Representasi Ekspresi Emosi Komunikasi Interpersonal Dalam Musik Video Dunia Tipu-Tipu Santia Indah Syahida . Lisa Mardiana . Program Studi Ilmu Komunikasi. Universitas Dian Nuswantoro Semarang Email: . santiaindah322@gmail. mardiana@dsn. ARTICLE HISTORY Received . April 2. Revised . Mei 2. Accepted . Juni 2. KEYWORDS Expressions Of Emotion. Interpersonal Communication. Music Video. Nonverbal Communication. Roland Barthes Semiotic. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Ekspresi emosi merupakan bentuk komunikasi nonverbal yang dapat memperkuat makna dalam hubungan interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi ekspresi emosi dalam komunikasi interpersonal pada musik video AuDunia Tipu-TipuAy karya Yura Yunita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat interpretatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Musik video AuDunia TipuTipuAy menampilkan berbagai bentuk ekspresi emosional tanpa dialog, melalui simbolsimbol visual seperti tatapan mata, ekspresi wajah, dan gestur tubuh. Emosi-emosi yang tergambar dalam sejumlah adegan menunjukkan dinamika hubungan antara individu, baik pasangan, sahabat, maupun keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspresi seperti kesedihan, kasih sayang, harapan, dan rasa syukur ditampilkan secara mendalam melalui komunikasi nonverbal. Seluruh representasi ini dianalisis berdasarkan tiga lapisan makna dalam semiotika Barthes, yakni denotasi, konotasi, dan mitos. Temuan penelitian menunjukkan bahwa simbol visual dalam musik video mampu menyampaikan pesan emosional yang kuat dan membentuk konstruksi budaya mengenai relasi interpersonal yang jujur dan autentik. ABSTRACT Emotional expression is a form of nonverbal communication that can strengthen meaning in interpersonal relationships. This study aims to examine the representation of emotional expressions in interpersonal communication in the music video "Dunia TipuTipu" by Yura Yunita. This research uses an interpretative qualitative approach with the Roland Barthes semiotic analysis method. The music video "Dunia Tipu-Tipu" displays various forms of emotional expressions without dialog, through visual symbols such as eye gaze, facial expressions, and body gestures. The emotions depicted in a number of scenes show the dynamics of relationships between individuals, including couples, friends, and families. The results show that expressions such as sadness, affection, hope, and gratitude are deeply displayed through nonverbal communication. All of these representations are analyzed based on the three layers of meaning in Barthes' semiotics, namely denotation, connotation, and myth. The findings show that visual symbols in music videos are able to convey strong emotional messages and shape cultural constructions of honest and authentic interpersonal relationships. PENDAHULUAN Emosi merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia yang secara langsung mempengaruhi cara seseorang berkomunikasi dan menjalin relasi sosial. Menurut Daniel Goleman, emosi memainkan peran utama dalam membentuk respons manusia terhadap lingkungan sosial, serta menjadi kunci dalam memahami dan membangun hubungan interpersonal yang sehat. Dalam konteks komunikasi, emosi sering kali lebih efektif disampaikan melalui cara nonverbal seperti ekspresi wajah, gestur, hingga kontak mata, daripada melalui kata-kata. Di era digital, musik dan video musik menjadi medium yang semakin kuat dalam menyampaikan pesan emosional. Musik video tidak lagi sekadar menjadi pelengkap lagu, melainkan berkembang sebagai bentuk karya seni yang mampu menyalurkan ekspresi emosi dan membangun narasi sosial. Salah satu karya yang menonjol dalam hal ini adalah musik video AuDunia Tipu-TipuAy karya Yura