Vol. 6, No. 1, Juni 2025, pp 9-19 https://doi.org/10.36590/jagri.v6i1.1279 http://salnesia.id/index.php/jagri jagri@salnesia.id, e-ISSN: 2746-802X Penerbit: Sarana Ilmu Indonesia (salnesia) ARTIKEL PENGABDIAN Sand House Therapy: Inovasi Wisata Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal melalui Pemanfaatan Kasur Pasir di Kabupaten Sumenep Sand House Therapy: Health Tourism Innovation Based on Local Wisdom through the Utilization of Sand Mattresses in Sumenep Regency Haniza Oktaviyani1*, Sofyan As Sauri1, Marisa Laora1, Lily Sevtiana1, Nailiy Huzaimah1, Syaifurrahman Hidayat1 1 Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Wiraraja, Sumenep, Indonesia Abstract The community empowerment program initiated by the HIMIKA PPK Team of Wiraraja University provided a solution through the development of a Health Tourism Village known as "Sand House Therapy.” The implementation of this program consisted of three main stages: planning, implementation, and evaluation. The planning stage began with surveys, focus group discussions (FGDs), and interviews with the local community. The implementation stage involved the formation of a management team, initial data collection, the design and construction of the Sand House Therapy facilities, tourism village education, PHBS (Clean and Healthy Living Behavior) socialization, training on Sand Therapy standard operating procedures (SOPs), business management, and digital marketing, followed by the handover of assets and the official launching of Sand House Therapy. The evaluation stage included the analysis of pre- and posttest data, fulfillment of program outcomes, workshops, and regular monitoring. This HIMIKA PPK program was conducted from February 26 to October 30, 2024, by the HIMIKA implementation team of Wiraraja University. The results indicated a significant improvement in the knowledge and skills of the target group regarding tourism village development, PHBS, business management, Sand Therapy SOPs, and digital marketing. A management team was successfully formed, and a new health tourism destination Sand House Therapy was established. Through this innovation, the community of Legung Timur Village was able to optimize the use of its cultural tradition of sand mattresses and introduce this local uniqueness to domestic and international tourists. Keywords: culture, community empowerment, health tourism Article history: PUBLISHED BY: Sarana Ilmu Indonesia (salnesia) Address: Jl. Dr. Ratulangi No. 75A, Baju Bodoa, Maros Baru, Kab. Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia Submitted 07 Oktober 2024 Revised 14 Februari 2025 Accepted 14 Februari 2025 Email: info@salnesia.id, jagri@salnesia.id Phone: +62 85255155883 9 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6, No. 1, Juni 2025 Abstrak Program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh Tim PPK HIMIKA Universitas Wiraraja memberikan solusi berupa pengembangan Desa Wisata Kesehatan “Sand House Therapy”. Metode pelaksanaan dalam kegiatan PPK HIMIKA terdiri atas 3 tahapan utama, yaitu tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahapan perencanaan dimulai dengan survei, FGD dan wawancara dengan masyarakat. Tahapan pelaksanaan meliputi pembentukan tim pengelola, pengumpulan data awal, desain dan pembuatan Sand House Therapy, edukasi desa wisata, sosialisasi PHBS, pelatihan SOP Terapi Pasir, manajemen usaha dan digital marketing serta penyerahan aset dan launching Sand House Therapy. Tahap evaluasi yakni pengolahan data pre dan post-test, pemenuhan luaran kegiatan, serta lokakarya dan monitoring berkala. Kegiatan PPK HIMIKA ini dilaksanakan 26 Februari-30 Oktober 2024 oleh tim pelaksana PPK HIMIKA Universitas Wiraraja. Adapun hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok sasaran terkait desa wisata, PHBS, manajemen usaha, SOP Terapi Pasir, dan digital marketing, terbentuknya tim pengelola serta terdapatnya wisata kesehatan baru yakni Sand House Therapy. Dengan adanya inovasi