Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 Klitik Klausa Pasif Bahasa Manggarai Dialek Barat Passive Clause Clitics Western Dialek of Manggarai Language Buha Aritonang1 Abstract Clitics is one of the language systems retained in the Western dialect of Manggarai. The clitics in that language is a bound form that phonologically has no stress and its form can not be regarded as a bound morpheme. To analyze it is used clitics theory. The purpose of this study is to describe the type of clitics, the proclitics form, and its manifestation in the passive clause of Western dialect of Manggarai language. The research method used is descriptive-qualitative method. The results of this study indicate that . the type of clitics in the Manggarai language of the Western dialect is classified into a prestigious prestigious proclitics, pronominal genetic encryption, and the pronominal enclosure of the subject. the proximal pronounced pronominal form de= alomorfed with d= and belongs to the prestigious pronominal possessive. The form of de proclitics follows the / h / consonant, whereas d= follows the vowel form. proximal pronominal to the proper noun in the form of di=. the name of pronoun is de =, and the name of office . ocial statu. is de =. the pronominal and genetic encryption of pronominal subjects can be manifested in the construction of the Western Manggarai dialectAos passive clause. Keywords: clitics, enclitics, passive clause Abstrak Klitik merupakan salah satu sistem bahasa yang terdapat dalam bahasa Manggarai dialek Barat. Klitik dalam bahasa itu merupakan bentuk terikat yang secara fonologis tidak memiliki tekanan sendiri dan bentuknya tidak dapat dianggap sebagai morfem terikat. Untuk menganalisinya digunakan teori morfologi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis klitik, bentuk proklitik, dan perwujudannya dalam klausa pasif bahasa Manggarai dialek Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa . jenis klitik dalam bahasa Manggarai dialek Barat diklasifikasikan menjadi proklitik pronominal posesif, enklitik pronominal genetif, dan enklitik pronominal subjek. bentuk proklitik pronominal posesif de= beralomorf dengan d= dan tergolong sebagai proklitik pronominal posesif. Bentuk proklitik de= mengikuti bentuk berawalan konsonan /h/, sedangkan d= mengikuti bentuk vokal. proklitik pronominal posesif untuk nama diri insan berupa di=. nama diri bukan insan berupa de=, dan nama jabatan . tatus sosia. berupa de=. enklitik pronominal genetif dan enklitik pronominal subjek dapat diwujudkan dalam kontruksi klausa pasif bahasa Manggarai dialek Barat. Kata kunci: klitik, enklitik, klausa pasif Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Jalan Daksinapati Barat IV. Rawamangun. Jakarta 13220. Telepon . Faksimile 4750407. Pos-el: buhaaritonang@yahoo. Buha Aritonang : Klitik Klausa Pasif Bahasa Manggarai . Pendahuluan Bahasa secara garis besar merupakan alat verbal yang digunakan untuk 2 Bahasa adalah suatu sistem tanda bunyi yang disepakati untuk digunakan oleh anggota kelompok masyarakat tertentu dalam bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan 3 Bahasa adalah penggunaan kode yang merupakan gabungan fonem sehingga membentuk kata dengan aturan sintaksis untuk membentuk kalimat yang memiliki arti. Jika dikaitkan dengan pernyataan para linguis tersebut, bahasa berfungsi dan berperan strategis dalam kehidupan Manusia tanpa bahasa akan sulit berkembang dan maju. Manusia yang memiliki bahasa pun akan mengalami kesulitan dalam mengembangkan dan memajukan kehidupannya apabila tidak menggunakan atau memanfaatkan bahasa sesuai degan fungsi dan perannya. Hal itu mengindikasikan bahwa bahasa perlu dipelihara dan dikembangkan. Seperti yang kita ketahui terdapat beraneka ragam etnik di Indonesia yang masing-masing memiliki bahasa daerah yang berbeda-beda. Setiap bahasa daerah dimaksud berfungsi bagi masyarakat Namun, fungsi bahasa setiap bahasa hanya terbatas pada ruang lingkup masyarakat pendukungnya atau hanya digunakan dalam komunikasi antaranggota suku . elompok etni. Salah satu bahasa daerah yang dimaksud adalah bahasa Manggarai. Menurut Kosmass5, bahasa Chaer. Linguistik Umum. , 30. Yuwono and Multamia. Pesona Bahasa. Langkah Awal Memahami Linguistik, 3. Andarini. AuUnsur Bahasa. Anderson. Stephen AoEnglish Reduced Auxiliaries Really Are Simple CliticsAo. ,Ay 35. Kosmass. AuAoKonstruksi Pasif Bahasa Manggarai: Sebuah Analisis Leksikal Manggarai merupakan salah satu bahasa daerah di Pulau Flores bagian Barat. Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan wilayah pemakaiannya meliputi wilayah administratif tiga kabupaten yang sekaligus wilayah guyub tutur dan budaya . Manggarai, yakni Kabupaten Manggarai. Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Manggarai Timur. Beliau menjelaskan juga bahwa bahasa Manggarai secara tipologi morfologis tergolong sebagai bahasa isolasi Aobahasa yang tidak pengimbuhanAo6 bahasa ini tidak memiliki pemarkah morfologis, terutama afiksasi. Proses morfologis bahasa itu hanya reduplikasi dan komposisi. Bahasa Manggarai termasuk subkelompok Flores Barat. 