Jurnal Pengabdian West Science Vol. No. Oktober, 2024, pp. Sosialisasi Pentingnya Pendidikan dan Dampak Menikah Muda Pada Masa 5. Achmad Miftachul Ulum1*. Sahrul Maulana2. Falah Yasiin3. Rachmad Hidayat4. Septia Ardita5. Khumairo QurrotuAoain6. Hanum IniAomatu Duryah7. Ilmiatuz Zuhroh8. Dhea Safira Nurfitria9 1,2,3,4,5,6,7,8,9 Fakultas Ilmu Tarbiah dan Keguruan. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Corresponding Author* E-mail: 210108110046@student. uin-malang. Article History: Received: Oct, 2024 Revised: Oct, 2024 Accepted: Oct, 2024 Abstract: Penelitian ini membahas peran mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malang dalam mensosialisasikan pentingnya pendidikan dan dampak menikah muda pada masa 5. 0 kepada siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Mojokerto. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggali pemahaman yang mendalam tentang perspektif siswa terkait dengan isu-isu ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa menyadari pentingnya pendidikan sebagai fondasi untuk mencapai kesuksesan di masa depan, sementara pemahaman terkait dengan isu menikah muda cenderung bervariasi. Mahasiswa UIN Malang dapat memainkan peran yang signifikan dalam sosialisasi ini dengan mengidentifikasi kebutuhan dan kekhawatiran spesifik siswa, memberikan informasi yang relevan, dan membantu siswa mengatasi mempengaruhi keputusan mereka. Melalui kerja sama yang erat antara perguruan tinggi dan sekolah menengah, dapat diciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung untuk membantu generasi muda menghadapi masa depan dengan lebih baik. Keywords: Sosialisasi. Pendidikan. Menikah Muda Pendahuluan Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk individu dan masyarakat secara keseluruhan (Noviani, 2. Dalam era 5. 0, di mana teknologi terus berkembang pesat dan dinamika sosial semakin kompleks, pentingnya pendidikan menjadi semakin menonjol. Pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman (Marlin et al. , 2. Namun, di samping pentingnya pendidikan, muncul juga fenomena menikah muda yang dapat memberikan dampak yang signifikan pada individu, keluarga, dan masyarakat secara https://wnj. westscience-press. com/index. php/jpws Vol. No. Oktober, 2024, pp. luas (Junaedi, 2. Menikah pada usia muda dapat memberikan pengalaman hidup yang berbeda dan memiliki dampak yang beragam, terutama ketika dilakukan tanpa persiapan yang matang baik secara fisik, emosional, maupun finansial (Apriani, 2. Dampak menikah muda dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk Menikah muda sering kali menghadirkan tantangan bagi individu dalam menyelesaikan pendidikan mereka (Mamulaty et al. , 2. Prioritas dan tanggung jawab baru yang muncul setelah menikah bisa membuat individu kesulitan untuk fokus pada pendidikan mereka (Octaviani & Nurwati, 2. Hal ini dapat berdampak pada penurunan kualitas pendidikan yang diterima dan pada akhirnya mempengaruhi peluang karir dan penghasilan di masa depan (Wujarso, 2. Selain itu, menikah muda juga dapat berdampak pada stabilitas ekonomi. Tanpa pendidikan yang memadai dan kesempatan untuk membangun karir yang stabil, pasangan yang menikah muda mungkin mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan finansial mereka sendiri dan keluarga yang akan mereka bangun. Dampak ekonomi ini dapat memperburuk masalah sosial, seperti kemiskinan dan ketidakstabilan keluarga (Yanti et al. , 2. Dalam menerapkan pendidikan yang memperhatikan pentingnya pemahaman akan dampak menikah muda. MAN Kota Mojokerto dapat