PENGARUH LITERASI KEUANGAN DIGITAL DAN PENGGUNAAN FINTECH TERHADAP KINERJA KEUANGAN UMKM DI KOTA BANDUNG Lisnasari1. Muhtarudin2. Akuntansi. Program Studi Akuntansi. Institut Digital Ekonomi LPKIA lisnasari1515@gmail. com, 2muhtar@lpkia. Abstrak Perkembangan teknologi digital mendorong pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengadopsi layanan keuangan berbasis teknologi . inancial technology/fintec. guna meningkatkan efisiensi dan daya saing. Namun, rendahnya literasi keuangan digital menjadi kendala dalam pemanfaatan fintech secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan digital dan penggunaan fintech terhadap kinerja keuangan UMKM di Kota Bandung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan analisis regresi linier Data diperoleh melalui kuesioner kepada 60 pelaku UMKM pengguna fintech, yang selanjutnya diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM . = 0,. Penggunaan fintech juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan . = 0,. Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 77,8% variasi dalam kinerja keuangan UMKM. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan digital dan optimalisasi pemanfaatan fintech sebagai strategi mendukung keberlanjutan serta pertumbuhan UMKM di era Implikasi penelitian ini mengarahkan pelaku usaha, pemerintah daerah, dan penyedia layanan fintech untuk berperan aktif dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif. Kata kunci : literasi keuangan digital, fintech. UMKM, kinerja keuangan Pendahuluan Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor, termasuk sektor Perkembangan teknologi informasi menciptakan inovasi baru dalam sistem keuangan, salah satunya adalah financial technology . Fintech mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi, mengakses pembiayaan, dan mengelola keuangan secara lebih efisien dan fleksibel. Di sisi lain. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia, termasuk di Kota Bandung. UMKM memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun, banyak pelaku UMKM yang masih menghadapi kendala dalam hal akses pembiayaan, pencatatan keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital secara optimal. Salah satu tantangan utama UMKM dalam menghadapi era digitalisasi adalah rendahnya tingkat literasi keuangan digital. Kurangnya pemahaman Jurnal Digitalisasi Akuntansi terhadap aplikasi keuangan digital, keamanan transaksi, serta pengambilan keputusan berbasis data menjadi hambatan serius. Oleh karena itu, literasi keuangan digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan UMKM. Seiring dengan meningkatnya penggunaan fintech, penting untuk mengetahui sejauh mana pemahaman pelaku UMKM terhadap teknologi keuangan ini dan bagaimana penggunaannya dapat berdampak pada kinerja usaha. Kota Bandung sebagai salah satu kota dengan perkembangan ekosistem digital yang cukup pesat merupakan lokasi strategis untuk meneliti hubungan antara literasi keuangan digital, penggunaan fintech, dan kinerja UMKM. 2 Identifikasi Masalah Tingkat literasi keuangan digital di kalangan UMKM Kota Bandung belum merata, sehingga memengaruhi kemampuan mereka dalam memanfaatkan layanan keuangan Penggunaan layanan fintech masih terbatas pada fitur tertentu, dan belum menyeluruh dalam mendukung kegiatan operasional keuangan usaha. Kinerja keuangan UMKM belum optimal dan mengalami fluktuasi, sementara pengaruh dari literasi dan pemanfaatan fintech terhadap kinerja tersebut belum banyak diteliti secara Rumusan Masalah merevolusi cara masyarakat dan pelaku bisnis berinteraksi dengan sistem keuangan, mulai dari transaksi pembayaran, pengajuan kredit, investasi, hingga manajemen risiko keuangan (Arner et al. 3 Pengertian Kinerja Keuangan UMKM Bagaimana literasi keuangan digital dapat mempengaruhi kinerja keuangan UMKM di Kota Bandung? Bagaimana penggunaan fintech dapat mempengaruhi kinerja Keuangan UMKM di Kota Bandung? Sejauh mana literasi keuangan digital dan penggunaan fintech secara simultan berpengaruh terhadap kinerja keuangan UMKM di Kota Bandung? 4 Tujuan Penelitian Metodologi Penelitian Mengetahui apakah literasi keuangan digital berpengaruh terhadap kinerja keuangan UMKM di Kota Bandung. Mengetahui apakah layanan fintech berpengaruh terhadap kinerja keuangan UMKM di Kota Bandung. Mengetahui apakah literasi keuangan digital dan penggunaan fintech secara simultan berpengaruh terhadap kinerja keuangan UMKM di Kota Bandung. 