Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Volume 18. Nomor 1. Juni 2023: 24-32 https://jurnal. univpgri-palembang. id/index. php/ikan PERFORMA HEMATOLOGI DAN KUALITAS AIR BUDIDAYA IKAN PATIN (Pangasius sp. ) YANG DIBERI BAKTERI FOTOSINTETIK (Rhodobacter sp. dan Rhodococcus sp. Hematological Performance and Water Quality of Catfish Culture (Pangasius sp. Treated with Photosynthetic Bacteria (Rhodobacter sp. and Rhodococcus sp. Adi Suriyadin1*. Muhammad Haikal Abdurachman1. Muh. Fahruddin1. Heri Murtawan1. Muhammad Aidil Huda2 Program Studi Ilmu Perikanan. Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati. Universitas Teknologi Sumbawa Program Studi Akuakultur. Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Matauli *Corresponding author: adi. suryadin@uts. ABSTRAK Ikan Patin (Pangasius sp. ) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang bernilai ekonomis penting dalam industri perikanan budidaya. Namun proses budidaya intensif dengan padat tebar tinggi yang disertai dengan pengelolaan air yang tidak baik, dapat menurunkan kualitas air sehingga mengakibatkan stres dan kesehatan ikan terganggu. Oleh karena itu penelitian penggunaan bakteri fotosintetik (Rhodobacter sp. dan Rhodococcus ) pada kolam budidaya ikan patin bertujuan untuk memperbaiki kondisi kualitas air. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok, dengan dua perlakuan dan satu kontrol dan masing-masing perlakuan tiga ulangan: A = 0,2 ml/l. B = 0,5 ml/l, dan C = Kontrol . anpa bakteri fotosinteti. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian bakteri fotosintetik pada kolam budidaya ikan patin berpengaruh baik terhadap proses perbaikan kualitas air, yang ditunjukan dengan optimalnya nilai kualitas air yaitu parameter suhu, pH, oksigen terlarut dan adanya penurunan nilai Total Organic Matter yang disebabkan oleh adanya proses bioremediasi yang dilakukan oleh bakteri fotosintetik. Kata Kunci: Bakteri fotosintetik, hematologi, kualitas air. Pangasius sp. ABSTRACT Catfish (Pangasius sp. ) is a type of freshwater fish that has important economic value in the aquaculture industry. However, the intensive cultivation process with high stocking densities, accompanied by poor water management, can reduce water quality, resulting in stress and disturbed fish health. Therefore research on the use of photosynthetic bacteria (Rhodobacter sp. and Rhodococcus sp. ) in catfish culture ponds aims to improve water quality conditions. The design used was a randomized block design, with two treatments and one control and three replications for each treatment: A = 0. 2 ml/l. B = 0. 5 ml/l, and C = control . ithout photosynthetic bacteri. The results showed that the application of photosynthetic bacteria to catfish culture ponds had a good effect on the process of improving water quality, which was indicated by the optimal water quality values, namely the parameters of temperature, pH, dissolved oxygen and a decrease in the value of Total Organic Matter caused by the bioremediation process carried out by photosynthetic Keywords: Photosynthetic bacteria, hematology, water quality. Pangasius sp. e-ISSN 2620-4622 p-ISSN 1693-6442 Performa Hematologi Dan Kualitas Air Budidaya Ikan Patin (Pangasius sp. ) A Adi Suriyadin et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Juni 2023: 25-33 PENDAHULUAN Ikan patin (Pangasius sp. ) adalah salah satu primadona ikan konsumsi air tawar (Lukistyowati, 2. Ikan patin memiliki rasa daging yang enak, lezat, dan gurih. Selain itu, ikan patin