ini, masyarakat desa Legung Timur dapat mengoptimalkan pemanfaatan budaya kasur pasir, dan melalui Sand House Therapy memperkenalkan keunikan budayanya kepada wisatawan lokal, nasional maupun internasional. Kata Kunci: budaya, pemberdayaan masyarakat, wisata kesehatan *Penulis Korespondensi: Haniza Oktaviyani, email: nizhaoctavia28@gmail.com This is an open access article under the CC–BY license Highlight: • • Pemberdayaan masyarakat melalui terapi pasir dan wisata kesehatan berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Legung Timur dalam mengelola wisata kesehatan berbasis budaya lokal (kasur pasir), termasuk pelatihan PHBS, manajemen usaha, SOP terapi pasir, dan digital marketing. Terbentuknya destinasi wisata kesehatan baru yang berkelanjutan. Sand House Therapy resmi diluncurkan dan dikelola secara mandiri oleh tim desa, dengan dukungan lintas sektor dan kolaborasi multipihak, serta berpotensi menjadi ikon wisata kesehatan dan penggerak ekonomi lokal di Sumenep. PENDAHULUAN Kabupaten Sumenep merupakan salah satu kabupaten di Pulau Madura, Jawa Timur yang kaya akan kearifan budaya lokalnya. Di Kecamatan Batang-batang, Desa Legung Timur, terdapat tradisi unik berupa aktivitas masyarakat yang meliputi bermain, berinteraksi antar tetangga, serta tidur di atas gundukan pasir, yang kini dikenal dengan nama Kampung Pasir (Pinasti dan Inayatullaili, 2016). Hal tersebut merupakan warisan nenek moyang mereka hingga sampai saat ini desa tersebut dikenal dengan Kampung Pasir. Penelitian menunjukkan bahwa pasir yang digunakan di Kampung Pasir mengandung mineral seperti alumina oksida (Al2O3) dan magnesium oksida (MgO), 10 Oktaviyani1 et al. Vol. 6, No. 1, Juni 2025 yang diketahui memiliki manfaat kesehatan, termasuk meningkatkan metabolisme tubuh dan memberikan efek relaksasi (Anisa, 2018). Aluminium oksida sangat baik sebagai penghambat panas dan listrik. Menurut Anisa (2018), Al2O3 biasanya dalam bentuk kristalin, hal ini menjelaskan mengapa penduduk kampung pasir merasa nyaman saat tidur di pasir. Suhu pasir tidak mudah berubah sekalipun ada perubahan cuaca karena mengandung aluminium oksida, yang berfungsi sebagai penghambat panas di dalam pasir. Saat cuaca dingin, pasir terasa hangat, dan ketika cuaca panas, pasir terasa sejuk. Penduduk kampung pasir telah lama memanfaatkan sifat pasir tersebut dengan tidur di atasnya atau berendam di air laut. Menariknya, berdasarkan hasil penelitian, kandungan mineral dalam air laut terutama garam, dapat meredakan nyeri otot, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas tidur (Mulfianda dan Nidia, 2019). Didukung oleh penelitian lainnya yang mendapatkan hasil uji petrography description dan X-ray diffraction (X-RD), pasir lepas (loose sand) di Desa Legung memiliki ukuran yang sangat halus (< 0,1 hingga 0,4 mm), sortasi yang baik, dan derajat kebundaran yang sangat menyudut hingga agak membulat (angular-subrounded). Terdiri dari mineral lempung, hematit, k-feldspar (potasium feldspar), kuarsa, dan kalsit, komposisi pasir terdiri dari fragmen karbonat skeletal. Komposisi kuarsa pada pasir Desa Legung sebesar 5796. Pasir kuarsa memiliki kekerasan 7 pada skala Mohs dan konduktivitas panas yang antara 12 dan 100 derajat Celcius. Hal ini menunjukkan bahwa pasir lepas Desa Legung sangat halus, padat, dan keras sehingga tidak menghasilkan debu yang dapat mengganggu sistem pernafasan. Pasir juga memiliki konduktivitas hangat, seperti yang ditunjukkan oleh suhu yang lebih hangat dari kamar tidur beralaskan pasir dengan ketebalan 30 cm, yang membuat penduduk kampung pasir nyaman merendam tubuhnya di kasur beralaskan pasir (Hidayat, 2023). Kebiasaan penduduk di Kampung Pasir tidak berubah meskipun globalisasi semakin meningkat. Meskipun mereka memiliki kasur kapuk atau busa di dalam kamar, mereka justru lebih suka tidur di atas pasir dan kasur tersebut hanya dianggap sebagai hiasan rumah saja. Seperti namanya, Kampung Pasir ini memiliki pasir di hampir semua halaman depan rumah dan jalan-jalan