mengambil pendekatan yang holistik (Sholikhah, 2. Ini melibatkan tidak hanya aspek akademis, tetapi juga pengembangan keterampilan sosial, emosional, dan kehidupan yang dapat membantu siswa-siswi untuk membuat keputusan yang cerdas dan bertanggung Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah melalui pengintegrasian materi pendidikan tentang pernikahan, keluarga, dan tanggung jawab hidup ke dalam kurikulum (Fikri et al. , 2. Dengan demikian, siswa-siswi dapat diberikan pemahaman yang lebih baik tentang kompleksitas hubungan interpersonal, tanggung jawab dalam membentuk sebuah keluarga, serta pentingnya mempersiapkan diri secara matang sebelum memutuskan untuk menikah. Selain itu, program konseling dan pembinaan yang terarah juga dapat menjadi sarana yang efektif dalam membantu siswa-siswi dalam mengatasi tekanan dan tantangan yang mungkin mereka hadapi terkait dengan isu-isu pernikahan dan kehidupan keluarga. Melalui sesi-sesi konseling yang berkualitas, mereka dapat memperoleh pandangan yang lebih jelas tentang prioritas hidup mereka dan mendapatkan dukungan dalam mengambil keputusan yang tepat. Tidak kalah pentingnya adalah peran orang tua dalam mendukung pendidikan ini di rumah (Afni & Jumahir, 2. Orang tua dapat menjadi model peran yang baik dalam membimbing anak-anak mereka tentang nilainilai yang penting dalam menjalani kehidupan, termasuk kesadaran akan pentingnya Vol. No. Oktober, 2024, pp. pendidikan dan kesiapan dalam memasuki fase kehidupan pernikahan. Selain integrasi materi pendidikan dan program konseling, sosialisasi dilaksanakan oleh mahasiwa Asistensi Mengajar (AM) UIN Malang ini juga memegang peran penting dalam membantu siswa MAN Kota Mojokerto memahami dampak menikah muda. Melalui kegiatan sosialisasi yang terarah, siswa-siswi dapat memiliki platform untuk berdiskusi, bertukar pikiran, dan mendapatkan wawasan dari berbagai sudut pandang tentang isu-isu pernikahan dan kehidupan keluarga. Kegiatan sosialisasi dapat berupa diskusi kelompok, seminar, atau lokakarya yang diadakan baik di sekolah maupun dalam kerja sama dengan lembaga atau organisasi terkait (Wulandari, 2. Dalam kegiatan ini, siswa-siswi dapat berinteraksi dengan narasumber yang ahli di bidangnya, seperti konselor, psikolog, ahli keluarga, atau individu yang telah memiliki pengalaman dalam menikah muda. Manfaat dari kegiatan sosialisasi ini adalah memberikan ruang bagi siswasiswi untuk mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, dan mendengarkan cerita dari orang lain. Hal ini dapat membantu mereka untuk memperluas pandangan mereka tentang isu-isu yang berkaitan dengan pernikahan muda, serta memberikan perspektif yang lebih komprehensif tentang konsekuensi dari keputusan tersebut. Selain itu, kegiatan sosialisasi juga dapat membangun solidaritas di antara siswasiswi dalam mendukung satu sama lain dalam menghadapi tekanan dan tantangan terkait dengan isu-isu pernikahan muda. Melalui saling mendukung dan memberikan dukungan moral, mereka dapat merasa lebih percaya diri dalam membuat keputusan yang tepat untuk masa depan mereka. (Safitri et al. , 2. Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang persepsi, pemikiran, dan pengalaman subjek penelitian terkait dengan sosialisasi pentingnya pendidikan dan dampak menikah Kualitatif deskriptif akan memungkinkan peneliti untuk menggali data yang detail dan kontekstual tentang bagaimana mahasiswa UIN Malang menerapkan sosialisasi ini pada siswa MAN Kota Mojokerto. Dalam menjalankan sebuah penelitian yang menggali pemahaman mendalam tentang isu-isu sosial yang kompleks, pemilihan metode penelitian yang tepat sangatlah penting. Dalam konteks penelitian ini, metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi secara Vol. No. Oktober, 2024, pp. mendalam persepsi, pemikiran, dan pengalaman subjek penelitian terkait dengan sosialisasi pentingnya pendidikan dan dampak menikah muda pada masa 5. Pendekatan mengumpulkan data yang kaya dan kontekstual, yang diperlukan untuk memahami kompleksitas isu-isu sosial seperti pendidikan dan pernikahan pada era 5. Dengan metode ini, peneliti dapat menghindari generalisasi yang terlalu luas, dan sebaliknya, fokus pada pengembangan pemahaman yang detail tentang bagaimana individuindividu dalam konteks ini memahami dan merespons isu-isu tersebut. Langkah pertama dalam menggunakan metode kualitatif deskriptif adalah merancang kerangka kerja penelitian yang terfokus pada pemahaman mendalam tentang fenomena yang diselidiki. Dalam hal ini, fokus penelitian adalah pada peran mahasiswa UIN Malang dalam mensosialisasikan pentingnya pendidikan dan dampak menikah muda kepada siswa MAN Kota Mojokerto. Kerangka kerja penelitian ini akan membimbing proses pengumpulan dan analisis data. Proses pengumpulan data dalam penelitian kualitatif deskriptif biasanya melibatkan teknikteknik seperti wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Dalam konteks ini, peneliti dapat melakukan wawancara mendalam dengan mahasiswa UIN Malang yang terlibat dalam kegiatan sosialisasi, serta dengan sejumlah siswa MAN Kota Mojokerto untuk mendapatkan perspektif mereka tentang pendidikan dan pernikahan. Observasi partisipatif juga dapat dilakukan untuk memahami secara langsung bagaimana mahasiswa UIN Malang menyampaikan informasi kepada siswa-siswa MAN Kota Mojokerto. Selanjutnya, data yang terkumpul akan dianalisis secara tematis. Analisis tematis memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi pola-pola, tema-tema, dan konsep-konsep kunci yang muncul dari data, sehingga memungkinkan untuk mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang isu-isu yang diselidiki. Hasil analisis ini kemudian akan diinterpretasikan dalam konteks teoritis yang relevan, membantu peneliti untuk menyusun temuan-temuan mereka menjadi sebuah narasi yang kaya dan bermakna. Dengan demikian, melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini akan memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana mahasiswa UIN Malang menerapkan sosialisasi tentang pentingnya pendidikan dan dampak menikah muda pada siswa MAN Kota Mojokerto. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi pemangku kepentingan dalam mengembangkan strategi-strategi pendidikan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan siswa di era 5. 0 yang kompleks ini. Vol. No. Oktober, 2024, pp. Hasil Pendidikan dan pernikahan merupakan dua aspek penting dalam kehidupan seseorang, terutama dalam konteks masa 5. 0 di mana teknologi dan dinamika sosial semakin kompleks. Dalam rangka memahami bagaimana sosialisasi mengenai pentingnya pendidikan dan dampak menikah muda dapat diterapkan secara efektif, penelitian kualitatif deskriptif menjadi pilihan metode yang tepat. Penelitian ini mengeksplorasi peran mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malang dalam memfasilitasi proses sosialisasi ini kepada siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Mojokerto. Dalam dunia yang semakin kompleks, pentingnya pendidikan sebagai fondasi bagi masa depan individu menjadi semakin nyata. Demikian pula dengan isu menikah muda, yang memiliki implikasi yang cukup besar terhadap jalur pendidikan dan perkembangan karier seseorang. Di masa 5. 