Jurnal Antara Abdimas Keperawatan Vol. No. Desember 2025, pp. ISSN: 2798-3226. DOI: 10. Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Kesadaran Kesehatan Ibu Hamil dan Ibu Post Partum di Desa Cilember Astri Sapariah1. Muhamad Sutan Azril2. Frisilla Aisyah Azzahra3 . Qotrhrunnada4. Yulianti5. Titin Wartini6. Amanda Zellya7. Feni Afrianti8 Siti Meisya Najwa Ilahi8 1,2,3,4,5,6,7,8 Info Artikel Riwayat Artikel: Dikirim 22 Januari, 2025 Revisi 25 Maret, 2025 Diterima 07 Juni, 2025 Kata Kunci: Penyuluhan. Ibu Hamil. ANC. KB. Breastcare. Kesehatan Reproduksi Prodi Keperawatan. Akademi Keperawatan Al Ikhlas ABSTRACT Penyuluhan kesehatan kepada ibu hamil merupakan salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan Antenatal Care (ANC). Keluarga Berencana (KB), dan Breastcare . erawatan payudar. adalah tiga elemen penting dalam menjaga kesehatan reproduksi, baik selama kehamilan maupun pasca persalinan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan data primer, yang diperoleh melalui tiga metode utama, yaitu wawancara mendalam, observasi, dan Penelitian ini dilakukan di kp. gede rt 02 dan rt 05 rw 01 desa cilember kecamatan cisarua kabupaten bogor. Dengan populasi sebanyak 10 orang mengunakan Teknik total sampling. Penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil merasa lebih percaya diri dan terinformasi tentang pentingnya ANC dan KB, namun masih ada tantangan terkait aksesibilitas dan keterbatasan informasi lebih lanjut mengenai Breastcare. Penyuluhan ANC,KB,dan Breascare berhasil meningkatkan pengetahuan ibu hamil, ibu menyusui dan ibu produktif, meskipun terdapat tantangan dalam hal aksesibilitas dan informasi lanjutan This is an open access article under the CC BY-SA license. Corresponding Author: Astri Sapariah Departemen Keperawatan. Akademi Keperawatan Al Ikhlas. Indonesia Email : astri. sapariah@akpe-alikhlas. PENDAHULUAN Kehamilan adalah masa dimulai saat konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal 280 hari . minggu / 9 bulan 7 har. di hitung dari triwulan/ trimester pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, 11 trimester/ trimester trimester ke-2 dari bulan ke- 4 sampai 6 bulan, triwulan/ trimester ke-3 dari bulan ke-7 sampai ke-9 (Retnaningtyas et al. , 2. Keperawatan maternitas merupakan bidang keperawatan yang dinamis dan terus berkembang. Konsep dasar keperawatan maternitas menjadi landasan bagi perawat dalam memberikan asuhan yang komprehensif kepada wanita selama masa reproduksi. Pemahaman yang mendalam tentang proses fisiologis, psikologis, dan sosial yang terjadi selama kehamilan, persalinan, nifas, dan pada bayi baru lahir, sangat penting untuk mengidentifikasi masalah potensial, merencanakan tindakan keperawatan yang tepat, serta memberikan dukungan emosional kepada ibu dan keluarga (Lowdermilk et al. , 2. ANC atau antenatal care merupakan perawatan ib dan janin selama masa kehamilan dan sangat Melalui ANC berbagai informasi serta edukasi terakit kehamilan dan persiapan persalinan bisa Journal homepage: https://ejournal. id/index. php/abdimaskep Astri Sapariah. Muhamad Sutan Azril, et all ISSN: 2798-3226 diberikan kepada ibu sedini mungkin. Kurangnya pengetahuan mengenai tanda bahaya kehamilan sering terjadi karena kurangnya kunjungan ANC. Kurangnya kunjungan ANC ini bisamenyebabkan bajaya bagi ibu maupun janin seperti terjadinya perdarahan saat masa kehamilan karena tidak terdetsinya tanda bahaya (Nisma et al. , 2. Dampak dari ibu hamil yang tidak melakukan kunjungan ANC salah satunya adalah kematian neonatal dan ibu sedangkan ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC setidaknya satu kali memiliki 72% risiko lebih rendah terhadap kematian Ibu. (Mahmud et al. , 2. Ibu hamil yang tidak teratur melakukan kunjungan ANC dapat disebabkan kurangnya pengetahuan manfaat dari melakukan kunjungan ANC dan dampak tidak melakukan ANC, sehingga perlu diberikan promosi kesehatan ataupun penyuluhan kepada setiap ibu hamil tentang manfaat melakukan ANC dan dampak tidak melakukan ANC yang dapat menambah pengetahuan ibu hamil sehingga dapat mengubah perilaku ibu hamil dalam melakukan ANC menjadi lebih patuh. ( tambah sitasi ) Berdasarkan 128 responden dari data penduduk di RT 02 & 05 Kp. Kadu Gede Desa Cilember didapati jumlah ibu yang melakukan kegiatan ANC secara teratur hanya sebanyak 23% dan jumlah ibu yang tidak mengikuti kegiatan ANC sebanyak 23%. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat Kp. Kadu Gede Desa Cilember mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan. Oleh sebab itu perlu dilakukannya Edukasi mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan atau ANC pada ibu hamil di Kp. Kadu Gede Desa Cilember untuk meningkatkan pengetahuan akan pentingnya pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil atau ANC untuk mencegah terjadinya kematian ibu dan janin. Keluarga berencaa merupakan suatu upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Keluarga berencana memiliki peranan dalam menurunkan resiko kematian ibu melalui pencegahan kehamilan, menunda kehamilan atau membatasi kehamilan. Pelayanan keluarga berencana merupakan upaya pelayanan kesehatan preventif yang dasar dan utama. Kontrasepsi adalah suatu obat atau alat untuk mencegah terjadinya kehamilan. 3 Saat ini terdapat metodemetode kontrasepsi dengan efektivitas bervariasi. Banyak wanita mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi. Berbagai faktor harus dipertimbangkan, antara lain usia, paritas, pasangan, usia anak terkecil, biaya, budaya dan tingkat pendidikan ( tambah sitasi ) Tujuan Keluarga Berencana meningkatkan kesejahteraanibu dan anak serta keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan pengendalian pertumbuhan penduduk Indonesia. ( tambah sitasi ). Berdasarkan Data dari 128 responden yang didapatkan di Kp. Kadu Gede Desa. Cilember sekitar 48% ibu menggunakan kontrasepsi, serta 52% ibu tidak menggunakan kontrasepsi. Ibu yang tidak menggunakan kontrasepsi mengatakan takut dengan resiko dan dampak yang akan terjadi. Sehingga perlu dilakukan edukasi mengenai manfaat menggunakan kontrasepsi untuk menambah wawasan ibu dalam merencanakan jumlah untuk memiliki anak di Kp. Kadu Gede RT 02 & 05 Desa. Cilember. Perawatan Payudara (Breast car. adalah suatu tindakan untuk merawat payudara terutama pada masa nifas . asa menyusu. untuk memperlancar pengeluaran ASI. Merawat payudara atau breast care ketika ibu menyusui merupakan suatu cara yang dilakukan untuk menjaga kebersihan agar payudara tetap sehat dan tidak terjadi infeksi dan dilakukan setelah melahirkan yang mempunyai tujuan untuk merangsang kelenjar-kelenjar air susu, untuk merawat payudara agar bersih, tidak mudah lecet, memperlancar sirkulasi darah dan mencegah tersumbatnya saluran susu sehingga meningkatkan pengeluaran ASI. Berdasarkan data yang ditemukan di KP. Kadu Gede R 02 & 05 Desa Cilember ditemukan sekitar 14% ibu yang mengetahui apa itu breast care, serta 86% ibu tidak mengetahui apa itu breast care. Hal ini dapat mempengaruhi angka kematian bayi AKB, di Indonesia masih cukup tinggi, penyebab utama kematian bayi diantaranya adalah diare, malnutrisi dan infeksi ( tambah sitas. Sedangkan pada tahap ini, asupan nutrisi bayi harus terus terpenuhi dengan cara pemberian ASI ekslusif. Hal ini dikarenakan ASI mengandung zat-zat kekebalan yang melindungi anak dari infeksi dan penyakit kronis serta mengurangi kemungkinan gangguan Kesehatan dikemudian hari, seperti obesitas, diabetes, dan asthma ( tambah sitasi ) Berdasarkan permasalahan prioritas yang ditemukan di Kp. Kadu Gede Rt 02 & 05 Desa Cilember terhadap kurangnya pengetahuan mengenai Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan kehamilan pada ibu hamil. Manfaat menggunakan kontrasepsi untuk merncanakan jumlah anak dan pentingnya breast care untuk memnuhi kebutuhan nutrisi bayi. Hal ini menarik perhatian Tim Pengabdian Masyarakat AKPER AL-IKHLAS untuk melakukan kegiatan mengenai penyuluhan terhadap Pentingnya pemeriksaan Kesehatan kehamilan dan manfaat menggunakan kontrasepsi ( KB ) dan breast care serta senam pada ibu hamil di Kp. Kadu Gede RT 02 & 05 Desa. Cilember. METODE Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini menggunakan pendekatan data primer dengan melakukan kegiatan survey wawancara, observasi dan dokumentasi. sehingga didapatkan data