7 Ia menyatakan bahasa Manggarai termasuk subkelompok Flores Barat. Sementara itu, kata-kata dalam bahasa Manggarai dari aspek morfologi bersifat monomorfemik yang sekurang-kurangnya memiliki tiga ciri, yaitu . tidak memiliki pemarkah kala atau gender pada pronominal. kata-katanya bersifat invariabel atau tidak ada sufiks, dan . tidak memiliki morfologi derivasional dan Sementara itu, 10 dengan tegas mengelompokkan dialek bahasa FungsionalAo. Dalam Retorika: Jurnal Ilmu Bahasa,Ay 11. Suryadi. AuAoBentuk Memperhatikan Dan MemerkosaAo. ,Ay 745Ae47. Fernandez. Relasi Historis Kekerabatan Bahasa Flores: Kajian Linguistik Historis Komparatif Terhadap Sembilan Bahasa Di Flores, 12. Finegan. Language: Its Structure and Use. Crystal. The Cambridge Encyclopedia of Language. , 293. Verheijen. Manggarai Dan Wujud Tertinggi. Diterjemahkan Oleh Alex Beding Dan Marsel Beding Dari Judul Aslinya Het Hoogste Wezen Bij de Manggaraiers. , 16. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 Manggarai secara dialektologis, yaitu . bahasa Manggarai dialek Tengah, . bahasa Manggarai dialek Barat, . bahasa Manggarai dialek /S/ > /H/ (MSH), yakni fonem /s/ mengalami shifting menjadi /h/, . bahasa Manggarai dialek Timur, dan . bahasa Manggarai dialek Timur Jauh. Bahasa Manggarai dialek Timur Jauh merupakan suatu enklaf bahasa Manggarai di Kabupaten Ngada, tepatnya di wilayah Riung. Salah satu di antara kelima dialek bahasa Manggara tersebut tergolong sebagai bahasa Manggarai standar, yaitu bahasa Manggarai dialek Timur. Hal yang mendukungnya karena wilayah bahasa Manggarai dialek Timur, tepatnya Ruteng, pernah menjadi pusat pemerintahan, ekonomi, politik, dan pendidikan sebelum wilayah Manggarai secara administrarif dibagi menjadi tiga kabupaten seperti sekarang ini, yaitu Kabupaten Manggarai. Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. Bahkan, 11 menegaskan bahwa bahasa Manggarai dialek Timur merupakan dialek yang terkaya dengan fonem dibanding dengan bahasa Manggarai dialek lainnya. Berkenaan dengan sistem bahasa, semua bentuk atau satuan unit bahasa ternyata tidak dapat dikategorikan dengan mudah karena beberapa sistemnya. Salah satu sistem bahasa dimaksud adalah klitik dalam bahasa Mangarai dialek Barat. Namun, 12 menyatakan bahwa klitik merupakan salah satu bentuk yang sulit diidentifikasikan dan diklasifikasikan. Pernyataan itu tentu saja dapat saja dibenarkan, tetapi pemikiran ke arah analisis klitik sendiri masih perlu dilakukan. Berdasarkan hal itu, klitik bahasa Mangarai dialek Verheijen. Kamus Manggarai I: ManggaraiIndonesia. XV. Yuliawati. AuKlitika Dalam Bahasa Inggris: Satu Kajian MorfologisAy. , 1. Barat yang akan dideskripsikan lebih lanjut tentu berlandaskan asumsi bahwa para pengguna bahasa Manggarai dialek Barat diduga jarang menyikapi keberadaan klitik. Hal itu dapat dimaklumi karena mereka hanya tinggal memakai bahasa itu tanpa harus memperhatikan aspek klitik karena mereka menganggap hal tersebut tidak berpengaruh terhadap bahasa yang mereka gunakan. Padahal, penggunaan klitik dalam bahasa Manggarai dialek Barat terkandung satu hal yang sangat esensial dalam kaitannya dengan hubungan masyarakat, yaitu nilai kesopanan. Nilai kesopanan itu seakan luput dari pehatian penutur bahasa Manggarai dialek Barat tentang hal penggunaan klitik. Fenomena seperti itu tidak sepenuhnya disalahkan karena mereka kurang bahkan tidak pernah mendapat informasi, pengetahuan, atau pemahaman bagaimana keberadaan Berdasarkan hal itu, klitik bahasa Manggarai dialek Barat diasumsikan masih cukup relevan untuk dicermati. Hal itu didasarkan oleh klitik bahasa itu yang belum teridentifikasi. Jadi, kajian klitik bahasa Manggarai, khususnya dialek Barat tentu masih menarik untuk diwujudkan. Dengan adalah . apakah jenis klitik dalam bahasa Manggarai dialek Barat?, . bagaimanakah bentuk-bentuk jenis klitik dalam bahasa Manggarai dialek Barat?, dan . apakah jenis enklitik yang mewujudkan klausa pasif bahasa Manggarai dialek Barat. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan memberi informasi tentang jenis klitik, bentuk-bentuk jenis klitik, dan jenis enklitik yang mewujudkan klausa pasif bahasa Manggarai dialek Barat. Hasil penelitian ini diharapkan Buha Aritonang : Klitik Klausa Pasif Bahasa Manggarai . dapat memberikan manfaat terhadap . pengembangan teori linguistik, khususnya tentang klitik. pembinaan dan pengembangan bahasa daerah terutama bahasa Manggarai dialek Barat. kebijakan pembinaan tata bahasa atau kaidah bahasa bahasa Manggarai dialek Barat. Kajian Pustaka dan Kerangka Teoritis Kajian Pustaka Klitik merupakan bentuk terikat yang secara fonologis tidak memiliki tekanan sendiri. Hal itu dibuktikan dengan adanya beberapa hasil penelitian tentang klitik dalam bahasa daerah yang telah dipublikasikan dan dicermati. merupakan satuan kebahasaan yang dapat melekat pada argumen inti dan non-inti yang kehadirannya dikaitkan dengan konstituen subjek penderita (SPe. Jenis klitik yang muncul dalam klausa pasif BM dipilah menjadi enklitik pronominal