ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTARA JUS WORTEL DAN AIR KELAPA HIJAU TERHADAP TINGKAT DISMENOREA PADA MAHASISWA ASRAMA PUTRI UNIVERSITAS BATAM Andi Asda Astiah1. Isramilda2. Abdelzikri Hajiansyah3 Fakultas Kedokteran Universitas Batam, andiasda@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, isramilda@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, abdelbdel123@gmail. ABSTRACT Background: Dysmenorrhea, or menstrual pain, is a common complaint experienced by women during menstruation. Factors such as dietary patterns and consumption of specific beverages can play a role in reducing the severity of dysmenorrhea. One such beverage with the potential to alleviate menstrual pain is carrot juice and green coconut water, both rich in nutrients and anti-inflammatory compounds. Hence, it is crucial to investigate the comparison between carrot juice and green coconut water regarding the severity of Methods: This study utilized a Quasi-Experimental research design with a Non-equivalent The research was conducted at the Female Dormitory of Batam University from November 2023. The sampling technique used was Simple Random Sampling, with a total sample size of 42 or 14 sample in each group. Results: Based on the One-Way ANOVA test, the obtained result indicates that the significance value of the ANOVA test (Sig. ) is 0. 000 (< 0. Therefore, it can be concluded that there is a significant difference between the effects of carrot juice and green coconut water on the reduction of dysmenorrhea levels. Conclusion: Based on the research findings, it can be concluded that the intervention of green coconut water is more effective in reducing menstrual pain compared to the intervention of carrot juice among female dormitory students University of Batam in 2023. Keywords: Dysmenorrhea. Carrot Juice. Green Coconut Water ABSTRAK Latar Belakang: : Dismenorea atau nyeri haid adalah salah satu keluhan yang dapat dialami wanita saat menstruasi. Faktor-faktor seperti pola makan dan konsumsi minuman tertentu dapat berperan dalam mengurangi tingkat keparahan dismenorea. Salah satu minuman yang memiliki potensi untuk mengurangi nyeri haid adalah jus wortel dan air kelapa hijau, yang kaya akan nutrisi dan senyawa anti-inflamasi. Maka dari ini penting untuk meneliti perbandingan antara jus wortel dan air kelapa hijau terhadap tingkat dismenorea. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimen dengan rancangan pendekatan Non-equivalen. Penelitian ini dilakukan di Asrama Putri Universitas Batam pada bulan November 2023. Teknik pengambilan samepl yaitu Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 42 atau 14 tiap masing-masing kelompok. Hasil: Berdasarkan uji One-Way Anova diperoleh hasil bahwa nilai signifikan uji anova (Sig. ) adalah 0,000 (< 0,. Maka terdapat perbedaan yang signifikan antara pengaruh pemberian jus wortel dan air kelapa hijau terhadap penurunan tingkat dismenorea. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian air kelapa hijau lebih efektif dalam mengurangi nyeri haid dibandingkan pemberian jus wortel pada mahasiswa asrama putri Universitas Batam Tahun 2023. Kata kunci: Dismenorea. Jus Wortel. Air Kelapa Hijau Universitas Batam Batam Batam Page 1 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 PENDAHULUAN Dismenorea atau nyeri haid adalah salah satu keluhan yang dapat dialami wanita saat menstruasi. Berdasarkan patofisiologi, dismenorea diklasifikasikan Penyebab dismenorea primer belum sepenuhnya Namun, penyebab yang bertanggung jawab telah diidentifikasi rahim, terutama PGF2a dan PGF2, sehingga mengakibatkan peningkatan tonus rahim dan kontraksi beramplitudo Wanita dengan dismenorea memiliki tingkat prostaglandin yang lebih tinggi, yang paling tinggi selama dua hari pertama menstruasi. Produksi prostaglandin dikendalikan oleh progesteron ketika kadar progesteron turun, segera sebelum menstruasi, kadar prostaglandin meningkat. Jika paparan endometrium terhadap fase luteal penting