0, di mana teknologi terus berkembang dan dinamika sosial semakin kompleks, pentingnya menyampaikan pemahaman yang jelas mengenai pentingnya pendidikan dan dampak menikah muda kepada generasi muda menjadi semakin krusial. Dalam konteks ini, peran mahasiswa UIN Malang dalam mensosialisasikan nilai-nilai pendidikan dan memberikan informasi mengenai dampak menikah muda kepada siswa MAN Kota Mojokerto menjadi sangat penting. Dari hasil penelitian, dapat dilihat bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh mahasiswa ini memiliki dampak yang signifikan. Pertama, mahasiswa UIN Malang dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi siswa MAN Kota Mojokerto. Melalui cerita dan pengalaman pribadi mereka, mahasiswa dapat mengilustrasikan betapa pentingnya pendidikan dalam meraih tujuan hidup, serta memberikan gambaran yang jelas mengenai dampak menikah muda terhadap jalur pendidikan dan karier seseorang. Hal ini dapat membantu siswa untuk lebih memahami konsekuensi dari setiap keputusan yang mereka ambil. Kedua, melalui interaksi langsung dalam kegiatan sosialisasi, mahasiswa UIN Malang dapat menciptakan lingkungan yang mendukung untuk diskusi dan pertukaran pikiran. Siswa dapat merasa lebih nyaman untuk mengungkapkan pendapat, kekhawatiran, dan pertanyaan mereka terkait dengan isu pendidikan dan pernikahan. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan berorientasi pada kebutuhan siswa. Selain itu, kolaborasi antara mahasiswa UIN Malang dan siswa MAN Kota Mojokerto dalam kegiatan sosialisasi juga dapat memperluas wawasan siswa tentang dunia pendidikan dan karier. Mahasiswa dapat memperkenalkan berbagai pilihan pendidikan lanjutan dan peluang karier yang mungkin belum dipertimbangkan oleh siswa sebelumnya. Hal Vol. No. Oktober, 2024, pp. ini dapat membuka pikiran siswa terhadap potensi-potensi baru yang dapat mereka eksplorasi dalam perjalanan pendidikan mereka. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi dalam pemahaman siswa MAN Kota Mojokerto tentang pentingnya pendidikan dan isu menikah muda. Mayoritas siswa memiliki kesadaran yang kuat akan pentingnya pendidikan sebagai fondasi untuk mencapai kesuksesan di masa depan. Mereka memandang pendidikan sebagai investasi jangka panjang yang membuka peluang dalam karier dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Pemahaman ini mencerminkan kesadaran akan nilai-nilai pendidikan yang kuat yang telah disosialisasikan oleh sekolah dan mungkin juga oleh lingkungan keluarga. Namun, terkait dengan isu menikah muda, ditemukan adanya variasi dalam pandangan siswa. Sebagian siswa menyadari bahwa menikah pada usia muda dapat mengganggu proses pendidikan dan merusak rencana masa depan mereka. Mereka menyadari bahwa tanggung jawab keluarga yang muncul setelah menikah dapat mempersulit mereka untuk melanjutkan pendidikan atau meraih tujuan karier mereka. Pemahaman ini mencerminkan kesadaran akan konsekuensi yang mungkin terjadi akibat keputusan menikah muda. Di sisi lain, ada juga siswa yang mungkin merasa tertekan oleh tekanan budaya atau sosial untuk menikah pada usia yang masih muda. Mereka mungkin merasa bahwa menikah adalah langkah yang diharapkan atau dianggap sebagai tindakan yang dianggap wajar dalam lingkungan mereka. Hal ini mencerminkan pengaruh lingkungan sosial dan budaya dalam membentuk persepsi dan keputusan individu terkait dengan pernikahan. Variasi dalam pemahaman ini menyoroti pentingnya