e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 61 - 72 ISSN : 2337 - 3997 Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Keputusan Menyimpan Dana Di Bank Muamalat Indonesia Cabang Pasaman Barat Dengan Religiusitas Sebagai Variabel Moderator Asraf Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yappas Pasaman Barat Jln. Pujarahayu Ophir,26368. Email: drasraf@yahoo. Diterima tanggal : 12 Desember 2013 Disetujui tanggal : 27 Desember 2013 ABSTRAK Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat bagaimana kualitas produk mempengaruhi keputusan konsumen dalam memutuskan menyimpan dana di Bank Muamalat Cabang Pasaman barat dan melihat pula apakah religiusitas nasabah berperan sebagai variabel moderator. Penelitian dilakukan terhadap nasabah penyimpan dana di Bank Muamalat Indonesia Cabang Pasaman Barat. Kuesioner telah diberikan kepada 275 orang nasabah yang mengisi dengan lengkap seluruh item kuesioner yang ada. Tehnik pengukuran variabel penelitian dengan mengkuantifisir dengan skala likert. Hasil pengujian dengan Moderated Regression Analysis (MRA) menunjukkan bahwa variabel kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menyimpan dana di Bank Muamalat Pasaman Barat dengan koefisien sebesar 0,499 dan nilai signifikansi 0,000. Religiusitas juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menyimpan dana di Bank Muamalat dengan koefisien sebesar 0,339 dan nilai signifikansi 0,000. Variabel Religiusitas memberikan peran moderasi dengan memperkuat pengaruh produk terhadap keputusan menyimpan dana di Bank Muamalat Indonesia Pasaman Barat karena interaksi variabel bebas dengan variabel moderator signifikan terhadap keputusan penilihan . , dan nilai koefisien determinasi dari interaksi sebesar 0,766 lebih besar dari nilai koefisien determinasi variabel kualitas produk yang diuji tanpa mengikutkan peran moderator yaitu sebesar 0,743. Kata kunci : Kualitas Produk. Religiusitas. Keputusan Pemilihan. PENDAHULUAN Sektor perbankan sangat strategis perannya dalam memajukan perekonomian masyarakat. Perannya yang menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki dana untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dana membuat dana masyarakat menjadi produktif menghasilkan produk barang dan jasa. Lebih dari itu, selain produk meningkat, belanja barang juga meningkat yang secara ekonomi makro akan memberi kontribusi bagi peningkatan pendapatan Pada masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama kehadiran bank-bank syariah diharapkan mampu memberikan solusi bagi masyarakat yang hendak bermuamalah atau melakukan aktifitas ekonomi secara halal sesuai ajaran agama yang diyakininya. Pada sisi lainnya, perilaku konsumen yang dipengaruhi nilai religiusitas merupakan peluang bagi bisnis perbankan syariah dalam menjalankan usaha dengan produk-produk halal tanpa bunga. Bank Muamalat Indonesia (BMI) merupakan pelopor dibidang perbankan syariah di Indonesia. BMI Cabang Pasaman Barat yang hadir di Simpang Empat selama lebih kurang 2 tahun meski belum setara dengan bank-bank lainnya yang lebih dulu hadir, namun dilihat dari perkembangan nasabah menunjukkan fenomena pertumbuhan yang Tabel beriku menunjukkan fenomena pertumbuhan Tabel 1 : Pertumbuhan Nasabah Dana BMI Pasaman Barat Semester Giro I Ae 2012 II Ae 2012 I - 2013 II - 2013 Tabungan Deposito e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 61 - 72 Untuk lebih memacu pertumbuhan bank ini tentunya sangat diperlukan strategi pemasaran yang tepat agar dapat unggul dan mampu mengemban perannya secara maksimal. Untuk tujuan itu tentu diperlukan pemahaman tentang perilaku konsumen khususnya faktor-faktor yang mempengaruhi nasabah memilih untuk menyimpan dana di BMI Cabang Pasaman Barat. Keunikan BMI bila dibandingkan dengan bank konvensional adalah produknya yang sistim syariah yaitu tanpa bunga. Bunga bank selama ini menjadi kontroversi berkepanjangan antara yang menyebutnya riba atau bukan riba. Bila ia riba tentunya ia haram hukumnya dan bagi masyarakat yang konsisten menjalankan ajaran agamanya tentu akan menghindarinya. Apakah produk dana BMI yang tanpa bunga merupakan daya tarik utama bangi nasabahnya untuk menyimpan dananya di bank ini? Selanjutnya persoalan riba dan haram adalah masalah Adakah tingkat religiusitas nasabah telah berperan penting dalam mempengaruhi nasabah memutuskan menyimpan dana di bank ini? Itulah dua pertanyaan penting yang hendak dijawab dalam penelitian yang kami lakukan. Menurut Schiffaman dan Kanuk . , produk