ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. No. Mei 2022, hlm. p-ISSN 2721-4516 e-ISSN 2715-4432 Tingkat Keberhasilan Perawatan Saluran Akar Pada Gigi Non Vital di RSGM Universitas Jember Tahun 2016 (Success rate of root canal treatment in non-vital teeth at RSGM University of Jember in 2. Qhorie Azra Bintang . Dwi Warna Aju Fatmawati . Ratih Delio Rakhmadian . Sri Lestari Pendidikan Dokter Gigi. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Jember Bagian Konservasi. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Jember, ratih. delio@gmail. ABSTRAK Gigi dengan kelainan nekrosis pulpa baik disertai kelainan periapical maupun tidak, dapat diindikasikan perawatan saluran akar. Perawatan saluran akar merupakan perawatan yang dilakukan dengan tujuan menghilangkan jaringan pulpa gigi yang terinfeksi, debris nekrotik dan mikroorganisme. Hal tersebut bertujuan untuk membuat saluran akar menjadi steril dan dapat dilakukan pengisian dengan bahan pengisi sehingga diperoleh kerapatan yang hermetis pada daerah apical. Perawatan saluran akar terdiri dari tiga tahap utama (Triad Endodonti. Triad endodontik terdiri dari preparasi, sterilisasi dan pengisian saluran akar. Ketiga tahap perawatan saluran akar tersebut sangat penting karena tidak semua perawatan saluran akar berakhir dengan keberhasilan. Keberhasilan perawatan saluran akar dapat dievaluasi setelah minimal enam bulan. Untuk mengetahui keberhasilan perawatan yaitu dengan melakukan pemeriksaan subyektif, obyektif dan radiografis. Perawatan saluran akar dikatakan berhasil apabila hasil dari ketiga pemeriksaan tersebut dinyatakan baik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Metode penelitian dilakukan dengan pemeriksaan subyektif, obyektif dan radiografi pada sampel penelitian yang telah melakukan perawatan saluran akar tahun 2016 yang memenuhi kriteria peneliti. Hasil penelitian dimasukkan ke dalam tabel dan diinterpretasikan dengan prosentase kurang sekali hingga sangat baik. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa tingkat keberhasilan perawatan saluran akar pada gigi non vital di RSGM Universitas Jember tahun 2016 sebesar54,54% dan masuk dalam kategori cukup. Keywords: perawatan saluran akar, non vital, keberhasilan ABSTRACT Teeth with pulp necrosis, whether or not with periapical abnormalities, may be indicated for root canal treatment. Root canal treatment is a treatment carried out with the aim of removing infected dental pulp tissue, necrotic debris, and microorganisms. It aims to make the root canal sterile and can be filled with filling material so that a hermetic density is obtained in the apical area. Root canal treatment consists of three main stages (Triad Endodontic. The endodontic triad consists of preparation, sterilization and root canal filling. These three stages of root canal treatment are very important because not all root canal treatments end with success. The success of root canal treatment can be evaluated after a minimum of six months. Subjective, objective and radiographic examinations need to be conduct for determining the success of the treatment. Root canal treatment is said to be successful if the results of the three examinations are declared good. This type of research is descriptive research. The research method was carried out by subjective, objective and radiographic examination in the study sample who had performed root canal treatment in 2016 that met the criteria of the researcher. The results of the research are included in the table and interpreted with a percentage that is very low to very good. Based on this, it was concluded that the success rate of root canal treatment in non-vital teeth at RSGM University of Jember in 2016 was 54. 54% and included in the sufficient category. Keywords: root canal treatment, non vital, success rate *Korespondensi Author: Ratih Delio Rakhmadian. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember. Jl. Kalimantan No. 37, ratih. delio@gmail. com, 085655476667 PENDAHULUAN Perawatan saluran akar merupakan perawatan kedokteran gigi yang bertujuan untuk membersihkan saluran akar dari debris nekrotik dan mikroorganisme. Hal ini dilakukan agar bahan pengisi dapat menutup di saluran akar dengan kerapatan yang baik di foramen apikal. Perawatan saluran akar dapat dilakukan pada gigi yang masih vital maupun non vital dengan kelainan periapikal atau tanpa kelainan Perawatan saluran akar terdiri dari tiga tahap utama (Triad Endodonti. Triad endodontik terdiri dari preparasi, sterilisasi dan pengisian saluran akar. Preparasi meliputi pembersihan dan pembentukan saluran akar, sterilisasi yaitu irigasi dan disinfeksi serta pengisian dengan bahan pengisi saluran akar. PUSLITBANG Sinergis Asa Professional. Jember ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. No. Mei 2022, hlm. p-ISSN 2721-4516 e-ISSN 2715-4432 dengan keberhasilan. Hingga saat ini, belum ada literatur yang menjelaskan secara pasti mengenai definisi maupun kriteria sukses dari perawatan Gigi yang telah dilakukan perawatan saluran akar harus dievaluasi secara klinis serta radiografis agar dianggap berhasil. Pasien harus dijadwalkan untuk kontrol untuk memastikan bahwa perawatannya berhasil dan gigi yang dirawat fungsional. Gambaran saluran akar pada gigi non vital yang dilakukan peneliti dilakukan dengan mengambil data sekunder dari rekam medis Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Jember (RSGM UNEJ) dimana perawatan saluran akar dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember (FKG UNEJ) Berdasarkan uraian tersebut, penulis ingin mengetahui gambaran keberhasilan perawatan saluran akar pada gigi non vital yang dilakukan di RSGM Universitas Jember tahun Gigi non vital digunakan dalam penelitian ini karena pada gigi non vital lebih sering terjadi flare up yaitu komplikasi setelah perawatan saluran akar berupa sakit atau bengkak. Tujuan perawatan saluran akar dilakukan adalah gigi menjadi fungsional dan Setelah dilakukan, pasien kembali dalam jangka waktu tertentu untuk melakukan kontrol dan evaluasi. Pasien diinstruksikan untuk kontrol kembali ke dokter gigi dalam jangka waktu dua minggu setelah perawatan. Setelah kontrol, dilakukan evaluasi secara periodik. Evaluasi secara klinis dilakukan setiap 3, 4 atau 6 bulan tergantung pada kebersihan rongga mulut dan faktor risiko masing-masing pasien. Secara radiografi, evaluasi dengan foto periapikal diambil pada bulan ke enam setelah perawatan untuk gigi dengan lesi radiolusen. Setelah satu tahun dan dilakukan setiap 2 tahun untuk memantau hasil dari terapi endodontik . Perawatan dikatakan berhasil jika tidak ada keluahan serta kelainan patologis pada gigi yang dirawat saluran akar. Adapun kriteria keberhasilan diantaranya tidak ada rasa sakit atau pembengkakan pada gigi yang dirawat, tidak ada gejala klinis dan gigi dapat kembali berfungsi secara fisiologis serta gambaran foto rontgen di daerah apeks terlihat normal. 5 Pada gigi dengan lesi periapikal sebelum perawatan tidak terdapat keluhan dan lesi periapikal yang ada sebelum perawatan dapat berkurang atau 6 Pengisian saluran yang akar hermetis meminimalkan celah bagi bakteri untuk berkembang biak. 7 Hal ini dapat meningkatkan keberhasilan perawatan saluran akar hingga Perawatan saluran akar juga dapat mengalami kegagalan. Perawatan saluran akar dikatakan gagal apabila secara radiografik patosis yang telah ada khususnya lesi radiolusen yang tetap tidak berubah, berkembang atau membesar dibanding awal perawatan. Penelitian yang dilakukan oleh Kojima dkk . pada gigi non vital pasca perawatan saluran akar menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan yang didapat mencapai 