377 Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Jl. Ahmad Yani. 33,5 - Kampus STMIK Banjarbaru Loktabat Ae Banjarbaru (Tlp. , e-mail: puslit. stmikbjb@gmail. e-ISSN: 2685-0877 p-ISSN: 0216-3284 Analisis Dampak Implementasi Payment Gateway Terhadap Peningkatan Penjualan pada E-Business Di Batam Muhammad Dody Firmansyah1*. Syaeful Anas Aklani2. Wilson3 Sistem Informasi. Universitas Internasional Batam. Batam. Indonesia *e-mail Corresponding Author: 2131052. wilson@uib. Abstract This research aims to analyze the impact of implementing a payment gateway on increasing sales in e-business in Batam using the Technology Acceptance Model (TAM) and Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) models. This study uses quantitative and qualitative methods, with data collected through questionnaires involving 108 e-business The research results show that the factors Perceived Usefulness. Performance Expectancy, and Security have a significant influence on the intention to adopt payment Analysis of the validity and reliability of the model shows that all indicators and variables in this research meet good standards. These findings indicate that the higher the perceived usefulness and security, the greater the likelihood of e-business actors adopting this Therefore, optimizing security features, ease of use, and system reliability are important factors in increasing the adoption of payment gateways in e-business Keywords: Payment Gateway. E-Business. Technology Acceptance Model. Unified Theory of Acceptance and Use of Technology Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi payment gateway terhadap peningkatan penjualan di e-business di Batam dengan menggunakan model Technology Acceptance Model (TAM) dan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Studi ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui kuesioner yang melibatkan 108 responden pelaku e-business. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Perceived Usefulness. Performance Expectancy, dan Security memiliki pengaruh signifikan terhadap niat adopsi payment gateway. Analisis validitas dan reliabilitas model menunjukkan bahwa seluruh indikator dan variabel dalam penelitian ini memenuhi standar yang Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi persepsi manfaat dan keamanan, semakin besar kemungkinan pelaku e-business untuk mengadopsi teknologi ini. Oleh karena itu, optimalisasi fitur keamanan, kemudahan penggunaan, serta keandalan sistem menjadi faktor penting dalam meningkatkan adopsi payment gateway dalam e-business. Kata Kunci: Payment Gateway. E-Business. Technology Acceptance Model. Unified Theory of Acceptance and Use of Technology Pendahuluan Digitalisasi telah mengubah operasi bisnis secara global secara mendasar, menawarkan peluang dan tantangan baru. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, akses pasar, dan daya tanggap pelanggan sekaligus mendorong inovasi dan keberlanjutan . Perusahaan yang mengintegrasikan teknologi digital dapat merevolusi model operasional mereka, beradaptasi secara efektif dengan kemajuan teknologi terkini, dan memperkuat kapabilitas organisasi untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dalam menghadapi perubahan lingkungan yang dinamis. Meskipun digitalisasi membawa banyak manfaat, seperti peningkatan proses dan model bisnis baru, digitalisasi juga menghadirkan risiko seperti ancaman keamanan siber dan masalah Analisis Dampak Implementasi Payment Gateway TerhadapA. Muhammad Dody F. e-ISSN: 2685-0877 privasi . Agar tetap kompetitif, dunia usaha harus memikirkan kembali sistem tradisional, menerapkan teknologi baru, dan terus berinovasi . Keberhasilan adaptasi terhadap era digital memerlukan daya tanggap yang cepat terhadap perubahan pasar dan teknologi, serta pertimbangan etis dan praktik keberlanjutan. TAM dan UTAUT adalah dua teori yang membantu menjelaskan mengapa seseorang mau atau tidak mau menggunakan teknologi baru. TAM adalah model yang digunakan untuk memahami dan meramalkan penggunaan aplikasi, serta menganalisis sikap pengguna terhadap adopsi teknologi . Sementara itu. UTAUT terdiri dari beberapa kategori, seperti performance expectancy, effort expectancy, social influence, dan facilitating conditions. Model ini juga digunakan untuk memahami bagaimana pengguna mempertimbangkan penggunaan sistem informasi serta bagaimana perilaku mereka