adalah salah satu variabel dalam kelompok marketing mix yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan minat konsumen memilih produk yang ditawarkan. Artinya, produk merupakan variabel yang dapat mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Teori ini sejalan dengan penelitian empiris dimana penelitian Rony . dan penelitian Rezky, dkk. menemukan bahwa produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Namun demikian penelitian Hafrizal . menemukan tidak ada pengaruh produk terhadap keputusan Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pembelian, namun hal ini belum kongklusif mengingat tidak semua menelitian menemukan pembuktian teori itu. Selanjutnya, religiusitas masih menurut Schiffman dan Kanuk . telah berperan penting dalam masyarakat Yahudi di Amerika Serikat dalam Masyarakat Yahudi di Amerika menganggap masalah halal adalah perkara penting didalam memilih suatu produk yang akan dikonsumsinya. Hal serupa juga terdapat di Indonesia berdasarkan penelitian Aisyah . yang menemukan mempertimbangkan masalah kehalalan dalam memilih produk yang akan dikonsumsi. Kemudian dalam teori pengambilan keputusan konsumen Schiffman dan Kanuk . , religiusitas dimasukkan sebagai sub budaya dalam ISSN : 2337 - 3997 kelompok sosio-kultural yang juga memberikan pengaruh ekternal dalam proses pengambilan keputusan konsumen. Teori ini dudukung hasil penelitian dari Dewi, dkk. dan penelitian Abdelghani dan Hassanuddeen . yang menemukan bahwa religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan membeli. Menurut Sekaran . hubungan suatu variabel dengan variabel lainnya tidak selalu bersifat universal tetapi tergantung kepada situasi. Berdasarkan kajian literature empirik ditemukan bahwa pengaruh variabel produk pengaruhnya terhadap keputusan pembelian belum bersifat Artinya, masih ditemukan research gap menyangkut hubungan variabel-variabel tersebut. Selanjutnya menurut Baron dan Kenny . variabel moderasi merupakan variabel yang mampu memperjelas hubungan dua variabel atau lebih yang belum bersifat konklusif atau universal dimana variabel moderasi akan memperkuat atau memperlemah pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya. Mengingat religiusitas adalah variabel lingkungan yang tidak dapat dikendalikan oleh pemasar namun pernah diteliti pengaruhnya terhadap keputusan pembelian dan hasilnya positif serta signifikan, maka sesuai dengan teori kontingensi sudah memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai variabel moderator terhadap hubungan antar variabel sebagaimana dikemukakan diatas yang hubungannya belum kongklusif. Dengan ditempatkan sebagai variabel moderator yang dapat memeperjelas pengaruh produk terhadap keputusan memilih menyimpan dana pada Muamalat Indonesia Cabang Pasaman Barat. Selanjutnya atas dasar uraian serta fenomena yang telah dijelaskan dan adanya perbedaan dalam literatur empiris . esearch ga. , maka penulis memberikan argumentasi produk, religiusitas dan keputusan pembelian merupakan varibel variabel penting di dalam disiplin ilmu pemasaran yang dapat diterapkan pada setiap organisasi bisnis termasuk Bank Muamalat Indonesia Cabang Pasaman Barat. Dengan demikian penulis memiliki alasan yang kuat dimaksudkan dalam judul artikel ini. Keputusan Pembelian Menurut Schiffman. Kanuk . , keputusan pembelian adalah pemilihan dari dua atau lebih alternative pilihan keputusan pembelian, artinya bahwa seseorang dapat membuat keputusan, harus tersedia beberapa alternatif pilihan. Keputusan untuk membeli dapat mengarah pada bagaimana proses dalam pengambilan keputusan tersebut itu Keputusan pembelian konsumen dipengaruhi oleh perilaku konsumen. Menurut Engel e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 61 - 72 . perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, serta menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusul tindakan ini. Inti dari pengambilan keputusan konsumen adalah proses pengintegrasian yang mengkombi-nasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif, dan memilih salah satu diantaranya. Hasil dari proses pengintegrasian ini adalah suatu pilihan, yang disajikan secara kognitif sebagai keinginan Menurut Kotler dan Keller . , proses pengambilan keputusan pembelian yang akan dilakukan oleh konsumen yang akan melalui beberapa tahap, antara lain sebagai berikut : Tahapan Pengenalan Masalah. Dalam proses ini, pembeli mengenali maslah Pemasar mengetahui apa yang menjadi kebutuhan konsumen atau masalah yang timbul dibenak konsumen, apa yang