342 | Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Hijau pada Program Recycle Point Le Minerale di Daerah Istimewa Yogyakarta Guruh Ghifar Zalzalah1. Elvina Anggraini 2. Adhi Prakosa3. Pradita Nindya Aryandha4. Fikri Farhan5 1,2,3,4,5 Fakultas Bisnis dan Hukum. Universitas PGRI Yogyakarta Email: guruh@upy. id1, anggrainielvina80@gmail. com2, adhi@upy. praditanindya@upy. id4 , fikrifarhan@upy. Abstract The increasing volume of waste is a challenge for environmental sustainability and public health. Le Minerale's recycling point program offers a solution by providing recycling facilities and increasing awareness of waste management. This initiative reduces waste in landfills and builds responsibility in maintaining a clean environment. This research aims to determine the influence of sustainable social development goals, environmentally friendly sustainable development goals, attitudes, intentions on green behavior on the Le Minerale recycle point program in Yogyakarta. This research was conducted in the Yogyakarta Special Region in 2024, the sample used was 124 The sampling technique uses a purposive sampling method. The data analysis technique in this research uses partial least squares structural equation modeling (SEM-PLS) using the WarpPLS version 7. 0 application. The results of the research show that social sustainable development goals, environmentally friendly sustainable development goals, attitudes have a significant positive effect on intentions and intentions have a significant positive effect on green behavior. Keywords: sustainable social, development goals, development goals, attitudes, intentions, green behavior. ABSTRAK Meningkatnya volume sampah menjadi tantangan bagi keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Program recycle point Le Minerale menawarkan solusi dengan menyediakan fasilitas daur ulang dan meningkatkan kesadaran pengelolaan limbah. Inisiatif ini mengurangi sampah di tempat pembuangan akhir dan membangun tanggung jawab dalam menjaga kebersihan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tujuan pembangunan sosial berkelanjutan, tujuan pembangunan berkelanjutan ramah lingkungan, sikap, terhadap niat dan perilaku hijau pada program recycle point Le Minerale di Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2024, sampel yang digunakan sebanyak 124 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan partial least squares structural equation modelling (SEM-PLS) dengan menggunakan aplikasi WarpPLS versi 7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan pembangunan sosial berkelanjutan, tujuan pembangunan berkelanjutan ramah lingkungan, sikap berpengaruh positif signifikan terhadap niat dan niat berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku hijau. Kata kunci: tujuan pembangunan, sosial berkelanjutan, tujuan pembangunan, ramah lingkungan, sikap, niat, perilaku hijau. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. | 343 PENDAHULUAN Daur ulang sampah sangat diperlukan karena sampah masih menjadi masalah besar di Indonesia yang belum terselesaikan sedangkan Indonesia sendiri menjadi salah satu penyumbang sampah terbanyak di dunia (Priliantini et al. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup, terdapat 35. 83 juta ton timbunan sampah yang dihasilkan sepanjang tahun 2022 di Indonesia. Bahkan volume timbunan sampah tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 21. 7% dibandingkan tahun 2021 serta menjadi volume timbunan sampah dengan level tertinggi dalam kurun waktu empat tahun terakhir (Annur, 2. Untuk mengurangi jumlah sampah, terutama kemasan plastik, diperlukan penerapan konsep ekonomi sirkular yang mengedepankan penggunaan kemasan plastik yang dapat didaur ulang sepenuhnya atau terurai dalam waktu yang singkat. Salah satu perusahaan yang menerapkan program CSR adalah Le Minerale. Le Minerale merupakan salah satu merek air minum dalam kemasan yang laris di pasaran dan diproduksi oleh PT Tirta Fresindo Jaya yang diperkenalkan pada tahun 2015, merupakan anak perusahaan Mayora Indah (Rahmatia dan Alfi. , 2. Produk Le Minerale antara lain air minum ukuran 330 ml-1500 ml. Pada 2020. Le