UPAYA KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MADRASAH ALIYAH AS SYAFIIYAH LOMBANG LAOK BLEGA BANGKALAN Ansori Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Miftahul Ulum Bangkalan Dr. Fawaidur Ramdhani. Millatul Islamiyah. Pd. Ansorijago53@gmail. Abstract Teacher professionalism needs to be improved in order to achieve madrasa goals which cannot be separated from the role of professional teachers. In this regard, the madrasa head as the head of the institution is a strategic person to make efforts to increase teacher professionalism with the strength of his leadership. This research aims to determine the efforts of madrasah heads in improving teacher professionalism at MA As-Syafiiyah Lomnbang Laok Blega Bangkalan. Opportunities and challenges in improving teacher professionalism at MA As-Syafiiyah Lomnbang Laok Blega Bangkalan, the problem in this research is teacher loyalty. Dana and Teacher Welfare. Teachers Who Don't Understand Learning Tools. Teachers Who Pay Less Attention to Their Obligations. The method used in this research is a qualitative method, with data collection techniques through observation, interviews and documentation. The research subjects were the Head of the Madrasah, and 2 teachers. The results of the research show that: The leadership of the madrasah head in improving the professionalism of teachers at MA AsSyafiiyah Lomnbang Laok Blega Bangkalan is carried out by using democratic leadership, providing training, seminars and training and providing motivation to improve the quality of education and in terms of opportunities, the support of the madrasah head by creating training, training and seminars to improve the quality of education in the madrasah. Meanwhile, the challenges are teacher loyalty, funds and welfare, teachers who don't understand learning tools, teachers who don't pay attention to their obligations. Keywords Madrasah Head's Efforts. PAI Teacher Professionalism PENGANTAR Dalam Undang-undang Nomer. 14 Tahun. 2005 tentang guru dan dosen, menjelaskan bahwasanya guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarhakan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah (Moh Uzer Usman, 2. Kualitas proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh kualitas kinerja guru, oleh karena itu usaha meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar perlu secara terus menerus mendapatkan perhatian dari penanggung jawab sistem pendidikan. Peningkatan ini akan lebih berhasil apabila dilakukan oleh guru dengan kemampuan dan usaha mereka sendiri. Namun sering kali guru masih memerlukan bantuan orang lain, karena ia belum mengetahui atau memahami jenis, prosedur dan mekanisme memperoleh berbagai sumber yang sangat diperlukan dalam usaha meningkatkan kemampuan mereka (Soejipto. Raflis Kosasi, 2. Dalam hal ini. MA As Syafiiyah Lombang Laok Bangkalan adalah salah satu lembaga pendidikan yang berada dalam naungan Kementerian Agama (KEMENAG). Madrasah ini merupakan salah satu Madrasah Swasta yang terkenal memiliki kredibilitas yang sanagat bagus dalam pandangan masyarakat sekitar. Keberhasilan MA As Syafiiyah ini tidak terlepas dari peran kepala madrasah yang berwawasan masa depan Disamping itu MA As Syafiiyah merupakan lembaga pendidikan tingkat atas yang mengalami perkembangan cukup pesat dan mampu bersaing dengan lembaga-lembaga pendidikan yang sederajat di kabupaten Bangkalan, sehingga dipandang perlu untuk meningkatkan mutu dan kualitas guru khususnya dalam bidang profesionalitas, terlebih lagi guru Pendidikan Agama Islam sebagai guru yang membimbing dan yang mampu menjadikan peserta didik menjadi manusia muslim yang berkualitas dalam arti peserta didik mampu meningkatkan pandanagn hidup, sikap hidup dan keterampilan hidup yang berperspektif Islam. Dengan mengacu pada uraian di atas, penulis tertarik mengadakan penelitian di Madrasah Aliyah As Syafiiyah Desa Lombang laok Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan dengan beberapa pertimbangan antara lain: bahwa Madrasah