78,9%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak semua perawatan saluran akar yang dilakukan berakhir II. METODOLOGI Jenis penelitian ini adalah penelitian Penelitian deskriptif . escriptive researc. adalah suatu metode penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomenafenomena yang ada, yang berlangsung pada saat ini atau saat yang lampau. Penelitian ini dilakukan di Ruang Rekam Medis RSGM Universitas Jember. Ruang Oral Diagnosa RSGM Universitas Jember dan Laboratorium Radiologi RSGM Universitas Jember. Sampel Penelitian ini adalah pasien yang telah dilakukan perawatan saluran akar pada gigi non vital di RSGM Universitas Jember periode perawatan tahun Sampel penelitian diambil berdasarkan kriteria: pasien telah dilakukan perawatan saluran akar pada tahun 2016 (Bulan JanuariDesembe. baik pada akar tunggal maupun ganda, gigi yang dilakukan perawatan saluran PUSLITBANG Sinergis Asa Professional. Jember ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. No. Mei 2022, hlm. akar masih ada atau tidak hilang, adanya foto mengetahui keadaan jaringan sekitar gigi yang dirawat . , pasien mampu memenuhi syarat pemeriksaan atau recall. Berdasarkan kriteria yang ditentukan, maka didapatkan sampel sebanyak 22 pasien. Prosedur mempersiapkan Sampel Penelitian. Data untuk sampel diambil dari rekam medis RSGM Universitas Jember tahun 2016 dan memilih pasien dengan metode purposive sampling yaitu metode sampling yang berdasarkan kepada kriteria yang telah ditentukan peneliti. Kemudian sampel penelitian dipanggil kembali atau recall. Pasien yang telah sesuai dengan kriteria sampel penelitian yang diambil dari data rekam medis dilakukan recall atau pemanggilan kembali. Pemeriksaan dilakukan di Ruang Oral Diagnosa dan Laboratorium Radiologi RSGM Universitas Jember. Pasien melakukan pengisian informed consent yang menyatakan bahwa pasien setuju dengan prosedur penelitian yang akan dilakukan oleh Informed Consent berisi informasi tentang persyaratan keberhasilan perawatan saluran akar pada gigi non vital yang telah dilakukan pasien dua tahun yang lalu. p-ISSN 2721-4516 e-ISSN 2715-4432 Pasien pemeriksaan subyektif dan obyektif di ruang oral diagnosa FKG Universitas Jember oleh operator atau dokter yang bertugas berdasarkan kriteria penilaian yang dibuat oleh peneliti. Adapun pemeriksaan yang dilakukan yaitu: Pemeriksaan subyektif/anamnesa meliputi wawancara riwayat adanya rasa sakit yaitu: Sakit saat mengunyah /- . Sakit saat oklusi RA dan RB /. Sakit spontan /. Pembengkakan /b. Pemeriksaan klinis/obyektif berupa: Tes perkusi /Tes perkusi dilakukan dengan mengetuk oklusal atau incisal permukaan gigi dengan ujung pegangan kaca mulut yang dipegang sejajar dengan sumbu panjang gigi. 11 Apabila nyeri subyektif cukup parah, pemeriksaan dapat dilakukan dengan menekan gigi dengan ujung jari telunjuk secara perlahan. Cara lain untuk melakukan pemeriksaan ini adalah dengan menginstruksikan pasien untuk menggigit benda keras. Perkusi dapat menentukan ada Pemeriksaan ini hendaknya dilakukan juga pada gigi lainnya sebagai pembanding. Tes tekan /. Palpasi /Palpasi dilakukan dengan cara menekan mukosa di atas apeks gigi dengan cukup kuat menggunakan ujung jari. Palpasi digunakan untuk menentukan jauhnya proses inflamasi telah meluas ke daerah periapeks. Hasil palpasi positif Pemeriksaan ini hendaknya dilakukan juga pada gigi lainnya sebagai . Pembengkakan Ekstra Oral /Pemeriksaan ekstra oral dilakukan secara visual yang dapat ditandai dengan kondisi asimetri pada wajah pasien. Selain pemeriksaan secara visual, palpasi pada daerah leher dan otot pengunyahan juga dilakukan untuk melihat kelainan pada . Pembengkakan Intra Oral /Pemeriksaan intra oral digunakan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi jaringan lunak, gigi, dan . Fistula /Fistula dapat ditandai dengan adanya