Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 1. March 2024. Hal 123-129 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI: https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Sosialisasi dan Pendampingan sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pemilih untuk Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Pemilihan Kepala Daerah Sitna Hajar Hadad1*. Radina Hamza Hairun2. Nurnela3 1,2,3Teknik Komputer. Akademi Ilmu Komputer Ternate. Indonesia Email: 1*sitna. hajar00@gmail. com, 2dinaradina675@gmail. com, 3nurnellayusufali2087@gmail. (Sitna Hajar Hadad* : coressponding autho. Received 2-February-2024 Accepted 15-March-2024 Publish 27-March-2024 Abstrak-Pemilihan kepala daerah adalah sebuah proses demokratis yang memberikan kesempatan bagi masyarakat suatu wilayah untuk secara langsung memilih pemimpin mereka. Proses ini merupakan tonggak penting dalam sistem politik suatu negara di tingkat lokal, di mana pemilih memiliki kekuasaan untuk memilih figur yang dianggap mampu mewakili dan memimpin wilayah mereka ke arah kemajuan dan kesejahteraan yang lebih baik. Pendampingan pemilihan kepala daerah adalah sebuah upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pemilih dengan tujuan akhir meningkatkan efisiensi dan efektivitas seluruh proses pemilihan. Hasil tingkat pemahaman tentang kegiatan yang berlangsung pada kegiatan Bimtek pemilihan kepala daerah menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta terkait proses pemilihan kepala daerah. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang berbagai aspek pemilihan, termasuk prosedur hukum, teknik penyelenggaraan, pengawasan, serta penyelesaian sengketa. Peserta Bimtek menunjukkan peningkatan pemahaman yang jelas tentang peran dan tanggung jawab mereka dalam pemilihan kepala daerah. Mereka menjadi lebih terampil dalam merencanakan dan mengelola proses pemilihan, termasuk pengaturan logistik, tata cara pemungutan suara, dan pelaporan hasil. Kata Kunci: Kepala Daerah. Pemilihan. Pendampingan. Demokratis. Pemilih AbstractOe Regional elections are a democratic process that provides an opportunity for the people of a region to directly elect their leaders. This process is an important milestone in a country's political system at the local level, where voters have the power to choose figures deemed capable of representing and leading their region towards better progress and prosperity. Assistance in regional elections is a strategic effort to improve the quality of voters with the ultimate goal of increasing the efficiency and effectiveness of the entire election process. The results of the level of understanding of the activities that took place in the Bimtek activities for regional head elections showed a positive impact in improving participants' understanding and skills related to the regional head election process. Based on the evaluation conducted, the results showed a significant improvement in participants' understanding of various aspects of the election, including legal procedures, implementation techniques, supervision, and dispute resolution. Bimtek participants showed an increased clear understanding of their roles and responsibilities in regional They become more skilled in planning and managing the electoral process, including logistical arrangements, voting procedures, and reporting results. Keywords: Regional Head. Election. Mentoring. Democratic. Elector PENDAHULUAN Pemilihan kepala daerah adalah sebuah proses demokratis yang memberikan kesempatan bagi masyarakat suatu wilayah untuk secara langsung memilih pemimpin mereka. Proses ini merupakan tonggak penting dalam sistem politik suatu negara di tingkat lokal, di mana pemilih memiliki kekuasaan untuk memilih figur yang dianggap mampu mewakili dan memimpin wilayah mereka ke arah kemajuan dan kesejahteraan yang lebih baik(Ramlan & Bambang, 2. Pemilihan kepala daerah tidak hanya merupakan momen untuk menentukan arah pembangunan dan kebijakan lokal, tetapi juga merupakan bentuk partisipasi politik yang fundamental dalam |Page 123 Copyright A 202X. Nama Author. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 1. March 2024. Hal 123-129 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI: https://doi. org/10. 