mengandung sumber protein yang tinggi dan rendah kolesterol. Menurut Kordi . , saat ini banyak masyarakat yang membudidayakan ikan patin tidak hanya untuk memenuhi keperluan keluarga, akan tetapi dijadikan sebagai bisnis untuk meningkatkan pendapatan. Maka dari itu, untuk menjawab permintaan pasar yang tinggi dilakukan pemeliharaan atau budidaya secara intensif dengan padat tebar dan aplikasi atau pemberian pakan yang tinggi. Namun dalam proses budidaya intensif dengan padat tebar tinggi yang disertai dengan pengelolaan air yang tidak baik, secara nyata dapat menurunkan kualitas air sehingga mengakibatkan stres dan terjadi gangguan kesehatan pada ikan. Sisa pakan yang tidak termakan dan juga sisa-sisa metabolisme ikan menjadi penyebab terjadinya penurunan kualitas air pada saat proses pemeliharaan. Oleh sebab itu, berbagai pihak telah membuat suatu kontrol biologis . yang berhubungan erat dengan terjadinya kesehatan ikan. Menurut Mansyur & Tangko . , penerapan probiotik pada budidaya bertujuan untuk mengelola kualitas air dengan proses biodegradasi, terhadap bakteri penyebab penyakit atau Aplikasi probiotik pada media budidaya juga diharapkan mampu memperbaiki kualitas air dengan mengurai sisa pakan yang tidak termakan dan sisa metabolisme pada dasar perairan. Probiotik memperbaiki kualitas air dan lingkungan salah satu diantaranya adalah jenis bakteri fotosintetik (Trisna et al. , 2. Bakteri fotosintetik bersifat fototrofik, yaitu mampu bertahan hidup pada linkungan oksigen rendah dan memanfaatkan cahaya matahari untuk merangsang membran fotosistem dalam proses Donor elektron yang dimanfaatkan oleh kelompok bakteri ini adalah senyawa organik atau anorganik berupa H2S, nitrit. Fe dan amonia (Widiyanto, 2. Penggunaan bakteri fotosintetik (Rhodobacter sp. dan Rhodococcus sp. pada kolam budidaya ikan patin (Pangasius bertujuan untuk memperbaiki kondisi kualitas air yang tercermin dari profil hematologi ikan patin meliputi eritrosit, leukosit, hematokrit dan hemoglobin. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada bulan September Ae November 2019 di CV. Tirto Bumi Agung. Desa Karang Dagangan. Kecamatan Bandar Kedung Mulyo. Kabupaten Jombang. Provinsi Jawa Timur. Pengujian hematologi pada penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pathologi Klinik Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya. Sedangkan parameter kulaitas air yang diukur adalah suhu, pH. Dissolved Oxygen (DO) dan Total Organik Matter (TOM). Alat yang digunakan dalam peneltian ini meliputi spuit, tabung EDTA, Mindray BC-3200 Auto Hematology Analyzer, erlenmeyer, pipet tetes, gelas ukur. Spectrophotometer, pH meter dan DO meter. Bahan yang digunakan meliputi ikan patin, darah ikan patin, pakan ikan dan bakteri fotosintetik (Rhodobacter sp. dan Rhodococcus sp. Penelitian ini dilakukan pada kolam budidaya ikan patin berumur enam bulan dengan berat rata-rata ikan 400 gram/ekor. Kolam penelitian yang digunakan yaitu kolam budidaya ikan Performa Hematologi Dan Kualitas Air Budidaya Ikan Patin (Pangasius sp. ) A Adi Suriyadin et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Juni 2023: 25-33 patin, berjumlah sembilan kolam, dengan luas 400 m2 dan kedalaman 200 cm. Benih yang digunakan yaitu benih yang berasal dari Bogor, dengan padat penebaran awal 20 ekor/m2. Metode digunakan pada penelitian ini yaitu rancangan acak kelompok (RAK), yang terdiri atas dua perlakuan dan satu kontrol dengan masing-masing perlakuan tiga Dosis perlakuan yang digunakan adalah: A = 0,2 ml/l bakteri