Minerale meluncurkan galon sekali pakai 6Ae15-liter yang menuai respon negatif dari Masyarakat. Sehingga mereka kurang menyetujui terkait dengan peluncuran kemasan sekali pakai berupa galon sekali pakai tersebut (Jayanti et al. , 2. Perbincangan seputar galon Le Minerale di Twitter diramaikan dengan kata sampah, plastik, dan lingkungan karena diskusi soal galon sekali pakai paling banyak menyasar pada kekhawatiran soal dampak lingkungan dalam jangka panjang. Galon Le Minerale yang sekali pakai telah menjadi trending di Twitter, dengan total mencapai 1,2 ribu twit pada 16 November 2020 dan sentimen negatif untuk kata kunci "Le Minerale" dan "galon sekali pakai" melonjak hingga 880 twit dari total 1,7 ribu twit (Trilatifah, 2. Le minerale mengusung gerakan daur ulang dimana konsumen tidak perlu khawatir membuang galon dan botol Le Minerale. Tindakan tersebut diterapkan melalui recycle point dari layanan website Le Minerale hingga layanan antar jemput pengambilan sampah galon dan botol Le Minerale (Fitriani. , 2. Minerale memiliki beberapa recycle point di Indonesia salah satunya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di Yogyakarta terdapat 3 titik yaitu di Bank Sampah Induk Gempah Ripah. Bank Sampah Menayu Sehat dan Bank Sampah Dados Artho. Keberadaan recycle point Le Minerale diyakini berpengaruh terhadap perilaku hijau konsumen karena mereka akan terdorong mengkonsumsi produk ramah lingkungan (Sudirjo et al. , 2. Tindakan sadar masyarakat terhadap lingkungan untuk meminimalkan dampak negatif aktivitas mereka (Sugiarto & Gabriella. Keberadaan recycle point Le Minerale tentu mempengaruhi perilaku hijau terutama kepada konsumen yang peduli lingkungan sebab gerakan Recycle Point akan mempengaruhi keinginan konsumen dalam mengonsumsi produk ramah lingkungan (Sudirjo et al. , 2. Dengan demikian. Le Minerale sebagai perusahaan menyadari bahwa perilaku hijau tumbuh diantara masyarakat sebagai konsumen yang membeli produk dengan mempertimbangkan isu lingkungan. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 344 | Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. Adanya rasa kepedulian terhadap lingkungan akan mengarahkan konsumen untuk memilih produk keberlanjutan yang ramah bagi lingkungan (Kristiana & Aqmala. Dalam hal ini Le Minerale menciptakan gerakan recycle point Le Minerale sebagai wujud sikap peduli konsumen yang memiliki niat terhadap lingkungan dan komitmen dalam melakukan daur ulang sampah. Perilaku hijau seperti yang diwujudkan oleh Le Minerale adalah langkah yang positif menuju masyarakat dan bisnis yang lebih berkelanjutan, di mana kepedulian terhadap lingkungan menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan dan keputusan yang diambil. Perilaku hijau adalah tindakan pro-lingkungan yang terlihat dalam aktivitas membeli dan menggunakan produk yang menguntungkan lingkungan. Ini mencakup kepedulian terhadap pelestarian lingkungan serta kontribusi berkelanjutan terhadap kelestarian lingkungan hidup. Dengan kata lain, perilaku hijau adalah proses di mana konsumen mempertimbangkan atribut atau karakteristik lingkungan dari suatu produk selama pembelian, termasuk membeli produk ramah lingkungan atau organik (Veronika, 2. Perilaku hijau dapat timbul dari adanya rasa kepedulian serta tanggung jawab manusia terhadap keberlanjutan dan kelestarian alam, fokus dari perilaku hijau terdapat pada prinsip moral manusia yang menginspirasi tindakan cinta terhadap alam tempat mereka tinggal, yang juga mencerminkan tanggung jawab dan kepedulian mereka terhadap lingkungan. Pembentukan perilaku manusia terhadap lingkungan berkaitan dengan sikap dan nilai yang didasarkan pada pengetahuan, perasaan, dan kecenderungan untuk bertindak (Khoiruman, & Harsono, 2. Oleh karena itu, tindakan manusia terhadap lingkungan didasarkan pada keputusan yang berasal dari informasi tentang lingkungan dan pengalaman serta sikap mereka terhadap lingkungan. Perilaku hijau dapat dipengaruhi oleh niat yang didefinisikan sebagai kecenderungan seseorang untuk melakukan perilaku yang lebih ramah Niat memainkan peranan yang khas dalam mengarahkan tindakan, yakni menghubungkan antara pertimbangan yang mendalam yang diyakini dan diinginkan oleh seseorang dengan tindakan tertentu (Ferina, 2. Dengan kata lain, niat membantu menjadikan keinginan dan keyakinan menjadi tindakan nyata yang terarah dan terencana. Niat mempunyai pengaruh sangat besar terhadap perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari, orang yang mempunyai niat yang baik akan melakukan tindakan-tindakan yang positif yang bermanfaat pada diri dan orang lain, akan tetapi orang yang mempunyai niat buruk, maka melakukan tindakan-tindakan yang dianggap bermanfaat pada dirinya dengan merugikan orang lain (Nafis. W, 2. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi niat salah satunya yaitu pembangunan keberlanjutan sosial. Penelitian yang dilakukan oleh Vicentini. Torres. , & Bonilla . menyatakan bahwasannya pembangunan berkelanjutan sosial mencakup pemenuhan kebutuhan dasar manusia, partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan, keadilan sosial, serta pembangunan yang berkelanjutan secara ekonomi dan lingkungan. Jika masyarakat sadar akan tujuan-tujuan pembangunan sosial yang berkelanjutan. Seperti pengentasan kemiskinan atau pemberdayaan masyarakat, mereka akan cenderung untuk mendukung produk-produk dari perusahaan yang secara terbuka mendukung Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. | 345 tujuan-tujuan tersebut (Fitranadi dkk. , 2. Konsumen yang memiliki kesadaran sosial yang tinggi cenderung lebih condong untuk memilih produk yang mendukung pembangunan berkelanjutan, termasuk produk hijau. Kesadaran sosial ini mencerminkan kepedulian individu terhadap isu-isu lingkungan dan sosial, yang pada gilirannya memengaruhi niat sebagai bagian dari kontribusi mereka terhadap upaya menjaga lingkungan dan mendukung keberlanjutan. Tujuan pembangunan berkelanjutan ramah lingkungan menjadi salah satu faktor yang memotivasi konsumen untuk memiliki niat berperilaku hijau. Tujuan berkelanjutan ramah lingkungan merupakan landasan semangat transformatif pembangunan berkelanjutan yang di dalamnya lingkungan hidup, alam, dan seisinya merupakan pembatas, sehingga seluruh tujuan ekonomi dan sosial tidak boleh mengganggu kelestarian fungsi lingkungan hidup untuk menunjang kehidupan masa kini dan masa depan (Alisjahbana & Murniningtyas, 2. Hal ini bahkan di dukung oleh penelitian Maciejewski & Lesznik . dalam Menurut penelitian ini faktor-faktor pembangunan berkelanjutan memainkan peran penting dalam membentuk niat individu untuk mengadopsi perilaku hijau. Namun berbeda dengan penelitian dari Ordonez . dimana pada penelitian ini justru menjelaskan bahwa tujuan pembangunan berkelanjutan justru tidak mempunyai kaitan dengan niat perilaku hijau seorang konsumen. Faktor lain yang memengaruhi konsumen melakukan niat adalah sikap. Sikap merupakan suatu wujud nyata perasaan dari seseorang yang dapat direfleksikan melalui kesukaan atau ketidaksukaannya terhadap suatu obyek tertentu (Stia Rini et al. , 2. Niat untuk berperilaku hijau, yang dipengaruhi oleh sikap positif dan kesadaran akan tujuan pembangunan berkelanjutan, cenderung mengarah pada tindakan konkret seperti partisipasi dalam program daur ulang (Maciejewski & Lesznik, 2. Hal ini dikarenakan sikap adalah evaluasi atau penilaian positif atau negatif seseorang terhadap objek, orang, situasi, atau ide tertentu. Penelitian dari Wang et al. , . bahwa sikap berpengaruh positif signifikan terhadap niat. Namun berbeda dengan penelitian Demirag et al . menjelaskan bahwa tidak ada hubungan antara sikap dengan niat perilaku seorang konsumen. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun konsumen mungkin memiliki sikap positif terhadap perilaku hijau, sikap tersebut tidak secara otomatis diterjemahkan menjadi niat untuk berperilaku hijau. Berdasarkan latar belakang di atas, diperlukan upaya untuk menumbuhkan perilaku hijau melalui Le Minerale sebagai produk air mineral dalam galon sekali pakai yang peduli terhadap lingkungan. Gerakan Recycle Point Le Minerale merupakan komitmen perusahaan untuk menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, penulis ingin melaksanakan penelitian lebih dalam terkait perilaku hijau dengan judul AuFaktorfaktor Yang Memengaruhi Perilaku Hijau Pada Program Recycle Point Le Minerale Di Daerah Istimewa YogyakartaAy. RUMUSAN MASALAH Apakah tujuan pembangunan sosial berkelanjutan berpengaruh positif signifikan terhadap niat pada program recycle point Le Minerale di Daerah Istimewa Yogyakarta? Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 346 | Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. Apakah tujuan pembangunan berkelanjutan ramah lingkungan berpengaruh positif signifikan terhadap niat pada program recycle point Le Minerale di Daerah Istimewa Yogyakarta? Apakah sikap berpengaruh positif signifikan terhadap niat pada program recycle point Le Minerale di Daerah Istimewa Yogyakarta? Apakah niat berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku hijau pada program recycle point Le Minerale di Daerah Istimewa Yogyakarta? TINJAUAN PUSTAKA Theory of Planned Behavior (TPB) Theory of Planned Behavior (TPB) digunakan untuk memprediksi niat perilaku seseorang (Ariyani & Ayu, 2. TPB merupakan evolusi dari Theory of Reasoned Action yang dikembangkan oleh Ajzen pada 1980 (Ariyani & Ayu. TPB menggunakan tiga konstruk sebagai anteseden intensi yaitu sikap, norma subjektif, dan perasaan mengontrol perilaku (Mahriyani, 2. TPB memengaruhi niat beli melalui pengaruh perilaku personal dan sosial (Han et al, 2010 dan Lobo, 2. TPB telah banyak diterapkan dalam pembelian produk hijau seperti makanan organik dan produk hijau (Maharani et al, 2. Jadi dapat disimpulkan bahwa theory of planned behaviour adalah niat yang timbul dari individu tersebut untuk berperilaku dan niat tersebut disebabkan oleh beberapa faktor dari internal maupun eksternal dari individu tersebut (Hamzah & Anastasia, 2. Perilaku Hijau Perilaku hijau adalah tindakan individu atau kelompok yang bertujuan mengurangi dampak negatif lingkungan (Riorini, 2. Perilaku ini mencakup upaya mengurangi penggunaan sumber daya alam dan polusi, serta mempromosikan keberlanjutan lingkungan (Maharani, 2. Perilaku hijau juga mencakup pemilihan, penggunaan, dan konsumsi barang/jasa yang aman lingkungan, menjaga lingkungan hijau, mengurangi limbah dengan daur ulang, mengurangi plastik sekali pakai, dan barang bisa dipakai ulang (Rahmawati. Dengan menerapkan perilaku hijau dapat berkontribusi pengurangan dampak negatif lingkungan dan keberlanjutan (Madnasir, 2. Niat Niat menunjukkan seberapa kuat seseorang bersedia untuk mencoba melakukan suatu perilaku (Ajzen, 1. Niat berperilaku adalah keinginan konsumen untuk berperilaku dengan cara tertentu terkait memiliki, membuang, dan menggunakan barang/jasa (Mowen & Minor, 2. Niat berperilaku hijau dapat diwujudkan melalui tindakan seperti menghemat energi, mengurangi sampah, menggunakan produk ramah lingkungan, menghemat air, serta mendukung kebijakan dan kegiatan pelestarian lingkungan (Morrison, 2. Dengan mengintegrasikan niat berperilaku hijau sehari-hari, dapat melindungi alam dan menciptakan masa depan berkelanjutan (Morrison, 2. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. | 347 Sikap Sikap merupakan perasaan seseorang yang direfleksikan melalui kesukaan atau ketidaksukaan terhadap suatu objek (Stia Rini et al. , 2. Sikap merupakan kecenderungan umum berupa suka atau tidak suka yang dibentuk secara konsisten terhadap lingkungan (Sumarsono & Giyatno, 2. Secara operasional, sikap adalah reaksi emosional terhadap stimulus sosial tertentu (Kusumasari, 2. Sikap dalam berperilaku hijau tercermin dalam keinginan dan upaya untuk meminimalkan dampak negatif lingkungan, seperti mengurangi penggunaan sumber daya, mendaur ulang, menghemat energi dan air, serta mendukung inisiatif pelestarian lingkungan (Choi, 2. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Ramah Lingkungan Tujuan pembangunan berkelanjutan ramah lingkungan bertujuan menciptakan model pembangunan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini tetapi juga melestarikan sumber daya untuk generasi mendatang dengan mengurangi dampak negatif lingkungan seperti polusi dan emisi (Wahyudi, 2. Pilar tujuan berkelanjutan ramah lingkungan merupakan semangat transformatif pembangunan berkelanjutan dimana lingkungan hidup merupakan pembatas untuk mendukung kehidupan masa kini dan masa depan (Alisjahbana & Murniningtyas. Tujuan Pembangunan Sosial Berkelanjutan Tujuan pembangunan sosial berkelanjutan bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan tanpa merusak lingkungan atau mengorbankan kebutuhan masa depan (Tripati, 2. Tujuan ini juga melibatkan penguatan komunitas dan kelembagaan untuk partisipasi aktif dan pemerataan manfaat pembangunan, penghapusan kemiskinan, peningkatan kualitas hidup, serta perlindungan hak asasi manusia agar semua individu dapat hidup dengan martabat (Medvedev, 2. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 348 | Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. Kerangka Pikir Tujuan Pembangunan Sosial Berkelanjutan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Ramah Lingkungan Sikap Niat Perilaku Hijau Gambar 1. Kerangka Berpikir Hipotesis H1 : tujuan pembangunan sosial berkelanjutan berpengaruh positif signifikan terhadap niat. H2: tujuan pembangunan ramah lingkungan berpengaruh positif signifikan terhadap niat. H3: sikap berpengaruh positif signifikan terhadap niat. H4: niat berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku hijau METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif yang akan menjawab permasalahan terkait variabel-variabel dari objek penelitian. Menurut Sugiyono . , penelitian kuantitatif merupakan metode yang digunakan untuk meneliti sampel pada populasi tertentu, dimana pengambilan sampel umumnya dilakukan secara acak. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen penelitian yang dilanjutkan dengan analisis data menggunakan metode kuantitatif hal ini bertujuan untuk melakukan uji hipotesis. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Menurut Sugiyono . , purposive sampling adalah salah satu teknik pengambilan sampel yang mempertimbangkan kriteria tertentu. Kriteria sampel pada penelitian ini adalah sebagai berikut. Berdomisili di Daerah Istimewa Yogyakarta Sudah pernah menyetorkan botol dan galon bekas di Recycle Point Le Minerale. Dikarenakan besarnya populasi tidak diketahui secara pasti maka digunakan Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. | 349 purposive sampling untuk menentukan besar sampel. Menurut Sugiyono . purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel yang memperhatikan pertimbangan tertentu. Pada penelitian ini jumlah sampel yang digunakan yaitu 124 responden. Teknik pengolahan data pada penelitian ini menggunakan Structral Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS). ANALISA DAN PEMBAHASAN Berdasarkan kuisioner yang disebarkan melalui Google Form dan melakukan screening data untuk penyesuaian responden total responden pada penelitian ini adalah 124 responden. Data demografi dalam penelitian ini adalah jenis kelamin, usia, domisili, dan titik lokasi recycle point. Berdasarkan jenis kelamin dan usia yang diperoleh dari 124 responden menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan dengan jumlah sebanyak 90 orang dan sisanya 34 orang berjenis kelamin laki-laki, dan mayoritas responden berusia diantara lebih dari 30 tahun sebanyak 69 responden, setelahnya responden berusia 26-29 tahun sebanyak 30 responden, responden berusia 22-25 tahun sebanyak 21 responden, dan responden berusia 18-21 tahun sebanyak 4 Karakteristik responden berdasarkan domisili yang diperoleh dari 124 responden menunjukkan bahwa berdasarkan domisili sebagian besar responden adalah responden dari Bantul dengan jumlah 76 responden dengan diikuti responden dari Kota Yogyakarta. Sleman. Kulon Progo, dan Gunung Kidul. Be. rdasarkan Be. rdasarkan Tabe. l 1, dipe. h data ide. ntitas re. n be. titik re. point Le. Mine. yang me. nunjukkan bahwa re. n yang torkan botol dan galon be. kas di Bank Sampah Induk Ge. mpah Ripah jumlah 43 orang de. ngan pe. sar 35%, re. n yang me. botol dan galon be. kas di Bank Sampah Me. nayu Se. hat se. jumlah 41 orang de. sar 33%, re. n yang me. torkan botol dan galon be. kas di Bank Sampah Dados Artho se. jumah 40 orang de. ngan pre. 32%, maka dapat laskan bahwa se. bagian be. sar re. n be. rdasarkan titik lokasi adalah n yang me. torkan botol dan galon be. kas di Bank Sampah Induk Ge. mpah Ripah. Tabel 1. Titik Lokasi Recycle Point Titik lokasi recycle point Bank Sampah Induk Ge. mpah Ripah (Jl. Urip Sumoharjo Dk, jalan Bade. gan No. RT 12. Be. Bantul. Ke. Bantul. Bantu. Bank Sampah Me. nayu Se. hat (Jl. Me. nayu Lor. Me. nayu Lor. Tirtonirmolo. Ke. Kasihan. Bantu. Bank Sampah Dados Artho (Balai RW 06 Brotokusuman. Me. Brotokusuman. Me. Kota Yogyakart. Total Jumlah Responden Frekuensi Persentase Sumber: Data Primer diolah . Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 350 | Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. Be. rdasarkan Tabe. l 2 di atas, te. rdapat 6 butir pe. rnyataan pada variabe. tujuan pe. mbangunan sosial be. lanjutan (X. , 3 butir pe. rnyataan pada variabe. tujuan pe. mbangunan be. lanjutan ramah lingkungan (X. , 4 butir pe. pada variabe. l sikap (X. , 5 butir pe. rnyataan pada variabe. l niat (Y. , dan 6 butir rnyataan pada variabe. l pe. rilaku hijau (Y. Hasil uji validitas konve. n dalam litian ini se. mua pe. rnyataan me. miliki nilai oute. r loading Ou 0,7. Nilai Ave. Variance. d (AVE. ) se. muanya > 0,50. Hal ini be. rarti se. cara ke. sudah valid se. cara konve. n dan pe. rnyataan yang diajukan ole. h pe. liti dapat dipahami de. ngan baik re. Tujuan (X. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X3. X3. X3. X3. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y2. Y2. Y2. Y2. Y2. Y2. Tabel 2. Uji Validitas Tujuan Sikap (X. (X. 0/146 Niat (Y. Pe. (Y. Pvalue. <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 <0,001 Sumber: Data diolah dengan SPSS 25 Be. rdasarkan Tabe. l 3, dipe. h hasil uji re. liabilitas cronbachAos alpha dan liability bahwa se. luruh variable. miliki nilai cronbachAos alpha >0,60 dan composite. liability >0,70 se. bagai syarat re. Be. rdasarkan hal but jawaban Ae jawaban re. n dari se. luruh variabe. l pe. litian dinyatakan Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. | 351 Variabel Tujuan pe. sosial be. lanjutan (X. Tujuan pe. lanjutan ramah lingkungan (X. Sikap (X. Niat (Y. Pe. rilaku hijau (Y. Tabel 3. Uji Reliabilias Composite CronbachAos Keterangan Re. Re. Re. Re. Re. Sumber: Data diolah dengan SPSS 25 Gambar 2. Hasil Uji Hipotesis Pengaruh tujuan pembangunan sosial berkelanjutan terhadap niat Be. rdasarkan hasil pe. litian yang te. lah dilakukan, dike. tahui bahwa tujuan mbangunan sosial be. lanjutan (X. yang digalakkan ole. h pe. rusahaan Le. Mine. ngaruh positif signifikan te. rhadap niat program re. point (Y. Hal ini dibuktikan pada hasil analisis koe. n jalur . ath analysi. sar 0,608 dan P-value. sar <0,001 di mana nilai te. but kurang dari taraf signifikansi yang dite. tapkan yaitu se. sar 0,05. Nilai signifikasi di bawah 5% atau 0,05 nujukan bahwa tujuan Pe. mbangunan sosial be. lanjutan be. rhadap niat. Be. rdasarkan dari hasil hipote. sis pe. rtama yaitu tujuan Pe. sosial be. lanjutan be. ngaruh positif signifikan te. rhadap niat pada program point Le. Mine. Pe. ngaruh positif yaitu tujuan Pe. mbangunan sosial lanjutan me. miliki pe. ngaruh yang se. arah de. ngan niat. De. ngan de. makin tinggi tujuan Pe. mbangunan sosial be. lanjutan maka se. ningkatkan niat be. rgabung pada program re. point Le. Mine. Tujuan rusahaan te. rkait pe. mbangunan sosial be. lanjutan me. miliki pe. ngaruh positif Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 352 | Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. dan se. arah de. ngan niat masyarakat untuk me. ngikuti program re. point Le. Mine. Se. hingga, agar te. rcipta dorongan dan niat le. bih be. sar masyarakat untuk ngikuti program re. point Le. Mine. , maka dipe. rlukan tujuan pe. Le. Mine. yang be. dikasi tinggi pula. Hal ini te. ntu me. ndukung SDGAos poin 12 yaitu pe. mbangunan produksi dan konsumsi se. rti pada pe. litian yang butkan bahwa pe. rdayaan masyarakat me. lalui program tanggung jawab sosial me. rupakan be. ntuk usaha yang be. rdampak positif bagi masyarakat se. Me. nurut pe. ndapat re. n me. lalui wawancara dipe. h bahwa nyatakan bahwa program positif yang dilakukan Le. Mine. rupakan bukti sangat pe. nting untuk me. njaga lingkungan. Hal ini di dukung ole. h pe. litian