Yunita. Dirilis pada tahun 2022, video ini memadukan lirik yang menyentuh dengan konsep visual yang mengusung eksperimen sosial, yakni menghadirkan pasangan-pasangan nyata yang diminta untuk saling menatap mata tanpa berbicara. Keheningan dalam video tersebut justru menonjolkan kekuatan ekspresi nonverbal dalam komunikasi interpersonal. Musik video ini berhasil menarik perhatian publik dan menjadi viral di berbagai platform, termasuk YouTube dan TikTok. Lagu ini sempat menduduki posisi #1 dalam trending musik YouTube Indonesia dan digunakan lebih dari 160 ribu kali dalam konten TikTok. Banyak penonton menyatakan keterhubungan emosional mereka terhadap isi lagu dan video, mengungkapkan perasaan rindu, syukur, penyesalan, bahkan penyembuhan batin. Visualisasi yang dihadirkan menyentuh realitas kehidupan sosial masyarakat yang sering kali menyimpan emosi secara diam-diam. Beberapa ekspresi emosi yang terlihat dalam video ini seperti tatapan penuh air mata, senyum penuh kasih sayang, serta gestur tubuh yang menunjukkan keterikatan emosional antara individu menjadi sarana komunikasi interpersonal yang Jurnal Professional. Vol. 12 No. 1 Juni 2025 page: 437 Ae 442 | 437 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X kuat dan otentik. Keberhasilan musik video ini dalam menggambarkan dinamika hubungan manusia menunjukkan pentingnya komunikasi nonverbal sebagai bagian integral dari pengalaman emosional. Penelitian ini menggunakan landasan teori emosi dan teori komunikasi interpersonal dengan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk menganalisis tanda-tanda ekspresi emosi dalam video musik AuDunia Tipu-TipuAy. Pendekatan ini membagi makna tanda ke dalam tiga lapisan yaitu denotasi . akna harfia. , konotasi . akna tersirat atau emosiona. , dan mitos . akna yang dibentuk oleh konstruksi sosial dan buday. Dengan mengkaji setiap elemen visual, seperti ekspresi wajah, kontak mata, hingga gestur tubuh, penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana emosi dalam komunikasi interpersonal direpresentasikan melalui media musik video. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana bentuk-bentuk komunikasi nonverbal dalam musik video AuDunia Tipu-TipuAy merepresentasikan emosi yang kompleks dalam relasi interpersonal. Meskipun bersifat personal dan kontekstual, ekspresi emosi dalam video ini menjadi refleksi dari dinamika sosial yang lebih luas dan relevan bagi masyarakat Indonesia. Melalui pendekatan semiotika Roland Barthes, penelitian ini menganalisis elemen-elemen visual dan emosional dalam video musik ini untuk mengungkap makna yang tersembunyi di balik tiap adegan. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian komunikasi interpersonal dan komunikasi nonverbal dalam ranah analisis media visual. Secara praktis, penelitian ini memberikan pemahaman bagi peneliti, mahasiswa, maupun penonton musik video tentang bagaimana emosi dapat dikomunikasikan secara kuat tanpa kata, dan bagaimana media populer turut membentuk pemaknaan kolektif terhadap emosi manusia. LANDASAN TEORI Teori Emosi Secara etimologis, kata emosi berasal dari bahasa Latin movere yang berarti "menggerakkan", dengan awalan e- yang berarti "bergerak menjauh". Hal ini menunjukkan bahwa tindakan merupakan elemen penting dalam pengalaman emosional. Emosi dipahami sebagai respons kompleks yang mencakup perubahan fisiologis dan psikologis, seperti perubahan pernapasan, denyut nadi, serta aktivitas kelenjar tubuh. Selain sebagai fenomena biologis, emosi juga merupakan gejala kehidupan subjektif manusia yang terkait dengan pengalaman personal dan pengenalan terhadap situasi tertentu. Emosi bukan hanya pengalaman internal, tetapi juga melibatkan ekspresi eksternal dalam bentuk perilaku, gerakan tubuh, dan