SINTECH JOURNAL | ISSN 2598-7305 | E-ISSN 2598-9642 Vol. 3 No 1 Ae April 2020 | https://s. id/sintechjournal DOI : https://doi. org/10. Publishing : LPPM STMIK STIKOM Indonesia IMPLEMENTASI GOOGLE DRIVE CLOUD STORAGE PADA SISTEM REPOSITORI AL-DARING Ketut Agus Seputra1. Gede Yudhi Paramartha2. I Nyoman Saputra Wahyu Wijaya3 1, 2, 3 Jurusan Teknik Informatika. Fakultas Teknik dan Kejuruan. Universitas Pendidikan Ganesha Jalan Udayana. Singaraja. Indonesia e-mail: agus. seputra@undiksha. id1, yudhi. paramartha@undiksha. wijaya@undiksha. Received : November, 2022 Accepted : April, 2022 Published : April, 2022 Abstract One of the steps of accreditation for institutions and study programs during the epidemic is online assessment (AL-Darin. The availability of suitable information and communication technologies to enable the AL-Daring process is one of the consequences of AL-Daring. Supporting data must be provided in the form of a soft copy in the University Information System that assessors may access appropriately. How the Information System can help Study Program Managers and Accreditation Applicants complete documentation more quickly and efficiently is also crucial. It's also important to note that each Study Program and Study Program Manager will upload a large number of papers of various types and sizes. As a result, various factors that affect the quality of information systems, such as data and storage space availability, ease of access, and timeliness, must be satisfied. The AL-Daring Information System is being developed using agile methodologies in the aim of completing it faster so that it can be utilized right away and adapt to user needs. To perform successfully, this system was built using the Codeigniter framework and Google Drive Cloud Storage as a document storage medium via the Google Drive API SUS rates the repository system an excellent score on an adjective rating claiming the system is very useful and well-received by users. Keywords: Information Systems. Google Drive Cloud Storage. Google Drive API Abstrak Assesmen Lapangan secara Daring (AL-Darin. merupakan salah satu tahapan yang dilalui oleh Universitas maupun Program Studi yang melakukan Akreditasi dimasa pandemi. Salah satu konsekuensi dari AL-Daring adalah tersedianya teknologi informasi dan komunikasi yang memadai untuk memfasilitasi proses AL-Daring. Data dukung sesuai dokumen usulan akreditasi harus tersedia dalam bentuk soft copy dalam Sistem Informasi Perguruan Tinggi yang dapat diakses secara baik oleh asesor. Tidak kalah penting juga adalah bagaimana Sistem Informasi tersebut mampu menghadirkan kemudahan bagi Pengelola Prodi maupun pengusul Akreditasi untuk melengkapi dokumen secara lebih cepat dan efisien. Penting juga dipertimbangkan akan ada banyak dokumen dengan berbagai tipe dan ukuran yang akan diunggah oleh masing-masing Prodi maupun Pengelola Prodi. Beberapa hal yang mempengaruhi kualitas Sistem Informasi seperti ketersediaan data dan ruang penyimpanan, kemudahan akses, serta ketepatan waktu wajib dipenuhi. Metode Agile digunakan untuk mengembangkan Sistem Informasi AL-Daring dengan harapan sistem dapat selesai lebih cepat agar segera dapat digunakan serta menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Sistem Informasi Repositori Dokumen AL-Daring yang dikembangkan menggunakan framework Codeigniter dengan memanfaatkan Google Drive Cloud Storage sebagai media penyimpanan dokumen melalui layanan Google Drive API dapat berfungsi dengan baik. Pengujian dengan SUS memberikan penilaian Exellent pada adjective SINTECH Journal | 49 rating yang menyatakan bahwa sistem repositori sangat bermanfaat dan diterima dengan baik oleh Kata Kunci: Sistem Informasi. Google Drive. Cloud Storage. Google Drive API. SUS PENDAHULUAN Perguruan Tinggi sebagai sebuah lembaga pendidikan di Indonesia dalam pengelolaannya wajib mengikuti Akreditasi sesuai kaidah dan ketentuan yang sudah diatur oleh Pemerintah. Akreditasi sebagai sebuah kegiatan penilaian untuk menentukan kelayakan Perguruan Tinggi maupun Program Studi berdasarkan kriteria yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Disamping itu, akreditasi juga menjadi salah satu proses penjaminan mutu secara eksternal baik pada bidang akademik maupun non-akademik, yang diharapkan dapat melindungi kepentingan mahasiswa maupun masyarakat secara luas . Sebagaimana telah diatur dalam peraturan BAN-PT, bahwa proses akreditasi harus dilandasi oleh prinsip independen, akurat, obyektif, transaran, dan Oleh karena itu asesor lapangan memiliki independensi untuk melakukan penilaian secara akurat dan obyektif sesuai dengan kenyataan dan didasari bukti sahih yang ditemukan dilapangan. Proses penilaian dilakukan melalui Assesmen Lapangan yang dilakukan oleh asesor dengan mengunjungi Perguruan Tinggi sesuai dengan jadwal dan agenda kegiatan. Namun terhitung sejak maret 2019 kunjungan ke Perguruan Tinggi tidak dapat dilakukan karena adanya pandemi Covid-19. Hal ini tentu berdampak terhadap Perguruan Tinggi yang sangat menantikan proses dan hasil Assesmen Lapangan sebagai salah satu bentuk pertanggung jawaban dan pengakuan terkait capaian kinerja yang telah diperoleh. Berkaitan dengan hal tersebut maka BAN-PT memutuskan untuk melaksanakan Assesmen Lapangan secara Daring (AL-Darin. Salah satu konsekuensi dari AL-Daring adalah tersedianya teknologi informasi dan komunikasi yang memadai untuk memfasilitasi proses ALDaring. Data dukung sesuai dokumen usulan akreditasi harus tersedia dalam bentuk soft copy dalam Sistem Informasi Perguruan Tinggi yang dapat diakses secara baik oleh asesor . Disamping untuk menjaga validitas data dan informasi. Sistem Informasi tersebut tentu harus mampu membantu asesor untuk memvalidasi bukti dengan mudah, sehingga proses AL-Daring dapat berjalan dengan lebih 50 | SINTECH Journal Tidak kalah penting juga adalah bagaimana Sistem Informasi tersebut mampu menghadirkan kemudahan bagi Pengelola Prodi maupun pengusul Akreditasi untuk melengkapi dokumen secara lebih cepat dan efisien . Penataan dokumen akreditasi sesuai standar Borang Akreditasi menjadi fokus utama dalam pengembangan sistem repositori. Dokumen yang telah tertata dengan teratur tentu akan mempermudah dalam proses temu kembali . Disamping itu pula, pelaksanaan akreditasi yang membutuhkan dokumen secara lengkap mulai dari tingkat program studi, fakultas, hingga universitas menuntut sistem repositori harus dikembangkan secara terpusat . Pengarsipan dokumen secara terpusat tentu juga akan mengurangi redudansi dari dokumen yang Penting juga dipertimbangkan akan ada banyak dokumen dengan berbagai tipe dan ukuran yang akan diunggah oleh masing-masing Prodi maupun Pengelola Prodi. Sehingga beberapa hal yang mempengaruhi kualitas Sistem Informasi seperti ketersediaan data dan ruang penyimpanan, kemudahan akses, serta Pengembangan media penyimpanan dengan konsep server clustering membutuhkan load balancing yang dapat menimbulkan tantangan baru pada distribusi dokumen pada server dan peningkatan pada biaya operasional. Oleh karena itu, layanan cloud computing dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi masalah ini. Melalui layanan