Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 496-507 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Implementasi Pembiasaan Shalat Dhuha untuk Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik Dalam Pembentukan Karakter Religius pada Kelas V di MI MathlaAoul Anwar Kota Bogor Nabila Rahma Agustin1. Salati Asmahasanah2 . Putri Ria Angelina3 1,2Universitas Ibn Khaldun Bogor biyahnabila25@gmail. com1, salati@fai. uika_bogor. id2, putri@uika_bogor. ABSTRACT This thesis aims to find out, the Implementation of the Habit of Dhuha Prayer in Forming the Religious Character of Class V MI Mathla'ul Anwar Bogor Students. The Impact of the Implementation of Dhuha Prayer Habits in Forming the Religious Character of Class V MI Mathla'ul Anwar Bogor Students. This research uses a qualitative approach that is descriptive. Held from 1 January 2023 to 20 February 2023. The research location is at MI Marhla'ul Anwar Bogor. In the data collection procedure the authors use observation techniques, interview techniques and documentation techniques. Meanwhile, in data analysis, the researcher uses data collection, data reduction, data presentation and draws conclusions. The results of this study found that. Implementation of the habituation of the Dhuha Prayer was carried out before the learning process began, every day except Monday because there was a flag ceremony, where the Dhuha Prayer was held in the school field, from 07:00 to 07:30, while the background and purpose of the Dhuha Prayer as a superior program which is the hallmark of the school in providing positive refraction to students. The impact of the implementation of the habituation of the Dhuha Prayer in the formation of the religious character of students in class V MI Mathla'ul Anwar Bogor. Responsible, that is, when the time for prayer arrives, they no longer need to be ordered and ordered again in this matter, giving rise to the nature of responsibility in themselves in worship and learning in class. Keywords : habituation,dhuha prayer religious character. ABSTRAK Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui. Implementasi Pembiasaan Shalat Dhuha dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik kelas V MI MathlaAoul AnwarBogor. Dampak Implementasi Pembiasaan Shalat Dhuha dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Kelas V MI MathlaAoul Anwar Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Dilaksanakan sejak 1 januari 2023 sampai 20 februari Adapun lokasi penelitian yaitu di MI MarhlaAoul Anwar Bogor. Dalam prosedur pengumpulan data penulis menggunakan Teknik observasi, teknik wawancara dan teknik Sedangkan dalam analisis data peneliti menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini ditemukan Implementasi pembiasaan Shalat Dhuha dilaksanakan sebelum proses pembelajaran dimulai, setiap hari kecuali dihari senin karena terdapat kegiatan upacara bendera, tempat Shalat Dhuha dilaksanakan di Lapangan sekolah, pada pukul 07:30 sampai dengan pukul 08:00, adapun latar belakang dan tujuan pembiasaan Shalat Dhuha yaitu sebagai perogram unggulan yang menjadi ciri khas sekolah dalam memberikan pembiasan yang positif terhadap peserta didik. Dampak implementasi pembiasaan Shalat Dhuha dalam pembentukan karakter religius peserta didik kelas V MI MathlaAoul Anwar Bogor. Bertanggung 496 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 496-507 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Jawab yakni saat waktu shalat tiba mereka sudah tidak perlu lagi di perintahkan serta di suruh lahgi dalam hal tersebut, sehingga menimbulkan sifat tanggung jawab pada dirinya dalam peribadahan maupun pembelajaran di kelas . Kata kunci : pembiasaan, shalat dhuha karakter religius. PENDAHULUAN Shalat merupakan salat satu aspek dari ajaran islam secara keseluruhan. kandungan dari shalat tidak terlepas dari tujuan hidup manusia, yaitu untuk mencapai pribadi-pribadi hamba Allah SWT yang selalu beriman dan bertakwa kepadanya-Nya dan manusia itu tidak bisa terlepas dari hidip manusia di akhirat, bahkan lebih dari itu corak hidup manusia di dunia ini merupakan corak hidupnya