EVALUASI KINERJA BENDUNG IRIGASI CIPTA GRAHA KABUPATEN KUTAI TIMUR Abdurrahman1. Dr. Ir Yayuk Sri Sundari. MT2. Yuswal Subhy. ST. MT. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda ABSTRAK Guna meningkatkan fungsi dan memperpanjang umur bendung dan jaringan yang telah terbangun, maka dibutuhkan evaluasi kinerja bendung Cipta Graha Kabupaten Kutai Timur yang berada di wilayah Kalimantan Timur, agar dapat bekerja secara optimal dalam pelayanan kepada masyarakat dan sebagai pedoman bagi para pengelola dalam melaksanakan manajemen . OP. Didapat nilai indeks kinerja sebesar 60. 06 sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja D. I Cipta Graha kurang baik sehingga perlu peningkatan di 6 parameter, terutama di sarana penunjang. Organisasi Personalia dan dokumentasi yang masih minim dari nilai optimum. Namun untuk parameter Prasarna Fisik dan Produktivitas tanam sudah cukup baik serta dukungan dari P3A yang sudah cukup baik. Untuk Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) D. Cipta Graha membutuhkan biaya A Rp. 232 yang terbagi untuk biaya Operasi. Pemeliharaan Rutin Saluran dan Bangunan. Rencana pemulihan kerusakan bendung irigasi yang ada dapat dilihat Rencana Anggaran Biaya Pemeliharaan Korektif D. I Cipta Graha membutuhkan biaya A Rp. 000,- yang berguna untuk perbaikan bangunan bendung dan saluran-saluran yang ada di lokasi tersebut. Agar D. I Cipta Graha berfungsi sesuai dengan yang diharapkan maka hal yang harus diperhatikan adalah Operasi dan pemeliharaan harus dilakukan secara continue. Kata kunci : Bendung dan Jaringan. Indeks Kinerja. AKNOP ABSTRACT In order to improve the function and extend the life of the dam and the estabilished network, it is necessary to evaluate the performance of the Cipta Graha dam in East Kutai regency in order to work optimally in the service to the community and as a guide for the managers in implementing the management OP. Earned value index value of 60. 60 so it can be concluded that the performance of D. I Cipta Graha is not good so need improvement in 6 parameters, especially supporting facilities. Organization personnel and documentation are still minimal from physical infrastructure and planting productivity is quite good and support from P3A which is good enough. For Figures Requirements Real Operation and Maintenance (AKNOP) DI. Cipta Graha cost A Rp. 359,704,232 divided into operation. Channel and Builing Routine Maintenance costs. Irrigation dam irreversion recovery plan available can be seen D. I Cipta Graha Corrective Maintenance Cost Plan costs A 820,420,000 which is useful for repair dam buildings and channels in the location. In order D. I Cipta Graha works accordingly with the expacted than things that must be considered is the operation and maintenance mus be done Keywords : Dams and Networks. Performance Index. Real Needs Numbers of Operation and Maintenance PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Guna mendukung pemenuhan kebutuhan air masyarakat, dalam menunjang ketahan pangan nasional pada sektor pertanian, maka pemerintah telah melaksanakan berbagai program antara lain melalui program pembangunan bendung irigasi dan fasilitasya. Program pembangunan bendung irigasi diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan air pertanian dan air pada masyarakat yang ada serta menunjang misi pemantapan swasembada beras juga diarahkan upaya-upaya kesejahteraan petani, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas lingkungan hidup khususnya di daerah pedesaan dan pengentasan kemiskinan. Sehingga guna meningkatkan fungsi dan memperpanjang umur bendung dan jaringan yang telah terbangun, maka dibutuhkan evaluasi kinerja bendung Cipta Graha Kabupaten Kutai Timur yang berada di wilayah Kalimantan Timur, agar dapat bekerja secara optimal dalam pelayanan kepada masyarakat dan sebagai pedoman bagi para pengelola dalam melaksanakan manajemen . OP. Dari permasalahan tersebut di atas, maka dalam penelitian ini akan mengkaji pelaksanakan Evaluasi Kinerja Bendung Irigasi Cipta Graha Kabupaten Kutai Timur. Rumusan Masalah Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut : Bagaimana kinerja Bendung Irigasi Cipta Graha Kabupaten Kutai Timur? Berapa Rencana Anggaran Biaya Bendung Irigasi Cipta Graha Kabupaten Kutai Timur setiap tahunnya? Bagaimana Rencana pemulihan kerusakan bendung irigasi yang ada? Batasan Masalah Batasan-batasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Daerah yang di teliti adalah Bendung Cipta Graha Kabupaten Kutai Timur. Studi ini hanya menganalisa berapa nilai kenerja Bendung Irigasi Cipta Graha Kabupaten Kutai Timur. Studi ini juga meghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) Maksud dan Tujuan Penelitian Maksud Maksud dari penelitian ini adalah untuk melakukan mengevaluasi kinerja terhadap Bendung Irigasi Cipta Graha Kabupaten Kutai Timur dalam memenuhi kebutuhan air pertanian dan air pada masyarakat yang ada. Tujuan Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui kinerja Bendung Irigasi Cipta Graha Kabupaten Kutai Timur. Untuk mengetahui Rencana Anggaran Biaya Bendung Irigasi Cipta Graha Kabupaten Kutai Timur setiap tahunnya Untuk mengetahui bagaimana rencana pemulihan kerusakan bendung irigasi yang KERANGKA DASAR TEORI Uraian Umum Irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa, dan irigasi tambak. Jaringan irigasi adalah saluran, bangunan, dan bangunan pelengkapnya yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan untuk penyediaan, pembagian, pemberian, penggunaan, dan pembuangan air irigasi. Metode Penilaian Metode Evaluasi Kinerja yang dilakukan adalah metode identifikasi terhadap kondisi bangunan bendungan serta pola operasi dan pemeliharaannya. Metode Evaluasi Kinerja yang dilakukan terdiri dari Dua komponen utama yaitu: Evaluasi Kinerja Fisik, merupakan penilaian terhadap kondisi bangunan secara lebih saksama dengan memberi nilai sebagai parameter, nilai yang ada adalah berdasarkan fungsi dan fisiknya. Audit Kinerja, berupa penilaian terhadap kondisi pola operasi dan pemeliharaan meliputi keberadaan Unit pengelola Jaringan Irigasi, masyarakat pengguna dalam pengelolaan Jaringan Irigasi. Serta tidak kalah pentingnya adalah Dokumentasi, berupa data data perencanaan, gambar desain, panduan Operasi dan Pemeliharaan. Evaluasi Kinerja akan memudahan pengelola untuk menentukan pola operasi, rencana perbaikan serta hal hal lain yang berkaitan dengan usia guna dan manfaat jaringan irigasi. Suatu proses pekerjaan yang dilakukan seorang dalam memeberikan suatu estimasi dan pendapat tentang sesuatu. Metode penilaian secara umum untuk Evaluasi Kinerja terdiri dari dua komponen yaitu Audit Fisik dan Audit Kinerja, yang setiap masing masing komponen mempunyai nilai, adapun nilai tersebut adalah: Evaluasi Kinerja Fisik, mempunyai nilai bobot secara keseluruhan dalam Evaluasi Kinerja sebesar 70% Audit Kinerja, mempunyai nilai bobot secara