sosialisasi yang komprehensif dan edukatif tentang isu-isu pernikahan dan pendidikan. Melalui pendidikan yang holistik, siswa dapat diberikan pemahaman yang lebih baik tentang implikasi dari setiap keputusan yang mereka ambil dalam hidup mereka, termasuk keputusan terkait pendidikan dan pernikahan. Dengan pemahaman yang lebih baik, mereka dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana dan sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi mereka sendiri. Dengan memahami variasi dalam pemahaman siswa tentang isu menikah muda, pendekatan sosialisasi yang dilakukan oleh mahasiswa UIN Malang dapat menjadi lebih terarah dan efektif. Mahasiswa memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan siswa MAN Kota Mojokerto dan memahami secara mendalam kebutuhan serta kekhawatiran spesifik yang dimiliki oleh setiap individu. Dengan pendekatan yang empatik dan responsif, mahasiswa dapat menciptakan lingkungan yang mendukung bagi siswa untuk berbicara terbuka tentang perspektif, pengalaman, dan pertimbangan mereka terkait Vol. No. Oktober, 2024, pp. dengan pernikahan. Mahasiswa juga dapat memberikan informasi yang relevan dan akurat kepada siswa, memperkuat pemahaman mereka tentang dampak menikah muda terhadap pendidikan dan karier. Mereka dapat menyampaikan data dan fakta yang objektif, serta menggali aspek-aspek yang mungkin belum dipertimbangkan oleh siswa dalam proses pengambilan keputusan mereka. Dengan demikian, mahasiswa berperan sebagai sumber pengetahuan yang dapat dipercaya dan terpercaya bagi siswa. (Bastomi, 2. Pendekatan yang sensitif terhadap konteks sosial dan budaya siswa juga menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas sosialisasi ini. Mahasiswa perlu memahami latar belakang dan nilai-nilai budaya siswa, serta mengakui peran yang dimainkan oleh faktor-faktor ini dalam membentuk pandangan mereka tentang Dengan membangun hubungan yang kuat dan menghormati keragaman budaya siswa, mahasiswa dapat menciptakan ruang yang aman bagi diskusi yang terbuka dan jujur tentang isu-isu yang sensitif seperti pernikahan. Selain itu, mahasiswa juga dapat membantu siswa mengatasi stereotip dan ekspektasi yang Dengan mempromosikan pemikiran kritis dan reflektif, serta mengajak siswa untuk mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai pribadi dan aspirasi mereka sendiri, mahasiswa dapat membantu mereka untuk mengembangkan kemandirian dalam proses pengambilan keputusan. (Maudina, 2. Dengan demikian, peran mahasiswa UIN Malang dalam sosialisasi mengenai pentingnya pendidikan dan dampak menikah muda menjadi sangat penting dalam membantu siswa MAN Kota Mojokerto untuk mengembangkan pemahaman yang lebih dalam, kritis, dan kontekstual tentang isu-isu ini. Melalui kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi dan sekolah menengah, dapat diciptakan lingkungan yang mendukung bagi siswa untuk membuat keputusan yang lebih cerdas dan sesuai dengan kebutuhan serta aspirasi mereka dalam menghadapi masa depan. Kesimpulan kolaborasi antara mahasiswa UIN Malang dan siswa MAN Kota Mojokerto dalam sosialisasi mengenai pentingnya pendidikan dan dampak menikah muda pada 0 telah menunjukkan potensi yang besar dalam membentuk pemahaman yang lebih mendalam dan kontekstual tentang isu-isu ini. Melalui pendekatan yang terarah, empatik, dan responsif, mahasiswa telah berhasil membuka ruang untuk dialog yang terbuka dan berarti, serta memberikan informasi yang relevan dan Vol. No. Oktober, 2024, pp. dukungan yang dibutuhkan oleh siswa. Dengan memahami variasi dalam pemahaman