Aliyah As Syafiiyah ini telah menunjukkan dinamika dan perkembangan yang sangat pesat meskipun madrasah tersebut berada di bawah naungan sebuah Yayasan, dalam arti perlu diadakan suatu penelitian untuk mengungkap tentang kiprah Madrasah Aliyah As Syafiiyah Desa Lombang Laok Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan dalam mempertahankan eksistensinya ditengah-tengah masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas, maka perlu kiranya diberikan rumusan masalah sebagai langkah preventif agar tidak terjadi penyimpangan dalam pembahasan penelitian. Adapun rumusan masalah tersebut adalah : Bagaimana upaya kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam di MA As Syafiiyah Lombang Laok Bangkalan? Apa peluang dan tantangan bagi kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam di MA As Syafiiyah Lombang Laok Bangkalan? Penelitian terdahulu menjadi salah satu acuan penulis dalam melakukan Aapenelitian, sehingga penulis dapat memperkaya teori yang digunakan dalam Aamengkaji penelitian yang Dari penelitian terdahulu, penulis menemukan Aapenelitian dengan judul yang sama seperti judul penelitian penulis. Dalam Aapenulisan ini, peneliti menggali informasi dari penelitian-penelitian sebelumnya Aasebagai bahan perbandingan, baik mengenai kelemahan atau kelebihan yang sudah ada. Selain itu, peneliti juga menggali informasi dari jurnal atau skripsi dalam Aarangka mendapatkan suatu informasi yang ada sebelumnya tentang teori yang Aaberkaitan dengan judul yang digunakan untuk memperoleh landasan teori ilmiah Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Zohanda Fahmi . Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Tahun 2017, dengan skripsi berjudul AuUpaya Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Profesionalime Guru di Madrasah Tsanawiyah StabatAy. Dengan hasil studi menunjukan bahwa Kebijakan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Profesionalitas Guru di Madrasah sudah berjalan dengan baik sebagaimana menyesuaikan dengan program yang telah dilaksanakan kepala madrasah. Masih ada beberapa guru yang kurang terpacu dan termotivasi untuk memberdayakan diri, meningkatkan profesionalitas diri atau memutakhirkan pengetahuan mereka secara terus-menerus dan berkelanjutan, meskipun cukup banyak guru Indonesia yang sangat rajin menaikkan pangkat mereka Ansori dan sangat rajin pula mengikuti program-program pendidikan kilat atau jalan pintas yang dilakukan oleh berbagai lembaga pendidikan. Skripsi yang ditulis oleh Zamroni Akhmad. Jurusan Kependidikan Islam. Fakultas Tarbiyah. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan judul AuPeran Kepala Madrasah Sebagai Supervisor Pendidikan Untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus di MTs Yajri Payaman Secang Magelan. Dalam Skripsi ini, penulis mengungkapkan bahwa teknik individu yang dilakukan oleh kepala madrasah dengan guru di MTs YAJRI Payaman Secang Magelang, khususnya guru Pendidikan Agama Islam. Kepala madrasah sebagai supervisor pendidikan dituntut untuk memiliki kemampuan mengelola program peningkatan mutu pendidikan, mulai dari proses perancangan kegiatan, pelaksana dan pemantauan serta evaluasi hasil program tersebut. Jika pelaksanaan pengawasan secara prosedural sudah sesuai dengan konsep dan dasar supervisi/inspeksi yang ada, maka implikasinya pada pendidikan akan menghasilkan mutu pendidikan dan akhirnya tercipta pendidikan Achmad Anwar Batulbara. Henidri Fauza penelitian Aadengan judul AuPeran Kepala Madrasah Sebagai SupAaervisor Dalam Meningkatkan Profesionalitas Guru di MAN 1 MedanAy. AaHasil penelitian ini yaitu, bahwa peran kepala Aamadrasah sebagai supervisor dalam meningkatkan Aaprofesionalitas guru di MAN 1 Medan melibatkan seluruh pihak Aadalam organisasi dengan musyawarah, hal ini disebut dengan rancangan Aa faktor pendukung dalam meningkatkan profesionalitas guru di AaMadrasah Aliyah Negeri 1 AaMedan yang Aamenjadi faktor Aadukungan utama adalah dengan adanya kerja sama baik usaha non-Aaforma maupun usaha formal. Hal ini sangat berpengaruh dalam tujuan pencapaian madrasah sesuai dengan sasaran visi Aadan misi madrasah. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, maksudnya dalam penelitian kualitatif data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka, melainkan data tersebut berasal dari wawancara, catatan lapangan, dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen resmi lainnya. Seperti yang dikatan oleh Bogdan dan Taylor bahwa, metode kualitatif yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati. Sehingga yang menjadi tujuan dalam penelitian kualitatif ini adalah ingin menggambarkan realitas empiris dibalik fenomena yang ada secara mendalam, rinci dan tuntas. Sumber data adalah salah satu yang paling vital dalam penelitian. Kesalahan dalam menggunakan dan memahami serta memilih sumber data, maka data yang akan diperoleh juga akan meleset dari yang diharapkan. Oleh karenanya, peneliti harus mampu memahami sumber data mana yang mesti digunakan dalam penelitiannya itu. ( Burhan. Bungin, 2. Dalam pengumpulan data pada teknik penelitian kualitatif dikelompokkan dengan adanya data utama . dan data pendukung . Data primer Ansori Data primer yaitu data-data yang diperoleh dari sumber pertama. (Suharsimi. Arikunto. AaDalam hal ini data primer di peroleh langsung dari wawancara dengan Aakepala madrasah, wakil kepala madrasah, dan guru-Aaguru. Pemilihan informan tersebut di atas, disebabkan karena Aaketerkaitan mereka dengan obyek penelitian, selain itu karena mereka Aadianggap yang paling berperan dalam pengembangan madrasah. Aa Data sekunder Data sekunder adalah data yang dikumpulkan, diolah dan disajikan Aaoleh pihak lain, tidak langsung diperoleh oleh peneliti dan subyek Aapenelitian. Data sekunder antara lain mencakup dokumen-dokumen Aaresmi, buku-buku, dan hasil penelitian yang berwujud laporan dan Aasebagainya. (Amiruddin. Zaenal Asikin, 2. Adapun data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari Aabuku-buku, dokumen-dokumen, literatur yang sesusai dengan Aapembahasan penelitian. Aa Analisis data merupakan sebuah upaya yang dilakukan dengan cara Aabekerja dengan data, mengorganisir data, meyeleksi data agar menjadi satuan Aayang dapat di olah, mensintesiskannya, mencarinya dan menemukan pola. AaMenemukan antara yang penting dan layak dipelajari untuk memutuskan apa Aayang bisa diceritakan kepada orang lain. penelitian pendekatan kualitatif Aabiasanya dengan menggunakan analisis yang sifatnya naratif-kualitatif. Aa Data Collection ( Pengumpulan Dat. Aa Pengumpulan data adalah kegiatan utama dalam tiap penelitian. AaData-Aadata dalam penelitian kualitatif dapat dikumpulkan dan diperoleh Aamelalui Aaobservasi, wawancara dan dokumentasi. AaDalam hal ini peneliti akan mengumpulkan data terkait upaya kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalitas guru melalui observasi, wawancara Aadan dokumentasi(Sugiono, 2. Data Reduction (Reduksi Dat. Aa Banyaknya data yang diperoleh menjadikan di perlukannya reduksi Aadata. Aayakni merangkum data dengan cara memilih hal yang pokok dan Aamemfokuskan Aapada hal yang penting terkait dengan penelitian. Aa AaDalam Aahal ini peneliti akan Aamengumpulkan data terkait upaya kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalitas guru melalui Aaobservasi, wawancara Aadan dokumentasi. Aa. Aa AaDisplay Data ( Penyajian Data )Aa Langkah setelahnya adalah dalam proses analisis data Aaialah Aamendisplaykan data. Penyajian data dalam hal ini berbentuk uraian Aasingkat. Aahubungan antar kategori, bagan dan semacamnya. Mendisplaykan data akan Aamemudahkan untuk memahami apa yang terjadi dan Aamemudahkan untuk Aamerencanakan langkah kerja. Aa Selanjutnya Peneliti akan menyajikan data dalam berupa laporan yang berisi uraian Aadan Aapenjelasan lengkap dan terperinci. HASIL DAN PEMBAHASAN Upaya Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Islam Di MA As Syafiiyah Kepemimpinan kepala madrasah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong madrasah untuk dapat mewujudkan