keseluruhan dalam Evaluasi Kinerja sebesar 30% Masing masing audit dan dokumen mempunyai nilai tersendiri untuk mendapatkan parameter yang terukur dan rasional. Evaluasi Kinerja Fisik Penilaian terhadap kondisi fisik adalah dengan menilai bahwa apakah suatu bangunan yang ada masih baik atau rusak secara fisik serta berdasarkan fungsi apakah jaringan irigasi masih bisa berfungsi sesuai rencana atau desain Penentuan nilai tersebut bedasarkan kombinasi fisik dan fungsi dengan menggunakan pendekatan matrik sebagai berikut : Matriks Penilaian Visual struktur bangunan Tabel 2. Matriks AuditKondisi Fisik Fisik berdasakan kondisi Fisik Serta Fungsi Komponen Bendung10 Kondisi baik/baru/Bagus Kondisi Fisik Kondisi Irigasi Kondisi terawat baik/baru/Bagus kondisi fisik perlu perbaikan total ada kerusakan ringan hampir menyeluruh Kondisi Fungsi Buruk Risiko Besar Tidak Berisiko Risiko Sangat Kecil Risiko Kecil Risiko Sedang Risiko Besar Kondisi Fungsi menggangu kinerja Kondisi fungsi Risiko Sedang Kondisi Fungsi mengurangi Risiko Kecil Kondisi Fungsi Baik Risiko Sangat Kecil Kondisi Fungsi Sangat Baik Tidak Berisiko Dimana setiap komponen struktur akan dinilai baik fungsi dan fisiknya dengan nilai angka. Audit Kinerja Pada Audit kinerja yang didasarkan pada survey inventarisasi yang menilai bangunan untuk mendukung kinerja bendung nantinya agar berjalan sesuai dengan fungsi dan usia Survey Inventarisai Daerah Irigasi A Inventarisasi meliputi kegiatan pengumpulan data serta identifikasi kondisi jaringan irigasi dan sosial budaya masyarakat. A Inventarisasi dilaksanakan pada alur saluran pembawa baik induk maupun sekunder, bangunan utama, bangunan pengatur, bangunan pengambilan dan bangunan pelengkap. A Inventarisasi ditujukan untuk mendapatkan data jumlah, dimensi, jenis, kondisi, dan fungsi seluruh aset yang ada dalam rangka memperoleh gambaran eksisting. A Pengumpulan data sebagaimana dilakukan melalui pengumpulan data sekunder dan penelusuran jaringan irigasi. A Penelusuran jaringan irigasi melibatkan partisipasi masyarakat melalui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), ataupun petugas pengelola. Adapun daerah irigasi di Kabupaten Kutai Timur yang menjadi lokasi kegiatan inventarisasi dalam kajian ini adalah Daerah Irigasi Cipta Graha Daerah Aliran Sungai (DAS) Daerah Aliran Sungai (DAS) ialah suatu kawasan yang dibatasi oleh titiktitik tinggi dimana air yang berasal dari air hujan yang jatuh, terkumpul dalam kawasan tersebut. Guna dari DAS adalah menerima, menyimpan dan mengalirkan air hujan yang jatuh diatasnya melalui sungai . org/wiki/daerahaliran-sunga. Daerah aliran sungai merupakan dasar pengelolaan untuk sumber daya air. Gabungan beberapa DAS menjadi Satuan Wilayah Sungai. Dalam mempelajari DAS, daerah hulu, tengah dan hilir. DAS bagian hulu dicirikan sebagai daerah konservasi. DAS bagian hilir merupakan daerah pemanfaatan. DAS bagian hulu mempunyai arti penting terutama dari segi perlindungan fungsi tata air, karena itu setiap terjadinya kegiatan di daerah hulu akan menimbulkan dampak di daerah hilir dalam bentuk perubahan fluktuasi debit dan transport sedimen serta material terlarut dalam sistem aliran airnya. Dengan kata lain ekosistem DAS, bagian hulu mempunyai fungsi perlindungan terhadap keseluruhan DAS. Perlindungan ini antara lain dari segi fungsi tata air, dan oleh karenanya pengelolaan DAS hulu seringkali menjadi fokus perhatian mengingat dalam suatu DAS, bagian hulu dan