ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13994-14001 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Nilai Sosial Pada Novel Binorrow: Tongkat Musa Dan Tujuh Roh Boorne Karya Sudarman BK Serta Pemanfaatannya Sebagai Modul di SMK Dwi Recksya1. Sutri2. Imam Muhtarom3 1Ai3 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Singaperbangsa Karawang Email: drecksya@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: . nilai sosial yang terkandung di dalam novel Binorrow: Tongkat Musa dan Tujuh Roh Boorne karya Sudarman BK. pemanfaatan nilai sosial novel Binorrow: Tongkat Musa dan Tujuh Roh Boorne karya Sudarman BK terhadap modul pembelajaran teks novel di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teori dasar Groundea Theory dan teknik pegumpulan data dengan dokumen. Hasil penelitian ini yaitu: . Nilai sosial yang terkandung di dalam novel Binorrow: Tongkat Musa dan Tujuh Roh Boorne berupa pengabdian, tolong-menolong, kekeluargaan, kesetiaan, kepedulian, kedisiplinan, empati, keadilan, toleransi, kerja sama, dan demokrasi. Hasil penelitian dimanfaatkan sebagai modul pembelajaran teks novel di SMK Nurul Ansor kelas XII tentang unsur eksterinsik novel. Kata Kunci: Nilai sosial, novel, modul. Abstract The research goals are to describe: . social value of BinorrowAos novel: Stick of Musa and the Seven Boorne by Sudarman BK. application of social value the novel for learning modules of novel text in high school. The research method is the descriptive qualitative theory with content based analysis approach. The data collection techniques used are the grounded theory and documents collection. The research results are: . social values of the novel such as devotion, helpfulness, family nature, loyalty, careness, disciplinary, emphaty, justice, tolerance, cooperativeness, and and . the application of learning modules of novel text in SMK Nurul Ansor grade XII in case of novelAos extrinsic elements. Keywords: Social value, novel, module PENDAHULUAN Dalam berkehidupan, sejatinya manusia terikat dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Nilai erat kaitanya dengan moral dan tingkah laku manusia. Hubungan itu dapat kita pahami sebagai interaksi sosial antarsesama, diri sendiri, maupun lingkungan sekitar. Nilai sosial memiliki peranan yang sangat penting dalam Dalam suatu lingkungan adat, nilai sosial digunakan sebagai benteng atau batasan seseorang dalam berperilaku. Sebab dalam kehidupan masyarakat. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13994-14001 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 fungsi nilai sosial adalah sebagai tolak ukur baik maupun buruk seseorang dalam Nilai sosial menjadi ukuran pantas dan tidaknya suatu sikap yang diperbuat oleh suatu masyarakat dalam lingkungan. Menurut Hendropuspito (Astuti. Vol. 2 No. , nilai sosial adalah segala sesuatu yang dihargai oleh masyarakat karena mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan kehidupan manusia. Artinya, nilai sosial dijadikan pedoman untuk mengukur tabiat baik maupun buruk seseorang dalam berprilaku. Oleh sebab itu, dengan adanya nilai sosial masyarakat menjadi lebih terikat oleh aturan berperilaku agar tidak dianggap keluar dari norma-norma Nilai-nilai sosial sangat dijunjung tinggi karena sebagai patokan berbuat masyarakat (Saputra dkk. Vol. 1 No. Menurut Zubaedi . , nilai-nilai sosial terdiri atas beberapa sub nilai, yaitu . aspek kasih sayang, yang meliputi pengabdian, tolong-menolong, kekeluargaan, kesetiaan, dan kepedulian. tanggung jawab, yang meliputi nilai rasa memiliki, disiplin, dan empati. keserasian hidup, yang meliputi nilai keadilan, toleransi, kerja sama, dan