untuk peningkatan produksi progesteron, dismenore hanya terjadi pada siklus Ini dapat menjelaskan mengapa onset dismenore primer terjadi segera setelah menarche dan mengapa dismenore merespons baik terhadap penghambatan Namun, banyak faktor lain yang mungkin berperan dalam persepsi dan keparahan nyeri, yang tidak hanya (Mariagiulia Bernardi, 2. Angka kejadian dismenorea di dunia sangat besar, rata-rata lebih dari 50% perempuan mengalami dismenorea primer. Prevalensi dismenorea di berbagai negara berbeda-beda. Prevalensi di Amerika Serikat kurang lebih sekitar 85%, di Italia sebesar 84,1% dan di Australia sebesar Prevalensi di Asia kurang lebih sekitar 84,2% dengan spesifikasi 68,7% terjadi di Asia Timur laut, 74,8% di Asia Universitas Batam Batam Batam Timur Tengah, dan 54,0% di Asia Barat Prevalensi di negara-negara Asia Tenggara juga berbeda, angka kejadian di Malaysia mencapai 69,4%. Thailand 84,2% dan di Indonesia angka kejadian dismenore 64,25% terdiri dari 54, 89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder (Dahlan Gunawan, 2. Dismenorea dapat diatasi dengan Terapi menggunakan obat analgesic seperti ibuprofen dengan dosis 200 mg. Sedangkan, terapi non farmakologi diantaranya mengkonsumsi jus wortel dan air kelapa hijau. Kandungan vitamin E dan mengeblok prostaglandin yaitu hormon yang mempengaruhi dismenorea atau nyeri Wortel (Daucus Carot. merupakan salah satu sayuran yang paling banyak Wortel mengandung gula, karotin, pektin, aspargin, serat, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, besi, sodium, asam amino, minyak esensial, dan Wortel mengandung vitamin A,B,C,D,E dan K. Salah satu manfaat vitamin E adalah bisa prostaglandin dan vitamin E juga bisa membantu mengatasi efek peningkatan produksi hormon prostaglandin. Hormon prostaglandin adalah hormon yang mempengaruhi terjadinya dismenorea. Prostaglandin yang berperan disini yaitu E2 (PGE. dan F2n (PGF2. (Junizar. Berdasarkan penelitian (Mutiara, 2. didapatkan bahwa hasil analisis data tentang perbedaan skala nyeri dismenorea antara sebelum dan sesudah pemberian jus wortel, bahwa perbedaan sebelum dan sesudah pemberian jus wortel adalah 5. Page 2 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 dengan sesudah pemberian air jus wortel 54 dan nilai rata-rata penurunannya Hasil uji statistik didapat p value 0,000 (< 0,. maka dapat signifikan rerata skala nyeri sebelum dan sesudah pemberian jus wortel. Air kelapa hijau mengandung Kalsium 14,11 Mg/100 Magnesium 9,11Mg/100 ml dan Vitamin C 8,59 Mg/100 ml. Kalsium dan Magnesium yang terkandung dalam air kelapa mengurangi ketegangan otot dan vitamin c yang merupakan zat-zat alami anti inflamasi yang membantu meringankan rasa sakit menghambat enzim cyclooxygenase yang memiliki peran dalam mendorong proses pembentukan prostaglandin (Kristina & Syahid, 2. Berdasarkan penelitian (Irma, 2. pemberian air kelapa hijau pada mahasiswa. Hasil penelitian diperoleh nilai rata Ae rata nyeri dismenore sebelum diberikan air kelapa sebesar 8. 40 dan rata Ae rata setelah diberikan air kelapa sebesar 73 pada kelompok intervensi. Dan diperoleh nilai rata - rata nyeri dismenore pada kelompok kontrol dengan nilai 67 dan posttest 4. Hasil uji Ttest sample Independent diperoleh pValue . < 0. 05, maka dapat pemberian air kelapa hijau dengan penurunan dismenorea. Universitas Batam universitas yang terletak di Kepulauan Riau. Universitas Batam mewajibkan mahasiswinya tinggal di asrama pada tahun pertama sehingga dengan mudah dapat dijangkau dalam melakukan penelitian ini. Terdapat 118 mahasiswi penghuni asrama putri Universitas Batam yang terdiri dari angkatan 2020, 2021, dan Universitas Batam Batam Batam 2022 Fakultas Kedokteran. Berdasarkan survey awal dengan cara mewawancarai 10 mahasiswi yang pernah mengalami dismenorea, 5 orang mengatasi dismenorea dengan cara istirahat, 3 orang mengatasi dismenorea dengan cara meminum air hangat, dan 2 orang mengatasi dismenorea dengan cara meminum obat. Hasil dari wawancara 10 mahasiswi tersebut, mereka belum pernah mengkonsumsi jus wortel dan air kelapa hijau untuk mengatasi METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasi Eksperiment dengan rancangan pendekatan non equivalent. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunkan data sekunder berupa Populasi pada penelitian ini adalah semua mahasiswa asrama putri Universitas Batam tahun 2023 yang berjumlah 118 mahasiswi. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple random sampling dengan jumlah sampel Analisis data menggunakan Paired T Test dan One way annova. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Distribusi Frekuensi Karakterisik Responden Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakterisik Responden Frekuensi Presentase Karakteristik . (%) Usia Menarche 9 Tahun 10 Tahun 11 Tahun 12 Tahun 13 Tahun 14 Tahun 15 Tahun 16 Tahun 17 Tahun Page 3 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 Siklus Menstruasi 21 Hari 28 Hari 30 Hari Lama Menstruasi 3 Hari 4 Hari 5 Hari 6 Hari 7 Hari 8 Hari 10 Hari Tabel karakteristik responden pada penelitian ini bahwa bahwa sebagian besar responden mengalami menarche pada usia 12 tahun yaitu sebanyak 11 responden . sedangkan yang paling sedikit pada usia 9, 10, dan 17 tahun dengan masingmasing 1 . ,4%). Menurut Desy Qomarasari . , bila menarche terjadi pada usia yang lebih awal dari normal dimana alat reproduksi belum siap untuk mengalami perubahan dan masih terjadi penyempitan pada leher rahim maka akan timbul rasa sakit ketika menstruasi. Usia menarche bervariasi, dari rentang umur 10-16 tahun. Akan tetapi usia menarche dapat dikatakan normal apabila terjadi pada usia 12-14 tahun. Sebagian besar responden mengalami menstruasi selama 7 hari yaitu sebanyak 18 responden . ,9%). Menurut Nurul Indah . , ada hubungan bermakna antara lama menstruasi dengan kejadian dismenorea, semakin lama menstruasi, maka semakin sering uterus berkontraksi, akibatnya semakin banyak pula hormon prostaglandin yang dikeluarkan. Akibat hormon prostaglandin yang berlebihan maka menimbulkan rasa nyeri. Sebagian besar responden memiliki siklus menstruasi selama 28 hari yaitu sebanyak 18 responden . ,9%). Menurut Nurul indah . Siklus menstruasi dikatakan normal jika tidak kurang dari 21 hari dan tidak lebih dari 35 har. Tingkat Dismenorea pada Intervensi Jus Wortel. Air Kelapa Hijau, dan Kelompok Kontrol Tabel 2. Tingkat Dismenorea pada Intervensi Jus Wortel. Air Kelapa Hijau, dan Kelompok Kontrol 95% CI Nyeri Min Max Mean Mean (Lower-Uppe. Sebelum Jus wortel 451 Ae 2. Sesudah Jus wortel Sebelum Air Kelapa Hijau Sesudah Air Kelapa Hijau Sebelum Kontrol 113 Ae -1. Sesudah Kontrol Berdasarkan hasil penelitian didapatkan dari 14 responden yang diberikan intervensi jus wortel didapatkan hasil ratarata dismenorea sebelum intervensi 5,14 dengan standar deviasi sebesar 1,231. Sedangkan rata-rata dismenorea sesudah intervensi 3,36 dengan standar deviasi 1,277. Perbedaan rata-rata dismenorea sebelum Universitas Batam Batam Batam intervensi sebesar 1,786. Hasil penelitian ini sejalan dengan Wita Handhika . bahwa ratarata intensitas dismenorea pada kelompok eksperimen sebelum diberikan intervensi 8,9. Namun setelah diberikan intervensi jus wortel, rata-rata intensitas dismenorea menurun 4,07. Sebelum diberikan, intensitas dismenorea responden Page 4 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 kelompok eksperimen yang paling tinggi adalah 8,0 dan yang paling rendah adalah 6,0. Setelah intervensi jus wortel, intensitas dismenorea responden kelompok eksperimen yang paling tinggi adalah enam dan yang paling rendah adalah 4,0. 