cloud storage memungkinkan sebuah sebuah aplikasi melakukan penyimpanan file pada cloud storage atau melakukan sinkronisasi server lokal dengan cloud storage. Namun dengan bertambahnya file yang diunggah akan membutuhkan media penyimpanan dengan kapasitas yang lebih besar. Hal ini tentu akan menyebabkan peningkatan terhadap biaya sewa layanan cloud storage . Berdasarkan atas beberapa uraian masalah tersebut, maka Sistem Informasi Repositori Dokumen AL-Daring dikembangkan dengan memanfaatkan Google Drive sebagai media penyimpanan dokumen melalui layanan Google Drive API. Kapasitas penyimpanan gratis yang disediakan oleh google drive sebesar 15 GB dan didukung oleh keamanan serta kemudahan interoperabilitas google drive tentu akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem METODE PENELITIAN Tinjauan Pustaka Cloud Storage merupakan sebuah trend pada komputasi berbasis internet yang melibatkan banyak komputer untuk bekerja bersama demi tujuan tertentu. Disamping itu cloud storage menggunakan sistem penyimpanan lokal. Data dan informasi yang telah tersimpan dapat diakses secara sempurna melalui client services dan network connectivity. Terdapat tiga jenis model dalam layanan cloud storage yakni . Software Services (SaaS) menyediakan aplikasi penyimpanan yang siap digunakan oleh pengguna. Seperti misalnya Google Drive. Platform as a Services (PaaS) dimana model ini menyediakan aplikasi termasuk lingkungan pengembanganya yang bisa Infrastructure as a Services (IaaS) menyediakan media penyimpanan dan sumber daya komputasi yang dapat memberikan solusi bisnis yang dapat Cloud storage menghadirkan fitur kepastian akan ketersediaan . , data aman dari kegagalan infrastruktur . , . Disamping fitur tersebut, dilihat dari sudut pandang kapasitas dan keuntungan dari penyimpanan pada cloud storage yakni. Sederhana dalam penggunaan yang didukung oleh lingkungan pengembangan dan infrastruktur yang selalu mengalami Penyimpanan cloud berguna untuk mengurangi biaya kepemilikan terutama dalam model SaSS . Menyimpan di cloud jauh lebih baik daripada penyimpanan konvensional Sebagai contoh pengguna tidak perlu menyediakan media penyimpanan fisik dengan kapasitas besar termasuk backup data. Peningkatan ataupun perbaikan terkait mempengaruhi layanan yang diberikan kepada pengguna. Pengguna dapat memilih layanan cloud atau kombinasi menggunakan cloud dengan media penyimpanan lokal. Google drive adalah salah satu aplikasi penyimpanan berbasis cloud yang disediakan oleh google. Kemampuan google drive dalam integrasi data dengan aplikasi google lainnya termasuk juga aplikasi pihak ketiga membuat pengguna google drive meningkat. Hal ini juga didukung kapasitas penyimpanan secara gratis sebesar 15GB dan tidak terbatas untuk Gsuite . Google memungkinkan berbagi dokumen dan data melalui fitur Google Drive API. Fitur Rest API yang dimiliki memungkinkan pengembangan aplikasi dapat memanfaatkan penyimpanan google drive untuk menyimpan file statis seperti terlihat pada gambar 1. Gambar 1. Google Drive API Relationship . Software Development Kit (SDK) Google Drive API termasuk didalamnya HTTP API dapat digunakan oleh pengembang aplikasi untuk melakukan penyimpanan, integrasi, dan akses file dari aplikasi yang sedang dibangun . Disamping itu, pengguna atau pengembang aplikasi dapat menggunakan beberapa media penyimpanan cloud yang dapat diintegrasikan dengan aplikasi . Pengujian aplikasi yang dikembangkan penting dilakukan untuk mengukur performa aplikasi, keterimaannya oleh pengguna. SUS adalah suatu tools yang paling umum digunakan untuk mengukur