family economy and even change the economy of a region and country in the future. Keywords: BloomAos taxonomy. Economics. Education. Islamic Religion. Theory of education Abstrak Sifat boros banyak dialami oleh anak-anak dizaman sekarang. Padahal Islam memberikan pelajaran agar manusia menghindari sifat boros. Orang tua yang sibuk bekerja membuat pendidikan anak kurang terarah. orang tua akan lebih cenderung memberikan fasilitas kepada anak sehingga orang tua tidak banyak memikirkan keadaan anak saat bekerja. Padahal dengan cara ini yang membuat anak tidak timbul rasa empati terhadap orang tuanya. Sifat inilah yang menumbuhkan perilaku boros sehingga banyak fenomena anak yang menghabiskan uang orang tua. Berhemat dan menabung adalah karakter yang bertolak belakang dengan sifat boros, dengan menabung menjadi sarana merubah ekonomi yang ada pada keluarganya menjadi lebih baik, bahkan pada perekonomian di masyarakat pada umumnya. Pendekatan kualitatif deskriptif adalah metode yang digunakan peneliti agar peneliti bisa lebih komperhensif dalam meneliti objek penelitian. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukan bahwa menanamkan pendidikan menabung sejak dini bisa diterapkan oleh orang tua maupun pendidik Penelitian ini menunjukan tahapa menanamkan perilaku menabung terhadap anak yang bermasalah secara psikologis, hasilnya anak tetap bisa diberikan pendidikan dengan tahapan-tahapan yang bisa digunakan dari teori aspek kognitif taksnomoni bloom. Novelty dari penelitian ini adalah agar orang tua atau pendidik bisa mendidik anak menabung untuk masa Dengan menabung akan merubah perekonomian keluarga bahkan merubah perekonomian suatu daerah dan negara dimasa yang akan datang. Kata kunci: Taksonomi Bloom. Ekonomi. Pendidikan. Agama Islam. Teori Pendidikan Available Online at http://ejurnal. id/index. php/JKI A Khaerul MuAomin. Dany Ramdany Pendahuluan Awal pendidikan setiap manusia berawal dari lingkungan keluarga. Keluarga sangat berpengaruh penting karena hampir 24 jam anak akan bertemu dengan orang tuanya. Pendidikan, pemberian contoh dari orang tua akan menjadi stimulus untuk anak dalam membentuk kepribadian anak (Ramadhan & Ichsan, 2. Orang tua ingin anaknya suka membaca bahkan menghafal al-QurAoan maka orang tua bisa mencontohkan dengan sering memperlihatkan sedang membuka al-QurAoan di rumah atau bisa memberikan motivasi agar anak termotivasi belajar al-Quran. Jika orang tua menginginkan anaknya menjadi publik speaking maka orang tua bisa memberikan stimulus kepada anak agar berani berbiara didepan umum (Jarbi, 2. Menurut Undang-undang no 23 tahun 1997 lingkungan adalah semua aspek yang berpengaruh disekitar manusia yang meliputi benda, keadaan, serta makhluk hidup seperti hewan dan juga manusia. Orang tua adalah bagian dari lingkungan anak yang menjadi komponen penting dalam pendidikan. Orang tua yang menanamkan nilai-nilai akidah, sosial dan budaya berawal dari lingkungan keluarga. Maka orang tua harus bisa mendidik dengan didikan yang baik sehingga anak bisa lebih mudah menerapkan nilai-nillai yang sudah diajarkan orang tua sebelum anak memasuki dunia masyarakat pada umumnya. Menurut (Helmawati, 2. keluarga adalah sebuah komponen penting dari sebuah keluarga yang di dalamnya ada suami, istri dan anak. Dari orang tuanyalah anak bisa berinteraksi dengan norma-norma yang ada di lingkungan keluarga dan juga lingkungan masyarakat. Permasalahan