Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin STRATEGI PEMBELAJARAN METODE E-LEARNING DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS VII B DI SMPN 3 PURWOHARJO Rika Aprilia Purwanti. Bahar Agus Setiawan. Badruttamami email: Rikaapriliapurwanti8@gmail. com, baharsetiawan@unmuhjember. badruttamami@unmuhjember. (Universitas Muhammadiyah Jembe. Abstrak Meningkatkan aktivitas belajar siswa perlu adanya pembelajaran yang efektif. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas siswa yaitu pembelajaran dengan metode elearning. Strategi pembelajaran PAI di SMPN 03 Purwoharjo telah menerapkan pembelajaran metode e-learning berbasis google classroom. Rumusan masalah pada penelitian ini yakni bagaimana strategi pembelajaran metode e-learning dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa pada bidang studi pendidikan agama islam kelas VII B di SMPN 3 Purwoharjo. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran metode e-learning dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa. Metode kualitatif berjenis deskriptif dengan mengumpulkan tiga data melalui observasi, waancara dan Adapun tiga tahapan yang digunakan untuk menganalisis data yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik tringulasi yang digunakan dalam mengecek keabsahan pada penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah bahwasanya strategi pembelajaran metode e-learning berbasis google classroom dalam meningkatkan aktivitas siswa di SMPN 03 Purwoharjo cukup efektif dan lebih kondusif. Pembelajaran metode e - learning berbasis media google classroom berdampak positif terhadap efektivitas belajar yang dicapai. Kata Kunci : Metode E-learning. Aktivitas Siswa. Google Classroom Abstrack Increasing student learning activities requires effective learning. One learning strategy that can increase student activity is learning using the e-learning method. The PAI learning strategy at SMPN 03 Purwoharjo has implemented e-learning methods based on Google Classroom. The formulation of the problem in this research is how the e-learning method learning strategy can increase student learning activities in the field of study of Islamic religious education in class VII B at SMPN 3 Purwoharjo. The research conducted aims to determine learning strategies for e-learning methods in increasing student learning activities. The qualitative method is descriptive type by collecting three data through observation, interviews and documentation. There are three stages used to analyze data, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The triangulation technique was used to check the validity of this The results of this research are that the Google Classroom-based e-learning method learning strategy in increasing student activity at SMPN 03 Purwoharjo is quite effective and more conducive. The e-learning method based on Google Classroom media has a positive impact on the effectiveness of the learning achieved. Students are more enthusiastic and active in participating in learning activities, both in paying attention to explanations of lesson material, doing assignments, and having the courage to express experiences and opinions regarding lesson material. Keywords: E-learning Methods. Learning Activities. Google Classroom Pendahuluan KH. Hajar Dewantara selaku Bapak Pendidikan nasional mengartikan Pendidikan Autuntunan pendidikan yaitu didalam tumbuhnya anak-anak, maksudnya adapun 127 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 05 No. 02 Desember 2023 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin menuntun kependidikan segala kodrat kekuatan yang ada pada anak-anak itu, sebagai manusia dan anggota masyarkat mencapai keselamatan dan dapatlah kebahagiaan setinggi-tingginya. Maka dari itu pendidikan tidak saja membentuk insan yang berbeda dengan sosok lainnya dan juga dapat beraktifitas menyantap dan menegur. (Pristiwanti. Badariah. Hidayat et al. , 2. Secara umum strategi adalah suatu garis besar haluan yang bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Kemudian jika dikaitkan dengan kegiatan belajar mengajar, maka pola umum kegiatan yang dilakukan guru dan murid dalam suatu perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dapat diartikan sebagai strategi. Tujuan pembelajaran adalah menunjukkan gambaran