tingkat kegunaan dari suatu produk. Perhitungan skor yang sederhana, penggunaanya, dengan jumlah sampel yang yang dibutuhkan tidak terlalu besar membuat metode evaluasi ini mudah dimengerti. SUS mengolah data yang didapat dari skenario pengujian untuk mengetahui presentase tingkat keberhasilan dari tiap skenario oleh masing-masing pengguna dalam skala 0-100. Adapun perhitungan skor kuisioner SUS adalah sebagai terdapat pada persamaan . SINTECH Journal | 51 Data Data yang digunakan dalam penelitian adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui tahap observasi dan literatur review yang terdiri dari masalah dan tujuan yang mendasari pengembangan sistem, dokumentasi pengimplementasian Google Drive API, serta profil pengguna sistem. Data Kuantitatif diperoleh dari hasil pengujian sistem berupa hasil kuisioner SUS dan Black Box Testing. Metode Pengembangan Sistem Pemilihan metode pengembangan perangkat lunak menjadi suatu hal yang penting dan menentukan bagi keberhasilan pengembangan. Metode Agile banyak digunakan dalam industri untuk menghasilkan perangkat lunak baru dengan lebih cepat . Pemilihan metode agile dapat membantu pengembangan fokus pada fokus pada proses bisnis, sehingga resiko pengembangan sistem dapat dikurangi dan mengoptimalkan value bisnis . Disamping itu, metode agile tanggap dengan perubahan yang membuat tim lebih responsif terhadap proses bisnis yang dapat berubah, sehingga kualitas perangkat lunak menjadi lebih baik sesuai dengan kebutuhan bisnis . Penggunaan langsung terhadap sistem yang sedang dikembangkan juga menjadi salah satu dasar dalam pemilihan metode Agile. Gambar 2. Siklus Extreme Programming . Extreme Programming (XP) merupakan salah satu metode Agile yang banyak digunakan untuk pengembangan perangkat lunak yang melibatkan tim kecil hingga medium. Metode ini menekankan pada keterbukaan terhadap kebutuhan bisnis dan kerjasama tim yang kuat . Adapun siklus pengembangan perangkat lunak dengan metode XP sesuai gambar 2 Exploration Phase merupakan tahapan untuk menggali kebutuhan pengembangan perangkat lunak. Pada tahapan ini kebutuhan pengguna, arsitektur sistem, 52 | SINTECH Journal infrastruktur teknologi telah selesai Termasuk memahami alur dari sebuah proses AL-Daring. Planning Phase fokus pada penetapan fungsional sistem, jadwal pengembangan, pembagian tugas dalam tim, termasuk deadline pembuatan dalam setiap tahapan. Iterations to Release Phase merupakan tahapan inti dari pengembangan perangkat Pada tahap ini terdiri dari beberapa proses dasar dalam pengembangan perangkat lunak yakni mulai dari analisis, desain, coding, hingga pengujian. Tahapan ini yang selalu akan mengalami pengulangan kegiatan jika terdapat perubahan atau penambahan proses Productionizing Phase merupakan tahapan deployment perangkat lunak dalam versi Pada versi beta, perangkat lunak telah memenuhi Minimum Product Variable sesuai kebutuhan bisnis. Maintenance Phase merupakan sebuah siklus alami dari sebuah pengembangan perangkat lunak. Dalam fase ini fungsionalitas baru dibangun saat sistem sedang digunakan. Oleh karena itu penambahan fitur harus dilakukan secara berhati-hati. Death Phase adalah tahap akhir dari siklus pengembangan perangkat lunak. Terdapat pengembangan perangkat lunak telah mencapai tahap ini. Pertama, pelanggan merasa puas atas perangkat lunak yang dihasilkan telah memenuhi seluruh kebutuhan bisnis. Kedua, pelanggan membutuhkan fitur yang tidak dapat dikembangkan secara ekonomis. Dalam situasi seperti ini, sebaiknya menghentikan pengembangan perangkat lunak yang biasa disebut sebagai entropic