56 Perubahan tingkat nyeri pada kelompok kandungan-kandungan dari wortel yang mampu menurunkan dismenorea. Vitamin E dan betakaroten mampu melakukan pengeblokkan prostaglandin. Hormon prostaglandin adalah hormon yang mempengaruhi dismenorea atau nyeri haid. Mengkonsumsi vitamin E pada wortel juga dapat mengurangi kram dan kecemasan pada pre menstrual syndrom (Kurniati. Kalsium dan magnesium mengurangi ketegangan otot . ermasuk otot uteru. dan vitamin C merupakan zat-zat anti inflamasi yang mampu meringankan rasa sakit menghambat enzim cyclooxygenase yang memiliki peran dalam mendorong proses pembentukan prostaglandin (Anjarwati. Sedangkan pada 14 responden yang diberikan intervensi air kelapa hijau didapatkan hasil rata-rata dismenorea sebelum intervensi 5,64 dengan standar deviasi sebesar 1,008. Sedangkan rata-rata dismenorea sesudah intervensi 2,71 dengan standar deviasi 0,762. Perbedaan rata-rata tingkat dismenorea sebelum dan sesudah intervensi sebesar 2,929. Hasil penelitian ini sejalan dengan Fina Feronica . 5% responden sebelum diberikan air kelapa hijau berada dalam skala nyeri 4-6 V57 . , dan setelah diberikan air kelapa hijau 71. responden berada dalam skala 1-3 . Penurunan intensitas nyeri haid Universitas Batam Batam Batam yang dialami responden disebabkan karena adanya kalsium dan magnesium yang terkandung dalam air kelapa hijau yang dapat merelaksasikan otot rahim akibat prostaglandin yang meningkat yang menyebabkan iskemia myometrium dan hiperkontraktivitas otot rahim sehingga menyebabkan nyeri dismenore. Selain itu vitamin C yang terkandung di dalam air kelapa hijau juga merupakan zat alami anti inflamasi yang membantu meringankan rasa sakit akibat kram menstruasi dengan menghambat enzim cyclooxygenase yang memiliki peran dalam mendorong proses (Fina Feronica, 2. Nyeri Menstruasi diakibatkan oleh ketidakseimbangan kadar prostaglandin. Keluhan rasa nyeri saat menstruasi dapat hiperkontraktilitas rahim yang disebabkan Vitamin dan mineral yang terkandung dalam air kelapa dapat merangsang produksi progesteron dalam jumlah yang stabil. Kadar progesteron yang cukup akan memperlancar proses peluruhan endometrium dan nyeri yang timbul akan segera berlalu (Huzaimah. Pada 14 responden yang tidak di berikan itervensi didapatkan hasil rata-rata dismenorea sebelum 5,00 dengan standar devisiasi sebesar 1,881. Sedangkan ratarata dismenorea setelah dua jam pengukuran 6,57 dengan standar devisiasi sebesar 1,651. Perbedaan rata-rata tingkat dismenorea sebelum dan sesudah sebesar 1,571. BIVARIAT Pengaruh Intervensi Jus Wortel Terhadap Tingkat Dismenorea Sebelum dan Sesudah Page 5 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 Tabel 3. Pengaruh Intervensi Jus Wortel Jus PN Mean Wortel Value Sebelum 14 Sesudah 14 Berdasarkan tabel 3 diketahui hasil tingkat dismenorea sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi jus wortel, dengan metode pengukuran uji paired ttest. Hasil penelitian menunjukan p-value = 0,000 (< 0,. berarti ada perbedaan yang signifikan tingkat dismenorea sebelum dan sesudah intervensi jus wortel. Pengaruh Intervensi Air Kelapa Terhadap Tingkat Dismenorea Sebelum dan Sesudah Tabel 4. Pengaruh Intervensi Air Kelapa Air PN Mean Kelapa Value Sebelum 14 Sesudah 14 Berdasarkan tabel 4 diketahui tingkat dismenorea sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi air kelapa hijau, dengan metode pengukuran uji paired ttest. Hasil penelitian menunjukkan Hasil p-value = 0,002 (< 0,. berarti ada perbedaan yang signifikan tingkat intervensi air kelapa hijau. Perbandingan Efektifitas Antara Jus Wortel dan Air Kelapa Terhadap Tingkat Dismenorea Sebelum dan Sesudah Tabel 5. Perbandingan Efektifitas Jus Wortel dan Air Kelapa Variabel Jus Wortel Air Kelapa Hijau Mea Mea PValue Universitas Batam Batam Batam Berdasarkan tabel 5 didapatkan Hasil uji statistik dengan p-value = 0,002 lebih kecil dari nilai p 0,05 berarti ada perbedaan signifikan penurunan tingkat dismenorea pada intervensi jus wortel dan air kelapa hijau. Perbedaan rata-rata tingkat dismenorea pada intervensi sebesar -1,14. Hal ini menunjukkan bahwa air kelapa hijau lebih efektif dalam menurunkan tingkat dismenorea. Hasil ini sejalan dengan penelitian Anggriani Septanti . bahwa ada perbedaan penurunan tingkat dismenorea pada intervensi air kelapa hijau dan jus Perbedaan rata-rata dismenorea pada intervensi sebesar 1,27. Hal ini