desa. Hal tersebut menjadi suatu hal yang unik dan berbeda di antara keragaman budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Untuk mempertahankan keunikan tersebut dibutuhkan upaya pelestarian budaya oleh seluruh pihak. Melihat potensi besar yang dimiliki Kampung Pasir, tim PPK Ormawa HIMIKA Universitas Wiraraja menginisiasi diskusi dengan perangkat desa dan masyarakat Desa Legung Timur untuk mengembangkan potensi tersebut. Diskusi dan wawancara dilaksanakan pada Senin, 26 Februari 2024 bersama masyarakat Legung Timur dan pada Selasa, 5 Maret 2024 melanjutkan diskusi dan pengambilan data awal oleh tim PPK Ormawa dan Perangkat Desa Legung Timur. Penelitian menunjukkan bahwa tidur di atas pasir, terutama bagi lansia, dapat memberikan manfaat kesehatan yang berarti. Pasir dapat memicu tubuh untuk menghasilkan zat alami yakni kadar β-endorfin yang membuat kita merasa senang dan rileks, sehingga mengurangi stress dan meningkatkan ketenangan. Beberapa penelitian sebelumnya baik tingkat nasional maupun internasional juga telah menyebutkan beberapa manfaat terapi pasir untuk meningkatkan kesehatan. Maka dari itu, dasar ilmiah ini menambah kekuatan dan potensi Kampung Pasir untuk dikembangkan dan diberdayakan ke arah health tourism. Upaya pengembangan desa wisata ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi dari beberapa desa yang ada sehingga dapat memberikan manfaat khususnya bagi masyarakat setempat (Mulyadi dan Rahayu, 2022). Perangkat desa telah menyadari potensi Kampung Pasir sebagai desa wisata, namun 11 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6, No. 1, Juni 2025 belum mengembangkan potensi tersebut menjadi desa wisata kesehatan. Hingga sampai saat ini, belum ada strategi khusus untuk lebih menampilkan Kampung Pasir sebagai desa wisata kesehatan. Hal ini diungkapkan oleh Hanafi sebagai salah satu perangkat desa yang hadir dalam diskusi bersama tim PPK Ormawa, bahwa belum ada kebijakan khusus, dan masih diserahkan kepada masyarakat yang memiliki kasur pasir dengan kebijakan pribadinya. Hal tersebut diakui oleh Hanafi yang termasuk salah satu perangkat desa karena masih butuh persiapan yang lebih untuk membangun Kampung Pasir dikenal dengan skala nasional sampai internasional. Masyarakat dan perangkat desa sampai sekarang masih menerima pengunjung saja, dan kemudian yang membuat terkenal adalah para pengunjung yang datang dan para budayawan tersebut. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan Kampung Pasir menjadi desa wisata kesehatan 'Sand House Therapy” yang berfokus pada pembentukan desa sehat, kreatif, dan sadar IPTEK di Kabupaten Sumenep. METODE Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan secara langsung, yang terdiri dari 3 tahapan utama yang ditunjukkan pada Gambar 1. yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi melalui kuesioner. Kegiatan PPK HIMIKA ini dilaksanakan selama kurang lebih 8 bulan dimulai tanggal 26 Februari-30 Oktober 2024 di Kampung Pasir, Dusun Pesisir Barat, Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep. Sasaran dalam kegiatan ini yakni masyarakat Desa Legung Timur yang dipilih melalui musyawarah desa dengan kriteria khusus sesuai bagian tugas yang dibutuhkan dalam pengelolaan Sand House Therapy. Proses seleksi melibatkan pertimbangan terhadap kemampuan teknis, pengalaman dan minat masyarakat dalam bidang yang relevan, seperti desain, manajemen operasional, atau terapi. Prioritas diberikan kepada masyarakat yang memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan program ini. Pelaksanaan •Survei •Focus Group Discussion Perencanaan •Pembuatan Sand House Therapy •Pembentukan Tim Pengelola SHT •Peningkatan Kualitas SDM Kelompok Sasaran •Launching dan Penyerahan Aset •Pengolahan kuesioner •Monitoring berkala •Pembuatan laporan dan luaran Evaluasi Gambar 1. Alur tahapan pelaksanaan PPK HIMIKA Universitas Wiraraja 12 Oktaviyani1 et al. Vol. 6, No. 1, Juni 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Pemberdayaan Kampung Pasir