death system. Perancangan Sistem Analisis Tahap analisis diawali oleh ekplorasi data baik itu melalui wawancara, observasi proses ALDaring, maupun studi literatur terkait tatakelola dokumen akreditasi. Tujuan dari tahapan explorasi untuk mengidentifikasi permasalahan yang terjadi, kebutuhan pengguna, tujuan pengembangan aplikasi, sasaran, sumber daya, termasuk pengguna aplikasi . Dari hasil explorasi, teridentifikasi beberapa poin utama yang melatarbelakangi dibentuknya sistem repositori, yakni. Tersedia memfasilitasi terlaksanya AL-Daring. Data dukung sesuai dokumen usulan akreditasi harus tersedia dalam bentuk soft copy dalam Sistem Informasi Perguruan Tinggi yang dapat diakses secara baik oleh Data dukung terintegrasi mulai dari tingkat universitas, fakultas, dan program studi. Sehingga dapat mengurangi redudansi dari dokumen yang diunggah. Terdapat beberapa level pengguna yaitu prodi, fakultas, universitas, dan asessor. Kapasitas menyimpan seluruh dokumen. Sistem memiliki tingkat availability dan performance yang tinggi terkait akses dan ketersediaan dokumen. Sistem repositori dikembangkan terpusat sehingga melibatkan beberapa level pengguna yakni prodi, fakultas, universitas, dan assesor. Berkaitan dengan banyaknya dokumen yang akan diunggah, maka media penyimpanan memanfaatkan beberapa akun google drive yang dimiliki oleh universitas, fakultas, dan prodi baik itu google drive unlimited ataupun google drive untuk pengguna umum. Adapun arsitektur sistem repositori dapat dilihat pada Dengan melibatkan google drive sebagai media peyimpanan, sistem repositori memiliki beberapa keunggulan seperti efisiensi biaya media penyimpanan karena tidak memerlukan server static untuk menyimpan Kedua ketersediaan akses terhadap dokumen karena pengguna dapat mengunggah melalui google drive maupun melalui sistem repositori. Ketiga adalah, terhidar dari resiko kehilangan dokumen akibat kegagalan sistem. Gambar 3. Arsitektur Sistem Repositori Bertitik tolak dari analisis kebutuhan pengguna, maka dibuat sebuah sistem repositori yang dikembangkan berbasis website dengan MySQL sebagai Database Management System. Adapun kebutuhan fungsional yang harus disediakan oleh sistem repositori yakni. Terdapat tiga level pengguna assesor, prodi, fakultas, dan lembaga. Pengguna dapat mengunggah dokumen data dukung dalam berbagai tipe dan ukuran file sesuai dengan level pengguna. Sistem menggunakan media penyimpan beberapa google drive yang dimiliki oleh prodi, fakultas dan lembaga yang terlibat dalam AL-Daring. Terkait kerahasiaan data, prodi dan penambahan dokumen pada sistem yang terhubung dengan google drive sesuai dengan credentials Google Drive API masing-masing lembaga baik prodi dan Seluruh pengguna termasuk assesor dapat melihat dokumen AL-Daring seluruh prodi pada halaman beranda sistem repositori. Gambar 4. Use Case Diagram Kebutuhan fungsional tersebut selanjutnya dimodelkan menggunakan Use Case Diagram guna mengetahui akses masing-masing aktor terhadap sistem. Adapun kewenangan akses aktor dapat dilihat pada gambar 4. Rancangan Sistem Perancangan menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna dan arsitektur sistem yang telah didefinisikan pada tahap analisis. Beberapa dokumen terkait bagan pengembangan sistem sangat diperlukan guna memperjelas fitur dan alur kerja sistem. Setiap siklus XP selalu melalui tahapan perancangan ketika terdapat penambahan atau perubahan proses bisnis. Sehingga pada setiap siklus, selalu menghasilkan sebuah dokumen yang detail terkait perancangan sistem yang dikembangkan pada siklus tersebut. Activity