menunjukkan bahwa air kelapa hijau mampu menurunkan lebih besar 1,27 pemberian jus wortel. Perubahan tingkat nyeri pada kelompok air kelapa hijau dikarenakan air kelapa hijau mengandung elektrolit dan mineral. Cairan dan darah yang keluar dapat digantikan oleh elektrolit dan asam folat yang terkandung dalam air kelapa. Elektrolit bermanfaat untuk mencegah dehidrasi. Asam folat membantu dalam proses produksi sel darah merah untuk memperlancar peredaran darah (Huzaimah, 2. Air kelapa hijau mengandung beberapa substansi yang dibutuhkan saat wanita mengalami haid. Air kelapa secara alami mengandung banyak vitamin dan mineral. Air kelapa hijau dapat merelaksasikan otot menstruasi, lapisan rahim yang rusak dikeluarkan dan akan digantikan dengan yang baru, senyawa molekul yang disebut prostaglandin dilepaskan. Senyawa ini otot-otot Ketika terjadi kotraksi otot Rahim, maka suplai darah ke endometrium menyempit Page 6 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 dan proses inilah yang menyebabkan rasa sakit pada saat Komposisi kandungan yang terdapat pada air kelapa antara lain asam karbonat atau vitamin C, kalsium dan magnesium, protein dan lemak. Kalsium dan magnesium mengurangi ketegangan otot . ermasuk otot uteru. dan vitamin C yang merupakan zat-zat anti inflamasi yang membantu meringankan rasa sakit akibat kram menstruasi dengan menghambat enzim cyclooxygenase yang memiliki prostaglandin (Kristina dan Syahid, 2. ANALISIS VARIANSI Perbedaan Pengaruh Pemberian Jus Wortel dan Air Kelapa Terhadap Tingkat Dismenorea sedangkan kelompok kontrol dengan pvalue 0,031. Dapat disimpulkan bahwa pemberian jus wortel terbukti menurunkan tingkat dismenorea lebih signifikan dibandingkan kelompok kontrol pada mahasiswa DIV Bidan Pendidik di Universitas Aisyiyah Yogyakarta Tahun Berdasarkan penelitian Nabillah Pasttiiha . hasil analisis statistik non parametrik yaitu dengan menggunakan uji wilcoxo nilai P-value 0. 000 < 0. 05 yang pemberian air kelapa hijau untuk pretest dan postes sehingga dapat disimpulkan pula ada pengaruh pemberian air kelapa hijau terhadap nyeri dysminore pada remaja di Dusun Ampera Kecamatan Teluti Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku Tahun 2020. Tabel 6. Uji One-way Annova Uji One Way Anova Std. Deviasi Jus Wortel -1,79 0,579 Air Kelapa Hijau -2,93 0,475 Kontrol 1,57 0,938 Kelompok p-value 0,000 Berdasarkan uji one-way anova dalam penelitian ini antara intervensi jus wortel, intervensi air kelapa hijau, dan kelompok kontrol diperoleh hasil bahwa nilai signifikan uji anova (Sig. ) adalah 0,000 < 0,05 dan H0 ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa pemberian air kelapa hijau terbukti menurunkan tingkat dismenorea lebih signifikan dibandingkan pemberian jus wortel dan terjadi kenaikan tingkat dismenorea pada kelompok tanpa Hasil ini sejalan dengan Penelitian Novarita . didapatkan hasil pada kelompok eksperimen nilai p-value = 0,001 lebih kecil dari nilai = 0,05 Universitas Batam Batam Batam KESIMPULAN Hasil Perbandingan Efektivitas Antara Jus Wortel dan Air Kelapa Hijau Terhadap Tingkat Dismenorea pada Mahasiswa Asrama Putri Universitas Batam Tahun 2023, disimpulkan bahwa sebagian besar responden mengalami menarche pada usia 12 tahun . ,2%), siklus menstruasi mayoritas 28 hari . ,9%), dan durasi menstruasi sebagian besar 7 hari . ,9%). Intervensi jus wortel menunjukkan penurunan tingkat dismenorea dari 5,14 menjadi 3,14, sedangkan air kelapa hijau menghasilkan penurunan dari 5,64 menjadi 2,71. Kedua intervensi memberikan pengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat dismenorea. Air kelapa hijau terbukti lebih efektif daripada jus wortel dalam mengurangi tingkat dismenorea pada mahasiswa asrama putri Universitas Batam Tahun 2023. SARAN Page 7 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 Diharapkan mengembangkan penelitian ini dengan menggunakan terapi lain dan memberikan perlakuan secara berkala serta menambah jumlah responden untuk memperkaya hasil UCAPAN TERIMAKASIH