1 Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bandung yang menggunakan atau pernah menggunakan layanan financial technology . , baik berupa pembayaran digital, pinjaman online, maupun aplikasi pencatatan Kota Bandung dipilih karena merupakan pusat pertumbuhan ekonomi kreatif dengan tingkat digitalisasi UMKM dan penetrasi layanan fintech yang relatiftinggi. 2 Metode Yang di gunakan 5 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatif. Populasi penelitian adalah pelaku UMKM di Kota Bandung, dengan pengambilan sampel sebanyak 60 responden menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner yang menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 26, serta uji validitas, reliabilitas, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Menurut (Kasmir, 2. , kinerja keuangan adalah hasil dari proses manajemen keuangan yang ditunjukkan melalui indikator-indikator keuangan seperti pertumbuhan laba, pengendalian biaya, likuiditas, dan efisiensi usaha. Meskipun UMKM umumnya tidak menyusun laporan keuangan secara formal seperti perusahaan besar, namun penilaian terhadap kinerja keuangan dapat dilakukan secara sederhana melalui indikator operasional. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksplanatif. Pendekatan ini dipilih karena sebab-akibat antarvariabel melalui pengujian hipotesis. Variabel independen meliputi literasi keuangan digital (XCA) dan penggunaan fintech (XCC), sedangkan variabel dependen adalah kinerja UMKM (Y). Analisis dilakukan dengan uji regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien 1 Jenis dan sumber data Landasan Teori Pengertian literasi keuangan digital Literasi keuangan digital adalah kemampuan individu untuk memahami dan menggunakan produk serta layanan keuangan berbasis teknologi digital dalam rangka mengelola keuangan secara efektif dan aman. Literasi ini mencakup keterampilan dalam menggunakan perangkat digital, memahami informasi keuangan yang tersedia secara daring, serta kemampuan mengambil keputusan keuangan berbasis teknologi informasi (Wardhana & Wibowo, 2. 2 Pengertian Financial Tecnology (Fintec. financial Technology, atau fintech, adalah istilah yang merujuk pada integrasi teknologi dalam sektor jasa keuangan untuk memberikan layanan yang lebih cepat, efisien, dan Fintech mencakup berbagai inovasi yang Jurnal Digitalisasi Akuntansi Data yang digunakan adalah data kuantitatif yang diperoleh dari data primer melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup dengan skala Likert 1Ae5, yang mengukur persepsi responden terhadap indikator 2 Populasi dan Sampel Populasi penelitian adalah seluruh pelaku UMKM aktif di Kota Bandung. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria: aktif menjalankan usaha di Kota Bandung, . menggunakan minimal satu layanan fintech, dan . bersedia mengisi kuesioner. Jumlah sampel ditetapkan sebanyak 60 responden, sesuai dengan kaidah minimum 5 responden per item Jurnal Digitalisasi Akuntansi P-ISSN 2303 - 1069 E-ISSN 2808 - 7410 http://jurnal. id/index. php/jda/index 3 Operasionalisasi Variabel Penelitian melibatkan tiga variabel utama, yaitu: Literasi Keuangan Digital (XCA): pengetahuan aplikasi keuangan, keterampilan menggunakan fintech, pemahaman risiko digital, serta sikap terhadap teknologi Penggunaan Fintech (XCC): jenis layanan, frekuensi penggunaan, dan persepsi kemudahan. Kinerja UMKM (Y): pertumbuhan penjualan, pertumbuhan laba, efisiensi operasional, kepuasan pelanggan, dan kemampuan bersaing. Seluruh indikator dijabarkan menjadi item kuesioner dengan skala Likert 1Ae5, dari Ausangat tidak setujuAy . hingga Ausangat setujuAy . 