di Ibadah shalat mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi perilaku manusia, apalagi jika dilakukan dengan khusyu atau sungguh-sungguh dan hanya ingin mengharapkan ridho Allah SWT. Jika manusia melakukan ibadah shalat seperti itun maka akan merubah perilaku yang awalnya negatif akan menjadi positif. Kemudian dia akan merasa segala aktifitas yang dilakukanya akan terasa bahwa dia sedang diawasi dan diperhatikan oleh Allah SWT. Kepribadian yang ada dalam diri seseorang akan senantiasa di bentuk. Akan tetapi proses dalam pembentukannya itu tidak semudah membalikan telapak tangan. Shalat merupakan salah satu cara atau sarana dalam membentuk kepribadian seseorang, yaitu manusia yang bercirikan disiplin, taat pada waktu, bekerja keras, bertanggung jawab, mencintai kebersihan, senantiasa berkata yang baik, dan membentuk pribadi yang lebih baik lagi. Karena shalat adalah kegiatan harian, mingguan, bulanan atau tahunan (Sento Haryanto, 2007:. Perintah Allah SWT yaitu melaksankan ibadah shalat baik shalat lima waktu maupun Shalat sunnah sebagai penyempurna dari shalat yang wajib. Dengan adanya shalat sunnah manusia dapat menyempurnahkan amal ibadahnya. Manusia diharapkan memperbanyak amalannya. Selain amalan yang wajib, yang sunnah pun diharapkan dilakukan. Sholat sunnah dhuha merupakan salah satu shalat di antara shalat-shalat sunnah yang di anjurkan Rasulullah SAW. Karena Rasulullah adalah suri tauladan bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah SWT. Berdasarkan firman Allah SWT dalam ( Q. Al-Ahzab ayat . e AcEE aO eE aO eO aIA AcEE aE aO UeA a AO a eaO aE NA a AeEa a aOaE aa NA a AIaU acaE aI eI EaIa Oae aO NA a AcEE a aeO U aA e AEaCae EaIa EaEa eI a Artinya : Sungguh, telah ada pada . Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu . bagi orang yang mengharap . Allah dan . hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah SWT. Dari ayat di atas bahwa Rasulullah adalah teladan terbaik yang harus diikuti oleh orang-orang beriman, sebagaimana orang-orang beriman menyakini bahwa salah satunya jalan untuk selamat dunia dan akhirat hanya dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Mulai dari kebiasaan Rasulullah SAW mengerjakan shalat dhuha, cara makan, bergaul dan lain sebagainya, yang bisa kita jadikan contoh untuk diaplikasikan pada diri pribadi dari masa kanak-kanak hingga anak remaja sedini 497 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 496-507 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Terkhusus usia anak Madrasah Ibtidaiya (MI) lebih rentan terpengaruh oleh perkembangan zaman, karena secara psikologi usianya telah memasuki masa remaja, dimana pada usianya ini mereka akan mengalami keresahan dalam mencari jati diri. Jika peningkatan psikologis kaum remaja tidak diikuti dengan pengaturan yang ketat, hasilnya akan berbahaya. Peran agama dalam peningkatan mental remaja sangat Sehingga harus dibekali dengan pengetahuan agama yang cukup dan di arahkan ke pada hal positif agar emosi yang ada pada dirinya dapat terkontrol oleh aturan, apalagi zaman smeakin berkembang dan semakincanggih teknolgi semakin maju, banyaknya pengarung terhadap anak dalam dunia pendidikan, halnya seperti gadget yang semua manusia mengunakan teknologi tersebut, tak lagi orang dewasa anak-anakpun sudah terpengauhi dengan gadget yang penuh banyak games Untuk itu dalam penggunaan gadget untuk bermain games online tetap pemantauaan orang tua. Orang tua juga harus bekerja sama dengan guru di sekolah, jika tidak hanya mengontrol anak di dalam rumah tetap mendapatkan pengawasan. Hal ini bukanlah suatu yang mudah untuk orang tua dan guru. Ditengah pesatnya kemajuan teknologi ini merupakan tantangan yang akan ditemui dalam penggunaan games online pada gadget (Darmawan et al. ,2. Haltersebut menjadi tantangan besar untuk manusia menyikapinya, maka dari itu pendidikan adalah alat dalam menjawab akan dampak-dampak negatif tersebut, terkhususnya Pendidikan Agama Islam, yang lebih khusus dalam meluruskan dan menjaga kehidupan manusia. Untuk menanamkan kesadaran beragama pada siswa, salah satu karakter harus ada pada saat