menyebabkan semua masalah itu muncul dan bagaimana kebutuhan atau masalah itu dapat menyebabkan seseorang akan mencari produk tersebut. Tahap Pencarian Informasi. Seorang konsumen akan tergerak untuk mencari informasi lebih banyak. Jumlah informasi yang ingin diketahui seseorang konsumen tergantung pada kekuatan dorongan kebutuhannya, banyaknya informasi yang telah dimilikinya, kemudahan memperoleh informasi tambahan, penilaiannya terhadap informasi tambahan dan kepuasan apa yang diperolehnya dari kegiatan mencari informasi tersebut. Tahap Penilaian Alternatif. Konsumen mencari manfaat dari suatu produk dan membanding-bandingkannya dengan produk lainnya dalam rangka memilih produk mana yang tepat sesuai dengan kebutuhan, keinginan dan kemampuan untuk mendapatkannya. Tahap Keputusan Membeli. Keputusan pembelian konsumen dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu persepsi konsumen tentang produk atau merek yang dipilih dan pengaruh sikap orang lain dan situasi yang tak Seorang konsumen yang akan melaksanakan keinginannya untuk membeli sesuatu akan membuat lima macam sub keputusan pembelian, antara lain keputusan tentang merek, keputusan pembelian dari siapa, keputusan tentang jumlah, keputusan tentang waktu pembelian dan keputusan tentang cara Tahap Perilaku Pasca Pembelian. Pada tahap ini pembeli akan merasakan kepuasan atau ketidak puasan. Perasaan ini akan menentukan perilaku selanjutnya dari konsumen ISSN : 2337 - 3997 apakah dia akan loyal atau tidak. Apakah dia akan membeli ulang atau tidak. Apakah dia akan memberi tahu hal yang positif bagi orang lain atau sebaliknya justru memberi tahu hal yang Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian (Pemiliha. Menurut Schiffman & Kanuk . faktorfaktor yang mempengaruhi keputusan pembelian adalah Bauran Pemasaran. Lingkungan Sosial Budaya dan Bidang Psikologis. Secara terperinci mereka telah merancang sebuah model yang menggambarkan proses pengambilan keputusan konsumen sebagaimana dimuat didalam buku Mengukur Keputusan Pembelian/Pemilihan Untuk mengukur variabel keputusan memilih dalam penelitian ini menggunakan instrumen yang dipakai dalam penelitian Fadli dan Inneke . yang mengacu pada indikator pengambilan keputusan yang dikemukakan Kotler . Pengenalan masalah kebutuhan Pencarian informasi Evaluasi alternatif Keputusan Pembelian/Pemilihan Perilaku pasca pembelian/pemilihan. Religiusitas Menurut Mokhlis . Religiosity is the degree to which an individual is committed to his/her religion. Religiusitas adalah tingkat dimana seseorang komit/setia kepada agamanya. Magill . memberikan batasan religiusitas : Religiousity is a personAos attitude toward religion in more specifically, the intensity of way in which a person is religiousAy. Religiusitas merupakan sikap seseorang terhadap agama secara umum, bukan hanya terhadap salah satu aspeknya saja dari agama, lebih khusus lagi religiusitas adalah intensitas cara seseorang untuk menjadi seorang yang beragama. Glock & Stark . mengatakan bahwa komitmen keberagamaan adalah suatu cara atau alasan seseorang untuk menjalankan agamanya, serta memberikan keterikatan seseorang terhadap Sedangkan menurut Dister . seseorang yang sudah bertingkah laku sesuai dengan agamanya menunjukkan adanya unsur internalisasi agama dalam diri seseorang . Selanjutnya, religiusitas menurut Ahyadi . , individu menghayati, menginternalisasikan dan mengintegrasikan norma agama kedalam diri probadi sehingga menjadi bagian dari hati nurani dan kepribadiannya. Menurut Masri . , religiusitas tidak hanya berkaitan dengan aktivitas yang tampak, e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 61 - 72 seperti ibadah, muamalah . ktifitas ekonom. , muasyaroh . ktifitas sosia. , belajar agama, dakwah . mar maAoruf nahi mungka. , dan jihad . embela agam. , tetapi juga aktivitas yang tidak tampak atau terjadi dalam hati . seseorang, seperti iman dan zikir bathiniah kepada Allah. Dimensi keyakinan berisi dorongan dan pengharapanpengharapan seseorang religius yang berpegang teguh pada pandangan teologis/ketuhanan tertentu dan mengakui kebenaran doktrin tersebut, dalam Islam disebut aqidah, seperti yakin adanya Allah Yang Maha Esa. Dimensi praktik . mencakup perilaku penyembahan/pemujaan, ketaatan atau kepatuhan dan hal-hal yang dilakukan orang untuk menunjukkan komitmen terhadap dokrin agama . yang dianutnya, dalam Islam disebut ibadah, seperti mendirikan shalat lima waktu, puasa dan sebagainya. Dimensi hubungan antar manusia . uAoasyaro. dan aktifitas ekonomi . berisi perilaku aktifitas hubungan sesama manusia dan tata cara atau aturan-aturan yang harus diikuti dalam melakukan aktifitas sosial dan ekonomi. Dimensi pengalaman rohaniah, berisikan perasaanperasaan, persepsi-persepsi dan sensasi-sensasi yang dialami seseorang dalam berhubungan dengan kekuatan Ilahiah/supranatural . engalaman bati. , seperti merasa tenang dan sejuk hatinya setelah zikir, shalat atau membaca Alquran. Dimensi pengetahuan agama meliputi sejumlah pengetahuan minimal dan dasar yang harus dimiliki oleh seseorang tentang agamanya, seperti pengetahuan tentang rukun iman, rukun Islam kaifiyat shalat dan lain sebagainya. Dimensi pengamalan atau konsekuensi adalah merupakan akibat dari dimensidimensi sebelumnya yang tampak dalam perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari atau nilai-nilai terinternalisasi dan terintegralisasi pada berbagai aspek kehidupan, dalam Islam disebut akhlak, seperti: perilaku tawaduk . endah har. , jujur, tasamuh . dan ta`awun . uka menolon. Pengukuran Religiusitas Pena dan Frehill . mengemukakan bahwa kadar religiusitas seseorang dapat diukur melalui: . frekuensi mengikuti kegiatan agama, upacara agama dan peristiwa-peristiwa keagamaan, . seberapa sering mendiskusikan masalah-masalah agama, dan . berapa sering meluangkan waktu untuk kehidupan beragama dengan keluarganya. Selanjutnya menurut Benda, . untuk mengukur religiusitas seseorang bisa dilihat dari delapan aspek yaitu: . kehadirannya ke tempat ibadah . hurch attendenc. , . waktu beribadah . ime in praye. , . mempelajari kitab suci . tudy the bible/holy boo. , . aktivitas di tempat ibadah tudy in churc. , . keterlibatan/ kontribusi ISSN : 2337 - 3997 , . menikmati kehidupan beragama . hare joy dan problems of religious lif. , . membicarakan masalah-masalah agama dalam keluarga atau dengan teman-teman . alk about religion with family dan friend. , dan . mencoba mengajak orang untuk memeluk agama dan beribadah . ry to convert someon. Sedangkan Masri . mengukur religiusitas dengan . keyakinan, . keterlibatan ritual/ibadah, . pengamalan/aktualisasi agama dalam kehidupan sehari-hari . uamalah dan muAoasyaro. pengalaman batin keagamaan, dan . keterlibatan intelektual/belajar, . keterlibatan syiAoar agama . embela Selanjutnya Nasruddin mengemukakan bahwa pokok-pokok ajaran Islam terdiri dari . Aqidah . , . Syariah, dan . Akhlaq. Sejalan dengan Nasruddin, dalam penelitian Marhaini dkk. , religiusitas diukur dari indikator . Syariah, . Akhlaq, dan . Faith . Ini adalah hasil penelitian tentang peran variabel religiusitas yang dilakukan pada masyarakat muslim dan sudah dipublikasikan pada jurnal ilmiah. Dalam penelitian ini, mengingat konteks religiusitas pada objek penelitian adalah menyangkut agama Islam, maka untuk mengukur religiusitas akan lebih tepat bila menggunakan pengukuran yang digunakan oleh Marhaini dkk. dengan Syariah Akhlaq. Faith (Ima. Produk Produk menurut Kotler dan Amstrong . adalah: AuA product as anything that can be offered to a market for attention, acquisition, use or consumption and that might satisfy a want or needAy. Artinya produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen. Menurut Stanton, . AuA product is asset of tangible and intangible attributes, including packaging, color, price quality and brand plus the services and reputation of the sellerAy. Artinya suatu produk adalah kumpulan dari atribut-atribut yang nyata maupun tidak nyata, termasuk di dalamnya kemasan, warna, harga, kualitas dan merk ditambah dengan jasa dan reputasi penjualannya. Sedangkan Kennedy, . menyatakan bahwa kualitas produk berhubungan dengan kepercayaan terhadap tenaga penjual dan Dari aspek pemasaran jasa, produk merupakan keseluruhan konsep objek atau proses yang e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 61 - 72 memberikan sejumlah nilai kepada konsumen (Lupiyoadi dan Hamdani, 2. Pemasar harus dapat mengembangkan nilai tambah dari produknya selain keistimewaan dasarnya, supaya dapat dibedakan dan bersaing dengan produk lain, dengan kata lain memiliki citra sendiri. Pengukuran variabel Produk Unsur-unsur produk jasa yang dikembangkan oleh Zeithaml dan Bitner . yang dijadikan peneliti sebagai rujukan dalam mengukur variabel produk jasa dan menyusun kuesioner adalah : Physical Good Features. Quality Level. Accessories. Packaging. Warranties. Product Line. Branding. Penelitian Armi Yunedi . mengembangkan kuesioner berdasarkan konsep ini. Penelitian Terdahulu dan Pengembangan Hipotesis Penelitian-penelitian