subjek (EPS) dan enklitik pronominal genetif (EPG). Letak enklitik pronominal subjek (EPS) tersebut selalu pada FA . ilekatkan pada FA. entah yang dipromosikan ke posisi awal klausa sebagai topik adalah subjek penderita (SPe. atau frasa agen (Fa. Sementara itu, letak enklitik pronominal genetif (EPG) adalah pada verba (V) sebagai strategi dipromosikannya frasa agen (Fa. ke posisi awal klausa sebagai topik. Fungsi enklitik pronominal subjek (EPS) dalam suatu klausa pasif bahasa Manggarai adalah sebagai santiran pronominal atau perujukan silang subjek penderita (SPe. Dengan itu subjek penderita (SPe. dapat dilesapkan dalam tuturan. Fungsi enklitik pronominal genetif (EPG) adalah sebagai pemarkah milik yang berkaitan dengan SPN sekaligus sebagai pemarkah penominalan. Arka dan Jeladu . telah meneliti klitik bahasa Manggarai, tetapi analisisnya terbatas pada penyebutan jenis klitik Hanafi menyatakan bahwa klitik bahasa Tolaki dapat dikelompokkan menjadi dua bentuk, yaitu klitik berberntuk proklitik dan enklitik. Proklitik bahasa Tolaki berupa ku-, to-, tombe-, u-, i-, ki-, kimbe, no, dan ro- yang dapat melekat pada verba, sedangkan bentuk proklitik no- dan uhanya dapat melekat pada adjektiva. Enklitik tersebut berada pada posisi depan kedua jenis kategori kata tersebut. Bentuk enklitik bahasa Tolaki adalah Ae kona, -mana, -ko, -ke, dan Aeki yang dapat melekat pada verba, sedangkan bentuk Klitik bahasa Sasak menurut proklitik Aemami, -mu, -ro, -nggu, -ndo. Isnaeni memiliki karakter yang cukup dan Aeno dapat melekat pada nomina. unik dan beragam karena klitik bahasa Selain klitik dalam bahasa itu lebih komplek, baik dari segi Tolaki, klitik klausa pasif bahasa fungsi maupun bentuk. 15 Klitik dalam Manggarai telah dideskripsikan oleh bahasa Sasak selalu hadir dalam setiap Mangga. 14 Beliau menyatakan bahwa pemerian dan secara morfologis dapat klitik klausa pasif bahasa Manggarai mempengaruhi bentuk kata yang Bentuk klitik bahasa Sasak Hanafi. AuAoPola Konstruksi Klitik Bahasa dialek Meno-Mene menurut Sultana16 TolakiAo. Dalam Humaniora,Ay 299. Mangga. AuKlitika Dalam Klausa Pasif Bahasa ManggaraiAy. Dalam Linguistik Indonesia. Februari 2016, 57-66 Volume Ke-34. No. Diunduh Tanggal 15 Desember 2017. Volume 34:64. Isnaeni. AuPerbandingan Klitika Dalam Bahasa Sasak Dengan Klitika Dalam Bahasa IndonesiaAy. , 60. Sultana. AuAnalisis Bentuk Klitikdalam Bahasa Sasak Dialek Meno-MeneAy. Dalam Lingua. Vol. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 terdiri atas dua bentuk, yaitu . proklitik /k-/, /da-/, dan /na-/ dan inklitik /-k/, /-m/, /-n/, /-e/,/, /-da/, /-ta/, /-na/, /-kmo/, dan /-ko/. Klitik /k/, dan /-ko/ bahasa Sasak dialek Meno-Mene berfungsi sebagai bentuk kata ganti bentuk pertama tunggal yang memiliki makna sebagai personal tunggal yang berbicara atau yang Bentuk /-m/, /-e/, /-km. dan /Aeda/ berfungsi sebagai bentuk secara konsep dasar mempunyai makna sama, yaitu yang diajak bicara atau yang sapa. Bentuk /-n/ dan /-na/ berfungsi sebagai bentuk kata ganti orang ketiga tunggal bermakna sebagai orang yang berada di luar pembicara atau lawan bicara. bentuk /-ta/ berfungsi sebagai bentuk kata ganti orang pertama jamak yang bermakna sebagai pembicara bersama dengan yang diajak berbicara. Kerangka Teori Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori klitik. Menurut Lockwood 17, klitik merupakan grammatical item yang secara sintaksis bertindak menyerupai sebuah kata penuh . ull wor. , tetapi secara fonologis bertindak menyerupai sebuah afiks yang melekat pada sebuah kata yang mendahului atau mengikutinya. mendefinisikan klitik sebagai bentukbentuk singkat, biasanya hanya terdiri atas satu suku kata, secara fonologis tidak mendapat tekanan, kemunculannya dalam tuturan selalu melekat pada bentuk lain, tetapi dapat dipisahkan. Senada dengan itu, menurut 19, klitik mengacu pada unit-unit linguistik intermediat, yang secara gramatikal berperilaku 14. No. Maret 2017. Diunduh Tanggal 20 Desember 2017. Volume 14. No 1. Bulan Maret 2017:77. Lockwood. Syntactic Analysis Description. , 168. Chaer. Linguistik Umum. , 153. Russi. Italian Clitics: An Empirical Study. , 3. seperti kata atau frasa yang kepadanya mereka bergabung untuk membentuk tetapi secara fonologis terikat pada kata yang berdekatan dengannya, yang secara tradisional disebut host. Menurut Verhaar merupakan bentuk terikat yang secara fonologis tidak mempunyai tekanan Menurut Russi klitik merupakan salah satu morfem yang tidak terikat pada kelas kata tertentu. 