bahwa rendahnya angka ibu yang melakukan pemeriksaan kehamilan ANC . %), rendahnyanya ibu yang melakukan KB . %) dan Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Kesadaran Kesehatan Ibu Hamil dan Ibu Post Partum di Desa Cilember (Astri Saparia. A ISSN: 2798-3226 rendahnya ibu yang mengetahui tentang breast care . %). Sehingga dilakukan penyuluhan mengenai Pentingnya memerisakan kehamilan pada ibu dan edukasi tentang pentingnya menggunakan KB dan breast caredan serta senam ibu hamil, dengan bekerja sama dengan Kader Posyandu dan Bidan Desa Cilember yang dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2025. Metode ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap ibu dan calon orang tua dalam meningkatkan pengetahuannya mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan. Sehingga calon ibu dapat memperhatikan perkembangan janin dengan baik dan mencegah terjadinya kematian pada ibu dan janin. Pelaksanaan Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahapan yang pertama yaitu melakukan tahap persiapan dengan melakukan survei awal dan melakukan kerja sama dengan Rt wilayah. Kader Posyandu, dan Bidan Desa, setelah itu mengidentifikasi kebutuhan perlengkapan dan sumber daya untuk kegiatan, lalu membuat PPT dan Leaflet untuk diberikan pada masyarakat untuk media pembelajaran di rumah. Tahap kedua yaitu tahap pelaksanaan dengan melakukan Focus Grup Discussion dengan Dosen terkait pelaksanaan breast care dan senam ibu hamil, setelah itu dilanjut dengan penyuluhan kepada ibu hamil dan calon ibu. Kadu Gede rt 02 & 05 Desa Cilember mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil dan pentingnya melkaukan KB, yang diberikan oleh pelaksana kegiatan yang merupakan Mahasiswa & Mahasiswi Akper Al-Ikhlas Akademi Keperawatan Al-Ikhlas. Tim Pengabdian Masyarakat AKPER AL-IKHLAS juga melakukan kegiatan penyuluhan pentingnya melakukan breast care serta senam ibu hamil dalam meningkatkan produksi ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Kegiatan ini dilakukan dengan bekerja sama bersama RT sekitar dan Kader Desa yang dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2025. Metode penyuluhan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan pada Ibu hamil dan calon ibu, serta kegiatan terapi breast care mampu meningkatkan produksi asi dan senam ibu hamil yang mampu untuk mengurangi stress pada ibu hamil. Pelaksanaan Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu yang pertama yaitu melakukan tahap persiapan dengan melakukan survei awal dan melakukan kerja sama dengan RT wilayah dan Kader. setelah itu mengidentifikasi kebutuhan perlengkapan dan sumber daya untuk kegiatan, lalu membuat PPT dan Leaflet untuk diberikan pada ibu untuk media pembelajaran di rumah. Tahap kedua yaitu tahap pelaksanaan dengan melakukan Focus Grup Discussion dengan dosen mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan ANC serta pentingnya KB di Kp. Kadu Gede RT 02 & 05 Desa Cilember dan melakukan kegiatan terapi breast care dan senam ibu hamil dengan menampilkan video dan di peragakan oleh pelaksana kegiatan yang merupakan Mahasiswa dan Mahasiswi Akademi Keperawatan Al Ae Ikhlas. HASIL DAN PEMBAHASAN Peningkatan pengetahuan mengenai pentingnya pemeriksaan selama kehamilan Kejadian yang mendasari kematian ibu disebabkan oleh faktor 3 terlambat yaitu terlambat mengenali tanda bahaya/komplikasi dan mengambil keputusan dalam rujukan, terlambat sampai ke fasilitas pelayanan, terlambat dalam mendapatkan pelayanan yang memadai di fasilitas rujukan Gambar 1 Kunjungan ANC Frekuensi ibu hamil melakukan pemeriksaan ke tenaga kesehatan Berdasarkan hasil survey didapatkan dari 122 responden, . %) mengatakan melakukam pemeriksaan ke tenaga kesehatan dan . %) mengatakan tidak melakukan pemeriksaan ke tenaga Kesehatan. Astri Sapariah. Muhamad Sutan Azril, et all. Vol. No. Desember 2025: 32-38 Astri Sapariah. Muhamad Sutan Azril, et all ISSN: 2798-3226 Sehingga pada kesempatan ini tim pengabdian merubah pola fikir ibu hamil yang selama ini hanya memeriksakan kehamilan Ketika mengalami keluhan. Pengabdian Masyarakat ini bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang ANC. Dalam