fotosintetik. B = 0,5 ml/l bakteri fotosintetik. dan C = Kontrol . anpa bakteri fotosinteti. Perlakuan probiotik pada kolam budidaya dilakukan setiap hari dengan frekuensi yaitu satu kali tepatnya jam 00 WIB. Proses pengambilan darah pada penelitian ini yaitu dengan pengambilan melalui jantung dengan menggunakan syringe, kemudian darah dimasukkan dalam tabung Ethylene Diamine Tetra Acetat (EDTA) agar tidak membeku atau sebagai antikoagulan, lalu dilakukan pengujian di Laboratorium. Sedangkan parameter kualitas air diukur pengukuran atau pengamatan kualitas air adalah sebagai berikut : Pengukuran Suhu dan Dissolved Oxygen Pengukuran suhu dan DO dilakukan dua kali sehari yaitu pada pukul 00 dan pukul 17. 00 WIB, dengan menggunakan satu alat yaitu DO meter, cara pengukurannya yaitu dengan melakukan kalibrasi terlebih dahulu pada alat sensor, kemudian mencelupkan alat sensor ke dalam kolam budidaya dengan jarak 20 cm dari dasar kolam. Selanjutnya mengamati dan mencatat hasilnya yang tertera pada monitor alat hingga angka tetap dan tidak berubah ubah. Pengukuran pH Pengukuran pH dilakukan dua kali sehari yaitu pada pukul 06. 00 dan 00 WIB, dengan menggunakan alat pH meter, cara pengukurannya yaitu dengan melakukan kalibrasi terlebih dahulu pada alat sensor pada pH meter dengan cairan kalibrasi . affer pH . hingga nilai pada monitor menunjukan angka 7,0. Kemudian mencelupkan alat sensor pH ke dalam air sampel atau kolam uji dua sampai tiga menit hingga monitor menunjukan angka tetap dan tidak berubah lagi, kemudian catat hasilnya yang tertera pada monitor pH meter. Pengukuran Total Organic Matter (TOM) Pengukuran TOM dilakukan dengan cara pengenceran pada sample dengan menggunakan Aquades kedalam Erlenmeyer. Siapkan 1 buah blanko dan 2 standarisasi, kemudian ditambahkan KMNO4 10 ml dan H2SO4 6 N 5 ml pada sampel, tambahkan 50 ml Aquades. KMNO4 10 ml dan H2SO4 6 N 5 ml pada blanko dan tambahkan 50 Aquades dan H2SO4 6 N 5 ml pada standarisasi. Selanjutnya dipanaskan hingga mendidih dengan menggunakan heater kuning dengan suhu 440 AC atau heater putih dengan suhu 330 AC. Setelah mendidih tunggu selama 10 menit kemudian diangakat dan ditambahkan Asam oksalat (H2C2O. 10 ml hingga warnanya akan berubah menjadi putih. Kemudian titrasi dengan menggunkan KMNO4 hingga warna berubah pink pertamakali. Kemudian catat hasilnya . asil titrasi sample Ae hasil titrasi blank. x standard KMNO4 x pengenceran. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Hematologi Dalam sirkulasi darah ikan secara umum terdapat sel darah dan cairan yang disebut plasma. Pengujian hematologi ikan merupakan proses pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui kelainan dari kuantitas dan kualitas sel darah serta mengetahui perubahan yang terjadi pada plasma darah yang terutama berperan Pemeriksaan hematologi pada penelitian ini meliputi kadar hematokrit, eritrosit. Performa Hematologi Dan Kualitas Air Budidaya Ikan Patin (Pangasius sp. ) A Adi Suriyadin et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Juni 2023: 25-33 hemoglobin, trombosit dan leukosit. Data hasil pengamatan hematologi ikan patin yang meliputi hematokrit, eritrosit, hemoglobin, trombosit dan leukosit disajikan pada Tabel 1. Hematokrit Hematokrit merupakan gambaran prosentase sel darah merah dalam darah, yang merupakan perbandingan antara volume darah dan plasma darah. Saat terjadi luka pada tubuh ikan, dapat hematokrit, nilai hematokrit sejalan dengan fluktuasi eritrosit (Wahjuningrum et al. , . Berdasarkan hasil penelitian, nilai