berkembang setelahnya. Kedua teori ini sering digunakan untuk memahami bagaimana orang menyesuaikan diri dengan inovasi digital, termasuk dalam dunia bisnis dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek-aspek penting dalam desain dan implementasi sistem informasi yang dapat memfasilitasi integrasi payment gateway, serta menganalisis dampaknya terhadap pengambilan keputusan bisnis dan pengalaman pelanggan. Dengan memahami interaksi antara sistem informasi dan payment gateway. UMKM dapat memastikan bahwa proses transaksi pembayaran online berjalan dengan lancar, aman, dan Hal ini juga membantu meminimalkan potensi kesalahan dan risiko keamanan, sambil memberikan pengalaman pengguna yang optimal dan terpercaya. Tinjauan Pustaka Penelitian sebelumnya menunjukkan berbagai aspek yang memengaruhi penerimaan dan penggunaan teknologi pembayaran digital. Penelitian berjudul "Pengaruh e-payment trust terhadap minat transaksi pada e-marketplace menggunakan framework Technology Acceptance Model (TAM)" menemukan bahwa Perceived Ease of Use dan Perceived Usefulness berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan pengguna. Kepercayaan tersebut, pada gilirannya, meningkatkan transaksi melalui e-payment. Penelitian lain yang menggunakan model UTAUT2 mengungkapkan bahwa faktor seperti hedonic motivation dan habit memiliki pengaruh besar terhadap penggunaan e-wallet. Selain itu, kepercayaan dan rasa aman juga memainkan peran penting dalam mendorong adopsi e-wallet. Penelitian lain mengkaji pengaruh penggunaan Go-Pay terhadap kinerja finansial UMKM di Kota Salatiga. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa persepsi kegunaan dan kemudahan penggunaan Go-Pay berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja UMKM. Selain itu, penelitian terhadap penggunaan DANA sebagai media pembayaran di marketplace Lazada menggunakan TAM mengidentifikasi bahwa Perceived Usefulness dan Perceived Ease of Use memengaruhi penggunaan aplikasi DANA. Namun, hubungan simultan antara kedua variabel tersebut tidak signifikan . Terakhir, penelitian tentang aplikasi Tokopedia menunjukkan bahwa Electronic Word of Mouth (E-WOM) dan Digital Payment berpengaruh signifikan terhadap minat pembelian konsumen, terutama melalui kemudahan layanan pembayaran digital . Secara keseluruhan, penelitian-penelitian tersebut menyoroti pentingnya faktor psikologis dan teknis dalam adopsi sistem pembayaran digital. Perusahaan yang berhasil mengadopsi teknologi digital dapat menghadapi perubahan lingkungan dengan lebih adaptif dan kompetitif . Sistem pembayaran daring memiliki peran penting melalui keberadaan payment gateway. Teknologi ini memungkinkan bisnis memproses berbagai jenis transaksi secara aman dan efisien. Dengan penerapan yang tepat, payment gateway tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital. Hal ini mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di era digital. E-bisnis, yang mencakup e-commerce dan berbagai praktik bisnis digital, telah menjadi elemen kunci dalam perdagangan modern. Teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan untuk mendukung transaksi tanpa kertas, belanja online, dan pembayaran digital. Selain meningkatkan efisiensi operasional, e-bisnis juga mendorong kolaborasi lintas batas melalui platform digital yang memungkinkan inovasi dan transformasi di dunia usaha. Meskipun menawarkan manfaat signifikan, seperti efisiensi yang lebih tinggi dan akses pasar yang lebih luas, penerapan e-bisnis tetap menghadirkan tantangan bagi perusahaan untuk mengoptimalkan potensinya. Dengan perkembangan pesatnya, e-bisnis menciptakan peluang Progresif: Vol. No. Februari 2025: 377-387 Progresif e-ISSN: 2685-0877 baru sekaligus menuntut bisnis untuk terus beradaptasi dalam menghadapi dinamika ekonomi Technology Acceptance Model (TAM) adalah kerangka kerja yang digunakan untuk mempelajari bagaimana individu menerima dan beradaptasi dengan teknologi baru. Model ini sering diterapkan untuk memprediksi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan teknologi dalam berbagai konteks, seperti pemasaran dan pembelajaran daring . TAM menyatakan bahwa Perceived Ease of Use (Persepsi Kemudahan Penggunaa. dan Perceived Usefulness (Persepsi Kegunaa. adalah dua faktor utama yang memengaruhi sikap pengguna dan niat mereka untuk menggunakan teknologi. Meskipun telah digunakan secara luas. TAM memiliki