20 Berdasarkan beberapa definisi yang disebutkan di atas, dapat dikatakan bahwa klitik merupakan satuan kebahasaan yang tidak dapat berdiri sendiri, tetapi bersandar padaAo kata lain yang menjadi tuan rumah . Tuan rumah klitik dapat berupa induk . ead-nou. atau bukan atau preposition atau verba atau Berkaitan dengan posisi kata yang menjadi tuan rumahnya, klitik dibedakan menjadi dua, yakni proklitik dan enklitik. Proklitik adalah klitik yang terletak di sebelah kiri dari kata yang menjadi tuan rumahnya. Sementara itu, enklitik adalah klitik yang terletak di sebelah kanan dari kata yang menjadi tuan rumahnya. Jadi, dapat dinyatakan bahwa klitik merupakan sebuah kata secara sintaksis tetapi hanyalah sebuah morfem apabila dicermati dari aspek morfologis dan fonologis. Sementara itu, klitik dari segi posisi dapat dibedakan atas dua, yaitu klitik posisi awal . atau disebut juga posisi pinggiran . eripheral position clitic. dan klitik posisi akhir . atau disebut juga posisi kedua . econd position clitic. Verhaar. Asas-Asas Linguistik Umum. , 119. Himmelmann. AuAoThe Austronesian Languages of Asia and Madagascar: Typological Characteristics. Ao Dalam The Austronesian Languages of Asia and Madagascar. London and New York: Routledge. ,Ay 132Ae33. Buha Aritonang : Klitik Klausa Pasif Bahasa Manggarai . Pronomina . ata gant. adalah kata yang menggantikan benda atau sesuatu yang dibendakan yang berfungsi sebagai subjek dan objek di samping sebagai klitika, demikian 22. Kata ganti yang digunakan meliputi kata ganti orang, yaitu kata yang menggantikan orang atau benda penggantinya. Jenis kata ganti orang meliputi . kata ganti orang pertama, yaitu orang yang berbicara dengan cakupan . kata ganti orang pertama tunggal, . kata ganti orang pertama jamak. kata ganti orang kedua, yaitu orang yang yang diajak berbicara dengan cakupan . kata ganti orang kedua tunggal dan . kata ganti orang kedua jamak. kata ganti orang ketiga, yaitu orang yang dibicarakan dengan cakupan . kata ganti orang ketiga tunggal dan . kata ganti orang ketiga jamak. Menurut struktur klausa dalam bahasa sangat mempengaruhi makna bahasa itu Misalnya dalam klausa pasif, ia dapat menciptakan makna tindakan yang disengaja atau tidak sengaja. Dalam bahasa Indonesia, afiks ter- . agam forma. dan ke- . agam nonforma. digunakan untuk tindakan yang tidak disengaja, sedangkan afiks di- untuk sebaliknya. Berdasarkan uraian terhadap ketiga istilah tersebut, penelitian ini mengacu pada teori klitik yang digunakan oleh Russi,24. Chaer,25 Kridalaksana, 26 dan Verhaar27. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Susilarini. Bahasa Dan Sastra Indonesia. Miller. An Introduction to English Synax. , xvi. Russi. Italian Clitics: An Empirical Study. , 3. Chaer. Linguistik Umum. , 153. Kridalaksana. Kamus Linguistik. , 126. Verhaar. Asas-Asas Linguistik Umum. , 119. kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah . ebagai lawan eksperime. yang mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi . , analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasik penelitian kualitatif lebih menekanan makna daripada generalisasi. 28 Sehubungan dengan metode itu, penelitian ini termasuk penelitian lapangan karena data yang diperoleh adalah data lisan yang diperoleh langsung dari lokasi penelitian untuk secara langsung dari Menurut Sugiyono29, populasi adalah wilayah generalisasi yang terdidi atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya dan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh Dengan penerapan teknik sampling, penelitian ini menerapkan sampling purposive, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan 30 Dengan demkikian informan yang dipilih sebagai sampel sebanyak tiga orang dengan kriteria jujur, berusia dewasa, dan tidak memiliki cacat wicara yang berasal dari kelompok-kelompok sosial yang penting dalam masyarakat. Data penelitian ini adalah katakata yang mengandung klitik dalam bahasa Manggarai dialek Barat yang diperoleh dari tuturan-tuturan informan di lapangan. Data tersebut diperoleh dalam bentuk catatan lapangan, wawancara, dan hasil rekaman. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif. Dan R & D. , 9. Sugiyono, 80Ae81. Sugiyono, 81. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 Sumber data penelitian ini adalah data lisan yang diperoleh dari sejumlah masyarakat yang memiliki kemampuan atau pengetahuan menuturkan bahasa Manggarai dialek Barat dan data tulis yang diperoleh dari publikasi tertulis tentang bahasa itu. Alat pengumpulan data menggunakan panduan wawancara dan tape recorder. Metode pengumpulan data menggunakan metode cakap dan simak,yaitu metode yang digunakan oleh peneliti untuk mengadakan percakapan dengan informan dan menyimak pembicaraan yang dituturkan oleh informan, sedangkan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik rekam dan teknik catat. Peneliti melakukan percakapan langsung dengan informan saat pengumpulan data. Selama percakapan berlangsung peneliti merekam tuturantuturan bahasa Manggarai dialek Barat yang dianggap berhubungan dengan masalah penelitian. Teknik rekam digunakan dengan pertimbangan bahwa data yang diteliti adalah data lisan. Peneliti pun melakukan pengamatan . etode sima. pada informan bahasa Manggarai dialek Barat. Metode analisis data mengacu pada metode analisis deskriptif, yaitu peneliti berusaha tentang bahasa Manggarai dialek Barat. Dengan dasar itu, data dianalisis secara deskriptif kualitatif, yaitu suatu cara yang digunakan dalam menganalisis bahasa dan segala uraiannya didasarkan pada kenyataan yang ada pada bahasa yang sedang dianalisis. Penggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif itu bertujuan untuk memaparkan data yang terseleksi berdasarkan eksistensi klitik. Pembahasan Jenis Klitik Posisi klitik dapat menentukan jenis Karena hal itu menjadi acuan, klitik bahasa Manggarai dialek Barat diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yakni proklitik pronominal posesif . , enklitik pronominal genetif (EPG), dan enklitik pronominal subjek (EPS). Istilah posesif dan genetif mengacu pada kepemilikan dan penominalan, namun keduanya mengandung perbedaan. Enklitik pronominal genetif melekat pada benda yang dimiliki . ossessed nou. , sedangkan proklitik pronominal posesif melekat pada pronominal pemilik . ronominal possesso. Enklitik pronominal subjek melekat pada nomina atau frasa nomina. Proklitik Pronominal Posesif . Proklitik pronominal posesif . Bentuk de= dan d= dengan huruf tebal pada Tabel 1 tergolong proklitik pronominal posesif. Proklitik pronominal posesif de= berlaku untuk pronomina persona kedua de=hau AomilikmuAo dan ketiga jamak de=mi Aomilik kalianAo karena proklitik de= mengikuti bentuk berawalan konsonan /h/, sedangkan d= berlaku untuk pronomina persona pertama tunggal d=aku Aomilik sayaAo, pronomina persona ketiga tunggal d=iha Aomilik sayaAo, pronomina persona pertama tunggal d=aku AomiliknyaAo, pronomina persona Mangga. AuKlitika Dalam Klausa Pasif Bahasa ManggaraiAy. Dalam Linguistik Indonesia. Februari 2016, 57-66 Volume Ke-34. No. Diunduh Tanggal 15 Desember 2017. Volume 34:59. Arka and Jeladu. AuPassive without Passive Morphology? Evidence from Manggarai. Ay Dalam Arka. & Malcolm. (Ed. The Many Faces of Austronesian Voice Systems: Some New Empirical Studies, 93. Buha Aritonang : Klitik Klausa Pasif Bahasa Manggarai . pertama jamak d=ami Aomilik kamiAo, dan pronomina persona ketiga jamak d=ise Aomilik mereka karena proklitik de= mengikuti bentuk berawalan vokal/a/ dan /i/. Contoh pemakaiannya seperti pada . Ai. Tabel 1: Proklitik Pronominal Posesif Bahasa Manggarai Dialek Barat d=/de= Keterangan: PP1T = Pronomina persona pertama tunggal PP2T = Pronomina persona kedua tunggal PP3T = Pronomina persona ketiga tunggal PP1J = Pronomina persona pertama jamak pada . PP3T iha Ao-kamuAo pada . PP1J ami Ao-kamiAo pada . , dan PP3J ise Ao-mereka pada . sehingga terbentuk konstruksi d=aku Aomilikku . Ao, di=ha Aomiliknya, da=mi Aomilik amiAo, dan do=se Aomilik mereka. Semua bentuk yang mengikuti oleh proklitik pronominal posesif d= tersebut berhuruf fonem vokal /a/ dan /i/. Sementara itu, proklitik pronominal posesif de= diikuti bentuk PP2T hau AokamuAo dan PP2J mi AokalianAo. Bentuk yang mengikuti oleh proklitik pronominal posesif de= tersebut berhuruf fonem konsonan /h/ dan /m/. Untuk nama diri . berlaku posesif di= seperti pada Tabel 2 dan contoh penggunaannya seperti pada . Tabel 2: Proklitik Pronominal Posesif Bahasa Manggarai Dialek Barat di= untuk Nama Diri Insan PP2J = Pronomina persona kedua jamak PP3J = Pronomina persona ketiga jamak = Klitik . Hitu . d=aku . ku, say. AoItu milikku . Hitu . de=hau AoItu milikmuAo . Hitu . d=iha AoItu miliknyaAo . Hitu . d=ami AoItu milik kamiAo . Hitu . de=mi AoItu milik kalianAo . Hitu . AAd=ise AoItu milik merekaAo . Hoo . di=sius. AoIni milik SiusAo. Hoo . di=ema. AoIni milik ayahAo. Hoo . di=ende. AoIni milik ibu. Hoo . di=amang. AoIni milik paman. Proklitik pronominal posesif di= Proklitik pronominal posesif diikuti oleh bentuk nama diri insan Sius d= diukuti bentuk PP1T aku AosayaAo Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 pada . , ema AoayahAo pada . , ende AoibuAo . Hoo . de=asu. , dan amang AopamanAo pada . AoIni milik anjingAo sehingga terwujud konstruksi di=sius Aomilik SiusAo, di=ema Aomilik ayahAo, . Hoo . orin de=jarang. di=ende Aomilik ibuAo, dan di=amang AoIni milik kudaAo. Aomilik pamanAo. Hoo . orin de=manuk Untuk AoIni milik ayamAo. insan berlaku penggunaan proklitik Proklitik pronominal posesif pronominal posesif de= seperti seperti pada Tabel 4 dan contoh penggunaannya de= diikuti oleh bentuk nama diri bukan insan Mori Kraeng AoTuhanAo pada . , pada . Ai. dewa AodewaAo pada . , kaba AokerbauAo Tabel 3: Proklitik Pronominal Posesif Bahasa pada . , asu anjingAo pada . , jarang Manggarai Dialek Barat de = untuk AokudaAo pada . , dan manuk AoayamAo pada . sehingga terwujud konstruksi Nama Diri Bukan Insan de=Mori Kraeng Aomilik TuhanAo, de=dewa Aomilik dewaAo, . e= kaba Aomilik kerbauAo, de=asu. Aomilik anjingAo, de=jarang Aomilik kudaAo, dan de=manuk Aomilik ayamAo. Hoo . de=Mori Kraeng. AoIni milik TuhanAo. Hoo . de=dewa. Proklitik pronominal posesif de= berlaku untuk nama jabatan . tatus sosia. seperti pada Tabel 4 dan contoh penggunaannya pada . Ai. AoIni milik dewaAo. Hoo . e= kaba. AoIni milik kerbauAo Tabel 4: Proklitik Pronominal Posesif Bahasa Manggarai Dialek Barat de= untuk Nama Jabatan (Status Sosia. Buha Aritonang : Klitik Klausa Pasif Bahasa Manggarai . AoItu milik kepala sukuAo. Nama jawaban atau status sosial bupati AobupatiAo, camat AocamatAo, kepala desa/kampung Aokepala desa/kampungAo, pemerinta AopemerintahAo, roeng