Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 158-168 Pengaruh Metode Contextual Teaching and Learning (CTL) Terhadap Hasil belajar PKN Materi Pola Hidup Gotong Royong pada Siswa Kelas IV SDN Sunter Jaya 07 Yasanti Upi Witak. Saat Safaat. Sugi Alibowo Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Mohammad Husni Thamrin. Jakarta. Indonesia Correspondence author: Yasanti Upi Witak, yasantiupiwitak9@gmail. DOI: https://doi. org/10. 37012/jipmht. Abstrak Praktik pembelajaran di SDN Sunter Jaya 07, siswa diajarkan berdasarkan buku teks saja dan kebanyakan menggunakan pendekatan konvensional serta metode pembelajaran yang tidak sesuai. Guna mengatasi masalah tersebut, maka dibutuhkan metode pembelajaran yang sesuai yaitu dengan mengunakan metode Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empiris tentang adanya pengaruh penggunaan metode CTL terhadap hasil belajar PKn materi pola hidup gotong royong pada siswa kelas IV. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, desain pretest posttest control group design, dengan responden berjumlah 60 siswa kelas IV. Pada kelas IV A sebagai kelas eksperimen terjadi peningkatan nilai rata-rata sebelum dan sesudah menggunakan metode CTL yaitu dari 73,93 menjadi 82,90. Sedangkan pada kelas IV B sebagai kelas kontrol menggunakan metode realistik nilai rata-rata pretest yaitu 71,77 dan nilai rata-rata post test yaitu 78,20. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelas yang menggunakan metode Contextual Teaching and Learning mempunyai nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunakan metode realistik. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode Contextual Teaching and Learning berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap hasil belajar PKn siswa kelas IV di SDN Sunter Jaya 07. Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning (CTL), hasil belajar PKn Abstract In learning practices at SDN Sunter Jaya 07, students are taught based on textbooks only, and most use conventional approaches and inappropriate learning methods. In order to overcome this problem, an appropriate learning method is needed, namely the Contextual Teaching and Learning (CTL) method. This research aims to obtain empirical data about the effect of using the CTL method on civics learning outcomes regarding mutual cooperation in class IV students. This research used an experimental method, a pretest-posttest control group design, with respondents totaling 60 class IV students. In class IV A as an experimental class, there was an increase in the average score before and after using the CTL method, namely from 73. 93 to 82. Meanwhile, class IV B, as the control class, used the realistic method. average pretest score was 71. 77 and the average posttest score was 78. The results of this research show that classes that use the Contextual Teaching and Learning method have a higher average score compared to classes that use the realistic method. So it can be concluded that the Contextual Teaching and Learning method has a significant and positive effect on the civics learning outcomes of class IV students at SDN Sunter Jaya 07. Keywords: Contextual Teaching and Learning (CTL). Civics learning outcomes Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 158-168 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu proses yang berlangsung secara berkelanjutan yang dapat membangkitkan keaktifan dan keahlian siswa yang dilakukan secara sadar. Hamalik, 2012:. menerangkan bahwa pendidikan merupakan suatu proses guna mempengaruhi peserta didik agar dapat menyesuaikan diri dengan sebaik mungkin terhadap lingkungan, serta memunculkan pergantian dalam dirinya yang memungkinkan ia untuk memiliki peran secara adekuat pada kehidupan masyarakat. Pendidikan juga merupakan proses pengembangan keterampilan sikap yang ada dalam diri seseorang, khususnya pada pembelajaran PKn yang selalu menekankan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan dasar merupakan pendidikan yang membagikan pengetahuan serta keterampilan, meningkatkan perilaku dasar yang dibutuhkan dalam masyarakat, dan mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan menengah. Pendidikan dasar disebut Sekolah Dasar (SD). Proses pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah dasar berkaitan dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pembelajaran di SD yaitu diantaranya terdapat dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 19 ayat 1 bahwa AuProses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan dasar dan menengah harus bersifat interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan mendorong peserta didik untuk berpartisipasi aktif, memberikan ruang yang cukup untuk prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, atensi, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didikAy. Keefektifan proses pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku pada diri seseorang. Perubahan ini dapat diartikan dengan adanya peningkatan serta pengembangan yang lebih baik dari sebelumnya (Oemar Hamalik, 2. Hasil belajar dipengaruhi oleh faktor internal dan Faktor internal meliputi kesehatan, intelegensi, bakat, minat, metode belajar, dan Sementara faktor eksternal meliputi keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar (Dalyono, 2. Dalam pembelajaran, lingkungan pembelajaran juga berpengaruh terhadap minat belajar siswa (Dalyono, 2. Keadaan lingkungan yang bersih dapat membuat siswa nyaman sehingga dapat mudah dalam berfikir, berkreasi dan mampu aktif di kelas karena lingkungan belajar yang bersih dan sangat mendukung timbulnya ketertiban dan kenyamanan Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 158-168 pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Sementara, jika kelas kotor tentunya akan menimbulkan rasa tidak nyaman, malas, dan bosan saat belajar, seorang siswa pun tidak akan muncul rasa semangat belajar yang ada pada dirinya sendiri yang dapat mempengaruhi minat Berdasarkan observasi, saat pembelajaran PKn di kelas IV SDN Sunter Jaya 07 terdapat masalah bahwa siswa tidak terbiasa menerapkan materi pembelajaran di dalam kehidupan sehari-sehari karena tidak mengalami langsung hanya mengetahui saja, kemudian siswa kurang tertarik pada mata pelajaran PKn karena diajarkan berdasarkan buku teks saja dan kebanyakan menggunakan pendekatan konvensional sehingga yang diperoleh siswa hanya sekedar apa yang disampaikan oleh guru, hal ini berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan adanya masalah ini, maka peneliti mencoba untuk menggunakan metode pembelajaran yang berbeda yaitu dengan menentukan metode yang sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan agar proses belajar mengajar lebih efektif dan efisien. Oleh karena itu, metode Contextual Teaching and Learning sangat tepat karena merupakan metode yang benar-benar melibatkan siswa secara aktif selama proses belajar mengajar berlangsung. Metode Contextual Teaching and Learning adalah konsep pembelajaran bahwa anak-anak belajar lebih baik ketika lingkungan diciptakan secara alami, yang berarti bahwa belajar lebih bermakna ketika anak-anak AumelakukanAy dan AumengalamiAy apa yang mereka pelajari, bukan hanya AumengetahuiAy (Kunandar, 2. Metode Contextual Teaching and Learning merupakan konsep belajar mengajar yang membantu pendidik menghubungkan isi materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata, memotivasi peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dengan kehidupan nyata seperti anggota keluarga, warga negara, dan pekerja, serta mempersyaratkan belajar dan bekerja keras (RifaAoI & Anni, 2009:. guru dikatakan telah menerapkan pendekatan CTL apabila menempuh tujuh komponen diantaranya yaitu konstruktivisme, inkuiri, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, penilaian autentik. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk mengetahui Pengaruh Metode Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Hasil Belajar PKn Materi Pola Hidup Gotong Royong pada Siswa Kelas IV SDN Sunter Jaya 07. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk untuk memperoleh data empiris tentang adanya pengaruh penggunaan metode Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap hasil belajar PKn materi pola hidup gotong royong pada siswa kelas IV. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 158-168 METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2022/2023 di SDN Sunter Jaya 07 dengan menggunakan metode penelitian eksperimen. Penelitian ini menggunakan dua kelompok dengan perlakuan yang berbeda. Kelompok pertama yaitu kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan menggunakan metode Contextual Teaching and Learning (CTL) sedangkan kelompok kedua yaitu kelas kontrol dengan menggunakan metode Realistik. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre test Post test Control Group Design. Desain dalam penelitian ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random. Dalam desain ini baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol samasama diberi pre test kemudian dihitung hasilnya. Setelah itu, kelompok eksperimen diberikan perlakuan khusus menggunakan metode Contextual Teaching and Learning, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan khusus dan menggunakan metode lain. Kemudian, keduanya diberikan post test untuk mengetahui hasil perlakuan yang telah dilakukan. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas IV di Kecamatan Tanjung Priok dan populasi terjangkaunya yaitu seluruh siswa kelas IV SDN di Kelurahan Sunter. Dari populasi tersebut kemudian ditentukan sampel penelitian yang besarnya ditentukan menggunakan rumus Terdapat tiga langkah dalam menentukan sampel pada penelitian ini. Langkah pertama, dilakukan pengundian sekolah yang berada di kota Jakarta utara, terpilihlah kecamatan Tanjung Priok. Langkah kedua, dilakukan pengundian untuk menentukan kelurahan yang berada dikecamatan Tanjung Priok, terpilihlah kelurahan Sunter Jaya. Langkah ketiga, di kelurahan Sunter Jaya terdapat 8 sekolah, dilakukan pengundian kelas yaitu terpilihlah kelas IV A sebagai kelas Eksperimen dan kelas IV C sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes yang berbentuk soal opsi ganda. Instrumen terlebih dahulu diuji coba dengan uji validitas, reliabilitas, uji kesukaran, dan uji daya Setelah melewati berbagai pengujian tersebut didapatkan instrumen final yang terdiri dari 32 soal. Skor tiap butir 1 bila benar dan 0 bila salah. Dengan perhitungan penilaian skor sebagai Skor = (Jumlah menjawab benar : bobot soa. Data yang didapatkan dianalisis dengan uji normalitas dan homogenitas untuk penentuan langkah selanjutnya yaitu uji hipotesis yang menggunakan uji t. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 158-168 HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Deskripsi Skor Pre test dan Post test Hasil Belajar PKn pada Kelas Eksperimen Tabel 1. Skor Pre Test dan Post Test Kelas Eksperimen Keterangan Pre test Post test Mean 73,93 Modus Median Simpangan Baku 10,37 6,36 Minimum Maksimum Berdasarkan analisis, didapatkan hasil penilaian yaitu nilai terendah 50 dan nilai tertinggi 90. Rata-rata nilai yaitu 73,93 dan simpangan baku 10,37. Sementara itu, setelah dilakukan perlakuan yaitu dengan penerapan metode Contextual Teaching and Learning, nilai rata rata meningkat menjadi 82,90 dan simpangan baku 6,36, nilai terendahnya naik menjadi 70 begitupun nilai tertinggi yaitu 96. Tabel 2. Distrubusi Frekuensi Pre test pada Kelas Eksperimen Kelas Interval (X) Frekuensi Absolut (F) Frekuensi Relatif (%) Jumlah Berdasarkan Tabel 2, diketahui skor PKn siswa sebelum menggunakan metode Contextual Teaching and Learning pada kelas rata-rata sebanyak 10 siswa . ,4%), siswa yang memiliki Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 158-168 skor PKn di bawah rata-rata sebanyak 9 siswa . %) dan siswa yang memiliki skor PKn di atas rata-rata sebanyak 11 siswa . ,6%). Tabel 3. Distrubusi Frekuensi Post test pada Kelas Eksperimen Kelas Interval (X) Frekuensi Absolut (F) Frekuensi Relatif (%) Jumlah Berdasarkan Tabel 3, diketahui setelah penerapan metode Contextual Teaching and Learning diperoleh skor PKn siswa pada kelas rata-rata sebanyak 7 siswa . ,3%), siswa yang memiliki skor PKn di bawah rata-rata sebanyak 5 siswa . ,8%), dan siswa yang memiliki skor PKn di atas rata-rata sebanyak 18 siswa . ,9%). Deskripsi Skor Pretest dan Post test Hasil Belajar PKn pada Kelas Kontrol Tabel 4. Skor Pre Test dan Post Test Kelas Kontrol Keterangan Pre test Post test Mean 71,77 Modus Median Simpangan Baku 10,71 7,51 Minimum Maksimum Berdasarkan analisis, didapatkan hasil penilaian pre test pada kelas kontrol yaitu nilai terendah adalah 62 dan nilai tertinggi 90. Rata-rata nilai yaitu 71,77 dan simpangan baku 10,71. Sementara pada hasil post test pada kelas kontrol didapatkan nilai terendah adalah 62 dan nilai Rata-rata 78,20 nilai yaitu dan simpangan baku 7,51. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 158-168 Tabel 5. Distribusi Frekuensi Skor Pre test Kelas Kontrol Kelas Interval (X) Frekuensi Absolut (F) Frekuensi Relatif (%) Jumlah Berdasarkan Tabel 5, diperoleh skor PKn siswa sebelum menggunakan metode Realistik pada kelas rata-rata sebanyak 10 siswa . ,3%), siswa yang memiliki skor PKn di bawah rata-rata sebanyak 6 siswa . ,1%), dan siswa yang memiliki skor PKn di atas rata-rata sebanyak 14 siswa . ,6%). Tabel 6. Distribusi Frekuensi Skor Post test Kelas Kontrol Kelas Interval (X) Frekuensi Absolut (F) Frekuensi Relatif (%) Jumlah Berdasarkan distribusi frekuensi pada Tabel 6, diperoleh skor PKn siswa setelah menggunakan metode realistik pada kelas rata-rata sebanyak 12 siswa . %), siswa yang memiliki skor PKn di bawah rata- rata sebanyak 4 siswa . ,3%), dan siswa yang memiliki skor PKn di atas rata-rata sebanyak 14 siswa . ,7%). Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 158-168 Uji Normalitas Skor Pre test dan Post test Hasil Belajar PKn Tabel 6. Hasil Uji Normalitas Kelas PerlakuanLhitungLtabel Kesimpulan Pre test 0,094 0,161Normal EksperimenPost test 0,133 0,161Normal Pre test 0,103 0,161Normal Post test 0,132 0,161Normal Kontrol Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas skor awal hasil belajar PKn pada kelas eksperimen diperoleh Lhitung = 0,094 dan Ltabel = 0,161 pada taraf signifikan = 0,05 untuk n=30. Sedangkan pada kelas kontrol diperoleh Lhitung = 0,103 dan Ltabel = 0,161 pada taraf signifikan = 0,05 untuk n = 30. Maka Lhitung skor awal hasil belajar PKn pada kedua kelas tersebut lebih kecil dari, maka hipotesis nol ditolak sehingga kedua sampel tersebut berdistribusi normal. Pada perhitungan skor akhir hasil belajar PKn pada kelas eksperimen diperoleh Lhitung= 0,133 dan Ltabel = 0,161 pada taraf signifikan = 0,05 untuk n = 30. Sedangkan pada kelas kontrol diperoleh Lhitung = 0,132 dan Ltabel = 0,161 pada taraf signifikan = 0,05 untuk n = 30. Maka Lhitung skor akhir hasil belajar PKn pada kedua kelas tersebut lebih kecil dari, maka hipotesis nol ditolak sehingga kedua sampel tersebut berdistribusi normal. Uji Homogenitas Hasil Belajar PKn Tabel 7. Hasil Uji Homogenitas Varian FhitungFtabelKesimpulan Kelas kontrol 1,08 4,20 Homogen Kelas Kontrol1,08 4,20 Homogen Berdasarkan hasil data dari Tabel 6, uji homogenitas dihitung menggunakan rumus uji barlet, didapatkan hasil perhitungan untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol, yaitu nilai F hitung = 1,08 dan hasil Ftabel = 4,20 dari Ftabel dengan df penyebut (N. = 28 dan pembilang (N. = 1, maka berdasarkan kriteria uji homogenitas bahwa H0 jika Fhitung < . urang dar. Ftabel, yang artinya bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah homogen. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 158-168 Pengujian Hipotesis Dari hasil pengujian normalitas dan homogenitas, diketahui bahwa kedua kelompok berdistribusi normal dan memiliki varian yang homogen, sehingga dapat dilanjutkan untuk pengujian hipotesis dengan uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan dengan uji-t diperoleh harga t hitung sebesar 1,8328 dan dk = 29, sedangkan harga ttabel pada taraf signifikan = 0,05 dengan dk = 29 adalah 1,69. Maka harga thitung = 1,8328 > 1,69 = ttabel, maka hipotesis nol ditolak (H. dan hipotesis kerja diterima (H. Dengan demikian, terdapat pengaruh positif dan signifikan Contextual Teaching and Learning terhadap hasil belajar PKn siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. PEMBAHASAN Setelah diberikan perlakuan terhadap kelas eksperimen dengan penerapan metode Contextual Teaching and Learning dan metode realistik diadakan post test untuk mengetahui kemampuan siswa pada materi pembelajaran. Hasil tes t menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen 73,93 dan kelas kontrol dengan rata-rata 71,77. Dengan demikian, metode Contextual Teaching and Learning memberikan pengaruh secara positif signifikan terhadap hasil belajar PKn pada siswa kelas eksperimen yang memperoleh nilai lebih baik dari kelas kontrol yang hanya menggunakan metode realistik. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Bakkula . di SDN 8 Rindingallo Kabupaten Toraja Utara, yang menemukan bahwa metode Contextual Teaching and Learning berpengaruh secara positif signifikan terhadap hasil belajar pada mata pelajaran PKn siswa. Selain itu juga penelitian Masitah, . yang menemukan bahwa penggunaan strategi Contextual Teaching and Learning berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran PKn di MIS Al-IqraAo Medan Belawan Tahun Pelajaran 2017/2018. Berdasarkan pengamatan hasil penelitian pada kelas eksperimen yaitu kelas IV A, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan terhadap hasil belajar PKn siswa sebelum diberi perlakuan dan sesudah diberi perlakuan. Hasil pre test siswa sebelum diberi perlakuan sangat rendah karena pada saat pembelajaran berlangsung siswa hanya kebanyakan menulis, tidak adanya peragaan pada saat proses pembelajaran berlangsung karena tidak adanya media pembelajaran sehingga siswa kurang bisa mempraktikkan cara gotong royong di kelas. Hal ini berbeda dengan ketika siswa sudah diajarkan dengan menggunakan metode Contextual Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 158-168 Teaching and Learning, siswa dengan semangat mendengarkan penjelasan, setelah mendengarkan penjelasan pelajaran tentang pola hidup gotong royong siswa langsung mempraktikkan bagaimana cara bergotong royong di kelas yaitu dengan piket kelas. Metode Contextual Teaching and Learning ini membuat siswa tertarik untuk belajar dan mendengarkan penjelasan guru serta paham dengan apa yang disampaikan guru. Pada kelas kontrol IV C, pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode Dalam pembelajaran realistik guru menjelaskan materi secara urut kemudian siswa dibagi menjadi 4 kelompok. Selanjutnya, guru membagikan gambar pada setiap kelompok untuk dianalisis gambar apa yang setiap kelompok dapatkan kemudian di deskripsikan dengan Setelah selesai mengerjakan tugas kelompok, perwakilan siswa diminta menjelaskan hasil pekerjaan mereka. Metode realistik membuat siswa hanya duduk dan mendengarkan penjelasan guru sehingga membuat siswa menjadi tidak aktif. Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa rata-rata hasil pelajar PKn siswa yang diajarkan dengan menggunakan metode Contextual Teaching and Learning lebih tinggi dibanding ratarata hasil belajar PKN siswa yang menggunakan metode realistik. Dalam hal ini, pembelajaran dengan metode Contextual Teaching and Learning menjadikan pemahaman siswa lebih berkembang karena pada proses pembelajaran guru tidak memberikan penjelasan materi terlebih dahulu akan tetapi pembelajaran dimulai dari masalah-masalah real bagi siswa, mengaitkan materi PKn ke dalam kehidupan sehari-hari sehingga membuat proses pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa. SIMPULAN Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa metode Contextual Teaching and Learning berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap hasil belajar PKn materi pola hidup gotong royong pada siswa kelas IV SDN Sunter Jaya 07. Metode Contextual Teaching and Learning membuat siswa lebih aktif dalam mencari, menemukan serta mengaitkan pembelajaran PKn dengan kehidupan sehari-hari yang membuat siswa jauh lebih paham materi yang dipelajari. Berdasarkan hasil yang penelitian, dirumuskan saran bagi guru untuk dapat lebih termotivasi untuk menggunakan metode Contextual Teaching and Learning dalam proses pembelajaran di kelas untuk mengembangkan hasil belajar PKn siswa. Bagi sekolah, diharapkan dapat memfasilitasi media pembelajaran dengan metode Contextual Teaching and Learning guna menarik dan memudahkan penerapan metode ini di kelas. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 158-168 REFERENSI