visi-misi, tujuan dan Ansori sasaran melalui program madrasah yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap dan untuk mewujudkan itu semua, kepala madrasah mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengkoordinasikan, menggerakkan dan menselaraskan sumber daya yang tersedia sehingga kepala madrasah mampu mewujudkan kepemimpinan dengan bagus. Dalam hal ini kepemimpinan kepala madrasah MA As Syafiiyah berpotensi dalam memberdayakan guru karena keuletan dan kedisiplinan yang di miliki. Sehingga kepemimpinannya sudah tidak diragukan lagi. Begitu juga dengan sistem kepemimpinannya menggunakan demokratis yang artinya kepala madrasah dalam mengatasi permasalahan dan mengambil keputusan dengan cara musyawarah atau mengikut sertakan semua guru dan staf yang ada di madrasah. Selain itu, kepala madrasah MA As Syafiiyah memiliki cara yang cukup memberikan inovasi dan kreasi dalam pembelajaran, adanya penambahan kesejahteraan untuk meningkatkan motivasi bagi para guru. Maka dari itu Peneliti dapat menyimpulkan bahwa Sistem kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala madrasah MA As Syafiiyah dalam menjalankan kepemimpinannya bisa dikatakan sudah tepat, sebagaimana yang diketahui bahwa sistem kepemimpinan yang paling dominan adalah pemimpin yang demokratis, karena dalam kepemimpinan demokratis ini kepala madrasah berperan sebagai pemimpin di tengah-tengah anggota Pemimpin yang demokratis selalu berusaha menstimulasi anggota-anggota agar bekerja secara produktif untuk mencapai tujuan bersama, dalam tindakan dan kebutuhan kelompoknya, dan mempertimbangkan dalam memberikan penilaian, kritik atau pujian ia memberikannya atas kenyataan yang objektif mungkin. Peningkatan mutu pendidikan adalah target kepala madrasah, tentunya untuk mewujudkan visi misi tersebut tidak akan pernah terlepas dari profesionalitas seorang guru dalam menjalankan tugas sebagai pengajar untuk mendidik anak didiknya sesuai dengan visi misi madrasah yang sudah ditentukan. Dalam upaya meningkatkan profesionalitas guru di MA As Syafiiyah Islam, kepala madrasah melaksanakan berbagai macam kegitan di antaranya: Mengadakan Musyawarah Kepala madrasah dalam mengambil keputusan dan menyeselaikan masalah selalu dengan jalan musyawarah antara kepala madrasah dengan seluruh guru yang ada di madrasah, dalam hal ini kepala madrasah selalu berusaha agar semua guru yang ada di madrasah mengikuti musyawarah ini, hal ini dilakukan sebagai bentuk dari sistem kepemimpinan demokratis yang ia terapkan. Tujuan dari pelaksanaan musyawarah ini sebagai wahana untuk bersosialisasi dengan berkomunikasi dan bergaul antara para guru dengan kepala madrasah sebagaimana yang diketahui bahwa komunikasi ini sangat penting dalam pengembangan kemampuan guru untu mencapai profesionalitas. Selain hal itu juga agar guru-guru yang terlibat merasa bahwa mereka juga memiliki hak dan mempunyai andil yang besar atas madrasah sehingga mereka bisa mengeluarkan pendapat dan terus meningkatkan kemampuan dan mengabdikan diri sesuai dengan profesi mereka di madrasah dengan sepenuhnya untuk mencapai tujuan bersama-sama. Dalam musyawarah ini bisa dikatakan sebagian besar guru khususnya guru PAI di MA As Syafiiyah mengikutinya, jika sudah demikian maka kepala madrasah Ansori telah mampu menjalankan kepemimpinanya dan mampu menggerakkan bawahannya untuk mengikuti kegiatan musyawarah yang diadakannya. Mengadakan Diskusi Perbulan Dalam upaya meningkatkan profesionalitas guru tidak terlepas dari pola hubungan yang baik antara pihak lembaga seperti hubungan yang baik dengan para guru , staf dan peserta didik, dan bila perlu dengan tokoh Agama, masyarakat sekitar terutama wali murid. Karena dengan adanya hubungan yang baik antara para guru dengan pihak madrasah lainnya maka hal ini secara tidak langsung akan menjadi tempat memperaktikkan kemampuan sosial para guru. Dalam hal ini kepala madrasah berusaha menjalankan fungsinya sebagai pemimpin dengan lebih meningkatkan kerjasama dengan para guru dan staf madrasah, yaitu dalam