sebagai health tourism “Sand House Therapy” dilakukan dengan 3 tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Deskripsi hasil kegiatan yang telah dilakukan dalam program pengabdian ini adalah sebagai berikut: Perencanaan Kegiatan PPK HIMIKA di Kampung Pasir dimulai dengan tahap perencanaan yang komprehensif. Dimulai dengan survei lokasi dan pengumpulan data. Langkah awal ini merupakan kunci untuk memahami kebutuhan dan karakteristik desa secara spesifik. Wawasan yang dikumpulkan membentuk langkah-langkah selanjutnya dalam kegiatan ini. Survei lokasi mengidentifikasi area-area utama yang membutuhkan perhatian dan sumber daya, memastikan bahwa upaya pelayanan masyarakat yang dilakukan relevan dan berdampak. Dari survei tersebut, tim juga dapat menemukan peluang untuk mengembangkan wisata atau kegiatan konservasi lingkungan (Susanti et al., 2023). Setelah itu, survei lebih lanjut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) serta wawancara dengan perangkat desa dan masyarakat Desa Legung Timur, serta diskusi-diskusi yang memunculkan perspektif yang berbeda dari masyarakat. Focus Group Discussion (FGD) adalah metode pengumpulan informasi mengenai suatu permasalahan melalui diskusi kelompok. Tujuan utama FGD adalah untuk mencapai kesepakatan dan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang suatu permasalan (Istiyanah, 2020). Berdasarkan FGD yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa adanya kesenjangan dalam hal sumber daya manusia dan pengembangan budaya yang perlu segera diberikan solusi. Selain itu, diskusi ini juga memberikan output konsep health tourism yang akan diterapkan, sosialisasi jadwal kegiatan dan penandatanganan MoA sebagai legalitas kerjasama yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Wiraraja dengan Desa Legung Timur. Gambar 2. Focus group discussion bersama masyarakat Pembentukan tim pengelola Langkah pertama dalam kegiatan ini adalah pembentukan dan pelantikan tim pengelola Sand House Therapy. Langkah ini bertujuan untuk memudahkan koordinasi antar pengelola dan dalam memantau kegiatan yang dilaksanakan. Pentingnya pembentukan tim pengelola wisata ini adalah sebagai penggerak kesadaran wisata bagi masyarakat di sekitar daerah tersebut, serta dapat menampung aspirasi dari masyarakat guna melakukan pengembangan desa wisata (Abdurrahman et al., 2021). 13 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6, No. 1, Juni 2025 Pembentukan tim pengelola mengacu pada kriteria yang telah disepakati sesuai dengan bidang tugasnya dalam pengelolaan Sand House Therapy, yang terdiri dari masyarakat, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, dan sarjana muda. Selanjutnya dilakukan pelantikan dengan pemberian kaos simbolis dan pengesahan Surat Keputusan Tim Pengelola Sand House Therapy sebagai legalitas yang diberikan oleh desa. Gambar 3. Pelantikan Tim Pengelola Sand House Therapy Peningkatan kapasitas sumber daya manusia Penelitian mengenai pengelolaan desa wisata di Indonesia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia sebagai kunci untuk mengoptimalkan potensi desa wisata. Penelitian lain menyatakan pentingnya digitalisasi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan desa wisata (Mumtaz dan Karmila, 2021). Serta peran organisasi tata kelola atau kelembagaan yang baik dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan desa wisata (Ilham et al., 2019). Dalam pembuatan wisata Sand House Therapy ini juga diperlukan kapasitas SDM yang cukup mumpuni, karena selain agar pengelolaan wisata dapat terstruktur hal ini juga dapat meningkatkan potensi keberlanjutan wisata. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam kegiatan PPK HIMIKA dilaksanakan melalui pemberian pendidikan, pelatihan, dan pendampingan. Dalam hal ini, kelompok sasaran diberikan edukasi mengenai desa wisata, PHBS, manajemen usaha, SOP terapi pasir dan digital marketing secara bertahap. Narasumber dalam kegiatan pelatihan ini merupakan orang-orang terpilih yang ahli di bidangnya, yang direkomendasikan oleh dosen pendamping dan supervisor. Adapun pengukuran indikator keberhasilan dalam kegiatan ini adalah pemberian kuesioner pada sebelum dan setelah pelatihan. Gambar 4. Pelatihan digital marketing Sebagai penerapan dari pelatihan PHBS, dilakukan juga gotong royong bersama 14 Oktaviyani1 et al. Vol. 6, No. 1, Juni 2025 Masyarakat Desa Legung Timur. Gotong royong juga merupakan salah satu cara untuk menjaga kebersihan lingkungan agar wisatawan yang berkunjung merasa aman dan nyaman (Purnamayanti et al., 2023). Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan usia, dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Gotong royong juga didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup dengan pengadaan armada pengangkutan sampah dan diliput oleh Lembaga Pers Mahasiswa Maharaja. Gambar 5. Gotong royong bersama Masyarakat Desa Legung Timur Desain dan pembuatan Sand House Therapy Setelah ditetapkan konsep health tourism pada FGD, konsep yang berisi desain dan komponennya tersebut diimplementasikan untuk selanjutnya dijadikan aset. Adapun berikut daftar beberapa aset yang diberikan oleh Tim PPK HIMIKA diantaranya adalah gapura dan tulisan granit sebagai identitas utama Sand House Therapy, kotak kasur pasir yang sesuai dengan standar sebagai komponen utama terapi pasir, atap galvalum dan gorden untuk melindungi kotak kasur pasir yang diletakkan di luar ruangan, diffuser dan minyak esensial (essential oil) sebagai penunjang terapi melalui relaksasi dengan aroma therapy. Selain itu, terdapat papan edukasi yang menyediakan informasi mengenai tahapan terapi pasir, bunga dan cermin hias untuk memperindah lokasi wisata terapi pasir agar meningkatkan daya tarik pengunjung, serta komponen pelengkap seperti lemari baju, meja, saringan pasir, buku kas, lampu, kabel, gayung, wastafel, bantal leher, keset, taplak meja, tempat sampah, listrik rumah produksi. Pembuatan Sand House Therapy ini dibantu oleh tim pengelola, masyarakat Desa Legung Timur, Pengurus ormawa HIMIKA dan pihak kampus Univesitas Wiraraja. Gambar 6. Sand House Therapy Penyerahan aset dan launching sand house therapy Tahap terakhir adalah penyerahan aset dan Launching Sand House Therapy. Proses transisi ini melibatkan pengalihan kepemilikan health tourism kepada tim pengelola yang 15 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6, No. 1, Juni 2025 telah ditetapkan. Sejumlah kegiatan yang dilakukan selama transisi yakni serah terima dokumen, inventarisasi aset dan pelatihan intens tim pengelola. Tim pelaksana PPK HIMIKA berperan sebagai pendamping selama periode transisi untuk memastikan kelancaran proses dan memberikan dukungan teknis. Setelah proses transisi tersebut selesai, tim pengelola bertanggung jawab penuh atas operasional dan pengembangan Sand House Therapy yang meliputi perawatan fasilitas, pengembangan program, dan pemasaran namun tetap dalam pengawasan tim pelaksana PPK HIMIKA untuk memastikan bahwa health tourism ini tetap berkelanjutan dan berkembang. Gambar 7. Launching dan penyerahan aset Sand House Therapy Acara launching ini merupakan tonggak penting yang menjadi simbol bahwa health tourism Sand House Therapy resmi dibuka untuk umum. Launching dihadiri oleh Rektor Universitas Wiraraja, Camat Batang-Batang, Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Puskesmas Legung, Koordinator Wilayah V Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia, Kepala Desa Legung Timur, Pimpinan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Universitas serta ketua BPTI Universitas Wiraraja, Tim pengelola, HIMIKA, Masyarakat desa Legung Timur dan Mahasiswa Ilmu Keperawatan dari Jawa Timur, NTT, NTB dan Bali. Gambar 8. Dokumentasi peserta launching di Gapura Sand House Therapy Perencanaan dan pengembangan pariwisata di suatu daerah perlu melibatkan berbagai stakeholder yang saling berkontribusi (Sitorus, 2020). Dengan membangun kemitraan yang kuat, maka program pengabdian masyarakat dapat memperluas jangkauan program