SMATIKA : STIKI Informatika Jurnal Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2087-0256, e-ISSN: 2580-6939 Implementasi Fuzzy Inference System Tsukamoto Pada Penentuan Kelayakan Pemberian Pinjaman Evi Nur Hidayah1 Sulistyo Dwi Sancoko2* 1Program Studi Informatika. Universitas Teknologi Yogyakarta. Jl. Siliwangi. Jombor Lor. Sendangadi. Kec. Mlati. Kabupaten Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta 55285. Indonesia 2Program Studi Sains Data. Universitas Teknologi Yogyakarta. Jl. Siliwangi. Jombor Lor. Sendangadi. Kec. Mlati. Kabupaten Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta 55285. Indonesia 1evinurhidayahh@gmail. com, 2sulistyo. dwisancoko@staff. *Penulis Korespondensi: Sulistyo Dwi Sancoko dwisancoko@staff. Abstrak Pinjaman menjadi instrumen keuangan yang penting dalam kehidupan modern baik bagi individu maupun kelompok Pertimbangan calon peminjam sangat penting dilakukan untuk mengurangi resiko gagal bayar. Namun, di Gapoktan Makmur Sejahtera proses pertimbangan tersebut masih diakukan secara manual. Oleh karena itu, perlu dikembangkan sebuah pendekatan yang lebih sistematis dan terukur dalam menilai kelayakan pemberian pinjaman untuk meminimalisir risiko gagal bayar. Sumber data penelitian ini berasal dari data pinjaman di Gabungan Kelompok Tani (Gapokta. Makmur Sejahtera. Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy Inference System (FIS) Tsukamoto dengan 3 variabel input, yaitu pendapatan, jaminan, dan karakter calon peminjam. Variabel output pada penelitian ini adalah kelayakan dalam bentuk persentase hasil perhitungan FIS Tsukamoto. Aplikasi pada penelitian ini dikembangkan dengan bahasa pemrograman Python dan framework Flask. Database yang digunakan pada penelitian ini adalah MySQL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi penentuan kelayakan pemberian pinjaman berhasil dibuat dan dapat membantu dalam proses penentuan calon peminjam di Gapoktan Makmur Sejahtera sehingga dapat mengurangi risiko gagal bayar. Kata Kunci: Fuzzy. FIS. Tsukamoto. Web. Pinjaman Abstract Loans are an important financial instrument in modern life for both individuals and business groups. Consideration of prospective borrowers is very important to reduce the risk of default. However, in Gapoktan Makmur Sejahtera the consideration process is still done manually. Therefore, it is necessary to develop a more systematic and measurable approach in assessing the feasibility of granting loans to minimize the risk of default. The data source of this research comes from loan data at the Makmur Sejahtera Farmer Group Association (Gapokta. This research uses the Tsukamoto Fuzzy Inference System (FIS) method with 3 input variables, namely income, collateral, and character of prospective borrowers. The output variable in this study is eligibility in the form of a percentage of the results of the FIS Tsukamoto calculation. The application in this study was developed with the Python programming language and the Flask framework. The database used in this research is MySQL. The results showed that the application of determining the feasibility of granting loans was successfully made and could help in the process of determining prospective borrowers at Gapoktan Makmur Sejahtera so as to reduce the risk of default. Keywords: Fuzzy. FIS. Tsukamoto. Web. Loan Pendahuluan Pinjaman menjadi instrumen keuangan yang penting dalam kehidupan modern baik bagi individu maupun kelompok usaha. Pinjaman yang diperoleh dapat digunakan untuk mencukupi berbagai kepentingan, mulai dari pendidikan hingga pengembangan usaha. Salah satu layanan pinjaman yang popular di Indonesia saat ini adalah pinjaman online atau sering disebut pinjol. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai penyaluran fintech lending . injaman onlin. di Indonesia mencapai Rp 20,53 triliun pada Agustus 2023. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebanyak 0,78% dari bulan sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa penyedia jasa pinjaman masih menjadi sesuatu yang popular di Indonesia. Cite: Hidayah. dan Sancoko. , . Implementasi Fuzzy Inference System Tsukamoto Pada Penentuan Kelayakan Pemberian Pinjaman. SMATIKA : STIKI Informatika Jurnal, 14. https://doi. org/10. 32664/smatika. Implementasi Fuzzy Inference System Tsukamoto Pada Penentuan Kelayakan Pemberian Pinjaman Pertimbangan calon peminjam sangat penting dilakukan untuk mengurangi resiko gagal bayar. Lembaga keuangan dapat mempertimbangkan pemberian pinjaman dengan melihat beberapa faktor, seperti pendapatan, jaminan, hingga penilaian karakter calon peminjam. Namun, masih terdapat lembaga keuangan yang melakukan proses pertimbangan secara manual. Pertimbangan tersebut bersifat subjektif dan tidak didasarkan pada landasan yang jelas. Hal tersebut memiliki beberapa kelemahan, seperti rentan terhadap bias personal, kurangnya konsistensi dalam penilaian, dan risiko terkait keputusan yang tidak optimal. Oleh karena itu, diperlukan sebuah pendekatan yang lebih sistematis dan terukur dalam menilai kelayakan pemberian pinjaman. Pendekatan yang lebih terukur memungkinkan lembaga keuangan dapat menetapkan kriteria yang lebih jelas dan objektif dalam menilai kelayakan Pendekatan ini akan mengurangi ketidakpastian terkait penilaian kelayakan pinjaman. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan logika fuzzy untuk memprediksi kelayakan pemberian Logika fuzzy banyak digunakan dalam sistem karena fleksibel dan dapat beradaptasi terhadap setiap perubahan dan ketidakpastian permasalahan . Metode inferensi yang digunakan yaitu Fuzzy Inferece System (FIS) Tsukamoto. Metode Tsukamoto dipilih karena kemampuannya dalam mengatasi ketidakpastian dan kompleksitas kriteria yang digunakan dalam penilaian kelayakan pinjaman. Melalui metode FIS Tsukamoto, penilaian kelayakan pinjaman akan lebih terukur dan objektif serta memperkecil kemungkinan adanya penilaian subjektif yang dapat timbul apabila menggunakan penilaian manual. Logika fuzzy adalah bidang keilmuan yang berhubungan dengan ketidakpastian. Logika fuzzy diyakini mampu mengubah input menjadi output dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang ada. Logika fuzzy merupakan salah satu elemen dari soft computing . Fuzzy Inference System (FIS) atau sistem inferensi fuzzy adalah sebuah sistem yang memproses pemetaan dari input yang diterima menjadi output dengan memanfaatkan logika fuzzy . Pada penelitian yang dilakukan oleh . , menghasilkan sistem pendukung keputusan pemberian kredit mobil dengan menggunakan metode Fuzzy Tsukamoto. Sistem ini mempertimbangkan beberapa variabel yaitu pendapatan, pengeluaran, jarak, dan usia, dengan tujuan membantu Analis Kredit dalam memberikan rekomendasi terkait keputusan penerimaan kredit mobil dan mengurangi risiko kredit macet pada perusahaan leasing. Sedangkan, pada penelitian yang dilakukan oleh . , metode Fuzzy Tsukamoto dimanfaatkan untuk menilai kelayakan kredit calon Penelitian ini melibatkan variabel ketenagakerjaan. Debt Service Ratio (DSR), dan Himpunan fuzzy pada variabel ketenagakerjaan terdiri dari kategori kurang baik, cukup baik, dan sangat baik, sedangkan DSR dan kolektabilitas juga mempunyai himpunan fuzzy yang perlu ditentukan. Hasil analisis ini akan menentukan apakah kredit tersebut layak atau tidak, yang diharapkan dapat memudahkan analis dalam proses pengambilan keputusan mengenai kredit calon debitur bank. Penelitian ini memiliki perbedaan dengan penelitian-penelitian yang sebelumnya telah disebutkan, yaitu dalam penelitian ini akan dibahas analisis penentuan kelayakan pemberian pinjaman menggunakan Fuzzy Inferece System (FIS) Tsukamoto. Metode Penelitian Metode fuzzy digunakan pada penelitian ini untuk memprediksi kelayakan pemberian pinjaman. Tahapan yang dilakukan untuk menyelesaikan perhitungan fuzzy, yaitu fuzzifikasi, inferensi, dan defuzzifikasi . Hasil dari perhitungan akan menghasilkan persen kelayakan yang digunakan untuk menentukan kelayakan pemberian pinjaman. Alur logika fuzzy yang dilakukan terdapat pada Gambar 1. A 2024 SMATIKA Jurnal. Published by LPPM STIKI Malang This is an open access article under the CC BY SA license. ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Implementasi Fuzzy Inference System Tsukamoto Pada Penentuan Kelayakan Pemberian Pinjaman Gambar 1. Alur Logika Fuzzy Sistem inferensi fuzzy menerima input dalam bentuk crisp. Input kemudian diproses melalui basis pengetahuan yang berisi sejumlah aturan fuzzy dalam format IF-THEN. Setiap aturan akan dihitung nilai fire strength-nya. Jika terdapat lebih dari satu aturan, proses agregasi akan dilakukan untuk menggabungkan semua aturan tersebut. Setelah itu, hasil agregasi akan melalui tahap defuzzifikasi untuk menghasilkan output dalam bentuk crisp . Logika fuzzy diperlukan dalam situasi di mana satu-satunya jawaban adalah AuyaAy atau AutidakAy. Logika fuzzy disebabkan oleh ketidakpastian data atau informasi. Logika fuzzy merupakan perpanjangan dari logika Boolean dan umumnya dirancang untuk menangani nilai kebenaran parsial antara "sepenuhnya benar" dan "sepenuhnya salah" . Himpunan fuzzy merupakan kumpulan keadaan yang menggambarkan suatu variabel. Domain yang ada pada himpunan fuzzy dibatasi oleh atribut numerik dan linguistik . Fungsi keanggotaan adalah sebuah kurva yang merepresentasikan nilai keanggotaan suatu titik input dengan interval 0 sampai 1. Salah satu cara untuk memperoleh nilai keanggotaan adalah melalui pendekatan fungsional . Terdapat beberapa fungsi yang dapat digunakan, yaitu . Representasi Linear Naik Representasi Linear Turun Representasi Kurva Segitiga Representasi Kurva Trapesium Fuzzy Inference System (FIS) atau sistem inferensi fuzzy adalah sebuah sistem yang memproses pemetaan input yang diterima menjadi output dengan memanfaatkan logika fuzzy. Dalam teori fuzzy, terdapat metode yang dikenal sebagai metode Tsukamoto. Pada metode Tsukamoto, setiap konsekuen yang terdapat pada aturan IF-THEN harus direpresentasikan oleh himpunan fuzzy dengan fungsi keanggotaan yang monoton. Output inferensi dari setiap aturan dihasilkan sebagai nilai tegas . yang didasarkan pada -predikat . ire strengt. Selanjutnya, hasil akhir diperoleh melalui perhitungan rata-rata berbobot . Model diuji dengan membandingkan antara hasil analisis sistem dan keputusan yang diambil secara manual. Dari hasil perbandingan tersebut, akan terlihat jumlah penilaian yang tidak sesuai antara sistem dan manual. Jumlah kasus yang sesuai akan dibagi dengan jumlah kasus yang diuji untuk mendapatkan akurasi sistem. Hasil Penelitian ini menggunakan 3 variabel input yang digunakan untuk perhitungan kelayakan, yaitu pendapatan, jaminan, dan karakteristik. Variabel kelayakan digunakan sebagai variabel output pada penelitian ini. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada Tabel 1. A 2024 SMATIKA Jurnal. Published by LPPM STIKI Malang This is an open access article under the CC BY SA license. ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Implementasi Fuzzy Inference System Tsukamoto Pada Penentuan Kelayakan Pemberian Pinjaman Tabel 1. Variabel Perhitungan Fuzzy Jenis Input Variabel Pendapatan Himpunan Fuzzy Sedikit Banyak Kecil Sedang Besar Input Jaminan Input Karakteristik Baik Buruk Output Kelayakan Layak Dipertimbangkan Tidak layak Keterangan Variabel pendapatan disajikan dalam satuan juta rupiah. Variabel jaminan dinyatakan dalam satuan % . Persen tersebut menunjukkan perbandingan antara nilai jaminan dan jumlah pengajuan. Variabel karakter calon peminjam dalam skala 110. Nilai 1 nenunjukkan nilai minimal Nilai 10 menunjukkan nilai maksimal variabel karakter. Syarat agar pengajuan diterima adalah setidaknya sebesar 50%. Fungsi keanggotaan yang digunakan pada penelitian dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Fungsi Keanggotaan Variabel Gambar Variabel Pendapatan Fungsi Keanggotaan ycuO1 6Oeycu yuNycyceyccycnycoycnyc = 1