JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 976-984 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah PENGARUH KEBIJAKAN LARANGAN PENGGUNAAN HP TERHADAP FOKUS BELAJAR SANTRIWATI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA KMA AL ULYA KALIJAMBE SRAGEN Edi Purwanto1. Ghozi Abdul Jabbaar2. Mukhamad Rifai3. Zufarudin Al Masyriqi4 1,2,3,4 Universitas Muhammadiyah Klaten. Indonesia Email: abdullohsyuhada@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 23 June 2025 Final Revised: 11 July 2025 Accepted: 16 August 2025 Published: 24 September 2025 Keywords: Mobile Phone Prohibition Policy Learning Focus Pesantren Islamic Character Education ABSTRACT This study aims to determine the effect of a mobile phone usage prohibition policy on the learning focus of female students at Pondok Pesantren Miftahul Huda Kuliyyatul MuAoallimat Al Ulya (KMA) Kalijambe Sragen. The research question posed is: How does the mobile phone prohibition policy affect the learning focus of female students in the pesantren environment? This study employed a quantitative descriptive approach using a survey technique. The population consisted of 40 female students selected through total sampling. The data collection instrument was a closed-ended Likert scale questionnaire comprising 21 items divided into two variables: the mobile phone prohibition policy and learning focus. Data were analyzed using descriptive statistical percentage analysis. The findings indicate that the majority of students are aware of, understand, and agree with the mobile phone prohibition policy implemented by the Additionally, students reported an increase in their learning focus, characterized by improved concentration, a more conducive learning environment, and reduced digital distractions. These results reinforce the theory of Islamic learning environment management and Islamic character education, confirming that controlling technology use in Islamic boarding schools effectively enhances studentsAo academic focus. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebijakan larangan penggunaan HP terhadap fokus belajar santriwati di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kuliyyatul MuAoallimat Al Ulya (KMA) Kalijambe Sragen. Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah: Bagaimana pengaruh kebijakan larangan HP terhadap fokus belajar santriwati di lingkungan pesantren? Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik survei angket. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 40 santriwati, yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket tertutup skala Likert sebanyak 21 item, yang terbagi dalam dua variabel, yaitu kebijakan larangan HP dan fokus Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas santriwati mengetahui, memahami, dan menyetujui kebijakan larangan HP yang diterapkan pesantren. Selain itu, santriwati mengaku mengalami peningkatan fokus belajar, ditandai dengan kemampuan berkonsentrasi lebih baik, suasana belajar yang lebih kondusif, serta berkurangnya distraksi digital. Temuan ini memperkuat teori manajemen lingkungan belajar Islami dan pendidikan karakter Islami, serta membuktikan bahwa pengendalian penggunaan teknologi di lingkungan pesantren efektif meningkatkan kualitas belajar santri. Kata kunci: Kebijakan Larangan HP. Fokus Belajar. Pesantren. Pendidikan Karakter Islami Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Kebijakan Larangan Penggunaan HP Terhadap Fokus Belajar Santriwati Pondok Pesantren Miftahul Huda KMA Al Ulya Kalijambe Sragen PENDAHULUAN Pendidikan di pondok pesantren memiliki kekhasan tersendiri dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik, khususnya dalam hal pengendalian diri, kedisiplinan, dan ketekunan dalam belajar. (Wirayanti et al. , 2. Salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan pendidikan di pesantren adalah kemampuan santri dalam menjaga fokus dan konsentrasi belajar. Di era digital seperti saat ini, penggunaan teknologi informasi, khususnya telepon genggam (HP), telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pesantren. (Zein, 2. Fenomena penggunaan HP yang berlebihan di kalangan santri putri berpotensi mengganggu aktivitas belajar, mengurangi waktu interaksi sosial positif, dan melemahkan konsentrasi dalam kegiatan pembelajaran maupun ibadah. Oleh karena itu, banyak pesantren menerapkan kebijakan larangan penggunaan HP bagi santri selama masa mondok, termasuk Pondok Pesantren Miftahul Huda Kuliyyatul MuAoallimat Al Ulya (KMA) Kalijambe Sragen. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan suasana lingkungan belajar yang kondusif serta membantu santri dalam meningkatkan fokus dan produktivitas belajar. Namun, di balik penerapan kebijakan tersebut, masih terdapat beragam persepsi dan respons dari santri. Sebagian santri merasa terbantu dalam menjaga fokus belajar, sedangkan sebagian lainnya justru mengalami kesulitan karena terbiasa menggunakan HP sebagai media belajar dan sarana hiburan. Kondisi ini menjadi menarik untuk diteliti lebih lanjut guna mengetahui seberapa besar pengaruh kebijakan larangan penggunaan HP terhadap fokus belajar santri putri di pesantren. (Hanafie Das & Halik, 2. Penelitian mengenai dampak penggunaan HP terhadap proses belajar peserta didik telah banyak dilakukan, baik di sekolah formal maupun di lingkungan pendidikan (Maritsa et al. , 2. Beberapa penelitian sebelumnya lebih banyak menyoroti aspek efek negatif penggunaan media sosial, ketergantungan gadget, atau hubungan intensitas penggunaan HP dengan prestasi belajar. Namun, penelitian khusus yang mengkaji pengaruh kebijakan larangan HP terhadap fokus belajar santri di lingkungan pesantren, khususnya santri putri, masih sangat terbatas. (Abdul et al. , 2. Selain itu, sebagian besar penelitian yang ada lebih berfokus pada dampak umum penggunaan HP, tanpa melihat secara spesifik kebijakan larangan sebagai faktor pengendali yang diterapkan oleh lembaga pendidikan berbasis agama. Inilah celah riset yang penting untuk diisi, mengingat pesantren memiliki sistem dan kultur pendidikan yang berbeda dengan sekolah formal. (Rustantono & Fatimatuzzahro, 2. Beberapa penelitian relevan yang dapat menjadi rujukan antara lain penelitian oleh Andini . yang menyatakan bahwa penggunaan gadget berlebihan berpengaruh signifikan terhadap penurunan prestasi belajar siswa SMA di Yogyakarta. (Wulandari, 2. Sementara itu. Rahmawati . dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa adanya pembatasan penggunaan HP di lingkungan sekolah mampu meningkatkan ketertiban dan efektivitas belajar siswa. (Azizah, 2. Di lingkungan pesantren. Hidayatullah . melakukan penelitian tentang persepsi santri terhadap kebijakan larangan HP di salah satu pesantren di Jawa Timur, namun penelitian tersebut hanya sebatas menggambarkan persepsi tanpa mengukur pengaruhnya terhadap aspek fokus belajar secara terstruktur. Dengan demikian, penelitian ini hadir untuk melengkapi kekurangan dalam penelitian-penelitian sebelumnya dengan memfokuskan kajian pada pengaruh kebijakan larangan HP terhadap fokus belajar santri putri di Pondok Pesantren Miftahul Huda KMA Al Ulya Kalijambe Sragen. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Kebijakan Larangan Penggunaan HP Terhadap Fokus Belajar Santriwati Pondok Pesantren Miftahul Huda KMA Al Ulya Kalijambe Sragen Kebaruan dari penelitian ini terletak pada konteks lokasi dan subjek penelitian, yaitu santri putri di Pondok Pesantren Miftahul Huda KMA Al Ulya Kalijambe Sragen yang memiliki sistem pendidikan formal dan non-formal berbasis pesantren. Selain itu, penelitian ini tidak hanya mendeskripsikan persepsi santri, tetapi juga mengukur pengaruh kebijakan larangan HP terhadap fokus belajar melalui pendekatan kuantitatif deskriptif menggunakan instrumen angket terstruktur. Penelitian ini juga menawarkan dimensi baru dalam studi pesantren karena mengaitkan aspek kebijakan pengelolaan teknologi di lingkungan pesantren dengan indikator fokus belajar santri yang mencakup konsentrasi, ketekunan, dan ketenangan saat proses belajar-mengajar berlangsung. Secara ilmiah, penelitian ini memberikan kontribusi berupa penguatan kajian pendidikan pesantren di era digital, khususnya terkait pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan pendidikan berbasis agama. (A'yuni & Muhammad, 2. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi penelitian sejenis di pesantrenpesantren lain yang menghadapi tantangan serupa. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan bagi pihak pengelola pesantren dalam merumuskan, memperbaiki, atau mempertahankan kebijakan larangan HP untuk mendukung peningkatan fokus belajar santri. Selain itu, penelitian ini juga dapat memberikan gambaran bagi orang tua dan masyarakat tentang pentingnya pengendalian penggunaan HP dalam lingkungan pendidikan agama. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, yaitu metode penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, atau kejadian yang terjadi di masyarakat tanpa memberikan perlakuan khusus. (Ramdhan, 2. Pendekatan ini dipilih karena peneliti ingin mengetahui gambaran dan persepsi santriwati terhadap kebijakan larangan penggunaan HP serta fokus belajar mereka di Pondok Pesantren Miftahul Huda KMA Al Ulya Kalijambe Sragen. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Miftahul Huda KMA Al Ulya Kalijambe Sragen yang beralamat di Donoyudan RT 12. Kalijambe. Sragen. Jawa Tengah. Waktu penelitian dilaksanakan selama bulan Juni 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santriwati Pondok Pesantren Miftahul Huda KMA Al Ulya Kalijambe Sragen yang mengikuti program pendidikan di pesantren tersebut, sebanyak 173 santriwati. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh, yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini karena jumlah populasi yang terbatas dan dapat dijangkau oleh peneliti. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 santriwati. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket . berbentuk skala Likert dengan 5 pilihan jawaban, yaitu: A Sangat Setuju (SS) A Setuju (S) A Ragu-Ragu (R) A Tidak Setuju (TS) A Sangat Tidak Setuju (STS) Angket dibagi menjadi dua bagian: Angket Variabel (Kebijakan Larangan Penggunaan HP) Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Kebijakan Larangan Penggunaan HP Terhadap Fokus Belajar Santriwati Pondok Pesantren Miftahul Huda KMA Al Ulya Kalijambe Sragen Berisi 10 pernyataan tentang persepsi santriwati terhadap kebijakan larangan HP di pondok pesantren. Angket Variabel (Fokus Belajar Santriwat. Berisi 10 pernyataan tentang tingkat fokus belajar santriwati dalam kegiatan belajarmengajar di lingkungan pondok. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup berbentuk skala Likert, yang telah melalui proses validasi oleh dosen pembimbing dan ahli pendidikan pesantren. Skor Skala Likert: Pilihan Skor Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Ragu-Ragu (R) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif kuantitatif, yaitu dengan: A Menghitung persentase masing-masing pilihan jawaban dari responden. A Menyajikan hasil dalam bentuk tabel frekuensi. A Menyimpulkan hasil berdasarkan kecenderungan jawaban terbanyak dari responden. Rumus Persentase: P=FNy100%P = \frac(F)(N) \times 100\%P=NFy100% Keterangan: A P = Persentase A F = Jumlah frekuensi untuk masing-masing kategori A N = Jumlah responden Data kemudian dianalisis untuk melihat kecenderungan persepsi responden terhadap kebijakan larangan HP dan fokus belajar. Untuk memastikan instrumen angket valid dan reliabel, dilakukan: A Uji Validitas menggunakan analisis product moment Pearson. A Uji Reliabilitas menggunakan rumus CronbachAos Alpha. Instrumen dinyatakan valid jika nilai sig < 0,05, dan reliabel jika nilai CronbachAos Alpha > 0,6. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini dilakukan terhadap 40 santriwati Pondok Pesantren Miftahul Huda KMA Al Ulya Kalijambe Sragen, dengan menggunakan angket yang terdiri dari 21 Pernyataan tersebut terbagi dalam dua variabel yaitu: A Variabel X: Kebijakan Larangan Penggunaan HP (Pernyataan nomor 1Ae. A Variabel Y: Fokus Belajar Santriwati (Pernyataan nomor 11Ae. Berikut hasil rekap distribusi jawaban responden berdasarkan data angket: Deskripsi Data Variabel Kebijakan Larangan Penggunaan HP (X) Dari 10 pernyataan pada variabel X, sebagian besar santriwati memberikan respon Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Kebijakan Larangan Penggunaan HP Terhadap Fokus Belajar Santriwati Pondok Pesantren Miftahul Huda KMA Al Ulya Kalijambe Sragen Sangat Setuju (SS) dan Setuju (S) terhadap kebijakan larangan penggunaan HP di pesantren. Beberapa poin penting: A Pernyataan no. 1: 100% responden menyatakan mengetahui adanya kebijakan larangan HP. A Pernyataan no. 2: 100% memahami alasan penerapannya. A Pernyataan no. 4: 95% merasa lebih fokus dalam belajar karena kebijakan ini. A Pernyataan no. 10: 87,5% mendukung kebijakan ini untuk terus diterapkan. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa mayoritas santriwati menerima kebijakan ini dengan baik dan mengaku merasakan dampaknya dalam aktivitas keseharian di pesantren. Gambar 1: Grafik Presentase Variabel (X) Deskripsi Data Variabel Fokus Belajar (Y) Dari 11 pernyataan pada variabel Y, data menunjukkan: Pernyataan no. 11: 85% dapat berkonsentrasi saat pelajaran berlangsung. Pernyataan no. 13: 100% lebih khusyuk saat mengaji tanpa HP. Pernyataan no. 16: 100% lebih fokus saat menghafal Al-QurAoan. Pernyataan no. 21: 95% merasa lebih tenang dan fokus saat belajar setelah kebijakan Hasil ini menunjukkan bahwa larangan penggunaan HP memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan fokus belajar santriwati di pondok pesantren. Gambar : Grafik Presentase Variabel (Y) Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Kebijakan Larangan Penggunaan HP Terhadap Fokus Belajar Santriwati Pondok Pesantren Miftahul Huda KMA Al Ulya Kalijambe Sragen Pembahasan Pengaruh Kebijakan Larangan HP terhadap Disiplin dan Lingkungan Belajar Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa santriwati menyambut baik kebijakan larangan HP. Mayoritas merasa lebih disiplin dan fokus dalam belajar. Hal ini selaras dengan teori Zuhairini . tentang manajemen lingkungan belajar Islami, yang menyatakan bahwa lingkungan bebas gangguan media dapat meningkatkan konsentrasi peserta didik. Rahmawati . dalam penelitiannya juga menyebutkan bahwa pembatasan HP di sekolah meningkatkan efektivitas belajar. Hasil penelitian ini memperkuat temuan tersebut, khususnya dalam konteks pendidikan pesantren yang menanamkan kedisiplinan sebagai bagian dari karakter Islami. Fokus Belajar Lebih Baik tanpa HP Santriwati menyatakan lebih mampu berkonsentrasi, memahami materi, dan khusyuk saat mengaji tanpa gangguan HP. Pernyataan ini diperkuat oleh data: A 85% setuju dapat berkonsentrasi saat pelajaran berlangsung. A 100% lebih fokus menghafal Al-QurAoan sejak tidak membawa HP. Hal ini sejalan dengan pendapat Djamarah . bahwa konsentrasi belajar sangat dipengaruhi oleh lingkungan yang bebas dari gangguan eksternal. Dengan tidak adanya HP, santri mampu lebih