saluran sinus . inus trac. ekstraoral yang merupakan tempat drainase abses yang PUSLITBANG Sinergis Asa Professional. Jember Gambar 1: Pengisian informed consent ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. No. Mei 2022, hlm. p-ISSN 2721-4516 e-ISSN 2715-4432 berasal dari gigi. Kegoyangan /Tes kegoyangan atau mobilitas gigi dilakukan dengan meletakkan jari telunjuk pada lingual gigi dan menekan bagian fasial gigi dengan ujung pegangan kaca . Hiperemi Gingiva /Hiperemi gingiva dilihat secara visual pada gingiva untuk melihat adanya perubahan warna. Setelah subyektif dan obyektif, pasien dirujuk ke bagian radiologi di laboratorium radiologi RSGM Universitas Jember untuk dilakukan foto pada regio yang telah dirawat. Foto radiologi dilakukan oleh petugas radiologi. Adapun evaluasi yang dilakukan pada foto rontgennya meliputi: Resorpsi internal /. Resorpsi eksternal /. Lamina dura terputus /. Pelebaran membran periodontal /. Radiolusen periapikal . iffuse, berbatas jelas, berbatas radiopaqu. /Hasil pemeriksaan subyektif, obyektif dan radiografis kemudian dimasukkan ke dalam bentuk tabel yang telah dibuat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data yang bersifat kualitatif yaitu data yang disajikan dalam bentuk kata verbal bukan dalam bentuk angka dan dianalisis dalam bentuk teknik analisis kualitatif atau nonstatistik yaitu analisis untuk data-data yang tidak berupa angka. Pengambilan kesimpulan umum berdasarkan hasil observasi khusus. Penyajian data penelitian dilakukan melalui penyajian dalam bentuk tabel dan grafik. Penelitian ini menggunakan kriteria prosentase dari Suharsimi Arikunto , yaitu: Tingkat keberhasilan 0-20% = Kurang Tingkat keberhasilan 20-40 % = Kurang Tingkat keberhasilan 40-60 % = Cukup Tingkat keberhasilan 60-80 % = Baik i. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tabel 1 menunjukkan hasil pemeriksaan subyektif setelah dua tahun perawatan dengan persentase keberhasilan diantara 80-100% yang masuk dalam kategori sangat baik. Tabel 2 menunjukkan hasil pemeriksaan obyektif setelah dua tahun perawatan dengan persentase keberhasilan diantara 80-100% yang masuk dalam kategori sangat baik. Setelah dilakukan pemeriksaan subyektif dan obyektif dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang radiografis. Hasil pemeriksaan penunjang radiografis dari perawatan saluran akar yang berhasil dapat dilihat pada gambar 4. Tingkat keberhasilan 80-100% = Sangat Gambar 3. Gambaran periapikal gigi pada sasat selesai pengisian saluran akar . ampak gambaran radiolusen periapikal yang keci. Baik PUSLITBANG Sinergis Asa Professional. Jember Tabel 1. Hasil Pemeriksaan Subyektif Tabel 2. Hasil Pemeriksaan Obyektif Gambar 2. Gambaran periapical gigi pada saat selesai pengisian saluran akar . idak ada kelainan periapica. Gambaran periapikal setelah dua tahun perawatan . idak ada kelainan ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. No. Mei 2022, hlm. p-ISSN 2721-4516 e-ISSN 2715-4432 Gambaran periapikal setelah dua tahun perawatan . ampak pembesaran gambaran radiolusen periapika. pemasangan restorasi tetap, sedangkan 7 sampel lainnya tidak dilakukan pemasangan restorasi Hasil yang diperoleh tersaji pada tabel 4. Hasil pemeriksaan penunjang radiografis dari perawatan saluran akar yang mengalami kegagalan dapat dilihat pada gambar 3. Tabel 3 menunjukkan hasil pemeriksaan penunjang radiografis setelah dua tahun perawatan dengan rata-rata persentase keberhasilan diantara 80100% yang masuk dalam kategori sangat baik. Hasil pemeriksaan subyektif, obyektif dan radiografis kemudian disajikan dalam satu tabel untuk menentukan keberhasilan perawatan saluran akar secara keseluruhan. Hasil yang diperoleh tersaji pada tabel 3. Tabel 4. Rekapitulasi Restorasi Tetap Tabel 3. Hasil Pemeriksaan Subyektif. Obyektif dan Radiografis Tabel 4 