dari Gre. n dan Thompson . juga me. nyatakan bahwa program-program yang ndukung SDGs lingkungan, se. rti kampanye. daur ulang dan pe. limbah, se. cara signifikan me. ningkatkan niat be. rilaku hijau masyarakat. Hal ini juga di dukung pe. litian ole. h Bhutto, dkk . mukakan bahwa tujuan sosial normatif be. ngaruh signifikan te. rhadap niat konsume. n untuk me. ulang e. -waste. Hal ini me. rkuat hasil pe. litian di mana tujuan sosial Le. Mine. dapat me. mbangun niat masyarakat untuk me. lakukan re. cycling point. Se. hingga, dari ke. tiga pe. litian di atas ke. duanya me. rkuat hasil dari pe. ini yang me. nyatakan bahwa tujuan sosial dapat me. mbangun niat masyarakat untuk me. lakukan re. cycling point. Pengaruh tujuan pembangunan berkelanjutan ramah lingkungan terhadap Be. rdasarkan hasil pe. litian yang te. lah dilakukan, dike. tahui bahwa tujuan lanjutan ramah lingkungan (X. yang digalakkan ole. h pe. rusahaan Le. Mine. ngaruh positif sigifikan te. rhadap niat me. ngikuti program re. point (Y. Hal ini dibuktikan pada hasil analisis koe. n jalur . ath analysi. sar 0,432 dan P-value. sar <0,001 di mana nilai te. but kurang dari taraf signifikansi yang dite. tapkan yaitu se. sar 0,05. Hasil pe. litian yang te. dilakukan dapat me. mbuktikan hipote. sis ke. dua yaitu tujuan pe. rusahaan dalam mbangun situasi ramah lingkungan be. ngaruh signifikan te. rhadap niat n untuk me. lakukan ke. giatan bank sampah dapat te. De. mikian se. makin tinggi tujuan Pe. mbangunan be. lanjutan ramah lingkungan maka se. makin me. ningkat niat konsume. n be. rgabung pada program re. Le. Mine. Tujuan pe. rusahaan te. rkait pe. mbangunan ke. hidupan ramah lingkungan me. miliki pe. ngaruh positif dan se. arah de. ngan niat masyarakat untuk ngikuti ke. giatan bank sampah. Se. hingga, agar te. rcipta dorongan dan niat le. sar masyarakat untuk me. ngikuti program re. point, maka dipe. branding pe. rusahaan yang me. ngusung te. ma ramah lingkungan ole. h Le. Mine. De. ngan kata lain, hal ini me. mpromosikan tujuan be. lanjutan poin 12 yaitu produksi dan konsumsi. Me. nurut pe. ndapat re. n me. lalui wawancara dipe. h bahwa sadar ntingnya me. njaga ke. rsihan lingkungan dan rutin me. milah sampah plastik rti botol dan galon le. kali pakai dan sampah lainnya yang bisa di daur ulang . Hal ini didukung pe. litian yang te. lah dilakukan ole. h Kautish, dkk Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. | 353 dapat disimpulkan bahwa tujuan ramah lingkungan, se. rti ke. lingkungan dan ke. inginan untuk be. rilaku ramah lingkungan, be. signifikan te. rhadap niat konsume. n untuk me. lakukan daur ulang. Studi te. nunjukkan bahwa ke. sadaran lingkungan dan niat untuk me. ndaur ulang dapat rasi pe. ngaruh e. ktivitas konsume. n yang dipe. psikan (PCE. ) dan diaan untuk be. rsikap ramah lingkungan (WE. F) te. rhadap pe. rilaku pe. produk ramah lingkungan (Gre. n Purchase. Be. GPB). Artinya, se. tinggi ke. sadaran lingkungan se. orang, se. makin be. sar ke. mungkinan me. ka akan miliki niat untuk be. rpartisipasi dalam ke. giatan ramah lingkungan se. cycling (Kautish, 2. Pengaruh sikap terhadap niat Be. rdasarkan hasil pe. litian yang te. lah dilakukan, dike. tahui bahwa sikap n (X. ngaruh positif sigifikan te. rhadap niat me. ngikuti program point Le. Mine. (Y. Hal ini dibuktikan pada hasil analisis koe. ath analysi. sar 0,172 dan P-value. sar 0,023 di mana nilai but kurang dari taraf signifikansi yang dite. tapkan yaitu se. sar 0,05. Hasil litian yang te. lah dilakukan dapat me. mbuktikan hipote. sis tiga yaitu sikap masyarakat te. rhadap lingkungan be. ngaruh positif signifikan te. rhadap niat n untuk me. lakukan program bank sampah dapat te. Pe. positif yaitu sikap me. miliki pe. ngaruh yang se. arah te. rhadap niat. De. mikian, se. makin tinggi sikap me. ka se. makin me. ningkatnya niat untuk rkontribusi pada program re. point Le. Mine. Me. nurut pe. ndapat re. n me. lalui wawancara bahwa ke. tika individu me. sikap positif te. rhadap pe. starian lingkungan, me. ka ce. rung le. bih sadar akan ntingnya pe. lolaan sampah yang be. rtanggung jawab dan me. ndukung inisiatif rti bank sampah. Hal ini se. jalan de. ngan