optimal menyerap materi pembelajaran. Dampak Terhadap Pengurangan Distraksi Digital Data menunjukkan sebelum adanya kebijakan ini, sebagian santriwati mengaku sering terdistraksi saat belajar: A Pernyataan no. 14: 52,5% sering terdistraksi sebelum aturan larangan. A Setelah kebijakan diterapkan. Pernyataan no. 15 dan 21 menunjukkan lebih dari 90% merasa lebih tenang dan tidak terganggu saat belajar. Hasil ini sejalan dengan penelitian Andini . bahwa penggunaan gadget secara berlebihan dapat menurunkan prestasi dan fokus belajar siswa. Dukungan terhadap Penerapan Kebijakan Mayoritas santriwati setuju jika kebijakan larangan HP terus diterapkan . ,5%), menunjukkan bahwa kebijakan ini tidak hanya efektif tetapi juga diterima baik oleh santri. Ini menjadi indikasi keberhasilan pesantren dalam menerapkan kontrol sosial Islami untuk mendukung pendidikan karakter di era digital. Implikasi Kebijakan Terhadap Pendidikan Karakter Islami Penelitian ini membuktikan bahwa kebijakan larangan HP menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter Islami. Dengan membatasi akses terhadap HP, santri lebih disiplin, fokus belajar, serta terhindar dari gangguan negatif media sosial. Hal ini sesuai dengan konsep Pendidikan Karakter Islami menurut Thomas Lickona . yang menekankan pembentukan kebiasaan baik melalui lingkungan yang dikendalikan secara sistematis. KESIMPULAN Santriwati mengetahui dan memahami kebijakan larangan HP di pesantren dengan sangat baik. Sebagian besar responden menyatakan setuju terhadap kebijakan tersebut karena memahami tujuan dan manfaatnya dalam mendukung suasana belajar yang Kebijakan larangan HP terbukti memberikan pengaruh positif terhadap disiplin belajar santriwati. Mayoritas santri menyatakan bahwa dengan diterapkannya kebijakan tersebut, mereka menjadi lebih tertib, fokus, dan memiliki waktu belajar yang lebih Fokus belajar santriwati mengalami peningkatan setelah adanya kebijakan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Kebijakan Larangan Penggunaan HP Terhadap Fokus Belajar Santriwati Pondok Pesantren Miftahul Huda KMA Al Ulya Kalijambe Sragen larangan HP. Hal ini terlihat dari tingginya persentase santriwati yang menyatakan lebih mampu berkonsentrasi saat pelajaran, lebih fokus saat menghafal Al-QurAoan, dan lebih tenang saat belajar tanpa gangguan HP. Kebijakan larangan HP turut membantu mengurangi distraksi digital di lingkungan pesantren. Sebagian besar santri mengaku waktu mereka untuk bermain media sosial berkurang dan perhatian mereka lebih terarah pada aktivitas belajar dan ibadah. Secara keseluruhan, kebijakan larangan HP efektif diterapkan di lingkungan pesantren sebagai salah satu upaya pengendalian media digital dan pendidikan karakter Islami. Hasil penelitian ini memperkuat pentingnya manajemen lingkungan belajar Islami dalam meningkatkan kualitas pendidikan di era digital. Kepada pihak pengelola Pondok Pesantren Miftahul Huda KMA Al Ulya diharapkan dapat terus mempertahankan kebijakan larangan HP ini, karena terbukti memberikan dampak positif terhadap fokus belajar dan disiplin santriwati. Bagi para santriwati, diharapkan tetap mematuhi aturan yang ada serta terus menjaga fokus belajar dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk kegiatan positif di lingkungan pesantren. Untuk penelitian selanjutnya, diharapkan dapat memperluas cakupan penelitian dengan melibatkan pesantren lain, atau menambahkan variabel lain seperti motivasi belajar, prestasi akademik, atau kesehatan mental santri terkait kebijakan larangan HP. Bagi lembaga pendidikan Islam lainnya, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam membuat kebijakan pengendalian penggunaan media digital di lingkungan pendidikan untuk meningkatkan efektivitas belajar dan pembentukan karakter Islami REFERENSI