4 Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara langsung dan daring. Data dianalisis dengan bantuan IBM SPSS 26 melalui tahapan berikut: Analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden dan distribusi skor Analisis inferensial menggunakan regresi linier berganda setelah uji asumsi klasik. Uji validitas dengan korelasi Pearson Product Moment. Seluruh item dinyatakan valid karena r-hitung > r-tabel . Uji reliabilitas dengan CronbachAos Alpha. Hasil menunjukkan XCA = 0,887. XCC = 0,896, dan Y = 0,954, sehingga instrumen reliabel. Uji hipotesis meliputi: Uji t . : XCA dan XCC berpengaruh signifikan terhadap Y. Uji F . : XCA dan XCC berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Y (F = 99,764. Sig. = 0,. Koefisien determinasi (RA): digunakan untuk mengukur kontribusi variabel independen terhadap variasi variabel dependensi. Hasil dan pembahasan 1 Karakteristik Responden Sebanyak 60 responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini merupakan pelaku UMKM di Kota Bandung. Berdasarkan jenis kelamin, mayoritas responden adalah Laki Laki sebesar 65%, sedangkan Perempuan sebesar 35%. Hal ini mencerminkan bahwa laki laki memiliki peran aktif dalam menjalankan UMKM, khususnya di Jurnal Digitalisasi Akuntansi sektor Perdagangan, fashion, dan jasa . Dari segi usia, mayoritas responden berusia antara 36Ae45 tahun . %), menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Bandung didominasi oleh generasi produktif yang cukup terbuka terhadap Sebanyak 83% responden telah menggunakan fintech selama lebih dari satu tahun, dan sebagian besar menggunakan lebih dari satu aplikasi, seperti dompet digital (OVO. Dan. , aplikasi pencatatan keuangan (BukuKas. Jurnal. , serta layanan pembayaran QRIS. Jenis usaha yang dijalankan terbagi menjadi sektor perdagangan . ,7%), fashion . %), dan jasa . 3%). Sebagian besar UMKM termasuk dalam kategori mikro dengan omzet di bawah Rp300 juta per tahun. Uji Validitas dan Reliabilitas Sebelum dilakukan analisis regresi, dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap instrumen Hasil uji validitas menunjukkan bahwa semua item pada kuesioner memiliki nilai r-hitung > r-tabel . , sehingga dinyatakan Sementara itu, nilai CronbachAos Alpha untuk setiap variabel sebagai berikut: Literasi Keuangan Digital (X. : 0,887 Penggunaan Fintech (X. : 0,896 Kinerja Keuangan (Y): 0,954 Nilai di atas 0,70 menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki reliabilitas tinggi, artinya instrumen konsisten dalam mengukur konsep yang dimaksud. 3 Hasil Uji Regresi Linier Berganda Analisis regresi dilakukan untuk mengetahui pengaruh simultan dan parsial variabel bebas terhadap variabel terikat. Berikut ini hasil pengolahan data menggunakan SPSS: Tabel 1 Hasil Uji Regresi Linier Berganda Koefisien regresi (B) tHitung Sig. Literasi Penggunaa n Fintech Jurnal Digitalisasi Akuntansi P-ISSN 2303 - 1069 E-ISSN 2808 - 7410 http://jurnal. id/index. php/jda/index Saran Interpretasi: Literasi Keuangan Digital (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM, karena nilai sig. < 0. Pelaku UMKM perlu mengikuti pelatihan literasi digital secara rutin. Penggunaan Fintech (X. juga memiliki pengaruh positif dan sangat signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM, dengan sig. Pemerintah dan lembaga keuangan harus digitalisasi UMKM. Fintech perlu memperkuat keamanan data dan memperluas layanan berbasis kebutuhan UMKM. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh faktor lain seperti budaya digital dan dukungan keluarga usaha. Uji F (Simulta. Nilai F = 99. 764 dan sig. = 0. 000 (< 0. menunjukkan bahwa secara simultan, kedua variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM. Koefisien Determinasi (RA): Nilai RA sebesar 0. 782, artinya 78,2% variasi kinerja keuangan UMKM dapat dijelaskan oleh literasi keuangan digital dan penggunaan fintech. Sisanya 21,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model seperti kemampuan manajerial, pemasaran digital, dukungan pemerintah, dan kondisi pasar. 4 Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Literasi Keuangan Digital (XCA) berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja UMKM. Hal ini berarti semakin baik pemahaman UMKM terkait layanan keuangan digital, semakin efektif pula mereka dalam mengelola keuangan Temuan ini mendukung penelitian sebelumnya (Herlina, 2020. Fitriani, 2. yang menegaskan literasi digital membantu UMKM Penggunaan Fintech (XCC) memiliki pengaruh positif signifikan yang lebih kuat terhadap kinerja UMKM dibandingkan literasi. Fintech mempermudah pembayaran, memperluas akses permodalan. Hal ini sejalan dengan Arner et al. yang menyebutkan fintech meningkatkan inklusi keuangan dan efisiensi operasional UMKM. Secara simultan, literasi keuangan digital dan penggunaan fintech berkontribusi besar terhadap kinerja UMKM (RA = 77,8%). Literasi memberikan dasar pemahaman, sedangkan fintech memberikan sarana praktis dalam operasional usaha. DAFTAR PUSTAKA