hilir mempunyai keterkaitan biofisik melalui siklus hidrologi. Dalam rangka memberikan gambaran keterkaitan secara menyeluruh dalam pengelolaan DAS, terlebih dahulu diperlukan batasan-batasan mengenai DAS berdasarkan fungsi, yaitu DAS bagian hulu didasarkan pada fungsi konservasi yang dikelola untuk mempertahankan kondisi lingkungan DAS agar tidak terdegradasi, yang antara lain dapat diindikasikan dari kondisi tutupan vegetasi lahan DAS, kualitas air, kemampuan menyimpan air . , dan curah hujan. DAS bagian tengah didasarkan pada fungsi pemanfaatan air sungai yang dikelola untuk dapat memberikan manfaat bagi kepentingan sosial dan ekonomi, yang antara lain dapat diindikasikan dari kuantitas air, air, kemampuan menyalurkan air, dan ketinggian muka air tanah, serta terkait pada prasarana pengairan seperti pengelolaan sungai, waduk, dan danau. DAS bagian hilir didasarkan pada fungsi pemanfaatan air sungai yang dikelola untuk dapat memberikan manfaat bagi kepentingan sosial dan ekonomi, yang diindikasikan melalui kuantitas dan kualitas air, kemampuan menyalurkan air, ketinggian curah hujan, dan terkait untuk kebutuhan pertanian, air bersih, serta pengelolaan air limbah. Evaluasi Kinerja Sistem Irigasi Evaluasi kinerja sistem irigasi dimaksudkan untuk mengetahui kondisi kinerja system irigasi yang meliputi: Prasarana fisik. Produktivitas tanam . ahun sebelumny. Sarana penunjang. Organisasi personalia. Dokumentasi. Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Evaluasi ini dilksanakan setiap tahun dengan menggunakan formulir 1 . ntuk DI utuh dalam 1 kabupaten/kot. dan 2 . ntuk DI lintas kabupaten/kot. Indeks Kinerja Sistem Irigasi dengan nilai: 80 Ae 100 : Kinerja sangat baik A 70 Ae 79 : Kinerja baik A 55 Ae 69 : Kinerja kurang dan perlu perhatian A < 55 : Kinerja jelek dan perlu perhatian A Maksimal 100. Minimal 55 dan Optimum 77,5 Sumber: Permen PUPR No. 12/PRT/M/2015 lampiran1 Analisa Angka Kebutuhan Nyata Operasi Pemeliharaan (AKNOP) Analisa Angka Kebutuhan Nyata Operasi Pemeliharaan (AKNOP) adalah perhitungan kebutuhan biaya operasi dan pemeliharaan suatu bangunan. Adapun dalam perhitungan disini saya menghitung AKNOP untuk Bendung Irigasi. (Sumber: BWS Kalimantan . Perhitungan Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Rutin Jaringan Irigasi: Pekerjaan Pembersihan Sampah di Muka Bangunan Air = . *f*u = Pembersihan sampah = Jumlah bangunan Kapasitas kerja = . uah/oran. = frekwensi/thn = Upah kerja Perhitungan Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Rutin Jaringan Irigasi: Pekerjaan Tanggul (Pemotongan Rumpu. /k*f*u Pemotongan rumput Panjang tanggul . Lebar rata-rata tumbuhan rumput . 2/orang/har. frekuensi/tahun upah kerja/hari Perhitungan Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Rutin Jaringan Irigasi: Pekerjaan Pembersihan Saluran (Tumbuhan Ai. Psal Psal = . /k*f*u = Pembersihan Saluran = Panjang saluran . Lebar rata-rata tumbuhan air = . = kapasitas . 2/orang/har. = frekuensi/tahun = upah kerja/hari* Perhitungan Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Rutin Jaringan Irigasi: Pekerjaan Pemeliharaan Tanggul = . /k*f*u = Pemeliharaan tanggul = Panjang tanggul yang rusak . Lebar rata-rata tanggul yang = rusak . = kapasitas . 