siswa dan mengakui kompleksitas sosial dan budaya yang memengaruhi perspektif mereka, mahasiswa telah membantu mengatasi stereotip dan ekspektasi yang mungkin membatasi pilihan siswa terkait pernikahan. Mereka telah membantu siswa untuk melihat pentingnya pendidikan sebagai landasan untuk meraih kesuksesan di masa depan, sambil memberikan wawasan yang lebih luas mengenai konsekuensi dari menikah pada usia yang masih muda. Sebagai hasilnya, kolaborasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa dalam memperoleh pemahaman yang lebih baik, tetapi juga menciptakan hubungan yang kuat antara perguruan tinggi dan sekolah menengah. Melalui kerja sama yang berkelanjutan, kita dapat terus memperluas jangkauan pendidikan dan memberikan dukungan yang diperlukan bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan masa Dengan demikian, melalui komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, berempati, dan berorientasi pada kebutuhan siswa, kita dapat mempersiapkan generasi mendatang untuk menghadapi masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan. Daftar Referensi Afni. , & Jumahir. Peranan Orang Tua Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Anak. Musawa: Journal for Gender Studies, 12. , 108Ae139. https://doi. org/10. 24239/msw. Apriani. Pengaruh Pernikahan Dini Terhadap Kualitas Pendidikan Informal Pada Keluarga Hindu Di Kota Mataram. Padma Sari: Jurnal Ilmu Pendidikan, 1. , 117Ae128. https://doi. org/10. 53977/ps. Bastomi. Pernikahan Dini Dan Dampaknya (Tinjauan Batas Umur Perkawinan Menurut Hukum Islam Dan Hukum Perkawinan Indonesi. Pernikahan Dini Dan Dampaknya, 7. , 354Ae384. Fikri. Prihandoyo. Misbah. , & Islam. PENDIDIKAN QUR Ao ANI : KONSEP PEMBUDAYAAN AL- QUR Ao AN. 7, 10965Ae10975. Junaedi. Fenomena Perceraian dan Perubahan Sosial: Studi Kasus di Kabupaten Wonosobo. Syariati : Jurnal Studi Al-QurAoan Dan Hukum, 4. , 83Ae104. https://doi. org/10. 32699/syariati. Mamulaty. Leuwol. , & Riry. Analisis Pengaruh Sosial Ekonomi Terhadap Pernikahan Dini di Desa Pohon Batu Kecamatan Waesama Kabupaten Buru Selatan. 2, 123Ae130. Vol. No. Oktober, 2024, pp. Marlin. Tantrisna. Mardikawati. Anggraini. Susilawati. Proses. Etika. Mahasiswa. Perguruan. Khairul. , 1uO. Uin, ). Yunus Batusangkar. Transportasi. , & Bali. Manfaat dan Tantangan Penggunaan Artificial Intelligences (AI) Chat GPTTerhadap Proses Pendidikan Etika dan KompetensiMahasiswa Di Perguruan Tinggi. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 3. , 5192Ae5201. Maudina. Dampak Pernikahan Dini Bagi Perempuan. Jurnal Harkat, 15. , 89Ae95. Noviani. Pendidikan Islam Transformatif. Octaviani. , & Nurwati. Dampak Pernikahan Usia Dini Terhadap Perceraian di Indonesia. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS. Vol. 2 No. 33Ae52. Safitri et al. Dampak pernikahan usia muda terhadap sosial ekonomi keluarga. 150Ae155. Sholikhah. Dispensasi Nikah dalam Perspektif Maqasid Syariah (Studi pada Masyarakat Kecamatan Pudak Kabupaten Ponorog. https://w. gov/books/NBK558907/ Wujarso. Peran Human Capital dalam Pertumbuhan Ekonomi. 430 Journal of Information System. Applied. Management. Accounting and Research. ( Printe. , 6. , 430Ae438. https://doi. org/10. 52362/jisamar. Wulandari. Optimalisasi Sinergi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi dengan Industri di Era Digital. In Prosiding Seminar Nasional Jambore Nasional Komunikasi II. Yanti. Hamidah, & Wiwita. Analisis Faktor Penyebab Dan Dampak Pernikahan Dini Di Kecamatan Kandis Kabupaten Siak. Jurnal Ibu Dan Anak, 6. , 96Ae103.