te. muan dari Sari . , yang nunjukkan bahwa sikap yang kuat dan dukungan te. rhadap ke. lingkungan me. ngaruhi niat, yang pada gilirannya me. ndorong pe. rilaku hijau rti pe. nggunaan produk ramah lingkungan dan pe. ngurangan limbah. Sikap positif dan dukungan dari masyarakat se. rta organisasi te. rhadap program ini nunjukkan partisipasi aktif dalam upaya me. ncapai konsumsi dan produksi yang lanjutan se. suai de. ngan targe. t SDGs ke. De. ngan de. mikian, pe. sikap pro-lingkungan di kalangan masyarakat dapat me. njadi strate. gi e. ktif dalam ningkatkan partisipasi dalam program bank sampah dan upaya pe. lingkungan lainnya (Prase. tyo & Nugroho, 2. Pengaruh niat terhadap perilaku hijau Be. rdasarkan hasil pe. litian yang te. lah dilakukan, dike. tahui bahwa niat n (Y. ngaruh positif signifikan te. rhadap pe. rilaku me. program re. point Le. Mine. (Y. Hal ini dibuktikan pada hasil analisis n jalur . ath analysi. sar 0,702 dan P-value. sar <0,001 di mana nilai te. but kurang dari taraf signifikansi yang dite. tapkan yaitu se. sar 0,05. Hasil pe. litian yang te. lah dilakukan dapat me. mbuktikan hipote. sis e. mpat yaitu niat masyarakat dalam me. ngikuti program program re. point Le. Mine. ngaruh positif signifikan te. rhadap re. laisasi pe. rilaku konsume. n untuk Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 354 | Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. lakukan program ramah lingkungan dapat te. Pe. ngaruh positif yaitu niat me. miliki pe. ngaruh yang se. arah te. rhadap pe. rilaku hijau. De. ngan de. makin tinggi niat konsume. n be. rkontribusi pada program re. point le. maka se. makin me. ningkat untuk be. rilaku hijau. Me. nurut pe. ndapat re. n me. lalui wawancara dipe. h bahwa orang me. miliki niat yang kuat untuk me. lakukan suatu tindakan, niat te. biasanya akan me. ngarahkan me. ka pada pe. rilaku nyata. Namun, jika niat ini mah atau tidak ada, maka pe. rilaku yang diharapkan ce. rung tidak te. Niat yang kuat se. ringkali dipe. ngaruhi ole. h sikap positif, ke. yakinan, dan pe. ntang manfaat dari tindakan te. Ole. h kare. na itu, untuk me. rilaku yang diinginkan, pe. nting untuk me. ningkatkan niat individu me. ningkatan ke. sadaran dan pe. mahaman me. ka te. rhadap manfaat dan ke. dari tindakan te. but (Prabandari dan Ansoriah, 2. Hal ini se. jalan de. litian Me. nurut Yuliani . yang me. nunjukkan bahwa individu de. ngan niat yang tinggi le. bih mungkin untuk te. rlibat dalam tindakan hijau se. rti daur ulang, ngurangan pe. nggunaan plastik, dan partisipasi dalam program lingkungan. Hasil hipote. sis ini juga didukung ole. h pe. litian yang me. nyatakan bahwa niat cara signifikan me. ngaruhi pe. rilaku me. ngikuti re. cycling point (Astuti dan Linarti, 2. Simpulan Be. rdasarkan hasil pe. litian AyPe. ngaruh Tujuan Pe. mbangunan Sosial Be. Tujuan Pe. mbangunan Be. lanjutan Ramah Lingkungan. Sikap. Te. rhadap Niat dan Pe. rilaku Hijau Pada Program Re. Point Le. Mine. Dae. rah Istime. wa Yogyakarta didapatkan simpulan di mana se. mua hipote. dinyatakan te. Hasil le. bih luas pada pe. litian ini dite. mukan adanya ngaruh signifikan pada tujuan pe. mbangunan sosial be. lanjutan dan tujuan mbangunan be. lanjutan ramah lingkungan maka se. jalan de. ngan program point yang dilakukan ole. h Le. Mine. bahwa de. ngan adanya tujuan SDGs ke. -12 be. ntuk dari produksi dan konsumsi yang be. rtanggung jawab itu De. ngan adanya program re. point akan me. ningkatkan niat konsume. dalam be. rilaku ramah lingkungan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku hijau konsumen untuk ikut berpartisipasi dalam program recycle point Le Minerale dipengaruhi oleh niat. Sedangkan niat tersebut dipengaruhi oleh tujuan pembangunan sosial berkelanjutan, tujuan pembangunan berkelanjutan ramah lingkungan, dan sikap konsumen terhadap program recycle point Le Minerale. Hasil penelitian ini bermanfaat untuk mengembangkan teori-teori yang terkait dengan perilaku konsumen dalam berperilaku ramah lingkungan, khususnya terkait dengan penggunaan produk ramah lingkungan dan partisipasi dalam program daur ulang. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. | 355 DAFTAR PUSTAKA