menunjukkan bahwa pasien dengan restorasi tetap pasca perawatan saluran akar sebanyak 15 sampel . ,19%) dan pasien tanpa restorasi tetap pasca perawatan sebanyak 7 sampel . ,81%). Hasil pemeriksaan subyektif, obyektif dan radiografis menunjukkan bahwa didapatkan 12 jumlah sampel yang berhasil sebanyak 54,54% dan 10 jumlah sampel yang mengalami kegagalan sebanyak 45,45% (Tabel Tabel 5. Rekapitulasi Hasil Penelitian Tabel 5 menunjukkan bahwa perawatan saluran akar yang mengalami . ,54%) dibandingkan dengan yang tidak berhasil atau mengalami kegagalan . ,45%). Untuk menunjukkan perbedaan keberhasilan dapat dilihat pada diagram lingkaran dibawah (Gambar . Gambar 3. Hasil penelitian Pemasangan restorasi tetap pada pasien mempengaruhi tingkat keberhasilan. Sebanyak 15 sampel penelitian telah dilakukan PUSLITBANG Sinergis Asa Professional. Jember Adapun perawatan saluran akar berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 6. Tabel 6. Keberhasilan Perawatan Saluran Akar Berdasarkan Jenis Kelamin ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. No. Mei 2022, hlm. Tabel 6 menunjukkan bahwa keberhasilan perawatan saluran akar pada . ,67%) dibandingkan dengan laki-laki . 33%). Pembahasan Keberhasilan perawatan saluran akar dapat dievaluasi berdasarkan pemeriksaan subyektif, obyektif dan radiografis. Hasil pemeriksaan subyektif dan obyektif pada penelitian ini didapatkan bahwa tingkat keberhasilan perawatan saluran akar sangat baik yaitu diatas 80%. Berdasarkan adanya gambaran radiolusen pada jaringan periapikal, didapatkan prosentase 63,63% yang masuk dalam kategori Pemeriksaan berhasil apabila tidak ada keluhan maupun riwayat nyeri atau bengkak. 5 Menurut Quality Assurance Guidelines yang dikeluarkan oleh American Associaton of Endodontics, secara klinis perawatan dikatakan berhasil apabila tidak adanya rasa sakit terhadap tes perkusi dan palpasi, mobilitas gigi normal, gigi dapat berfungsi dengan baik, tidak ada infeksi atau pembengkakan, dan tidak ada keluhan pasien yang tidak menyenangkan. Tingkat keberhasilan perawatan saluran akar berdasarkan pemeriksaan radiografis dilihat dari ada tidaknya kelainan jaringan periodontal pada radiograf hasil pemeriksaan yang dapat digambarkan dengan ligamen periodontium normal atau sedikit menebal . urang dari 1 m. , radiolusensi di apeks hilang, tidak ada resorbsi, dan pengisian terbatas pada ruang saluran akar, padat mencapai kurang lebih 1 mm dari apeks. Gambaran tersebut tampak pada 12 sampel . ,54%) dari hasil penelitian. Dari hasil penelitian yang dilakukan, sulit untuk mencapai keberhasilan ideal sesuai dengan teori yang diungkapkan para ahli. Maka dari itu, keberhasilan yang ada pada penelitian ini merupakan asumsi yang disimpulkan oleh PUSLITBANG Sinergis Asa Professional. Jember p-ISSN 2721-4516 e-ISSN 2715-4432 peneliti berdasarkan hasil pemeriksaan yang Hal ini kemungkinan disebabkan karena pasien yang dirawat saluran akar tersebut obturasinya baik serta gigi post perawatan saluran akar diberikan restorasi tetap sehingga mengurangi resiko terjadinya port de entry bakteri yang menyebabkan keradangan berulang atau reinfeksi. Hal ini didukung dengan pendapat Healing dan Gorfil yang mengatakan bahwa prognosis gigi setelah perawatan saluran akar mampu ditingkatkan dengan menutup saluran akar. Gigi yang dilakukan perawatan saluran akar tanpa kelainan periapikal sebelumnya juga dapat berpengaruh pada peningkatan keberhasilan perawatan saluran akar. 15 Hal ini didukung dengan pendapat Peters dan Wesselink . yang mengatakan bahwa tingkat keberhasilan gigi tanpa kelainan periapikal lebih tinggi sebesar 1520% dibandingkan gigi dengan kelainan periapikal sebelum perawatan. Data penelitian menunjukkan semua sampel sudah dirawat saluran akar sampai selesai dengan obturasi dan restorasi yang baik, namun tidak semuanya dikatakan