beberapa keterbatasan, seperti tantangan dalam mengukur perilaku pengguna dan mengabaikan faktor eksternal, seperti biaya atau hambatan struktural. Model UTAUT2, yang dikembangkan pada tahun 2012, memperluas model UTAUT sebelumnya dengan tujuh variabel independen, yaitu performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions, hedonic motivation, price value, dan habit. Teori Terpadu Penerimaan dan Penggunaan Teknologi (UTAUT) digunakan secara luas untuk memprediksi niat adopsi teknologi di berbagai domain, termasuk pendidikan dan perpustakaan. Dalam konteks pendidikan. UTAUT telah diterapkan untuk mempelajari berbagai teknologi, terutama alat pembelajaran berbasis seluler. Peneliti juga telah mengusulkan pengembangan UTAUT dengan menambahkan konstruksi tambahan, seperti kegunaan, kemampuan belajar, dan sikap, untuk meningkatkan relevansinya dalam lingkungan Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan menggabungkan dan memperluas konsepkonsep yang telah dibahas dalam penelitian terdahulu mengenai adopsi teknologi pembayaran digital, dengan fokus pada penggunaan integrasi antara TAM dan UTAUT2 dalam menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan sistem pembayaran digital. Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang hanya mengandalkan salah satu model seperti TAM atau UTAUT2, penelitian ini menggabungkan keduanya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih holistik mengenai faktor psikologis dan teknis yang mempengaruhi keputusan pengguna dalam adopsi e-payment. Selain itu, penelitian ini memperkenalkan parameter baru, seperti trust dalam konteks keamanan sistem pembayaran digital dan hedonic motivation yang lebih mendalam dalam konteks penggunaan e-wallet, yang belum banyak diteliti secara simultan dalam riset terdahulu. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memperkaya teori yang ada tetapi juga memberikan perspektif baru mengenai dinamika adopsi teknologi pembayaran digital dalam konteks pasar e-commerce yang terus berkembang. Metodologi 1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini memanfaatkan kerangka teori Technology Acceptance Model (TAM) dan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) berguna dalam menganalisis faktor-faktor yang dapat memengaruhi penerimaan dan penggunaan dalam teknologi payment TAM berfokus pada dua elemen utama, yaitu persepsi kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Us. dan persepsi manfaat (Perceived Usefulnes. , yang menjadi penentu utama dalam pengadopsian teknologi. Sementara itu. UTAUT melengkapi analisis dengan mempertimbangkan ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, serta kondisi Dengan menggabungkan kedua model ini, penelitian ini memiliki landasan teoritis yang kuat untuk memahami bagaimana implementasi payment gateway dapat memengaruhi penjualan pada e-business. Untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam, bahwa penelitan ini telah menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan pelaku UMKM yang menggunakan payment gateway dalam bisnis mereka. Wawancara ini dirancang untuk menggali pengalaman mereka dalam menggunakan teknologi tersebut, termasuk tantangan yang dihadapi dan manfaat yang dirasakan. Responden dipilih secara purposif, dengan kriteria utama bahwa mereka telah menggunakan payment gateway secara aktif, sehingga data yang diperoleh relevan dan mendukung analisis penelitian ini. Pada aspek kuantitatif, penelitian ini mengandalkan perangkat lunak SmartPLS untuk mengolah data kuesioner yang telah dikumpulkan. SmartPLS, yang berbasis metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), digunakan untuk menguji validitas, reliabilitas, dan hubungan antara variabel-variabel penelitian berdasarkan model TAM dan Analisis Dampak Implementasi Payment Gateway TerhadapA. Muhammad Dody F. e-ISSN: 2685-0877 UTAUT. Dengan kemampuan untuk mengelola data dengan sampel yang relatif kecil dan model struktural yang kompleks. SmartPLS membantu penelitian ini menghasilkan analisis yang akurat, kredibel, dan bermanfaat untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data. 2 Model penelitian dan hipotesis Model penelitian yang digunakan dijelaskan pada Gambar 2, yang mengadopsi teori TAM dan UTAUT dengan variabel-variabel berikut: H1: Perceived Usefulness - Attribute Toward Payment Gateway Hipotesis ini menyatakan bahwa persepsi