Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Pages 492-499 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Peran Guru PAUD dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik melalui Pembelajaran Berdiferensiasi: Studi Kasus di TK Islam Annur Bastari Pekanbaru pada Era Digital Nahda Nazhifah1. Puput Novita Sari2. Syahidah Lukman3. Nelfi Dela Sari4. Rita Kurnia5 Info Artikel Abstract Keywords: Pedagogical Competence. Early Childhood Teachers. Differentiated Learning. Digital Age. This study is motivated by the demands of the digital era, requiring early childhood teachers to have adaptive pedagogical competencies, including the ability to implement differentiated learning. The study aims to analyze the role of early childhood educators in enhancing pedagogical competence through digital-based differentiated learning. A qualitative approach with a case study design was conducted at Annur Bastari Islamic Kindergarten. Pekanbaru, involving two classroom teachers. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles & Huberman model . eductionAedisplayAe Results indicate that teachers applied the 5K principles . greement, commitment, consistency, consequences, and clarit. , adjusted learning activities to childrenAos characteristics, interests, and learning styles, and differentiated content and processes. The use of digital technology was limited, highlighting the need to improve teachersAo digital literacy for more varied and responsive learning. TeacherAeparent collaboration supported consistency in childrenAos learning experiences. The study concludes that early childhood teachers have effectively implemented pedagogical roles but require further integration of Practical implications include digital literacy training, provision of technological resources, and strengthened teacherAeparent partnerships. Theoretically, the study reinforces that digital-based differentiated learning enhances the quality of early childhood education and teachersAo professional competence. Kata kunci: Kompetensi Pedagogik. Guru PAUD. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan era digital yang menuntut guru PAUD memiliki kompetensi pedagogik adaptif, termasuk kemampuan 1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Riau. Pekanbaru. Indonesia Email : nahda. nazhifah3885@student. 2 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Riau. Pekanbaru. Indonesia Email : puput. novita6978@student. 3 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Riau. Pekanbaru. Indonesia Email : syahidah. lukman5740@student. 4 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Riau. Pekanbaru. Indonesia Email : nelfi. dela1170@student. 5 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Riau. Pekanbaru. Indonesia Email : rita. kurnia@lecturer. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Pembelajaran Diferensiasi. Era Digital E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian bertujuan menganalisis peran guru PAUD dalam meningkatkan kompetensi pedagogik melalui pembelajaran berdiferensiasi berbasis digital. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus diterapkan di TK Islam Annur Bastari. Pekanbaru, melibatkan dua guru kelas. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis menggunakan model Miles & Huberman . eduksiAedisplayAe Hasil penelitian menunjukkan guru telah menerapkan prinsip 5K . esepakatan, komitmen, konsisten, konsekuensi, dan kejelasa. , menyesuaikan kegiatan belajar dengan karakteristik, minat, dan gaya belajar anak, serta melakukan diferensiasi konten dan proses. Penggunaan teknologi digital masih terbatas, sehingga literasi digital guru perlu ditingkatkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih variatif dan Kolaborasi guruAeorang tua mendukung konsistensi pengalaman belajar anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru PAUD telah menjalankan peran pedagogik secara efektif, namun perlu penguatan integrasi teknologi. Implikasi praktis mencakup pelatihan literasi digital, penyediaan sarana teknologi, dan penguatan kemitraan guruAeorang tua. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat bukti bahwa pembelajaran berdiferensiasi berbasis digital meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini dan kompetensi profesional guru. Artikel Histori: Disubmit: Direvisi: Diterima: Dipublish: November 07 November 2025 07 Desember 2025 15 Desember 2025 Cara Mensitasi Artikel: Nazhifah. Sari. Lukman. Sari. Kurnia. Peran Guru PAUD dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik melalui Pembelajaran Berdiferensiasi: Studi Kasus di TK Islam Annur Bastari Pekanbaru pada Era Digital. Jurnal ArRaihanah, 5 . , 492-499, https://doi. org/10. 53398/arraihanah. Korenpondensi Penulis: Nahda Nazhifah, nahda. nazhifah3885@student. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. PENDAHULUAN Kemajuan teknologi di era digital telah membawa perubahan signifikan dalam pendidikan, termasuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Anak-anak yang lahir di era digital, atau digital natives, terbiasa menggunakan komputer, tablet, dan aplikasi digital dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menuntut guru memiliki literasi digital yang memadai agar mampu mengelola pembelajaran secara efektif (Astuti & Wulandari, 2023. Aliyah & Nurlaila, 2. Pembelajaran berdiferensiasi juga menjadi pendekatan penting karena menekankan penyesuaian strategi, konten, dan proses pembelajaran sesuai dengan karakteristik, minat, dan gaya belajar peserta didik (Fadhilah & Kurniawati, 2. Sulfasyah . menekankan bahwa guru perlu memberikan kontribusi signifikan sebagai pendorong pembelajaran berbasis konten, proses, dan produk, sehingga setiap anak memperoleh pengalaman belajar yang tepat untuk mencapai kemampuan terbaiknya. Pengajaran di PAUD dirancang untuk membantu peserta didik berkembang secara optimal sesuai karakteristik anak. Teori konstruktivisme, sosiokultural, dan kognitif menegaskan pentingnya pengalaman langsung dan interaksi sosial dalam proses belajar. Piaget . menyatakan bahwa anak Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 membangun pengetahuan melalui eksplorasi aktif, sehingga guru PAUD berperan sebagai fasilitator yang mendukung aktivitas bermain dan belajar melalui alat manipulatif atau permainan berbasis tema (Rasto, 2. Kompetensi pedagogik guru, termasuk kemampuan menyusun RPPH, memahami tahapan perkembangan anak, dan mengelola kelas secara responsif, berpengaruh langsung terhadap pengalaman belajar anak (Yusuf, 2. Selain itu, guru perlu menyesuaikan metode pengajaran dengan gaya belajar anak, seperti auditori, visual, dan kinestetik, agar pembelajaran lebih efektif dan Penerapan pembelajaran deep learning menekankan pemahaman konsep secara mendalam, bukan sekadar hafalan, sehingga anak mampu menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan kreatif (Jiang, 2. Namun, tantangan penerapan pembelajaran deep learning di PAUD muncul dari karakteristik belajar yang beragam, karena anak usia dini belajar melalui eksplorasi, bermain, dan interaksi sosial (Suryana, 2. Nadar dan rekan . menegaskan bahwa guru PAUD perlu menguasai kompetensi dan profesionalisme untuk merancang pembelajaran yang bersifat tidak hanya informatif, tetapi juga transformatif. Meski penting, implementasi literasi digital dan pembelajaran berdiferensiasi di lapangan masih Berdasarkan survei Dinas PAUD Pekanbaru . , 62% guru PAUD memiliki literasi digital rendah, khususnya dalam penggunaan media pembelajaran interaktif, pembuatan media digital, dan penerapan strategi diferensiasi. Observasi di TK Islam Annur Bastari Kota Pekanbaru menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi masih sederhana, keterlibatan orang tua belum optimal, dan praktik pembelajaran berdiferensiasi jarang diterapkan secara sistematis. Penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa guru PAUD menghadapi kendala dalam penggunaan teknologi dan pembelajaran berdiferensiasi akibat keterbatasan pelatihan dan sumber daya (Hamidah & Pratiwi, 2021. Fitriani. Penelitian terbaru . 1Ae2. menegaskan pentingnya literasi digital guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAUD (Aliyah & Nurlaila, 2023. Astuti & Wulandari, 2. serta efektivitas pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar anak (Fadhilah & Kurniawati, 2022. Sari & Hasanah, 2. Namun, terdapat research gap, yaitu: . literatur tentang literasi digital dan pembelajaran berdiferensiasi sebagian besar masih dibahas secara terpisah. minim penelitian yang mengkaji hubungan langsung antara literasi digital guru dan praktik diferensiasi di PAUD. belum ada studi yang memetakan kondisi guru PAUD di Pekanbaru secara spesifik. sedikit penelitian yang mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis digital. Urgensi penelitian ini tinggi karena literasi digital dan pembelajaran berdiferensiasi merupakan kompetensi inti untuk menciptakan pembelajaran adaptif, inovatif, dan inklusif. Rumusan masalah penelitian adalah: . bagaimana tingkat literasi digital guru PAUD di Pekanbaru. bagaimana guru menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. bagaimana hubungan literasi digital dan praktik dan . faktor pendukung serta penghambat penerapan pembelajaran berdiferensiasi berbasis digital. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan literasi digital guru, menganalisis implementasi pembelajaran berdiferensiasi, menelaah hubungan literasi digital dengan praktik diferensiasi, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan hambatan. Kontribusi penelitian bersifat teoretis mengisi kekosongan literatur terkait integrasi literasi digital dan pembelajaran berdiferensiasi di PAUD Indonesia dan praktis, berupa rekomendasi pelatihan guru, pedoman RPPH berbasis digital, serta kebijakan peningkatan kualitas PAUD di Pekanbaru. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus menurut Yin untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai praktik pembelajaran berdiferensiasi di Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 TK Islam Annur Bastari. Kota Pekanbaru. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti memberikan deskripsi menyeluruh serta interpretasi terhadap fenomena yang terjadi di kelas, termasuk interaksi guru dan peserta didik (Safarudin. Prasetyo, & Hadi, 2. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah dan dua guru wali kelas yang memiliki pengalaman langsung dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi di TK Islam Annur Bastari. Kota Pekanbaru. Peneliti hadir langsung di kelas untuk melakukan observasi partisipatif, mencatat aktivitas peserta didik, serta mendokumentasikan interaksi guru dan anak selama kegiatan belajar. Data tambahan diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, yang menggali pemahaman guru dan kepala sekolah mengenai metode pembelajaran, tantangan, dan strategi pengakomodasian keberagaman gaya belajar anak, serta melalui dokumentasi seperti hasil karya anak. RPPH, buku, dan jurnal terkait (Yusuf, 2020. Luthfiyah, 2. Semua instrumen observasi dan wawancara telah divalidasi oleh pakar untuk memastikan kelengkapan dan akurasi data. Analisis data dilakukan secara kualitatif mengikuti model Miles & Huberman . melalui tiga tahap: reduksi data untuk menyaring informasi relevan, display data untuk menyajikan temuan secara sistematis, dan verifikasi data melalui triangulasi sumber serta member check dengan informan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi antara observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta konfirmasi langsung dengan informan agar interpretasi peneliti sesuai pengalaman nyata di lapangan. Aspek etika penelitian diperhatikan dengan meminta persetujuan informan sebelum pengumpulan data, menjaga anonimitas, dan memastikan penggunaan data hanya untuk kepentingan Dengan rancangan ini, penelitian diharapkan memberikan deskripsi menyeluruh mengenai praktik guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi berbasis digital, sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung dan hambatan yang ditemui di lapangan. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan di TK Annur Bastari. Kota Pekanbaru, dengan tujuan mendeskripsikan peran guru PAUD dalam meningkatkan kompetensi pedagogik melalui pembelajaran berdiferensiasi berbasis digital. Data dikumpulkan melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara dengan kepala sekolah dan guru kelas, serta dokumentasi perangkat dan hasil kegiatan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAUD di TK Annur Bastari telah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi secara sistematis melalui tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan Pada tahap perencanaan, guru menyesuaikan rancangan kegiatan dengan gaya belajar dan minat anak. RPPH disusun memuat aktivitas bermain yang sesuai karakteristik anak, misalnya kegiatan motorik bagi anak kinestetik, penggunaan media visual untuk anak visual, serta bercerita atau bernyanyi untuk anak auditori. Guru juga memanfaatkan media digital sederhana, seperti video edukatif dan aplikasi pembelajaran interaktif, untuk meningkatkan minat dan partisipasi anak. Pada tahap pelaksanaan, guru bertindak sebagai fasilitator yang mendorong eksplorasi aktif peserta didik. Aktivitas belajar dilakukan dalam kelompok kecil untuk memudahkan bimbingan individual dan interaksi sosial. Kegiatan dirancang menyenangkan, fleksibel, dan kontekstual, dengan tingkat kesulitan yang disesuaikan kemampuan anak. Integrasi teknologi digital dilakukan melalui laptop, proyektor, dan video pembelajaran, serta komunikasi dengan orang tua melalui WhatsApp untuk mendokumentasikan kegiatan dan refleksi perkembangan anak. Tahap evaluasi mencakup refleksi guru terhadap pelaksanaan pembelajaran dan penilaian hasil karya anak. Evaluasi ini menjadi dasar perbaikan perencanaan dan strategi pembelajaran berikutnya. Dengan demikian, guru tidak hanya berperan di kelas tetapi juga membangun kemitraan dengan orang tua untuk mendukung perkembangan anak secara holistik. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Makna temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi memberikan guru PAUD kemampuan untuk menyesuaikan proses belajar dengan karakteristik dan gaya belajar peserta didik, sehingga potensi anak dapat dikembangkan secara optimal. Guru mampu merancang kegiatan bermain yang kontekstual dan menyenangkan, mendukung perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak. Temuan ini sesuai dengan teori pembelajaran berdiferensiasi (Tomlinson, 2. , yang menekankan penyesuaian konten, proses, dan produk belajar sesuai kebutuhan peserta didik. Integrasi teori Multiple Intelligences (Gardner, 1. terlihat pada pengembangan kecerdasan unik anak melalui aktivitas motorik, visual, dan auditori. Pendekatan sosiokultural Vygotsky . tercermin dalam scaffolding dan interaksi sosial, serta keterlibatan orang tua sebagai mitra belajar (Lilawati, 2. Hasil penelitian juga konsisten dengan studi terdahulu (Suryana, 2. yang menekankan pentingnya pengembangan kompetensi guru, integrasi teknologi, dan kerja sama guru-orang tua dalam meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini menambahkan bukti baru mengenai pemanfaatan teknologi digital sederhana untuk mendukung diferensiasi pembelajaran, yang sebelumnya belum banyak dibahas. Secara praktis, temuan ini menunjukkan bahwa guru PAUD perlu terus mengembangkan keterampilan pedagogik dan digital, serta membangun kemitraan aktif dengan orang tua. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat bukti bahwa pembelajaran berdiferensiasi berbasis digital dapat meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini dan kompetensi profesional guru. Selain itu, penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi dan refleksi berkelanjutan sebagai bagian integral dari proses pembelajaran yang adaptif dan inovatif. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa guru PAUD di TK Annur Bastari. Kota Pekanbaru telah menjalankan peran mereka dalam meningkatkan kompetensi pedagogik melalui pembelajaran berdiferensiasi berbasis digital secara efektif dan sistematis. Guru mampu menerapkan prinsip diferensiasi melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang menyesuaikan kegiatan belajar dengan karakteristik, minat, dan gaya belajar peserta didik. RPPH disusun memuat aktivitas yang sesuai dengan kebutuhan kognitif, sosial-emosional, bahasa, dan motorik anak, serta memanfaatkan media digital sederhana untuk meningkatkan partisipasi dan keterlibatan anak. Integrasi teknologi digital, meskipun masih terbatas, telah mendukung proses pembelajaran serta memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara guru dan orang tua, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan adaptif. Kolaborasi guru-orang tua terbukti penting untuk memastikan konsistensi pengalaman belajar anak di rumah dan di sekolah, serta memantau perkembangan anak secara Secara praktis, temuan penelitian menegaskan perlunya pengembangan literasi digital guru, peningkatan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta refleksi dan evaluasi berkelanjutan untuk memperkuat praktik pembelajaran berdiferensiasi. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat bukti bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi berbasis digital meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini dan kompetensi profesional guru. Untuk penelitian lanjutan, disarankan mengeksplorasi inovasi teknologi yang lebih variatif, mengukur dampaknya terhadap hasil belajar dan keterampilan abad ke-21 anak, serta menelaah strategi optimal integrasi guruAeorang tua dalam pembelajaran berdiferensiasi. DAFTAR KEPUSTAKAAN Fitria. , & Lestari. Kompetensi pedagogik guru PAUD dalam pembelajaran diferensiasi. Jurnal Obsesi, 6. , 3311Ae3325. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Kurnia. Safitri. , & Solfiah. Meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui alat peraga mekatronik anak usia 5Ae6 tahun. Pajar: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 8. , 102Ae Tomlinson. How to differentiate instruction in academically diverse classrooms . rd ed. ASCD. https://w. com/reference/421291 Kurnia. , & Safitri. Pelatihan media pembelajaran berbasis teknologi mekatronik untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD di Kabupaten Kampar. Riau. Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK, 5. , 33Ae42. Kurnia. , & Rahmadani. Hubungan literasi digital guru dengan kreativitas mengajar di TK se-Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi. Innovative: Journal of Social Science Research, 4. , 45Ae59. https://jinnovative. org/index. php/Innovative/article/download/365/333/483 Winarti. Nurhayati. Rukanda. Musa. , & Rohaeti. Analisis kompetensi digital guru PAUD dalam mengelola pembelajaran daring anak usia dini. Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7. , 5521Ae5534. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Akbar. , & dkk. Strategi Pembelajaran Anak Usia Dini di Era Digital. Jakarta: Rajawali Pers. Ambarita. Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Konteks Pendidikan Inklusif. Bandung: Alfabeta. Budi. Fitriani. , & Maulida. Gaya Belajar Anak Usia Dini dan Implikasinya terhadap Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6. , 25Ae34. Darling. Yusuf. , & Nurhayati. Deep Learning dalam Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Inovasi Pendidikan Anak, 5. , 55Ae68. Dewi. , & Suryana. Pembelajaran Menyenangkan Berbasis Eksplorasi di PAUD. Bandung: Alfabeta. Direktorat PAUD. Pedoman Kompetensi Pedagogik Guru PAUD. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional. Fitria. , & Lestari. Hubungan Kompetensi Pedagogik dan Kualitas Pembelajaran Guru PAUD. Jurnal Pendidikan Anak, 7. , 121Ae130. Gardner. Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences. New York: Basic Books. Imran. , & Sulfasyah. Model Diferensiasi dalam Pembelajaran Anak Usia Dini. Jurnal PAUD Indonesia, 9. , 14Ae26. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Jiang. Deep Learning in Early Childhood Education: A Conceptual Approach. Journal of Early Learning, 4. , 33Ae47. Nadar. Yuni. , & Hardiyanto. Penerapan Pembelajaran Transformasional di PAUD. Jurnal Pendidikan Anak Indonesia, 8. , 67Ae75. Nasarudin. Teori Konstruktivisme dalam Pembelajaran Anak Usia Dini. Bandung: Alfabeta. Prawiyogi. , & Rosalina. Inovasi pembelajaran deep learning di PAUD. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10. , 45Ae59. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Athalia. , & Purwanti. Analisis kompetensi pedagogik guru PAUD dalam mengajar di kelas inklusi. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9 . , 242Ae252. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Ramlawati. Sari. Kusumawati. Yesin. Ilmi. , & Arsyad. The effect of differentiated science inquiry learning model based on Auteaching at the right levelAy on studentsAo critical thinking and science process skills. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 14. https://doi. org/10. 15294/jpii. Fitria. , & Lestari. Kompetensi pedagogik guru PAUD dalam pembelajaran diferensiasi. Jurnal Obsesi, 6. , 3311Ae3325. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Zakariyah. , & Hamid. Peran Orang Tua dan Guru dalam Pembelajaran Online Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3. , 11Ae19. Zaeni. , & dkk. Gaya Belajar dan Karakteristik Anak Usia Dini dalam Perspektif Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Dwijantie. Pendekatan Deep Learning Dalam Pembelajaran Membangun Pemahaman Mendalam Bagi Anak Usia DINI PAUD : 4. , 1238Ae1246. Cholifatunisa. Nugraha. , & Wulandari. Implementasi deep learning dalam Kurikulum Merdeka untuk anak usia dini. Jurnal Inovasi Pendidikan, 12. , 101Ae115. Astuti. , & Wulandari. Peran guru dalam pendampingan literasi digital anak usia dini . Jurnal Golden Age, 7. , 45Ae53. https://doi. org/10. 14421/jga. Aliyah. , & Nurlaila. Pengembangan literasi digital anak usia dini dalam aspek bahasa melalui media video animasi di Kelompok Bermain Asy-Syifa. Jurnal Obsesi, 7. , 10Ae22. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Fadhilah. , & Kurniawati. Implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada guru PAUD dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Jurnal Pendidikan Anak, 11. , 112Ae123. https://doi. org/10. 21831/jpa. Hidayati. , & Nisa. Kesiapan guru PAUD dalam penerapan literasi digital di era pembelajaran abad 21. Jurnal PENA, 5. , 88Ae99. https://doi. org/10. 23887/jp2paud. Ramadhani. , & Putri. Penerapan media digital untuk meningkatkan kemampuan literasi Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Jurnal Obsesi, 5. , 660Ae671. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Fitriani. Analisis kebutuhan guru PAUD terhadap pelatihan pembelajaran berdiferensiasi Jurnal Cakrawala Pendidikan, 43. , 299Ae310. https://doi. org/10. 21831/cp. Hamidah. , & Pratiwi. Kendala guru PAUD dalam menerapkan pembelajaran berbasis digital Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9. , 55Ae67. https://doi. org/10. 31004/paud. Sari. , & Hasanah. Integrasi teknologi dan pendekatan diferensiasi dalam kelas PAUD untuk mendukung keterlibatan belajar anak. Early Childhood Journal, 6. , 134Ae145. https://doi. org/10. 33369/ecj. Miles. Huberman. , & Saldaya. Qualitative data analysis: A methods sourcebook . rd ed. SAGE Publications. ISBN 978-1506353074 Yin. Case study research and applications: Design and methods . th ed. SAGE Publications. ISBN 978-1506366169 Yuliati. Differentiated teaching approach to support highly able students in mixed classrooms. Language Circle: Journal of Language and Literature, 6. https://doi. org/10. 15294/lc.