komunikasi. Dalam konteks komunikasi interpersonal, emosi memiliki fungsi penting sebagai media untuk menyampaikan makna dan memengaruhi respons orang lain. Ekspresi emosi merupakan bagian dari komunikasi non-verbal, seperti melalui isyarat wajah, suara, hingga gerakan tubuh. Bentuk ekspresi wajah seperti menangis atau tersenyum merupakan bentuk utama komunikasi emosional yang mudah dikenali dalam interaksi sosial. Bentuk komunikasi emosional juga diwujudkan dalam gestur tubuh seperti pelukan, yang menandakan dukungan atau kasih sayang. Verbal juga turut memainkan peran, seperti gerutuan saat kecewa, yang tidak hanya menyampaikan informasi tetapi juga emosi yang mendasarinya. Namun demikian, ekspresi emosi tidak selalu spontan tapi melibatkan proses kognitif dan kontrol diri agar disesuaikan dengan konteks sosial. Teori Komunikasi Interpersonal Komunikasi interpersonal adalah jenis komunikasi yang melibatkan interaksi antara individu, yang membangun dan memelihara hubungan pribadi di antara mereka. Kesuksesan dan kebahagiaan individu sangat bergantung pada keterampilan dalam komunikasi interpersonal, yang memainkan peran penting dalam pembentukan, pemeliharaan, dan penghancuran hubungan intim dan romantic. Komunikasi interpersonal merupakan proses yang memungkinkan terjadinya penyampaian informasi secara jelas, memfasilitasi pengambilan keputusan yang inovatif, serta meningkatkan efektivitas kerja dan penyelesaian tugas. Komunikasi interpersonal juga proses antara dua orang atau lebih untuk menyatakan pendapat, perasaan, keinginan, dan kesan demi saling memahami. Komunikasi interpersonal tetap memiliki tujuan yang penting dan beragam salah satunya yaitu individu dapat menemukan dan memahami diri sendiri serta lingkungan di sekitarnya. Komunikasi ini juga membantu membentuk dan menjaga hubungan yang bermakna, mengubah sikap dan perilaku, serta menjadi sarana untuk bersenang-senang dan mengekspresikan diri. Pentingnya keterbukaan dalam menyampaikan informasi pribadi secara jujur, serta empati dalam merasakan dan memahami perasaan orang lain melalui bahasa tubuh dan ekspresi wajah. Komunikasi yang efektif juga ditandai dengan adanya sikap mendukung yang menciptakan suasana nyaman, serta sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain demi membangun interaksi yang harmonis. 438 | Santia Indah Syahida. Lisa Mardiana . Representasi Emosi Dalam Komunikasi Interpersonal . METODE PENELITIAN Metode Analisis Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat interpretatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes untuk mengkaji representasi emosi dalam musik video AuDunia Tipu-TipuAy karya Yura Yunita. Roland Barthes merupakan salah satu tokoh yang berperan penting dalam pengembangan teori semiotika. Barthes mengolaborasi teori semiotika yang sebelumnya dikemukakan oleh Ferdinand de Saussure, yang membagi tanda menjadi dua unsur utama, yaitu penanda . dan petanda . Barthes kemudian memperluas konsep tersebut dengan mengklasifikasikan proses pemaknaan tanda ke dalam tiga tingkat, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Denotasi merujuk pada makna dasar atau makna primer dari suatu kata, yang bersifat langsung, eksplisit, dan sesuai dengan arti sebagaimana tercantum dalam kamus atau referensi bahasa lainnya. Makna ini tidak memuat unsur tambahan, nilai emosional, maupun interpretasi tersembunyi, sehingga dianggap sebagai bentuk pemaknaan yang objektif dan umum diterima. Konotasi menurut Barthes, terjadi ketika suatu tanda berinteraksi dengan emosi, pengalaman, atau budaya penerima tanda. Makna konotatif bersifat subjektif karena dipengaruhi oleh perspektif individu dalam menafsirkan tanda atau objek tertentu. Sedangkan mitos menurut Barthes dalam bukunya yang berjudul Mythologies, mitos adalah sebuah sistem komunikasi, bahwa mitos adalah sebuah pesan. Mitos adalah mode penandaan sebuah wujud. mitos terbentuk ketika sistem tanda, yang terdiri dari penanda dan petanda, berkembang menjadi tanda baru yang memiliki penanda berbeda. Dengan kata lain, makna denotatif yang berkembang menjadi makna lebih luas dan berimplikasi sosial akhirnya membentuk mitos. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna denotatif, konotatif, dan mitos yang tercermin dalam ekspresi emosi komunikasi interpersonal, dengan fokus pada representasi komunikasi nonverbal dalam adegan-adegan video musik tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, dimana peneliti mengamati adegan adegan yang mengandung bentuk ekspresi emosi dalam musik video. Melalui teknik analisis semiotik Roland Barthes, penelitian ini membahas tiga tingkatan analisis yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Pada tingkat denotatif, peneliti menjelaskan makna literal dari adegan seperti ekspresi tatapan diam antar pasangan. Analisis konotatif menginterpretasikan makna-makna emosional lebih dalam seperti kesedihan, kasih sayang, dan kehangatan emosional. Sementara pada tingkat mitos, analisis berfokus pada ideologi budaya yang mendasari pemaknaan, seperti konstruksi sosial mengenai relasi emosional ideal yang ditampilkan melalui simbol-simbol visual. Melalui pendekatan ini, penelitian bertujuan mengungkap bagaimana musik video tidak hanya berperan sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai media ekspresif yang memuat pesan emosional mendalam tentang dinamika komunikasi interpersonal. HASIL DAN PEMBAHASAN Musik Video AuDunia Tipu-TipuAy karya Yura Yunita menyuguhkan narasi emosional yang kaya dan kompleks dalam konteks komunikasi interpersonal. Melalui pendekatan semiotika Roland Barthes, yang membagi analisis tanda ke dalam tiga lapisan yaitu denotatif, konotatif, dan mitos. Penelitian ini menelusuri bagaimana emosi manusia direpresentasikan melalui simbol-simbol nonverbal dalam berbagai adegan. Musik video ini tidak hanya menjadi ekspresi artistik, tetapi juga merefleksikan dinamika hubungan antarmanusia yang sarat dengan emosi seperti keterasingan, kasih sayang, kehilangan, hingga penerimaan dan kebahagiaan. Gambar 1. Scene MV AuDunia Tipu-TipuAy Pada Menit Ke 00. 13 - 00. Sumber : Akun YouTube Yura Yunita . Salah satu representasi emosional yang kuat ditampilkan pada menit 00:13 hingga 00:53 seperti gambar diatas. Ekspresi nonverbal memiliki peranan penting dalam membangun kepercayaan emosional. Dalam adegan ini, beberapa pasangan diperlihatkan saling berhadapan dalam diam. Secara denotatif. Jurnal Professional. Vol. 12 No. 1 Juni 2025 page: 437 Ae 442 | 439 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X ekspresi yang terlihat berupa tatapan yang tertahan, tubuh yang kaku, dan minimnya sentuhan fisik. Namun, pada tingkat konotatif, bahasa tubuh tersebut mengandung makna jarak emosional dan konflik batin yang belum terungkap secara verbal. Ekspresi wajah dan gesture tubuh mampu menyampaikan emosi secara lebih jujur dan spontan dibandingkan kata-kata. Di tingkat mitos, adegan ini menggambarkan persepsi umum bahwa relasi ideal selalu harmonis, padahal kenyataannya banyak hubungan diliputi kesunyian emosional sebagai bentuk keterasingan batin yang tak kasat mata. Gambar 2. Scene MV AuDunia Tipu-TipuAy Pada Menit Ke 0:56 Sumber : Akun YouTube Yura Yunita . Perubahan suasana emosional mulai tampak pada menit 00:53 hingga 01:30, salah satunya pada menit ke 0:56 di mana pasangan mulai saling menatap satu sama lain dengan kehangatan. Secara denotatif, ini menunjukkan komunikasi nonverbal yang intim seperti senyum, tawa, dan kontak mata. Konotasinya mengarah pada adanya ikatan