penting artinya sebagai pembuktian teori dan keduanya dijadikan sebagai dasar pembuatan model penelitian dan penyusunan hipotesis. Adapun sejumlah penelitian terdahulu yang relevan dengan variabel yang dibahas dalam penelitian ini adalah : Produk terhadap keputusan pembelian. Rony . yang melakukan penelitian tentang Pengaruh atribut produk terhadap keputusan pembelian Pop Mie, menemukan hasil bahwa semua atribut produk baik secara parsial maupun secara berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Rezky. Huan. Razli. Thoo dan Sukati . , dalam penelitian mereka tentang hubungan marketing mix dengan keputusan pelanggan dalam memilih jasa travel agent, menemukan hasil bahwa hanya produk yang mempengaruhi keputusan pelanggan dalam memilih Travel Agents di Palembang. Hasil uji regresi menunjukkan pengaruh produk signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,47. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu tersebut diatas maka dapat dikembangkan hipotesis pertama sebagai berikut : H1 : Produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan memilih menyimpan dana pada Bank Muamalat Cabang Pasaman Barat. Religiusitas terhadap Keputusan Pembelian. Dewi. Ali dan Indari . yang meneliti Hubungan antara Religius Commitment dengan Keputusan menggunakan Jasa Bank Syariah pada Dosen Unisba menemukan hasil bahwa terdapat hubungan signifikan antara religius commitment ISSN : 2337 - 3997 dengan keputusan menggunakan jasa Bank Syariah dengan koefisien korelasi sebesar 0,688. Abdelghani dan Hassanuddeen . yang melakukan penelitian tentang hubungan antara religiusitas dengan pilihan nasabah terhadap jasa bank Islam di Marokko menemukan bahwa religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengunaan jasa Bank Islam di Marocco dengan koefisien regresi sebesar 0,656. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas, maka dapat dikembangkan hipotesis kedua sebagai H2 : Religiusitas signifikan terhadap keputusan memilih menyimpan dana pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Pasaman Barat. Religiusitas Sebagai Variabel Moderator antara Produk dengan Keputusan Pembelian Hubungan antara produk dengan keputusan pembelian berdasarkan hasil penelitian sebelumnya belum kongklusif. Artinya, pengaruh produk terhadap keputusan pembelian tidak selalu positif dan signifikan, tapi bisa juga tidak signifikan. Hal ini tergantung pada situasi dan kondisi pada masingmasing objek penelitiannya. Hasil penelitian Rony . dan Rezky dkk. menemukan adanya pengaruh produk yang positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, sementara hasil penelitian Hafrizal . menemukan produk tidak Selanjutnya, karena religiusitas adalah variabel lingkungan yang tidak dapat dikendalikan tapi pernah diteliti pengaruhnya terhadap keputusan pembelian dan menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan, maka dalam penelitian ini penulis bermaksud menjadikannya sebagai variabel moderator antara produk sebagai variabel independen dengan keputusan pembelian sebagai variabel dependen. Berdasarkan hal-hal yang diuraikan diatas, maka hipotesis ketiga dapat dikembangkan sebagai H3 : Religiusitas berperan sebagai variabel moderator yang dapat memperkuat pengaruh menyimpan dana pada Bank Muamalat Cabang Pasaman Barat. MODEL PENELITIAN Diatas telah diketengahkan sejumlah teori dari para ahli dan sejumlah hasil penelitian yang menunjukkan hubungan dan pengaruh variabel produk terhadap keputusan membeli, religiusitas terhadap keputusan membeli dan religiusitas sebagai variabel lingkungan yang tidak dapat dikendalikan. e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 61 - 72 Telah diketengahkan pula bahwa hubungan antar variabel belum bersifat kongklusif. Sedangkan variabel moderator adalah variabel yang dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh sebuah variabel terhadap variabel lainnya. Diatas telah pula diketengahkan hasil penelitian yang menunjukkan hubungan variabel produk terhadap keputusan membeli yang belum Variabel religiusitas adalah variabel lingkungan yang tidak bisa dikendalikan namun ISSN : 2337 - 3997 telah pernah diuji hubungannya dengan keputusan pembelian dan hasilnya positif dan signifikan. Itulah dasar bagi peneliti untuk menjadikan religiusitas sebagai variabel moderator terhadap pengaruh kualitas produk terhadap keputusan memilih produkproduk dana pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Pasaman Barat. Berdasarkan hal-hal tersebut maka dapat dibuat model penelitian sebagai berikut :. Gambar 1 : Model Penelitian RELIGIUSITAS (M) KUALITAS PRODUK (X) METODE PENELITIAN Objek Penelitian Penelitian dilakukan di Bank Muamalat Indonesia Pasaman Barat dengan objek penelitiannya nasabah penyimpan dana. Menurut Sekaran . populasi merupakan suatu wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah penyimpan dana yang berjumlah 873 orang. Tehnik penarikan sampel dengan metode Simple random sampling yang besarnya sampel didapatkan dengan menggunakan rumus Slovin berikut : n = ------------1 N 2 Perhitungan dengan menggunakan rumus tersebut dengan = 0,05 maka diperoleh jumlah sampel sebanyak 275 orang. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang diperlukan dalam penelitian ini digolongkan dalam dua jenis yaitu : Data primer, yaitu yang diperoleh secara langsung atau data yang diperoleh melalui penyebaran kuisioner lansung kepada responden. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh secara mendapatkan referensi melalui literature buku, artikel ilmiah, hasil penelitian dan sumbersumber lainnya. KEPUTUSAN MEMILIH MENYIMPAN DANA PADA BMI PASAMAN BARAT (Y) Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini digunakan 2 . jenis metode pengumpulan data yaitu : Kuisioner . Teknik kuisioner ini merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Selain itu, kuisioner juga cocok digunakan apabila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas. Kuisioner dapat berupa pertanyaan/ pernyataan tertutup atau terbuka dan dapat diberikan kepada responden secara lansung. Observasi (Pengamata. Observasi sebagai teknik pengumpulan data dilakukan secara langsung kepada objek-objek penelitian khususnya yang menyangkut variabel yang diteliti dalam penelitian ini. Variabel Penelitian Variabel pada penelitian adalah 3 buah, yaitu 1 buah variable independen dan 1 buah variable dependen dan 1 buah variabel moderator. Variabel independen adalah Kualitas Produk (X. , variabel dependen adalah Keputusan membeli (Y) dan variabel moderator adalah Religiusitas (M). Definisi Operasional Definisi operasional adalah merupakan unsur penelitian yang memberikan informasi bagaimana caranya mengukur sesuatu variabel (Singgarimbun dan Effendi, 1. e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 61 - 72 ISSN : 2337 - 3997 Tabel 1 : Definisi Operasional Variabel VARIABEL DEFINISI OPERASIONAL Keputusan Pembelian Proses keputusan memillih menyimpan dana pada BMI Pasaman Barat melalui proses pengenalan kebutuhan, penca-rian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan perilaku pasca pembelian (Schiffman. Kanuk, 2. Religiusitas Produk Tingkat dimana seseorang komit/setia agamanya yaitu Islam. (Mokhlis 2. INDIKATOR Pengenalan Pencarian Evaluasi alternatif. Keputusan Prilaku pasca (Schiffman. Kanuk. Syariah Akhlaq Iman (Nazaruddin, 1. Features. Quality Level. Adalah produk simpanan 3. Accessories, pada BMI dengan sistem 4. Packaging. Warranties, (Kotler & Amstrong 1. Product Line. Branding. (Zeithaml & Bitner. Uji Validitas Pengujian validitas dilakukan dengan melihat nilai corrected item-total correlation. Suatu butir pertanyaan dikatakan valid bila memiliki nilai corrected item-total correlation lebih besar dari 0,30 dan sebaliknya (Maholtra,1. Perhitungan ini akan dilakukan dengan bantuan program SPSS (Statistical Package for Social Scienc. Versi 16,0. Butir pernyataan yang valid saja yang akan digunakan dalam pengolahan data selanjutnya. Sedangkan yang tidak valid akan dibuang. Uji Reliabilitas Pengukuran reliabilitas dalam penelitian ini dengan melihat nilai CronbachAos Alpha. Menurut Sekaran . , suatu instrumen dikatakan memiliki reliabilitas baik apabila cronbachAos alpha lebih dari 0,70. Perhitungan ini akan dilakukan dengan bantuan program SPSS Versi 16,0. Uji Asumsi Klasik Sebelum dilakukan pengujian regresi, terlebih dahulu dilakukan pengujian data dengan alat-alat uji SKALA Lingkert 1Ae5 Lingkert 1Ae5 Lingkert 1Ae5 asumsi klasik meliputi uji normalitas data, uji linieritas, dan uji heteroskedastisitas. Moderated Regression Analysis (MRA) Menurut Liana . Moderated Regression Analysis (MRA) atau uji interaksi merupakan aplikasi khusus regresi berganda linear dimana dalam persamaan regresinya mengandung unsur interaksi . erkalian dua atau lebih variabel Variabel perkalian itu disebut juga variabel moderator oleh karena menggambarkan pengaruh moderating variabel itu terhadap hubungan variabel independen dengan variabel Berdasarkan model penelitian dalam tesis ini maka rumus persamaannya sebagai Y = a