berhasil setelah dilakukan perawatan. Hal tersebut mungkin disebabkan karena faktor-faktor penyebab yang perlu diteliti lebih lanjut seperti faktor lokal dan Faktor lokal diantaranya : infeksi. Perdarahan, kerusakan jaringan, gangguan aliran darah, benda asing , faktor operator. Faktor sistemik diantaranya: umur, nutrisi, penyakit kronis, hormon, vitamin, dehidrasi , stress. Sebanyak . ,45%) mengalami kegagalan yang ditandai dengan adanya keluhan pada pemeriksaan subyektif dan obyektif serta pada pemeriksaan radiografis nampak adanya pelebaran ligamen periodontal, munculnya gambaran radiolusen periapikal yang semula tidak ada sebelum perawatan serta tidak adanya restorasi tetap. Hal ini kemungkinan disebabkan karena reinfeksi yang disebabkan oleh pemeliharaan kebersihan rongga mulut yang kurang baik serta kegagalan eliminasi bakteri pada kelainan periapikal yang sudah ada sebelumnya karena sterilisasi yang kurang. Calt dan Serper . mengatakan bahwa eliminasi ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. No. Mei 2022, hlm. bakteri dari saluran akar merupakan tahapan yang sangat penting dikarenakan hal tersebut merupakan tujuan dari perawatan endodontik. Berdasarkan total 10 sampel yang gagal, terdapat 7 sampel . %) pasien yang tidak dibuatkan restorasi tetap. Tidak adanya restorasi menyebabkan terjadinya port de entry Hal ini didukung oleh pendapat Healing dan Gorfil . yang mengatakan bahwa gigi yang tidak dilakukan pemasangan restorasi tetap meningkatkan resiko kebocoran sehingga mikroorganisme masuk ke dalam area periradikular sehingga restorasi tetap sangat mendukung dalam keberhasilan suatu perawatan saluran akar. Keberhasilan perawatan saluran akar dapat dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin. Pasien dengan jenis kelamin wanita lebih banyak mengalami keberhasilan dibandingkan laki-laki. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebanyak 66,67% wanita berhasil perawatan saluran Hal ini kemungkinan karena wanita lebih memperhatikan kesehatan dibandingkan dengan laki-laki yang didukung dengan pendapat Ahmed yang mengatakan bahwa wanita lebih peduli dengan kesehatan gigi dan mulutnya. Berdasarkan letak saluran akar yaitu anterior dan posterior, didapatkan hasil bahwa gigi anterior lebih banyak mengalami keberhasilan yaitu sebesar 58. Hal ini kemungkinan dikarenakan anatomi gigi anterior yang lebih sederhana dibandingkan dengan gigi Selain itu, gigi anterior juga berada pada letak yang lebih mudah dijangkau sehingga prosedur perawatan saluran akar lebih baik. Hal ini didukung oleh pernyataan Schafer . yang menyatakan bahwa gigi anterior lebih sedikit mengalami ledge dibandingkan dengan gigi molar. Hal ini dikarenakan prevalensi saluran akar pada gigi molar kebanyakan sempit dan belok sehingga menyulitkan saat Sehingga, dapat dikatakan bahwa kualitas teknis pada gigi anterior lebih adekuat. Berdasarkan penelitian keberhasilan perawatan saluran akar sebesar 54,54% termasuk dalam kategori cukup. Oleh karena itu perlu ditingkatkan dalam mengupayakan PUSLITBANG Sinergis Asa Professional. Jember p-ISSN 2721-4516 e-ISSN 2715-4432 keberhasilan perawatan saluran akar yang dilakukan oleh mahasiswa profesi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember diantaranya melalui prosedur perawatan yang benar, memberikan restorasi tetap post perawatan saluran akar yang berkelanjutan dari mahasiswa co-ass yang satu dengan lainnya. IV. SIMPULAN DAN SARAN Tingkat keberhasilan perawatan saluran akar pada gigi non vital tahun 2016 menunjukkan tingkat keberhasilan dengan prosentase 54,54% dan masuk dalam kategori Perlu adanya penelitian lebih lanjut pada gigi yang dilakukan perawatan saluran akar dengan gigi vital sebelum perawatan serta perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih banyak agar didapat hasil yang lebih akurat. REFERENSI