emosional yang kuat tanpa perlu mengandalkan kata-kata. Sekitar 93% komunikasi emosional disampaikan secara nonverbal, melalui ekspresi wajah, intonasi, dan gesture tubuh. Di tingkat mitos, adegan ini membantah pandangan bahwa komunikasi emosional harus selalu diwujudkan secara verbal. Sebaliknya, kehadiran yang tulus dan kontak nonverbal dapat membangun keterikatan batin dalam menciptakan koneksi interpersonal. Gambar 3. Scene MV AuDunia Tipu-TipuAy Pada Menit Ke 2:02 Sumber : Akun YouTube Yura Yunita . Representasi emosi selanjutnya muncul pada menit 01:31 hingga 02:10 melalui pasangan lansia yang menunjukkan ekspresi kesedihan. Dalam adegan menit ke 2:02 seperti gambar diatas, air mata yang menetes perlahan dan wajah yang tertahan menjadi penanda denotatif dari duka dan kehilangan. Konotasinya menyiratkan bahwa kehilangan tidak selalu berkaitan dengan kematian, tetapi juga bisa merujuk pada rasa gagal memahami pasangan dalam rentang hubungan yang panjang. Gerakan wajah seperti bibir turun dan mata berkaca-kaca mampu menyampaikan kesedihan tanpa perlu dijelaskan secara verbal. Di tingkat mitos, adegan ini meruntuhkan anggapan bahwa usia tua identik dengan kedewasaan emosional. Sebaliknya, luka batin justru bisa tetap melekat meskipun usia telah menua. Gambar 4. Scene MV AuDunia Tipu-TipuAy Pada Menit Ke 2:23 Sumber : Akun YouTube Yura Yunita . Pada menit 02:11 hingga 02:52, musik video menampilkan adegan penuh rasa syukur dan penerimaan antara pasangan. Denotatifnya, ekspresi seperti menggenggam tangan, senyum lembut, dan air mata kebahagiaan memperlihatkan afeksi yang hadir dalam keheningan. Secara konotatif, adegan ini 440 | Santia Indah Syahida. Lisa Mardiana . Representasi Emosi Dalam Komunikasi Interpersonal . menandakan bahwa cinta sejati lahir dari kesediaan untuk memahami luka, bukan hanya dari kondisi yang serba sempurna. Ekspresi wajah dan gesture merupakan sarana paling otentik dalam menyampaikan emosi kompleks seperti kasih sayang dan rasa syukur. Di tingkat mitos, adegan ini mempertegas bahwa cinta sejati bukan diukur dari konsistensi kebahagiaan, tetapi dari keberanian untuk menerima seluruh dinamika emosi yang dialami bersama. Gambar 5. Scene MV AuDunia Tipu-TipuAy Pada Menit Ke 3:02 Sumber : Akun YouTube Yura Yunita . Dimensi emosional lain yang muncul adalah kebahagiaan yang tergambar pada menit 03:02. Pasangan saling terlihat senyum saat bertatap mata. Denotatifnya adalah ekspresi bahagia yang ditunjukkan lewat tawa ringan dan kontak mata yang penuh keakraban. Konotasinya menegaskan bahwa relasi emosional yang bermakna tidak hanya terbatas pada pasangan romantis, tetapi juga dapat hadir dalam persahabatan yang hangat dan tahan lama. Bahasa tubuh memainkan peran penting dalam membentuk kepercayaan dan kesan positif antarpersonal. Di tingkat mitos, adegan ini menantang asumsi bahwa cinta romantis adalah satu-satunya bentuk hubungan yang mampu mengekspresikan emosi mendalam, dan menempatkan persahabatan sebagai relasi yang setara dalam hal afeksi dan keintiman Gambar 6. Scene MV AuDunia Tipu-TipuAy Pada Menit Ke 5:03 Sumber : Akun YouTube Yura Yunita . Akhir dari musik video ini, pada menit 04:31 hingga 05:28, salah satunya pada menit ke 5:03 memperlihatkan perpaduan ekspresi emosional dalam satu rangkaian senyum, tangisan, dan pelukan. Pengalaman emosional tidak hanya tunggal, tetapi terdiri dari spektrum yang saling bertumpuk, tergantung pada konteks dan hubungan interpersonal yang terjadi. Secara denotatif, adegan ini mencerminkan perasaan haru, bahagia, dan kelegaan yang bercampur. Pada level konotatif, hal ini menunjukkan bahwa manusia dapat merasakan berbagai emosi sekaligus dalam satu momen, yang saling tumpang tindih dan tidak selalu bisa dibedakan secara tegas. Mitos