ini. Karakter ini menanamkan keyakinan bahwa Tuhan ada sebagai pencipta dan pemilik ciptaan. Ia juga menekankan hubungan antara manusia dan ciptaan sebagai hamba. Dengan membiasakan siswa dan guru untuk rutin melaksanakan shalat Dhuha di sekolah, maka kesadaran beragama dapat Kebiasaan melaksanakan shalat dhuha sebelum kegiatan belajar mengajar merupakan upaya mewujudkan fondasi anak peserta didik lebih disiplin lagi dengan waktu agar anak anak datang kesekolah tidak terlambat lagi, dan agar jera dengan kegiatan yang sudsah di buat oleh sekolah agar anak tiak mengulangnya kembali, serta terbiasa bertanggung jawab dalam beribadah sejak usia remajanya agar saat tumbuh dewasa anak anak sudah terbiasa bahkan sudah tidak disuruh suruh lagi dengan orang tuanya ataupun gurunya dalam melakukan shalat dhuha dan peribadahan lainya. Hal tersbut penerapan kebiasaan anak serta disiplin akan terbiasa seiring berjalanya waktu, dan tertananya pada diri pesrtadidik dalam bertanggung jawab dalam hal hal tersebut. Namun realita di era modern ini, kegiatan Shalat dhuha jarang kita jumpai, apalagi di lingkungan sekitar kita. tidak begitu menerapkan kegiatan tersebut selain melaksanakan di rumah masing masing kalo bukan selain di lingkungan sekolah dimana lagi , memang shalat ini termasuk Sunnah , namun tanpa kita sadari Shalat Dhuha ini sangat banyak manfaatnya bagi kitaa yaitu , membuka pintu rezeki, cara cepat mendapatkan keuntungan atau hal hal kebaikan, shalat dhuha adalah sedekah paling baikn dan bahkan shlat dhuha adalah penggur dosa dosa manusiaa, dan masih banyak lainya. Namun ada beberapa lembaga formal yang mengadakan kegiatankegiatan religius seperti shalat jumAoat berjamaah, shalat duhur berjamaah, membaca 498 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 496-507 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. asmaul husna, bahkan Shalat dhuha. Salah satu lembaga tersebut yakni di MI MathlaAoul Anwar Kota Bogor. Disekolah tersebut menerapkan kegiatan Shalat dhuha sebagai rutinitas tiap hari dalam membentuk karakter religus peserta didik. Bersenang-senang atau produktif terhadap aktifitas selain dari pada pembelajaran ketika berada dilingkungan sekolah bukan pencapaian pendidikan yang guru maupun sekolah ingin capai. Tugas dan kewajiban guru tidak hanya tidak hanya memberikan dan menyampaikan pengenetahuan sajah akan tetapi dengan Karna pendididkan agama isalam memiliki karakteristik gabungan sebagai kehidupan di dunia dan akhirat ketika sehingga membuat rencana studi PAI harus berbeda dengan disiplin ilmu lainya(Hidayat & SyafeAoi 2. Peneliti mengatakan demikian karena ketika observasi disekolah, hasil observasi menunjukan adanya indikasi pembiasaan shalat dhuha untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik dalam pembentukan karakter raligius pada peserta didik, hal ini dibuktikan berdasarkan wawancara dengan bapak C. mengantakan bahwasanya kurangnya kesadaran peserta didik dalam bidang keagamaan salah satunya melakukan shalat dhuha serta kedisiplinan pada siswa, hal ini membuat peserta didik masih adanya beberapa yang masih terlambat datang kesekolah serta kurangnya ketertiban. Berdasarkan fenomena tersebut, membangkitkan kembali intensitas siswa tetang pentingnya shalat dhuha maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dan membahasnya dengan judul AuImplementasi Shalat Dhuha Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik Dalam Pembentukan Karakter Religius Pada Kelas V Di MI MathlaAoul Anwar Kota BogorAy. Guna mengatasi permasalahan yang terjadi dilingkungan sekolah terutama dalam pembiasaan shalat dhuha. METODE PENELITIAN Menurut Chonny metode peneliti adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilaksanakan dengan bertahapan dimulai dari penentuan topik, pengumpulan data serta analisis data sehingga kemudian memperoleh suatu pemahaman atas topik, isu atau gejala tertentu (Semiawan, 2. Sedanglkan metode kualitatif yaitu merupakan jenis peneliti yang dalam temuan-tenuannya tidak didapati melalui prosedur statistik atau hitungan melainkan melalui pemahaman (Gunawan, 2. Dalam Penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan penelitian studi kasus . ase stud. , merupakan metode untuk mengumpulkan dan menganalisis data suatu kasus tertentu. Studi kasus dipusatkan pada mengkaji kondisi, atau suatu Penelitian studi kasus ini memfokuskan diri secara mendalam terhadap beberapa permasalahan yang menjadi sasaran yaitu dengan cara mempelajari kasus tersebut (Muhyani, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu unit sosial, individu, kelompok dan masyarakat (Suryabrata, 2013:. Sehingga peneliti bisa melakukan penelitian ini secara langsung di lapangan agar mengetahui bagaimana implementasi pembiasaan Shalat Dhuha Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik Dalam Pembentukan karakter Religius Pada Kelas V Di MI MathlaAoul Anwar Kota Bogor. 499 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 496-507 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. TINJAUAN LITERATUR Impelementasi Kata implementasi diartikan sebagai suatu pelaksanan, penerapan, dimana kedua kata ini merupakan bentuk tentang hal yang disepakati dulu. Sebagaimana yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata implementasi berarti Sedangkan kata mengimplementasikan berati melaksanakan atau Jadi dari pengertian tersebut dapat kita simpulkan implementasi adalah suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang telah disusun secara matang dan teperinci (Pesha, 2021:. Menurut Browne dan Wildavsky, dalam Firdianti . mengemukakan bahwa implementasi merupakan perluasan dari kegiatan yang salaing menyesuaikan. Menurut Nurdin yang dikutip oleh Halamik. Pembahasan Menurut Squire dalam Sumiati . , pembiasaan atau . adalah perilaku yang terus menerus, berulang, baik motorik maupun kognitif yang disebabkan oleh faktor eksternal dan internal, dan pada akhirnya pengawasan berjalan secara otomatis. Dapat kita simpulkan bahwa pembiasaan adalah proses yang berulang-ulang untuk membiasakan individu dalam berperilaku, bertindak dan berpikir secara benar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pembiasaan merupakan cara yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral kedalam jiwa anak. Nilai-nilai yang tertanam dalam dirinya kemudian akan termanifestasikan dalam kehidupannya semenjak ia mulai melangkah keusia remaja dan dewasa. Oleh karena itu, pedekatan pembiasaan sesungguhnya sangat efektif dalam menanamkan nilai-nilai positif kedalam diri peserta didik, baik dalam aspek kognitif, afektif, psikomotorik. Selain itu pendekatan pembiasaan juga dinilai sangat efisien dalam mengubah kebiasaan negatif menjadi positif (Arief, 2012:. Disiplin Disiplin merupakan kunci sukses bagi kegiatan belajar siswa di sekolah, karena dengan disiplin maka setiap siswa akan menimbulkan rasa nyaman serta aman belajar bagi dirinya sendiri. Disiplin tentu tidak akan muncul begitu saja pada diri siswa tanpa adanya peraturan yang efektif yang di bentuk oleh pihak guru sekolah, melalui penegakan peraturan yang berupa tata tertib sekolah secara baik dan tata tertib merupakan sebuah peraturan yang di buat oleh pihak sekolah kepda siswa agar lingkungan di sekolah aman dan tertib serta displin. Kedisiplinan yang baik melakukan kedisiplinan walaupun kecil namun harus dilakukan secara terusmenerus karena dengan dilakukan secara terus-menerus maka hasil dari kedisiplinan tersebut akan membuahkan hasil nyata yang akan terlihat di masa yang akan dating (B. Uno, 2008:. Shalat Dhuha Shalat sunnah dhuha ialah shalat sunnah dua rakaat atau lebih, sebanyakbanyaknya dua belas rakaat. Shalat ini dikerjakan dimulai ketika matahari meninggi setinggi ujung tombak. ukul delapan pag. dan berakhir ketika matahari ketika 500 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 496-507 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. bergeser dari tengah langit . aktu dzuhu. abiq, 2. Bahwa banyak sekali keutamaan shalat dhuha yang sangant penting bagi diri manusia tertuma dalam meningkatkan keimanan dan meningkatkan kepribadiaan diri kepada akhlak yang Akan tetapu masih banyak kendala yang di hadapi, seperti masih banyaknya diantara manusia yang belum memahami betapa