kegunaan dari gateway pembayaran mempengaruhi sikap seseorang terhadap penggunaan gateway pembayaran. H2: Perceived Ease of Use - Attribute Toward Payment Gateway Hipotesis ini menunjukkan bahwa semakin mudah sebuah gateway pembayaran digunakan, semakin positif sikap pengguna terhadap gateway tersebut. H3: Security - Attribute Toward Payment Gateway Keamanan dalam menggunakan gateway pembayaran berhubungan positif dengan sikap pengguna terhadap gateway tersebut. H4: Trust - Attribute Toward Payment Gateway Tingkat kepercayaan pengguna terhadap gateway pembayaran akan memperkuat sikap positif pengguna. H5: Facilitating Conditions - Attribute Toward Payment Gateway Fasilitas pendukung seperti infrastruktur yang memadai mempengaruhi sikap pengguna terhadap penggunaan gateway pembayaran. H6: Lifestyle Compatibility - Attribute Toward Payment Gateway Kesesuaian gateway pembayaran dengan gaya hidup pengguna akan meningkatkan sikap positif terhadap penggunaan gateway tersebut. H7: Attribute Toward Payment Gateway - Intention to Adopt Payment Gateway Sikap positif pengguna terhadap gateway pembayaran akan meningkatkan niat mereka untuk mengadopsinya. Hubungan antar variabel diuji menggunakan pendekatan kuantitatif, yang dijelaskan lebih rinci dalam hipotesis penelitian. Gambar 2. Diagram Hipotesis 3 Research Variable Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data kuantitatif yang disusun dalam format Google Form dengan skala Likert 1-5, di mana angka 1 menunjukkan "Sangat Tidak Setuju" dan angka 5 menunjukkan "Sangat Setuju. " Kuesioner dirancang kepada pengusaha umkm di batam untuk mengukur delapan variabel utama berdasarkan model TAM dan UTAUT, yaitu Perceived Ease of Use. Setiap variabel dijabarkan dalam beberapa pernyataan spesifik yang relevan dengan penggunaan payment gateway dalam e-business. Responden diminta untuk menilai sejauh mana mereka setuju atau tidak setuju terhadap pernyataan yang disajikan, seperti kemudahan penggunaan, manfaat yang dirasakan, tingkat keamanan, kepercayaan terhadap penyedia layanan, hingga niat mereka untuk terus menggunakan payment gateway. Data yang terkumpul dari kuesioner ini akan Progresif: Vol. No. Februari 2025: 377-387 Progresif e-ISSN: 2685-0877 dianalisis menggunakan perangkat lunak SmartPLS untuk mengevaluasi hubungan antara variabel-variabel penelitian. Tabel 1. Pertanyaan Hipotesis Variabel Pertanyaan Perceived Ease of Use Payment gateway mudah digunakan oleh tim di e-business saya. Saya tidak memerlukan banyak pelatihan untuk memahami cara kerja payment gateway. Fitur-fitur yang ditawarkan payment gateway mudah diakses dan dimanfaatkan. Perceived Usefulness Payment gateway mempercepat proses pembayaran pelanggan. Implementasi payment gateway meningkatkan efisiensi operasional di bisnis saya. Saya merasa payment gateway mendukung peningkatan produktivitas bisnis. Security Saya merasa yakin bahwa payment gateway melindungi data pelanggan dengan baik. Sistem keamanan payment gateway dapat mencegah risiko penipuan dalam transaksi. Keamanan yang ditawarkan oleh payment gateway memberikan rasa percaya kepada pelanggan saya. Trust Saya percaya pada penyedia payment gateway yang digunakan dalam e-business Pelanggan saya merasa percaya untuk Kepercayaan pelanggan terhadap payment gateway meningkatkan jumlah transaks Facilitating Conditions Infrastruktur Batam mendukung penggunaan payment gateway secara optimal. Penyedia payment gateway memberikan layanan dukungan teknis yang responsif. Saya memiliki sumber daya yang cukup untuk mengintegrasikan payment gateway dalam sistem bisnis. Lifestyle Compatibility Payment gateway sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang mengutamakan transaksi Pelanggan menggunakan payment gateway sebagai metode pembayaran. Payment gateway membantu bisnis saya untuk lebih relevan dengan tren gaya hidup digital. Attitude Gateway Toward Payment 1. Saya memilik pandangan positif terhadap penggunaan payment gateway dalam bisnis. Payment gateway membantu meningkatkan Analisis Dampak Implementasi Payment Gateway TerhadapA. Muhammad Dody F. e-ISSN: 2685-0877 Variabel Pertanyaan kualitas pelayanan bisnis saya. Saya merekomendasikan penggunaan payment gateway kepada pelaku usaha lain. Intention to Adopt Payment 1. Saya berencana untuk terus menggunakan Gateway (Niat Menggunakan payment gateway dalam e-business saya. Payment Gatewa. Saya akan mencari solusi baru untuk meningkatkan kinerja payment gateway. Saya yakin penggunaan payment gateway akan menjadi bagian penting dari strategi bisnis saya di masa depan. 