AL-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat , 2023, 51-61 Available at:https://w. id/index. php/khidmah/index Pelatihan penyusunan rencana penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif bagi guru matematika SMP Se-kota Soe Juliana Mehelina Herlince Nenohai1. Siprianus Suban Garak2. Damianus Dao Samo3. Irna Karlina Sensiana Blegur4*. Imelda Hendriani Eku Rimo5. Yohanes Hariaman Nada6. Patrisius Afrisno Udil7 1,2,3,4,5,6,7 Universitas Nusa Cendana. Indonesia e-mail: mail: irnablegur@staf. *Corresponding Author. Received: 4 September 2023. Revised: 7 September 2023. Accepted: 30 September 2023 Abstrak: Pandemi Covid-19 yang pernah melanda seluruh dunia memberikan dampak yang sangat besar dan berkepanjangan hingga saat ini dalam berbagai sektor kehidupan khususnya dunia pendidikan. Loss Iearning atau kesenjangan pembelajaran akibat pembelajaran daring . alam jaringa. karena pandemic adalah masalah serius yang tentunya dihadapi oleh semua pihak. Menghadapi hal ini pemerintah Indonesia menerapkan Implementasi Kurikulum Merdeka dimana pembelajaran berdiferensiasi adalah hal yang Kebijakan ini tentu baik, namun disisi lain menuntut kreativitas guru yang lebih dalam mengatur pembelajaran. Tidak hanya itu kerja sama yang bersifat kolaboratif juga sangat diperlukan oleh para pendidik. Karena itulah kegiatan PKM ini dilaksanakan. Tim PKM dari Prodi Pendidikan Matematika. FKIP. Universitas Nusa Cendana Kupang, bekerjasama dengan MGMP kota Soe. Kabupaten TTS. NTT sehingga terdapat 20 peserta yang terlibat aktif dalam kegiatan ini. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif adalah tema yang diusung pada kegiatan ini. Tujuannya agar dapat memfasilitasi kretivitas guru dalam mengatur pembelajaran dan berkolaborasi. Ceramah, diskusi-tanya jawab, praktik dan demonstrasi adalah metode yang digunakan selama 2 hari kegiatan. Kegiatan PkM ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi. Adapun lokasi kegiatan bertempat di SMAN 1 Soe. Hasil evaluasi dan refeleksi menunjukkan bahwa kegiatan PkM ini telah berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan yakni para guru peserta pelatihan mampu merumuskan judul PTK kolaboratif. Kata kunci: Penelitian tindakan kelas, kolaboratif How to Cite: Nenohai. Garak. Samo. Blegur. Rimo. Nada. Udil. , . Pelatihan penyusunan rencana penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif bagi guru matematika SMP Se-kota Soe. Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3. , 51-61. https://doi. org/ 10. 55210/khidmah. Pendahuluan Pandemi covid-19 telah dinyatakan berakhir dan secara resmi oleh pemerintah Indonesia ditetapkan sebagai penyakit endemi pada bulan Juni 2023. Namun, dampak dari pandem yang berlangsung selama (A) 2 tahun tersebut tetap dirasakan oleh masyarakat hingga saat ini, khususnya pada dunia pendidikan. Learning loss atau kehilangan pengetahuan tentang konsep-konsep/materi esensial (Cerelia et al. , 2021. Solihat et al. , 2. adalah dampak yang paling terasa bagi siswa dan guru di sekolah. Untuk memperbaiki masalah learning loss, pemerintah melakukan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). IKM diyakini bisa mempercepat pemulihan pembelajaran dan pendidikan di Indonesia akibat pandemi Covid-19. Salah satu transformasi yang ada dalam IKM adalah adanya perubahan pendekatan pembelajaran menjadi pembelajaran berdiferensiasi (Fitra, 2022. Kusuma et al. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar siswa (Pitaloka & Arsanti, 2022. Rahmah et al. , 2. Guru memfasilitasi siswa sesuai dengan This is an open access article under the CCAeBY license. https://doi. org/ 10. 55210/khidmah. AL-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3 . , 2023, 51-61 Juliana Mehelina Herlince Nenohai. Siprianus Suban Garak. Damianus Dao Samo. Irna Karlina Sensiana Blegur. Imelda Hendriani Eku Rimo. Yohanes Hariaman Nada. Patrisius Afrisno Udil kebutuhannya, karena setiap siswa mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Ciri-ciri atau karakteristik pembelajaran berdiferensiasi antara lain: lingkungan belajar mengundang siswa untuk belajar, kurikulum memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas, terdapat penilaian berkelanjutan, guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar siswa, dan manajemen kelas efektif. Melakukan manajemen kelas yang efektif guna memfasilitasi siswa . engan karakteristik yang berbeda-bed. untuk belajar tentu ini bukan tugas yang mudah bagi seorang guru. Diperlukan kreativitas dan pengetahuan yang luas terkait pendekatan, metode dan strategi pembelajaran yang tepat bagi kebutuhan siswa yang beragam. Oleh karena itu, peran dari para pemangku kepentingan serta kerja kolaboratif berbagai pelaku pendidikan: guru, kepala sekolah, dinas pendidikan, pemerintah daerah, dan orang tua serta organisasi-organisasi pendidikan seperti kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sangat diperlukan. MGMP adalah forum atau wadah yang memfasilitasi berkumpulnya guru mata pelajaran yang sama untuk mengembangkan profesionalitas kerja (Fakrurridha & Nurdin, 2. Guru-guru yang bisa tergabung dalam adalah guru SMP/SMPLB atau sederajat. SMA/SMALB atau sederajat, dan SMK atau sederajat. Untuk guru SD/MI memiliki wadah tersendiri yang disebut KKG. Sementara itu, khusus kepala sekolah akan tergabung dalam MKKS. Tujuan dari pelaksanaan MGMP antara lain . Meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi hasil pembelajaran. Menjadi forum untuk menyetarakan kemampuan guru di bidangnya guna menunjang pemerataan peningkatan kegiatan belajar mengajar. Forum diskusi untuk guru mengenai permasalahan yang terjadi sehari-hari selama proses belajar mengajar. Membantu guru untuk mendapatkan berbagai informasi tentang pendidikan, misalnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, perubahan kurikulum, metodologi, dan sebagainya. Forum untuk saling berbagi ilmu dan pengetahuan. Misalnya, guru A tergabung dalam MGMP Matematika. Guru A baru saja menjalani studi di luar negeri. Nah, melalui forum MGMP inilah guru A bisa membagikan pengalaman dan keilmuan barunya pada para anggota. Meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan RPP. Meningkatkan kompetensi dalam penyelenggaraan pembelajaran aktif, inovatif, keratif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM). Secara singkat organisasi MGMP adalah wadah yang sangat penting untuk mengembangkan kompetensi profesional guru, yang tentunya menjadi modal yang sangat penting dalam tercapainya tujuan IKM. Namun demikian, berdasarkan hasil diskusi dengan ikatan alumni program studi pendidikan Matematika FKIP UNDANA Kupang saat kegiatan tracer study tahun 2022 di kota Soe. Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Nusa Tenggara Timur. banyak alumni yang mengeluh bahwa selama ini forum MGMP Matematika tidak berjalan dengan cukup baik. Sekalipun jumlah guru matematika di kota ini terhitung banyak jumlahnya, namun jarang ada kegiatan yang dilaksanakan yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi profesional guru matematika. Selain itu, berdasarkan wawancara dengan guru-guru di kota Soe, banyak dari guru-guru yang sudah lupa dan belum memiliki pemahaman yang baik tentang bagaimana merancang Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Padahal dengan melaksanakan PTK sebenarnya membantu meningkatkan kompetensi profesional guru karena dapat menambah pemahaman guru terkait strategi, metode, model dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dan bermutu untuk diterapkan di dalam kelas. Tentu hal ini selaras dengan tuntutan dari IKM sehingga membuat guru-guru matematika di kota Soe ingin sekali melaksanakan PTK. Namun, karena keterbatasan pengetahuan, guru-guru belum merealisasikan hal ini. PTK diartikan sebagai sebuah proses investigasi terkendali yang berdaur ulang dan bersifat reflektif mandiri, memiliki tujuan untuk melakukan perbaikan-perbaikan terhadap sistem, cara kerja, proses, isi, kompetensi, atau situasi pembelajaran (Siregar, 2. Secara singkat PTK dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk kajian yang besifat reflektif oleh pelaku tindakan, yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakantindakan mereka dalam melaksanakan tugas. Al-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat. ISSN 2776-0901 . | 2807-7024 . AL-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3 . , 2023, 51-61 Juliana Mehelina Herlince Nenohai. Siprianus Suban Garak. Damianus Dao Samo. Irna Karlina Sensiana Blegur. Imelda Hendriani Eku Rimo. Yohanes Hariaman Nada. Patrisius Afrisno Udil memperdalam pemahaman terhadap tindakantindakan yang dilakukan itu, serta memperbaiki kondisi di mana praktik-praktik pembelajaran tersebut dilakukan (Susilowati, 2. Untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut. PTK dilaksanakan dengan proses pengkajian berdaur yang terdiri dari empat tahap: perencanaan . , melakukan tindakan . , mengamati . , merefleksi . (Cohen et al. , 2. Keempat langkah dalam satu daur ini saling terkait satu dengan yang lain. Setelah masalah pembelajaran teridentifikasi oleh guru . isa guru kelas atau guru mata Pelajara. , kegiatan PTK dimulai dengan sebuah perencanaan dimana sang guru yang adalah peneliti menentukan hipotesis tindakan membuat RPP/skenario pembelajaran, media pembelajaran yang diperlukan, instrument penelitian serta merumuskan cara menganilisis data. Kemudian semua perencanaan yang telah dibuat ditindaklanjuti dengan tindakan pembelajaran berdasarkan scenario pembelajaran yang telah Tindakan yang telah dilakukan kemudian diobservasi dan pada akhirnya direfleksikan . encakup analisis, sintesis dan penilaia. bersama antara peneliti dan observer. Hasil refleksi atau perenungan ini biasanya memunculkan permasalahan atau pemikiran baru yang perlu mendapat perhatian, sehingga pada gilirannya perlu dilakukan daur ulang berupa perencanaan ulang, tindakan ulang, dan pengamatan ulang, serta diikuti pula dengan refleksi ulang. Demikianlah tahap-tahap ini diikuti berulang-ulang, sampai suatu permasalahan dianggap teratasi, untuk kemudian diikuti oleh kemunculan permasalahan lain yang juga harus diperlalukan serupa hingga target yang ingin dicapai dalam penelitian tercapai. Karena itu dapat dikatakan bahwa inquiri, reflektif dan kolaboratif merupakan karakteristik dari PTK. Program peningkatan kualitas pembelajaran bersifat kolaboratif lainnya yang dapat dilakukan oleh guru adalah lesson study (Suzuki, 2. Program yang diadaptasi dari Jepang ini menitikberatkan pada aktivitas siswa dimana meningkatkan kualitas pembelajaran dapat terjadi secara bertahap dengan cara belajar dari pengalaman sendiri dan orang lain dalam melakukan kegiatan Para guru secara kolaboratif melakukan perancaan, pelaksanaan dan pengamatan secara bersama-sama terhadap aktivitas siswa agar pembelajaran menjadi lebih efektif (Vitantri & Asriningsih, 2. Selain sifatnya yang kolaboratif, tujuan dan langkah-langkah pada lesson study mirip dengan PTK. Adapun tujuannya yakni untuk memperbaiki dan meningkatkan pembelajaran di kelas sedangkan tahapan dalam lesson study ada 3 yakni plan . , do . elaksanakan/actio. , dan see . erefleksi/reflec. yang berkelanjutan. Hal yang membedakan antara PTK dan lesson study terletak pada prinsip kolaboratif yang digunakan. Pada PTK kolaboratif nampak pada tahapan mengamati . dan merefleksi . dimana ada keterlibatan guru lain dalam hal ini, sedangkan pada dua tahapan sebelumnya semua kegiatan dilakukan secara mandiri oleh guru Pada tahap mengamati . , aktivitas guru dan siswa adalah objek pengamatan. Pada lesson study prinsip kolaboratif telah nampak pada tahapan plan. Tidak hanya seorang guru yang mempersiapkan RPP dan media pendukung, tetapi para guru yang berkolaborasi. Kemudian para guru menentukan seorang guru model yang akan menerapkan RPP dan media yang telah dirancang. Guru lainnya menjadi observer: mengamati siswa berdasarkan RPP yang telah dirancang. Perbedaan lainnya pun terletak pada materi pembelajaran dan subyek yang dibelajarkan. Pada PTK, guru . yang sama melakukan kegiatan penelitian di kelas yang sama mulai dari siklus 1 hingga siklus akhir . ampai masalah pembelajaran selesa. Dimana setiap siklus memiliki materi yang berbeda-beda. Hal ini karena focus kegiatan PTK adalah pada perbaikan masalah pembelajaran di kelas tertentu. Di lain pihak, lesson study menitikberatkan pada aktivitas siswa dalam rancangan pembelajaran. Akibatnya, guru model yang sama harus melakukan pembelajaran pada materi yang sama dengan kelas yang Melihat adanya kelebihan dan kekurangan PTK vs lesson study, maka kombinasi pola antara kedua kegiatan ini nampaknya dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang dialami oleh paraalumni prodi program studi pendidikan Matematika FKIP UNDANA yang ada di kota Soe. PTK dengan pola lesson study tidak hanya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran namun juga meningkatkan prinsip Al-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat. ISSN 2776-0901 . | 2807-7024 . AL-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3 . , 2023, 51-61 Juliana Mehelina Herlince Nenohai. Siprianus Suban Garak. Damianus Dao Samo. Irna Karlina Sensiana Blegur. Imelda Hendriani Eku Rimo. Yohanes Hariaman Nada. Patrisius Afrisno Udil kerja kolaboratif bagi guru-guru MGMP di kota tersebut. Karena itu solusi yang ditawarkan oleh Tim PkM prodi program studi pendidikan Matematika FKIP UNDANA adalah dengan mengadakan pelatihan dan pendampingan penyusunan rencana dan pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kolaboratif dengan pola Lesson Study bagi guru matematika SMP se-kota Soe. Adapun artikel ini hanya membahas terkait kegiatan pelatihan penyusunan rencana Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kolaboratif yang dimaksud. Metode Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah ceramah, diskusi-tanya jawab, praktik dan Adapun pelaksanaan kegiatan pengabdian ini mengikuti meliputi beberapa tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi. Berikut akan dipaparkan aktivitas yang dilakukan pada setiap tahapan yang dimaksud sekaligus hal-hal yang menjadi indikator keberhasilan kegiatan PKM Tahap Persiapan Tahap persiapan dilakukan oleh tim PkM untuk melakukan analisis permasalahan mitra, merumuskan solusi dan penentuan anggota tim pelaksana yang kepakarannya sesuai serta penentuan tugas dari masing-masing anggota tim. Setelah itu setiap anggota mempersiapkan alat dan materi penunjang pelaksanaan kegiatan sesuai tugas yang telah diberikan. Adapun detail permasalahan mitra dapat dilihat pada Tabel 1, sedangkan kepakaran Tim PkM dan tugasnya masing-masing dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 1. Permasalahan Mitra Masalah Kurangnya kesadaran dan pengetahuan guru-guru bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan bagian dari pengembangan profesi. Ruang gerak untuk pelaksanaan PTK baik secara individu maupun kolaboratif masih Kemampuan guru-guru dalam menulis atau menuangkan ide dalam tulisan secara umum masih sangat rendah. Nama Dra. Juliana M. Nenohai. Tabel 2. Kualifikasi pengalaman dan kepakaran Tim Jabatan Kepakaran Tugas Ketua a Berpengalaman Membuat proposal PKM PKM 2. Bertanggung jawab penuh terutama terkait produksi pada pelaksanaan PKM media pembelajaran Melakukan b Berpengalaman mengatur dan menyusun Instruktur pelatihan bagi jadwal PKM untuk tahap kepala sekolah dan gurupelatihan guru di NTT c Berpengalaman semua anggota tim pemateri dalam seminar 4. Menyiapkan lokal maupun nasional Bersama anggota tim pemanaftaan Alat peraga melaksanakan pelatihan d Berpengalaman bagi peserta PKM selama 2 hari Memberikan pendampingan bagi guruguru peserta PKM selama Al-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat. ISSN 2776-0901 . | 2807-7024 . AL-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3 . , 2023, 51-61 Juliana Mehelina Herlince Nenohai. Siprianus Suban Garak. Damianus Dao Samo. Irna Karlina Sensiana Blegur. Imelda Hendriani Eku Rimo. Yohanes Hariaman Nada. Patrisius Afrisno Udil Dr. Siprianus Garak. Anggota Dr. Damianus D. Samo. Pd. Anggota Patrisius A. Udil. Anggota PTK. Membuat kemajuan PKM Melakukan pelaksanan PKM Membuat laporan akhir PKM a Berpengalaman Membantu ketua dalam melaksanakan PkM terkait PKM pembelajaran matematika b Berpengalaman Instruktur pelatihan bagi pelatihan bagi guru- guru kepala sekolah dan gurupeserta PKM guru di NTT Memberikan c Berpengalaman pendampingan bagi gurupemateri dalam seminar guru peserta PKM secara lokal maupun nasional Ikut pemanaftaan Alat peraga pelaksanaan PKM d Berpengalaman tentang matematika dan pembelajaran matematika a Berpengalaman dalam Membantu ketua dalam melaksanakan PkM melaksanakan PKM terkait pembelajaran dengan mendampingi ketua memberikan b Berpengalaman sebagai pelatihan bagi guru- guru Isntruktur bagi kepala peserta PKM sekolah dan guru Memberikan c Berpengalaman sebagai pendampingan bagi gurupelatih pembuatan soalguru peserta PKM secara soal dan media berbasis IT dalam pembelajaran Ikut mengevaluasi pelaksanaan PKM d Berpengalaman dalam penelitian terkait pembelajaran matematika a Berpengalaman Membantu ketua dalam melaksanakan penelitian PKM pembelajaran khususnya pelatihan bagi guru- guru peserta PKM b Terlibat pada beberapa 2. Memberikan PKM pendampingan bagi guruterkait guru peserta PKM secara perancangan dan evaluasi pembelajaran matemtaika 3. Ikut maupun desain media pelaksanaan PKM Al-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat. ISSN 2776-0901 . | 2807-7024 . AL-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3 . , 2023, 51-61 Juliana Mehelina Herlince Nenohai. Siprianus Suban Garak. Damianus Dao Samo. Irna Karlina Sensiana Blegur. Imelda Hendriani Eku Rimo. Yohanes Hariaman Nada. Patrisius Afrisno Udil Irna K. Irna K. Irna K. Blegur. Pd. Anggota Yohanes H. Nada. Pd. Anggota pembelajaran matematika. Berpengalaman melaksanakan penelitian terkait dengan pembelajaran khususnya Terlibat pada beberapa PKM perancangan dan evaluasi pembelajaran matemtaika maupun desain media pembelajaran matematika. Berpengalaman melaksanakan penelitian pembelajaran khususnya Terlibat pada beberapa PKM perancangan dan evaluasi pembelajaran matemtaika maupun desain media pembelajaran matematika. Berpengalaman kegiatan kemasyarakatan pembelajaran matematika. Anggota tim pengusul terlibat banyak sebagai penyaji atau nara sumber dalam seminar nasional dan internasional Membantu ketua dalam PKM pelatihan bagi guru- guru peserta PKM Memberikan pendampingan bagi guruguru peserta PKM secara Ikut pelaksanaan PKM Membantu ketua dalam PKM pelatihan bagi guru- guru peserta PKM Memberikan pendampingan bagi guruguru peserta PKM secara Ikut pelaksanaan PKM Membantu ketua dalam PKM pelatihan bagi guru- guru peserta PKM Memberikan pendampingan bagi guruguru peserta PKM secara Ikut pelaksanaan PKM Tahap Pelaksanaan Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka langsung dengan 20 peserta yang terdiri dari 3 kepala sekolah dan 17 guru. Adapun 20 peserta ini adalah guru-guru matematika yang tergabung dalam organisasi MGMP se-kota Soe. Kegiatan berlangsung selam 2 hari: 16-17 Juni 2023. Adapun detail kegiatan dapat dilihat pada Tabel 3. Indikator Keberhasilan Adapun indicator yang menandakan keberhasilan kegiatan pelatihan ini adalah Guru-guru peserta workshop . ecara kolaborati. mampu mengidentifikasi masalah pembelajaran . yang terjadi di dalam kelas/sekolah Guru-guru peserta workshop . ecara kolaborati. mampu mengidentifikasi penyebab masalah Al-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat. ISSN 2776-0901 . | 2807-7024 . AL-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3 . , 2023, 51-61 Juliana Mehelina Herlince Nenohai. Siprianus Suban Garak. Damianus Dao Samo. Irna Karlina Sensiana Blegur. Imelda Hendriani Eku Rimo. Yohanes Hariaman Nada. Patrisius Afrisno Udil Guru-guru peserta workshop . ecara kolaborati. mampu membuat rencana solusi terhadap penyebab masalah yang telah teridentifikasi Guru-guru peserta workshop mampu merumuskan minimal satu judul Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dapat dilaksanakan secara kolaboratif Tabel 3. Jadwal Kegiatan Pemateri Jumat, 16 Juni 2023 Waktu Kegiatan 00Ae09. Pembukaan: A Pengantar oleh MC A Pembukaan oleh Ketua TIM PKM A Doa Penelitian Tindakan kelas . eori dan aplikasiny. dan lesson study 01Ae13. Refleksi untuk menemukan masalah PTK Istirahat dan Makan Siang 31Ae11. Karya Tulis Ilmiah Moderator/MC Ruangan Irna K. Blegur. Pd. Ruang 1 Dra. Juliana M. Nenohai. Pd. Irna K. Blegur. Pd. Ruang 1 Dra. Juliana M. Nenohai. Pd. Irna K. Blegur. Ruang 1 Irna K. Blegur. Pd. Ruang 1 Sabtu, 17 Juni 2023 Dr. Damianus Samo. Hasil dan Pembahasan Kegiatan pelatihan penyusunan rencana penelitian tindakan kelas kolaboratif bagi guru matematika SMP se-kota soe ini dilaksanakan selama 2 hari dimulai pada tanggal 16 hingga 17 Juni Semua kegiatan dimulai pada pukul 09. 00 dan dilakukan secara luring dengan mengambil tempat pelaksanaan di SMA Negeri 1 Soe. Jumlah peserta yang hadir ialah 20 peserta yang terdiri dari 3 Kepala Sekolah dan 17 guru matematika. Semua peserta ini berlatar belakang pendidikan matematika dan tergabung dalam MGMP kota soe. Hari pertama Jumat, 16 Juni 2023, kegiatan diawali dengan pendaftaran peserta kegiatan seperti yang terlihat pada Gambar 1. Setelah peserta melakukan registrasi, kegiatan dimulai dengan pembukaan. Pembukaan diawali dengan sambutan oleh ketua mitra diikuti sambutan oleh koordinator prodi pendidikan matematika FKIP UNDANA. Dalam sambutannya ketua mitra sangat mengapresiasi kegiatan PkM yang dilaksanakan oleh prodi pendidikan matematika karena tema PkM yang diangkat adalah materi yang penting bagi para guru dalam peningkatan keterampilan profesional serta pengurusan kenaikan pangkat. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari koordinator prodi pendidikan matematika membuka kegiatan PkM kota Soe secara resmi. Gambar 1. Peserta Melakukan Registrasi Al-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat. ISSN 2776-0901 . | 2807-7024 . AL-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3 . , 2023, 51-61 Juliana Mehelina Herlince Nenohai. Siprianus Suban Garak. Damianus Dao Samo. Irna Karlina Sensiana Blegur. Imelda Hendriani Eku Rimo. Yohanes Hariaman Nada. Patrisius Afrisno Udil . Gambar 2. Sambutan oleh perwakilan mitra . dan Koordinator Program Studi . Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi secara klasikal oleh ketua tim dan dimodratori oleh salah satu anggota seperti yang terlihat pada Gambar 3. Penelitian tindakan kelas . eori dan aplikasiny. dan lesson study adalah tema materi yang disampaikan. Diskusi dan tanya jawab yang terjadi pada sesi ini. Para peserta diingatkankembali tentang hakikat penelitian tindakan kelas, prosedur dan bagaimana menyusun rencana pelaksanaannya. Guru-guru yang telah lama mengabdi sebagai guru matematika, akhirnya mampu memahami kembali teori dan aplikasi PTK beserta implementasinya dengan model lesson study Gambar 3. Pemaparan materi secara klasikal oleh ketua Tim Setelah sesi pertama selesai, dilanjutkan dengan sesi kedua yakni AuRefleksi untuk menemukan masalah PTKAy. Kegiatan ini dilakukan untuk menganalisis kebutuhan di sekolah masing-masing guru, terkait dengan proses pembelajaran yang dilakukan. Pada sesi ini guru dibagi kedalam 6 kelompok berdasarkan lokasi tempat mengajar para guru. Guru yang sekolahnya saling berdekatan dikelompokkan dalam 1 tim. Tujuannya agar para guru dapat melakukan PTK kolaboratif dengan mudah dalam hal trasnportasi. PTK pada hakikatnya adalah penelitian yang dilaksanakan dengan tujuan untuk perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran (Cohen et al. , 2007. Sanjaya, 2015. Wiratmaja, 2. Oleh karena itu, guru-guru diminta mengidentifikasi masalah- masalah terkait dengan pembelajaran matematika di kelas, kemudian mengidentifikasi penyebab masalah, yang kemudian guru-guru akan dituntun untuk merumuskan judul PTK. Saat kegiatan diskusi kelompok ini, para anggota Tim PkM mendampingi para peserta dalam setiap diskusi seperti yang terlihat pada Gambar 4. Sesi kedua inipun berakhir dan menghasilkan 6 judul PTK kolaboratif yang akan ditindaklanjuti oleh Tim dan peserta untuk menghasilkan publikasi artikel ilmiah. Al-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat. ISSN 2776-0901 . | 2807-7024 . AL-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3 . , 2023, 51-61 Juliana Mehelina Herlince Nenohai. Siprianus Suban Garak. Damianus Dao Samo. Irna Karlina Sensiana Blegur. Imelda Hendriani Eku Rimo. Yohanes Hariaman Nada. Patrisius Afrisno Udil Gambar 4. Guru-guru didampingi Tim PkM mengidentifikasi masalah dalam kelompok Hari kedua yakni Sabtu, 17 Juni 2023, kegiatan hanya berfokus pada pembahasan secara klasikal terkait bagaimana membuat karya tulis ilmiah seperti yang terlihat pada Gambar 5. Karya ilmiah yang dimaksud adalah laporan akhir penelitian dan artikel yang kemudian bisa dipublikasikan ke jurnal. Struktur artikel jurnal, bagaimana meringkas suatu laporan penelitian menjadi artikel jurnal, dan tips-tips tentang menulis artikel yang baik juga disampaikan pada sesi ini. Penegenalan jurnal yang dikelola oleh prodi pendidikan matematika, yaitu FRAKTAL: Jurnal matematika dan Pendidikan Matematika, juga disampaikan pada sesi ini. Tujuannya agar memberi ruang pada para guru untuk bisa mempublikasikan artikel tersebut ke Jurnal tersebut. Gambar 5. Pemaparan Materi karya tulis ilmiah secara klasikal Setelah seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam 2 hari, terlihat bahwa guru- guru sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Berdasarkan hasil diskusi dengan para peserta, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini membawa dampak positif bagi para guru, terutama dalam hal me-refresh pengetahuan mereka tentang PTK. Dengan demikian, pelatihan dengan metode yang dipilih seperti kegiatan PkM ini memberi dampak yang baik bagi proses perbaikan pembelajaran (Blegur et al. , 2. Munculnya 6 judul PTK kolaboratif lewat ini juga mengindikasikan bahwa kegiatan PkM ini telah berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pemilihan Teknik PTK dengan model lesson study juga mampu meningkatkan pemahaman peserta tentang penyusunan rencana dan pelaksanaan PTK kolaboratif yang tentu baik untuk meningkatkan dan memperbaiki praktik pembelajaran di dalam kelas (Cohen et al. , 2. Para peserta merasa sangat terbantu dengan bimbingan narasumber, sehingga mereka mampu mengidentifikasi masalah dan mampu merumuskan judul PTK. Hal ini berarti belajar melalui penemuan terbimbing tentu memberikan kontribusi yang baik bagi seorang pembelajar (Nenohai et al. , 2. Para peserta berharap kegiatan pendampingan secara daring dapat terus dilanjutkan sampai guru-guru mampu menyusun proposal, melaksanakan penelitian, menyusun laporan akhir dan menulis artikel untuk Al-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat. ISSN 2776-0901 . | 2807-7024 . AL-KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3 . , 2023, 51-61 Juliana Mehelina Herlince Nenohai. Siprianus Suban Garak. Damianus Dao Samo. Irna Karlina Sensiana Blegur. Imelda Hendriani Eku Rimo. Yohanes Hariaman Nada. Patrisius Afrisno Udil diterbitkan pada jurnal nasional. Hal inilah yang menjadi catatan bagi Tim PkM untuk dapat Kesimpulan Kegiatan pengabdian masyarakat ini dinilai peserta sangat bermanfaat, kegiatan ini dinilai mampu membangkitkan ingatan dan pengetahuan peserta tentang bagaimana menyusun proposal, melaksankan penelitian, menyusun laporan akhir. Selain itu peserta merasa memperoleh pengetahuan baru tentang bagaimana menulis dan menerbitkan artikel jurnal. Diharapkan kegiatan PkM ini dapat menginspirasi dan membekali peserta dengan pengembangan keprofesian, dan pengayaan ilmu bagaimana meningkatkan dan memperbaiki proses pembelajaran. Pendampingan lebih lanjut agar guru-guru mampu menyusun proposal, melaksanakan penelitian, menyusun laporan akhir dan menulis artikel untuk diterbitkan pada jurnal nasional juga perlu diperhatikan secara serius agar hasil PkM ini dapat mencapai hasil yang maksimal. Daftar Pustaka