Kolaborasi : e-ISSN : 2685-677X http://w. id/index. php/BIOSAINSTEK Jurnal BIOSAINSTEK. Vol. 5 No. 1, 70Ae73 DOI: https://doi. org/10. 52046/biosainstek. Workshop Pelayanan Gizi bagi Orang dengan HIV AIDS Tutik Lestari 1, 2A. Mudini Muhlis 2. Ridwan Yamko1. Tati Sumiati 1. Andiani . Diah Merdekawati Surasno 1. Agustin Rahayu 1. Suryani Mansur 1 Staf Pengajar Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Ternate. Indonesia. Komisi Penanggulangan AIDS Kota Ternate. Ternate. Indonesia. Korespondensi : Tutik Lestari. Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Ternate. Indonesia. Email : tutik198692@gmail. Info Artikel : A Artikel Penelitian E Artikel Pengabdian A Riview Artikel Diterima : 24 Oktober 2022. Disetujui : 28 Nov. Publikasi On-Line : 30 Nov. ABSTRAK. Gizi yang adekuat pada ODHA dapat mencegah kurang gizi, menghambat perkembangan HIV, meningkatkan daya tahan terhadap infeksi opportunistik, memperbaiki efektifitas pengobatan dan memperbaiki kualitas hidup. Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman petugas gizi dalam memberikan layanan gizi untuk ODHA di Puskesmas Kota Ternate dan Rumah Sakit Chasan Boesoirie. Peserta diikuti oleh 16 peserta dengan tingkat pendidikan diploma i sebanyak 12 orang dan sarjana sebanyak 4 orang. Rata-rata peserta dapat menjawab dengan benar terkait HIV AIDS serta kebutuhan gizi bagi ODHA. Faktor pendukung kegiatan ini diantaranya adanya kerjasama dengan KPA Kota Ternate, sarana prasarana yang mendukung serta peserta tetap antusias selama 3 hari kegiatan tersebut. Peserta mampu memahami peran sebagai petugas gizi dalam melayani masalah gizi bagi ODHA. Keyword: Gizi. ODHA. Puskesmas, petugas gizi. PENDAHULUAN Gizi merupakan makanan yang bermanfaat untuk kesehatan. Peranan zat gizi penting dalam menunjang kesembuahan suatu penyakit termasuk pada Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) sehingga berdampak pada kualitas hidup ODHA. Seseorang yang sudah terinfeksi HIV sistem kekebalan tubuhnya mengalami gangguan seperti penurunan status gizi. Kurangnya asupan makanan menyebabkan menurunnya status gizi yang dapat dipengaruhi oleh berbagai hal seperti penyakit infeksi (Kemenkes RI, 2. Kondisi ODHA sering mengalami peningkatan kebutuhan zat gizi antara lain karena demam, muntah, infeksi oppurtunistik, stres metabolisme, diare dan malabsorbsi serta adanya perubahan komposisi tubuh dimana berkurangnya masa bebas lemak terutama otot. Gizi yang adekuat dapat mencegah kurang gizi, menghambat perkembangan HIV, meningkatkan daya tahan terhadap infeksi oppurtunistik, memperbaiki efektifitas pengobatan dan memperbaiki kualitas hidup (Kemenkes RI, 2. Peranan gizi sangat penting dalam penanganan HIV AIDS karena infeksi HIV dapat mempengaruhi status gizi ODHA. Gizi sangat penting dan utama dalam mencegah, perawatan dan pengobatan secara komprehensif, intervensi gizi yang memadai membantu mengurangi risiko infeksi, mengurangi gejala klinis dan meningkatkan status gizi serta malnutrisi yang dapat memperburuk penyakit (Kemenkes RI, 2. II. METODE PENELITIAN Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk workshop dimana pesertanya merupakan keterwakilan petugas gizi di layanan kesehatan tingkat pertama . Kota Ternate dan RSUD Chasan Boesorie sebanyak 16 orang. Kegiatan dilaksanakan selama 3 . hari pada tanggal 8-10 Juni 2022 bertempat di Royal Resto. Dalam pemaparannya pemateri menggunakan metode ceramah dan diskusi. Metode ceramah dengan menggunakan peralatan laptop dan infokus. Langkah-langkah dalam pelaksanaan pengabdian pada masyarakat sebagai berikut : Persiapan Mempersiapkan administrasi persuratan dan berkordinasi dengan pimpinan puskesmas dan rumah sakit sebagai peserta kegiatan workshop. Selanjutnya melakukan koordinasi dengan Tutik Lestari, dkk Jurnal BIOSAINSTEK Volume 5 No. Januari 2023: 70-73 beberapa instansi terkait dan akademisi sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut serta menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Pelaksanaan Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 . hari dengan pemateri dari Dinas Kesehatan Kota Ternate. Komisi Penanggulangan AIDS Kota Ternate. Fakultas Ilmu Kesehatan UMMU dan Komunitas ODHA AuLKS Maku DudaraAy. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan workshop pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk memberikan informasi kepada peserta khususnya petugas kesehatan di layanan kesehatan dalam memahami pelayanan gizi bagi Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) sehingga adanya kerjasama lintas program dilayanan kesehatan antara petugas gizi. IMS dan HIV. Tb dan KIA. Jumlah peserta workshop sebanyak 16 orang terdiri dari 2 orang laki-laki dan 14 orang perempuan. Dengan tingkat pendidikan sebagin besar berpendidikan diploma (D. sebanyak 12 orang dan 4 orang berpendidikan sarjana (S. Materi workshop yang diberikan seperti situasi HIV AIDS di Kota Ternate. Peran KPA dalam Penanggulangan AIDS. IMS dan HIV. Stigma dan Diskriminasi bagi ODHA. HIV dan Gizi serta Kebutuhan Gizi bagi ODHA. Peserta menguasai materi dan mampu memahami materi workshop yang disampaikan oleh pemateri. Terlihat dari antusias para peserta dalam memberikan pertanyaan dan masukan terkait dengan kerjasama lintas program di layanan kesehatan terhadap ODHA. Ketercapaian target materi sudah sangat baik, karena materi telah disampaikan secara keseluruhan. Rata-rata peserta workshop menjawab pertanyaan benar terkait dengan pengetahuan tentang HIV AIDS serta kebutuhan gizi bagi seseorang. Salah satu dampak dari HIV adalah kurangnya nafsu makan dan terjadi gangguan penyerapan Kondisi kesehatan ODHA akan cepat menurun dan mempercepat perkembangan penyakit HIV menjadi AIDS, malnutrisi juga dapat menghambat proses pengobatan ARV bagi ODHA. Nutrisi berperan penting dalam mempertahankan sistem imun. Nutrisi yang buruk akan meningkatkan kerentanan dan memperparah penyakit infeksi oppurtunistik, akibatnya dapat menurunkan berat badan bagi ODHA. Oleh karena itu petugas gizi dilayanan kesehatan harus mengetahui informasi yang benar tentang HIV AIDS dan permasalahan kesehatan yang berhubungan dengan kondisi ODHA di Sehingga kerjasama lintas program dalam penanggulangan HIV AIDS di layanan kesehatan untuk memantau perkembangan kesehatan ODHA. Kebutuhan nutrisi yang sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dapat memperbaiki kondisi kesehatan bagi ODHA. Selain itu kondisi yang baik membantu tubuh dalam proses menyerap obat-obatan yang dikunsumsi oleh ODHA serta asupan makanan yang cukup dapat mencegah terjadinya malnutrisi dan mempertahankan berat badan ideal. Salah satu efek samping dari pengobatan terapi antiretoviral (ARV) bagi ODHA adalah hilangnya nafsu makan (Hoffman, 2. Bukan hanya masalah menurunnya berat badan tetapi terapi ARV bisa menyebabkan peningkatan berat badan (Bares, 2. Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa pengetahuan gizi seseorang akan mempengaruhi pemilihan jenis makanan (Muthamia, 2. Pelayanan asuhan gizi ODHA penting karena terapi ARV memiliki beberapa efek samping yang dapat menganggu kondisi kesehatannya. Makanan yang dikonsumsi dapat mempengaruhi penyerapan ARV, sebaliknya terapi ARV dan obat infeksi oppurtunistik dapat menyebabkan gangguan gizi (Kemenkes RI, 2. Bagi ODHA kebutuhan pelayanan gizi berbeda antara anak dan orang dewasa. Bagi bayi baru lahir dari ibu positif HIV, umumnya lahir dalam kondisi berat badan lahir rendah. Hal ini terjadi karena ibu yang mengalami infeksi HIV dan penyakit penyerta lainnya dan juga asupan makanan yang tidak adekuat selama kehamilan. Anak yang mengalami BBLR kesulitan untuk meningkatkan berat badan dan panjang badan secara optimal. Anak-anak dengan HIV Positif sekitar 90% mengalami kekurangan gizi dan berlanjut berisiko mengalami gagal tumbuh (Kemenkes RI, 2. Dalam mengidentifikasi kebutuhan gizi seseorang dalam dilakukan melalui pengkajian gizi yang dibandingkan dengan standar baku nilai normal. Untuk remaja dan dewasa dapat dilakukan dengan data biokimia, antropometri, klinis dan fisik, riwayat personal dan kebiasan makan diatery Hasil pengkajian ini, digunakan untuk tatalaksana gizi sesuai dengan kebutuhan gizi masingmasing. Tutik Lestari, dkk Jurnal BIOSAINSTEK Volume 5 No. Januari 2023: 70-73 Beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat antara lain : Faktor Pendukung Pihak Komisi Penanggulangan AIDS Kota Ternate sebagai tempat pengabdian masyarakat memberikan dukungan dan kemudahan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Sarana dan prasarana yang memadai tersedia seperti laptop, infokus, layar infokus, bahan presentasi dan sebagainya. Antusias peserta dalam mengikuti semua rangkaian kegiatan workshop selama 3 . hari, dimana para peserta merasa senang dalam keterlibatannya untuk program penanggulangan HIV AIDS di Kota Ternate. Angka kasus HIV AIDS di Kota Ternate setiap tahunnya meningkat, sehingga peran gizi dalam membantu proses pemulihan kesehatan ODHA sangat penting terutama ketika ODHA dengan keluhan kekurangan nutrisi. Faktor Penghambat Terbatasnya waktu pelaksanaan yang menyebabkan kegiatan tidak dapat dilakukan dalam durasi yang lebih lama. IV. PENUTUP Adanya respon positif dari para peserta workshop dengan munculnya pertanyaan dan tanggapan yang diberikan selama kegiatan. Peserta mampu memahami perannya sebagai petugas gizi dilayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan terutama masalah gizi bagi ODHA. DAFTAR PUSTAKA