b1X1 b2M e Y = a b1X1 b2M b3X1M e X1 = Produk e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 61 - 72 M = Religiusitas Item-Total Statistics Corrected Item-Total Correlation Keterangan Y = Keputusan Membeli/Memilih PENGUJIAN HIPOTESIS Uji F Uji F dipakai untuk menguji kelayakan model sebelum dilakukan uji hipotesis . Uji t Pengujian ini untuk menguji hipotesis secara parsial, yaitu untuk melihat pengaruh dari variabel bebas dan variabel moderator terhadap variabel Sedangkan untuk menguji peran moderating sebuah variabel moderator dilihat dari signifinasi koefisien interaksi variabel moderator dengan variabel independen. Bila signifikan berarti variabel moderator mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Pengaruh ini bisa positif dan bisa pula negatif tergantung nilai koefisien determinasinya (Lie Liana, 2. HASIL PENELITIAN Uji Validitas Adapun hasil pengujian validitas dari instrumen variabel Kualitas Produk adalah sebagai Keterangan Pk2 Corrected Item-Total Correlation Pk3 Valid Pk4 Valid Pk5 Valid Pk6 Valid Pk7 Valid Pk8 Valid Pk1 Valid Valid Pk = Produk Sedangkan hasil uji reliabilitas terhadap variabel produk sebagai berikut : Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based Cronbach Standardize N of 's Alpha d Items Items Hasil uji validitas variabel Religiusitas adalah sebagai berikut : ISSN : 2337 - 3997 Valid Valid Valid Valid Valid R11 Valid R13 Valid R14 Valid R15 Valid R16 Valid R17 Valid R18 Valid R22 Valid Hasil uji reliabilitas variabel Religiusitas adalah sebagai berikut : Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach' Standardize s Alpha d Items N of Items Selanjutnya hasil uji validitas instrumen untuk mengukur variabel Keputusan Memilih adalah sebagai berikut : Item Item-Total Statistics Corrected Item-Total Correlation Keterangan KEP1 Valid KEP2 Valid KEP3 Valid KEP4 Valid KEP5 Valid KEP5 Valid Sedangkan hasil uji reliabilitas untuk pengujian variabel keputusan memilih adalah sebagai berikut : e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 61 - 72 Moderated Regression Analysis (MRA) Menurut Liana . Moderated Regression Analysis (MRA) atau uji interaksi merupakan aplikasi khusus regresi berganda linear dimana dalam persamaan regresinya mengandung unsur interaksi . erkalian dua atau lebih variabel Variabel perkalian itu disebut juga variabel moderator oleh karena menggambarkan pengaruh moderating variabel itu terhadap hubungan variabel independen dengan variabel Berdasarkan hasil pengolahan data dengan SPSS versi 1. 6 didaapat hasil sebagai Reliability Statistics N of Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based Standardized Items ISSN : 2337 - 3997 Dari hasil pengujian validitas dan reliabilitas terhadap seluruh instrumen penelitian menunjukkan keadaan yang valid dan reliabel sehingga dapat digunakan untuk mengukur variabel-variabel dalam penelitian ini. Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Standardized Coefficients Std. Error (Constan. Produk Religiusitas Beta Sig. Dependent Variable: KeputusanPemilihan Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. Produk Standardized Coefficients Std. Error Beta Sig. Religiusitas ProdukXreligiusita Dependent Variable: KeputusanPemilihan Dari hasil pengolahan data diatas menunjukkan bahwa kualitas produk dan religiusitas masingmasing berpengaruh posiitif dan signifikan terhadap keputusan memilih menyimpan dana di BMI Cabang Pasaman Barat. Begitu juga Religiusitas berperan sebagai variabel moderator karena hasil regresi atas interaksi produk dan religiusitas terhadap keputusan memilih signifikan dengan nilai 0,007 (< 0,. Religiusitas juga memperkuat pengaruh produk terhadap keputusan memilih karena nilai koefisien determinasi setelah dimasukkan faktor interaksi produk dengan religiusitas dalam pengujian regresi . aitu 0,. lebih besar dari koefisien determinasi sebelum faktor interaksi ini dimasukkan . aitu 0,. Persamaan regresi dapat disusun sebagai berikut : Y = 1,022 0,499X 0,339M e Y = -1,014 1,128X 0,972M-0,193X*M e e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 61 - 72 ISSN : 2337 - 3997 uji hipotesis. Model penelitian dinyataakan layak apabila nilai signifikansinya < 0,05. Hasil uji F PENGUJIAN HIPOTESIS terlihat sebagaimana tabel berikut : Uji F Uji F dilakukan untuk melakukan uji kelayakan model sebagai syarat dapat dilakukannya Anova Sum of Squares Model Mean Square Regression Residual Total Sig. Predictors: (Constan. ProdukXreligiusitas. Religiusitas. Produk Dependent Variable: KeputusanPemilihan Dari ANOVA terlihat nilai signifikansi sebesar 0,000 atau < 0,05. Ini artinya bahwa model yang dikembangkan adalah layak dan dapat diteruskan dengan uji hipotesis. Uji t Dari tabel ditemukan nilai signifikansi untuk variabel Produk adalah 0,000 atau < 0,05 yaitu Dengan demikian hipotesis pertama (H. Artinya, produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan memilih menyimpan dana pada BMI Cabang Pasaman Barat. Nilai Signifikansi menunjukkan angka 0,000 atau < 0,05. Ini artinya hipotesis kedua (H. Artinya, religiusitas berpengaruh terhadap keputusan menyimpan dana pada BMI Cabang Pasaman Barat. Nilai signifikansi untuk interaksi variabel moderator . dengan variabel independen . ualitas produ. adalah 0,007 atau > 0,05 yaitu signifikan. Selanjutnya koefisien determinasi setelah dimasukkan faktor interaksi variabel produk dengan religiusitas dalam uji regresi . menunjukkan lebih besar dibandingkan sebelum dimasukkan faktor interaksi ini . Dengan demikian Hipotesis ketiga (H. Artinya religiusitas pemperkuat pengaruh kulitas produk terhadap keputusan memilih menyimpan dana pada BMI Cabang Pasaman Barat. PEMBAHASAN Dari hasil pengujian hipotesis 1 (H. terbukti bahwa produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menyimpan dana pada BMI Cabang Pasaman Barat dengan koefisien sebesar 1,128. Ini berarti faktor produk dengan sistem syariah cukup kuat dalam mempengaruhi nasabah untuk memutuskan menyimpan dana pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Pasaman Barat. Demikian juga dengan diterimanya hipotesis 2 (H. berarti religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menyimpan dana pada BMI Cabang Pasaman Barat. Ini artinya pengaruh nilai-nilai agama yang dimiliki nasabah turut berperan dalam keputusan memilih untuk menyimpan dana pada BMI Cabang Pasaman Barat. Selanjutnya, pengaruh kualitas produk terhadap keputusan nasabah untuk memilih menyimpan dana pada BMI Cabang Pasaman Barat. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan dapat diberikan kesimpulan sebagai berikut : Produk simpanan Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cabang Pasaman Barat memberikan pengaruh yang positif dan signifikan bagi nasabahnya dalam memutuskan menyimpan dananya di bank ini. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yaitu Rony . dan penelitian Rezky, dkk. menemukan bahwa produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pemilihan untuk menyimpan dana pada BMI Cabang Pasaman Barat. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Dewi, dkk. dan penelitian Abdelghani dan Hassanuddeen . yang menemukan bahwa religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan membeli. Religiusitas memperkuat pengaruh produk terhadap keputusan pemilihan nasabah untuk menyimpan dana pada BMI Cabang Pasaman Barat. Ini artinya religiusitas berperan sebagagai variabel moderator bagi pengaruh produk e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 61 - 72 terhadap keputusan pemilihan nasabah untuk menyimpan dana pada bank ini. Saran-saran : Mengingat produk dengan sistem syariah sangat berperan dalam mempengaruhi keputusan nasabah dalam pemilihan untuk menyimpan dananya pada BMI Cabang Pasaman Barat, maka inovasi kreatif terhadap tampilann produk yang ditawarkan perlu terus ditingkatkan dengan secara konsisten menjaga system syariah yang sejalan dengan ekspektasi masyarakat. Selanjutnya faktor religiusitas baik sebagai variabel lepas maupun sebagai variabel moderator memberikan pengaruh dan kontribusi yang kuat didalam mempengaruhi nasabah untuk mengambil keputusan memilih menyimpan dananya di BMI Cabang Pasaman Barat, maka perlu ditingkatkan pengenalan pihak bank tentang karakteristik paham fiqih yang dianut masyarakat Pasaman Barat yang cukup beragam. Produk yang ditawarkan sangat penting untuk disajikan dengan mempertimbangkan faham fikih yang hidup di masyarakat sehingga nilai-nilai religiusitas secara konsisten mendorong produk-produk simpanan yang ditawarkan. UCAPAN TERIMA KASIH Dalam menghasilkan penelitian ini, penulias berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada Pimpinan dan Civitas Akademika STIE Yappas yang memberi bantuan dalam penyelesaian penelitian ini. Terima kasih juga kepada pihak Bank Muamalat Indonesia Cabang Pasaman Barat yang telah memberikan kesempatan bagi peneliti untuk melakukan penelitian di perusahaan ini. Selanjutnya kepada nasabah yang bersedia manjawab kuesioner yang kami sampaikan juga diucapkan terima kasih. DAFTAR PUSTAKA