orang tua pada saat sekarang adalah hilangnya empati anak terhadap orang tua terutama dibidang ekonomi keluarga. Banyak anak yang meminta uang jajan kepada orang tua dengan nominal yang cukup besar. Faktor yang menyebabkan anak boros juga beragam, mulai dari orang tua yang membiaskan memberikan uang jajan lebih kepada anak, hingga lingkungan teman yang membuat anak ingin membeli kebutuhan yang tidak ada manfaat positif bagi dirinyanya, seperti memodifikasi motor dengan membeli alat-alat motor yang harganya tidak murah. Menabung adalah karakter yang berbanding terbalik dengan sifat boros. Menabung adalah karakter yang bisa kita tanamkan kepada anak-anak sebagai wujud menanamkan moral-moral dalam agama Islam. Di dalam Islam ada larangan bahkan Allah mengutuk orang yang berbuat Israf . dan Tabzir . enghambur-hamburkan harta yang tidak bergun. Jadi dengan larangan Allah inilah yang menjadi dasar umat Islam untuk bisa menabung agar saat masa seseorang sedang kesulitan ekonomi, tabungan yang sudah dimiliki bisa dimanfaatkan sesusai dengan tujuan yang baik (Ismail, 2. Utsman bin Affan membeli sebuah sumur untuk umat Islam agar umat Islam tidak perlu membayar saat membutuhkan air, walaupun harga sumur yang akan dibeli oleh Utsman sangat tinggi. Karena kelebihan harta Utsman bin Affan inilah yang membuat Utsman bin Affan bisa membeli sumur untuk kaum muslimin (Dr Muhammad Sulaiman Al Asyqar, n. Jurnal Karya Ilmiah 23 . : 115 Ae 124 (Mei 2. Menanamkan Pendidikan Menabung A Seseorang seharusnya memahami dan bisa mengidentifikasi kebutuhan baik kebutuhan pokok, yaitu kebutuhan yang memang harus dipenuhi dan akan menimbulkan masalah jika tidak dipenuhi. Kemudian apa saja kebutuhan yang memang menjadi kebutuhan namun tidak terlalu harus dipenuhi. Dengan cara mengidentifikasi inilah seseorang bisa mengatur keuangan agar sekiranya bisa diminimalisisir untuk dibeli maka bisa diminalisir atau bahkan diganti dengan barang lain yang lebih murah. Pemahaman ini bertujuan agar seseorang bisa terhindar dari karakter konsumtif. Karakter konsumtif adalah karakter seseorang yang membeli kebutuhan namun pada dasarnya tidak terlalu dibutuhkan oleh dirinya. Kebutuhan yang dibeli hanya sekedar memuaskan dirinya bukan menjadi kebutuhan pokok dirinya (Lestari. Seseorang dikatakan sebagai berkarakter konsumtif biasanya ditandai dengan membeli barang karena ingin terpandang, ingin disebut kekinian, membeli barang karena iklan, membeli karena seorang artis yang menggunakan sebuah prodak atau karena agar ingin lebih percaya diri saat menggunakan produk yang dibeli (Sumartono & Basril Djabar. , 2. Tujuan penelitian ini diharapkan memberi gambaran kepada orang tua untuk mendidik anak agar lebih berhemat, menabung untuk masa sulit. Dengan penelitian ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian keluarga dimasa depan, karena jika ada banyak anak yang termotivasi untuk menabung, maka akan ada banyak anak yang bisa menghadapi krisis ekonomi jika terjadi masalah ekonomi di sebuah negara. Metode Penelitian Metode kualitatif digunakan oleh peneliti untuk meneliti masalah menanamkan pendidikan manabung sejak dini. Dengan metode ini peneliti berharap dapat lebih komperhensif objek yang diteliti. Metode penelitian kualitatif deskriptif mengkaji aktifitas, perubahan, hubungan dan kekurangan kelebihan fenomena yang terjadi (Syaodih Sukmadinata, 2. Contoh kasus dalam