dalam adegan ini menantang pemahaman umum bahwa emosi adalah entitas tunggal yang sederhana, dan mengajak penonton untuk memahami bahwa pengalaman emosional manusia sejatinya sangat kompleks dan tidak bisa direduksi hanya pada satu makna tunggal. Pemahaman mengenai bagaimana emosi diekspresikan dalam komunikasi interpersonal melalui musik video dapat membantu mengidentifikasi pola-pola yang muncul dalam komunikasi visual di era Musik video ini tidak hanya menyentuh emosi penonton melalui narasi visual yang kaya, tetapi juga membuka pemahaman baru tentang komunikasi interpersonal sebagai proses emosional yang transaksional dan reflektif. Dengan menyoroti tema keterasingan emosional, penerimaan, hingga syukur dalam relasi, musik video ini mengajak penonton untuk merenungkan kembali makna hadir secara emosional dalam hubungan. Dalam konteks ini, kontak mata berperan penting dalam membangun empati dan kedekatan emosional, sementara pelukan dan air mata mencerminkan bentuk emotional coregulation yang muncul dalam hubungan yang saling mendukung. Gestur sederhana seperti genggaman tangan atau ciuman di dahi menjadi penanda keberanian untuk saling menerima dalam keterbukaan Dengan kesadaran ini, penonton diharapkan dapat lebih kritis dalam memahami bagaimana emosi dibentuk, direpresentasikan, dan diterima dalam komunikasi sehari-hari, terutama dalam konteks relasi antarpersonal. Musik video ini mengingatkan bahwa emosi bukanlah sesuatu yang lemah untuk diungkapkan, melainkan elemen penting dalam membangun relasi yang sehat, empatik, dan manusiawi. Jurnal Professional. Vol. 12 No. 1 Juni 2025 page: 437 Ae 442 | 441 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis semiotik Roland Barthes terhadap musik video AuDunia Tipu-TipuAy karya Yura Yunita, dapat disimpulkan bahwa ekspresi emosi dalam komunikasi interpersonal dapat direpresentasikan secara kuat melalui simbol-simbol nonverbal seperti ekspresi wajah, tatapan mata, gesture tubuh, serta keheningan. Musik video ini berhasil menunjukkan bahwa emosi tidak harus diungkapkan melalui kata-kata, tetapi bisa ditangkap secara mendalam melalui komunikasi nonverbal. Adegan-adegan dalam video memperlihatkan berbagai dinamika hubungan antarindividuAidari keterasingan emosional, kehangatan, kesedihan, penerimaan, hingga rasa syukurAiyang direpresentasikan secara autentik. Representasi tersebut tidak hanya menunjukkan makna literal . , tetapi juga mengandung makna emosional . dan membentuk pemahaman budaya . tentang relasi interpersonal. Temuan ini memperlihatkan bahwa media visual populer seperti musik video berperan aktif dalam membentuk dan merefleksikan makna emosional dalam kehidupan sosial masyarakat. Saran Berdasarkan temuan yang diperoleh dalam penelitian ini, penulis menyampaikan saran sebagai kontribusi untuk pengembangan keilmuan dan praktik komunikasi. Dari sisi teoritis penelitian ini diharapkan dapat memperkaya referensi akademik dalam bidang ilmu komunikasi, khususnya pada kajian komunikasi nonverbal dan analisis semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan bagi mahasiswa dan peneliti dalam mengkaji makna-makna emosional yang tersirat dalam media visual, seperti musik video, serta mendorong lahirnya penelitian lanjutan yang relevan dan Sedangkan dari sisi praktis penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman bahwa media populer, khususnya musik video, dapat menjadi medium reflektif yang kuat dalam mengekspresikan emosi dan membangun relasi interpersonal yang jujur dan empatik. Melalui representasi visual yang sarat makna, masyarakat dapat diajak untuk lebih sadar akan pentingnya mengelola dan mengomunikasikan emosi secara terbuka, sehingga tercipta hubungan sosial yang lebih sehat dan manusiawi. DAFTAR PUSTAKA