kegiatan diskusi yang diadakan setiap bulan. Pola kerjasama ini bertujuan untuk mendukung keberhasilan pembelajaran di madrasah yang didukung oleh adanya guru-guru yang profesional, karena sebuah pembelajaran di madrasah tidak akan berhasil tanpa di dukung dengan adanya guru yang profesional. Dari hasil penelitian yang dilaksanakan di MA As Syafiiyah dapat dilihat bahwa dalam usaha untuk membentuk kerjasama yang baik antara kepala madrasah, guru, wali murid dan masyarakat. Kepala MA As Syafiiyah berusaha untuk mendorong para anggotanya untuk ikut serta dalam pelaksaan diskusi yang terkait dengan permasalahan madrasah yang dilaksanakan setiap bulan dan melibatkan tokoh Agama dan masyarakat. Sehingga segala kegiatan yang terkait dengan permasalahan profesionalitas guru dapat bersifat transparan dan diterima. Mengajak Guru Untuk Mengikuti Pelatihan Guru Guru adalah aktor utama dan terdepan dalam proses belajar mengajar. Guru adalah orang yang berperan langsung dalam proses belajar mengajar Sebagai salah satu komponen dalam mengajar, guru memiliki posisi yang sangat menentukan keberhasilan pembelajaran dalam merancang, mengelola, melaksanakan, dan Mengutamakan Kerjasama dan Komunikasi Dalam suatu organisasi madrasah untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan, adanya hubungan kerjasama dan komunikasi dengan para pihak yang terkait dengan lembaga madrasah seperti guru, staf dan peserta didik itu sangat penting, sebagaimana yang diketahui bahwa segala apapun program/kegiatan yang akan dilakukan dalam suatu organisasi tanpa adanya hubungan kerjasama yang baik maka tidak akan berhasil dengan mudah. Begitupun dengan kerjasama tidak akan terjadi kerjasama yang baik tanpa adanya komunikasi yang baik dengan pihak yang terkait. Dalam hal ini peneliti menyimpulkan berbagai macam kegiatan yang diadakan oleh kepala MA As Syafiiyah dalam meningkatkan profesionalitas guru dapat dikatakan sudah cukup baik dan sukses. Karena mampu mengerakkan bawahannya untuk mengikuti setiap kegiatan yang diadakan, baik itu dalam Mengadakan musyawarah, diskusi mengikuti pelatihan guru dan dalam hal Mengutamakan kerjasam dan Ansori komunikasi. Dan yang lebih penting tidak hanya melibatkan guru dan staf madrasah saja akan tetapi juga mengikut sertakan masyarakat Peluang dan Tantangan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Islam Dengan adanya solidaritas yang baik kepala madrasah dengan guru, yayasan, dan semua staf lembaga maka peluang kepala madrasah sangat besar dalam meningkatkan profesionalitas guru PAI di MA As Syafiiyah adalah : kepala madrasah memberikan kesempatan pada guru untuk meningkatkan profesinya melalui penataran, diklat, seminar dan lokakarya. Salah satu yang mendorong peningkatan profesionalitas guru adalah mengikuti penataran, pelatihan, seminar, sebab dengan mengikuti kegiatan ini guru dapat melihat kemampuan guru yang lain, dapat menimba ilmu antara yang satu dengan yang lain, dapat menyerap berbagai pengalaman yang diberikan oleh tutor. kepala madrasah memberikan dorongan dan kesempatan kepada guru untuk melanjutkan studi, mengingat tuntutan zaman yang semakin komplek disertai dengan perkembangan tehnologi yang semakin maju. Guru dituntut mampu mengikuti perkembangan kondisi zaman ini agar tidak ketiggalan dan bisa menyampaikan materi pelajaran sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman. Untuk menjawab tuntutan tersebut diantara solusinya adalah dengan melanjutkan pendidikan. kepala madrasah memperhatikan rencana kebutuhan akan guru secara jelas. Keberhasilan pendidikan di sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan kepala sekolah dalam mengelola guru perlu diperhatikan, dengan melihat dari perencanaan, pengadaan . , penempatannya, pembinaan dan pengembangannya, promosi dan mutasi, pemberhentian, kompensasi dan penilaian kinerja bawahanya. Semua itu perlu dilakukan dengan baik dan benar agar apa yang diharapkan tercapai, yakni tersedianya tenaga-guru yang diperlukan dengan kualifikasi dan kemampuan yang sesuai