penytinya shalat dhuha bagi diri dan Shalat dhuha juga merupakan ibadah yang sangat dianjurkan sebagai bentuk ibadah rutin setiap harinya. Hal ini karna ibadah ini masuk dalam daftar nasehat Nabi Muhammad SAW kepada sahabatny, yaitu Abu Hurairah. Sesuatu yang menjadi wasiat . (Cahyo, 2012, ) Karakter Religius Secara umum karakter dimaknai sebagai akhlak, meskipun dalam beberapa pendapat secara mendasar akhlak sangat jauh berbeda dengan karakter, namun demikian ketika memaknai karakter ataupun akhlak dalam pandangan para pakar berbeda-beda akan tetapi intinya tetap sama yaitu tentang prilaku dan perbuatan Jika akhlak dimaknai bersumberkan sedangkan karakter lebih dilihat dari konstitusi, masyarakat dan keluarga (Dahlan, 2017:. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembentukan Kedisiplinan Peserta didik Disiplin adalah perilaku dan tata tertib yang sesuai dengan pertutan dan ketetapan, atau perilaku yang di peroleh dari pelatihan diri secara terus menerus sehingga menjadi hal terbiasa. Disiplin yaitu mencakup pengajaran, bimbingan atau dorongan yang dilakukan oleh orang tua atau guru dengan tujuannya menolong anak belajar untuk hidup sebagai makhluk sosial dan untuk mencapai pertumbuhan serta perkembangan mereka yang optimal. Penanaman disiplin yang dilakukan sejak dini akan lebih mempermudah orang tua ketika anak-anak melakukan penyimpangan kelak dikemudian hari. Apabila semenjak usia dini kedisiplinan sudah menjadi kebutuhan maka dapat diramalkan pada masa dewasa mereka akan selalu berdisiplin (Ihsani dkk, 2018:. Disiplin dalam pembiasaan kegiatan shalat dhuha di MI MathlaAoul Anwar ini meruipakan bentuk hentakan pada peserts didik sehingga membuat peserta didik tertib dalam melaksanakan atau sedang mengerjakan suatu geiatan yanag ada pada lingkungan sekolah, seperti pada kegiatan shalat dhuha ini adanya suatu kegiatan shalat dhuha ini membuat pserta didik MI MthkaAoul Anwar mayoritasnya sudah tak ada lagi peserta didik terlambat datang kesekolah sejak kegitan shalat dhuha ini di laksanakan pukul 07:30, serta disiplin dalam membawa peralatan peribdahan dari rumah masing-masing dan peserta didik dianjurkan sudah berwudhu dari rumahnya, sehingga hal ini tak lagi memakan waktu dengan fasilitas kamarmandi yang begitu seadanya membuat peserta didik harus mengantri berwudhu jika tidak diperintahkan berwudhu di rumah membuat borosnya wkatu kegiatan shalat dhuha. Di katakan hasil wawancarab oleh wali kelas V MI MathlaAoul Anwar yaitu bapak L. M . AuDibuatnya penekanan pada peserta diidk membuat banyaknya perubahan pada peserta didik di lingkungan sekolah, sangat jauh berbeda ketika kegiatan shalat dhuha 501 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 496-507 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. di laksanakan di awkatu jam istrirahat yang situasi pelakanaan kegiatan ini sangat berantakan menimbulnya kurangnya kedisiplinan pada peserta didiki, maka dari itu di buatlah perubhan dan peraturan pada kesepakatam guru unutuk kegiatan shalat dhuha ini agar tertib, disiplin dan tetap berjalan dengan baik, perubahan ini membawa peserta didik benar-benar menerapkan kedisiplinan yang telah sekolah buat, tak lagi adanya peserta didik yang datang terlambat di sekolah semenjak kegiatan shalat dhuah diadakan pukul 07:30 dan perihal berwudhu mereka sudah siap dari rumah kesekoalh sudah mempunyai wudhu hal ini membuat peserta didik tak lagi mengantri panjang di sekolah untuk berwdhuAoAo (L. /wawancara/. Pembentukan Karakter Religius Dasar Pendidikan karakter religius adalah agama, karena agama mengandung pelajaran tentang berbagai nilai luhur dan mulia bagi manusia untuk mencapai harkat dan martabat kemanusiaan. Selain itu banyak dianjurkan untuk melakukan prilaku kebaikan dan meninggalkan segala yang tidak baik atau bertentangan dengan moral, maka agama memiliki peranan yang sangat penting dalam Pendidikan karakter terutama karakter religius (Rubini, 2022: . Sekolah Madrasah Ibtidaiyah tidak terlepas dari ajaran agama Islam, dengan begitu peserta didik yang bersekolah dilembaga pendidikan berbasis Islam tentulah harus mendapatkan