2/orang/har. = frekuensi/tahun = upah kerja/hari Perhitungan Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Rutin Jaringan Irigasi: Pekerjaan Perbaikan Kecil & Pengecatan Bendung (Hb . xnxf Pemeliharaan bangunan Jumlah bangunan pengambilan Biaya bahan kantor atau rumah dinas frekuensi/tahun upah kerja/kantor atau rumah Perhitungan Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Rutin Jaringan Irigasi: Pekerjaan Perbaikan Kecil & Pengecatan Bangunan Pegambilan (Hb . xnxf Pemeliharaan bangunan Jumlah bangunan pengambilan Biaya bahan kantor atau rumah frekuensi/tahun upah kerja/kantor atau rumah Perhitungan Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Berkala Jaringan Irigasi: Pekerjaan Pengerukan Lumpur {. *l*. Pengerukan lumpur Panjang saluran . Lebar saluran . tinggi endapan . Kapasitas = . 3/orang/har. = frekwensi/ tahun = Upah kerja/hari Perhitungan Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Berkala Jaringan Irigasi: Pekerjaan Perbaikan Bangunan Air Pbb Pbb = (Hb . *n*f Perbaikan bangunan = air = Jumlah bangunan air Biaya = bahan/bangunan = Frekuensi/tahun Upah = kerja/bangunan air Perhitungan Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Berkala Jaringan Irigasi: Pekerjaan Pemeliharaan Kantor atau Rumah Dinas (Termasuk Perbaikan Ringa. (Hb . xnxf Pemeliharaan kantor atau rumah Jumlah kantor dan rumah dinas Biaya bahan kantor atau rumah frekuensi/tahun upah kerja/kantor atau rumah Harga Satuan yang digunakan dalam Perhitungan Kebutuhan Biaya diatas adalah Harga Satuan Setempat, dengan rincian harga satuan sebagai berikut: Tabel 2. 6 HARGA SATUAN AKNOP D. Cipta Graha No. Uraian Satuan Upah / Harga (Rp. 1 Pekerja 2 Tukang bangunan 3 Semen (PC) Zak 4 Pasir 5 Kerikil 6 Batu Kali 7 Cat 8 Tinner Ltr 9 Kuas 10 Pelumas 11 UMK 2016 (Sumber: BWS Kalimantan . Bill Of Quantity Dan Rencana Anggaran Biaya Daftar kuantitas dan harga atau Bill of Quantity (BOQ) adalah daftar rincian kelompok/bagian pekerjaan, disertai keterangan mengenai volume dan satuan setiap jenis pekerjaan, mata uang, harga satuan, hasil kali volume dengan harga satuan setiap jenis pekerjaan dan jumlah seluruh hasil pekerjaan sebagai total harga pekerjaan. Volume Pekerjaan Gambar rencana merupakan kunci pokok dalam menentukan, kuantitas, skup pekerjaan dan juga sebagai dasar dalam menyusun Rencana Anggaran Biaya, sedangkan volume pekerjaan dihitung rinci atas gambar rencana tersebut. Analisa Harga Satuan Pekerjaan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) adalah perhitungan kebutuhan biaya tenaga kerja, bahan dan peralatan untuk mendapatkan harga satuan atau satu jenis pekerjaan tertentu. Adapun analisa-analisa yang diperlukan pemeliharaan jaringan irigasi, baik untuk daerah irigasi permukaan maupun untuk daerah irigasi pompa adalah sebagai berikut: AHS 1 Unit Pembuatan Papan Nama Pekerjaan Uraian Kode Satuan Koefisien Harga Satuan (R. Jumlah (R. Tenaga Tukang kayu Kepala tukang Pekerja Mandor L06 L03 L01 L15 0,500 0,050 0,500 0,010 Jumlah Tenaga Kerja Bahan Multiplek tebal 12 mm Paku Cat kayu M61 M77 M110 1,000 0,250 1,000 Jumlah Harga Bahan Jumlah harga tenaga dan peralatan ( A B ) Overhead keuntungan . % x C) Harga satuan pekerjaan (C D) 1 mA Pembersihan dan Striping/Korsekan Secara Manual Uraian Kode Satuan Koefisien Harga Satuan (R. Jumlah (R. Tenaga Pekerja Tukang tebas Mandor L01 L13 L15 0,009 0,003 0,001 Jumlah Tenaga Kerja Alat Chainsaw E26 unit/jam 0,020 Jumlah Harga Peralatan Jumlah harga tenaga dan peralatan ( A B ) Overhead keuntungan . % x C) Harga satuan pekerjaan (C D) 1 m' Uitset Trase Saluran Pembawa dan Pembuang Uraian Kode Satuan Koefisien Harga Satuan (R. Jumlah (R. Tenaga Pekerja Pembantu Juru Ukur