AorakyatAo, tua golo. Aokepala sukuAo, pendeta AopendetaAo, tuang AopastorAo, dan suster AosusterAo pada . Ai. mengikutin proklitik pronominal posesif de= sehingga terbentuk konstruksi de= bupati Aomilik bupatiAo, de=camat Aomilik camatAo, de=kepala desa/kampung Aomilik kepala desa/kampungAo, de=pemerinta Aomilik pemerintahAo, de=roeng Aomilik rakyatAo, de=tua golo Aomilik kepala sukuAo, de=pendeta. Aomilik pendetaAo, de=tuang Aomilik pastorAo, dan de= suster Aomilik SusterAo. Hitu . Enklitik Pronominal Genetif (EPG) AoItu milik pendetaAo. Bahasa Manggarai dialek Barat memiliki enam enklitik pronominal genetif seperti diperlihatkan pada Tabel 5 dan contoh pemakaiannya diperlihatkan pada . Ai. Hitu . de=bupati. AoItu milik bupatiAo. Hitu . de=camat. AoItu milik camatAo. Hitu . de=kepala desa/ AoItu milik kepala desa/kampungAo. Hitu . de=pemerinta. AoItu milik pemerintahAo. Hitu . de=roeng. AoItu milik rakyatAo. Hitu . de=tua golo. Hitu AA. AoItu milik pastorAo. Hitu AA. AoItu milik SusterAo. Tabel 5: Enklitik Pronominal Genetif Bahasa Manggarai Dialek Barat Enam bentuk enklitik pronominal genetif bahasa Mangarai dialek Barat pada Tabel 5 adalah . bentuk =g untuk pronomina persona pertama tunggal, . =gm untuk pronomina persona pertama jamak, . =m untuk pronomina persona kedua tunggal, . =s untuk pronomina persona kedua jamak, . =n untuk pronomina persona ketiga tunggal, dan . =d untuk pronomina persona ketiga jamak seperti diperlihatkan Tabel 5. Akan tetapi, enklitik pronominal genetif berbeda dengan proklitik pronominal Enklitik pronominal genetif bahasa Manggarai dialek Barat melekat pada pemilik . , tetapi Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 proklitik pronominal posesif melekat 4. Enklitik Pronominal Subjek (EPS) pada termilik . Bahasa Manggarai dialek Barat Bentuk =g untuk pronomina memiliki enam enklitik pronominal persona pertama tunggal pada . subjek seperti diperlihatkan pada Tabel 6 AorumahAo dan contoh pemakaiannya diperlihatkan sehingga terwujud konstruksi mbaru=g pada . Ai. AorumahkuAo. =gm untuk pronomina Tabel 6: persona pertama tunggal pada . Enklitik Pronominal Subjek Bahasa mengikuti kata mbara AorumahAo sehingga Manggarai Dialek Barat terwujud konstruksi mbaru=gm Aorumah =m untuk pronomina persona pertama tunggal pada . mengikuti kata mbara AorumahAo sehingga terwujud konstruksi mbaru=m Aorumah kamu. =s untuk pronomina persona pertama tunggal pada . mengikuti kata mbara AorumahAo sehingga terwujud konstruksi mbaru=s Aorumah kalian. =n untuk pronomina persona pertama tunggal pada . mengikuti kata mbara AorumahAo sehingga terwujud konstruksi mbaru=n Aorumahnya. dan =d untuk pronomina persona pertama tunggal pada . Tabel 6 menunjukkan bahwa mengikuti kata mbara AorumahAo sehingga terwujud konstruksi mbaru=d Aorumah enklitik pronominal subjek =k berlaku untuk pronominal pertama tunggal. =km berlaku untuk pronominal pertama . Hitu mbaru=g. =h berlaku untuk pronominal kedua tunggal. =m berlaku untuk AoItu rumahkuAo. pronominal kedua jamak. =y berlaku . AHitu mbaru=gm. untuk pronominal ketiga tunggal, dan =s berlaku untuk pronominal ketiga AoItu rumah kamiAo. Enklitik pronominal subjek . Hitu mbaru=m. ini merupakan santiran pronominal . ronominal cop. atau penyebutan AoItu rumah kamuAo. ulang subjek. Dengan kata lain, gejala . Hitu mbaru=s. santiran pronominal menurut Kayne . dalam Syamsuddin . AoItu rumah kalianAo. disebut subjek klitik. Itu berarti bahwa . AHitu mbaru=n enklitik pronominal subjek tidak dapat dilesapkan dalam tuturan dan bentuk itu AoItu rumahnyaAo. berfungsi sebagai santiran pronominal. AHitu mbaru=d. Enklitik pronominal subjek AoItu rumah merekaAo. =k pada . mengikuti nomina wae AoairAo dan verba cebong AomandiAo yang berfungsi merujuk pada Buha Aritonang : Klitik Klausa Pasif Bahasa Manggarai . penyebutan ulang subjek aku AoakuAo sehingga terbentuk konstruksi wae=k AoairAo dan cebong=k AomandiAo. Enklitik pronominal subjek =km pada . mengikuti nomina muku AopisangAo dan verba lonto-lonto Aoduduk-duduk dengan merujuk pada penyebutan ulang subjek ami Aokami sehingga terbentuk konstruksi muku=km AopisangAo dan lonto-lonto=km Aodudu-dudukAo. Enklitik pronominal subjek =h pada . mengikuti nomina seng AouangAo dan verba pecu=h AokentutAo dengan merujuk pada penyebutan ulang subjek hau Aokamu sehingga terbentuk konstruksi seng=h AouangAo dan pecu=h AokentutAo. Enklitik pronominal subjek =m pada . mengikuti nomina dea Aoberas dan ajektiva sodu AokalahAo dengan merujuk pada penyebutan ulang subjek meu AokalianAo sehingga terbentuk konstruksi dea=m AoberasAo dan sodu=m AokalahAo. Enklitik pronominal subjek =y pada . mengikuti nomina atung Aojagung dan verba toko AotidurAo dengan merujuk pada penyebutan ulang subjek hia AoiaAo sehingga terbentuk konstruksi latung=y AojagungAo dan toko=y Aosaya tidurAo. Enklitik pronominal subjek =s pada . mengikuti nomina woja AopadiAo dan verba retang AomenangisAo dengan merujuk pada penyebutan ulang subjek ise AomerekaAo sehingga terbentuk konstruksi woja=s AopadiAo dan retang=s AomenangisAo. Dengan demikian, enklitik