demokrasi. Novel merupakan karya sastra prosa yang bersifat fiksi atau imajinatif. Fiksi dapat diartikan sebagai cerita rekaan (Nurgiyantoro, 2013:. Maksudnya adalah cerita yang dikisahkan atau digambarkan tidak benar-benar terjadi atau belum tentu Kisah-kisah yang dibangun dalam karya sastra fiksi bersifat khayalan. Zaidan (Sabriah. Vol 15 No. berpenndapat novel ialah jenis prosa yang mengandung unsur tokoh, alur, latar rekaan yang menggelarkan kehidupan manusia atas dasar sudut pandang pengarang dan. mengandung nilai hidup, diolah dengan teknik kisahan dan ragaan yang menjadi dasar konvensi. Menurut Goldmann (Anwar, 2015:. , definisi novel sebagai cerita mengenai pencarian nilai-nilai autentik yang terdegradasi dalam sebuah dunia yang terdegradasi. Kemudin. Stanton . juga berpendapat bahwa novel mampu menghadirkan perkembangan satu karakter, situasi sosial yang rumit, hubungan yang melibatkan banyak atau sedikit karakter, dan berbagai peristiwa ruwet yang terjadi beberapa tahun silam secara mendetail. Berdasarkan ketiga pendapat di atas, dapat disimpulkan novel merupakan wadah yang digunakan pengarang untuk menuangkan isi pikiran atau imajinasinya, sehingga terdapat peristiwa atau kejadian yang menggambarkan kehidupan suatu tokoh dalam Novel Binorrow: Tongkat Musa dan Tujuh Roh Boorne berkisah tentang perjuangan tokoh Binorrow untuk tetap menjalankan kehidupan yang begitu kejam kepada dirinya. Banyak peristiwa yang dapat menyadarkan pembaca bawasanya beberapa perilaku yang kita perbuat dapat menyakiti orang lain dan membuat seseorang berpikir untuk bunuh diri. Terdapat banyak nilai-nilai yang terkandung di dalam novel tersebut, seperti rasa kasih sayang, kekeluargaan, tolong-menolong, kesetiaan, tanggung jawab, empati, kedisiplinan, toleransi, kerja sama, juga Nilai-nilai yang terkandung di dalam novel Binorrow: Tongkat Musa dan Tujuh Roh Boorne dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat modul pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Menurut Nana Sudjana (Anjar, 2016: . , modul didefinisikan sebagai satu unit program belajarmengajar terkecil. Artinya, modul dapat difungsikan sebagai salah satu bentuk bahan ajar untuk mendukung jalannya pembelajaran di sekolah. Oleh sebab itu, hasil penelitian dapat dimanfaatkan sebagai modul pembelajaran pada materi teks novel. Materi ini memiliki manfaat serta korelasi pada Kompetensi Dasar (KD) 3. 9 yaitu. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13994-14001 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 menganalisis isi dan kebahasaan teks novel dengan indikator menganalisis unsur interinsik dan unsur eksterinsik pada novel. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, modul maupun bahan ajar sastra tidak terlepas dari pegajarannya. Novel merupakan salah satu karya sastra yang harus dipelajari oleh siswa sebagai bentuk refleksi dari tingkah laku manusia. Siswa dapat menjadikan pembelajaran dari setiap analisis nilai-nilai yang terkandung di dalam Salah satu nilai yang terkandung di dalam novel adalah nilai sosial, yang sangat berguna bagi tingkah laku manuisa dalam menjalin hubungan sosial antarsesama. Hal tersebut, sejalan dengan pendapat Robingah . dan Kumiadi . yang mengimpementasikan analisis nilai moral dan nilai sosial pada novel dengan bahan ajar di sekolah, serta pendapat Pratiwi . yang mengaitkan analisis nilai sosial pada novel dengan pembelajaran PAI di sekolah. Penelitian Robingah . mengungkapkan nilai kasih sayang, pengabdian, tolong-menolong, kekeluargaan, kepedulian. Nilai-nilai tanggung jawab, kewajiban, disiplin, keadilan, nilai toleransi, nilai kerja sama, dan nilai demokrasi serta menerapkan hasil penelitian pada bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia di SMK. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh peneliti Pratiwi . menemukan biografi dan karya-karya dari Habiburrahman El Shirazy, serta terdapat karakteristik dan sinopsis dari novel yang dijadikan sebagai penelitian, dan nilai-nilai sosial dalam novel yang dikaji, yaitu nilai-nilai pendidikan sosial. Nilai-nilai pendidikan sosial tersebut, meliputi kasih sayang, memuliakan orang tua, kerja sama, peduli, gotong royong, memuliakan tamu, tolong-menolong, suka memberi nasihat, dan saling Terakhir, pada penelitian yang dilakukan oleh Kumiadi . mengungkapkan hasil penelitian dalam skripsi, seperti wujud nilai moral, seperti hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan sesama, dan hubungan manusia dengan lingkungan. Wujud nilai sosial, seperti keakraban, balas budi, memberi, menghargai sesama, menolong, keharmonisan, peduli, dan toleransi. Berdasarkan ketiga penelitian di atas, menjelaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalam novel sangat bermanfaat bagi pengajaran bahasa Indonesia bagi Penerapan nilai sosial pada siswa dapat bermanfaat bagi hubungan siswa dengan keluarga, sesama teman, dan orang lain. Penerapan nilai-nilai itu seperti rasa kasih sayang, toleransi, tolong-menolong, kerja sama, demokrasi, juga empati. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Penelitian kualitatif adalah penelitian untuk menguraikan dan memahami fenomena subjek penelitian dengan cara mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata dan bahasa. Pendekatan dengan menggunakan analisis isi bermaksud untuk mengungkapkan, memahami, dan menangkap pesan yang disampaikan dalam karya sastra seperti moral, keindahan, filosofi, fenomena, dan nilai-nilai. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu novel Binorrow karya Sudarman BK yang dicetak pada tahun 2017 dan guru Bahasa Indonesia yang telah di wawancarai. Kemudian, data yang akan diperoleh dalam penelitian ini, yaitu berupa nilai sosial novel Binorrow karya Sudarman BK. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teori dari dasar (Grounded Theor. dan teknik pengumpulan data dengan dokumen. Grounded theory atau teori dasar adalah teori Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13994-14001 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 yang secara induktif dari pengkajian fenomena yang mewakilinya, biasanya diterapkan pada ilmu-ilmu sosial. Kemudian. Teknik pengumpulan data dengan dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut ini merupakan pembahasan mengenai nilai sosial pada novel Binorrow: Tongkat Musa dan Tujuh Roh Boorne karya Sudarman dan pemanfaatannya pada modul pembelajaran bahasa Indonesia di SMK. Nilai sosial pada pada novel Binorrow: Tongkat Musa dan Tujuh Roh Boorne: . aspek kasih sayang . meliputi, pengabdian, tolong-menolong, kekeluargaan, kesetiaan, dan kepedulian. nilai tanggung jawab . meliputi kedisiplinan dan empati. aspek keserasian hidup meliputi keadilan, toleransi, kerja sama dan demokrasi Pengabdian Pengabdian dapat diartikan sebagai perbuatan seseorang untuk menjalankan tugas yang telah diberikan. Dalam novel Binorrow: Tongkat Musa dan Tujuh roh Boorne aspek pengabdian digambarkan oleh tokoh Carey. Si Nene Tua Bungkuk yang menolong Binorrow dari kejaran para perajurit Moren dan juga dalam menemukan jamur Borbore. Hal tersebut, ia lakukan sebagai bentuk pegabdian Carey kepada raja Goren untuk menjaga dan membantu Binorrow yang sudah diramalkan raja Goren akan datang ke dunia Grovog dan menghentikan niat jahat Moren. Selain itu. Carey juga lah yang telah membantu persalinan ratu Zalora melahirkan Binorrow. Tokoh Carey sangat mengabdikan hidupnya pada raja Goren. Meskipun banyak para pengikut Goren yang mulai berkhianat, namun tokoh Carey terus menjalankan pesan yang diamanatkan Goren pada dirinya untuk membantu Binorrow di masa yang akan datang ketika meyelamatkan kerajaan Grovog sebagai bentuk pengabdian rakyat kepada rajanya. Tolong-menolong Tolong-menolong merupakan perbuatan atau sikap saling membantu untuk meringankan kesulitan orang lain. Sikap tolong-menolong dalam novel Binorrow: Tongkat Musa dan Tujuh Roh Boorne digambarkan oleh tokoh Leon. Evelyn, dan Franklin ketika membantu Binorrow saat ia dikurung Gramlin di dalam lemari. Sebelumnya, ketika Binorrow dirundung oleh teman-temannya di sekolah, tidak ada seorang pun yang membantu Binorrow dan justru malah menertawakannya. Namun ketika Binorrow pindah ke sekolah asrama, ia menemukan teman yang sangat baik dan memiliki rasa kepedulian terhadap orang. Selain peristiwa di atas, sikap tolong menolong yang dilakukan Leon. Evelyn. Franklin, dan Carey juga digambarkan pada saat mereka membantu Binorrow dalam melakukan perlawanan terhadap raja Moren. Masing-masing dari mereka mencoba mengalahkan serigala dan prajurit Moren untuk meringankan beban Binorrow dalam mengalahkan raja Moren. Kekeluargaan Kekeluargaan merupakan hal-hal yang dilakukan oleh keluarga atau orang lain untuk menciptakan dan mempererat hubungan antar keduanya sehingga timbul rasa kasih sayang. Dalam novel Binorrow: Tongkat Musa dan Tujuh Roh Boorne aspek kekeluargaan digambarakan oleh tokoh Jossy. Martin, dan Binorrow. Di dalam cerita, mereka digambarkan sebagai keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang. Aspek kekeluargaan dalam cerita yang digambarkan oleh mereka adalah pada saat peristiwa Binorrow koma di rumah sakit. Jossy dan Martin saling bekerja sama untuk menjaga Binorrow sebagai bentuk kasih sayang orang tua terhadap anaknya. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13994-14001 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Meskipun Martin tidak turut menjaga 24 jam karena harus kerja, namun Martin selalu menyempatkan datang sepulang kerja untuk membawakan makan pada Jossy. Dalam kehidupan sehari-hari, sikap Jossy dan Martin adalah sikap umum bagi sebagian orang tua. Sikap kekeluargaan lainnya juga digambarkan oleh Binorrow. Leon. Evelyn, dan Franklin. Meskipun mereka baru dipertemukan di sekolah asrama, namun pertemanan mereka sangat erat, saling menjaga, membantu, dan mengasihi. Hal itu juga merupakan bentuk kekeluargaan yang terjalin dalam hubungan Sikap kekeluargaan mereka digambarkan pada saat peristiwa setelah Binorrow dikunci di dalam lemari oleh Gramlin, ia belum makan sedikit pun. Namun, dengan sigap Evelyn memberikan sebuah apel dan seporsi makan malam untuk Binorrow. Kesetiaan Kesetiaan dalam KBBI diartikan sebagai sikap keteguhan hati, ketaatan, perhambaan, dan kepatuhan. Dalam novel Binorrow: Tongkat Musa dan Tujuh Roh Boorne kesetiaan digambarkan oleh tokoh Jerewich. Jerewich adalah jelmaan burung gagak peliharaan Binorrow yang ditugaskan raja Goren untuk menjaga dan mendampingi Binorrow. Di dalam cerita. Jerewich sangat setia kepada Binorrow, bahkan pada saat Binorrow bersekolah di asrama pun Jerewich diam-diam menjaga Binorrow. Hal itu digambarkan pada saat Binorrow dikunci di dalam lemari oleh Gramlin, tiba-tiba Jerewich datang menyelamatkan Binorrow dan menyerang Gramlin. Selain itu, kesetiaan jerewich juga digambarkan pada saat Binorrow melawan Raja Moren. Jerewich rela terpontang-panting untuk membantu Binorrow melawan Moren. Hal yang dilakukan oleh Jerewich merupakan bentuk kesetiaannya pada Raja Goren untuk selalu mendampingi dan menjaga Binorrow, hingga Binorrow dapat merebut kekuasaan kerajaan Grovog dari tangan Moren. Kepedulain Kepedulian merupakan bentuk tindakan dalam memperhatikan seseorang. Bentuk kepeduian yang terdapat dalam novel tersebut, yaitu pada saat Binnorow memperdulikan Evelyn yang ditugaskan membersihkan toilet sendirian. Binorrow berpikir hal itu keterlaluan dan Evelyn tidak akan mempu mengerjakannya sendirian. Ia mengkhawatirkan Evelyn yang sendirian membersihkan toilet. Menurut Binorrow itu sangat tidak adil jika seorang perempuan membersihkan seluruh toilet sendirian. Kekhawatiran Binorrow merupakan bentuk rasa kepeduliannya terhadap Evelyn, sebab Evelyn adalah salah satu orang yang mau berteman dengannya. Disiplin Disiplin adalah kepatuhan untuk menjalankan suatu tata tertib, aturan, perintah yang dimandatkan seseorang atau intansi untuk dijalankan. Dalam Novel Binorrow: Tongkat Musa dan Tujuh Roh Boorne nilai kedisiplinan digambarkan oleh tokoh Jossy. Dalam ceirta. Jossy selalu membiasakan Binorrow untuk bangun pagi hari. Apabila Binorrow tidak bangun, ia sangat sigap dan gahar untuk membangunkan Binorrow. Hal itu merupakan cara Jossy untuk mendisiplinkan anaknya. Selain itu, kedisiplinan juga diterapkan oleh kepala yayasan sekolah berasrama. Ada aturan yang harus dijalankan oleh seluruh muridnya ketika malam hari, yaitu keharusan untuk merapikan kebersihan kamar sebelum tidur. Aturan itu harus dilakukan. Oleh sebab itu, setiap malam Jhon selalu memeriksa kebersihan kamar. Apabila kedapatan dilanggar, maka konsekuensinya adalah hukuman. Empati Empati merupakan sikap memahami seolah-olah turut merasakan apa yang dirasakan orang lain. Dalam novel Binorrow: Tongkat Musa dan Tujuh Roh Boorne Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13994-14001 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 sikap empati ditunjukkan oleh tokoh Evelyn. Peritiwa yang menggambarkan sikap empati Eveln, yaitu ketika peristiwa Leon dan Franklin terkena getah Glooby, sehingga mereka berdua terkapar secara mengenaskan. Melihat keadaan Leon dan Franklin. Evelyn sangat histeris dan khawatir. Bentuk empati Evelyn dapat dilihat pada saat ia histeris melihan Leon dan Franklin, seolah-olah ia mengetahui dan turut merasakan kesakitan teman-temannya. Keadilan Keadilan secara umum diartikan sebagai sikap yang tidak sewenang-wenang, tidak memihak, dan mengedepankan kebijaksanaan. Sikap tidak memihak dalam novel Binorrow: Tongkat Musa dan Tujuh Roh Borne digambarkan oleh tokoh kepala yayasan sekolah berasrama, yaitu Profesor Jerry. Ia tidak memihak maupun mengintimidasi murid tertentu. Apabila siswanya kedapatan bermasalah dan bersalah, ia tidak segan untuk menghukum siswa yang bersangkutan. Hal itu digambarkan pada saat Binorrow. Leon. Franklin, dan Evelyn dihukum atas tuduhan memukuli Gramlin, kepala yayasan juga turut memberi tindakan pada Gramlin dengan cara memisahkan kamar tidur Gramlin dengan Binorrow. Leon, dan Franklin. Toleransi Toleransi adalah sikap saling menghargai satu sama lainya, untuk menciptakan kehidupan yang damai dan saling berdampingan. Berdasarkan hasil penelitian, sikap toleransi dalam novel Binorrow: Tongkat Musa dan Tujuh Roh Borne digambarkan oleh tokoh Binorrow. Leon. Franklin, dan Evelyn. Keempatnya saling menghargai dan berdampingan meskipun mereka mengetahui bahwa masing-masing dari mereka memiliki kekurangan, seperti Binorrow yang bodoh. Seluruh siswa menjauhi Binorrow karena kebodohannya, namun Evelyn. Leon, dan Franklin tidak menghiraukan itu. Kerja Sama Kerja sama dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan secara bersamasama untuk