Juru Ukur L01 L17 L16 0,007 0,002 0,002 Jumlah Tenaga Kerja Alat Waterpass Theodolith E34 E52 unit/hari unit/hari 0,002 0,002 Jumlah Harga Peralatan Jumlah harga tenaga dan peralatan ( A B ) Overhead keuntungan . % x C) Harga satuan pekerjaan (C D) Pasang Profil Galian Tanah Jarak 50 m pada Ruas Saluran yang Lurus Uraian Kode Satuan Koefisien Harga Satuan (R. Jumlah (R. Tenaga Pekerja Tukang Kayu Kepala Tukang Mandor L01 L06 L03 L15 0,050 0,050 0,050 0,005 Jumlah Tenaga Kerja Bahan Kaso 4/6 cm Papan 2/20 Paku M50 M46 M77 0,005 0,005 0,200 Jumlah Harga Bahan Peralatan Waterpass E34 unit/hari 0,001 Jumlah Harga Peralatan Jumlah harga tenaga dan peralatan ( A B C ) Overhead keuntungan . % x D) Harga satuan pekerjaan (D E) 1 mA Galian Tanah Biasa pada Saluran Sedalam s. 1 m dan Membuang Hasil Galian ke Tempat Pembuangan dengan Jarak Angkut Sejauh s. Termasuk Perataan dan Perapihan Uraian Tenaga Tukang gali Mandor Bahan Kode Satuan L02 L15 Koefisien Harga Satuan (R. Jumlah (R. 0,563 0,019 Jumlah Tenaga Kerja Jumlah Harga Bahan Alat Jumlah Harga Peralatan Jumlah harga tenaga dan peralatan ( A B C ) Overhead keuntungan . % x D) Harga satuan pekerjaan (D E) 1 mA Galian Tanah Lumpur pada Saluran Sedalam s. 1 m dan Membuang Hasil Galian ke Tempat Pembuangan dengan Jarak Angkut Sejauh s. Termasuk Perataan dan Perapihan Uraian Tenaga Tukang Gali Mandor Bahan Kode Satuan L02 L15 Koefisien Harga Satuan (R. Jumlah (R. 0,833 0,083 Jumlah Tenaga Kerja Jumlah Harga Bahan Alat Jumlah Harga Peralatan Jumlah harga tenaga dan peralatan ( A B C ) Overhead keuntungan . % x D) Harga satuan pekerjaan (D E) 1 mA Galian Tanah Lumpur pada Saluran Sedalam 1 s. 2 m dan Membuang Hasil Galian ke Tempat Pembuangan dengan Jarak Angkut Sejauh s. 3 m Termasuk Perataan dan Perapihan No Uraian Tenaga Tukang Gali Mandor Bahan Kode Satuan L02 L15 Koefisien Harga Satuan (R. Jumlah (R. 1,083 0,108 Jumlah Tenaga Kerja Jumlah Harga Bahan Alat Jumlah Harga Peralatan Jumlah harga tenaga dan peralatan ( A B C ) Overhead keuntungan . % x D) Harga satuan pekerjaan (D E) 1 mA Timbunan Tanah dengan Bahan Tanah Timbunan Telah Tersedia di Lokasi Rencana Timbunan. Termasuk Perataan dan Pemadatan Uraian Tenaga Pekerja Mandor Bahan Kode Satuan L01 L15 Alat Hand Stamper Jumlah harga tenaga dan peralatan ( A B C ) Overhead keuntungan . % x D) Harga satuan pekerjaan (D E) E04 unit/hari Koefisien Harga Satuan (R. Jumlah (R. 0,330 0,012 Jumlah Tenaga Kerja Jumlah Harga Bahan 0,050 Jumlah Harga Peralatan 1 mA Pemadatan Tanah dengan Bahan Tanah Timbunan Telah Tersedia di Lokasi Rencana Timbunan. Termasuk Perataan dan Pemadatan Uraian Tenaga Pekerja Mandor Bahan Kode Satuan L01 L15 Alat Hand Stamper Jumlah harga tenaga dan peralatan ( A B C ) Overhead keuntungan . % x D) Harga satuan pekerjaan (D E) E04 unit/hari Koefisien Harga Satuan (R. Jumlah (R. 0,500 0,050 Jumlah Tenaga Kerja Jumlah Harga Bahan 0,050 Jumlah Harga Peralatan 1 mA Pasangan Batu dengan Mortar Jenis PC-PP (Mortar tipe M) Uraian Kode Satuan Koefisien Harga Satuan (R. Jumlah (R. Tenaga Pekerja Tukang batu Kepala Tukang Mandor L01 L04 L03 L15 2,703 0,900 0,090 0,135 Jumlah Tenaga Kerja Bahan Batu gunung Pasir Pasang Portland Cement M11 M08 M18 1,200 0,440 252,000 Jumlah Harga Bahan Alat Beton molen E09 unit/hari 0,167 Jumlah Harga Peralatan Jumlah harga tenaga dan peralatan ( A B C ) Overhead keuntungan . % x D) Harga satuan pekerjaan (D E) 1 mA Pasangan Batu 1 pc : 4 psr Uraian Kode Satuan