kemampuan siswa (Asrori, 2. Dan diharapkan siswa mendapatkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap setelah selesai pembelajaran. Strategi pembelajaran harus dimiliki oleh guru, agar siswa dapat belajar dengan efektif dan efesien. Salah satu cara untuk memiliki strategi pembelajaran adalah dengan menguasai teknik Ae teknik metode Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bersifat edukatif. Antar guru dan siswa terjadi nilai edukatif yang mewarnai interaksi mereka. Interaksi tersebut bersifat edukatif, karena kegiatan belajar mengajar ditujukan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah disimpulkan sebelum pengajaran dilaksanakan. Guru secara sadar merencanakan kegiatan pembelajaran secara sistematis, menggunakan segala sesuatunya untuk tujuan pembelajaran. Model aktivitas guru dan siswa, strategi pembelajaran memuat beberapa komponen yang membentuk jaringan hubungan dalam suatu wadah yang disebut model Melihat strategi pembelajaran sebagai penjelasan tentang komponen-komponen umum dari sekumpulan materi pembelajaran dan metode yang digunakan dengan materi tersebut untuk mencapai hasil belajar yang spesifik bagi siswa. Secara umum guru masih mendominasi kelas dengan metode ceramahnya. Guru masih memandang dirinya sebagai sumber informasi, sedangkan siswa adalah penerima informasi. Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan semangat belajar siswa, menjadikannya menarik dan menyenangkan. Untuk mencapai proses tersebut, guru harus mengelola pembelajarannya agar menarik, menyenangkan dan bermanfaat bagi siswa. Setiap siswa selalu mempunyai kecenderungan untuk berbaur dengan beberapa lingkungan sekitarnya. Jika ada sesuatu yang membuat dia merasa bahagia, beruntung, dan berguna, kemungkinan besar dia akan merespons sesuatu dengan Oleh karena itu, saat mengajar guru harus menguasai berbagai strategi pembelajaran agar dapat memilih strategi yang sesuai dengan situasi dan keadaan siswa/kelas. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Meningkatkan daya cerna informasi atau materi pembelajaran perlu adanay penggunaan strategi pembelajaran yang sesuai. Dengan demikian muncullah pembelajaran yang efektif yang dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan aspek pembelajaran yang juga memenuhi kebutuhan siswa. Strategi pembelajaran metode pembelajaran E-Learning adalah semakin pesatnya perkembangan teknologi digital dan berkembangnya gaya belajar yang semakin serba guna. Pembelajaran ini siswa dapat belajar dengan mandiri sesuai kebutuhan dan kesukaannya tanpa batasan waktu. (Haliyana, 2. Strategi metode ceramah dirasa kurang maksimal karena metode ceramah adalah metode pembelajaran dengan menyampaikan pengetahuan secara lisan kepada siswa dan cara melaksanakan pembelajaran yang disampaikan guru secara monolog dan bersifat satu arah. (Fajar Hidayat, 2. Untuk menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, menarik dan menyenangkan di dalam kelas, maka perlu menggunakan pembelajaran E-Learning dalam proses pembelajaran. Apabila menggunakan pembelajaran E-Learning, minat belajar siswa mempengaruhi hasil belajar. Dengan cara ini, siswa dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran dan meningkatkan keterampilan digitalnya. Selain itu, metode pembelajaran E-Learning juga memberikan kesempatan kepada guru untuk lebih berpartisipasi dalam memberikan umpan balik yang cepat dan merencanakan pembelajaran yang memenuhi kebutuhan siswa. Dengan demikian, strategi E-Learning meningkatkan pembelajaran siswa dan mempersiapkan mereka menghadapi tuntutan dunia yang terus berkembang. Melalui e-learning materi pembelajaran dapat diakses dengan mudah dan kapan saja, materi juga dapat dibentuk dalam berbagai media sehingga memudahkan siswa lebih mudah berkomunikasi dengan guru. Pembelajaran E-Learning juga mempunyai banyak keunggulan, lebih tepatnya keunggulan pembelajaran E-Learning dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu: Dari sudut pandang pelajar . ebagai pelaja. , pembelajaran daring memungkinkan berkembangnya fleksibilitas pembelajaran yang tinggi. Artinya siswa dapat mengakses materi pembelajaran kapan saja dan berulang kali. Siswa juga dapat berkomunikasi dengan guru kapan saja. Dengan demikian, siswa dapat lebih memahami penguasaannya terhadap materi . Dari