hematokrit pada perlakuan 0,2 ml/l masih dalam kondisi normal jika dibandingkan dengan kontrol dan perlakuan 0,5 ml/l (Tabel . Namun nilai hematokrit pada perlakuan 0,5 ml/l dan kontrol tidak menunjukan adanya gejala stress dan Menurut Affandi & Tang . , kisaran kadar hematokrit normal pada ikan patin berkisar 30%-44%. Kadar hematokrit yang lebih rendah atau dibawah dari 22% menunjukan bahwa ikan akan mengalami anemia dan sedangkan bila persentase hematokrit diatas normal menunjukkan ikan mengalami stress. Tabel 1. Hasil Uji Hematologi Hematologi Hematokrit (%) Eritrosit . 106/mm. Hemoglobin . /dL) Trombosit . 103/mm. Leukosit . 103/mm. 30,00A1,52 2,40A0,10 7,13A0,43 302,33A11,83 40,26A2,88 Eritrosit Menurut Guyton . , fungsi atau kegunaan utama eritrosit yaitu membawa hemoglobin yang mengandung oksigen dari sistem pernapasan atau paruparu ke dalam jaringan. Berdasarkan hasil penelitian, nilai rerata eritrosit pada perlakuan dan kontrol menunjukan nilai eritrosit yang masih dalam kondisi normal (Tabel . , namun nilai eritrosit pada kontrol sedikit lebih tinggi dari . ,63x106/mm. Menurut Putra . , bahwa kadar nilai eritrosit normal ikan patin yaitu berkisar antara 2,0-3,0x106/mm3. Emu . beserta Yanto et al. , menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi total eritrosit yaitu faktor spesies, ukuran, aktivitas fisik, umur, jenis kelamin perbedaan induk, nutrisi Perlakuan 28,66A0,88 2,40A0,11 7,30A0,11 320,00A6,11 36,66A2,81 29,00A0,57 2,63A0,18 7,33A0,50 298,00A5,56 40,86A1,98 pakan, dan kualitas air seperti kekurangan Selain itu, jumlah eritrosit juga dipengaruhi oleh faktor fisiologis dan perubahan lingkungan budidaya (Vonti. Hemoglobin Hemoglobin (H. darah berkaitan erat dengan eritrosit, dan berfungsi sebagai pengikat oksigen dan digunakan untuk proses katabolisme sehingga menghasilkan energi. Berdasarkan hasil penelitian, nilai Hb pada perlakuan dan kontrol menunjukan nilai yang normal (Tabel . Menurut Hastuti & Subandiyono hemoglobin normal pada ikan patin berkisar antara 7-9 g/dL. Besar kecilnya jumlah Hb dalam eritrosit menunjukan bahwa kapasitas Performa Hematologi Dan Kualitas Air Budidaya Ikan Patin (Pangasius sp. ) A Adi Suriyadin et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Juni 2023: 25-33 pengangkutan oksigen oleh darah, sehingga perbedaan kadar Hb berkaitan juga dengan kondisi kualitas air media pemeliharaan ikan. Selain itu tingginya mengakibatkan terganggunya proses transfer oksigen dalam darah sehingga metabolisme tubuh ikan tidak berjalan dengan baik, maka energi yang dihasilkan Lagler et al. , . menyatakan bahwa secara fisiologis Hb berperan terhadap tingkat kekebalan tubuh ikan hal ini disebabkan oleh faktor daya angkut oksigen oleh darah. Trombosit Trombosit pembeku darah. Berdasarkan hasil penelitian, nilai tombosit perlakuan (Tabel . lebih tinggi dibandingkan kontrol yaitu . ,00A5,56 x 103/mm. Tombosit berfungsi dalam proses pembekuan darah, hal ini dikarenakan trombosit ikut serta dalam mengaktifkan protrombin menjadi thrombin, kondisi ini mempengaruhi darah pada ikan cepat membeku atau lebih kental (Hastuti. Leukosit Leukosit adalah sel darah putih dan berperan sangat penting dalam sistem kekebalan tubuh atau imum. Maftuch et , . , menyatakan peningkatan jumlah sel darah putih dipengruhi oleh reaksi dari peningkatan daya tahan tubuh Berdasarkan hasil penelitian, nilai leukosit pada perlakuan dan kontrol (Tabel . , masih menunjukan nilai yang Menurut Dopongtonung . , bahwa jumlah sel leukosit normal pada ikan patin yaitu 