Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 01 Nomor 02 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index Pengaruh Energi Baru dan Terbarukan. Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar. Jumlah Uang Beredar. Saham Syariah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi pada Tahun 2016-2021 Muhamad Azis PMII Salatiga. Indonesia azisa1792@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Energi Baru dan Terbarukan. Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar. Jumlah Uang Beredar. Saham Syariah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2016-2021. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier berganda sebagai analisis data, dan menggunakan data sekunder berbentuk time series. Data yang digunakan adalah data tri wulan pada akhir periode dari energi baru dan terbarukan, nilai tukar rupiah terhadap dolar, jumlah uang beredar, saham syariah pada tahun 2016-2021. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan alat bantu aplikasi SPSS 25. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial variabel energi baru dan terbarukan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, nilai tukar rupiah terhadap dolar berpengaruh positif tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, jumlah uang beredar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, dan saham syariah berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Kata Kunci : Energi Baru dan Terbarukan. Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar. Jumlah Uang Beredar. Saham Syariah. Pertumbuhan Ekonomi PENDAHULUAN Menurut Untoro . pertumbuhan ekonomi adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat dalam jangka Pertumbuhan ekonomi merupakan kenaikan kapasitas dalam jangka panjang dari Negara yang bersangkutan untuk menyediakan berbagai barang ekonomi kepada penduduknya (Sukirno, 2006:. Perekonomian suatu Negara yang mengalami pertumbuhan dapat dilihat dari peningkatan kemampuan dalam memproduksi barang maupun jasa. Selain itu, pertumbuhan ekonomi menjelaskan tentang kemajuan, perkembangan, serta perubahan dari perekonomian negara dalam kurun waktu yang relatif panjang. Perekonomian tumbuh apabila semua imbalan nyata untuk pengguna faktor produksi dalam satu tahun lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi pada dasarnya mengacu pada perubahan kuantitatif . uantitative chang. , dengan Produk Domestik Bruto (PDB) dan nilai akhir pasar yang dijadikan sebagai alat ukur (Sari & Anggadha Ratno, 2. Pada teori pertumbuhan ekonomi Harrod-Dommar, menjelaskan bahwa setiap perekonomian harus mencadangkan atau menabung sebagian dari pendapatan nasionalnya untuk menambah atau menggantikan barang-barang modal. Untuk memacu proses pertumbuhan ekonomi, dibutuhkan Pengaruh Energi Baru dan Terbarukan. Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar. Jumlah Uang Beredar. Saham Syariah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi pada Tahun 2016-2021 investasi baru yang merupakan tambahan netto terhadap cadangan atau stok modal (Sukirno, 2006:132-. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang akan digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang dapat dicapai . dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau cara-cara lain dari kuantitatifikasi . (V. Wiratman Sujarweni, 2015:. Jenis data yang akan digunakan adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang didapat dari catatan, artikel, buku-buku sebagai teori, majalah, dan lain sebagianya (V. Wiratman Sujarweni, 2015:. Dalam penelitian ini menggunakan data dari BPS (Badan Pusat Statisti. dan OJK (Otoritas Jasa Keuanga. yang diperoleh dari website resmi dari lembaga terkait. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Hipotesis Tujuan dari uji ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh secara parsial . dari variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Tabel 1. Uji T Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constan. Energi Baru dan Terbarukan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Jumlah Uang Beredar Saham Syariah 20,082 3,315 -,306 ,038 ,000 ,000 -,441 ,034 -1,796E-9 ,000 Standardized Coefficients Std. Error Beta -,585 -,124 -,831 -,199 Sig. 6,057 ,104 -7,989 ,079 -1,710 ,337 -13,043 ,049 -3,301 ,187 Dependent Variable: Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan tabel 1, hasil output dari uji T menyebutkan bahwa nilai signifikan energi baru dan terbarukan adalah 0,079 > 0. 05 serta koefisiennya sebesar -0,306. Hal ini memberikan arti bahwa energi baru dan terbarukan mempunyai pengaruh negatif tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan Demikian H1 ditolak. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nining Diah Mharita Triatmanati. Achmad Rodoni, dan Darwati Susilastuti . yang menyatakan bahwa energi baru dan terbarukan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Serta sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dika Muhammad Ferro Berlianto . yang menyatakan bahwa energi baru dan terbarukan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Energi baru dan terbarukan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hal ini dikarenakan pengembangan pembangkit energi baru terbarukan di Indonesia mengalami stagnasi dalam beberapa tahun terakhir terkait dibutuhkannya biaya yang besar dalam pengembangan proyek energi baru terbarukan dan konsumsi bauran energi baru terbarukan masih rendah dari bauran konsumsi energi primer total di Indonesia. Pengaruh Energi Baru dan Terbarukan. Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar. Jumlah Uang Beredar. Saham Syariah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi pada Tahun 2016-2021 Nilai signifikan nilai tukar rupuah terhadap dolar adalah 0,337 > 0,05 serta koefisiennya sebesar 0,000. Hal ini memberikan arti bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar mempunyai pengaruh positif tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan demikian H2 ditolak. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rinaldi Syahputra . menunjukkan bahwa nilai tukar berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Serta sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ayunia Pridayanti . nilai tukar berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekomoni. Penelitian ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Yaenal Arifin . yang menunjukkan bahwa nilai tukar berpengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Nilai tukar upiah terhadap dolar tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi karena masyarakat Indonesia cenderung menggunakan barang dari luar negeri, sehingga menyebabkan ekonomi makro dalam negeri menjadi kurang baik meskipun eingkat pertumbuhan ekonomi Indosnesia relatif stabil. Nilai signifikan jumlah uang beredar adalah 0,049 < 0,05 serta koefisiennya -0,441. Hal ini memberikan arti bahwa jumlah uang beredar mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan demikian H3 diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Frisyelia Renshy Tiwa. Vekie Rumate dan Avrianto Tenda . jumlah uang beredar berpengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Anissa Dewi Ambarwati. I Made Sara dan Sylvia Azita Aziz . Jumlah uang beredar berpengaruh teradap pertumbuhan ekonomi di karenakan masyarakat memlih untuk menjadikan sebagian dananya untuk konsumsi, sehinga permintaan akan faktor produksi mengalami peningkatan. Dengan demikian pendapatan perkapita akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Nilai signifikan saham syariah adalah 0,187 > 0,05 serta koefisiennya -1,796E-9. Hal ini memberikan arti bahwa saham syariah mempunyai pengaruh negatif tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan demikian H4 ditolak. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nur Faroh . yang nenyatakan bahwa saham syariah berpengaruh positif tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Lukfiah I. Radjak. Ita Yuni Kartika . saham syariah tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Saskia Rizkan Rinada . yang menunjukkan bahwa saham syayriah tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Saham syariah tidak berpengaruh terhadap pertumuhan ekonomi karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang beberapa bursa efek, serta minat para investor yang sedikit untuk melakukan investasi terhadap saham syariah mengakibatkan jumlah saham yang terjual menjadi turun. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan hasil kajian yang telah dilaksanakan, pengaruh energi baru dan terbarukan, nikai tukar rupiah terhadap dolar, jumlah uang beredar, saham syariah terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia, maka untuk penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan variabel makro ekonomi lain yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pengaruh Energi Baru dan Terbarukan. Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar. Jumlah Uang Beredar. Saham Syariah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi pada Tahun 2016-2021 DAFTAR PUSTAKA