33365/jsstcs. mewujudkan prinsip-prinsip demokrasi, seperti keadilan, kebebasan, dan kepentingan bersama. Pemilihan kepala daerah memainkan peran kunci dalam membangun tatanan politik yang inklusif dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan dan pengelolaan daerah mereka. Pendampingan pemilihan kepala daerah adalah sebuah upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pemilih dengan tujuan akhir meningkatkan efisiensi dan efektivitas seluruh proses pemilihan. Melalui pendampingan, masyarakat diberikan akses yang lebih baik terhadap informasi dan pendidikan politik yang diperlukan untuk membuat keputusan yang lebih baik saat memilih pemimpin daerah. Pendampingan tidak hanya memperkuat pengetahuan pemilih tentang calon dan isu-isu yang relevan, tetapi juga memberikan keterampilan yang diperlukan untuk mengevaluasi dan membandingkan platform serta rencana aksi dari setiap Dengan demikian, pendampingan tidak hanya berkontribusi pada meningkatnya partisipasi pemilih yang berkualitas, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan pemilihan yang lebih transparan dan akuntabel, yang pada gilirannya meningkatkan integritas dan hasil keseluruhan dari pemilihan kepala daerah. Pendampingan juga memainkan peran penting dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh pemilih, seperti minimnya akses informasi, ketidakpastian politik, dan ketidakpedulian terhadap proses pemilihan(Mangngasing et al. , 2. Dengan memberikan bimbingan dan dukungan yang tepat, pendampingan membantu membangun kepercayaan dan keberanian dalam mengambil bagian dalam proses demokratis, terutama bagi pemilih yang mungkin merasa kurang percaya diri atau terpinggirkan. Selain itu, pendampingan juga memfasilitasi dialog antara pemilih dan calon, memperkuat keterlibatan aktif dalam politik lokal, serta merangsang diskusi dan refleksi yang lebih mendalam mengenai kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat. Dengan demikian, pendampingan bukan hanya sekadar upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih, tetapi juga merupakan instrumen penting dalam memperkuat kualitas demokrasi dan pemerintahan yang baik di tingkat lokal. Pendampingan juga membantu mengurangi potensi kesalahan pemilih yang mungkin terjadi akibat kurangnya pemahaman tentang proses pemilihan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang tata cara pemilihan dan tugas mereka sebagai pemilih, masyarakat yang didampingi menjadi lebih mampu untuk melakukan proses pemilihan dengan tepat dan efisien. Hal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan pemilihan yang mempengaruhi hasil akhir pemilihan, sehingga meningkatkan integritas dan kepercayaan publik terhadap proses demokratis(Gurning et al. , 2. Secara keseluruhan, pendampingan tidak hanya membantu meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih, tetapi juga mendukung tercapainya pemilihan kepala daerah yang lebih efisien, efektif, dan akuntabel, yang sesuai dengan prinsip-prinsip dasar demokrasi yang sehat. Pendampingan dapat memperkuat hubungan antara pemilih dan pemerintah daerah, menciptakan saluran komunikasi yang lebih terbuka dan berkelanjutan(Herman et al. , 2. Dengan demikian, pemilih dapat merasa lebih didengar dan dihargai oleh para pemimpin yang mereka pilih, sementara pemerintah daerah dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan dan aspirasi masyarakat yang mereka layani. Selain itu, pendampingan juga memfasilitasi pemahaman yang lebih baik tentang tanggung jawab masyarakat dalam memonitor kinerja pemimpin yang terpilih dan memastikan akuntabilitas yang berkelanjutan. Dengan meningkatnya partisipasi dan pemahaman masyarakat, serta hubungan yang lebih baik antara pemilih dan pemimpin, proses pemilihan kepala daerah dapat menjadi lebih efektif dalam menghasilkan pemimpin yang mampu memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat secara METODE PELAKSANAAN Tahapan sosialisasi pemilihan kepala daerah melibatkan serangkaian kegiatan untuk mengedukasi dan membimbing masyarakat tentang proses pemilihan, calon yang bersaing, dan pentingnya partisipasi aktif dalam proses demokratis. Gambar tahapan soliasisasi pemilihan kepala daerah seperti pada gambar 1. |Page 124 Copyright A 202X. Nama Author. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 1. March 2024. Hal 123-129 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI: https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Gambar 1. Tahapan Sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah Berikut adalah beberapa tahapan umum dalam sosialisasi pemilihan kepala daerah: Penyuluhan dan Informasi Awal: Pada tahap ini, dilakukan penyebaran informasi dasar mengenai pemilihan kepala daerah, seperti tanggal pemilihan, prosedur pemilihan, kriteria pencalonan, dan hak serta kewajiban pemilih. Kegiatan ini bisa dilakukan melalui media massa, brosur, dan pertemuan masyarakat. Pelatihan dan Lokakarya: Masyarakat dapat dilibatkan