Koefisien Harga Satuan (R. Jumlah (R. Tenaga Pekerja Tukang batu Kepala Tukang Mandor L01 L04 L03 L15 3,600 1,200 0,120 0,180 Jumlah Tenaga Kerja Bahan Batu gunung Pasir Pasang Portland Cement M11 M08 M18 1,200 0,522 162,850 Jumlah Harga Bahan Alat Beton molen E09 unit/hari 0,167 000,00 Jumlah Harga Peralatan Jumlah harga tenaga dan peralatan ( A B C ) Overhead keuntungan . % x D) Harga satuan pekerjaan (D E) 760,00 760,00 760,00 014,00 774,00 1 mA Plesteran Campuran 1 Pc : 3 Psr ( t = 15 mm ) Uraian Kode Satuan Koefisien Harga Satuan (R. Jumlah (R. Tenaga Pekerja Tukang batu Kepala Tukang Mandor L01 L04 L03 L15 0,400 0,200 0,020 0,020 Jumlah Tenaga Kerja Bahan Pasir Pasang Portland Cement M08 M18 0,019 8,150 Jumlah Harga Bahan Alat Jumlah Harga Peralatan Jumlah harga tenaga dan peralatan ( A B C ) Overhead keuntungan . % x D) Harga satuan pekerjaan (D E) Tabel 2. 7 1 mA Finishing Siar Pasangan Batu Kali Adukan 1 PC : 2 PP Uraian Kode Satuan Koefisien Harga Satuan (R. Jumlah (R. Tenaga Pekerja Tukang batu Kepala Tukang Mandor L01 L04 L03 L15 0,360 0,120 0,012 0,018 Jumlah Tenaga Kerja Bahan Pasir Pasang Portland Cement M08 M18 0,009 5,270 Jumlah Harga Bahan Alat Jumlah Harga Peralatan Jumlah harga tenaga dan peralatan ( A B C ) Overhead keuntungan . % x D) Harga satuan pekerjaan (D E) 1 mA Beton Mutu, fAoc = 9,8 MPa (K. Slump . cm, w/c = 0,78 Uraian Satuan L01 L04 L03 L15 1,320 0,205 0,020 0,060 Jumlah Tenaga Kerja M18 M09 M01 276,000 0,591 0,750 215,000 Jumlah Harga Bahan E08 unit/hari 0,200 Jumlah Harga Peralatan Tenaga Pekerja Tukang batu Kepala tukang Mandor Bahan Portland Cement Pasir beton Koral beton Air Alat Beton molen Jumlah harga tenaga dan peralatan ( A B C ) Overhead keuntungan . % x D) Harga satuan pekerjaan (D E) Koefisien Harga Satuan (R. Kode Jumlah (R. Tabel 2. 8 1 mA Gebalan Rumput dan Penyiraman Uraian Koefisien Harga Satuan (R. Kode Satuan L01 L15 org/hari 0,01 org/hari 0,05 Jumlah Biaya Tenaga Kerja Jumlah (R. Tenaga Pekerja Mandor Bahan Rumput Jumlah Biaya Bahan Alat Selang Pompa unit/hari unit/hari 0,001 0,001 Jumlah Biaya Alat Jumlah harga tenaga dan peralatan ( A B C ) Overhead keuntungan . % x D) Harga satuan pekerjaan (D E) Rencana Anggaran Biaya (RAB) Rencana Anggaran Biaya (RAB) suatu bangunan atau konstruksi adalah perhitungan besarnya biaya yang diperlukan untuk bahan, upah serta biaya-biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi tersebut. Anggaran biaya merupakan harga dari konstruksi yang dihitung dengan teliti, cermat dan memenuhi syarat. Anggaran biaya pada konstruksi yang sama akan berbeda-beda di masing-masing tempat, disebabkan karena perbedaan harga bahan dan upah tenaga kerja. Adapun perincian Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk kegiatan operasi dan pemeliharaan baik daerah irigasi permukaan maupun daerah irigasi pompa . erhitungan selengkapnya terlampi. , adalah sebagai berikut: Tabel 2. 9 Rencana Anggaran Biaya No. Jenis Pekerjaan Pekerjaan Persiapan Uitzet Profil Direksi keet Papan nama proyek Kode T04 T05 L04 Volume Satuan Harga Satuan (Rp. Jumlah Harga (Rp. Jumlah I Pekerjaan Pokok 1 Galian tanah biasa 2 Galian tanah lumpur 3 Timbunan tanah kembali 4 Pemadatan tanah 5 Pemasangan gebalan rumput 6 Beton Tumbuk setara K 125 6 Pasangan Batu Kali 1 : 4 7 Plesteran 1 : 3 8 Siaran 1 : 2 T07a T10a T14a T14b TRP B03 P01c P02c P11c Jumlah II i Pekerjaan Pembantu 1 Kistdam/pengeringan 2 K3 Jumlah i Jumlah I II i Dibulatkan Terbilang :