Jurnal Nasional Holistic Science Vol. No. Desember 2025, pp. ISSN: 2721-3838. DOI: 10. 30596/jcositte. Instilling the integrity of human values in the elementary school curriculum: a global perspective review Egha Devika Sirait1. Elisa Rahma Putri2. Eghy Jesika Sirait3. Roma Ananda Manalu4. Elfrianto5 1,2,3,4,5Universitas Efarina. Indonesia Email: eghadevikasirait14@gmail. elisaramaputri@gmail. eghyjesikasirait@gmail. nandamanalu12@gmail. elfrianto82@gmail. ABSTRAK Integritas nilai kemanusiaan merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter peserta didik sekolah dasar di tengah arus globalisasi yang semakin kompleks. Perkembangan global menghadirkan nilai-nilai universal seperti keadilan, empati, toleransi, perdamaian, dan penghormatan terhadap martabat manusia yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Sekolah dasar memiliki peran strategis dalam menginternalisasi nilai-nilai tersebut melalui kurikulum yang sistematis dan berperspektif global. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penanaman integritas nilai kemanusiaan dalam kurikulum sekolah dasar berdasarkan perspektif global. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis jurnal ilmiah nasional dan internasional, dokumen kebijakan pendidikan, serta laporan organisasi global yang relevan dengan pendidikan karakter dan kewargaan global. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai kemanusiaan dapat dilakukan melalui pembelajaran berbasis nilai, pendidikan karakter, serta pengembangan kurikulum yang kontekstual dan inklusif. Perspektif global menekankan pentingnya pengembangan kompetensi global citizenship, seperti empati lintas budaya, sikap menghargai keberagaman, dan kepedulian terhadap isu kemanusiaan global. Guru berperan penting sebagai teladan moral dan fasilitator pembelajaran dalam menanamkan nilai kemanusiaan melalui keteladanan, pembiasaan, dan refleksi kritis dalam proses pembelajaran. Kata kunci: integritas nilai kemanusiaan. kurikulum sekolah dasar. perspektif global ABSTRACT The integrity of human values is the main foundation in the character formation of elementary school students amidst the increasingly complex currents of globalization. Global developments present universal values such as justice, empathy, tolerance, peace, and respect for human dignity that need to be instilled from an early age. Elementary schools have a strategic role in internalizing these values through a systematic curriculum with a global perspective. This article aims to examine the instillation of the integrity of human values in the elementary school curriculum from a global perspective. The research method used is a literature study by analyzing national and international scientific journals, educational policy documents, and reports from global organizations relevant to character education and global citizenship. The results of the study indicate that the integration of human values can be achieved through values-based learning, character education, and the development of a contextual and inclusive curriculum. The global perspective emphasizes the importance of developing global citizenship competencies, such as cross-cultural empathy, respect for diversity, and concern for global humanitarian issues. Teachers play a crucial role as moral role models and learning facilitators in instilling human values through role models, habituation, and critical reflection in the learning process. Keyword: integrity of human values. elementary school curriculum. global perspective Corresponding Author: Egha Devika Sirait. Universitas Efarina. Jl. Pendeta J. Wismar Saragih No. Bane. Kec. Siantar Utara. Kota Pematang Siantar. Sumatera Utara 21143. Indonesia Email: eghadevikasirait14@gmail. Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/HS A Jurnal Nasional Holistic Science INTRODUCTION Perkembangan dunia yang semakin dinamis dan terintegrasi melalui globalisasi serta kemajuan teknologi informasi menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan di semua jenjang, khususnya pendidikan dasar. Globalisasi meningkatkan intensitas interaksi lintas budaya dan memperluas akses informasi, sehingga peserta didik tidak hanya berhadapan dengan realitas lokal, tetapi juga realitas global yang kompleks. Dalam konteks ini, sekolah dasar sebagai lembaga pendidikan formal memiliki tanggung jawab strategis untuk menanamkan nilai-nilai moral dan kemanusiaan yang kuat agar peserta didik mampu menyikapi perubahan sosial secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai kemanusiaan seperti keadilan, empati, toleransi, saling menghormati, serta penghargaan terhadap martabat manusia menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter peserta didik yang berintegritas dan beretika dalam kehidupan sehari-hari. Kurikulum sekolah dasar memegang peran sentral sebagai perangkat pembelajaran dalam menginternalisasi nilai-nilai tersebut melalui pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan. Pendidikan karakter yang mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan ke dalam kurikulum tidak hanya berkontribusi pada pembentukan sikap individual yang positif, tetapi juga pada pengembangan kesadaran sosial dan kewargaan yang inklusif. Kurikulum yang dirancang dengan perspektif global berpotensi memperluas wawasan peserta didik terhadap tantangan dan isu-isu kemanusiaan yang bersifat universal, seperti penghormatan terhadap keberagaman budaya, hak asasi manusia, serta keterlibatan dalam relasi sosial global. Oleh karena itu, penanaman integritas nilai kemanusiaan melalui kurikulum sekolah dasar berperspektif global menjadi langkah fundamental dalam menciptakan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan tanggung jawab sebagai warga dunia. Berbagai penelitian terkini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai kemanusiaan ke dalam kurikulum dapat memperkuat pendidikan karakter sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Implementasi nilai-nilai global dalam proses pembelajaran tidak hanya berdampak pada perkembangan sikap sosial peserta didik, tetapi juga membantu mereka memahami peran dan tanggung jawab sosial dalam konteks masyarakat yang semakin plural. Sejumlah studi mengungkapkan bahwa kurikulum yang dirancang dengan memasukkan nilai-nilai global dan kemanusiaan mampu meningkatkan sikap toleransi, empati, serta keterbukaan terhadap perbedaan di kalangan siswa sekolah dasar (Amnala. Fitriyah, & Puspitaningrum, 2023. Wulandari. Alfiani, & Saputra, 2. Dengan demikian, kajian akademik mengenai penanaman integritas nilai kemanusiaan dalam kurikulum sekolah dasar dari perspektif global menjadi penting untuk dilakukan sebagai kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan nasional yang adaptif dan responsif terhadap tantangan RESEARCH METHOD Tinjauan literatur mengenai penanaman integritas nilai kemanusiaan dalam kurikulum sekolah dasar menekankan pentingnya pendidikan karakter sebagai fondasi pembentukan sikap moral peserta didik sejak usia Integritas nilai kemanusiaan mencakup nilai empati, keadilan, toleransi, penghargaan terhadap martabat manusia, serta tanggung jawab sosial. Berbagai kajian menunjukkan bahwa sekolah dasar merupakan fase strategis untuk internalisasi nilai-nilai tersebut karena peserta didik berada pada tahap awal perkembangan Kurikulum yang mengintegrasikan nilai kemanusiaan secara konsisten dalam proses pembelajaran terbukti mampu membentuk perilaku sosial yang positif serta memperkuat karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, dari perspektif global, pendidikan di sekolah dasar tidak lagi cukup berorientasi pada konteks lokal dan nasional semata, tetapi juga perlu membekali peserta didik dengan kesadaran sebagai warga Perspektif global dalam kurikulum menekankan pemahaman terhadap keberagaman budaya, hak asasi manusia, perdamaian, dan keadilan sosial. Literatur terkini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai kewargaan global dalam pembelajaran membantu siswa mengembangkan sikap terbuka, toleran, dan inklusif. Dengan demikian, penanaman integritas nilai kemanusiaan melalui kurikulum yang berperspektif global menjadi upaya strategis untuk mempersiapkan generasi yang mampu hidup harmonis dalam masyarakat global tanpa kehilangan identitas nasional. Metode penelitian yang relevan untuk mengkaji tema ini umumnya menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, terutama melalui studi literatur, analisis dokumen kurikulum, serta wawancara dan observasi terhadap praktik pembelajaran di sekolah dasar. Pendekatan ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dan perspektif global diintegrasikan