tulisan ini bersumber dari observasi dibeberapa sekolah dengan mengobservasi karakter siswa dalam membelanjakan uang jajan yang diberikan oleh orang Literasi yang digunakan bersumber dari buku, website, jurnal dan artikel ilmiah lainnya yang dijadikan sumber sekunder. Penelitian ini mengunakan analisis deskriptif agar menghasilkan argumentasi dan hasil yang bisa menjadi dasar untuk menanamkan pendidikan menabung sejak dini. Tahapan yang dilakuka oleh peneliti dengan mengimplementasikan aspek kognitif Taksnomoni Bloom kedalam karakter anak agar mau menabung sejak dini yaitu observasi, pemberian pendidikan dan evaluasi. Observasi, memperhatikan psikologis objek penelitian, sehingga ketika akan menanamkan pendidikan menabung bisa diterima oleh objek penelitian. Tahap observasi adalah tahap yang sangat dibutuhkan karena dengan mengobservasi objek, peniliti akan mudah untuk mengidentifikasi apa saja kebutuhan yang dibutuhkan objek penelitian, sehingga berpengaruh pada aspek Copyright A 2023 Jurnal Karya Ilmiah 23 . : 115 Ae 124 (Mei 2. A Khaerul MuAomin. Dany Ramdany bagamana cara penyampaian materi dan apa sajakah materi yang disampaikan peniliti terhadap objek penelitian. Hasil yang ditemukan saat observasi menjadi acuan selanjutnya pada tahap pemberian pendidikan menabung kepada objek penelitian. Hasil dari tahap observasi menemukan bahwa objek penelitian adalah anak pertama, sehingga saat proses mendidik objek penelitian, peneliti membarikan motivasi bahwa objek adalah kakak tertua, sehingga objek termotivasi karena ingin menjadi contoh bagi adik-adiknya. Evaluasi diperlukan agar peneliti dapat memastikan bahwa pendidikan menabung sejak dini dapat dipraktikan oleh objek penelitian, sehingga karakter menabung sejak dini bisa menjadi kebiasaan objek penelitian bukan hanya sekedar praktik dalam jangka pendek. Hasil dan Pembahasan Menanamkan Pendidikan Menabung Sejak Dini Pendidikan adalah usaha yang disadari oleh manusia dan terencana yang bertujuan agar suasana dan proses belajar lebih efektif. Menjadikan peserta didik lebih aktif dalam mengembangkan potensi dirinya agar memiliki spiritual keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan dan akhlak mulia (Depdiknas, 2. Pengertian ini menunjukan bahwa pendidikan adalah semua proses yang dilakuakan dengan tujuan perubahan seserorang terhadap dirinya . Unsur dalam pendidikan meliputi pengajaran, bimbingan, pelatihan hingga menunjukan perubahan pada individu yang sedang dididik. Pendidikan adalah hal yang sangat penting pada segala bidang. Politik membutuhkan pendidikan, pekerjaan membutuhkan pendidikan, membina rumah tangga juga membutuhkan pendidikan. Dengan pendidikan semua aspek dapat lebih terarah. Selain pendidikan, ada juga komponen terpenting yaitu ekonomi. Ekonomi menjadi unsur terpenting dikarenakan setiap kegiatan pasti membutuhkan ekonomi. Keluarga adalah komponen terkecil dari masyarakat yang sangat berpengaruh. Baik buruknya masayrakat tergantung dari bagaimana sebuah keluarga mengatur pendidikan maupun ekonomi. Semakin baik pendidikan dan ekonomi suatu keluarga, semakin baik juga tatanan masyarakatnya (Nurul. Salah satu membangun ekonomi didalam keluarga adalah dengan berhemat dan Menabung adalah kegiatan seseorang dengan cara menyisihkan sebagian pengasilan yang bertujuan untuk kehidupan yang lebih baik dimasa depan. Dengan menabung adalah cara agar seseorang bisa menhaindari dari kemiskinan. Sebagiamana didalam al-QurAoan surat an-Nisa, 4:9 Allah mengingakan kita untuk mempersiapkan diri terhadap ahli waris ketika seseorang akan wafat. Allah mengingatkan dalam warisan ini bertujuan agar ahli waris dapat hak yang bisa mencukupi kebutuhannya. Didalam ayat diatas juga menjelaskan tentang ahli waris yang mendidik anak yatim agar bisa lebih menjaga harta benda yang dimilikinya (Basyir. Jurnal Karya Ilmiah 23 . : 115 Ae 124 (Mei 2. Menanamkan Pendidikan Menabung A Pendidikan menabung seharusnya bisa ditanamkan kepada anak sejak dini. Menabung dan menghemat adalah sebuah kebiasan yang menyimpan sejumlah uang untuk dimanfaatkan kemudian hari ketika diperlukan. Dengan menanamkan pendidikan menabung, anak akan mengatur diri dalam keuangan dan juga perilaku konsumtifnya (Budianto, 2. Tujuan pendidikan menabung sejak dini adalah agar anak menghindari sifat boros. Boros adalah sifat membelanjakan harta dengan berlebih-lebihan. Boros merupakan godaan syaitan sehingga jika ada seseorang yang boros dia sedang mengikuti godaan syaitan (Dr Muhammad Sulaiman Al Asyqar, n. Menabung adalah membiasakan diri berhemat dari pengeluaran yang tidak bermanfaat. Dengan menabung, seseorang akan terbiasa disiplin dalam membuat anggaran. Menabung juga melatih diri dalam mengelola uang pribadi agar terhindar dari kemiskinan dimasa yang akan datang. Menabung adalah upaya seseorang untuk meningkatkan ekonomi, tabungan mempunyai fungsi yaitu . stabilitas ekonomi keluarga saat pendapatan berkurang, . meningatkan pemikiran dan emosional rencana masa depan, . meningkatkan human capital . menjadikan stimulus dalam mengurangi resiko pembelanjaan, . menambah kemampuan dan pengaruh sosial, . menambah kemampuan personal dan . meningkatkan kesejahteraan anak (Vidia & Muslih, 2. Menabung yang dibiasakan pada anak akan menumbuhkan karakter anak yang berhemat dari uang yang diberikan orang tua. Dengan pendidikan menabung, anak akan belajar dalam mengelola keuangan atau membeli mainan dan juga makanan. Anak juga akan belajar menghargai uang, karena uang yang dia miliki harus disisihkan agar bisa menabung. Perilaku ini juga akan membentuk karakter anak agar berhati-hati dalam membelanjakan uang Kebiasaan ini jika dilanjutkan sampai dewasa, akan membentuk karakter anak yang selalu berfikir bagaimana mempersiapkan masa depan agar lebih baik. Menabung menurut psikologi adalah perilaku tidak mengabiskan uang dengan menyisihkan uang agar bisa dimanfaatkan saat uang itu dibutuhkan (Utami & Sirine, 2. Pendidikan menabung sejak dini bisa di tanamkan oleh orang tuanya dirumah. Peran orang tua sangat berpengaruh pada karakter anak. Oleh karena itu, orang tua hendaknya bisa membimbing anak dalam kehidupannya. Maria Montessori adalah seorang tokoh pendidikan usia dini yang menyatakan bahwa ada masa yang dinamakan golden age yaitu 0-6 tahun. Pada masa ini disebut masa keemasan, karena anak sangat peka dengan lingkungan yang ada Pengaruh lingkungan yang pertama adalah keluarga, maka dalam masa ini pendidikan anak akan mudah untuk diberikan kepada anak. Pendidikan anak bisa diawali dengan stimulus-stimulus yang bertujuan untuk membentuk karekter anak, baik secara sengaja maupun tidak disengaja. Kepekaan setiap anak berbeda-beda, ada yang bisa lebih cepat kepekaan pada suatu masalah, ada pula yang lebih lambat kepekaan terhadap lingkunganya, tergantung dari kemampuan anak (RobiAoah Nugrahani, 2. Masa golden age disebut juga masa yang tidak bisa terulang kembali, jadi pada masa inilah orang tua harus memberikan perhatian lebih karena masa ini akan menentukan karakter dimasa depan anak. Copyright A 2023 Jurnal Karya Ilmiah 23 . : 115 Ae 124 (Mei 2. A Khaerul MuAomin. Dany Ramdany Salah satu cara agar anak menabung adalah dengan mencontohkan anak terbiasa menabung, orang tua harus bisa mencontohkan terlebih dahulu dengan cara menyisihkan sisa uang jajan atau penghasilan kemudian diperlihatkan kepada anak (Igamo et al. , 2. Proses ini bisa menjadi stimulus untuk anak agar bisa menjadi pribadi yang terbiasa menabung. Selain mencontohkan menabung orang tua juga bisa membelikan celengan dengan karakter yang anak sukai, dengan membelikan celengan kepada anak, anak akan cenderung menyukai bentuk celengan dan menjadi pengingat untuk menabung dengan celengannya. Zaman modern sekarang banyak anak yang bersifat boros. Sifat boros anak salah satunya lebih banyak membeli kuota. Banyak anak yang tidak memikirkan dari mana uang kuota yang dinikmatinya. Peneliti banyak menangani kasus anak remaja yang boros, salah satu contohnya ada anak kelas 5 Sekolah dasar sering menghabiskan uang jajan dalam sehari sekitar Rp 80. 000, ketika meminta uang sering mengamuk kepada ibunya hingga ibunya bingung cara menghadapi anaknya. Peniliti membimbing orang tuanya untuk mendidik anak agar anaknya bisa diarahkan dan bisa berhemat. Teori Aspek Kognitif Taksonomi Bloom Taksnomoni Bloom adalah sebuah teori pendidikan yang dicetuskan oleh Benjamin Bloom pada tahun 1956. Benjamin Bloom adalah seorang ahli psikologi yang memfokuskan meneliti dan mengembangkan proses berfikir berguna dalam proses pembelajaran. Taksnomoni berasal dari bahasa yunani yang berasal dari kata AutasseinAy yang berarti mengklasifikasikan sedangkan AunomosAy artinya aturan (Sunaryo Kuswana, 2. Teori taksnomoni bloom banyak digunakan sebagai dasar pendidikan dibanyak negara termasuk di Indonesia. Teori ini mempunyai klasifikasi perkembangan peserta didik dengan tiga model yaitu kognitif, afektif dan pskimotorik. Pada tahun 1956 Benjamin Bloom fokus mengembangkan pada aspek Kognitif peserta didik. Aspek kognitif adalah aspek yang terfokus pada penalaran, penalaran terletak pada proses pemahaman dan juga pemahaman diri. Aspek kognitif terletak pada proses berfikir yaitu kemampuan dan aktivitas otak dengan mengembangkan pemahaman secara rasional (Magdalena et al. , 2. Aspek Kognitif dikatagorikan menjadi enam katagori pokok yang diurutkan dari yang paling rendah hingga jenjang yang paling tinggi. Urutan pertama dari tingkatan paling rendah adalah pengetahuan . , pemahaman . , penerapan . , analisis . , sintesis . , dan evalusi . Dari katagori pokok ini diterbitkan pada tahun yang sama dan diberi judul AuTaxonomony of Educational Objectives: The Classification of Educational Goals. Handbook I Cognitive DomainAy. Atau dikenal sebagai The Original Taxonomoni (Benjamin Bloom etc, 1. Tingkatan pokok yang dicetuskan oleh Benjamin Bloom dengan tingkatan terendah hingga tingkatan tertinggi. Klasifikasi ini bertujuan agar pendidik harus memberikan tahapantahapan sesuai dengan urutan tingkatan pokok. Dengan kata lain pencapaian seseorang tidak akan langsung ke tingkat paling tinggi, maka seseorang harus melewati tingkat terendah hingga tingkatan tertinggi. Jurnal Karya Ilmiah 23 . : 115 Ae 124 (Mei 2. Menanamkan Pendidikan Menabung A Hasil Penelitian Objek penelitian yang diteliti adalah anak yang bernama Aisyah anak dari peneliti. Aisyah adalah anak yang berumur 8 tahun dan sudah dididik mandiri oleh peniliti sehingga Aisyah bisa menjadi anak yang tidak merepotkan orang tua. Aisyah pada awal masa balita diajarkan berapa ayat al-Quran oleh peneliti. Saat mendidik Aisyah, tidak banyak terkendala oleh hal-hal yang lain karena ibunya tidak bekerja sehingga bisa lebih fokus dalam mendidik Aisyah. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 1. Dokumentasi saat memberikan pendidikan kepada anak Masalah mulai muncul saat Aisyah mempunyai adik yang berbeda 2 tahun. Pada saat adiknya baru lahir. Aisyah menunjukan sikap kecemburuan terhadap adiknya yang sering dekat dengan ibunya. Masalah juga muncul dari ibunya Aisyah yang mulai lelah mendidik dua anak dalam waktu yang sama sehingga timbul masalah kekerasan berupa bentakan dan juga cubitan kepada Aisyah. Masa kekerasan Aisyah menjadikan karakter Aisyah yang takut akan menyuarakan keluh kesahnya, sehingga setiap ada sesuatu yang di sampaikan Aisyah akan menangis terlebih dahulu. Melihat masalah yang banyak terjadi pada Aisyah, akhirnya peneliti menerapkan beberapa teori-teori pendidikan yang salah satunya adalah teori Taksnomoni Bloom yang menjadi tokoh pendidikan terfokus pada kognitif anak. Dalam proses menerapkan teori ini, peneliti memulai dengan meningkatkan EQ . mtional questio. yang dilakukan dengan terus menerus meminta maaf kepada Aisyah. Selain dengan mengucapkan maaf, peneliti juga memberikan stimulus dengan perkataan kasih sayang kepada Aisyah sehingga rasa takut akan kesalahan dan hukuman yang membuatnya trauma menjadi hilang. Setelah rasa trauma hilang, peneliti berlanjut dengan menumbuhkan rasa bangga akan terselesaikannya tugas-tugas yang diberikan orang tua kepadanya dengan memberikan kata terima kasih dan hadiah-hadiah kecil Copyright A 2023 Jurnal Karya Ilmiah 23 . : 115 Ae 124 (Mei 2. A Khaerul MuAomin. Dany Ramdany untuk Aisyah. Hasil dari pemberian reward menjadikan Aisyah lebih mudah diberikan tugastugas rumah seperti membeli bahan-bahan makanan, menyapu, mengepel hingga peneliti bisa membuat Aisyah memasak makanan-makanan yang disukainya seperti telor, mie, tempe dan lain-lainya. Keberhasilan peneliti dalam membentuk karakter Aisyah menjadi suatu acuan untuk terus meningkatkan akhlak Aisyah. Salah satu yang dilakukan oleh peneliti adalah menanamkan pendidikan menabung kepada Aisyah. Proses memberikan pendidikan menabung dimulai dengan memberikan pertanyan-pertanyaan yang membuat Aisyah lebih cerdas dan tumbuh rasa empati kepada orang tuanya. Peneliti memulai dengan cara memberikan stimulus masalah keuangan kepada Aisyah seperti memahamkan keadaan ekonomi keluarga. Peneliti membiasakan tidak langsung memberikan apa yang diinginkan Aisyah. Peneliti terus memberikan pemahaman sabar dalam apa yang diinginkannya, contohnya seperti berenang, main permainan anak, membeli makanan tidak langsung diberikan saat itu juga, namun saat benar-benar ada uang barulah keinginannya bisa diberikan. Hal ini dilakukan oleh peneliti agar anak bisa lebih mengerti keadaan orang tua dan juga bisa sabar hingga apa yang diinginkannya hingga keinginannya tercapai. Setelah peneliti meningkatkan empati dan juga kecerdasan pemikiran, kemudian peneliti memulai pendidikan dengan bertanya