4 Karakteristik Responden Dalam penelitian ini terdapat 108 responden dan dibagi berdasarkan kategori seperti di bawah ini. Tabel 2. Karakteristik Responden Keterangan Persentase % Usia 25-35tahun 36 Keatas Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Hasil dan Pembahasan 1 Hasil Analisis Outer Model Berikut uji validitas konvergen yang dilalui melalui uji factor loading. Tabel 3. Uji Outer Loading Outer Indikator Keterangan Loading PE1 PE2 PE3 PU1 PU2 PU3 SCT1 SCT2 SCT3 Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima TST1 Diterima TST2 Diterima TST3 Diterima FC1 Diterima FC2 Diterima Progresif: Vol. No. Februari 2025: 377-387 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Indikator Outer Loading Keterangan FC3 Diterima LC1 Diterima LC2 Diterima LC3 Diterima ATPG1 Diterima ATPG2 Diterima ATPG3 Diterima IAPG1 Diterima IAPG2 Diterima IAPG3 Diterima Tabel 3 menunjukkan bahwa setiap indikator memiliki kontribusi yang kuat dalam mengukur konstruknya masing-masing dikarenakan Nilai Outer Loading yang tinggi . ata-rata di Tabel 4. Hasil Average Variabel Behavioral Intention (BI) Effort Expectancy (EE) Facilitating Condition (FC) Habit (HT) Hedonic Motivation (HM) Performance Expectancy (PE) Social Influence (SI) Use Behavior (UB) AVE Keterangan Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Tabel 4 menunjukkan terhadap semua variabel yang memiliki nilai AVE > 0. 5, yang berarti masing-masing konstruk memiliki tingkat validitas konvergen yang sangat baik. Tabel 5. Hasil Cross Loading ATPG IAPG SCT TST ATPG1 ATPG2 ATPG3 FC1 FC2 FC3 IAPG1 IAPG2 IAPG3 LC1 Analisis Dampak Implementasi Payment Gateway TerhadapA. Muhammad Dody F. e-ISSN: 2685-0877 ATPG IAPG SCT TST LC2 LC3 PE1 PE2 PE3 PU1 PU2 PU3 SCT1 SCT2 SCT3 TST1 TST2 TST3 Tabel 5 menunjukkan setiap indikator memiliki loading tertinggi pada konstruknya, memenuhi validitas diskriminan, dengan contoh ATPG1 . lebih tinggi dibanding FC . dan IAPG . Tabel 6. Hasil Composite Reliability Variabel Composite Reliability Keterangan Perceived Ease of Use (PE) Diterima Perceived Usefulness (PU) Diterima Security (SCT) Diterima Trust (TST) Diterima Facilitating Conditions (FC) Diterima Lifestyle Compatibility (LC) Attitude Toward Payment Gateway (ATPG) Intention Adopt Payment Gateway (IAPG) Diterima Diterima Diterima Hasil analisis Composite Reliability menunjukkan semua variabel memiliki nilai di atas 0. 906Ae0. , mengindikasikan konsistensi internal yang kuat dan reliabilitas tinggi, sehingga model ini dapat diandalkan untuk analisis lebih lanjut. 2 Inner Model Analysis Results Tabel 7. Hasil R Square & Q Square Variabel Endogen Keterangan Attitude Toward Payment Gateway (ATPG) Moderat Intention to Adopt Payment Gateway (IAPG) Moderat Hasil analisis RA dan QA menunjukkan ATPG (RA: 0. QA: 0. dan IAPG (RA: 0. QA: memiliki prediktabilitas yang baik, sehingga model layak untuk analisis lebih lanjut. Progresif: Vol. No. Februari 2025: 377-387 Progresif e-ISSN: 2685-0877 3 Analysis Result Fornell-larcker Hasil analisis Fornell-Larcker Criterion menunjukkan bahwa nilai korelasi akar kuadrat Average Variance Extracted (AVE) dari setiap konstruk . ilai yang dicetak teba. lebih tinggi dibandingkan dengan korelasi antar konstruk lainnya di baris yang sama, yang menandakan bahwa model memenuhi kriteria validitas diskriminan. Selain itu, variabel Use Behavior (UB) memiliki nilai tertinggi dibandingkan dengan semua variabel lain di barisnya, yang menunjukkan bahwa variabel ini memiliki diskriminasi yang sangat baik dalam model. Dengan demikian, hasil ini mengonfirmasi bahwa setiap konstruk dalam model memiliki perbedaan yang jelas satu sama lain, sehingga dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut dengan validitas yang kuat. Tabel 8. Aanalisis Fornell-Larcker Criterion Behavioral Intention (BI) Effort Expectancy (EE) Facilitating Condition (FC) Habit (HT) Hedonic Motivati on (HM) Performance Expectancy (PE) Social Influence (SI) Perceived Ease of Use (PE) Perceived Usefulness (PU) Security (SCT) Trust (TST) Facilitating Conditions (FC) Lifestyle Compatibility (LC) Attitude Toward Payment Gateway (ATPG) Intention Adopt Payment Gateway (IAPG) Use Behavior (UB) 4 Discussion