pendidikan agama yang cukup. Salah satu upaya yang disususn oleh MI MathlaAoul Anwar Bogor agar peserta didik mendapatakan pendidikan agama yang berkualitas yaitu dengan cara menanamkan nilai-nilai agama yang sesuai dengan ajara Islam yang disusun dalam bentuk pembinaan dan pembiasaan. Seorang anak yang terbiasa mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dapat diantisipasi di kemudian hari untuk menjadi seorang muslim yang taat serta selalu terbiasa dengan perintah allah yaitu peribadahanya. Penyesuaian yang dilakukan sejak dini akan membawa semangat dan berubah menjadi kecenderungan yang tak terpisahkan dari karakternya. Dan dikatakan pula oleh ibu SM Sebagai guru Agama sebagai berikut AuProgram pembiasaan Shalat Dhuha bertujuan untuk membentuk karakter yang Islami pada diri peserta didik, dimana mereka bisa lebih terbiasa serta bertanggung jawab dalam peribadahan terkhusus pada era modern ini perlu adanya pembinaan dan pembiasaan positif yang dapat membentengi mereka dari hal-hal yang tidak diinginkan. Ay (RA/Wawancara/. Adapun inidikator Karakter Religius yang peserta didik dapat miki di dirinya sendiri yaitu, taat kepada Allah SWT. Sabar, bertanggung Jawab, ikhlas. Sikap keepat tersebut yang perlu dimiliki pada sisiwa setelah mengimplementasikan kegiatan shalat dhuha, bahkan saat ini seitung berjalanya waktu peserta didik MI MathlaAoul Anwar sudah menguasai sikap tersebut den mengimplementasinya taiknahya di kegiatan shalat dhuha sajah. Adapun implementasi pembiasaan Shalat Dhuha serta Dampak implementasi Shlat Dhuha pada MI MathlaAoul anwar Bogor. 502 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 496-507 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Implementasi Pembiasaan Shalat Dhuha Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Kelas V MI MathlaAoul Anwar Bogor. Untuk mengetahui implementasi pembiasaan Shalat Dhuha dan juga bagaimana karakter religius peserta didik yang merupakan dampak dari pembiasaan Sholat Dhuha di MI MathlaAoul Anwar Bogor, maka peneliti akan menguraikan datadata yang berasal dari hasil dokumentasi, observasi dan wawancara bersama guru juga bePembiasaan merupakan tindakan yang dilakukan secara sengaja oleh seseorang berulang-ulang sampai menjadi suatu kebiasaan. Pembiasaan yang baik dan bermanfaat perlu dilakukan oleh sekolah guna mencentak pribadi yang bermoral dan berakhlak. Banyak pembiasaan-pembiasaan yang baik misalnya, dalam bidang keagamaan yakni pembiasaan Shalat Dhuha. Pembiasaan Shalat Dhuha sendiri sudah menjadi program pembiasaan dalam bidang keagamaan di MI MathlaAoul Anwar bogor. Hal ini sikatakan oelah bapak CA . AuHal yang melatar belakangi adanya pembiasaan Shalat Dhuha di MI MathlaAoul Anwar ini adalah, sebagaimana kita ketahui untuk tingkatan sekolah formal MI itu tentunya mendapatkan pembelajaran yang sama, namun untuk MI MathlaAoul Anwar ini tentunya menginginkan sesuatu hal yang berbeda yang menjadi ciri khas dari sekolah kita ini, yaitu terdapat kegiatan agama yang lebih khusus atau lebih dikenal oleh masyarakat sekolah MI itu lebih cenderung benyak kegiatan keagamaan yang baik. Karena tidak sedikit orang tua yang menyekolahkan anaknya mengharapkan putra putrinya mendapatkan pendidikan agama yang baik. Ay (CA/Wawancara /. Pembiasaan merupakan tindakan yang dilakukan secara sengaja oleh seseorang berulang-ulang sampai menjadi suatu kebiasaan. Pembiasaan yang baik dan bermanfaat perlu dilakukan oleh sekolah guna mencentak pribadi yang bermoral dan berakhlak. Banyak pembiasaan-pembiasaan yang baik misalnya, dalam bidang keagamaan yakni pembiasaan Shalat Dhuha. Pembiasaan Shalat Dhuha sendiri sudah menjadi program pembiasaan dalam bidang keagamaan di MI MathlaAoul Anwar bogor sejak dahulu. Implementasi pembiasaan Shalat Dhuha ini sudah dilaksanakan sejak awal berdirinya MI MathlaAoul Anwar. Namun, pada awalnya kegiatan Shalat Dhuha ini dilaksanakan didepan teras kels dan laksanakan pada jam istirahat yaitu pukul 09:30, agar pembiasaan Shalat Dhuha dapat dilaksanakan dengan serentak dan berjalan optimal serta tertib maka tempat dan waktu kegiatan Shalat Dhuha mengalami