dalam pelatihan dan lokakarya yang bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran pemilih, proses pemilihan, dan kriteria penilaian terhadap calon. Pelatihan ini dapat mencakup pemahaman tentang visi, misi, dan rencana kerja calon serta pentingnya partisipasi aktif dalam memilih pemimpin. Diskusi dan Forum Publik: Mengadakan diskusi dan forum publik di tingkat lokal untuk memungkinkan masyarakat bertukar pendapat, bertanya langsung kepada calon, dan mendengarkan pandangan dari berbagai pihak. Ini membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang isu-isu kunci yang dihadapi wilayah mereka dan cara-cara yang diajukan oleh calon untuk mengatasinya. Kampanye Sosial dan Media Sosial: Melalui kampanye sosial dan media sosial, informasi tentang pentingnya partisipasi dalam pemilihan dan profil calon dapat disebarkan lebih luas. Kampanye ini dapat dilakukan secara online maupun offline, termasuk penyiaran iklan, posting media sosial, dan kegiatan turun ke lapangan. Pendampingan dan Bimbingan Individu: Masyarakat yang membutuhkan bantuan tambahan atau memiliki pertanyaan khusus dapat mendapatkan pendampingan dan bimbingan individu dari kelompok masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, atau panitia pemilihan. Pendampingan ini dapat membantu memastikan bahwa setiap individu memiliki pengetahuan yang cukup untuk membuat keputusan yang informasional saat memilih. Evaluasi dan Pemantauan: Setelah tahapan sosialisasi dilaksanakan, penting untuk melakukan evaluasi untuk mengevaluasi keberhasilan dan menilai efektivitas program. Pemantauan juga harus dilakukan selama proses sosialisasi berlangsung, sehingga dapat dilakukan penyesuaian atau perbaikan jika diperlukan untuk memastikan bahwa pesanpesan sosialisasi diterima dengan baik oleh masyarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Sosialisasi dan pendampingan sebagai upaya peningkatan kualitas pemilih dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemilihan kepala daerah telah memberikan dampak yang signifikan pada partisipasi dan pemahaman masyarakat(Islah et al. , 2. Berbagai kegiatan sosialisasi, seperti penyuluhan, pelatihan, diskusi publik, dan kampanye sosial, berhasil menciptakan kesadaran politik yang lebih tinggi di kalangan masyarakat. Pendampingan individu dan kelompok juga telah memberikan bimbingan yang diperlukan bagi pemilih, membantu mereka memahami proses pemilihan, mengidentifikasi calon yang sesuai dengan visi dan aspirasi mereka, serta mempersiapkan mereka untuk melakukan pemilihan secara efisien. |Page 125 Copyright A 202X. Nama Author. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 1. March 2024. Hal 123-129 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI: https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Sosialisasi dan pendampingan sebagai upaya peningkatan kualitas pemilih untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemilihan kepala daerah telah memberikan dampak positif yang signifikan. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, terlihat peningkatan kesadaran politik dan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pemilihan kepala daerah. Pelaksanaan berbagai kegiatan sosialisasi, seperti pelatihan, lokakarya, dan diskusi publik, berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemilihan kepala daerah serta tanggung jawab mereka sebagai pemilih. Selain itu, pendampingan individu dan kelompok juga memberikan bantuan yang lebih personal dan berfokus pada kebutuhan khusus masyarakat, yang berkontribusi pada peningkatan pemahaman tentang calon, isu-isu kunci, dan prosedur Pendekatan sosialisasi dan pendampingan terbukti sangat efektif dalam meningkatkan kualitas pemilih dalam konteks pemilihan kepala daerah. Melalui berbagai kegiatan yang terorganisir dengan baik, masyarakat diberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya partisipasi aktif dalam proses demokrasi. Diskusi publik dan forum interaktif memungkinkan pemilih untuk berbagi pandangan dan mendapatkan informasi langsung dari calon, sehingga memungkinkan mereka membuat keputusan yang lebih terinformasi. Selain itu, pendampingan individu dan kelompok memberikan dukungan yang personal dan khusus kepada pemilih, terutama bagi mereka yang membutuhkan bantuan tambahan atau informasi lebih lanjut. Melalui pendampingan ini, pemilih dapat merasa lebih percaya diri dan siap untuk melakukan pemilihan, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan efisiensi proses pemilihan. Dengan demikian, kombinasi antara sosialisasi dan pendampingan telah membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemilihan kepala daerah. Masyarakat menjadi lebih terlibat dalam proses politik, sementara proses pemilihan sendiri menjadi lebih transparan dan berintegritas. Hal ini menunjukkan bahwa upaya untuk meningkatkan kualitas pemilih melalui pendekatan yang holistik dan terintegrasi dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi demokrasi lokal. Upaya sosialisasi dan pendampingan dalam pemilihan kepala daerah menjadi kunci penting dalam meningkatkan kualitas pemilih dan efisiensi proses pemilihan. Melalui kegiatan sosialisasi, masyarakat diberdayakan dengan pengetahuan yang cukup untuk membuat keputusan yang informasional dan berbasis pengetahuan saat memilih calon. Selain itu, pendampingan individu dan kelompok memberikan dukungan tambahan kepada masyarakat yang membutuhkan, sehingga memastikan bahwa tidak ada pemilih yang tertinggal atau kurang informasi dalam proses pemilihan. Dengan meningkatnya partisipasi dan pemahaman masyarakat, proses pemilihan kepala daerah dapat berjalan lebih efisien dan efektif, menghasilkan pemimpin yang mampu mewakili aspirasi dan kebutuhan masyarakat secara lebih baik. Oleh karena itu, sosialisasi dan pendampingan merupakan strategi yang efektif dalam memperkuat demokrasi lokal dan memastikan bahwa suara semua pemilih didengar dan dihargai dalam pemilihan kepala 1Bimbingan Teknis (Bimte. Dalam Pemilihan Kepala Daerah Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimte. dalam pemilihan kepala daerah adalah serangkaian acara yang dirancang khusus untuk memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas kepada berbagai pihak yang terlibat dalam proses pemilihan, termasuk petugas pemilihan, pengawas pemilu, panitia pemilihan, dan stakeholder terkait lainnya. Berikut adalah beberapa kegiatan yang biasanya dilakukan dalam Bimtek pemilihan kepala daerah: Pelatihan Hukum Pemilihan: Memberikan pemahaman mendalam tentang undang-undang dan peraturan terkait pemilihan kepala daerah kepada para petugas pemilihan dan pengawas pemilu. Hal ini mencakup penjelasan mengenai prosedur pemilihan, peran serta tanggung jawab masing-masing pihak, serta tata cara penanganan berbagai situasi yang mungkin terjadi selama pemungutan suara. Teknik Penyelenggaraan Pemilihan: Memberikan pelatihan praktis tentang bagaimana menyusun dan mengelola proses pemilihan kepala daerah, termasuk perencanaan logistik, pengaturan tempat pemungutan suara, penghitungan suara, serta pelaporan hasil Penggunaan Perangkat Teknologi: Jika ada. Bimtek juga mencakup pelatihan tentang penggunaan perangkat teknologi dalam proses pemilihan, seperti sistem informasi pemilih, |Page 126 Copyright A 202X. Nama Author. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 1. March 2024. Hal 123-129 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI: https://doi. org/10. 33365/jsstcs. mesin pemungutan suara elektronik, atau aplikasi pemantauan pemilihan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua pihak terampil dalam menggunakan teknologi tersebut untuk memfasilitasi pemilihan yang efisien dan akurat. Pemantauan dan Pengawasan: Memberikan pelatihan kepada pengawas pemilu dan panitia pemilihan tentang teknik pemantauan dan pengawasan yang efektif selama proses pemilihan berlangsung. Ini mencakup identifikasi tanda-tanda kecurangan atau pelanggaran, pelaporan yang tepat waktu, dan tindakan yang dapat diambil untuk mengatasi masalah tersebut. Pengelolaan Konflik dan Penyelesaian Sengketa: Memberikan pemahaman tentang teknik pengelolaan konflik dan penyelesaian sengketa dalam konteks pemilihan kepala daerah. Ini meliputi penanganan keluhan atau protes, mediasi antara pihak-pihak yang terlibat, dan prosedur pengaduan serta penyelesaian sengketa hukum. Melalui kegiatan Bimtek ini, diharapkan semua pihak yang terlibat dalam pemilihan kepala daerah memiliki pemahaman yang cukup dan keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas mereka dengan baik, sehingga memastikan bahwa pemilihan berjalan dengan lancar, adil, dan demokratis. Foto dokumentasi kegiatan bimtek seperti pada gambar 2. Gambar 2. Dokumentasi Bimbingan Teknis Kegiatan Pemilihan Kepala Daerah 2Tingkat Pemahaman Tentang Kegiatan Yang Berlangsung Tingkat pemahaman tentang kegiatan Bimbingan Teknis (Bimte. dalam pemilihan kepala daerah sangat penting untuk memastikan efektivitas pelaksanaan pemilihan. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipahami oleh peserta Bimtek: Tujuan Kegiatan: Peserta perlu memahami tujuan utama dari Bimtek, yaitu memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas kepada mereka yang terlibat dalam proses pemilihan kepala daerah. Hal ini mencakup pemahaman tentang peraturan dan prosedur pemilihan, penggunaan teknologi, manajemen logistik, pengawasan, dan penyelesaian sengketa. Ruang Lingkup Materi: Peserta harus mengetahui materi apa saja yang akan dibahas dalam Bimtek. Ini termasuk pemahaman mendalam tentang undang-undang dan regulasi terkait pemilihan kepala daerah, teknik penyelenggaraan pemilihan, penggunaan perangkat teknologi, pengelolaan konflik, dan aspek-aspek lain yang relevan dengan proses pemilihan. Metode Pelatihan: Peserta perlu memahami bagaimana materi akan disampaikan dalam Bimtek. Apakah akan ada presentasi, diskusi kelompok, studi kasus, atau latihan praktis? |Page 127 Copyright A 202X. Nama Author. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 1. March 2024. Hal 123-129 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI: https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Memahami metode pelatihan yang akan digunakan dapat membantu peserta untuk lebih mempersiapkan diri dan terlibat secara aktif dalam kegiatan. Peran dan Tanggung Jawab: Peserta perlu memahami peran dan tanggung jawab masingmasing dalam proses pemilihan kepala daerah. Ini termasuk pemahaman tentang tugastugas petugas pemilihan, pengawas pemilu, panitia pemilihan, dan stakeholder lainnya, serta bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam menjaga integritas dan keberlangsungan proses pemilihan. Evaluasi dan Umpan Balik: Peserta juga perlu memahami bahwa Bimtek bukanlah hanya sekadar pelatihan satu arah, tetapi juga merupakan kesempatan untuk memberikan umpan balik dan evaluasi terhadap kegiatan tersebut. Ini memungkinkan penyelenggara Bimtek untuk mengetahui kebutuhan dan harapan peserta, serta membuat perbaikan yang diperlukan untuk kegiatan berikutnya. Dengan memahami hal-hal di atas, peserta Bimtek dapat lebih siap dan terlibat secara efektif dalam kegiatan, sehingga memastikan bahwa tujuan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam pemilihan kepala daerah dapat tercapai dengan baik. Hasil tingkat pemahaman tentang kegiatan yang berlangsung pada kegiatan bimtek pemilihan kepala seperti pada Gambar 3. Gambar 4. Hasil Tingkat Pemahaman Bimbingan Teknis Kegiatan Pemilihan Kepala Daerah Hasil tingkat pemahaman tentang kegiatan yang berlangsung pada kegiatan Bimtek pemilihan kepala daerah menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta terkait proses pemilihan kepala daerah. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang berbagai aspek pemilihan, termasuk prosedur hukum, teknik penyelenggaraan, pengawasan, serta penyelesaian Peserta Bimtek menunjukkan peningkatan pemahaman yang jelas tentang peran dan tanggung jawab mereka dalam pemilihan kepala daerah. Mereka menjadi lebih terampil dalam merencanakan dan mengelola proses pemilihan, termasuk pengaturan logistik, tata cara pemungutan suara, dan pelaporan hasil. Selama kegiatan Bimtek, peserta juga mendapatkan pelatihan tentang teknik pemantauan dan pengawasan yang efektif selama pemilihan. Mereka mampu mengidentifikasi potensi pelanggaran atau kecurangan, serta memiliki pengetahuan tentang prosedur penyelesaian sengketa yang dapat diterapkan jika diperlukan. Hal ini meningkatkan kemampuan peserta dalam menjaga integritas dan keadilan dalam proses pemilihan kepala daerah. KESIMPULAN Pendampingan pemilihan kepala daerah adalah sebuah upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pemilih dengan tujuan akhir meningkatkan efisiensi dan efektivitas seluruh proses Melalui pendampingan, masyarakat diberikan akses yang lebih baik terhadap |Page 128 Copyright A 202X. Nama Author. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 1. March 2024. Hal 123-129 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI: https://doi. org/10. 33365/jsstcs. informasi dan pendidikan politik yang diperlukan untuk membuat keputusan yang lebih baik saat memilih pemimpin daerah. Hasil tingkat pemahaman tentang kegiatan yang berlangsung pada kegiatan Bimtek pemilihan kepala daerah menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta terkait proses pemilihan kepala daerah. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang berbagai aspek pemilihan, termasuk prosedur hukum, teknik penyelenggaraan, pengawasan, serta penyelesaian sengketa. Peserta Bimtek menunjukkan peningkatan pemahaman yang jelas tentang peran dan tanggung jawab mereka dalam pemilihan kepala Mereka menjadi lebih terampil dalam merencanakan dan mengelola proses pemilihan, termasuk pengaturan logistik, tata cara pemungutan suara, dan pelaporan hasil. DAFTAR PUSTAKA