meringankan suatu pekerjaan tertentu atau untuk mencapai tujuan Berdasarkan hasil penelitian, dalam novel Binorrow: Tongkat Musa dan Tujuh Roh Borne juga ditemukan aspek nilai kerja sama. Nilai kerja sama digambarkan oleh tokoh Binorrow. Leon, dan Frankluin untuk membantu membersihkan pekerjaan Evelyn dalam membersihkan toilet dan kamar mandi Kerja sama dapat meringankan pekerjaan mereka agar lebih cepat, efektif, dan Dengan bekerja sama, pekerjaan yang ditugaskan guru mereka menjadi lebih cepat selesai. Selain itu, dengan bekerja sama tingkat kelelahan mereka juga akan semakin berkurang. Dalam kehidupan sehari-hari, kerja sama dapat juga dikenal sebagai gotong-royong. Gotong royong merupakan suatu kegiatan yang menjadi salah satu kegiatan sosial yang ada di masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia. Demokrasi Demokrasi adalah sikap untuk mengedepankan musyawarah dan mufakat, tidak mengambil keputusan secara sepihak, dan menghargai pendapat orang lain. Berdasarkan hasil penelitian, sikap demokrasi digambarkan oleh Binorrow. Sebelum ia mengambil keputusan dan tindakan, ia menanyakan keinginan dan pendapat teman-temannya. Ia tidak memaksakan kehenendak dirinya, maupun mengedepankan ego dan keinginannya sendiri. Pemanfaatan Novel Binorrow: Tongkat Musa dan Tujuh Roh Boorne Sebagai Modul Pembelajaran Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13994-14001 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Berdasarkan hasil penelitian, nilai sosial pada novel Binorrow: Tongkat Musa dan Tujuh Roh Borne memiliki relevansi dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di Materi yang relevan dengan hasil penelitian adalah pada materi pembelajaran teks novel. Teks novel sendiri dipelajari di kelas XII semester genap Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Berdasarkan hal tersebut, peneliti memanfaatkan hasil analisis sebagai bahan ajar berupa modul pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi teks novel yang telah disesuaikan dengan silabus dan kurikulum 2013 pada Kompetensi Dasar (KD) 3. 9 tentang analisis isi dan kebahasaan teks novel dengan indikator yaitu mengidentifikasi unsur intrinsik dan ekstrinsik sebuah novel. Penelitin telah melakukan wawancara dengan guru bahasa Indonesia di SMK Nurul Ansor, terkait dengan pemanfaatan hasil penelitian terhadap pembelajaran teks novel di sekolah. Hasil wawancara dengan guru bahasa Indonesia mengatakan bahwa modul yang dibuat peneliti layak digunakan sebagai bahan ajar pada pembelajaran bahasa Indonesia. Selain layak, modul yang dibuat juga relevan dengan kurikulum 2013 pada Kompetensi Dasar (KD) 3. 9 tentang analisis isi dan kebahasaan teks novel dengan indikator yaitu mengidentifikasi unsur intrinsik dan ekstrinsik sebuah novel. Dalam modul yang telah disusun peneliti, unsur ekstrinsik berupa hasil analisis nilai sosial dalam novel Binorrow: Tongkat Musa dan Tujuh Roh Boorne. SIMPULAN Berdasarkan penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa novel Binorrow: Tongkat Musa dan Tujuh Roh Boorne mengandung nilai-nilai sosial berupa pengabdian, tolong menolong, kekeluargaan, kesetiaan, kepedulian, kedisiplinan, empati, keadilan, toleransi, kerja sama, dan demokrasi. Sehingga hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi modul pembelajaran bahasa Indonesia yang telah mendapat disesuaikan dengan silabus dan kurikulum 2013 pada Kompetensi Dasar (KD) 3. 9 tentang analisis isi dan kebahasaan teks novel dengan indikator yaitu mengidentifikasi unsur intrinsik dan ekstrinsik sebuah novel serta mendapat kelayakan dari guru bahasa Indonesia SMK Nurul Ansor untuk digunakan sebagai bahan ajar di DAFTAR PUSTAKA