Diagram SINTECH Journal | 53 Gambar 5 merupakan diagram aktivitas yang dapat menceritakan alur kerja dari sebuah melalui relationship set, serta jumlah anggota dalam dalam suatu hubungan melalui constraints . Adapun detail hubungan setiap entitas dalam sistem digambarkan dalam Physical Data Model seperti pada gambar 6. Gambar 5. Diagram Aktivitas Unggah Berkas Berikut dipaparkan mengenai aktivitas unggah berkas pada sistem. Unggah berkas dapat dilakukan oleh masing-masing pengguna dari setiap lembaga yang terdaftar. Untuk dapat melakukan pengunggahan berkas, pengguna wajib login untuk memperoleh akses dan Credential Google Drive Api. Pengguna dapat mengunggah beberapa berkas dengan berbagai tipe file yang tidak dibatasi melalui form upload Proses unggah berkas dimulai dengan memvalidasi credential login dari pengguna. Credential memperoleh autentikasi dari Google Oauth. Setelah dinyatakan valid dan terdaftar pada Google Drive API, maka berkas baru dapat diunggah pada masing-masing Google Drive sesuai dengan credential masing-masing Proses unggah berkas dapat dinyatakan selesai setelah memperoleh respon sukses dari Google Drive API, respon tersebut seperti folder id, folder name, dan file name akan disimpan pada MySQL sesuai fakultas dan prodi yang tersimpan pada credential. Penyimpanan respon kedalam database lokal ditujukan untuk mempermudah proses temu kembali file pada sistem repositori. Entity Relationalship Diagram (ERD) ERD merupakan sebuah diagram struktural yang dapat menggambarkan secara detail entity atau komponen data dan hubungannya 54 | SINTECH Journal Gambar 6. Physical Data Model JSON Credentials tersebut didapat dari proses aktivasi Google Drive API seperti pada gambar Selain menyimpan data credentials Google Drive, entitas ini juga menyimpan hubungan antara users dengan fakultas dan prodi. Dari hubungan inilah dapat diperoleh sebuah konfigurasi credentials Google Drive API yang digunakan pada proses unggah berkas. Termasuk juga nanti hubungan kelima entitas ini yang digunakan dalam menampilkan HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Sistem repositori dikembangan menggunakan framework PHP yakni Codeigniter dengan MySQL sebagai Database Mangement System. Sistem dikembangkan sesuai dengan arsitektur dan rancangan sistem. Langkah awal dalam pengembangan sistem adalah membuat tampilan situs yang responsive terhadap devices pengguna, serta interaktif. Oleh karena itu, pada bagian frontend sistem menggunakan framework bootstrap CSS dan Jquery. Melanjutkan ke tahap berikutnya adalah menyiapkan logika autorisasi pengguna sesuai level akses masing-masing. Proses autorisasi pengguna adalah proses penting yang langsung berhubungan dengan autentikasi Oauth Google Drive sesuai dengan akun Google Drive masingmasing lembaga. Salah satu fungsi basis data disini adalah menyimpan data pengguna beserta credentials Google Drive yang Credentials diperoleh dengan mengaktifkan fitur Google Drive API pada setiap google drive yang digunakan. Disamping itu, pengguna juga harus menyiapkan sebuah folder root pada Google Drive untuk menampung seluruh berkas yang akan diunggah, serta mengaktifkan fitur share link dengan mode viewer untuk meampilkan seluruh isi dari folder root tersebut. Adapun alur penggunaan credentials seperti pada Fitur rename folder untuk melakukan perubahan nama folder oleh admin. Fitur delete folder atau file untuk melakukan hapus folder dan isi didalamnya oleh admin. Adapun tampilan dari halaman yang dimaksud terdapat pada gambar 9. Gambar 9. Halaman Detail Folder Pengujian Gambar 7. Konfigurasi