dalam kurikulum dan proses Selain itu, beberapa penelitian juga menggunakan metode studi kasus untuk menelaah implementasi kurikulum di sekolah tertentu, serta pendekatan kuantitatif melalui survei guna mengukur sikap dan pemahaman siswa terhadap nilai kemanusiaan dan kewargaan global. Kombinasi metode tersebut dinilai mampu memberikan gambaran yang komprehensif mengenai efektivitas penanaman nilai kemanusiaan dalam pendidikan dasar. Jurnal Nasional Holistic Science Vol. No. Desember 2025: 355 Ae 358 Jurnal Nasional Holistic Science A RESULTS AND DISCUSSION Integritas Nilai-Nilai Kemanusiaan Nilai-nilai kemanusiaan pada dasarnya berkaitan dengan aspek etika dan moral yang mengatur perilaku serta tindakan manusia agar sesuai dengan norma dan menghormati martabat manusia. Menurut Koentjaraningrat, nilai kemanusiaan merupakan nilai etis yang menyangkut kelakuan dan perbuatan manusia dalam kehidupan sosial, yang berlandaskan pada penghormatan terhadap hak dan martabat manusia. Nilai-nilai tersebut mencerminkan ajaran mengenai baik dan buruk yang diterima secara sosial, meliputi sikap, kewajiban, akhlak, budi pekerti, dan kesusilaan. Secara umum, kemanusiaan dapat dimaknai sebagai moralitas yang menjadi pedoman dalam bertindak dan bersikap. Dalam konteks ini, nilai-nilai kebenaran dipandang sebagai bagian integral dari nilai kemanusiaan, karena kebenaran merupakan sesuatu yang bersifat hakiki, tidak berubah, dan memiliki kebermaknaan penting dalam kehidupan manusia. Kebenaran dapat diungkapkan melalui berbagai bentuk, jalur, dan pemahaman, namun pada hakikatnya tetap bersifat universal. Unsur-unsur nilai kebenaran antara lain rasa ingin tahu, sikap tidak diskriminatif, semangat menyelidiki, intuisi, serta kecintaan terhadap kebenaran itu Selain kebenaran, nilai kemanusiaan juga mencakup nilai kedamaian. Kedamaian dipahami sebagai keadaan batin yang ditandai oleh ketenangan, ketenteraman, dan kebahagiaan yang bersumber dari dalam diri Nilai kedamaian menuntut kemampuan untuk melakukan introspeksi dan pengendalian diri, sehingga seseorang mampu menata pikiran, perkataan, dan tindakannya secara bijaksana. Kedamaian sejati tidak bergantung pada perhitungan untung dan rugi, keberhasilan atau kegagalan, melainkan lahir dari kesadaran moral dan keseimbangan batin yang dibangun secara konsisten. Integritas Nilai Kemanusiaan dalam Kurikulum Sekolah Dasar Integrasi nilai-nilai kemanusiaan dalam kurikulum sekolah dasar menjadi semakin krusial, terutama di era masyarakat 5. 0 yang ditandai oleh kemajuan teknologi dan kompleksitas kehidupan sosial. Pendidikan karakter perlu ditempatkan sebagai bagian integral dari kurikulum agar peserta didik tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki sikap, perilaku, dan karakter yang positif. Pendidikan karakter berperan penting dalam membentuk kepribadian siswa agar menjadi individu yang berintegritas, beretika, dan bertanggung jawab (Santoso, 2. Melalui pengintegrasian nilai kemanusiaan dalam kurikulum, peserta didik diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai seperti empati, toleransi, kerja sama, dan saling menghargai dalam kehidupan seharihari. Kurikulum yang berorientasi pada nilai kemanusiaan harus mampu menanamkan pemahaman etis serta mengembangkan kesadaran sosial siswa, sehingga mereka memahami pentingnya hidup berdampingan dalam masyarakat yang beragam (Darliana, 2. Nilai-nilai ini menjadi fondasi penting dalam membangun karakter siswa yang kuat dan adaptif terhadap dinamika sosial. Namun demikian, implementasi nilai kemanusiaan dalam kurikulum masih menghadapi berbagai Salah satu kendala utama adalah keterbatasan pemahaman guru dalam mengintegrasikan pendidikan karakter secara efektif dalam proses pembelajaran. Kurangnya pengetahuan mengenai strategi dan teknik pendidikan karakter dapat menghambat penerapan kurikulum yang berorientasi humanistik (Rahmawati. Oleh karena itu, peningkatan profesionalisme guru melalui pelatihan yang berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar akademik, tetapi juga sebagai teladan dalam menginternalisasi nilai-nilai kemanusiaan kepada siswa (Prayoga, 2. Selain peran guru, dukungan kebijakan pemerintah juga sangat menentukan keberhasilan integrasi nilai kemanusiaan dalam kurikulum. Kebijakan pendidikan yang menempatkan pendidikan karakter sebagai aspek fundamental akan mendorong sekolah untuk lebih serius mengembangkan pembelajaran berbasis nilai kemanusiaan (Arifin, 2. Dari sisi materi ajar, buku teks dan media pembelajaran perlu dirancang agar mencerminkan nilai-nilai empati, keadilan, kerja sama, dan penghargaan terhadap sesama. Materi pembelajaran yang relevan dan kontekstual terbukti mampu meningkatkan ketertarikan siswa terhadap pendidikan karakter (Fadilah, 2. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam penguatan pendidikan karakter. Keterlibatan orang tua dan komunitas dalam kegiatan sekolah, baik melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun program kemasyarakatan, dapat memperkuat internalisasi nilai kemanusiaan pada diri siswa (Haryanto, 2. Dengan sinergi berbagai pihak, integrasi nilai kemanusiaan dalam kurikulum sekolah dasar dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Implementasi Nilai Kemanusiaan dalam Kurikulum Sekolah Dasar Implementasi nilai kemanusiaan dalam kurikulum sekolah dasar merupakan bagian strategis dari pendidikan karakter yang bertujuan membentuk pribadi peserta didik yang berempati, adil, dan peduli terhadap Nilai-nilai kemanusiaan seperti saling menghormati, keadilan, kesetaraan, dan tanggung jawab sosial perlu dijadikan landasan dalam setiap proses pembelajaran. Oleh karena itu, sekolah perlu mengintegrasikan (Egha Devika Sirai. A Jurnal Nasional Holistic Science nilai-nilai tersebut ke dalam berbagai mata pelajaran, seperti Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan Agama, dan pembelajaran tematik. Proses integrasi nilai kemanusiaan dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, salah satunya dengan menciptakan suasana pembelajaran yang inklusif dan partisipatif. Pembelajaran berbasis konteks kehidupan nyata, seperti diskusi mengenai hak asasi manusia, keberagaman budaya, dan kebersamaan sosial, dapat menjadi media yang efektif untuk menanamkan nilai kemanusiaan. Selain itu, keteladanan guru memegang peran penting dalam implementasi nilai-nilai tersebut. Sikap guru yang adil, empatik, dan menghargai perbedaan akan menjadi contoh nyata bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, implementasi nilai kemanusiaan dalam kurikulum sekolah dasar tidak terlepas dari berbagai tantangan, terutama keterbatasan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran berbasis nilai. Oleh karena itu, dukungan berupa pelatihan, pendampingan, dan pengembangan profesional guru perlu dilakukan secara berkelanjutan. Di samping itu, keterlibatan orang tua dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung penerapan nilai kemanusiaan secara holistik. Implementasi yang konsisten dan sinergis diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian sosial yang tinggi. CONCLUSION Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa penanaman integritas nilainilai kemanusiaan dalam kurikulum sekolah dasar merupakan kebutuhan fundamental di tengah dinamika globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi. Nilai-nilai kemanusiaan, seperti kebenaran, kedamaian, empati, toleransi, keadilan, serta penghargaan terhadap martabat manusia, memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik sejak usia dini. Kurikulum yang dirancang secara sistematis dan berperspektif global mampu membantu siswa memahami keberagaman, menumbuhkan kesadaran sebagai warga dunia, serta membekali mereka dengan sikap moral dan sosial yang positif tanpa mengabaikan identitas Keberhasilan integrasi dan implementasi nilai-nilai kemanusiaan dalam kurikulum sekolah dasar sangat bergantung pada sinergi berbagai pihak, terutama peran guru, kebijakan pendidikan, serta dukungan orang tua dan masyarakat. Guru sebagai aktor utama pendidikan dituntut memiliki pemahaman, kompetensi, dan keteladanan dalam menginternalisasi nilai-nilai kemanusiaan melalui pembelajaran yang inklusif, kontekstual, dan berkelanjutan. Dengan dukungan kebijakan pendidikan yang berpihak pada penguatan pendidikan karakter serta kolaborasi yang solid antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat, penanaman integritas nilai kemanusiaan dalam kurikulum sekolah dasar dapat diimplementasikan secara efektif dan berkontribusi dalam mencetak generasi yang unggul secara akademik sekaligus berkarakter kuat dan berkepribadian luhur. REFERENCES