kegiatan ini informasi yang disampaikan mengenai pengertian ANC, manfaat ANC, minimal pemeriksaan ANC selama kehamilan, dan pemeriksaan 10T ( timbang berat badan, ukur tekanan darah, ukur tinggi fundus uteri, pemberian tablet zat besi, imunisasi tetanus, tes laboratorium, tes terhadap penyakit menular seksual, status gizi, temu wicara ). Ibu hamil yang menjadi sasaran setelah di berikan edukasi kini menyadari pentingnya pemeriksaan ANC, untuk mengetahui berbagai macam komplikasi selama kehamilan. Pemeriksaan kehamilan harus teratur sesuai jadwal untuk dapat dilakukan penanganan yang cepat jika terjadi sesuatu yang kurang baik selama masa kehamilan. Hal ini sejalan dengan penelitian (Widyastuti. Ririn, 2. bahwa terlambat memeriksakan kehamilan dapat menyebabkan tidak terdeteksinya atau terlambat deteksi masalah kesehatan ibu yang menyebabkan komplikasi yang tidak tertangani yang berkontribusi pada kematian ibu. Maka dapat disimpulkan bahwa sangat penting sekali untuk melakukan pemeriksaan selama kehamilan, setelah di lakukan penyuluhan di kp. Kadu gede rt 02 dan 05 desa cilember ibu hamil yang menjadi peserta menyadari pentingnya pemeriksaan ANC untuk mencegah komplikasi selama masa Peningkatan pengetahuan mengenai pentingnya KB . eluarga berencan. Menurut Maulana, . keluarga berencana merupakan tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk mendapatkan objek tertentu, yaitu: menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mendapat kelahiran yang diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, dan menentukan jumlah anak dalam keluarga. Selanjutnya BKKBN . AuGerakan Keluarga Berencana Nasional adalah gerakan yang menghimpun dan mengajak segenap potensi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam melembagakan dan membudayakan NKKBS (Norna Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahter. dalam rangka meningkatkan mutu sumber daya manusia IndonesiaAy. Berdasarkan Undang-undang Nomor 52 tahun 2009 Keluarga Berencana yaitu upaya untuk mengatur kelahiran anak, jarak, dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Dari beberapa pengertian Keluarga Berencana diatas dapat disimpulkan bahwasannya adalah suatu upaya untuk mengatur dan merencanakan jarak, jumlah kelahiran anak dan usia ideal melahirkan dengan menggunakan alat kontrasepsi untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Gambar 2. Distribusi KB (Keluarga Berencan. Berdasarkan pada table diatas menunjukkan bahwa frekuensi ibu menggunakan KB sebanyak . %) serta yang tidak menggunakan KB sebanyak . %). Pengetahuan responden mengenai pentingnya menggunakan KB masih sangat kurang. Hal ini menunjukan bahwa perlunya penyuluhan terkait pentingnya menggunakan KB mengingat pengetahuan ibu mengenai KB . eluarga berencan. masih kurang. Dengan demikian informasi tentang perawatan payudara perlu ditingkatkan dengan memberikan edukasi tentang perawatan payudara melalui leaflet. PPT serta demonstrasi oleh mahasiswa Akper Al. Ikhlas maupun petugas Kesehatan. Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Kesadaran Kesehatan Ibu Hamil dan Ibu Post Partum di Desa Cilember (Astri Saparia. A ISSN: 2798-3226 Gambar 3. Penyuluhan Kesehatan KB Kegiatan penyuluhan ini terselenggara dengan baik dan berjalan lancar sesuai rencana serta mendapat sambutan baik terbukti dengan keaktifan peserta mengikuti kegiatan dan peserta juga aktif bertanya serta dapat menjelaskan Kembali tentang pentingnya melakukan KB dan menyebutkan jenis jenis KB. Sehingga diharapkan hasil penyuluhan ini memberikan dampak terhadap peningkatan pengetahuan sekaligus mengubah sudut pandang ibu terhadap penggunaan KB. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Andriani, 2. bahwa pengetahuan pemasangan kontrasepsi KB sangat lah penting dimiliki karena dengan adanya pengetahuan yang meningkat pada penelitian ini setelah dilakukannya penyuluhan kesehatan sangat lah baik, karena pengetahuan yang dari sebelumnya hanya memiliki 25 orang memilih pemasangan kontrasepsi KB dengan adanya penyuluhan kesehatan pengatahuan responden meningkat menjadi 49 orang memilih pemasangan kontrasepsi KB, ini semua disebabkan oleh responden yang mengikuti penyuluhan kesehatan sangat berkonsentrasi untuk mendengarkan bagaimana materi yang disampaikan oleh sipeneliti. Peningkatan pengetahuan mengenai pentingnya breastcare Program peningkatan pemberian Air Susu Ibu (ASI) khususnya ASI merupakan program prioritas. Hal ini dikarenakan memberikan dampak luas terhadap status gizi dan kesehatan balita. pendidikan ibu, pengetahuan tentang ASI eksklusif dan sikap ibu merupakan faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Demi mendukung keberhasilan program ASI Ekslusif oleh karena itu payudara perlu dipersiapkan dan dirawat mulai sejak masa kehamilan agar saat bayi lahir dapat berfungsi secara optimal. Merawat payudara selama periode menyusui bermanfaat untuk mencegah dan mengelola risiko kemungkinan adanya masalah payudara. Tentunya bila payudara dirawat dengan baik, momen menyusui menjadi lebih menyenangkan bagi ibu maupun si buah hati (Nurahmawati et al. , 2. Gambar 4. Distribusi Breast Care Berdasarkan pada tabel diatas menunjukkan bahwa frekuensi ibu mengetahui pijat payudara sebanyak . %) serta yang tidak mengetahui sebanyak . %). Pengetahuan responden mengenai perawatan payudara masih sangat kurang sehingga problem pada masa kehamilan dan menyusui belum dapat diatasi bekeisnambungan dengan pelaksanaan pemberian ASI setelah melahirkan. Hal ini menunjukan bahwa ada Astri Sapariah. Muhamad Sutan Azril, et all. Vol. No. Desember 2025: 32-38 Astri Sapariah. Muhamad Sutan Azril, et all ISSN: 2798-3226 perlunya penyuluhan terkait perawatan payudara mengingat pengetahuan ibu mengenai breastcare masih Dengan demikian informasi tentang perawatan payudara perlu ditingkatkan dengan memberikan informasi tentang perawatan payudara melalui leaflet, demonstrasi oleh mahasiswa/I akper al-ikhlas maupun petugas kesehatan. Gambar 5 Demonstrasi Breastcare Kegiatan penyuluhan ini terselenggara dengan baik dan berjalan lancar sesuai rencana serta mendapat sambutan baik terbukti dengan keaktifan peserta mengikuti kegiatan dan peserta juga aktif bertanya serta dapat mempraktikan secara langsung kepada phantom. Sehingga diharapkan hasil penyuluhan ini memberikan dampak terhadap peningkatan pengetahuan sekaligus keterampilan pada ibu untuk melakukan perawatan payudara. Perawatan payudara yang dilakukan secara teratur dapat meningkatan produksi asi dan mencegah payudara lecet saat menyusui. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wilujeng, . bahwa pemberian perawatan payudara secara benar . reast car. setelah ibu melahirkan maka dapat meningkatkan kelancaran produksi ASI ibu post partum dibandingkan ibu post partum yang tidak melakukan breast care sesudah melahirkan. Jadi Ibu yang telah melakukan perawatan payudara dengan baik akan melancarkan dan menambah produksi ASI dibandingkan dengan ibu yang tidak melakukan perawatan Payudara. KESIMPULAN Penyuluhan kesehatan mengenai Antenatal Care (ANC). Keluarga Berencana (KB), dan perawatan payudara . reast car. telah terbukti memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil dan ibu menyusui. Penyuluhan tentang ANC membantu ibu hamil memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan secara teratur untuk mendeteksi dini komplikasi yang dapat membahayakan ibu dan janin, sehingga mampu menurunkan risiko kematian. Selain itu, edukasi mengenai KB meningkatkan kesadaran akan pentingnya merencanakan jumlah anak, jarak kehamilan, dan usia ideal melahirkan, meskipun masih terdapat kendala berupa ketakutan ibu terhadap risiko penggunaan alat Sementara itu, penyuluhan tentang breast care memberikan pemahaman kepada ibu tentang pentingnya merawat payudara selama masa menyusui untuk melancarkan produksi ASI, menjaga kesehatan payudara, dan mencegah komplikasi seperti sumbatan saluran ASI. Kegiatan yang dilakukan oleh tim Akademi Keperawatan Al-Ikhlas di Desa Cilember. Bogor, ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta, meskipun upaya berkelanjutan masih diperlukan untuk mengatasi keterbatasan aksesibilitas dan informasi. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada seluruh partisipan yang telah berkontribusi dalam kegiatan Pendidikan kesehatan ini. DAFTAR PUSTAKA