20-150x103/mm3. Leukosit berkaitan erat terhadap sistem imun atau sistem kekebalan tubuh dan bertanggung jawab untuk memusnahkan benda-benda asing atau yang dianggap berbahaya seperti bakteri dan virus. Menurut Suryati . , bahwa ikan dengan kondisi fisik ysng sehat memiliki sel leukosit lebih rendah dibandingkan dengan ikan yang terinfeksi bakteri atau sakit. Menurunnya jumlah sel leukosit dikarenakan adanya aktifitas untuk memusnahkan sel bakteri atau virus yang menginfeksi tubuh ikan. Selain itu ikan yang mengalami stress atau sakit yang ditimbulkan oleh perubahan kondisi lingkungan atau infeksi bakter juga memperlihatkan respons kenaikan jumlah sel leukosit (Hastuti, 2. Kualitas Air Hasil analisis statistik data kualitas air untuk parameter suhu, potensial hydrogen . H). Dissolved Oxygen (DO), dan Total Organic Matter (TOM) disajikan pada Tabel 2. Pengukuran Suhu Suhu kualitas air yang sangat berpengaruh terhadap laju pertumbuhan, metabolism, nafsu makan dan sintasan ikan. Berdasarkan hasil pengukuran suhu pagi dan sore hari pada perlakuan 0,2 ml/l berkisar antara 28,43-29,85 oC, perlakuan 0,5 ml/l 28,42-30,02 oC dan kontrol 28,52-30,08 oC. Data suhu air selama penelitian menunjukan nilai yang cenderung stabil atau masih berada dalam kondisi normal untuk budidaya ikan Hasil ini sesuai dengan perndapat yang dikemukanan oleh Munisa et al. , bahwa suhu optimal untuk budidaya ikan patin yaitu berkisar antara 25-32 oC. Pengukuran pH Nilai pH merupakan faktor keseimbangan antara asam dan basa dalam perairan budidaya. Berdasarkan hasil pengukuran pH pagi dan sore hari menunjukan fluktuasi nilai pH lebih stabil pada perlakuan 0,2 ml/l dan 0,5 ml/l dibandingkan dengan kontrol (Tabel . Pada kontrol fluktuasi nilai pH cenderung merapat antara pagi dan sore hari, hal ini menunjukan bahwa kadar keasaman kolam budidaya cenderung lebih tinggi, walaupun ada proses fotosintesis Performa Hematologi Dan Kualitas Air Budidaya Ikan Patin (Pangasius sp. ) A Adi Suriyadin et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Juni 2023: 25-33 Menurut Effendi . , bahwa bagian kecil dari bahan organik dapat termanfaatkan oleh ikan sebanyak 10%, sedangkan sisanya di ubah menjadi karbondioksida dan air melalui proses respirasi spesies yang dibudidayakan dan biota lainnya. Fluktuasi nilai pH dari perlakuan pemberian bakteri fotosintetik di dalam air cenderung menstabilkan pertumbuhan plankton di siang hari selama proses fotosintesis berlangsung dan mencegah perjadinya konsumsi oksigen di malam hari karena bakteri fotosintetik tidak memerlukan oksigen memerlukan komponen lain non oksigen seperti nitrogen dan senyawa organik seperti H2S, nitrit dan amonia (Widiyanto, 2. Namun demikian, dari ketiga perlakuan, dapat dilihat bahwa nila pH cenderung stabil dan normal serta dapat ditoleransi oleh ikan patin. Kisaran pH optimal untuk ikan patin menurut Munisa et al. , adalah 6,5-9,0. Tabel 2. Data Pengukuran Kualitas Air Kualitas Air Suhu . C) DO . l/L) TOM . l/L) Waktu Pagi Sore Pagi Sore Pagi Sore Pagi 28,43A0,19a 29,85A0,07a 6,90A0,04a 7,13A0,04a 0,26A0,03a 2,56A0,30b 314,00A27,32a Perlakuan 28,42A0,16a 30,02A0,08a 6,86A0,02a 7,08A0,03a 0,29A0,02a 2,78A0,19b 351,66A41,11ab 28,52A0,13a 30,08A0,09a 7,18A0,03b 7,21A0,04a 0,24A0,03a 1,82A0,19a 447,22A31,14b Keterangan : Nilai rata-rata pada baris yang sama dengan huruf superskrip berbeda menunjukan nilai yang berbeda nyata (P<0,. Pengukuran Dissolved Oxygen (DO) Dissolved Oxygen (DO) merupakan parameter kualitas yang sangat penting dalam sistem