dan meningkatkan efektivitas dalam mencapai tujuan yang ditetapkan (Sasmita et al., 2023). Kegiatan PPK HIMIKA ini melibatkan pihak internal dan eksternal. Pihak internal disini meliputi tim pelaksana PPK HIMIKA, ORMAWA, pihak kampus Universitas Wiraraja, tim pengelola Sand House Therapy, masyarakat dan tokoh masyarakat serta perangkat desa Legung Timur. Sedangkan pihak eksternal, yang mana dalam hal ini adalah pihak yang melakukan kerjasama kemitraan dengan Sand House 16 Oktaviyani1 et al. Vol. 6, No. 1, Juni 2025 Therapy meliputi Puskesmas Legung, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata dan Media Jatim. Puskesmas Legung mendukung terapi pasir dengan melegalkan terapi tersebut di puskesmas dan turut membantu dengan memberikan bantuan delegasi tenaga kesehatan ke Sand House Therapy. Dinas Lingkungan Hidup memberikan dukungan pada keberlangsungan Sand House Therapy khususnya dibidang lingkungan, dilaksanakan dengan mengirimkan armada pengangkutan sampah pada saat tim pelaksana, pengelola, dan masyarakat melaksanakan gotong royong. Dinas Pariwisata mendukung kegiatan dengan membantu memperkenalkan Sand House Therapy sebagai destinasi wisata kesehatan baru di Sumenep. Media Jatim meliput kegiatan PPK HIMIKA dan mempublikasi kegiatan PPK dari awal sampai launching kemarin. Selanjutnya pada pengembangan Sand House Therapy akan dijalin kerjasama dengan beberapa mitra lain, diantaranya Dinas Kesehatan, dan lain-lain. Evaluasi Tahap evaluasi diawali dengan pengolahan data kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan. Kuesioner membantu tim pelaksana pengabdian dalam mendapatkan informasi yang relevan dalam hal ini tingkat pengetahuan kelompok sasaran dengan tingkat reliabilitas dan validitas yang paling tinggi (Nursalam dan Djaha, 2023). Dari pengolahan data yang dilakukan, didapatkan hasil pengetahuan kelompok sasaran sebelum dilakukan pelatihan 3,28 dari 5 poin dan setelah dilakukan pelatihan pengetahuan kelompok sasaran menjadi 4,42/5. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat desa Legung Timur setelah diberikannya edukasi dan pelatihan. Hal ini didukung oleh partisipasi aktif kelompok sasaran disetiap kegiatan terutama pada gotong royong dan launching. Tabel 1. Hasil kuesioner pelatihan PPK HIMIKA Nilai Rata-Rata (/5) Materi Pelatihan Pre-Test Post-Test Desa wisata 3,1 4,5 Perilaku hidup bersih dan sehat 3,5 4,6 Manajemen usaha 3,2 4,2 SOP terapi pasir 3,1 4,5 Digital marketing 3,5 4,3 Total Rata-Rata 3,28 4,42 Monitoring dan evaluasi tiap bulan juga dilakukan oleh tim pelaksana untuk mengetahui perkembangan health tourism Sand House Therapy. Evaluasi tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan tetap tepat dan efektif serta untuk memperbaiki sehingga dapat meningkatkan kualitas program (Antuge et al., 2023). Hal ini dilakukan dengan rutin oleh perwakilan tim pelaksana dengan beberapa tim pelaksana lainnya yang menggarap luaran. Adapun luaran PPK HIMIKA Universitas Wiraraja yakni, Buku Refleksi Ormawa dalam Pemberdayaan Desa; Buku Konsep Pengembangan Health Tourism Sand House Therapy; Buku Pedoman Pengelolaan Sand House Therapy; Buku the Magic of Sleeping on the Sand; Ringkasan eksekutif; Media publikasi elektronik video; Poster; Produk nyata atau prototype; Artikel ilmiah yang minimal di-submit dalam jurnal ilmiah; dan Publikasi media massa. 17 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6, No. 1, Juni 2025 KESIMPULAN Sand House Therapy adalah inovasi wisata kesehatan berbasis kearifan lokal di Kabupaten Sumenep yang memanfaatkan kasur pasir sebagai media terapi alami. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, memberdayakan tim pengelola lokal, serta memperbaiki perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Launching dan penyerahan aset menandai terbentuknya desa wisata kesehatan baru. Kolaborasi lintas sektor serta pelatihan pengelolaan dan promosi mendorong keberlanjutan. Ke depan, perluasan promosi, diversifikasi layanan, dan integrasi dengan destinasi wisata lain akan memperkuat peran Sand House Therapy sebagai ikon kesehatan dan penggerak ekonomi lokal. UCAPAN TERIMA KASIH Tim pelaksana mengucapkan terima kasih kepada Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, HIMIKA, Tim Pengelola Sand House Therapy, Perangkat Desa dan Masyarakat Desa Legung Timur, Puskesmas Legung, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, Media Jatim, dosen pendamping dan supervisor, Himpunan Mahasiswa Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Universitas Wiraraja yang telah mendukung baik dari segi finansial, moral, dan tenaga, serta kepada semua pihak terkait yang secara langsung maupun tidak langsung berkontribusi dalam program PPK ini. DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman, A., Rafiqah, P.A.H., Khairussalam, K., Khaidir, S., 2021. Pengembangan Desa Wisata melalui Sosialisasi Pembentukan Kelompok Sadar Pariwisata (Pokdarwis). Journal of Empowerment and Community Service 1(1), 24-30. https://www.researchgate.net/signup.SignUp.html Anisa, U., 2018. Melestarikan Tradisi Lokal: Kampung Kasur Pasir. [Skripsi]. Institut Agama Islam Negeri, Madura. Antuge, W.D., Saputri, A.A.K., Rahmat, A., 2023. Evaluasi Pembelajaran Menggunakan Aplikasi Online pada Implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian 3(2), 299-3030. https://ejurnal.pps.ung.ac.id/index.php/dikmas/article/view/1946 Hidayat, S., 2023. Buku Panduan Budaya Tidur Beralaskan Pasir Berbasis Transcultural Nursing. Airlangga University Press, Surabaya. Ilham, J., Arifin, M., Salim, M., 2019. Peran Organisasi Tata Kelola dalam Pengelolaan Desa Wisata Nglanggeran, Yogyakarta. Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event 1(1), 1-7. https://media.neliti.com/media/publications/301815-peran-organisasi-tatakelola-dalam-penge-86a07f50.pdf Istiyanah, N., 2020. Pemantapan Minat Siswa terhadap Pilihan Program Studi di Perguruan Tinggi Melalui Layanan Penguasaan Konten dengan Teknik Focus Group Discussion. Jurnal Prakarsa Paedagogia 3(2), 154-158. https://doi.org/10.24176/jpp.v3i2.5744 Mulfianda, R., Nidia, S., 2019. Perbandingan Kompres Air Hangat dengan Rendam Air Garam terhadap Penurunan Skala Nyeri Penderita Arthritis Gout. Semdi Unaya 18 Oktaviyani1 et al. Vol. 6, No. 1, Juni 2025 3(1), 217-225. http://jurnal.abulyatama.ac.id/index.php/semdiunaya/article/view/449 Mulyadi, A., Rahayu, T.I., 2022. Pengembangan Potensi Desa Menuju Desa Wisata di Desa Bermi. Public Service and Governance Journal 3(1), 45-52. https://doi.org/10.56444/psgj.v3i1.632 Mumtaz, A.T., Karmila, M., 2021. Digitalisasi Wisata di Desa Wisata. Jurnal Kajian Ruang 1(1), 1-15. http://dx.doi.org/10.30659/jkr.v1i1.19790 Nursalam, N., Djaha, A., 2023. Pelatihan Pembuatan Kuesioner Penelitian bagi Mahasiswa Prodi Administrasi Negara Fisip Universitas Nusa Cendana. Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi kepada Masyarakat 3(1), 25-31. https://doi.org/10.58794/jdt.v3i1.433 Pinasti, V.I.S., Inayatullaili, W., 2016. Kearifan Lokal “Kasur Pasir”, Desa Legung Timur Kecamatan Batang-Batang Sumenep Madura. Jurnal Pendidikan Sosiologi 6(4), 1-5. https://onesearch.id/Record/IOS3793.slims-6963/Details Purnamayanti, N.L.P.D., Krisdayanti, A., Kristina, N.M.R., 2023. Pengelolaan Air Terjun Uma Anyar sebagai Daya Tarik Wisata Alam di Desa Kemenuh Kabupaten Gianyar. Jurnal Ilmiah Agama dan Budaya 8(2), 139-148. https://doi.org/10.25078/pariwisata.v8i2.2982 Sasmita, K., Yatimah, D., Herawati, H., Lestari, R.D., 2023. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Bayfa Cendekia Indonesia, Madiun. Sitorus, N.I.B., 2020. Peran dan Kolaborasi Stakeholder Pariwisata dalam Mendukung Peningkatan Kunjungan Wisata di Kawasan Danau Toba. Jurnal Hospitality dan Pariwisata 6(2), 83-92. https://journal.ubm.ac.id/index.php/hospitalitypariwisata/article/view/2416 Susanti, R., Purwandari, S., Prilosadoso, B.H., 2023. Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal dan Collaborative Governance. Jejak Pustaka, Yogyakarta. 19