masalah cita-cita dan keinginan yang dicapai. Pada saat itu cita-cita Aisyah ingin menjadi dokter dan Aisyah ingin membeli beberapa Peneliti memberikan pemahaman bagaimana bisa mencapai semua keinginannya dengan cara menabung. Peneliti memberikan stimulus bahwa menabung itu tidak berat, kita hanya bisa memanfaatkan makan yang ada dirumah, dengan lebih memanfaatkan makanan dirumah, akan timbul rasa kenyang dan malas untuk membeli jajan. Setelah malas untuk membeli jajan, maka uang yang biasa dijajankan bisa ditabung sendiri, sehingga jika satu hari bisa menyimpan uang Rp 2. 000, maka tinggal dikalikan berapa hari Aisyah menabung. Dengan stimulus inilah Aisyah mulai muncul kesadaran untuk menabung. Bukti keberhasilan dari pendidikan ini dengan adanya permintaan Aisyah dibeilikan celengan untuk menyimpan uang Selain itu Aisyah menyebutkan keinginan besarnya seperti ingin mengumpulkan uang untuk berenang, mengumpulkan uang untuk beli makanan, walaupun pada kenyataanya Aisyah tidak membeli apapun karena Aisyah merasa sayang uangnya jika di jajankan. Selain itu, peneliti menemukan lilitan uang Rp 2. 000 yang ada dilemarinya. Setelah uang itu dihitung oleh peneliti jumlanya sekitar Rp. 000, padahal peneliti tidak mengetahui bahwa Aisyah selalu menyisihkan uang jajanya untuk disimpan. Peneliti bertanya kepada Aisyah, apa alasan uang jajan yang diberikan orang tua selalu dimasukan keadalam tabungan yang ada dilemarinya, kemudian Aisyah menjawab bahwa uang yang diberikan oleh orang tuanya di tabung agar dia bisa membeli barang yang akan dibelinya. Jurnal Karya Ilmiah 23 . : 115 Ae 124 (Mei 2. Menanamkan Pendidikan Menabung A Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 2. Hasil Dari Tabungan Anak Kesimpulan Hasil penelitian menunjukan bahwa masa anak usia dini adalah masa dimana pendidikan yang paling penting untuk membentuk karakter anak saat dewasa. Masa ini disebut dengan golden age, dengan pendidikan yang terarah dan bertahap membuat anak akan mudah menerima pendidikan, pendidikan yang terpenting adalah pendidikan menabung sejak dini. Penelitian ini menunjukan bahwa anak yang tergangu secara psikologis tetap bisa dirubah karakternya menjadi lebih baik lagi, yang artinya tidak ada kata terlambat untuk mendidik anak. Salah satu pendidikan yang sudah berhasil adalah pendidikan menabung sejak dini. Teori aspek kognitif Benjamin Bloom menjadi teori yang bisa digunakan agar anak bisa terbiasa menabung sejak dini. Novelty dari penelitian ini adalah agar orang tua atau pendidik bisa mendidik anak menabung untuk masa depannya. Dengan menabung akan merubah perekonomian keluarga bahkan merubah perekonomian suatu daerah dan negara dimasa yang akan datang. Penelitian ini mempunyai keterbatasan karena penelitian dilakukan pada keluarga peneliti, sehingga kendala yang ditemukan lebih sedikit dan objek penelitian lebih mudah menerima pedidikan peneliti. Penelitian ini bisa dijadikan acuan oleh peneliti selanjutnya dengan objek penelitian pada anak dari keluarga yang berbeda, sehingga hasil dari penelitian ini bisa dikembangkan pada penelitian yang ruang lingkupnya lebih besar. Hasil dari penelitan bisa diimplementasikan oleh orang tua, guru kelas maupun kepala sekolah sehingga banyak anak yang terbiasa dan termotivasi untuk menabung sejak dini. Copyright A 2023 Jurnal Karya Ilmiah 23 . : 115 Ae 124 (Mei 2. A Khaerul MuAomin. Dany Ramdany Daftar Pustaka