pronominal subjek melekat pada objek dalam klausa aktif transitif seperti pada . Ai. Aku inung wae=k. AoSaya minum airAo. Aku cebong=k. AoSaya mandiAo. Ami hang muku=km. AoKami makan pisangAo. Ami lonto-lonto=km. AoKami dudu-dudukAo. Hau emi seng=h. AoKamu ambil uangAo. Hau pecu=h. AoKamu kentutAo. Meu ceha dea=m. AoKalian menyembunyikan berasAo. Meu sodu=m. AoKalian kalahAo. Hia tegi latung=y. AoIa minta jagungAo. Hia toko=y. AoIa tidurAo. Ise tako woja=s. AoMereka mencuri padiAo. Ise retang=s. AoMereka menangisAo. Klitik Klausa Pasif Manggarai Dialek Barat Bahasa Perubahan morfologi verba tidak menandai konstruksi pasif bahasa Manggarai dialek Barat karena dari sudut pandang tipologi morfologis bahasa itu tergolong bahasa isolasi, yaitu bahasa yang sangat miskin dengan proses morfologis. Untuk menandai konstruksi pasif bahasa Manggarai dialek Barat adalah frasa agen (FA. berpreposisi li dengan alomorf l dan le. Penggunaan preposisi li jika pronominal yang mengikutinya berupa proper name Aonama diriAo. Penggunaan preposisi le jika pronominal yang didahului berupa Pengunaan preposisi l jika Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 selalu sesuai dengan status tunggal (T) atau jamak (J) pronominal SPen. EPS =k dalam konstruksi liha=k Aooleh diaAo pada . menerangkan subjek penderita (SPe. aku AosayaAo yang berstatus tunggal . ronominal persona pertama tungga. EPS =h dalam konstruksi lise=h Aooleh merekaAo pada . menerangkan SPen hau Aokamu/engkauAo yang berstatus T . ronominal persona kedua tungga. EPS =y dalam konstruksi laku=y pada . menerangkan SPen hia Aoia/diaAo yang berstatus tunggal T . ronominal persona ketiga tungga. EPS =km dalam konstruksi le guru=km pada . menyatakan SPen ami AokamiAo yang berstatus jamak J . ronominal persona pertama jama. EPS =m Muku sa roto hitu weli lise=y. dalam konstruksi pendeta=m pada . SPen satu keranjang ituT beli menyatakan SPen meu AokalianAo yang FA=EPS berstatus jamak J . ronominal persona AoPisang satu keranjang itu dibeli oleh kedua jama. EPS =s dalam konstruksi asu=s pada . menyatakan SPen merekaAo. ise AomerekaAo yang berstatus jamak J Muku lima roto hitu weli lise=s. ronominal persona ketiga jama. pronominal pengikutnya didahului oleh vokal dan secara penulisan tidak terpisahkan dari pronominal yang mengikutinya karena mengalami proses kontraksi, yaitu dari li aku/ami menjadi laku/lami Aooleh sayaAo dan Aooleh kamiAo. Berdasarkan hal itu, klausa pasif dalam bahasa Manggarai dialek Barat selalu memperlihatkan kehadiran klitik di dalamnya. Klitik yang selalu hadir tersebut adalah enklitik pronominal subjek (EPS) yang menerangkan status tunggal atau jama. dari subjek penderita (SPe. seperti diperlihatkan pada . SPen lima keranjang ituJ beli FA=EPS Aku ongga liha=k. AoPisang lima keranjang itu dibeli oleh merekaAo. SPen pukul FAg=EPS AoSaya dipukul oleh diaAo. Pada . bentuk muku AopisangAo berfungsi sebagai subjek penderita (Spe. Enklitik yang menerangkan status tungal (T) atau jamak (J) muku AopisangAo tidak melekat pada konstituen argumen muku AopisangAo, tetapi pada konstituen non-argumen, yakni FAg lise Aooleh merekaAo. Ketika SPen muku AopisangAo itu berstatus tunggal seperti pada . , enklitik yang melekat pada FAg adalah =y, sedangkan ketika SPen muku AopisangAo itu berstatus jamak seperti enklitik . yang melekat pada FAg, yaitu =s. Hau tombo Berkaitan dengan contoh . , enklitik yang melekat pada FAg pada . Hemi lise=h. SPen bicara FAg=EPS AoEngkau dibicarakan oleh merekaAo. Hia laku=y. SPen tampar FAg=EPS AoIa/dia ditampar oleh sayaAo. Ami le guru=km. SPen marah FAg=EPS AoKami dimarahi oleh guruAo. benang le pendeta=m. Buha Aritonang : Klitik Klausa Pasif Bahasa Manggarai . SPen larang FAg=EPS AoKalian dilarang oleh pendetaAo. Ise kudu le asu=s. SPen kejar FAg=EPS AoMereka dikejar oleh anjingAo. Susunan konstituen klausa . aAi45. dapat dirumuskan dengan formula SPen V FAg = EPS. SPen dalam konstruksi . aAi. menjadi topik klausa dan konstituen lainnya menjadi penjelas . on-topi. Apabila konstituen lain seperti verba dijadikan sebagai topik, susunan konstituennya menjadi V FAg = EPS (SPe. SPen tentu dapat dibubuhi tanda kurung karena bentuk itu dalam tuturan yang dapat dilesapkan karena kehadiran EPS yang melekat pada FAg sebagai santiran pronominal . ronominal cop. atau penyebutan ulang subjek dari SPen. Benang le pendeta=m . larang FAg=EPS (SPe. Ao(Kalia. dilarang oleh pendetaAo. kudu le asu=s . kejar FAg=EPS (SPe. Ao(Merek. dikejar oleh anjingAo. Apabila FAg dijadikan topik informasi, susunan konstituennya menjadi FA = EPS V= EPG (SPe. Pengedepanan FAg ini memiliki konsekuensi logis, yakni pada V yang didahului oleh FAg tersebut dikenakan EPG. Pada uraian sebelumnya tentang EPG sudah dikatakan bahwa fungsi EPG adalah menyatakan kepemilikan. Akan tetapi, apabila EPG itu dilekatkan pada verba, verba mengalami proses Proses ini terjadi karena Sementara itu, struktur klausa bahasa Manggara dialek Barat tidak pasif BM dengan veerba (V) dijadikan mengenal pengafiksasian verba menjadi sebagai topik klausa dapat dilihat pada nomina, misalnya pe putus an > . pemutusan dalam bahasa Indonesia. Ongga liha=k . Klausa pasif yang FAnya pukul FAg=EPS (SPe. dipromosikan menjadi topik seperti pada . Ao(Say. dipukul oleh diaAo. Hia=k ongga=g . Tombo lise=h . FAg=EPS V=EPG (SPe. bicara FAg=EPS (SPe. AoOleh dia pemukulan . erhadap Ao(Engka. dibicarakan oleh say. dilakukanAo. merekaAo. Laku=y baka=n . Baka laku=y . FAg=EPS V=EPG (SPe. tampar FAg=EPS (SPe. AoOleh Ao(Ia/di. ditampar oleh sayaAo. erhadap di. dilakukanAo. Rani le guru=km . Le guru=km rani=gm . marah FAg=EPS (SPe. FAg=EPS V=EPG (SPe. AoKami dimarahi oleh guruAo. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 AoOleh guru tindakan marah . tatus sosia. berupa de=. Keberadaan . erhadap kam. dilakukanAo. masing-masing pronominal genetif =g, =gm, =m, =s. Le camat=m =n, dan =d disesuaikan dengan makna . pronomina persona dan posisinya selalu FAg=EPS V=EPG (SPe. melekat pada bentuk yang mendahului. Keberadaan masing-masing bentuk AoOleh camat larangan . erhadap enklitik pronominal subjek =k, =km, kalia. dilakukanAo. =h, =m, =y, dan =s pun disesuaikan pula dengan makna pronomina persona dan Le asu=s kudu=d . posisinya selalu melekat pada bentuk FAg=EPS V=EPG (SPe. yang mendahului. Perubahan morfologi AoOleh pengejaran verba tidak menandai konstruksi pasif bahasa Manggarai dialek Barat karena . erhadap merek. dilakukanAo. bahasa itu merupakan bahasa isolasi Contoh . ahasa yang tidak memiliki klausa-klausa pasif yang FAnya dipromosikan menjadi topik. Verba pemarkahan ongga pada . dikenai EPG =g afiksas. Bentuk yang menandai menjadi ongga=g Aopemukulan . erhadap konstruksi Manggarai Barat say. Ao. Verba baka pada . dikenai EPG =n menjadi bakan=n Aopenamparan agen (FA. berpreposisi li dengan . erhadap di. Ao. Verba muAou pada . alomorf l dan le. dikenai EPG =gm menjadi rani=gm Klitik klausa pasif bahasa Aokemarahan . erhadap kam. Ao. Verba Manggarai Barat benang pada . dikenai EPG =s melibatkan enklitik pronominal subjek menjadi benang=s Aolarangan . erhadap dan enklitik pronominal genetif. Enklitik kalia. Ao. Verba dolong pada . pronominal subjek selalu hadir dalam dikenai EPG =d menjadi kudu=d klausa pasif bahasa Manggarai dialek Aopengejaran . erhadap merek. Ao. Barat. Dapat dikatakan bahwa enklitik Posisi klitik sebagai penentu pronominal subjek wajib dalam klausa jenis klitik dalam bahasa Manggarai pasif bahasa Manggarai dialek Barat. dialek Barat berperan untuk menentukan Sementara itu, enklitik pronominal jenis klitik sehingga dikenal . genetif berfungsi sebagai pemarkah proklitik pronominal posesif, . genetif untuk menominalkan verba. enklitik pronominal genetif, dan . Penutup enklitik pronominal subjek. Proklitik Simpulan pronominal posesif de= beralomorf Kesimpulan dengan d=. Bentuk keduanya tergolong proklitik pronominal posesif. Bentuk diidentifikasi dari uraian tadi adalah proklitik de= mengikuti bentuk sebagai berikut. berawalan konsonan /h/, sedangkan Jenis klitik dalam bahasa Manggarai d= mengikuti bentuk vokal. Bentuk dialek Barat diklasifikasikan menjadi proklitik pronominal posesif untuk nama . proklitik pronominal posesif, . diri insan berupa di=, nama diri bukan enklitik pronominal genetif, dan . insan berupa de=, dan nama jabatan enklitik pronominal subjek. Buha Aritonang : Klitik Klausa Pasif Bahasa Manggarai . Bentuk Some New Empirical Studies. posesif de= beralomorf dengan Canbera: Pacific Linguistics, d= dan tergolong sebagai proklitik pronominal posesif. Bentuk proklitik Chaer. Abdul. Linguistik Umum. Jakarta: de= mengikuti bentuk berawalan Rineka Cipta, 2003. konsonan /h/, sedangkan d= Crystal. The Cambridge Encyclopedia mengikuti bentuk vokal. Language. Cambridge: pronominal posesif untuk nama diri Cambridge University Press, insan berupa di=. nama diri bukan insan berupa de=, dan nama jabatan Fernandez. Relasi Historis . tatus sosia. berupa de=. Kekerabatan Bahasa Flores: Kajian Linguistik Historis Enklitik pronominal genetif dan Komparatif Terhadap Sembilan enklitik pronominal subjek dapat Bahasa Di Flores. Ende: Nusa diwujudkan dalam kontruksi klausa Indah, 1996. pasif bahasa Manggarai dialek Barat. Finegan. Language: Its Structure and Kedua jenis klitik tersebut dapat Use. Boston: Wadsworth, 2010. hadir dalam klausa pasif bahasa itu. Hanafi. Hilaluddin. AuAoPola Konstruksi Enklitik pronominal genetif dalam Klitik Bahasa TolakiAo. Dalam klausa pasif bahasa itu berfungsi HumanioraAy Volume 21. No 3, sebagai pemarkah genetif untuk 2009 . : 294Ae300. menominalkan verba. Himmelmann. AuAoThe Austronesian Languages of Asia Saran-saran Madagascar: Typological Penelitian ini masih memerlukan Characteristics. Ao Dalam The kajian lebih lanjut selain kajian klitik. Austronesian Languages of Artinya, sistem bahasa Manggarai dialek Asia and Madagascar. London Barat perlu dikaji dan didokumentasikan. and New York: Routledge. Ay Hasilnya sangat bermanfaat untuk Routledge, 2005. menjaga keberadaan bahasa itu untuk Isnaeni. Mh. AuPerbandingan Klitika masa yang akan datanbg. Dalam Bahasa Sasak Dengan Klitika Dalam Bahasa Daftar Pustaka: