Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Jakarta Pengembangan Aplikasi SIMAKBI menggunakan Swiftspeed Appcreator sebagai Media Pembelajaran Keterampilan Menyimak Teks Cerita Rakyat bagi Siswa SMA Nabilla Salsa Billa Rahma Syifa1. Sam Mukhtar Chaniago2. Nurita Bayu Kusmayati3 Universitas Negeri Jakarta. Indonesia 1,2,3 Email Address nabillasalsabillars@gmail. *Corresponding Author Kata Kunci: SIMAKBI. teks cerita Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran aplikasi SIMAKBI menggunakan Swiftspeed Appcreator untuk keterampilan menyimak teks cerita rakyat bagi siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development, yakni gabungan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Model pengembangan yang digunakan yaitu ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. Sampel penelitian ini merupakan siswa kelas X SMAN 31 Jakarta dan SMA Bina Dharma berjumlah 60 siswa. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan angket. Analisis data yang dilakukan dengan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dinamakan SIMAKBI menggunakan bantuan Swiftpeed Appcreator pada pembelajaran teks cerita rakyat/hikayat layak digunakan. Berdasarkan hasil responsi media pembelajaran SIMAKBI yang telah dikembangan mendapatkan penilaian berkategori sangat baik dari validator, yaitu 87,95% dengan masingmasing penilaian ahli materi 85%, ahli media 82%, dan guru Bahasa Indonesia 96,86%. Selain itu, siswa memberikan responsi terhadap media pembelajaran SIMAKBI pada saat uji coba sebesar 83,01%. Media pembelajaran SIMAKBI memiliki implikasi dalam pembelajaran yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan menyimak teks cerita rakyat/hikayat siswa. Pembuatan media pembelajaran SIMAKBI menggunakan bantuan Swiftspeed Appcreator ini dapat mudah diakses karena bisa di buka melalui gawai maupun laptop dan tidak menghabiskan banyak ruang maupun data. Disamping itu, diharapkan penggunaan media pembelajaran SIMAKBI ini agar dapat digunakan untuk mendapatkan hasil penilaian secara pretest maupun postest. Dengan demikian, media pembelajaran SIMAKBI ini layak digunakan dan dapat dijadikan media pembelajaran di kelas. Pendahuluan Dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran diperlukan penggunaan teknologi dan media pembelajaran. Penggunaan teknologi dan media dalam pembelajaran dapat membuat kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara interaktif. Media pembelajaran menjadi penghubung antara guru dan murid, berkat media yang dapat di akses secara daring, siswa tidak lagi dibatasi oleh batas-batas ruang kelas. Siswa dapat belajar di berbagai tempat seperti melalui internet maupun ponsel mereka (Sharon E. Smaldino dan James D. Russell, 2005, p. Selain kebutuhan media pembelajaran yang dapat menunjang peningkatan kualitas pembelajaran secara langsung maupun daring. Siswa juga memiliki kesulitan dalam keterampilan menyimak saat mengikuti pembelajaran karena siswa juga makhluk sosial yang harus saling berinteraksi dan berkomunikasi dengan sesamanya. Dalam dunia pendidikan menyimak menjadi bagian dari mata pelajaran bahasa Indonesia. Dalam pembelajaran sehari-hari di sekolah, pengajaran menyimak masih belum direalisasikan Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | dengan baik. Pelajaran menyimak masih kurang mendapat perhatian dan sering diremehkan oleh para siswa dan guru. Mereka beranggapan semua orang normal dapat menyimak dan keterampilan menyimak dikuasai oleh siswa secara baik. Padahal kemampuan menyimak yang baik memerlukan latihan karena kegiatan tersebut memerlukan proses mendengarkan dan berfikir seseorang dalam mengolah setiap informasi yang berkaitan dengan kemampuan berbahasa (Leni Marlina, 2021, p. Kemunculan smartphone dengan sistem operasi yang saat ini sedang berkembang, yakni Android memungkinkan siswa bisa mencari informasi yang luas di manapun dan kapanpun siswa berada. Kemudahan dan sifat mobile dari sistem operasi Android membuat kesan praktis karena mudah untuk dibawa kemana saja. Android merupakan salah satu sistem operasi mobile yang tumbuh di tengah sistem operasi lain yang berkembang saat ini. Sistem operasi lain seperti Windows Mobile, i-Phone. Symbian, dan masih banyak lagi juga menawarkan kekayaan isi dan keoptimalan berjalan di atas perangkat keras . Android menguasai pasar dengan jumlah penjualan mencapai 37,19% selanjutnya iOS 27,18%. Blackberry 3,27%. Symbian 7,98%, dan sisa untuk OS lain. Survei diambil pada bulan Maret tahun 2013. Penelitian ini mengembangkan aplikasi Android karena selain merupakan sistem operasi yang terkenal dan banyak digunakan saat ini, aplikasi Android juga bersifat open source, yakni memungkinkan untuk dikembangkan dalam pelbagai bentuk ragam aplikasi (Joseph, 2013, p. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan aplikasi Swiftspeed Appcreator untuk membuat sebuah aplikasi android yang bernama SIMAKBI. Kegunaan Swiftspeed Appcreator kurang lebih hampir sama dengan aplikasi pembuat aplikasi android lainnya. Aplikasi ini memungkinkan kita membuat Aplikasi Android dan iOS saat bepergian, mengonversi situs web, toko, blog, situs web, dan banyak lagi lainnya menjadi aplikasi. Dalam media aplikasi SIMAKBI ini tentunya akan mengarahkan siswa ke halaman-halaman sesuai topik yang kita telah sediakan. Peneliti memanfaatkan cerita rakyat sebagai bahan simakan. Cerita rakyat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya Indonesia. Cerita rakyat diwariskan sacara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam masyarakat tertentu. Cerita rakyat memaparkan cerita yang menarik. dan terdapat nilai nilai kehidupan di dalamnya. Hampir semua daerah di Indonesia memiliki cerita rakyat sehingga peneliti akan menggunakan cerita rakyat yang sering digunakan dalam pembelajaran, khususnya pada kelas X SMA (Endraswara, 2010, p. Berdasarkan wawancara dengan guru pengajar Bahasa Indonesia di SMAN 31 Jakarta. Fenomena yang terjadi di kelas X SMA Negeri 31 Jakarta yaitu, . mereka mengalami kesulitan menyimak dengan berbagai macam alasan diantaranya: suaranya kurang jelas dan sulit untuk berkonsentrasi. dalam kegiatan belajar mengajar khususnya keterampilan menyimak guru sering menggunakan metode ceramah, . kurangnya minat dan perhatian siswa untuk mempelajari sastra, . sebagian besar siswa juga masih malu bertanya langsung mengenai materi pelajaran kepada guru, . setelah siswa mempelajari materi teks cerita rakyat selama 4 minggu, peneliti telah memberikan kuis untuk mengukur tingkat pemahaman dan keterampilan menyimak siswa sebanyak 10 soal. Namun, hanya 49 dari 107 siswa yang dinyatakan mendapatkan nilai diatas 75 (KKM) yang artinya keterampilan menyimak siswa masih masuk ke dalam kategori kurang. Dalam kompetensi dasar menyimak teks cerita rakyat pada kelas X SMA menurut kurikulum 2013 ada pada KD 3. 7 Mengidentifikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam cerita rakyat . baik lisan maupun tulis serta KD 4. 7 Menceritakan kembali isi cerita rakyat . yang didengar dan dibaca. Kompetensi dasar ini juga selaras dengan kurikulum merdeka yang baru mulai ditegakkan akhir-akhir ini, yakni menyimak teks cerita 133 | N. Syifa. Chanigo. Kusmayati Oleh karena itu, dapat disimpulkan rendahnya nilai siswa dikarenakan siswa belum memenuhi kompetensi dasar tersebut yakni belum menyimak dengan maksimal. Usaha untuk meningkatkan keterampilan menyimak tersebut memerlukan metode yang efektif dan efisien. Selain itu, diperlukan juga media pembelajaran yang tepat sehingga siswa dapat menguasai kompetensi yang diharapkan. Oleh karena itu, media yang digunakan dalam pembelajaran memiliki peran penting untuk menunjang ketercapaian tujuan pembelajaran. Salah satunya adalah aplikasi android yang mudah diakses oleh siswa. Dalam menyimak pada umumnya tidak menggunakan media sehingga siswa mengalami kesulitan dan cenderung merasa bosan dalam memahami materi menyimak cerita rakyat atau hikayat. Rendahnya minat siswa dalam menyimak cerita rakyat, membuat penulis berusaha untuk mencari solusinya yakni menggunakan salah satu media pembelajaran yang menyenangkan untuk menarik minat siswa yaitu dengan menggunakan aplikasi android. Penulis berharap dengan aplikasi android SIMAKBI ini siswa akan lebih mudah memahami materi dan informasi yang telah disampaikan, pembelajaran lebih jelas, dan memberikan imajinasi secara cepat dengan proses pembelajaran yang menyenangkan. Penggunaan aplikasi android SIMAKBI ini diharapkan siswa tidak kesulitan dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau RnD (Research and Developmen. dengan model ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation, and Evaluatio. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran berbasis aplikasi android yang diberikan nama SIMAKBI untuk membantu pembelajaran menyimak, khususnya menyimak Teks Cerita Rakyat berdasarkan pencapaian kompetensi dasar dan Indikator yang ada di kelas X SMA. Adapun alokasi waktu yang digunakan untuk penelitian ini dilaksanakan dengan 2 tahapan. Tahap pertama dalam rentang waktu 6 bulan pertama, melakukan observasi secara langsung dilapangan untuk melihat secara langsung untuk mencari kebutuhan siswa sesuai situasi dilapangan serta mendapatkan data melalui wawancara terhadap guru Bahasa Indonesia di kelas X SMAN 31 Jakarta pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022 yang diikuti 107 siswa yang terdiri dari kelas X IPA 3. X IPA 4, dan X IPA 5, lalu selanjutnya melaksanakan tahapan penelitian yang meliputi penggalian data-data yang digunakan sesuai kebutuhan pembuatan media dan analisis data berupa angket responsi. membuat laporan hasil penelitian yang dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2022 di kelas X SMAN 31 Jakarta dan kelas X SMA Bina Dharma yang diikuti sebanyak 60 siswa. 32 siswa berasal dari SMA Bina Dharma dan 28 siswa berasal dari SMAN 31 Jakarta. Hal ini dikarenakan peneliti ingin melihat hasil yang lebih akurat, maka dilakukan di 2 sekolah yang berbeda. Hasil produk divalidasi oleh ahli materi dan ahli Ahli materi dan media merupakan dosen dari program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Negeri Jakarta. Data kuantitatif yang didapatkan dari ahli materi dan ahli media. Data tersebut dikumpulkan dan diolah menjadi skor dengan perhitungan skala Linkert 1-5. Lalu, data kualitatif yang didapatkan yang berupa respons, saran, dan tanggapan diolah dalam bentuk perbaikan produk. Hasil dan Pembahasan Produk media yang dikembangkan dalam penelitian ini yaitu berupa media aplikasi yang dibuat menggunakan Swiftspeed Appcreator dan dikemas dalam bentuk aplikasi Media pembelajaran ini memuat materi teks cerita rakyat yang termasuk dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Media ini diberi nama AoSIMAKBIAo yang berasal dari kata Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | AuSimak Bahasa IndonesiaAy yang berarti aplikasi ini diperuntukan untuk memudahkan siswa untuk menyimak materi-materi Bahasa Indonesia dengan baik. Media ini dikembangkan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze. Design. Development. Implementation, and Evaluatio. Pada tahap awal dilakukan beberapa kegiatan analisis, yakni mengalisis Standar Kompetensi Kelulusan (SKL) ditentukan SKLA yang terdapat teks cerita rakyat ada pada 3. Mengidentifikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam cerita rakyat . baik lisan maupun tulis dan 4. 7 Menceritakan kembali isi cerita rakyat . yang didengar dan Lalu pada analisis selanjutnya dilakukan kegiatan analisis mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang mendukung perlunya pengembangan media. Proses pengumpulan data pada tahap ini dilakukan melalui kegiatan wawancara dengan guru pengajar Bahasa Indonesia dan hasil wawancara tersebut, antara lain: Pembelajaran Bahasa Indonesia materi Teks Cerita Rakyat pada saat transisi pandemic covid-19 dilaksanakan secara blended learning. Guru hanya menggunakan media berupa powerpoint, google classroom dan video yang diupload di youtube pada setiap mata pelajaran secara terus menerus sehingga membuat siswa bosan dan kurang menarik minat belajar siswa. Ini menunjukkan adanya kesulitan guru untuk mengembangkan media pembelajaran. Beberapa siswa dapat dikatakan pasif karena tidak mengumpulkan atau pun sering terlambat dalam mengumpulkan tugas yang diberikan oleh guru. Beberapa siswa juga tidak melihat video yang telah dibagikan di youtube guru. Guru sangat mendukung pengembangan media berupa aplikasi karena cocok digunakan saat pembelajaran daring maupun luring. Selain itu fasilitas belajar siswa terutama di sekolah juga sangat memadai. Lalu dari hasil analisis kebutuhan siswa didapatkan hasil bahwa pada pernyataan pertama, siswa menjawab Ausangat setujuAy dengan persentase sebesar 10% dan menjawab AusetujuAy dengan persentase sebesar 76,7% yang artinya 46 siswa mengetahui teks cerita rakyat/hikayat dan 8 siswa lainnya belum mengetahui teks cerita rakyat/hikayat. Pada pernyataan kedua, rata-rata siswa dengan persentase 70% menjawab AusetujuAy siswa mampu mengidentifikasi ciri teks cerita rakyat/hikayat. Pada pernyataan ketiga rata-rata siswa dengan persentase 73,3% menjawab AusetujuAy bahwa siswa mampu memahami cerita rakyat yang disajikan dengan menggunakan media yang digunakan saat ini. Pada pernyataan keempat, siswa menjawab AusetujuAy dengan persentase 68,3% yang berarti 41 siswa mampu menjelaskan kembali cerita rakyat yang disajikan dengan menggunakan media yang digunakan saat ini dan sisa lainnya belum mampu menjelaskan cerita rakyat menggunakan media yang telah digunakan saat ini. Pada pernyataan kelima, siswa menjawab Aukurang setujuAy sebanyak 15% dan siswa lainnya merasa setuju merasa media saat ini telah membantu menyimak teks cerita rakyat. Pada pernyataan keenam, sebanyak 13,3% menjawab Aukurang setujuAy dan 1 orang tidak setuju merasa media pembelajaran yang telah digunakan sudah variasi dan menggunakan teknologi yang mutakhir dan siswa lainnya merasa setuju. Pada pernyataan ketujuh sebanyak 71,7% merasa setuju dan 18,3% merasa sangat setuju jika pembelajaran teks cerita rakyat memerlukan media yang lebih mudah dipahami dan menggunakan teknologi mutakhir 6 siswa lainnya menjawab kurang setuju. Pada pernyataan kedelapan sebanyak 68,3% siswa menjawab AusetujuAy dan 25% Ausangat setujuAy telah terbiasa menggunakan aplikasi android, 4 orang lainnya menjawab kurang Pada pernyataan kesembilan sebanyak 80% siswa menjawab AusetujuAy dan 16,7% Ausangat setuju apabila media teks cerita rakyat dikembangkan berbasis aplikasi android, 2 lainnya kurang setuju. Pada pernyataan akhir siswa menjawab AusetujuAy sebanyak 85% dan Ausangat setujuAy media pembelajaran berbasis Swiftspeed appcreator lebih menarik, menyangkan, dan memotivasi semangat belajar siswa serta hanya 4 siswa yang merasa Aukurang setujuAy. 135 | N. Syifa. Chanigo. Kusmayati Tabel 1 Hasil Analisis Kebutuhan Siswa No. Pernyataan Saya mengetahui apa itu teks cerita rakyat/hikayat Saya mampu mengidentifikasi ciri teks cerita rakyat/hikayat Saya rakyat/hikayat dengan media pembelajaran yang digunakan saat ini Saya mampu menjelaskan kembali cerita rakyat yang disajikan saat pembelajaran menggunakan media yang digunakan saat ini. Saya rakyat/hikayat sudah ada saat ini sangat membantu saya pembelajaran dengan baik Saya pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran teks cerita rakyat/hikayat sudah bervariasi dan menggunakan teknologi mutakhir Saya setuju jika pembelajaran teks cerita rakyat memerlukan media pembelajaran yang lebih mudah dipahami dan Saya terbiasa menggunakan aplikasi android Saya setuju apabila terdapat media pembelajaran teks cerita rakyat /hikayat yang aplikasi android Saya Swiftspeed Appcreator dalam rakyat/hikayat lebih menarik. Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju 76,7% 13,3% 1,7% 28,3% 73,3% 21,7% 68,3% 1,7% 13,3% 1,7% 18,3% 71,7% 68,3% 6,7% 16,7% 3,3% 8,3% 6,7% Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | memotivasi semangat belajar. Tahap selanjutnya adalah tahap merancang desain produk yaitu menuangkan ide terlebih dahulu ke dalam rumusan yang menggambarkan media pembelajaran secara rinci. Rumusan tersebut bentuknya sangat bervariasi tergantung pada media yang Untuk mengembangkan rancangan alur media pembelajaran aplikasi android SIMAKBI maka rumusan rancangan dibuat dalam bentuk diagram alur . Halaman Pembuka Halaman Utama Instruksi Menyimak Video Hikayat Podcast Login (Masuk aku. Nama aplikasi Obrolan Grup-Grup Diskusi Online Menu-Menu Materi Kuis Nilai/Skor Kuis Instruksi Quizizz (PPT&mini Kui. Gambar 1. Flowchart Selanjutnya memasuki tahapan pengembangan. Berikut ini langkah-langkah dalam membuat media pembelajaran AoSIMAKBIAo menggunakan bantuan Swiftspeed Appcreator. Namun sebelum itu kita perlu mengumpulkan bahan-bahan terlebih dahulu untuk dimasukkan ke dalam aplikasi: Mendesain instruksi, logo, tombol navigasi, tampilan background yang sesuai materi, dan gambar-gambar yang mendukung lainnya. Mencari video dari berbagai sumber untuk dimasukkan kedalam google drive, sehingga kita mendapatkan link untuk mengakses video-video tersebut. Menyiapkan materi-materi dan diposting kedalam blog wordpress. Membuat rekaman suara mengenai cerita rakyat/hikayat dan diupload ke dalam aplikasi podbean yang sebelumnya dibuat akun podbeanya terlebih dahulu menggunakan email. Menyiapkan pertanyaan-pertanyaan berupa pilihan ganda dari materi yang telah . Membuat akun Quizizz dan powerpoint interaktif beserta latihannya. Setelah itu simpan link/tautan Quizizz tersebut. Setelah semua bahan terkumpul, tahap selanjutnya yaitu Menyusun bahan-bahan tersebut ke dalam Swiftspeed Appcreator hingga menjadi aplikasi android yang dapat dioperasikan di semua Android melalui Langkah-langkah berikut: Buatlah akun/login akun Swiftspeed Appcreator melalui laman resmi https://dashboard. Setelah masuk ke halaman dashboard, pengguna dapat langsung membuat aplikasi secara gratis dengan mengklik create a new application. Atau manage apabila telah membuat aplikasi sebelumnya. Selanjutnya pengguna akan langsung dapat mengedit sesuai keinginan dengan tools-tools yang ada. 137 | N. Syifa. Chanigo. Kusmayati . Masukkan semua gambar yang telah didesain sebelumnya dan ingin digunakan untuk kebutuhan aplikasi, seperti logo menu, gambar layar memuat halaman, background aplikasi, dan aset-aset lainnya. Untuk membuat menu, pilih features lalu pilih salah satu menu yang ingin diedit seperti chat realtime untuk menu obrolan. Quiz untuk menu kuis. Untuk pembuatan menu yang tidak tersedia dalam aplikasi, pengguna dapat memasukkan link yang telah disiapkan sebelumnya, lalu mengklik pilihan link pada bagian add pages. Untuk membuat menu menggunakan modules ataupun coding juga dapat digunakan di opsi modules maupun add pages yang telah disediakan. Langkah terakhir yakni memilih menu download your app lalu pilih Generate source (Pilih salah satu android/Iphon. , selanjutnya pilih Generate APK/AAB. Source akan tersimpan otomatis dan berkas source dapat dipindahkan kemana saja dan dapat langsung didownload di semua perangkat android. Untuk IOS masih ada beberapa langkah lagi dikarenakan wajib diunggah ke Appstore terlebih dahulu apabila ingin diinstal di semua Iphone. Untuk mengunduh aplikasi AoSIMAKBIAo, pengguna dapat mengklik tombol Audownload aplikasi SimakbiAy di website simakbi. com atau melalui link google drive https://drive. com/file/d/1Lt-6uLHsa9PfTexAIHgj3Op3m1TbTuKH/view . Setelah selesai mengunduh, pada aplikasi android akan ada proses intalisasi yang memerlukan perizinan sumber tidak dikenal yang harus diizinkan terlebih dahulu dikarenakan aplikasi ini belum terdaftar melalui Playstore maupun Appstore. Aplikasi akan langsung terpasang di android dan dapat langsung digunakan. Tabel 2. Tampilan aplikasi SIMAKBI Tampilan Aplikasi di Smartphone Tampilan Memuat dan Halaman Awal Android/IOS Tampilan Awal Setelah Login. Menu Instruksi dan Menu More Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | Tampilan isi menu Menyimak Video Hikayat dan menu Podcast Tampilan isi menu Obrolan Tampilan isi menu Kuis Tampilan isi menu Materi Tampilan isi menu Quizizz 139 | N. Syifa. Chanigo. Kusmayati Selanjutnya pada tahap implementasi, produk divalidasi oleh ahli media dan ahli Hasil validasi ahli materi mendapatkan hasil rata-rata dari seluruh aspek sebesar 85% yang artinya aplikasi SIMAKBI untuk pembelajaran materi teks cerita rakyat dinyatakan sangat baik/sangat layak. Hasil validasi ahli media mendapatkan hasil rata-rata seluruh aspek sebesar 82% artinya media pembelajaran aplikasi SIMAKBI dinyatakan sangat baik/sangat layak digunakan dalam pembelajaran. Setelah produk telah tervalidasi, selanjutnya produk dinilai oleh guru pengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. Rata-rata penilaian dari guru Bahasa Indonesia mendapatkan hasil rata-rata dari seluruh aspek sebesar 96,86% artinya media dinyatakan sangat baik/sangat layak digunakan dalam pembelajaran teks cerita rakyat di kelas. Setelah mendapatkan penilaian dari validator dan pengajar, dilakukan pengambilan sampel hasil responsi dari siswa diperoleh nilai rata-rata presentase sebesar 83,01% dengan rata-rata skor 4,15. Dapat disimpulkan bahwa respon siswa terhadap media pembelajaran android SIMAKBI menggunakan Swiftspeed Appcreator termasuk ke dalam kategori AuLayak/BaikAy. Selain data kuantitaif, didapatkan juga data kualitatif untuk hasil responsi siswa, rata-rata tanggapan siswa juga sangat baik. No. Tabel 3. Rata-rata penilaian ahli materi Aspek yang dinilai Presentasi skor Kriteria Kesesuaian SB (Sangat Bai. Penyajian Materi SB (Sangat Bai. Kesesuaian Latihan B (Bai. Kebahasaan B (Bai. SB (Sangat Bai. Kurikulum Rata-Rata No. Tabel 4. Rata-rata penilaian ahli media Aspek yang dinilai Presentasi skor Kriteria Tampilan SB (Sangat Bai. Perangkat Lunak B (Bai. Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | Keterlaksanaan Rata-Rata B (Bai. SB (Sangat Bai. Tabel 5. Rata-rata penilaian guru Bahasa Indonesia No. Aspek yang dinilai Kesesuaian Kurikulum Penyajian Materi Kesesuaian Latihan Kebahasaan Tampilan Perangkat Lunak Keterlaksanaan Rata-Rata Presentasi skor 96,86% Kriteria SB (Sangat Bai. SB (Sangat Bai. SB (Sangat Bai. SB (Sangat Bai. SB (Sangat Bai. SB (Sangat Bai. SB (Sangat Bai. SB (Sangat Bai. Tabel 6. Hasil responsi siswa No. Pernyataan Media pembelajaran SIMAKBI memberikan motivasi pada saya untuk belajar Saya dapat belajar secara aktif dengan media pembelajaran SIMAKBI Saya lebih senang belajar dengan media pembelajaran SIMAKBI ini daripada media yang lainnya Materi dan Latihan yang disajikan dapat saya pahami Media Pembelajaran SIMAKBI ini meningkatkan pemahaman saya mengenai Teks Cerita Rakyat/Hikayat, khususnya dalam mengidentifikasi isi dari sebuah Teks Cerita Rakyat/Hikayat Saya dapat mempelajari materi dengan mudah karena disajikan dengan jelas dan menyenangkan Saya dapat membaca teks dengan mudah karena jenis dan ukuran huruf yang digunakan tepat Saya menyukai tampilan media pembelajaran SIMAKBI karena memiliki komposisi yang serasi Saya dapat memahami materi dengan bantuan video dan audio dengan kualitas yang baik Media pembelajaran SIMAKBI ini meningkatkan keterampilan menyimak teks cerita rakyat saya Skor 4,15 Rata-Rata Persen (%) 4,13 SS (Sangat Setuj. SS (Sangat Setuj. 4,15 4,17 SS (Sangat Setuj. SS (Sangat Setuj. Kategori SS (Sangat Setuj. SS (Sangat Setuj. 4,15 SS (Sangat Setuj. 4,15 SS (Sangat Setuj. 4,17 SS (Sangat Setuj. 4,18 SS (Sangat Setuj. 4,15 141 | N. Syifa. Chanigo. Kusmayati Pada tahap akhir evaluasi, produk di revisi kembali menyesuaikan keadaan lapangan dan juga dari masukan siswa, guru, maupun dosen penguji hasil akhir produk. Sehingga dapat dinyatakan produk sudah sangat layak dan mengurangi kekurangan-kekurangan Simpulan Penelitian ini menghasilkan produk aplikasi android SIMAKBI (Menyimak Bahasa Indonesi. sebagai media pembelajaran untuk membatu menyimak materi teks cerita rakyat bagi siswa SMA yang dikembangkan dengan model ADDIE (Analyze. Design. Development. Implementation, and Evaluatio. Tahap analisis . , terdiri dari analisis materi pembelajaran, analisis kebutuhan pengajar, analisis kebutuhan pemelajar, dan analisis Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang digunakan. Tahap desain . terdiri dari menentukan materi dan membuat . Tahap pengembangan . terdiri dari pembuatan aplikasi SIMAKBI. Kelayakan produk AuAplikasi SIMAKBI sebagai media pembelajaran teks cerita rakyat bagi siswa SMAAy dapat diketahui dengan penilaian yang telah dilakukan oleh ahli media dan ahli materi dalam tahap awal Implementasi (Implementatio. Berdasarkan penilaian ahli materi, aplikasi SIMAKBI sebagai media pembelajaran materi teks cerita rakyat bagi siswa SMA mendapat presentase rata-rata skor sebesar 85% termasuk dalam kategori atau kriteria sangat layak. Berdasarkan penilaian ahli media, aplikasi SIMAKBI sebagai media pembelajaran teks cerita rakyat bagi siswa SMA mendapat presentase rata-rata skor sebesar 82% termasuk dalam kategori atau kriteria layak. Berdasarkan penilaian guru pengajar Bahasa Indonesia mendapatkan hasil rata-rata presentase sebesar 96,86% dengan kategori sangat baik. Selanjutnya berdasarkan hasil responsi siswa juga didapatkan rata-rata hasil presentase sebesar 83,01% dengan kategori sangat layak apabila SIMAKBI menjadi media pembelajaran materi teks cerita rakyat di sekolah. Selanjutnya pada tahap akhir evaluasi (Evaluatio. produk disempurnakan dari banyaknya kritik mapun masukan dari siswa, guru, maupun dosen penguji produk. Dengan demikian, aplikasi SIMAKBI dapat dikatakan sebagai aplikasi yang sangat layak digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya membantu siswa dalam pembelajaran keterampilan menyimak teks cerita rakyat di sekolah. Penelitian mengembangkan kembali media pembelajaran untuk pembelajaran Bahasa Indonesia dengan fitur-fitur yang lebih lengkap dan dapat diuji lagi menggunakan metode lainnya seperti pengambilan sampel pretest dan postest. Daftar Rujukan Andrea Adelheid dan Aqilha Simangunsang. Manual Book of Android. Yogyakarta. Literia Media Creativa. Benny A. Pribadi . Desain dan Pengembangan Program Pelatihan Berbasis Kompetensi Implementasi Model ADDIE. Jakarta : Prenada Media Group. Cet 2. Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | Fenti Hikmawati . Metodologi Penelitian. Depok : Raja Grafindo Persada. Fujiastuti. Wulandari. , & Suwartini. Pengembangan Media Flash Berbasis Komik Dalam Pembelajaran Menyimak Cerita Rakyat. JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan, 21. , 201 - 213. https://doi. org/10. 21009/jtp. Hartanto . Pengembangan Media Pembelajaran Mobile Learning Android pada Konsep Dinamika Newton untuk Siswa Kelas X SMA/MA. Skripsi pada Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta. Heri Gunawan . Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Bandung: Alfabeta, 2. Leni. AuKemampuan Menyimak Berita Melalui Model Pembelajaran Giving Question And Getting Answer Siswa Kelas Vi SMPN Satap 13 Kolaka UtaraAy. Jurnal Onoma: Pendidikan. Bahasa dan Sastra PBSI FKIP Universitas Cokroaminoto Palopo. Vol. No. https://doi. org/10. 30605/onoma. Luthfia Aldila A. , . Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Smart Apps Creator pada Materi Keragaman Agama di Indonesia. UIN: Malang. Made,Naswan. I made. Pengembangan Multimedia Interaktiv Berbasis Proyek Dengan Model ADDIE Pada Materi Pemograman WEB Siswa Kelas X Semester Genap Di SMK Negeri 3 Singasari. Universitas Pendidikan Ganesha. Nunu Mahnun. Media Pembelajaran (Kajian terhadap Langkah-langkah Pemilihan Media dan Implementasinya dalam Pembelajara. Jurnal Pemikiran Islam. Vol. No. Januari-Juni. Nur Hidayah, . Penggunaan Media Audio untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Persoalan Faktual pada Siswa Kelas V Sd Negeri 01 Sikayu Comal Kabupaten Pemalang. UNS. Semarang. Pien Supinah S. AuPengaruh Keterampilan Menyimak dan Intelligence Quotient terhadap Prestasi Belajar SiswaAy. Mediator: Jurnal Komunikasi. Vol. https://doi. org/10. 29313/mediator. Pupuh Fathurrohman dan Sobry Sutikno . Strategi Belajar Mengajar Melalui Penanaman Konsep Umum dan Konsep Islami. Bandung: PT Refika Aditama. Riduwan . Rumus dan Data dalam Analisis Statistika Cetakan Kelima. Bandung: Alfabeta. Sri Setyowati. AuUpaya Peningkatan Keterampilan Menyimak Bahasa Prancis Siswa Kelas Xi Ips 3 SMA N 8 Purworejo dengan Menggunakan Media Permainan BingoAy. Yogyakarta: UNY. Sugiyono. Metode Penelitian Kombinasi (Mix Method. Bandung: Alfabeta. Sulastri. AuPeningkatan Keterampilan Menyimak Cerita Rakyat Menggunakan Media Film pada Siswa Kelas X4 Sma Negeri 4 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014Ay. UMP, Purworejo. Wina Sanjaya . Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group. Yuntoto. Singgih. Pengembangan Aplikasi Android sebagai Media Pembelajaran Kompetensi Pengoperasian Sistem Pengendali Elektronik pada Siswa Kelas Xi SMKN 2 Pengasih. Zainal Arifin, . Evaluasi Pembelajaran, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya Offset