Credentials Langkah berikutnya adalah membuat modul untuk unggah berkas pada sistem. Semua file yang diunggah tersimpan pada media penyimpanan Google Drive sesuai dengan credentials dan folder root yang digunakan. Untuk mempermudah manajemen folder dan menu, seluruh data folder dan nama file, termasuk id folder pada Google Drive disimpan dalam Basis Data. Sehingga penting, pada setiap proses manajemen folder dan file terjadi sinkronisasi antara Basis Data dengan folder fisik yang dibuat pada Google Drive. Adapun tampilan dari form upload file seperti pada Gambar 8. Form Modal Unggah Berkas Tahap terakhir dari pengembangan sistem repositori ini adalah proses temu kembali berkas yang telah diunggah. Untuk itu pada halaman detail folder dilengkapi dengan tree menu dan beberapa fitur lainnya seerti. Fitur pencarian file atau folder oleh admin, assesor dan pengguna umum. Fitur tambah folder dan file untuk admin prodi, fakultas maupun lembaga. Fitur ini dapat digunakan untuk unggah banyak file dalam sekali unggah. Pengujian Performa Pengujian performa sistem ditujukan untuk menguji kecepatan unggah berkas terhadap Pengujian membandingkan waktu dan ukuran berkas yang diunggah menggunakan server OnPremise (OP) dan Server Google Drive. Adapun hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel 1: Hasil Pengujian Performa Server Qty Size (MB) Time . Drive Drive Drive Drive Pengujian tersebut memberikan hasil bahwa proses unggah berkas pada setiap skenario pengujian telah berhasil dilakukan. Adapun terkait waktu unggah berkas terdapat perbedaan antara penggunaan server OP dan Google Drive. Namun dari keseluruhan pengujian seperti pada tabel 1, bahwa waktu yang diperlukan untuk upload file server google lebih stabil dan relatif lebih cepat. Hal tersebut tentu juga dipengaruhi oleh kecepatan dan bandwidth internet. Black Box Testing Pengujian black box menggunakan metode memastikan fitur utama yakni login, unggah file maupun folder, update nama folder, pencarian file, dan hapus folder maupun file dapat berjalan dengan baik pada beberapa skenario percobaan. Pengujian dilakukan SINTECH Journal | 55 dengan 10 skenario unggah file dengan beberapa tipe dan ukuran file yang berbeda. Adapun hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel 2: Hasil Pengujian Black Box Input Login Harapan Simpulan Halaman pengguna tampil sesuai identitas Berhasil login lembaga Unggah file pada pada folder baru File terunggah pada folder yang telah Berhasil sebanyak 10 kali dibuat pada google drive Unggah file pada folder yang telah File tersimpan pada folder yang telah Berhasil tersedia sebanyak 10 kali Ubah Nama Folder pada 10 Folder Nama folder dan permalink dapat dirubah Berhasil Pencarian nama file dan folder File dapat tampil sesuai kriteria pencarian Berhasil Delete folder Folder dan isinya dapat terhapus Berhasil Delete File File terhapus Berhasil Evaluasi bermanfaat dan diterima dengan baik oleh Responden yang terlibat dalam SUS berjumlah 8 orang tenaga pengajar dari program studi Fitur lain dari google drive yakni google API Ilmu Komputer sebagai pengguna sistem. dapat digunakan dalam penelitian selanjutnya Program studi Ilmu Komputer sebagai salah satu program studi yang menggunakan sistem pertukaran data dan dokumen antar sistem repositori untuk mendukung proses Assesment menggunakan middleware google API. Lapangan Daring. Pengembangan sistem terintegrasi ini tentu akan sangat bermanfaat terutama dalam manajemen data dan file untuk keperluan arsip dalam instansi pemerintahan, sekolah, dan badan usaha milik desa. DAFTAR PUSTAKA