budidaya, terutama pada sistem budidaya intensif. Berdasarkan hasil pengukuran DO pada pagi hari (Tabel . dari kedua perlakuan dan kontrol menunjukan nilai yang tidak berbeda nyata (P>0,. , hal ini sebabkan oleh belum adanya proses fosintesis yang dilakukan oleh fitoplankton sehingga cenderung mempunyai nilai yang lebih Sedangkan nilai DO pada sore hari dari kedua perlakuan menunjukan nilai yang berbeda nyata dengan kontrol (P<0,. Salah satu sumber DO berasal dari difusi oksigen yang ada di atmosfer dan aktifitas fotosintesa oleh fitoplankton (Effendi, 2. Kenaikan nilai oksigen terlarut pada sore hari ini dari perlakuan berhubungan dengan proses fotosintesis plankton, dimana pada perlakuan bakteri fotosintetik tidak memerlukan oksigen memerlukan komponen lain non oksigen seperti nitrogen dan senyawa organik seperti H2S, nitrit dan amonia (Widiyanto, 2. Khotimah menyatakan bahwa DO yang optimal untuk budidaya ikan patin yaitu berkisar antara 2,0-7,0 ml/l, sehingga hasil pengukuran oksigen terlarut sore hari pada perlakuan masih berada dalam kondisi normal jika dibandingkan dengan nilai oksigen terlarut pada kolam kontrol. Pengukuran Total Organic Matter (TOM) Kegiatan budidaya secara umum akan menyebabkan bertambahnya bahan organik (TOM) di dasar perairan, seiring dengan semakin lama nya waktu Performa Hematologi Dan Kualitas Air Budidaya Ikan Patin (Pangasius sp. ) A Adi Suriyadin et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Juni 2023: 25-33 Tingginya TOM di akibatkan oleh adanya sisa pakan yang tidak termakan oleh ikan dan sisa metabolisme seperti feses ikan (Putra dan Gautama. Menurut Manengkey . TOM adalah bahan pencemar pada perairan budidaya yang sering ditemui, dan akibatnya yang timbul terjadi adalah penurunan kandungan oksigen terlarut diperairan budidaya. Menurut Chandra . , kandungan bahan organik (TOM) yang optimal untuk peraoran budidaya adalah <50 mg/l. Kadar bahan organik total yang terlalu tinggi dapat berdampak buruk bagi organisme yang hidup Berdasarkan hasil pengukuran TOM memperlihatkan baik perlakuan maupun kontrol memiliki nilai TOM yang cukup tinggi untuk budidaya ikan patin (Tabel . Namun pada perlakuan bakteri fotosintetik 0,2 ml/l dan 0,5 ml/l menunjukan nilai yang cenderung lebih rendah jika dibandingkan dengan kontrol yaitu . ,22A31,14. Dengan demikian dapat dilihat bahwa adanya penurunan kandungan bahan organik atau TOM pada perlakuan 0,2 ml/l dan 0,5 ml/l dibanding kontrol, hal ini disebabkan oleh adanya proses bioremediasi yang dilakukan oleh bakteri fotosintetik. Dalam komposisi bahan organik, senyawa nitrogen menjadi dominan. Umumnya bakteri fotosintetik mampu molekul nitrogen . iksasi nitroge. , dengan menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi (Kobayashi, bioremediasi yang dilakukan oleh bakteri KESIMPULAN Pemberian bakteri fotosintetik pada kolam budidaya ikan patin berpengaruh baik terhadap proses perbaikan kualitas air, yang ditunjukan dengan optimalnya suhu, pH. DO dan adanya penurunan nilai TOM yang Dopongtonung. Gambaran Darah Ikan Lele (Clarias sp. ) yang Berasal dari Daerah Laladon Bogor. Skripsi. Fakultas Kedoteran. Institut Pertanian Bogor. 36 hlm. SARAN Perlu adanya penelitian terhadap kombinasi bakteri pengurai pada pakan dan air untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kualitas air dan hematologi ikan patin, dan perlu adanya penelitian lanjutan tentang penggunaan bakteri fotosintetik sejak awal budidaya sehingga terlihat dampak dari perubahan kualitas air terhadap ikan. UCAPAN TERIMA KASIH