sudut pandang guru . ebagai gur. , pembelajaran E-Learning memberikan banyak keuntungan bagi guru, terutama yang berkaitan dengan: Untuk mengembangkan materi pembelajaran yang lebih menarik dan bervariasi untuk para 129 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 05 No. 02 Desember 2023 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Untuk menyajikan materi pembelajaran secara fleksibel. Untuk terus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam mendidik siswa seecara efektif. Dapat mengakses data siswa dengan lebih mudah pada proses pembelajaran dan Ada beberapa macam berbagai sistem pembelajaran E-Learning seperti Edmodo. Moodle dan Google Classroom yang sudah umum digunakan. Edmodo adalah platform pembelajaran berbasis jejaring sosial untuk guru, siswa dan orang tua murid. Edmodo merupakan program ELearning yang menerapkan sistem pembelajaran sederhana, efektif dan lebih menyenangkan. Google Classroom merupakan layanan online yang ditawarkan, sehingga guru dapat dengan bebat mengaplikasikan dan membuat media untuk materi pembelajaran (Nadziroh, 2. SMP Negeri 3 Purwoharjo, pada mata pelajaran pendidikan agama islam masih memberlakukan pembelajaran google classroom. Pembelajaran google classroom yang dimaksud disini adalah pembelajaran yang penyampaiannya diuraikan oleh guru dengan media pembelajaran yang berbasis online, seperti laptop dengan melalui media laptop guru. Sumber belajar yang optimal di SMPN 3 Purwoharjo dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan memanfaatkan media pembelajaran e-learning. Pembelajaran metode e-learning ini menekankan siswa untuk belajar mandiri, sehingga terciptanya siswa yang aktif dalam proses pembelajaran Metode Penelitian Metode kualitatif berjenis deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini. Tiga Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan ada dua sumber data penelitian yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun tiga tahapan yang digunakan untuk menganalisis data yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sehingga tringulasi data yang dipilih untuk mengecek keabsahan temuan. Hasil dan Pembahasan Media pembelajaran daring belajar siswa menjadi lebih tinggi karena pembelajaran media daring lebih praktis bisa belajar kapan saja, siswa menjadi semangat belajar karena memudahkan mengerjakan tugas kelompok, mengumpulkan tugas dan membantu siswa aktif bertanya. Berbeda dengan pembelajaran offline siswa kurang menerima dan mengikuti materi yang disampaikan. Kemudian guru menetapkan penggunaan pembelajaran metode e-learning berbasis media google 130 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin classroom meskipun kegiatan belajar mengajar tatap muka. Hal tersebut sesuai pernyataan dari Bapak Intan Wahyu Permana S. PdI, sebagai berikut:AuPenggunaan google classroom ini dimulai ketika pandemi kemarin, jadi kita sudah beberapa kali pelatihan mulai dari aplikasi-aplikasi yang ada di intenet itu kita ikuti ya, ada goole classroom, ada frenzy, ada macem-macem kelas yang ditawarkan dan menurut saya yang paling enak adalah google classroom karena kita penggunaan android sudah punya akun google mestinya dan aplikasinya juga enteng, murah, mudah. Ay (Wawancara guru mata pelajaran PAI) Pembelajaran media google classroom pada mata pelajaran PAI yang di terapkan di SMP Negeri 3 Purwoharjo tidak selalu digunakan pada saat pembelajaran, dikarenakan keterbatasan alat guru disini menyesuaikan materi yang tepat. Hal tersebut dikatakan oleh Bapak Intan Wahyu Permana S. PdI: AuTentunya tidak serta merta setiap kali saya masuk kelas menggunakan media digital karena alat yang terbatas kita harus bergantian, guru-guru juga ada yang mau pakek kemudian penggunaanya juga mungkin saya sesuaikan dengan materi. Ketika materinya sudah cocok, saya sudah menyiapkan sebelumnya ya saya pakek, kalua endak ya saya tetep pembelajarannya seperti biasa. Tetapi apabila tidak menggunakan media online dan menggunakan pembelajaran offline kita tetep memotivasi anak-anak supaya mereka semangat dalam mengikuti belajarAy (Wawancara guru mata pelajaran PAI) Bapak Intan Wahyu Permana S. PdI menambahkan mengenai pembelajaran offline . atap muk. : AuUntuk pembelajaran offline biasa tanpa media internet, anak-anak intesitas untuk bertanya dan tertariknya