Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam Vol 1. No 2, 01-04. Januari 2023 https://journal. id/index. php/Abdi-Dharma/ Penguatan Literasi Keilmuan Islam Berbasis Aswaja An-Nahdliyah bagi Muslimat NU Kecamatan Bumi Agung Marlina1. Ahmad Sodikin2 . Anggit Septya Putri 3 Universitas Nurul Huda OKU Timur E-mail: 1marlina@unuha. id, 2sodikin@unuha. id, 3anggit@gmail. Info Artikel Abstrak Article history: Available online DOI: 10. 30599/AbdiDharma. Abstrak Penguatan literasi keilmuan Islam berbasis Aswaja An-Nahdliyah bagi Muslimat NU Kecamatan Bumi Agung merupakan upaya meningkatkan pemahaman keagamaan yang moderat dan kontekstual. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan pendampingan studi kitab kuning. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah serta kemampuan dalam merespons isu-isu keagamaan secara lebih kritis dan Program ini berkontribusi dalam memperkuat identitas keagamaan yang inklusif dan preventif terhadap paham radikal. Kata kunci: Aswaja. Nahdliyah, literasi Islam. Muslimat NU How to cite (APA): Marlina. Sodikin. , & Putri. Penguatan Literasi Keilmuan Islam Berbasis Aswaja AnNahdliyah bagi Muslimat NU Kecamatan Bumi Agung. Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam 1. , 1-4. ISSN x-x Abstract Strengthening Islamic scientific literacy based on Aswaja An-Nahdliyah for Muslimat NU in Bumi Agung District is an effort to enhance moderate and contextual religious understanding. Methods used include interactive lectures, group discussions, and mentoring in classical book study. The results show an increase in participants' understanding of Aswaja AnNahdliyah values and their ability to respond to religious issues more critically and tolerantly. This program contributes to strengthening an inclusive religious identity and preventing radicalism. Keywords: Aswaja. Nahdliyah. Islamic literacy. Muslimat NU This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License PENDAHULUAN Di tengah arus globalisasi dan derasnya arus informasi digital, masyarakat Muslim di tingkat akar rumput menghadapi tantangan serius dalam mempertahankan pemahaman keagamaan yang moderat dan kontekstual. Paham-paham keagamaan yang eksklusif dan radikal kerap menyusup melalui media sosial dan forum daring, menyasar kelompok-kelompok yang memiliki literasi keagamaan rendah. Dalam konteks ini. Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi perempuan Islam terbesar di Indonesia memiliki peran strategis dalam memperkuat literasi keilmuan Islam yang berbasis tradisi Ahlussunnah wal JamaAoah An-Nahdliyah (Aswaj. Aswaja An-Nahdliyah menekankan prinsip tawasuth . , tasamuh . , tawazun . , dan iAotidal . , yang menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan beragama yang inklusif dan damai (Subaidi, 2. Data dari Lakpesdam PWNU menunjukkan bahwa literasi digital dan keagamaan di kalangan Muslimat NU masih perlu diperkuat, terutama dalam menghadapi konten keagamaan yang tidak Penguatan Literasi Keilmuan Islam Berbasis Aswaja An-Nahdliyah bagi Muslimat NU Kecamatan Bumi Agung Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam, 1. , 2023 terverifikasi di media sosial. Program literasi berbasis Aswaja yang dilakukan di berbagai daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur dan Jawa Tengah, telah menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan kemampuan warga NU dalam menyaring informasi dan merespons isu-isu keagamaan secara kritis dan bijak (Dinata, 2. Di Kecamatan Bumi Agung. Lampung, kebutuhan akan penguatan literasi keilmuan Islam semakin mendesak, mengingat tingginya aktivitas keagamaan komunitas Muslimat NU yang belum sepenuhnya terintegrasi dengan pendekatan keilmuan yang sistematis dan berbasis kitab kuning. Melalui pendekatan pelatihan campuranAitatap muka dan daringAipenguatan literasi keilmuan Islam berbasis Aswaja An-Nahdliyah diharapkan mampu membekali Muslimat NU dengan pemahaman yang mendalam, kontekstual, dan aplikatif terhadap ajaran Islam. Studi kitab kuning seperti Safinatun Najah dan TaAolimul MutaAoallim menjadi media utama dalam membangun tradisi keilmuan yang berakar pada warisan ulama salaf. Dengan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan pendampingan daring, program ini dirancang tidak hanya sebagai sarana peningkatan pengetahuan, tetapi juga sebagai laboratorium dakwah perempuan yang mampu membentuk narasi keagamaan yang moderat dan preventif terhadap radikalisme (Kasanah, 2. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama satu bulan dengan pendekatan pelatihan campuran . lended learnin. yang menggabungkan pertemuan tatap muka dan sesi daring. Tujuan utama metode ini adalah memberikan ruang pembelajaran yang fleksibel, mendalam, dan berkelanjutan bagi peserta Muslimat NU dalam memahami prinsip-prinsip Aswaja An-Nahdliyah secara kontekstual. Tahap Persiapan Koordinasi awal dilakukan dengan pengurus Muslimat NU Kecamatan Bumi Agung untuk menentukan waktu, tempat, dan peserta pelatihan. Penyusunan modul pelatihan mencakup materi Aswaja, studi kitab kuning (Safinatun Najah. TaAolimul MutaAoalli. , dan isu-isu keagamaan kontemporer. Pembuatan grup WhatsApp sebagai media komunikasi dan distribusi materi daring. Pelaksanaan Pelatihan Pertemuan Tatap Muka . Dilaksanakan di aula kantor Muslimat NU setempat. Materi: Prinsip dasar Aswaja . awasuth, tasamuh, tawazun, iAotida. , sejarah NU, dan pentingnya literasi keagamaan perempuan. Metode: Ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi studi teks klasik. Sesi Daring . : Dilaksanakan melalui Zoom dan WhatsApp Group. Materi daring meliputi: Sesi 1: Studi kitab kuning (Safinatun Naja. dan praktik pemahaman fiqh dasar. Sesi 2: Diskusi isu keagamaan kontemporer . adikalisme, toleransi, peran perempuan dalam dakwa. Sesi 3: Refleksi dan penguatan narasi keagamaan moderat di media sosial. Metode: Presentasi digital, tanya jawab interaktif, dan tugas reflektif. Evaluasi dan Tindak Lanjut Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test sederhana untuk mengukur pemahaman Umpan balik dikumpulkan melalui formulir Google dan diskusi terbuka. Dokumentasi kegiatan disusun sebagai portofolio dakwah komunitas Muslimat NU. Rekomendasi tindak lanjut berupa pembentukan kelompok kajian kitab kuning dan pelatihan lanjutan berbasis komunitas. Penguatan Literasi Keilmuan Islam Berbasis Aswaja An-Nahdliyah bagi Muslimat NU Kecamatan Bumi Agung Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam, 1. , 2023 Metode ini dirancang untuk menjawab kebutuhan literasi keagamaan perempuan NU secara praktis dan berkelanjutan. Dengan menggabungkan pendekatan tradisional dan digital, kegiatan ini memperkuat kapasitas dakwah Muslimat NU sebagai agen moderasi beragama di tingkat lokal. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan pelatihan berlangsung selama satu bulan dengan skema campuran: satu kali pertemuan tatap muka dan tiga sesi daring. Sebanyak 35 peserta Muslimat NU aktif mengikuti seluruh rangkaian Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan instrumen berisi 15 butir soal pemahaman prinsip Aswaja dan kemampuan analisis isu keagamaan. Berikut Adalah hasil hasil pre-test dan post-test pemahaman Aswaja An-Nahdliyah dari kegiatan pelatihan Muslimat NU Kecamatan Bumi Agung yang disajikan dalam grafik visual dan tabel berikut: Gambar 1. Grafik visual hasil pre-test dan post-test pemahaman Aswaja An-Nahdliyah Tabel 1. Hasil Pre-test dan Post-test Pemahaman Aswaja An-Nahdliyah Indikator Pemahaman Mengenal prinsip Aswaja . awasuth, dsb. Pre-test (%) Post-test (%) Keterangan Peningkatan Memahami kitab kuning sebagai rujukan Respons terhadap isu keagamaan kontemporer Skor rata-rata keseluruhan 4/100 1/100 Pemahaman tradisi keilmuan Lebih kritis dan Kenaikan 31. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum memiliki pemahaman yang utuh mengenai prinsip-prinsip Aswaja An-Nahdliyah. Hanya 28,6% peserta yang mampu menyebutkan dan menjelaskan prinsip seperti tawasuth . , tasamuh . , tawazun . , dan iAotidal . Selain itu, pemahaman terhadap kitab kuning sebagai sumber keilmuan Islam tradisional masih rendah, dengan hanya 34,2% peserta yang mengenalnya secara fungsional. Setelah mengikuti pelatihan selama satu bulan, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta. Post-test menunjukkan bahwa 91,4% peserta mampu menjelaskan prinsip Aswaja secara tepat dan mengaitkannya dengan praktik kehidupan sehari-hari. Pemahaman terhadap kitab kuning meningkat menjadi 85,7%, dan kemampuan merespons isu keagamaan kontemporer secara kritis dan moderat mencapai 88,3%. Kenaikan skor rata-rata dari 52,4 menjadi 84,1 menunjukkan efektivitas pendekatan pelatihan Penguatan Literasi Keilmuan Islam Berbasis Aswaja An-Nahdliyah bagi Muslimat NU Kecamatan Bumi Agung Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam, 1. , 2023 campuran . atap muka dan darin. yang digunakan. Metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan studi kitab kuning terbukti mampu membangun literasi keagamaan yang tidak hanya berbasis pengetahuan, tetapi juga keterampilan berpikir dan berdialog secara bijak. Hasil ini memperkuat temuan Subaidi . dan Kasanah . bahwa pendidikan Aswaja yang kontekstual dapat menjadi benteng moderasi beragama di tingkat komunitas. Pembahasan Peningkatan skor post-test menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan berbasis komunitas dengan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan studi kitab kuning efektif dalam membangun literasi keilmuan Islam yang moderat. Hal ini sejalan dengan temuan Kasanah . , yang menyatakan bahwa pembelajaran Aswaja yang dikemas secara kontekstual mampu membentuk sikap toleran dan kritis di kalangan peserta didik. Studi kitab kuning seperti Safinatun Najah dan TaAolimul MutaAoallim menjadi media penting dalam menghubungkan tradisi keilmuan klasik dengan tantangan modern. Peserta tidak hanya memahami teks, tetapi juga mampu mengaitkan nilai-nilai Aswaja dengan isu-isu aktual seperti radikalisme, peran perempuan dalam dakwah, dan etika bermedia sosial. Ini memperkuat gagasan bahwa literasi keagamaan bukan sekadar hafalan doktrin, melainkan keterampilan berpikir dan berdialog secara bijak (Subaidi, 2. Program ini juga menunjukkan bahwa perempuan memiliki potensi besar sebagai agen dakwah Ketika diberikan ruang belajar yang aman dan inklusif, mereka mampu membangun narasi keagamaan yang damai dan preventif terhadap paham ekstrem. Pendekatan pelatihan campuran . atap muka dan darin. terbukti fleksibel dan adaptif, terutama dalam menjangkau peserta di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses. SIMPULAN Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa penguatan literasi keilmuan Islam berbasis Aswaja An-Nahdliyah dapat secara signifikan meningkatkan pemahaman keagamaan yang moderat, kritis, dan kontekstual di kalangan Muslimat NU Kecamatan Bumi Agung. Melalui pendekatan pelatihan campuran . atap muka dan darin. , peserta mampu memahami prinsip-prinsip Aswaja secara utuh, mengakses kitab kuning sebagai sumber rujukan tradisional, serta merespons isu-isu keagamaan kontemporer dengan sikap yang inklusif dan bijak. Peningkatan skor post-test dan partisipasi aktif dalam diskusi menunjukkan bahwa metode ceramah interaktif, studi teks klasik, dan dialog komunitas merupakan strategi efektif dalam membentuk narasi keagamaan yang damai dan preventif terhadap paham radikal. Program ini layak direplikasi di wilayah lain sebagai model pemberdayaan perempuan berbasis keilmuan Islam dan moderasi beragama. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis menyampaikan terima kasih kepada PAC Muslimat NU Bumi Agung atas dukungan dan partisipasinya dalam kegiatan ini. Kegiatan PKM ini didanai oleh Universitas Nurul Huda melalui Surat Pengabdian No. 73/UNUHA. 8/Adm. U/Vi/2022 tertanggal 7 Agustus 2022 DAFTAR PUSTAKA