perubahan yang awalnya dilaksanakan didepan teras kelas dan waktunya pukul 09:30 pada waktu jam istirahat, menjadi di lapangan pada pagi hari setalah anak anak baris pukul 07:30 secara bersama-sama. adanya pembiasaan keagamaan terkhusus Shalat Dhuha di MI MathlaAoul Anwar Bogor adalah sebagai suatu cara sekolah dalam menanamkan kebiasaan yang baik bagi siswa dalam penanaman nilai-nilai ajaran Islam. Sehingga, menjadi ciri khas dan nilai plus yang membuat masyarakat memiliki penilaian yang baik untuk mempercayakan putra putrinya menempuh pendidikan di MI MathlaAoul Anwar Bogor. Dikatakan oleh bapak CA Wakil kurikulum MI MathlaAoul Anwar. Aukegiatan Shalat Dhuha ini memang sudah ada sejak dari awal namun tidak berjalan terlalu lancar atau belum kondusif, waktu lalu shalat dhuha ini dilaksanakan 503 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 496-507 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. berjamaah diteras pinggir kelas pada jam istirahat pukul 09 : 30, namun sekarang sudah di ubah dengan perkembangan kondisi mejadi pagi hari kegiatan shalat dhuha tersebut dengan dilaksanakan secara berjamaah di lapangan pada pukul 07 : 30 dipimpin Oleh Guru. Ay (CA/wawancara/. Dapak Impelentasi Pembiasaan Shalat Dhuha Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik Dalam Peningkatan Karakter Religius Pada Kelas V Di MI MathlaAoul Anwar Bogor. Dampak merupakan pengaruh yang mendatangkan akibat baik atau positif dari hasil usaha atau pelaksanaan yang telah direncanakan untuk menuju suatu Dari hasil wawancara maka dapat dikemukakan bahwa dampak implementasi pembiasaan Shalat Dhuha dalam membentuk karakter religius peserta didik kelas V di MI MathlaAoul Anwar Bogor. Hasil wanwancara di katakan oleh ibu R. selaku guru agama. AuPembiasaan-pembiasaan ini diharapkan ketika mereka lulus dari MI MathlaAoul Anwar bisa dilanjutkan disekolah lanjutannya, karena tanpa adanya pembiasaan sesuatu hal yang baik akan sulit mereka lakukan. Oleh sebab itu kami mengharapkan apa yang kami biasakan disini menjadi kebiasaan yang melekat dan dilakukan atas dasar kesadarannya sendiri baik dirumah maupun dilingkungan sekolah yang akan datangAy. (RA/wawancara/. Adapun Dampak dari pembiasaan Shalat dhuha selain menerapkan Keseharian peserta didik dalam kegiatan ini, namun dampak selain itu mereka juga mempunyai karakter religuis kesehariannya, indikator karakter raligius yang peserta didik miiki serta tertanam pada diri peserta didik adalah sebagai berikut: Taat Kepada Allah SWT (Berakhlak karima. Yaitu terbiasa menjalankan perintah Allah SWT mulai dari kegiatan Shalat Dhuha disekolah yang di laksanakan setiap pagi hari, dengan adanya anak melakukan pembiasaan Shalat Dhuha merupakan langkah awal dalam menjalankan ketaatan pada Allah SWT, yang beriplikasi pada terbentuknya prilaku positif pada diri peserta didik dalam memiliki aklakul karimah terhadap guru yaitu dengan selalu menerapkan 5S yaitu . enyum, sapa, sopan, salam, santu. pada saat bertemu dengan guru itulah sebagian dalam menerapkan karakter religius pada diri peserta didik. Ditambah wawancara dengan ibu KM: AuKarakter anaka tentunya berbeda-beda meskipun ia mengikuti shalat dhuha, tetapi untuk yang bersungguh-sungguh dalanm mengikuti shalat dhuha tentunya akan dapat terlihat, salah satunya yaitu dibuktikan dengan ia memiliki akhlak karimah sebagaimana yang dicontohkan oleh NabiAy. (KM/wawancara/. Sabar ( dalam mengerjakan Shalat Dhuha ) Bahwa dengan adanya pembiasaan Shalat Dhuha yang dilaksanakan oleh MI MathlaAoul Anwar di setiap pagi harinya dapat mempengaruhi karakter para peserta didik dalam proses pembelajaran kesehariannya, yang dimana para peserta didik menjadi lebih bisa mengontrol emosi dirinya sehingga fokus dalam belajar dengan mereka tidak gampang terpengaruh oleh sesuatu hal yang 504 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 496-507 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. membuat proses pembelajaran menjadi tidak kondusif, seperti adanya teman yang bercanda di kelas pada saat pembelajaran berlangsung. Ikhlas . ulus dalam mengerajakan Shalat Dhuh. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan peneliti di MI MathlaAoul Anwar mengenai proses pelaksanaan pembiasaan Shalat Dhuha sudah berjalan dengan Peserta didik terlihat sangat antusias untuk melaksanakan shalat dhuha tanpa harus ada himbauan lebih yang dilakukan oleh guru. Disisi lain, kegiatan ini pun membentuk kebiasaan yang positif dimana peserta didik terbiasa melaksnakan Shalat tanpa ditegur lagi baik di lingkunga sekolah maupun di luar sekolah, mereka melakukan Shalat Dhuha tersebut atas dasar mencari Ridho Allah dan bukan perintah guru lagi. Dikatakan hasil wawancara bersma FI salah satu peserta didik kels V: AuDalam melaksanakan kegiatan Shalat Dhuha saya tidak lagi merasa terpaksa dan diniatkan semata-mata untuk ibadah, karena dengan Shalat Dhuha membuat hati tenangAy. (FI/wawancara/. Bertanggung Jawab Bahwasanya peserta didik melakukan pembiasaan Shalat Dhuha akan membuat mereka lebih terbiasa lagi dalam mengerjakan shalat dan memiliki rasa tanggung jawab dalam peribadahan sejak dini serta tidak perlu diperintahkan lagi atautidak perlu diingatkan lagi ketika suara adzan tiba, mereka langsung menuju ke musholah. Hal ini hasil wawancara perawakilan dari peserta didik kelas V yang bernama F. Auketika saya berada di luar lingkungan sekolah saya sudah tidak lagi menunggu perintah dari siapapun ketika waktu shalat tiba, karna sayang merasa sudah mempunyai sikap rasa tanggung jawab terhadap peribadahan yang telah di rumahAy. (FZ/wawancara/. Dampak dari kegiatan sekolah mengharapkan agar peserta didik mempunyai rasa tanggung jawab terhadap perintah agama serta terus menjalnakan secara terus menerus smapai nanti lulus dari sekolah ini sehingga sangant terbiasa dalam mejalankan ahl ahl positif, tahanya rasa betanggung jawab akan teatpi dari sifat ke empat di atas. Dikatakan oleh ibu RA selaku guru Al- QurAoan Hadist : AuPembiasaan-pembiasaan ini diharapkan ketika mereka lulus dari MI MathlaAoul Anwar bisa dilanjutkan disekolah lanjutannya, karena tanpa adanya pembiasaan sesuatu hal yang baik akan sulit mereka lakukan. Oleh sebab itu kami mengharapkan apa yang kami biasakan disini menjadi kebiasaan yang melekat dan dilakukan atas dasar kesadarannya sendiri baik dirumah maupun dilingkungan sekolah yang akan datangAy(R. A/wawancara/. 505 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 496-507 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. KESIMPULAN DAN SARAN Implementasi pembiasaan Shalat Dhuha ini sudah berjalan dari awal sekolah berdiri namun berbeda waktu penlaksanaanya, jika lalu dilaksanakan pada jam istirahat peserta didik, namun seiring berjalanya waktu dan melihat ada beberapa hal yang menjadi masalah maka diubahlah waktu pelaksanaan Shalat Dhuha menjadi pagi hari pukul 07:00, kegiatan ini membawa banyak perubaham pada siswa MI MathlaAoil Anwar kususnya pada kelas V, yang berbagai macam sifat anak yang berbeda beda serta banyak sekali yang belum mematuhi atau masih ada beberapa yang belum mentaati perturan sekolah denmgan adanya kegiatan Shalat Dhuha ini membukakan kesadaran peserta didik perlahan demi perlahan sehingga berjalanya waktu kursngnya bahkan mulai jarang yang melanggar peraturan, mereka sadar bahwa kegiatan Shalat Dhuha ini membawa mereka kearah kebaikan dan membawa kebiasaan yang baik, serta selalu ingan pula kepada Allah SWT. Bahwa adanya kegiatan shalat dhuha ini membawa banyak perubahan serta timulnya kedisiplinan pada peserta didik di lingkungan sekolah, tak hanya kedisiplinan serta karater religius, bahkan pembiasaan serta tanggung jawab baik perihal peribbadahan maupun bertanggung jawab dalam pembelajaran disekolah, serta peningkatan akhlak pada peserta didik meningkat jauh lebih baik dari pada seblum adanya kegiatan shalat dhuha ini di ubah waktu menjadi pagi hari. Peningkatan baiuk yang sangant berubha derastis sehingga komentar dari orang tua peserta didk membawa nama baik sekolah MI MathlaAoul Anwar Bogor ini, serta berharap kegiatan ini terus berjalan kedepanya dan terus membawa perubahan perubahan yang positif baik itu untuk sekolah maupun unutu para peserta didik MI MathlaAoul Anwar Bogor. DAFTAR PUSTAKA