masih berkurang masih lebih bagus ketika penggunaan media digital. Tetapi guru juga tidak boleh serta merta diam saja ketika ada murid seperti itu harus diberikan stimulus-stimulus supaya anak itu bersemangat untuk mengikuti pembelajaranAy (Wawancara guru mata pelajaran PAI) Peningkatan aktivitas belajar siswa dalam penggunaan metode e-learning berbasis media google classroom yaitu seperti mengerjakan tugas, mengumpulkan tugas, dan bertanya. Seorang guru mata pelajaran PAI yang bernama Intan Wahyu Permana S. PdI, ketika ditanyakan bagaimana pengaruh penerapan metode E-learning dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa, beliau menjelaskan bahwa:AuPembelajaran abad 21 kita mempelajari bahwasanya tipikal anak generasi Z dan generasi anak alpa ini yang dekat dengan media sosial, berbeda dengan generasi sebelumnya yang colonial dalam belajar, tentunya dengan pengaplikasian google classroom penggunaan media-media internet membuat anak-anak seakan belajar dengan media dan dunianya sendiri tidak belajar dengan dunia gurunya tetapi guru yang harus menyesuaikan dengan anak-anak yang memang setiap hari befiernya adalah menggunakan tekhnologi itulah mengapa anak-anak lebih bersemangat untuk belajar menggunakan media digital salah satunya adalah google classroomAy. awancara guru pelajaran PAI) Ketika ditanyakan tentang aktivitas belajarnya, apakah aktivitas belajar anda 131 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 05 No. 02 Desember 2023 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin meningkatkan karena seringnya dilakukan pembelajaran menggunakan google classroom. Ocha seorang siswa kelas VII ini, memberikan jawaban: "Saya lebih senang dan semangat serta membantu pada saat pembelajaran"(Wawancara siswa SMPN 3 Purwoharj. Sedangkan Rahel Avrila yang duduk dikelas VII menambahkan: "Dengan penggunaan google classroom ini saya lebih mudah memahami serta praktis mengerjakan tugas dan mengumpulkan tugas"(Wawancara siswa SMPN 3 Purwoharjo, 28 Me. Pembahasan berisi tentang hasil temuan peneliti yang telah melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi untuk dibandingkan dengan teori Ae teori yang relavan dengan fokus penelitian yakni AuBagaimana penerapan pembelajaran e-learning dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa di kelas VII B SMPN 3 PurwoharjoAu, hasil temuan agar lebih terperinci dan terurai sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian maka akan di bahas pada pembahasan ini. Kegiatan belajar mengajar pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 03 Purwoharjo yaitu telah menerapkan pembelajaran metode e-learning. Pembelajaran metode e-learning di SMPN 03 Purwoharjo dapat meningkatkan aktivitas siswa. Salah satu metode e-learning yang diterapkan di SMPN 03 Purwoharjo adalah berbasis google classroom, karena lebih mudah dan murah dalam mengaplikasikan, sehingga pastinya seluruh siswa mempunyai akun gmail. Dengan demikian proses pembelajaran e-learning ini yang menjadi subjek utama dalam kegiatan pembelajaran yaitu siswa. Pembelajaran metode e-learning di sekolah yakni salah satu kegiatan belajar mengajar dengan memanfaatkan internet. Adanya kemajuan teknologi yang semakin pesat membuat siswa menguasai teknologi dalam kesehariannya, maka tidak heran bahwa biasanya siswa lebih tertarik pembelajaran dengan menggunakan internet. Pembelajaran berbasis google classroom di SMPN 03 Purwoharjo berlangsung sejak pandemi menyerang, jadi para guru PAI sudah dapat menguasai pembelajaran ini. (Anam & Hariyadi, 2023. Irsyadiah & RifaAoi, 2021. Jamarudin1 et al. , 2. Kelebihan menggunakan metode e-learning salah satunya dapat memberikan peluang bagi siswa untuk berfikir mandiri, menambahkan rasa tanggung jawab pada saat proses belajar. guru lebih mudah mengembangkan dan menyampaikan sebuah materi, adanya fasilitas yang memadai dan terciptanya siswa dan guru yang kreatif. Pembelajaran berbasis e-learning di SMPN 03 Purwoharjo tidak setiap hari menggunakan media digital, melainkan dua minggu sekali, yang dimana sekolah memfasilitasi laptop chromebook yang diperoleh dari bantuan dari pemerintah. Dengan demikian setiap laptop memiliki akun gmail yang berasal dari pemerintah sehingga guru PAI harus menyesuaikan materi yang cocok sesuai dengan penggunaan 132 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin pembelajaran berbaris e-learning (Ilyasin, 2020. Hastini et al. , 2020. Nuzli et al. , 2. Nyatanya pada saat pembelajaran secara tatap muka di SMPN 03 Purwoharjo siswa lebih intensitas untuk bertanya dan tertarik dalam belajar masih berkurang, lebih semangat pada saat pembelajaran dengan menggunakan metode e-learning. Dengan demikian guru PAI di sekolah tetap memberi dorongan dan motivasi supaya siswa dapat focus dalam pembelajaran Sedangkan kekurangan pembelajaran metode e-learning kurang lancarnya wifi atau erorr, masalah server, tidak untuk semua materi (Jannah, 2022. Vina Putri Rahayu1. Cici Edawarni2, 2. Aktivitas belajar siswa merupakan suatu materi pembelajaran yang berhubungan dengan kegiatan Ae kegiatan yang dilakukan siswa dalam memperoleh keterampilan dan pemahaman. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas siswa baik buruknya dalam proses belajar mengajar dan tingkat pencapaian hasil dapat dilihat dari karakteristik siswa, guru, metode dan lain sebagainya. Penggunaan pembelajaran metode e-learning di SMPN 03 Purwoharjo siswa lebih mudah paham dan semangat dalam mengerjakan tugas kelompok atau kolaborasi (Wulandari et al. , 2022. Khamim, 2021. Habibi, 2. Adanya pembelajaran metode e-learning mengacu pada alat bantu pembelajaran. Tugas kelompok atau kolaborasi yang terlaksana di SMPN 03 Purwaharjo dalam pembelajaran berbentuk e-learning dapat meningkatkan Kerjasama antar siswa, dapat meningkatkan komunikasi kelas. Aplikasi google classroom yang telah digunakan siswa menimbulkan semangat yang luar biasa, mereka dapat aktif dalam menanya materi, mengerjakan tugas, serta berdiskusi. Hal ini sesuai dengan keseharian siswa yang tidak jauh dari teknologi informasi dan komunikasi (Siti Maesaroh et al. , 2022. Ashoumi & Shobirin, 2. Peningkatan aktivitas belajar siswa dalam menggunakan metode e-learning berbasis google classroom di SMPN 03 Purwoharjo siswa lebih tertarik dengan pelajaran yang ditempuh walaupun didalamnya terdapat tantangan. Dengan demikian pembelajaran yang di tempuh oleh siswa berasal dari keinginan dan kemauan siswa sendiri tanpa adanya keterpaksaan. Guru PAI di SMPN 03 Purwoharjo biasanya membuat quiziz di dalam LMS. Adanya quiziz ini membuat siswa aktif dalam bertanya dan menginginkan nilai yang terbaik. Aplikasi quiziz ini termasuk dalam penilain aspek kognitif pada siswa untuk mengetahui seberapa jauh siswa paham tentang materi yang telah diajarkan. Sehingga penggunaan aplikasi quiziz dalam bentuk evaluasi meningkatkan motivasi belajar siswa untuk memperebutkan nilai yang terbaik (Sayekti et al. , 2. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SMPN 03 Purwoharjo bahwasanya 133 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 05 No. 02 Desember 2023 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin strategi pembelajaran metode e-learning dalam meningkatkan aktivitas siswa dapat meningkat dengan baik dan lebih kondusif. Pembelajaran metode e- learning berbasis media google classroom berdampak positif terhadap efektivitas belajar yang dicapai. Aktivitas siswa dalam kegiatan belajar lebih terarah, yang mana siswa lebih berani dalam berpendapat, tepat waktu dalam mengerjakan tugas dan mengumpulkan tugas. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian sesuai dengan paparan data dan hasil penelitian terkait dengan strategi pembelajaran e-learning dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam di SMP Negeri 3 Purwoharjo bahwasannya menggunakan media google classroom dapat meningkat dengan baik dan lebih kondusif. Pembelajaran metode e-learning berbasis media google classroom berdampak positif terhadap efektivitas belajar yang Pembelajaran menggunakan google classroom juga lebih praktis dalam mengerjakan tugas dan mengumpulkan tugas. Biasanya guru PAI dalam pembelajaran metode E-learning menggunakan beberapa media seperti quiziz. Media Quiziz ini lebih banyak diminati siswa dan siswa lebih aktif dalam bertanya. Pembelajaran dengan metode E- Learning di SMPN 03 Sukoharjo tidak digunakan setiap harinya melainkan dua minggu sekali, karna kurangnya alat-alat fasilitas yang ada di sekolah, wifi yang lemot, dan lain sebagainya. Dengan demikian guru PAI memilih materi yang cocok untuk digunakan dalam pembelajaran metode E-Learning. Daftar Pustaka