serta dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik. kepala madrasah memberikan motivasi guru untuk meningkatkan produktifitas memperhatikan kesejahteraan guru melaksanakan kerjasama dengan guru dan perusahaan atau lembaga lain dalam pelaksanaan program sekolah Memberikan pembinaan melalui supervise kaitannya dengan administrasi pembelajaran dan KBM. Salah satu upaya peningkatan profesional guru adalah melalui program supervisi. Pelaksanaan supervisi perlu dilakukan secara sistematis oleh kepala madrasah. Dengan tujuan memberikan pembinaan kepada guru-guru agar dapat melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien. Selanjutnya, tantangan yang dihadapi oleh kepala madrasah dalam upaya meningkatkan profesionalitas guru PAI di MA As Syafiiyah di antaranya adalah: Ansori Loyalitas Guru Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala MA As Syafiiyah terkait dengan loyalitas guru ini sangat penting sekali. Sebagai salah satu komponen dalam mengajar, guru memiliki posisi yang sangat menentukan keberhasilan pembelajaran dalam mengajar, mengelola, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran, dan sangat diharapkan sekali loyalitas guru terhadap madrasah sehingga guru benar-benar mengabdikan diri dan profesinya untuk madrasah. MA As Syafiiyah masih ada sebagian kecil guru yang memang kurang loyal terhadap madrasah sehingga mereka terkesan mengabaikan kewajiban mereka sebagi seorang guru. Padahal sudah sangat jelas sekali. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Sikur Pribadi bahwa: Profesi itu pada hakikatnya adalah suatu pernyataan atau suatu janji terbuka, bahwa seseorang akan mengabdikan dirinya kepada suatu jabatan atau pekerjaan dalam arti biasa, karena orang tersebut merasa terpanggil untuk menjabat pekerjaan itu (Oemar Hamalik, 2. Jika seorang guru tidak memiliki sikap loyal terhadap madrasah dimana madrasah sebagai tempat pengabdiannya sebagai seorang guru maka akan berpengaruh terhadap profesionalitasnya sebagai guru, dan akan berdampak pada pengabdiannya. Yang mana seharusnya pengabdian itu lebih mengutamakan kepentingan orang banyak. Profesi kependidikan adalah untuk kepentingan anak didiknya, jadi loyalitas guru terhadap madrasah itu sangat penting sehingga dapat membantu terlaksananya proses pembelajaran dengan baik. Dana dan Kesejahteraan Guru Pada permasalahan Dana dan kesejahteraan guru ini kepala madrasah MA As Syafiiyah hanya memberikan gaji kepada para guru dengan dana seadanya, karena kepala madrasah hanya mendapat dana melalui dana BOS. Hasil pengauditan kemudian direncanakan lebih lanjut pada rapat untuk membahas masalah pembagian pengeluaran keuangan, mulai dari gaji guru, pembelian sarana dan prasarana dan Terlebih lagi sangat jarang mendapat sumbangan-sumbangan baik dari pemerintah maupun dari luar, karena sarana yang kurang mendukung dan guru yang menuntut gaji/upah mempengaruhi profesionalisme seorang guru dalam menjalankan tugasnya sehingga dapat menyebabkan terhambatnya proses belajar mengajar. Pada dasarnya profesi yang disandang oleh seorang guru sebagai suatu spesialisasi dari jabatan intelektual yang diperoleh melalui studi dan training, bertujuan menciptakan keterampilan, pekerjaan yang bernilai tinggi, dan dia dapat melakukan pekerjaan itu dengan mendapat imbalan berupa bayaran, upah, dan gaji. Jika merujuk pada pendapat di atas maka kepala madrasah sangat penting untuk memperhatikan bahwa profesi yang disandang oleh tenaga pendidik atau guru wajar mendapatkan kompensasi yang adil berupa gaji dan tunjangan, sehingga hal tersebut tidak lagi menjadi alasan terhambatanya proses pembelajaran. Guru Yang Kurang Memahami Perangkat Pembelajaran Guru adalah pendidik profesional karena secara implisit ia telah merelakan dirinya menerima dan memikul sebagian amanah pendidikan yang terpikul di pundak orang Ini berarti bahwa orang tua telah memberikan amanah atau sebagian tanggung jawabnya kepada guru. Orang tua tidak mungkin menyerahkan anaknya kepada sembarang guru yang tidak profesional (Ramayulis, 2. Untuk lebih meningkatkan profesionalisme guru kepala MA As Syafiiyah telah menjalankan perannya sebagai kepala madrasah yang memiliki tanggung jawab untuk berupaya membina profesionalitas guru, dalam hal ini salah satu cara yang di laksanakan adalah memberikan bimbingan dan mengajak para guru untuk terus menambah pemahaman tentang perangkat pembelajaran dengan jalan menambah referensi bacaan. Kepala madrasah selalu berusaha keras untuk menjadikan bawahannya lebih sukses dari Ansori dirinya. Terkait dengan bagaimana guru bertindak, bersikap, dan berbuat dalam kehidupannya, baik dalam kehidupan individu, keluarga dan madrasah maupun kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Guru yang kurang memperhatikan kewajibannya Sebagaiman yang kita pahami bahwa menjadi seorang guru selain dituntut untuk mempunyai berbagai macam kemampuan untuk meningkatkan mutu atau kualitas profesi yang disandangnya, juga diberikan tanggung jawab yang sangat besar, sebagaimana dijelaskan dalam isi kode profesi bahwa guru berbakti untuk membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa pancasila. Dari berbagai macam pembahasan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa tantangan yang dihadapi kepala madrasah tidak bersifat mutlak, sehingga berbagai macam tantangan tersebut masih dapat ditangani. Dalam hal ini peneliti mengharapkan kepala MA As Syafiiyah untuk lebih berusaha memaksimalkan kepemimpinannya, terus meningkatkan motivasi dan kerjasama dengan para guru, staf dan para siswa serta menjalin hubungan komunikasi yang baik dengan masyarakat, sehingga memudahkan untuk mencapai tujuan pendidikan. KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu: Upaya kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalitas guru pendidikan di MA As Syafiiyah. Bahwa sistem kepemimpinan yang digunakan adalah kepemimpinan demokratis dimana dalam suatu sikap yang memandang dan menempatkan sesuai dengan harkat dan martabat dan menganggap manusia memiliki sikap kepribadian dengan berbagai aspeknya dan musyawarah sebagai ciri khas dalam menyelesaikan masalah dan bersikap terbuka terhadap kritik dan saran bawahan. Serta upaya kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalitas guru Pendidikan agama islam melalui pelatihan, diklat dan seminar sehingga akan capai tujuan yang maksimal dan bisa menciptakan situasi belajar mengajar yang baik dan berkualitas tinggi. Peluang dan tantangan dalam meningkatkan profesioanlitas guru di MA As Syafiiyah mempunyai hambatan seperti loyalitas guru. Dana dan Kesejahteraan Guru. Guru Yang Kurang Memahami Perangkat Pembelajaran. Guru Yang Kurang Memperhatikan Kewajibannya, tidak bersifat mutlak, sehingga berbagai macam tantangan tersebut masih dapat ditangani. , dengan cara membuat pelatihan, penataran, dikalat dan seminar supaya hasil belajar mengajar lebih baik dan bisa meningkat mutu pendidikan di madrasah tersebut. Dengan memperhatikan kesimpulan di atas, maka beberapa saran yang ditemukakan: Kepada Kepala MA As Syafiiyah agar tetap mempertahankan tugas dan fungsi pokok kepemimpinan yang telah dikembangkan dengan baik. Peningkatan mutu pendidikan secara terus menerus dilakukan sesuai dengan kebutuhan lembaga dan masyarakat atau orang tua Agar terwujud tujuan pendidikan. Perlu adanya kerjasama yang kompak dari warga madrasah agar kepemimpinan yang diterapkan dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan sesuai yang direncanakan sebelumnya. Kepada Guru Pertahankan disiplin waktu dan tanggung jawab dengan tugas masing-masing agar senantiasa tercipta iklim pendidikan yang bermutu dan Saling bekerja sama dalam mensukseskan hasil belajar agar Ansori menciptakan pendidikan yang berkualitas. Adapun Peneliti Selanjutnya Untuk peneliti selanjutnya mengembangkan wawasan tentang kepemimpinan dan tugas kepala madrasah agar lebih mendalam, mengingat kemajuan dan kualitas madrasah berkembang dan perlu langkah lain dalam mengembangkan madrasah hingga mampu bersaing dengan lembaga lain. Daftar Pustaka