Edukasi Karies Gigi dan Demonstrasi Cara Menyikat Gigi yang Benar pada Anak Usia Dini Untuk Mencegah Gigi Berlubang Di SD Negeri 02 Kabawetan Kabupaten Kepahiang Desmi Julita . Kristina Elvira . Ilni Aprianti . Deka Okta Risa. Aulia Rahma Ningtiyas . Murwati . 1,2,3,4,. Universitas Dehasen Bengkulu Email: desmiJulita962@gmail. ARTICLE HISTORY Received . Desember 2. Revised . Januari 2. Accepted . Januari 2. KEYWORDS Education. Dental Caries. Demonstration. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Karies gigi merupakan permasalahan kesehatan yang banyak terjadi pada anak sekolah dasar, ditandai dengan gigi berlubang, nyeri, dan gangguan fungsi kunyah. Kondisi ini dapat disebabkan oleh tingginya konsumsi makanan manis dan rendahnya pemahaman kesehatan gigi (WHO. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang karies gigi serta melatih teknik menyikat gigi yang benar. Metode pelaksanaan mencakup ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam menjelaskan materi serta mempraktikkan teknik menyikat gigi dengan benar setelah kegiatan berlangsung (Sari & Rahayu, 2. Edukasi terbukti efektif dalam membentuk pemahaman dan keterampilan menjaga kesehatan mulut sejak dini. ABSTRACT Dental caries is a common health problem among elementary school children, characterized by cavities, pain, and impaired chewing function. This condition can be caused by high consumption of sweet foods and poor understanding of dental health (WHO, 2. This activity aims to increase students' knowledge about dental caries and teach them proper toothbrushing Implementation methods included lectures, demonstrations, hands-on practice, and Results showed an improvement in students' ability to explain the material and practice proper toothbrushing techniques after the activity (Sari & Rahayu, 2. Education has been proven effective in developing understanding and skills for maintaining oral health from an early age. PENDAHULUAN Karies gigi merupakan salah satu gangguan kesehatan anak yang paling sering ditemukan di Indonesia (Kemenkes RI, 2. Pada tahap awal, kerusakan gigi sering tidak menimbulkan keluhan, namun bila dibiarkan dapat mengganggu makan, tidur, percaya diri serta konsentrasi belajar (Fauziah et , 2. Plak yang tidak dibersihkan dengan menyikat gigi secara efektif dapat menyebabkan karies gigi (Theresia et al. , 2. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dan kurangnya kebiasaan menyikat gigi yang benar turut memperbesar risiko terjadinya karies. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), survei tahun 2022 menunjukkan bahwa hampir 90% populasi global mengalami karies gigi (Yunus. Ibrahim andMohamad, 2. Namun, kebanyakan masalah ini dapat dicegah dengan kebiasaan menyikat gigi yang benar dan teratur. Oleh karena itu, rutinitas menyikat gigi yang tepat sangat berkontribusi pada kesehatan gigi yang lebih baik (Rosada. Wahyudi and Ekawati, 2. Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 menunjukkan bahwa masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah masih tinggi. Data SKI 2023 mencatat bahwa lebih dari separuh anak mengalami masalah gigi dan mulut,dengan prevalensi sebesar 56,9%. Pendidikan kesehatan di usia sekolah berperan penting dalam membentuk kebiasaan yang baik terkait menjaga kebersihan gigi dan mulut (Rahmawati & Prasetyo, 2. Kesadaran untuk menjaga kesehatan gigi harus ditanamkan sejak dini agar anak-anak terbiasa dengan kebiasaan menyikat gigi yang benar dan pola hidup sehat. Anak-anak usia dini sangat rentan terhadap masalah gigi karena kebiasaan mengonsumsi makanan manis serta kurangnya pemahaman mengenai pentingnya menyikat gigi secara rutin. Oleh karena itu, upaya edukasi dan pendampingan dari berbagai pihak menjadi sangat diperlukan guna membentuk kebiasaan baik sejak usia dini (Maelissa & Lilipory, 2. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukatif yang tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga melatih keterampilan menyikat gigi secara langsung. METODE Kegiatan pengabdian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: Penyuluhan (Cerama. Menjelaskan pengertian karies, penyebab, dampak, serta cara pencegahan menggunakan bahasa sederhana (Almatsier, 2. Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 5 No. 1 Januari 2026 page: 137 Ae . 137 Demonstrasi Menyikat Gigi Pemateri memperagakan teknik menyikat gigi menggunakan alat peraga untuk membantu visualisasi siswa (Sari & Rahayu, 2. Praktik Langsung oleh Siswa Siswa mempraktikkan teknik menyikat gigi dengan pendampingan fasilitator untuk memastikan teknik dilakukan dengan benar. Diskusi dan Tanya Jawab Peserta diberi ruang untuk bertanya mengenai kendala atau pengalaman terkait kesehatan gigi. Evaluasi Setelah Kegiatan Evaluasi dilakukan melalui pertanyaan lisan dan observasi keterampilan siswa dalam menyikat gigi dengan benar. Pembukaan penyuluhan Mengucap salam Pembukaan Memperkenalkan diri Menjelaskan tujuan penyuluhan yang Mengarsipkan Hasil Kegiatan Penyuluhan Melakukan evaluasi validasi Gambar 1. Alur Aktivitas Penyuluhan Karies gigi dan cara sikat gigi yang baik dan benar Permohonan CI Puskesmas dan Kepala Sekolah, pengkajian pada Siswa SDN 03 Kabawetan Pembukaan Menentukan Masalah A A Mencatat hasil Kegiatan Penyuluhan Mengucap A Memperkenalkan A Menjelaskan tujuan penyuluhan yang A Melakukan evaluasi validasi Gambar 2. Skema Kegiatan Penyuluhan Karies Gigi Dan Cara Sikat Gigi Yang Baik Dan HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari siswa. Mereka terlihat aktif berpartisipasi, menjawab pertanyaan, dan antusias saat melakukan praktik menyikat gigi. Setelah kegiatan, sebagian besar siswa dapat menjelaskan kembali pengertian karies gigi serta teknik menyikat gigi dengan benar. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan setelah intervensi dilakukan. Metode demonstrasi sangat efektif meningkatkan kemampuan psikomotor siswa dibanding ceramah satu arah (Sari & Rahayu, 2. Keterlibatan langsung melalui praktik membuat 138 | Desmi Julita. Kristina Elvira. Ilni Aprianti. Deka Okta Risa. Aulia Rahma Ningtiyas. Murwati. Edukasi Karies Gigi dan Demonstrasi Cara Menyikat Gigi. siswa lebih mudah mengingat langkah menyikat gigi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari (WHO, 2. Gambar 3. Edukasi Tentang Karies gigi dan cara sikat gigi yang baik dan benar KESIMPULAN DAN SARAN Edukasi kesehatan mengenai karies gigi disertai demonstrasi menyikat gigi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa sekolah dasar. Intervensi edukatif ini dapat menjadi langkah preventif dalam menurunkan kejadian karies gigi melalui pembentukan perilaku menjaga kebersihan gigi sejak dini. Kegiatan edukasi kesehatan gigi sebaiknya dilakukan secara rutin di sekolah. Orang tua dan guru diharapkan mendampingi anak dalam membiasakan menyikat gigi. Pemeriksaan gigi berkala setiap enam bulan perlu dianjurkan. UCAPAN TERIMA KASIH Edukasi karies gigi dan cara menyikat gigi yang baik dan benar yang dilakukan oleh mahasiswa KKNT bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan peserta, terutama anak-anak, dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Demonstrasi teknik menyikat gigi yang tepat membantu peserta memahami langkah-langkah pencegahan karies secara sederhana dan mudah diterapkan. Kegiatan ini berkontribusi positif dalam membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat di masyarakat. Peserta diharapkan rutin menyikat gigi dua kali sehari menggunakan teknik yang benar. Pemeriksaan gigi secara berkala setiap 6 bulan perlu dilakukan untuk memantau kesehatan gigi. Kegiatan edukasi serupa sebaiknya terus dilanjutkan oleh tenaga kesehatan setempat. Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 5 No. 1 Januari 2026 page: 137 Ae . DAFTAR PUSTAKA